Anda di halaman 1dari 5

KISAH UMAR DAN PEMUDA

Ketika Umar bin Khaththab menjadi khalifah, di pagi hari tatkala


orang sama beraktifitas mencari nahkah, beliau berkeliling memantau
keadaan rakyatnya. Di satu masjid nampak seorang pemuda sedang
tafakkur dalam masjid, Umar bertanya : Kamu tidak bekerja ? ,
pemuda menjawab : Saudaraku yang bekerja . Umar menjawab :
Jika demikian saudaramu lebih mulia dari kamu .
Dari kisah tersebut bisa diambil hikmah betapa tinggi dan mulia
mencari rizki, apalagi untuk menafkahi keluarga, dengan demikian
hidup dengan mendompleng kepada orang lain ternyata lebih rendah
derajatnya walau tekun beribadah.

BEGITU MULIA MENAFKAHI KELUARGA


Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu.....
dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar
. kesanggupannya
( Q.S. Al Baqarah 233 )
Begitu luas dan sempurna ajaran agama, sehingga mencari rizki termasuk
tuntunannya, karena dengan rizki bisa menafkahi keluarga.

Mencari rizki guna menafkahi keluarga begitu tinggi dan mulia nilainya
dalam agama, karena termasuk bidang ibadah, asal didasari dengan niat dan
cara yang benar.
Mendasari niat mengutamakan akherat, mendahulukan hal hal yang
diridloi Allah ( jujur, amanah, menepati janji ), dan menjauhi apa yang
dilarangnya ( dusta, menipu, curang dalam timbangan dan sebangsanya ),
merupakan perintah agama. Namun masalah dunia jangan sampai dilupakan.
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (
kebahagiaan ) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu
dari ( kenikmatan ) duniawi dan berbuat baiklah ( kepada orang lain )
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di ( muka ) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang orang yang berbuat kerusakan . ( Q.S. Al Qoshosh 77 )
LEBIH BAIK
Harga diri dijunjung tinggi dalam agama, sehingga pemberi dinilai lebih
baik dari penerima, dan akan terjaga kehormatannya.
Alangkah tingginya nilai memberi, karena lebih baik dari yang menerima. Dari
Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. beliau bersabda : Tangan yang diatas
( pemberi ) itu lebih baik dari tangan yang dibawah ( diberi ). Dan
dahulukan orang menjadi tanggungannya. Sebaik baik baik shodaqoh
adalah shodaqoh yang diberikan oleh orang yang mempunyai kelebihan.
Barang siapa yang berusaha untuk menjaga kehormatan dirinya, maka

Allah akan menjaga kehormatan dirinya, dan barang siapa yang merasa
dirinya cukup maka Allah akan mencukupkannya . ( H.R. Bukhari )
SHODAQOH
Begitu mulia menafkahi keluarga sehingga dicatat sebagai shodaqah.
Dari Abu Masud Al Badry r.a. dari Nabi s.a.w. beliau bersabda :
Apabila seseorang menafkahkan hartanya untuk keperluan keluarganya,
dengan mengharap pahala maka yang demikian itu akan tercatat sebagai
shodaqoh baginya . ( H.R. Bukhari Muslim )
BERPAHALA
Berbagai nafkah yang diberikan dalam rangka mencari ridlo Allah, termasuk
yang diberikan kepada isteri akan mendapat pahala.
Dari Saad bin Abu Waqqas r.a. ....Bahwasanya Rasulullah s.a.w.
bersabda : Sesungguhnya apa saja yang engkau nafkahkan yang engkau
niatkan untuk mencari keridloan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala,
termasuk apa yang kamu sediakan makan untuk isterimu . ( H.R. Bukhari
Muslim )
MENGUTAMAKAN KELUARGA
Harta yang disedekahkan kepada keluarga sangat besar pahalanya.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Satu
dinar yang engkau nafkahkan pada jalan Allah, satu dinar yang engkau
nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau berikan

kepada orang miskin dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada
keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah dinar yang engkau
nafkahkan kepada keluargamu ! . ( H.R. Muslim )
BERDOSA
Karena wajib dan pentingnya menafkahi keluarga, sehingga yang
mengabaikannya akan menanggung dosa.
Nabi s.a.w. bersabda : Seseorang cukup berdosa bila ia menahan
makanan yang harus diberikan kepada orang yang menjadi tanggungannya . (
H.R. Muslim )
Maka sebagai suami hendaklah berhati terhadap nafkah
keluarga, jangan sampai sembrono apalagi sampai
menterlantarkannya.
MALAIKAT MENDOAKAN
Karena mulianya nilai memberi nafkah, sampai Malaikatpun ikut
mendoakan. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda :
Setiap hari ada dua Malaikat yang datang kepada seseorang, dimana yang
satu berdoa : Ya Allah berikan ganti kepada orang yang menafkahkan
hartanya ! . Dan Malaikat yang lain berdoa : Ya Allah binasakanlah harta
orang kikir ! . ( H.R. Bukari Muslim )