Anda di halaman 1dari 40

PENGARUH PENGGUNAAN MICROSOFT OFFICE POWER

POINT TERHADAP HASIL BELAJAR TIK SISWA KELAS IX


SMP NEGERI 1 MAIWA KABUPATEN ENREKANG

PROPOSAL
DIAJUKAN KEPADA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN (STKIP) MUHAMMADIYAH SIDENRENG
RAPPANG

DIAJUKAN OLEH :
NAMA
NPM
KELAS

: TAMRIN
: 431 810 212
: A3 SIANG

TEKNOLOGI PENDIDIKAN
TAHUN 2015

PERSETUJUAN PEMBIMBING
Pembimbing yang ditunjuk oleh Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sidenreng Rappang, tanggal Mei 2015.
NAMA

: TAMRIN

NPM

: 4318 10212

Judul Proposal: Pengaruh Penggunaan Internet terhadap hasil belajar siswa pada
Mata
Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kelas VII
(TUJUH) SMP N 1 MAIWA
Menyatakan bahwa Proposal ini telah diperiksa dan dapat di ujikan di depan
Panitia penguji dari STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Sidrap,
Dosen Pembimbing

Drs. H. MIN MENNE, M.Si

Mengetahui,
Ketua STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag

Mei 2015

KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala karunia yang
dilimpahkannya, sehingga Proposal dapat terwujud sebagai mana adanya
yang disusun dimaksudkan guna memenuhi salah satu dari sekian banyak
persyaratan dalam rangka penyelesaian studi untuk memperoleh Sarjana
Pendidikan.
Kemudian dengan melalui kesempatan yang sangat baik ini, maka
penulis menyampaikan berupa ucapan Terimah Kasih, terutama ditujukan
kepada :
1. Dr. AMINUDDIN MAMMA, M.Ag, Beliau selaku Ketua STKIP
Muhammadiyah Sidrap, atas berbagai bentuk kebijakaan beliau, sehingga
penulis tidak pernah mengalami kesulitan sampai tahap akhir
penyelesaian studi.
2. SUARDI ZAIN,S.Pd., M.Pd, Selaku Ketua Program Studi Teknologi
Pendidikan STKIP Muhammadiyah Sidrap, atas kebijakannya, sehingga
penulis tidak pernah merasakan adanya tantangan berat dalam proses
perkuliahan.
3. Drs. H. AMIN MENNE, M.Si, Beliau selaku pembimbing dalam rangka
penulisan dan penyusunan proposal ini, dan atas kerelaan dan meluangkan
waktu member petunjuk dan bimbingan.
4. Para Dosen dan Asisten dalam jajaran STKIP Muhammadiyah Sidrap atas
keikhlasan hati beliau menyampaikan ilmu-ilmu pengetahuan yang
dimilikinya.
5. Segenap rekan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sidrap, memberikan
bantuan berupa pemikiran dalam proses penyusunan proposal ini.
Atas segala bentuk bantuan yang telah diberikan kepada penulis baik sifatnya
langsung maupun tidak langsung, penulis tak lupa mendoakan semoga
mendapatkan pahala yang berlipat dan kita semua senantiasa mendapatkan
rahmat dari Illahi Rabbi, Amin

Sidrap, Mei 2015


Penulis
Ttd

TAMRIN

DAFTAR ISI
HALAMAAN JUDUL 1

HAL PERSETUJUAN PEMBIMBING2


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI 4
DAFTAR TABEL 6
BAB

I. PENDAHULUAN
A. Latar elakang 6
B. Perumusan Masalah10
C. Tujuan Penelitian 10
D. Manfaat Hasil Penelitian11

BAB

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR


A. Tinjauan Pustaka 12
B. Kerangka Berpikir33
C. Hipotesis 34

BAB

III. METODE PENELITIAN


A.
B.
C.
D.
E.

Lokasi Penelitian 19
Variabel Penelitian 36
Populasi Dan Sampel 38
Teknik Pengumpulan Data 39
Teknik Analisis Data 40

DAFTAR PUSTAKA 42

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang


Dasar Negara Republik Indonesia, berfungsi untuk mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tengtang
Sistem Pendidikan Nasional (Depdiknas, 2003:3) menyatakan : Pendidikan
Nasional betujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga demokratis dan
bertanggung jawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam era globalisasi, bangsa Indonesia dituntut untuk memiliki sumber
daya manusia (SDM) yang handal, mempunyai hasil yang unggul, serta siap
menghadapi perubahan-perubahan ataupun perkembangan yang terjadi. Oleh
karena itu, pemerintah Indonesia berusaha untuk mempersiapkan SDM sebaik
mungkin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberlakukan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) agar system pendidikan nasional
mampu menciptakan manusia yang berkualitas dan mempunyai daya saing.
Sains dan teknologi, khususnya teknologi informasi yang berkembang
sangat pesat, berdampak pada berbagai perubahan dalam masyarakat. Masyarakat
didorong untuk bersifat terbuka dan mempunyai daya saing yang tinggi.
Kenyataan ini menuntut adanya kualitas pendidikan untuk menyiapkan sumber
daya manusia yang mampu berkompetensi dalam masyarakat global.

UNESCO dalam (Rusman, 2009:1) menyatakn bahwa semua Negara


maju dan berkembang, perlu mendapatkan akses TIK dan menyediakan fasilitas
pendidkan yang tebaik, sehingga diperoleh generasi muda yang siap berperan
penuh dalam masyarakat modern dan mampu berperan dalam Negara
Pengetahuan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya Teknologi
Informasi dan Komunikasi telah berkembang dengan pesat dalam semua aspek
kehidupan kita. Pembelajaran yang menggunakan media berbasis komputer
khususnya media presentasi merupakan terobosan yang baru di SMP yaitu dimulai
tahun 2004 yang lalu. Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan
seperangkat komputer atau laptop, lcd, dan perangkat audio. Arah inovasi ini
adalah agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif.
Pembelajaran merupakan interaksi siswa dan guru dalam kelas ataupun di
luar kelas. Dimana dalam proses pembelajaran ditemukan hambatan-hambatan
yang menjadi proses pembelajaran tidak terlaksana sesuai dengan perencenaan
sebelumnya, sehingga tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran tidak tercapai,
Apalagi jika kita dihadapkan pada pembelajaran dengan mata pelajaran TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi), maka kita akan menemukan berbagai
hambatan diantaranya tidak adanya atau kurangnya fasilitas komputer yang
merupakan media yang paling esensial dalam pembelajaran mata pelajaran TIK.
Diberlakukannya Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) juga
telah membuat terjadinya pergeseran sistem pembelajaran menjadi beriorentasi
pada siswa, disamping itu mata pelajaran juga menjadi aspek perhatian yang

lebih. Apalagi sebelumnya guru sebagai satu-satunya sumber belajar siswa, kini
hanya selaku fasilitator dan motivator. Sedangkan siswa hurus lebih aktif mencari
informasi dari berbagai sumber, sehingga pengetahuan siswa menjadi lebih luas
dan beragam. Selain itu, peranan media tidak hanya sebagai alat bantu semata
bagi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, akan tetapi juga berperan
sebagai alat penyalur pesan dari pemberi pesan ( guru, penulis buku, produserdan
sebagainya) ke penerima pesan ( siswa/ pelajar dan sebagainya).
Penggunaan media presentasi powerpoint dapat membantu pendidik
mempermudah penyampaian materi pelajaran yang akan disampaikan. Terutama
pada materi pelajaran yang memang bertujuan membentuk kemampuan aplikatif
siswa terhadap suatu hasil, misalnya dalam pembelajaran komponen perangkat
keras komputer mata pelajaran TIK. Perangkat keras merupakan komponenkomponen fisik yang membentu satu kesatuan sistem personal komputer (PC)
atau salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alatnya bisa dilihat dan
diraba secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk
mendukung proses komputerisasi.
Maka dari itu penulis mencoba melakukan penelitian kuantitatif pada
bulan Januari 2014 di SMP Negeri 2 Panca Rijang tahun ajaran 2013/2014, yang
beralamat dijalan Andi Pengeran Pettarani No. 91 Rappang . Diketahui keadaan
siswa VII senbanyak 114 orang tersebar di lima kelas.
SMP Negeri 2 Panca Rijang, sesuai data yang ada masih banyak siswa
yang begitu tertarik, tidak berminat bahkan tidak tahu sama sekali tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai pada mata pelajaran TIK.

Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah karena kurang


dimanfaatkannya fasilitas laboraturium komputer. Alasannya karena seringnya
alat-alat komputer dirusak oleh siswa yang tidak bertanggung jawab, baik
hardwarenya maupun softwarenya seperti keyboard, mouse, CPU, dan aplikasi
komputer. Kurang dipatuhinya tata tertib penggunaan laboraturium komputer dan
juga kurangnya pengawasan dari guru bidang studi atau pengelola laboratorium
komputer. Dengan demikian tujuan pebelajaran yang ada dikurikulum sudah pasti
tidak tercapai karena penggunaan laboraturium komputer yang tidak maksimal.
Namun masih banyak faktor lain yang mungkin terjadi baik itu dari siswa
sendiri, guru dan sarana prasarana sekolah. Olehnya itu, untuk memecahkan
masalah tersebut peneliti berinisiatif untuk menggunakan media presentasi
powerpoint yang menarik dan mudah dipahami dalam pembelajaran TIK. Selain
itu, peneliti mengajak para siswa untuk menjaga alat-alat komputer sebagai rasa
tanggung jawab siswa terhadap lingkungannya dan mengawasi siswa dalam
menggunakannya.
Upaya ini dilakukan untuk mengembangkan atau mengaktualisasikan
potensi-potensi yang dimiliki pesrta didik yang merupakan tanggung jawab
seluruh guru. Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya
membentuk watak bangsa melalui pengmbangan kepribadian dan nilai-nilai yang
diinginkan. Sehingga nantinya dapat mewujudkan Undang-Undang No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Depdiknas, 2003:3).
Berdasarkan permasalahan diatas maka dari itu penulis memfokuskan
penelitian pada Pengaruh Penggunaan Microsoft Office Power Point

10

terhadap Hasil Belajar TIK Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten
Enrekang.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka masalah penelitian ini
adalah sebagai berikut. Adakah Pengaruh Penggunaan Microsoft Office Power
Point terhadap Hasil Belajar TIK Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa
Kabupaten Enrekang ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan merupakan apa yang menjadi sasaran atau apa yang hendak
dicapai dari suatu kegiatan. Dalam penelitian ini tujuan merupakan apa yang
hendak diketahui oleh peneliti berdasarkan rumusan masalah yang telah
ditetapkan.
Penelitian

ini

dibuat

untuk

mendeskripsikan

tentang

pengaruh

penggunaan microsoft office powerpoint terhadap pembelajaran komponen


perangkat keras komputer, agar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Panca Rijang dapat
lebih memahami pelajaran yang diberikan, sehingga proses belajar mengajar dapat
berjalan dengan efektif sesuai dengan yang diharapkan.

D. Manfaat Penelitian
1. Penulis, sebagai sarana latihan dalam mengemukakan buah pikiran atau
ide serta memacahkan masalah secara ilmiah.
2. Siswa, untuk meningkatkan perhatian, minat, dan prestasi belajar agar
pelajaran menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami.

11

3. Penggunaan

aplikasi

microsoft

office

powerpoint

dalam

proses

pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap


pelajaran yang diberikan.
4. Penggunaan aplikasi microsoft office powerpoint dapat membantu guru
dalam memberikan penjelasan/pemaparan kepada siswanya untuk lebih
memudahkan dalam memahami pelajaran.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian pengaruh
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2005: 849), Pengaruh
adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut

12

membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Sementara itu


Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang
muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala alam yang dapat
memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari
pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan
suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun
benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa
yang ada di sekitarnya.
Menurut Scott dan Mitchell pengaruh merupakan suatu transaksi
sosial dimana seorang atau kelompok orang digerakan oleh seseorang atau
sekelompok orang yang lainnya untuk melakukan kegiatan sesuai dengan
harapan. Sumber-sumber pengaruh untuk perseorangan atau kelompok dalam
organisasi terdapat pada status jabatan, system pengawasan atau balas jasa dan
hukuman, pengawasan finansial (anggaran), pemilikan informasi dan
penguasaan saluran komunikasi.
Seseorang bersedia menjalankan permintaan orang yang dapat
mempengaruhinya secara efektif karena merasa dirinya puas kalau memang
dapat melaksanakan apa yang diminta oleh orang berpengaruh tersebut.
Motivasi seseorang dapat bersifat dari tercapainya hasil-hasil yang maksimum,
diperolehnya imbalan material atau perasaan disukai atau diterima oleh orang
lain. Jadi, seseorang menjadi secara otomatis menuruti apa yang diminta oleh
orang yang berpengaruh tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih.
2. Pengertian microsoft office powerpoint
Microsoft office powerpoint atau yang sering dikenal microsoft
powerpoint merupakan suatu program yang diciptakan oleh perusahaan dunia

13

yang bergerak dalam dunia pemrograman yaitu Microsoft yang berbasis di


Amerika serikat yang bertujuan untuk membantu para presenter atau orang
yang membawakan presentasi.
Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint atau
PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang
dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka,
Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program
lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi
Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem
operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas
sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh
kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai
pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari
sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint.
Lalu, pada Office 2013, namanya cukup disingkat PowerPoint. Versi terbaru
dari PowerPoint adalah versi 15 (Microsoft Office PowerPoint 2013), yang
tergabung

ke

dalam

paket

Microsoft

Office

2013.

( http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_PowerPoint)
Perangkat lunak komputer ini memiliki kelebihan pada kemudahan
dan kepraktisannya dalam menyusun slide presentasi. Bisa dikatakan jika
seorang ingin membuat presentasi, maka yang terlintas di benaknya adalah
menggunakan Powerpoint. Fitur animasi dan transisi yang tersedia cukup
membantu tugas pembuat presentasi, demikian juga fitur penyisipan materi

14

multimedia, seperti suara dan video. Cukup dengan beberapa klik, ketik dan
sisipkan. Maka sajian presentasi dapat disusun secara cantik dan profesional.
Power artinya kekuatan, sedangkan point artinya inti/ intisari.
Sehingga jika digabungkan powerpoint mempunyai makna kekuatan dari
sebuah inti / intisari atau semakin inti semakin mempunyai kekuatan.
Mengapa ? karena, semakin padat semakin malas orang membaca, artinya :
Dalam sebuah presentasi, kalimat yang panjang lebar tidak akan memberi
kontribusi yang positif, tetapi akan membuat audience semakin acuh. Semakin
pada presentasi audience semakin malas untuk membacanya. Semakin padat
presentasi semakin tidak sampai pesan yang akan disampaikan. Kemudian
semakin simple semakin berkekuatan, artinya : Dalam membuat presentasi,
seseorang tidak harus pandai menuangkan kata-kata yang bagus, tetapi lebih
pada bagaimana seseorang menuliskan atau menggambarkan apa inti dari
materi yang akan disampaikan. Semakin simple presentasi yang ditampilkan
akan semakin berkekuatan presentasi tersebut.
Cara menjalankan Microsoft powerpoint adalah :
Cara 1 : klik tombol start > all program > Microsoft office > Microsoft office
powerpoint.
Cara 2 : klik tombol start > run > ketikkan power point enter.
Tampilan dari microsoft office powerpoint :

Gambar 2.1. Tampilan Microsoft office powerpoint

15

3. Pengertian Belajar
Pengertian belajar sangat komplek, tidak dapat diartikan dengan pasti,
sebab pendapat ahli yang satu dengan ahli yang lainnya dalam memberikan
pengertian belajar berbeda-beda. Hal ini tergantung pada aliran yang
dianutnya. Proses belajar pada hekekatnya adalah komuniksi edukatif yang
dapat menimbulkan hubungan timbal balik antara dua hal atau lebih atau
pribadi-pribadi yang sama, dengan tujuan mengarahkan dirinya pada satu
tujuan tertentu yang akan dicapai.

Berikut beberapa pengertian/definisi belajar menurut pandangan ahli


a. Cronbach mengemukakan bahwa learning is shown by change in
behaviour as a result of experience (belajar sebagai suatu aktivitas
yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
pengalaman).
b. Menurut M. Ngalim Purwanto dalam buku Psikologi Pendidikan
Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan
diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan
sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.
c. Sardiman dalam "Interaksi dan Motivasi Belajar" berpendapat bahwa
belajar itu merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan

16

serangkaian

kegiatan

misalnya

dengan

membaca,

mengamati,

mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.


d. Wittig (dalam Syah, 2003 : 65-66), belajar sebagai any relatively
permanen change in an organism behavioral repertoire that accurs as
a result of experience (belajar adalah perubahan yang relatif menetap
yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu
organisme sebagai hasil pengalaman).
e. H. Spears yang dikutip oleh Dewa Ketut Sukardi mengatakan bahwa
belajar itu mencakup berbagai macam perbuatan mulai dari
mengamati, membaca, menurun, mencoba sampai mendengarkan
untuk mencapai suatu tujuan.
f. Slameto mendefinsikan belajar : Belajar ialah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri
dalam interaksi dengan lingkungannya.
Belajar lebih ditekankan pada proses kegiatannya dan proses
belajar lebih ditekankan pada hasil belajar yang dicapai oleh subjek
belajar atau siswa. Hasil belajar dari kegiatan belajar disebut juga dengan
prestasi belajar.
Dari beberapa definisi yang dikemukakan beberapa ahli di atas,
maka penulis dapat mengambil kesimpulan, bahwa belajar adalah suatu

17

proses perubahan tingkah laku yang merupakan sebagai akibatdari


pengalaman atau latihan.
4. Pengertian Prestasi Belajar
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan
prestasi adalah: Hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan
sebagainya). Prestasi dalam bidang akademik berarti hasil yang diperoleh dari
kegiatan di sekolah atau perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya
ditentukan melalui sebuah pengukuran Measurement dan penilaian atau
evaluasi. Antara pengukuran Measurement dan penilaian atau evaluasi
sangat erat hubungannya, Wand and Brown dalam kutipan Wayan Nurkancana
dan PPN, Sumartana mengemukakan :
Pengukuran adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau
kuantitas dari sesuatu, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses antuk
menentukan nilai dari pada sesuatu .
Perbedaan antara pengukuran dan penilaian terletak pada sifatnya
kuantitatif, sedangkan hasil penilaian sifatnya kualitatif. Evaluasi dalam dunia
pendidikan meliputi evaluasi terhadap hasil belajar, proses belajar mengajar
dan evaluasi terhadap kurikulum. Evaluasi (pengukuran) yang sifatnya
kuantitatif pada hakekatnya simbol dari sebagian perilaku yang diharapkan dan
dapat mewakili keseluruhan perubahan (population of behavioral change) dari
peserta didik itu sendiri. Perubahan perilaku peserta didik secara keseluruhan
sangat sukar untuk diungkapkan, karena perubahan perilaku peserta didik itu
ada yang dapat diamati (tangiable) dan ada yang tidak dapat diamati
(untangiable. Dari uraian di atas bisa disimpulkan prestasi belajar adalah suatu
perubahan tingkah laku yang dicapai siswa sebagai hasil belajar yang meliputi

18

tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotir yang dinyatakan dalam
bentuk angka atau skor.
Definisi Prestasi Belajar menurut Ahli
a. W.S. Winkel prestasi belajar adalah keberhasilan usaha yang dicapai
seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari
sesuatu
b. Dalam

Kamus

Besar

Bahasa

Indonesia

adalah:

penguasaan

pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata


pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang
diberikan oleh guru
c. Menurut Djalal (1986: 4) prestasi belajar siswa adalah gambaran
kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar
siswa dalam mencapai tujuan pengajaran
d. Hamalik (1994: 45) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah
perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pelajaran atau
setelah mempelajari sesuatu.
e. Benyamin S. Bloom (dalam Nurman, 2006 : 36), prestasi belajar
merupakan hasil perubahan tingkah laku yang meliputi tiga ranah
kognitif terdiri atas : pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis,
sintesis, dan evaluasi.
f. Saifudin Azwar (1996 :44) prestasi belajar merupakan dapat
dioperasionalkan dalam bentuk indikator-indikator berupa nilai raport,
indeks prestasi studi, angka kelulusan dan predikat keberhasilan.

19

Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian prestasi belajar


ialah hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukan ukuran kecakapan
yang dicapai dalam bentuk nilai. Sedangkan prestasi belajar hasil usaha
belajar yang berupa nilai-nilai sebagai ukuran kecakapan dari usaha
belajar yang telah dicapai seseorang, prestasi belajar ditunjukan dengan
jumlah nilai raport atau test nilai sumatif.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa:
a. Niat dan tekad
Segala sesuatu kegiatan harus dimulai dengan niat yang tulus
dan ikhlas dan diiringi dengan doa yang khusuk. Sebab, hasil yang
akan dicapai juga ditentukan oleh niat dan doa. Siswa harus berniat,
bertekad dan berdoa untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik
dari tahun sebelumnya. Menjadi yang terbaik di kelas atau di sekolah.
b. Upaya dan ikhtiar
Upaya yang pertama dilakukan siswa adalah mengikuti
kegiatan pembelajaran dengan baik. Dalam hal ini, siswa perlu aktif
fisik dan mentalnya selama pembelajaran berlangsung. Mencatat
rangkuman materi pelajaran yang penting, bertanya dan berdiskusi,
mengikuti kegiatan dan aturan sekolah dengan baik. Gunakan waktu
istirahat belajar sebaik mungkin sehingga dapat memulihkan kesegaran
otak. Upaya yang diikuti dengan sepenuh hati dan melakukan ibadah

20

akan menghasilkan suatu ikhtiar yang optimal untuk mencapai hasil


yang diinginkan.
Pembelajaran sesungguhnya akan berlanjut di rumah masingmasing siswa. Tugas siswa selanjutnya adalah mengulang pelajaran
yang sudah dipelajari dan dicatat di sekolah. Kemudian diikuti dengan
mengerjakan tugas yang diberikan guru jika ada. Tugas dapat
dikerjakan secara perorangan atau berkelompok. Kalau dapat minta
bantuan orang tua untuk memfasilitasi kegiatan belajar di rumah. Tak
ada salahnya minta dibuatkan minuman ringan pada orang tua untuk
memacu semangat belajar.
Agar tetap sehat dalam melakukan berbagai aktivitas belajar,
siswa perlu menjaga kesehatan fisik. Tidak terlalu larut malam kalau
tidur. Jangan memaksakan diri belajar sampai larut malam. Selain itu
perlu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan
sederhana.
Melengkapi ikhtiar siswa perlu melaksanakan kewajiban
beribadah wajib maupun sunat. Tidaklah tepat saking rajin belajar
meninggalkan ibadahnya.
c. Tawakal
Setelah melakukan berbagai upaya dan ikhtiar, siswa perlu berserah
diri kepada Maha Pencipta. Sebab, segala doa, upaya dan ikhtiar sangat
ditentukan oleh yang Maha Kuasa. Namun siswa tidak boleh putus asa,
sebaliknya selalu menaruh pengharapan kepada Sang Pencipta.

21

5. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar


Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa,
yaitu faktor minat, karena minat sangat penting dalam keberhasilan para
siswa. Siswa yang baik nilainya pada suatu mata pelajaran disebabkan
karena memang besar minatnya terhadap pelajaran tersebut.Mereka selalu
hadir setiap pelajaran

berlansung, buku-bukunya

lengkap,

berisi

penjelasan-penjelasan atau catatan yang baik, dan senantiasa mengulangi


kembali pelajaran yang telah diberikan oleh guru. Yang menjadi persoalan
saat ini dapat kita lihat dari segi timbulnya minat siswa.
Minat itu sebenarnya bersifat dari dalam diri sendiri yang
timbulnya dapat dipengaruhi oleh situasi dari luar. Minat yang timbul dari
sendiri bersifat lebih kuat dalam mendorong usaha kita, jika dibandingkan
dengan minat yang timbul hanya karena situasi dari luar. Misalnya seorang
siswa yang sedang belajar karena pengaruh dari luar (takut dihukum) akan
kurang menimbulkan motivasi kalau dibandingkan dengan minat seorang
siswa dalam belajar yang memang tertarik atau berminat terhadap
pelajaran yang dipelajarinya.
Dari kutipan tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa, pengaruh
dari luar juga dapat membangkitkan minat siswa di sekolah, baik dalam
situasi yang menyenangkan maupun situasi yang dipaksakan.
Siswa yang bersifat aktif-kreatif pada umumnya adalah siswa yang
memiliki

intelegensi

cukup,

minat

yang

besar

sehingga

dapat

mengembangkan dirinya baik melalui pengalaman yang manis maupun


pengalaman yang pahit.
Kegagalan-kegagalan yang didapat sebagai pengalaman pahit,
tidak dapat mematahkan semangat mereka untuk berusaha mencapai suatu

22

hasil pada masa yang akan mendatang. Tetapi bagi mereka yang sudah
memperoleh hasil yang baik, cenderung mempertahankan bahkan semakin
berusaha lagi untuk meningkatkan prestasinya.
Dalam pencapaian hasil belajar siswa secara optimal dipengaruhi
oleh faktor pendukung. Dari beberapa faktor yang dimaksud pada garis
besarnya terdiri dari 2 bagian.
a. Faktor Internal, ialah faktor yang timbul dari diri anak seperti
kesehatan, rasa aman, kemampuan, minat, dan perhatian, kebiasaan
belajar, motivasi belajar dan lain-lain.
b. Faktor Eksternal, ialah faktor yang datang dari luar diri anak seperti
kebersihan rumah, udara yang panas, lingkungan, dan sebagainya.
Dalam hubungannya dengan tulisan ini, maka faktor tersebut dibahas
dengan meninjau relevansinya dengan topik. Hal yang dimaksudkan
adalah faktor internal meliputi kemampuan yang dimiliki siswa, minat, dan
perhatian serta motivasi belajar. Faktor eksternal meliputi interaksi guru
dengan siswa, kualitas pengajaran. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan
sebagai berikut:
a. Faktor Internal
1) Kemampuan yang dimiliki siswa
Faktor ini banyak menarik para ahli pendidikan untuk diteliti,
seberapa jauh konstribusi yang diberikan oleh faktor tersebut terhadap
hasil belajar siswa. Adanya pengaruh dari dalam diri siswa, merupakan hal
yang logis dan wajar, sebab hakekat perbuatan belajar adalah perubahan
tingkah laku individu yang disadarinya. Siswa harus merasakan, adanya

23

suatu kebutuhan untuk belajar dan berprestasi, ia harus berusaha


mengerahkan segala daya dan upaya untuk mencapainya.
2) Minat dan perhatian
Suatu kegiatan akan berjalan lancar apabila ada minat. Minat
merupakan kemampuan untuk mengarahkan perhatian terhadap suatu
obyek tertentu. Di samping itu merupakan penentu dalam melahirkan
perhatian akan obyek yang dihadapi.
Dengan minat akan mendorong dan meningkatkan kemampuan
berupa perhatian pemahaman diri akan obyek yang sedang dalam aktivitas
rohani dan jasmani. Agar minat dan perhatian berlansung optimal dan terus
menerus, maka sewajarnya obyek dan kegiatan jiwa terarah dan terpusat.
Demikian pula dalam belajar, minat dan perhatian siswa hendaknya
diarahkan, supaya meningkatkan hasil belajarnya.
3) Motivasi belajar
Seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri
ada keinginan untuk belajar. Di dalam individu yang belajar harus ada
dorongan dari dalam dirinya yang dapat memotivasinya ke suatu tujuan
yang berarti. Kemajuan belajar sangat erat hubungannya dengan keinginan
dan tujuan individu, maka untuk memberi dorongan pada masing-masing
individu berbeda-beda pula caranya.
b. Faktor Eksternal
1) Interaksi guru dan siswa
Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara intim
menyebabkan proses pembelajaran itu kurang lancar, juga siswa merasa
jauh dari guru, maka segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Dalam
proses pembelajaran guru harus menciptakan situasi yang menyenangkan
siswa dengan hubungan yang akrab dan saling menunjang.
2) Kualitas pengajaran

24

Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah tinggi rendahnya atau


efektif tidaknya proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pengajaran.
Hasil belajar pada hakekatnya tersirat dalam tujuan pengajaran. Oleh sebab
itu, hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh kualitas pengajaran
adalah variabel guru. Sebab guru adalah orang yang akan menentukan
terjadinya proses pengajaran. Dari variabel guru, yang paling dominan
mempengaruhi kualitas pengajaran adalah kompetensi profesionil yang
3)

dimilikinya.
Media pengajaran
Kenyataan ini dengan banyaknya jumlah anak yang masuk sekolah,
maka memerlukam alat-alat yang membantu proses belajar anak dalam
jumlah yang besar pula, seperti buku-buku perpustakaan, laboratorium
atau media pengajaran lain. Kebanyakan sekolah masih kurang dalam
memiliki media yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
Tujuan faktor tersebut dibahas dengan meninjau relevansinya
dengan topik. Hal yang dimaksudkan adalah faktor internal yang meliputi
kemampuan yang dimiliki oleh siswa, minat dan perhatian serta motivasi
belajar. Faktor internal meliputi interaksi guru dengan siswa, kualitas

pengajaran.
6. Pengertian TIK
Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi Kali ini saya akan
memberikan informasi mengenai Teknologi Informasi Dan Komunikasi yang
banyak dicari oleh teman - teman semuanya. Oleh karena itu saya akan
memberikan

informasi

dari

dunia Teknologi

mengenai Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi.

Informasiyaitu

25

Istilah Teknologi Informasi Dan Komunikasi sudah sering digunakan di


dalam

kehidupan

pembelajaran.Bahkan

sehari-hari
ada

termasuk

sebagian

orang

dalam
yang

dunia
agak

kegiatan
berlebihan

pemahamannya, yaitu yang mengidentikkan TIK itu dengan komputer atau


internet saja.Akibatnya, setiap ada pembicaraan mengenai TIK, maka yang
terlintas di dalam pemikiran yang bersangkutan adalah komputer atau internet.
Menurut

Puskur

Diknas

Indonesia, Teknologi

Informasi

Dan

Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi


Komunikasi. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan
dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan
informasi. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat
yang satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi
dan Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang
mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar
media. Penerapannya di lingkungan pendidikan/pembelajaran dapatlah
dikatakan bahwa TIK mencakup perangkat keras, perangkat lunak, kandungan
isi dan infrastruktur yang fungsinya berkaitan dengan pengambilan,
pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian
informasi.

26

Pemahaman mengenai TIK tidak lagi hanya sebatas pada hal-hal yang
canggih (sophisticated), seperti komputer dan internet, tetapi juga mencakup
yang konvensional, seperti bahan cetakan, kaset audio, Overhead Transparancy
(OHT)/Overhead Projector (OHP), bingkai suara (sound slides), radio, dan TV.
Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi terlebih dahulu kita harus
mengerti pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini
pengertian teknologi dan informasi : Teknologi adalah pengembangan dan
aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia
menyelesaikan masalahnya Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan
pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai
pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya
Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi
informasi :
1. Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama
komputer,

untuk

menyimpan,

menganalisa,

dan

mendistribusikan

informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus


Oxford, 1995)
2. Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja
dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan
dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996)
3. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer
(software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan

27

informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk


mengirimkan informasi (Martin, 1999)
4. Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk
memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas,
2000)
5. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi
(komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa
data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)
Secara implisit dan eksplisit IT tidak sekedar berupa teknologi
komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi.Dengan kata lain, yang
disebut Teknologi Informasi adalah gabungan antara Teknologi Komputer dan
Teknologi Telekomunikasi
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk
mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan
informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
7. Sejarah
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata
memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama
yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan
ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan

28

kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti


pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan
infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.
Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud
sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama.
Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian
diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran
televisi pada tahun 1940-an.
Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti
oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor
pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun
1957.
Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK
saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan
IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet)
justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi
rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesinmesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan
rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor
inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi
sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi
digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog
mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya.

29

Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan


perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi
teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam
bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini
kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat
untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia
inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh
revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai
pengganti 'otot' manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi
telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi
teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya
meningkatkan

kemampuan)

'otak'

manusia.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi).
8. Penerapan TIK dalam pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk
arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta
Dictionary

mendeskripsikan

telematics

sebagai

telecommunication

informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu


bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan
pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang
untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah
satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat

30

simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit


dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran.
Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak
terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan
itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, elearning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e
bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi
elektronika digital.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki
sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio
pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran
informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal
ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan
teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan
utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback
yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator
kepada pembelajar.
Introduksi

komputer

dengan

kemampuannya

mengolah

dan

menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar


bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak
dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan
informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil
rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang

31

berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed).


Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara
sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak
harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video
conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet
memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke
jaringan komputer.
Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih
sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan
TIK saat ini. (http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_
Komunikasi).

32

B. KERANGKA PIKIR
Bertitik tolak dari uraian pada bab terdahulu, sebagai landasan teoretis
berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian yang relevan, sebagai
penjelasan sementara terhadap gejala objek permasalahan guna merumuskan
suatu hipotesis yang menuangkan penjelasan/jawaban sebagai sasaran
peneliti. Selanjutnya menguji hipotesis berdasarkan data atau informasi yang
diperoleh yang pada akhirnya menarik kesimpulan tentang hasil penelitian.
Penggunaan power point dalam proses pembelajaran baik oleh guru maupun
siswa yang diajar dengan menggunakan media maupun yang diajar tanpa
menggunakan media dalam mata pelajaran TIK siswa kelas IX SMP Negeri 1
Maiwa Kabupaten Enrekang.
Dari keterangan kerangka pikir di atas maka dibuatlah kerangka pikir
ini dalam bentuk skema seperti berikut.

33

Kelas IX SMP 1 Maiwa

PBM TIK

Menggunakan Power Point

Tidak menggunakan Power Point

Evaluasi

Analisis
Skema : kerangka pikir
Berpengaruh
C. HIPOTESIS
Sebelum diajukan
dikemukakan

pengertian

Tidak Berpengaruh
hipotesis

pendidikan

hipotesis

itu

sendiri.

itu,

terlebih

Sebagaimana

dahulu
yang

dikemukakan oleh Sutrisno Hadi yaitu : Hipotesis adalah dugaan yang


mungkin benar dan juga salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan
diterima fakta-fakta yang membenarkannya (Sutrisno Hadi, 1970:60).
Winarno Surakhmad mengatakan : Secara etimologi pendapat,
dengan kata lain hipotesis adalah sebuah kesimpulan tetapi belum final, masih
harus dibuktikan kebenarannya (Winarno Surakhmad, 1982:68).
Berdasarkan pendapat di atas jelas bahwa hipotesis sebagai suatu
kesimpulan yang sifatnya sangat sementara. Dugaan yang diajukan mungkin
salah, maka akan ditolak dan jika benar, maka akan diterima.
Berpatokan pengertian hipotesis di atas dalam hubungannya dengan
penelitian ini, dapatlah dirumuskan hipotesis kerja bahwa : Ada pengaruh

34

penggunaan microsoft office power point terhadap hasil belajar TIK siswa
kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.
Data dalam penelitian ini diolah dan dianalisis maka hipotesis kerja
diubah menjadi hipotesis nihil atau nol yang berbunyi :Tidak ada pengaruh
penggunaan microsoft office power point terhadap hasil belajar TIK siswa
kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Variabel Dan Desain Penelitian


1. Variabel penelitian
Ada dua variabel dalam yaitu penggunaan microsoft office
powerpoint sebagai variabel bebas atau variabel X dan hasil belajar TIK

35

sebagai variabel terikat atau Y.


Variabel ( X ) atau variabel bebas akan diteliti pengaruhnya terhadap
variabel ( Y ) atau variabel terikat. Sedangkan variabel ( Y ) akan diteliti
apakah mendapat pengaruh dari variabel bebas ( X ).
2. Desain penelitian
Desai penelitian yang sering juga disebut desain eksperimen dalam
rangka pelaksanaan penelitian ini digambarkan secara singkat dalam tabel
sederhana seperti berikut :
Tabel 3.1 : Desain Penelitian
Kelompok

Perlakuan

Pos akhir

Eksperimen

Kontrol

Keterangan :
E

kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan dengan

menggunakan media power point.


P

= kelompok pembanding yang mendapat perlakuan dengan tidak


menggunakan media power point.

= Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen.

= Perlakuan yang diberikan kepada kelompok pembanding.

= Post-tes yang diberikan kepada kedua kelompok.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan eksperimen ini ialah :


a. Siswa yang dimasukkan ke kelompok eksperimen yaitu siswa yang
bernomor urut ganjil dalam daftar hadir dan siswa yang dimasukkan pada
kelompok kontrol yaitu siswa yang bernomor urut genap dalam daftar
hadir.
b. Masing-masing kelompok diberikan sajian materi pelajaran yang sama

36

dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 2


kali pertemuan dengan 1 pokok bahasan.
c. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan media pembelajaran
berbasis komputer sedang kelompok kontrol diajar tanpa menggunakan
media pembelajaran berbasis komputer.
d. Kedua kelompok siswa diberikan tes yang sama pada setiap akhir
pertemuan.
B. Definisi Operasional Variabel
Pendapat diatas memberikan gambaran bahwa definisi operasional
variabel tidak dapat diabaikan karena mempengaruhi hasil penelitian.
Sehubungan dengan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan
dikemukakan definisi operasional variabel sebagai berikut :
1. Microsoft office powerpoint atau yang sering dikenal microsoft
powerpoint merupakan suatu program yang diciptakan oleh perusahaan
dunia yang bergerak dalam dunia pemrograman yaitu Microsoft yang
berbasis di Amerika serikat yang bertujuan untuk membantu para
presenter atau orang yang membawakan presentasi.
2. Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) adalah suatu padanan yang
tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala
kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan
transfer/pemindahan informasi antar media.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas IX
SMP Negeri 1 Maiwa yang berjumlah 122 orang dan tersebar pada enam
kelas. Jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2 : Keadaan jumlah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa yang
menjadi populasi penelitian

37

Jenis Kelamin
No

Kelas

Jumlah

L
P
VII.1
11
9
20
VII.2
10
9
19
VII.3
13
9
22
VII.4
12
8
20
VII.5
12
8
20
VII.6
11
9
21
JUMLAH
69
52
122
Sumber Data : Tata Usaha SMP Negeri 1 Maiwa kabupaten Enrekang
1
2
3
4
5
6

2. Sampel penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti
Arikunto (1992:104). Selanjutnya Arikunto (1992:107) berpendapat bahwa
Apabila subjek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semua
sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika
jumlah objek besar dapat diambil antara 10-25% atau 20-35% atau lebih,
bergantung kepada kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga,
dana, dan sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap objek penelitian
serta besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti.
Oleh karena jumlah anggota dari populasi yang akan diteliti cukup
besar maka peneliti menarik sampel sebanyak 32% dari jumlah populasi
dengan demikian jumlah sampel yang di tarik sebanyak 40 orang ( 20
orang kelas IX.1 dan 20 orang kelas IX.4). Sampel tersebut ditarik secara
undian, kelas IX.1 mewakili kelompok eksperimen dan kelas IX.4
mewakili kelompok kontrol.
D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam

38

penelitian. Data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan analisis dan
pengujian hipotesis yang telah dirumuskan. Oleh karena itu, pengumpulan
data harus dilakukan secara sistematis, terarah,dan sesuai dengan masalah
penelitian.
Teknik pengumpulan data erat hubungannya dengan masalah
penelitian yang akan dipecahkan. Karena itu, pemilihan teknik dan alat
pengumpulan data yang sesuai perlu diperhatikan. Dalam penelitian,
penggunan teknik dan alat pengumpulan data yang tepat ( sesuai ) dapat
membatu pencapaian hasil ( pemacahan masalah) yang sahih ( vailt ) dan
andal ( reliabel ).
Dalam penelitian ini digunakan tiga macam teknik pengumpulan
data yaitu :
1. Dokumentasi, digunakan untuk mendapatkan data tentang jumlah siswa
kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa Kabupaten Enrekang
2. Tes, digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol. Tes dilakukan pada akhir setiap
pertemuan dengan materi pelajaran TIK yang telah diajarkan oleh guru.
Tes ini berupa soal essai sebanyak 10 nomor. Skor maksimal 100,dengan
skor penilaian 10 sampai 100.
3. Eksperimen, digunakan untuk mengatahui ada atau tidak ada pengaruh
penggunaan power point terhadap hasil belajar dalam pembelajaran TIK
siswa kelas IX SMP Negeri 1 Maiwa kabupaten Enrekang.
E. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian ini
digunakan :
1. Mengolah skor menjadi nilai dengan rumus :
Skor perolehan

39

N =

X 100
Skor maksimal

2. Untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh digunakan teknik


deskriptik dengan perhitungan mean. Rumusnya adalah :
Mx = fx
My = fy
N
N
Keterangan :
Mx = Mean kelompok eksperimen

My = Mean kelompok kontrol

= Jumlah

f = Frekuensi

f = Frekuensi

x = Nilai

x = Nilai

Nx = Banyaknya subyek yang diteliti

= Jumlah

Ny = Banyaknya subyek yang

diteliti
Penggunaan rumus ini didasari oleh pertimbangan bahwa penelitian
ini bersifat deskriptik

hanya memberikan gambaran tentang ada tidak

pengaruhnya penggunaan power point terhadap hasil belajar TIK. Yang


menggunakan media power point yaitu kelompok eksperimen dan siswa
yang tidak menggunakan power point dalam pembelajaran teknologi
informasi dan komunikasi pada materi TIK yaitu kelompok kontrol.
(Sutrisno, Hadi. 1985: 38).

40

DAFTAR PUSTAKA
(http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_
Komunikasi).
K. Prent dkk. Kamus Latin- Indonesia
Mochammad Rizal Fikri, Konsep Teknologi Informasi dan Komunikasi