Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN PROSES

PEMBUATAN SENYAWA KOMPLEKS TEMBAGA SULFAT


PENTAHIDRAT [ CuSO4.5H2O ] DARI LIMBAH TEMBAGA
Dosen Pembimbing: Riniarti

Kelompok / Kelas

: 2 / 1C

Nama

Tanggal Praktikum

: 1. Arief Arisyarvi

NIM. 151411069

2. Arisya Julviana

NIM. 151411070

3. Dhiya Tsuraya Salsabil

NIM. 151411072

: 02 Juni 2016

Tanggal Pengumpulan Laporan : 09 Juni 2016

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
TAHUN 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tembaga (II) sulfat mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan banayk manfaatnya di
laboratorium maupun di lingkungan. Di lingkungan garam tembaga banyak digunakan dalam
bidang pertanian, misalnya untuk pembasmi jamur pada sayuran dan tumbuhan buah, selain
itu garam tembaga ini juga bermanfaat untuk pembunuh atau penghambat ganggang atau
lumut pada kolam renang. Sedangkan di laboratorium tembaga (II) sulfat banyak digunakan
untuk bahan praktikum dalam beberapa modul, misalnya modul termokimia, stoikiometri,
elektrokimia, gravimetrik. Oleh karena itu, untuk kebutuhan teknis dapat disediakan oleh
laboratorium dengan cara recovery tembaga menjadi tembaga (II) sulfat pentahidrat, sehingga
dapat memperkecil biaya.
1.2 Tujuan Percobaan
1. Membuat kristal tembaga (II) sulfta pentahidrat dari limbah tembaga
2. Mengenal sifat sifat kristal tembaga (II) sulfat pentahidrat
3. Menganalisis produk dengan menghitung rendemen dan jumlah air kristal (hidrat)
secara stoikiometri

BAB II

LANDASAN TEORI

Tembaga adalah logam berdaya hantar listrik tinggi, maka dipakai


sebagai kabel listrik, tidak larut dalam asam yang bukan pengoksidasi,
paling ringan dan paling aktif, memiliki 2 bentuk ion yaitu Cu +[ Cu (I) ] dan
Cu2+ [ Cu (II) ]. Di alam, tembaga terdapat dalam bentuk bebas maupun
dalam bentuk senyawa-senyawa, dan terdapat dalam bentuk biji tembaga
seperti (CuFeS2), cuprite (Cu2O), chalcosite (Cu2S), dan malasite
(Cu2(OH)2CO3). Dalam badan perairan laut tembaga dapat ditemukan
dalam bentuk persenyawaan ion seperti CuCO3, CuOH. Tembaga (Cu)
mempunyai sistim kristal kubik, secara fisik berwarna kuning dan apabila
dilihat dengan menggunakan mikroskop bijih akan berwarna pink
kecoklatan sampai keabuan.Tembaga merupakan suatu unsur yang
sangat penting dan berguna untuk metabolism. Logam tembaga dibuat
dari tembaga sulfida (Cu2S) yang dioksidasi dengan oksigen.
Cu2S + 2O2 === 2CuO + SO2
2CuO + Cu2S ===

SO2 + 4Cu

Tembaga (II) sulfat sering disebut birufitriol, mempunyai banyak


kegunaan di bidang industri diantaranya untuk mebuat campuran
Bordeaux (sejenis fungisida) dan senyawa tembaga lainnya, Senyawa ini
juga digunakan dalam penyepuhan dan pewarnaan tekstil serta sebagai
bahan pengawet kayu. Bentuk anhidratnya digunakan untuk mendeteksi
air dalam jumlah kelumit. Tembaga sulfat juga dikenal sebagai vitriol
biru .Tembaga (II) sulfat merupakan padatan kristal biru, CuSO4.5H2O
triklini. Pentahidratnya kehilangan 4 molekul air pada 1100 C dan yang ke
lima pada 1500C membentuk senyawa anhidrat berwarna putih. Dalam
bentuk pentahidrat, setiap ion tembaga (II) dikelilingi oleh empat molekul
air pada setiap sudut segi empat, kedudukan kelima dan keenam dari
oktahedral ditempati oleh atom oksigen dari anion sulfat, sedangkan
molekul air kelima terikat oleh ikatan hidrogen.
Salah satu sifat dari logam tembaga yaitu tembaga tidak larut
dalam asam yang bukan pengoksidasi tetapi tembaga teroksidasi oleh
HNO3
sehingga
tembaga
larut
dalam
HNO3.
3Cu(s) + 8H+(aq) + 2NO3-(aq) ==== 3Cu2+(aq) + 2NO(g)
+ 4H2O
Secara umum garam tembaga (I) tidak larut dalam air dan tidak
berwarna, perilakunya mirip perilaku senyawa perak (I). Mereka mudah
dioksidasi menjadi senyawa tembaga (II), yang dapat diturunkan dari

tembaga(II) oksida, CuO, hitam. Garam-garam tembaga (II) umumnya


berwarna biru, baik dalam bentuk hidrat, padat, maupun dalam larutan
air; warna ini benar-benar khas hanya untuk ion tetraakuokuprat (II)
[Cu(H2O)4]2+. Batas terlihatnya warna ion kompleks tetraakuokuprat(II)
(yaitu, warna ion tembaga (II) dalam larutan air), adalah 500 g dalam
batas konsentrasi 1 dalam 104. Garam-garam tembaga (II) anhidrat,
seperti tembaga (II) sulfat anhidrat CuSO4, berwarna putih (atau sedikit
kuning).Larutan amonia bila ditambahkan dalam jumlah yang sangat
sedikit terbentuk endapan biru suatu garam basa (tembaga sulfat basa).
Pentahidrat ini dibuat dengan mereaksikan tembaga (II) oksida atau
tembaga (II) karbonat dengan H2SO4 encer, larutannya dipanaskan
hingga jenuh dan pentahidrat yang biru mengkristal jika didinginkan. Pada
skala industri, senyawa ini dibuat dengan memompa udara
melaluicampuran tembaga panas dengan H2SO4 encer. Dalam bentuk
pentahidrat, setiap ion tembaga (II) dikelilingi oleh empat molekul air pada
setiap sudut segi empat, kedudukan kelima dan keenam dari oktahedral
ditempati oleh atom oksigen dari anion sulfat, sedangkan molekul air
kelima terikat oleh ikatan hidrogen
Persamaan reaksi kristalisasi secara keseluruhan adalah :
Cu + 3H2O + H2SO4 + 2HNO3 ==== CuSO4.5H2O + 2NO2 (berwarna
kuning coklat)

BAB III
METODELOGI PERCOBAAN

2.1 Alat dan Bahan


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Alat
Gelas kimia 250
ml
Gelas ukur 50 ml
Corong
Kaca arloji
Batang
pengaduk
Pemanas (Hot
plate)
Pipet tetes
Cawan penguap
Timbangan
Kertas saring

Jumla
h
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2
1
1
2

buah
buah
buah
buah

Bahan
Limbah tembaga dari kabel
bekas
Larutan H2SO4 pekat
Larutan HNO3 pekat
Aquades

Jumlah
5 gram
10 mL
15 mL
50 mL

2.2 Prosedur Percobaan


2.2.1 Membuat Kristal CuSO4. 5H2O
Memasukkan 50 ml aquades ke dalam gelas kimia
Menambahkan 10 ml H2SO4 pekat + 5 gram tembaga +
15 ml HNO3 pekat, mengaduknya sampai merata
Memanaskan campuran tersebut (sampai gas
berwarna coklat tua tidak keluar, sehingga uap tidak
lagi berwarna coklat muda)
Menyaring campuran ketika panas, lalu Menyimpan
larutan sampai terbentuk kristal
Mencuci kristal dengan sedikit air, kemudian dilarutkan
dalam air sedikit mungkin dan kristalkan kembali sampai
kristal bebas dari nitrat

Menimbang berat kristal yang diperoleh

2.2.2

Menganalisis kadar air dalam Kristal CuSO4. 5H2O

Menggerus kristal CuSO4.xH2O sampai bubuk


Menimbang berat kosong cawan penguap
Memasukkan kristal CuSO4.xH2O yang telah menjadi bubuk
kedalam cawan penguap dan menimbang beratnya
Memanaskan cawan penguap yang telah terisi bubuk kristal
sampai serbuk kristal menjadi berwarna putih

Mendinginkan cawan penguap


Menimbang cawan penguap yang telah dingin berisi bubuk kristal
CuSO4.xH2O berwarna putih
2.3 Keselamatan Kerja dan Material Safety Data Sheet (MSDS)
2.3.1 Keselamatan Kerja
Bahan kimia yang digunakan pada percobaan ini adalah bahan kimia yang
bersifat korosif dan oksidator, maka dalam melakukan percobaan ini perlu diperhatikan:
1. Hati hati dalam menangani asam sulfat pekat dan asam nitrat pekat dan
memperhatikan prosedur cara pembuatan larutan dan melakukannya di lemari asam,
menggunakan sarung tangan dan masker karena asam sulfat dan asam nitrat bersifat
korosif dan bereaksi dengan eksoterm.
2. Mengumpulkan limbah dalam suatu tempat.
3. Kristal limbah tembaga (II) sulfat penta hidrat dikumpulkan dalam suatu tempat
bersih.
2.3.2 Material Safety Data Sheet (MSDS)
1. H2SO4
Berat molekul

: 98 gr/mol

Spesific gravity

: 1,84

Warna

: tidak berwarna

Densitas uap

: 3,4

Bau

: bau tersedak saat panas

Keadaan fisik

: cairan

pH

: asam

Rasa

: masam

Titik didih: 330 0C

Bersifat korosif

Titik leleh

: 10 0C

Merupakan zat dehidrator


Larut dalam etil alkohol
Bereaksi dengan air eksoterm

2. HNO3
Massa jenis

: 1,502 gr/cm3

Titik didih: 86 0C
Titik lebur: -42 0C
Berat molekul

: 63,02 gr/mol

Nilai entropi

: 37,19 Kkal/mol K

Warna

: tidak berwarna

Merupakan oksidator yang kuat dan asam kuat


Reaksi dengan amonia menghasilkan amonium nitrat
Reaksi dengan nikel sulfida menghasilkan garam nikel nitrat, nitrogen monoksida
belerang dan air