Anda di halaman 1dari 30

Tugas Rancangan Percobaan

Uji Beda Nyata Terkecil, Uji Beda Nyata Jujur,


Dan Uji Perbandingan Ganda Duncan

Disusun oleh :
Yusni Niami
(151061001)
Yoseph D. Tereng
(151061010)

Program Studi Statistika


Jurusan Matematika
Fakultas Sains Terapan

Institut Sains & Teknologi Akprind


Yogyakarta
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
pertolongan-Nya kami dapat menyelesaikan Tugas Rancangan Percobaan ini dengan tepat
waktu. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada :

1. Ibu Noviana Pratiwi, S.Si, M.Si. selaku Dosen pengampu mata kuliah
Rancangan Percobaan
2. Teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung
maupun tidak langsung dalam pembuatan Tugas Rancangan Percobaan ini
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari Tugas Rancangan
Percobaan ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya
pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
sangat penulis harapkan. Dan semoga Tugas Rancangan Percobaan yang disajikan dalam
bentuk makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Yogyakarta, Oktober 2016

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... 2
DAFTAR ISI.......................................................................................................... 3
BAB I................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN................................................................................................... 4
1.1

Latar Belakang........................................................................................... 4

1.2

Rumusan Masalah....................................................................................... 4

1.3

Batasan Masalah......................................................................................... 5

1.4

Tujuan...................................................................................................... 5

1.5

Manfaat.................................................................................................... 5

BAB II.................................................................................................................. 6
TINJAUAN PUSTAKA............................................................................................ 6
2.1

Landasan Teori........................................................................................... 6

2.1.1

Uji Beda Nyata Jujur........................................................................................6

2.1.2

Uji Beda Nyata Terkecil...................................................................................7

2.1.3

Uji Perbandingan Ganda Duncan.....................................................................9

BAB III............................................................................................................... 12
STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN.......................................................................12
3.1

Contoh Kasus........................................................................................... 12

3.2

UJI LANJUT BNJ..................................................................................... 14

3.3

UJI LANJUT BNT.................................................................................... 19

3.4

UJI LANJUT DMRT.................................................................................. 22

BAB IV.............................................................................................................. 29
PENUTUP........................................................................................................... 29
4.1

Kesimpulan............................................................................................. 29

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Saat ini dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui berbagai macam penelitian

ataupun eksperimen. Dan dalam eksperimen tersebut tentunya dibutuhkan suaturancangan


percobaanyang digunakan sebagai dasar atau patokan dalam melakukan penelitian agar
pelaksanaannya dapat berjalan secara benar, baik, dan lancar. Adapun manfaat yaitu,
memberi pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian, menentukan
batas-batas penelitian yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Dengan tujuan
penelitian maka peneliti mempunyai arah dan petunjuk yang tepat dalam penelitian
sehingga kegiatan penelitian menjadi terpusat kepada objek yang benar.
Di dalamstatistika, ada berbagai macam rancangan percobaan, antara lain
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Serta untuk
pengujian lanjut terdapat beberapa pengujian yaitu Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), Uji
Beda Nyata Jujur (BNJ) dan Uji Berganda Duncan (DMRT).

1.2

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi permasalahan
adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

1.3

Apa itu Uji Beda Nyata Jujur (BNJ)?


Bagaimanakah prosedur serta perhitungan dari BNJ?
Apa contoh kasus BNJ dan bagaimana penyelesaiannya?
Apa itu uji beda nyata terkecil ?
Bagaimana prosedur dan perhitungan BNT ?
Bagaimana menyelesaikan contoh kasus BNT ?
Apa itu uji perbandingan ganda Duncan?
Apa contoh kasus uji perbandingan ganda Duncan dan bagaimana penyelesaiannya?

Batasan Masalah

Agar tujuan dari penulisan ini dapat mencapai hasil yang optimal maka pada kajian ini
diperlukan adanya batasan masalah yang jelas. Adapun batasan masalah dalam penulisan
tugas ini yaitu hanya akan membahas tentang Uji Beda Nyata Jujur, Uji Beda Nyata

Terkecil dan Uji Perbandingan Ganda Duncan. Baik itu prosedur perhitungan beserta cara
penyelesaian kasus.

1.4

Tujuan

Pembahasan pada laporan akhir praktikum ini bertujuan untuk mengetahui:


1. Apa itu Uji Beda Nyata Jujur (BNJ), Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji
Perbandingan Ganda Duncan (DMRT)
2. Prosedur serta perhitungan dari Uji BNJ, BNT, dan DMRT
3. Penyelesaian contoh kasus BNJ, BNT, dan DMRT

1.5

Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan tugas ini yaitu:


1. Memberikan informasi dan menambah wawasan tentang Uji Beda Nyata Jujur, Uji
Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Perbandingan Ganda Duncan (DMRT)
2. Menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dalam menyelesaikan suatu kasus
3. Menjadi referensi bila ada yang membutuhkan materi tentang Uji Beda Nyata Jujur

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Landasan Teori
Analisis data yang telah dilakukan akan menghasilkan kesimpulan apakah H o atau H1

yang diterima setelah dilakukan uji F, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan
perlakuan yang dicobakan.
H0 : 1 = 2 = 3 = 4 .= n
H1 : 1 2 3 4 . n (atausekurang-kurangnya ada sepasang yang
tidak sama)
Jika Ho diterima berarti semua perlakuan yang dicobakan memberikan pengaruh yang
sama, tetapi jika H1 yang diterima berarti paling sedikit terdapat sepasang nilai tengah
perlakuan yang berbeda. Untuk mengetahui pasangan perlakuan mana yang mempunyai
nilai tengah yang berbeda tersebut, maka perlu dilakukan pengujian lanjutan untuk
mengetahui perbedaan diantara nilai tengah perlakuan tersebut. Pengujian tersebut
diistilahkan dengan uji lanjutan atau biasa juga disebut uji pembanding berganda.
Untuk melakukan uji lanjutan, digunakan beberapa jenis uji lanjutan. Setiap jenis
uji lanjutan memerlukan kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi sehingga
pengunaannya tidak boleh sembarang. Beberapa jenis uji lanjutan yang dapat digunakan
antara lain: uji Beda Nyata Terkecil (BNT), uji Beda Nyata Jujur (BNJ), uji Student
Neumans Keuls (SNK), uji Duncans Multiple Range Test (DMRT), uji Dunnets, uji
Scheffe, dan lain-lain. Untuk menentukan jenis uji lanjutan yang sesuai maka harus
diperhatikan apakah uji yang akan digunakan adalah untuk perbandingan yang bersifat
terencana atau tidak.

Perbandingan terencana adalah perbandingan yang memang

direncanakan sebelum data suatu percobaan diperoleh atau sebelum percobaan dilakukan,
sedangkan perbandingan tidak terencana adalah perbandingan yang dilakukan setelah data
diperoleh.

2.1.1

Uji Beda Nyata Jujur


Uji beda nyata jujur (BNJ) sering juga disebut uji Turkey (Honestly Significant

Difference = HSD). Uji BNJ digunakan untuk membandingkan seluruh pasangan rata-rata
perlakuan setelah uji Analisis Ragam di lakukan. Penggunaan uji ini sangat sederhana
6

karena hanya menggunakan satu nilai untuk menguji semua kombinasi perlakuan yang
akan dibandingkan seperti halnya pada uji BNT. Syarat uji BNJ ukuran kelompok
semuanya harus sama (atau direratakan secara rerata harmonik). Kriteria uji BNJ yaitu
apabila setiap perlakuan mempunyai ulangan yang sama yaitu r, maka formula untuk
perhitungan nilai BNJ pada taraf nyata adalah:
BNJ =q (p, dbgalat).

Notasi yang digunakan : KT Galat


r
p
: banyak perlakuan
dbgalat : derajat bebas galat

: taraf signifikansi
r
: banyak kelompok
x i , x j
: rerata perlakuan

Jika

|x ix j|

BNJ maka terdapat perbedaan yang signifikan pada selisih rerata

perlakuan.Nilai q dilihat pada tabel Tukey dimana p adalah jumlah perlakuan dan db
adalah derajat bebas galat.
Untuk menggunakan uji BNJ ini, atribut yang kita perlukan adalah :
1. Data rata-rata perlakuan,
2. Taraf nyata,
3. Jumlah perlakuan,
4. Derajad bebas (db) galat,
5. Tabel Tukey untuk menentukan nilai kritis uji perbandingan.

2.1.2

Uji Beda Nyata Terkecil


Uji ini adalah prosedur perbandingan dari nilai tengah perlakuan (rata-rata

perlakuan) dengan menggunakan gabungan kuadrat tengah sisa (KTG/S) dari hasil sidik
ragam.
Uji BNT merupakan prosedur pengujian perbedaan diantara rata-rata perlakuan
yang paling sederhana dan paling umum digunakan. Metode ini diperkenalkan oleh Fisher
(1935), sehingga dikenal pula dengan Metoda Fishers LSD [Least Significant
Difference]. Untuk menggunakan uji BNT, atribut yang kita perlukan adalah nilai kuadrat
tengah galat (KTG),

taraf nyata, derajat bebas (db) galat, dan tabel t-student untuk

menentukan nilai kritis uji perbandingan.


7

Dalam penggunaan uji ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan uji LSD apabila uji F dalam Analisis Ragam signifikan
2. Prosedur LSD akan mempertahankan taraf nyata 0.05 hanya jika pembandingan
semua kombinasi pasangan nilaitengah perlakuan 3 perlakuan
3. Gunakan uji LSD untuk pembandingan terencana tanpa memperhatikan banyaknya
perlakuan. Misalnya apabila kita ingin membandingkan semua rata-rata perlakuan
dengan kontrol, uji LSD dapat digunakan meskipun lebih dari 3 perlakuan.
a. Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut :
1) Hitunglah rata-rata perlakuan untuk tiap taraf perlakuan jika hasil uji F nya
adalah berbeda nyata (* atau **).
2) Urutlah rata-rata perlakuan tersebut berdasarkan rangking (dari yang besar
ke yang kecil atau sebaliknya).
3) Carilah selisih dari rata-rata antara dua pasangan perlakuan yang hendak
diuji, selisih yang dicari adalah yang berjarak 1 rangking, misalnya rangking
I dengan II, rangking II dengan III, dst.
4) Bandingkan selisih tersebut dengan nilai uji BNT .
5) Jika rata-rata perlakuan lebih kecil (<) dibanding nilai uji, maka dikatakan
bahwa antara kedua perlakuan tidak ada pengaruh yang nyata (tidak berbeda
nyata), jika rata-rata perlakuan lebih besar (>) dibanding nilai uji, maka.
dikatakan bahwa antara kedua perlakuan ada pengaruh yang nyata (berbeda
nyata).
6) Hasil uji lanjut kemudian ditampilkan dalam skripsi dengan tanda
superskrip disebelah kanan dari rata-rata perlakunn yang diuji

Asumsi Uji Lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT)


x

|( 1 x2 )| LSD =Tidak Berbeda Signifikan

Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dibedakan menjadi dua rumus, yaitu :
Apabila jumlah ulangan sama
2 JKG
BNT =t ;dbg
r

Apabila jumlah ulangan tidak sama

BNT =t ;dbg JKG

1 1
+
n1 n2

Keterangan :
t
JKG

= nilai t tabel
= Jumlah Kuadrat Galat
8

r
n1
n2

= jumlah ulangan
= jumlah baris
= jumlah kolom
Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Uji Beda Nyata Terkecil
- Kelebihan :
Uji Beda Nyata Terkecil sangat cocok digunakan apabila pengujian nilai tengah
-

perlakuan yang akan dibandingkan sebelumnya telah direncanakan


Kekurangan :
Tingkat ketepatan uji BNT akan berkurang jika digunakan untuk menguji semua
kemungkinan pasangan nilai tengah perlakuan (melakukan pembanding yang
tidak terencana).

2.1.3

Uji Perbandingan Ganda Duncan


Uji perbandingan ganda duncan atau sering disebut juga sebagai uji jarak

ganda duncan ( DMRT) merupakan suatu rancangan percobaan untuk mengetahui


jenis terbaik berdasarkan rankingnya. Uji ini dilakukan karena adanya perbedaan nyata
pada hasil analisis varians. Uji ini juga dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan
dari pemberian perlakuan yang dilakukan uji F. Uji Duncan didasarkan pada
sekumpulan nilai beda nyata yang ukurannya semakin besar, tergantung pada jarak di
antara pangkat-pangkat dari dua nilai tengah yang dibandingkan. Dapat digunakan
untuk menguji perbedaan di antara semua pasangan perlakuan yang mungkin tanpa
memperhatikan jumlah perlakuan.
Uji Duncan juga digunakan untuk melihat adanya pengaruh antar perlakuan
yang diuji yang

dikenal dengan istilah Duncan Multiple Range Test (DMRT)

memiliki nilai kritis yang tidak tunggal tetapi mengikutiurutan rata rata

yang

dibandingkan. Nilai kritis uji Duncan dinyatakan dalam nilai :

DMRT =R( p ,v , )

KT Galat
r

Keterangan :

DMRT : wilayah nyata terkecil Duncan


9

p
: Nomor urutan rata rata dari nilai terkecil (p= 2,3,4...,t)
KTG : Kuadrat Tengah Galat
r
: Ulangan
R(p , v , )
: Nilai wilayah Duncan

: Taraf nyata
: Derajat galat

Untuk menggunakan uji ini, atribut yang diperlukan adalah:


1.
2.
3.
4.
5.

data rata-rata perlakuan


tarafnyata
jumlah perlakuan
derajat bebas (db) galat
tabel Duncan untuk menentukan nilai kritis uji perbandingan.
Perlu diketahui bahwa uji DMRT ini dilakukan hanya apabila hasil analisis

ragam minimal berpengaruh nyata.


Uji Duncan ini berbeda dengan uji BNT atau BNJ. Pada Uji BNT maupun
BNJ, perbandingan terhadap nilai rata-rata perlakuan hanya menggunakan satu nilai
pembanding, sedangkan pada Uji Duncan nilai pembandingnya sebanyak P 1 atau
tergantung banyaknya perlakuan. Artinya apabila perlakuan anda berjumlah 10, maka
nilai pembandingnya sebanyak 9.

Langkah-langkah Analisis

Untuk menggunakan uji perbandingan berganda Duncan, langkah-langkah analisis yang


dilakukan adalah:
1. Menganalisis variansi terlebih dahulu . Apabila H0 ditolak atau terdapat pengaruh
perlakuan maka uji perbandingan ganda Duncan dapat dilanjutkan.
2. Menentukan nilai jarak (R) sebanyak p - 1 berdasarkan data jumlah perlakuan
Hitung wilayah nyata terpendek untuk wilayah dari berbagai nilai tengah. Nilai R
ini didapat dari tabel nilai kritis uji perbandingan Duncan.
3. Menghitung nilai kritis atau nilai baku dari DMRT untuk masing-masing perlakuan.
4. Menentukan perbedaan pengaruh antar perlakuan. Untuk ini kita menggunakan
kodifikasi dengan huruf.
5. Menentukan Perlakuan Terbaik.

10

BAB III

STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN


3.1

Contoh Kasus

Data hasil pengamatan pengaruh pemupukan P terhadap bobot polong isi (gram) kedelai
varietas Slamet. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan tujuan untuk
mengetahui pengaruh pemupukan P terhadap bobot polong isi kedelai. Data hasil
pengamatan adalah sebagai berikut :

Kelompok

Total

Rata-rata

Perlakuan
1

0.00 kg/ha (P0)

18

18

16

52

17.33

22.50 kg/ha (P1)

20

22

21

63

21.00

45.00 kg/ha (P2)

40

42

41

123

41.00
11

67.50 kg/ha (P3)

40

32

36

108

36.00

90.00 kg/ha (P4)

30

32

30

92

30.67

112.50 kg/ha (P5)

28

20

20

68

22.67

135.50 kg/ha (P6)

18

30

30

78

26.00

Total

194

196

194

584

27.81

Ujilah apakah ada pengaruh perlakuanpemupukan P terhadap bobot polong isi kedelai?
Pertama kita mencari penyelesaian meggunakan Rancangan Acak Lengkap
1.1.
Penyelesaian
Analisis
1) Hipotesis :
H0 : 1 = 2 = 3 = 4= 5= 6 = 7
H1 : 1 2 3 4 5 6 7
Atau sekurang-kurangnya ada sepasang yang tidak sama
2) Taraf signifikansi = = 0.05 dan 0.01
3) Statistik Uji
KTP
F h itung=
KTG
Menghitung Jumlah Kuadrat
Faktor Koreksi (FK)
(Y .. )2 (584 )2 341056
FK =
=
=
=16240.7619 16240.762
t .r
7.3
21
Hitung Jumlah Kuadrat Total (JKT)
JKT = ij Y 2 ijFK
2

18 +20 +40 + 40 + 30 +28 +18 +18 +22 + 42 +32 + 32 +20 +30 +16 + 21 + 41 + 36 +
1772616240.762
1485.238

Hitung Jumlah Kuadrat Kelompok (JKK)


Y 2j
194 2+196 2+194 2
JKK = FK =
16240,762
t
7
j
16241,1428616240,762
12

0,38086 0,381

Hitung Jumlah Kuadrat Perlakuan (JKP)


Y 2i
JKP= FK
r
2

52 +63 +123 +108 +92 +68 +78


16240.762
3

1754616240.762
1305.238

Hitung Jumlah Kuadrat Galat


JKG=JKT JKKJKP
1485.2380.3811305.238

179.619

Membuat tabel ANOVA

Ftabel
SK

db

JK

KT

Fhitung
0.05

0.01

Kelompok

0.381

0.1905

0.013

3.88

6.93

Perlakuan

1305.238

217.540

14.534

4.82

Galat

12

179.619

14.97

Total
20
F(0.05,2,12) = 3.88
F(0.01,2,12) = 6.93
F(0.05,6,12) = 3
F(0.01,6,12) = 4.82

1485.238

Daerah Kritis
F (db 1,db 2 )=F (t 1 (r1 ),(t1))
Fhitung
, maka

H0

ditolak
13

Kesimpulan
Karena Fhitung = (14.534) > Ftabel (0.05,6,12) = 3 maka H0 ditolak. Artinya, pada
taraf kepercayaan 95%, semua rata-rata perlakuan berbeda dengan lainnya dan ada
pengaruh perlakuan pemupukan P terhadap bobot polong isi kedelai.
Dari kesimpulan di atas diperoleh adanya pengaruh perlakuan pemupukan P terhadap
bobot polong isi kedelai maka dari itu kita lanjutkan ke Uji BNT, BNJ, dan DMRT.

3.2

UJI LANJUT BNJ


Untuk mengetahui pasangan perlakuan mana yang mempunyai nilai tengah yang

berbeda, maka perlu dilakukan pengujian lanjutan untuk mengetahui perbedaan diantara
nilai tengah perlakuan tersebut. Karena H0 ditolak maka dapat dilakukan uji lanjutan
dengan uji BNJ.
Diketahui :
KT Galat
= 14.97
p
=7
db galat
= 12
r
=3

= 0,05
q (7; 12; 0.05) = 4,95
Langkah berikutnya menghitung nilai kritis BNJ dengan menggunakan rumus di
bawah ini :
Anda perhatikan KT galat = 14,97 dan r (kelompok) = 3 (lihat pada tabel analisis ragam)

BNJ = q (p, dbgalat).

= q0,05 (7, 12).

= 4,95 .

KT Galat
r

14 ,97
3

14 ,97
3

= 11,06
Langkah selanjutnya adalah menentukan perbedaan pengaruh antar perlakuan. Untuk
ini saya menggunakan kodifikasi dengan huruf. Susun nilai rata-rata perlakuan dari yang
terkecil hingga yang terbesar seperti berikut :
14

Perlakuan

Rata-rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33

22.50 kg/ha (P1)

21.00

112.50 kg/ha (P5)

22.67

135.50 kg/ha (P6)

26.00

90.00 kg/ha (P4)

30.67

67.50 kg/ha (P3)

36.00

45.00 kg/ha (P2)

41.00

BNJ 5%

11,06

Langkah selanjutnya adalah menentukan huruf pada nilai rata-rata tersebut.


Pertama jumlahkan nilai kritis BNJ5% = 11,06 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil
pertama, yaitu 17,33 + 11,06 = 28,39 dan beri huruf a dari nilai rata-rata perlakuan
terkecil pertama (17,33) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau
sama dengan nilai 28,39. Dalam contoh ini huruf a diberi dari nilai rata-rata perlakuan
17,33 hingga 26,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :

Perlakuan

Rata-rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33 a

22.50 kg/ha (P1)

21.00 a

112.50 kg/ha (P5)

22.67 a

135.50 kg/ha (P6)

26.00

90.00 kg/ha (P4)

30.67

67.50 kg/ha (P3)

36.00

45.00 kg/ha (P2)

41.00

BNJ 5%

11,06
15

Selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNJ5% = 11,06 dengan nilai rata- rata
perlakuan terkecil kedua, yaitu 21,00 + 11,06 = 32,06 dan beri huruf b dari nilai rata-rata
perlakuan terkecil kedua (21,00) hingga nilai rata- rata perlakuan berikutnya yang kurang
dari atau sama dengan nilai 32,06. Dalam contoh ini huruf b diberi dari nilai rata-rata
perlakuan 21,00 hingga 30,67. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :

Perlakuan

Rata-rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33 a

22.50 kg/ha (P1)

21.00 ab

112.50 kg/ha (P5)

22.67 ab

135.50 kg/ha (P6)

26.00 b

90.00 kg/ha (P4)

30.67 b

67.50 kg/ha (P3)

36.00

45.00 kg/ha (P2)

41.00

BNJ 5%
11,06
Selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNJ5% = 11,06 dengan nilai rata- rata
perlakuan terkecil ketiga, yaitu 22,67 + 11,06 = 33,73 dan beri huruf c dari nilai rata-rata
perlakuan terkecil ketiga (22,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang
dari atau sama dengan nilai 33,73. Dalam contoh ini huruf c diberi dari nilai rata-rata
perlakuan 22,67 hingga 30,67. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :

Perlakuan

Rata-rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33 a

22.50 kg/ha (P1)

21.00 ab

112.50 kg/ha (P5)

22.67 abc

135.50 kg/ha (P6)

26.00 bc

16

90.00 kg/ha (P4)

30.67 bc

67.50 kg/ha (P3)

36.00

45.00 kg/ha (P2)

41.00

BNJ 5%
11,06
Sampai disini anda perhatikan huruf c pada tabel di atas. Huruf c tersebut harus
anda abaikan (batalkan) karena sebenarnya huruf c sudah terwakili oleh huruf b (karena
pemberian huruf c tidak melewati huruf b). Berbeda dengan pemberian huruf b
sebelumnya.

Pemberian

huruf

melewati

huruf

sehingga

huruf

tidak

diabaikan/dibatalkan.
Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNJ5% = 11,06 dengan nilai
ratarata perlakuan terkecil keempat, yaitu 26,00 + 11,06 = 37,06 dan beri huruf c (karena
pemberian huruf c sebelumnya dibatalkan, maka pemberian dengan huruf c kembali
digunakan) dari nilai rata-rata perlakuan terkecil keempat (26,00) hingga nilai rata-rata
perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 37,06. Dalam contoh ini
huruf c diberi dari nilai rata-rata perlakuan 26,00 hingga 36,00. Lebih jelasnya lihat pada
tabel berikut :

Perlakuan

Rata-rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33 a

22.50 kg/ha (P1)

21.00 ab

112.50 kg/ha (P5)

22.67 ab

135.50 kg/ha (P6)

26.00 bc

90.00 kg/ha (P4)

30.67 bc

67.50 kg/ha (P3)

36.00 c

45.00 kg/ha (P2)

41.00

BNJ 5%
11,06
Anda perhatikan huruf c di atas. Karena pemberian huruf c melewati huruf b
sebelumnya, maka pemberian huruf c ini tidak dibaikan/dibatalkan. Langkah selanjutnya
17

jumlahkan lagi nilai kritis BNJ5% = 11,06 dengan nilai ratarata perlakuan terkecil kelima,
yaitu 30,67 + 11,06 = 41,73 dan beri huruf d dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima
(30,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan
nilai 41,73. Dalam contoh ini huruf d diberi dari nilai rata-rata perlakuan 30,67 hingga
41,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :

Perlakuan

Rata-rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33 a

22.50 kg/ha (P1)

21.00 ab

112.50 kg/ha (P5)

22.67 ab

135.50 kg/ha (P6)

26.00 bc

90.00 kg/ha (P4)

30.67 bcd

67.50 kg/ha (P3)

36.00 cd

45.00 kg/ha (P2)

41.00 d

BNJ 5%
11,06
Anda perhatikan huruf d di atas. Karena pemberian huruf d melewati huruf c
sebelumnya, maka pemberian huruf d ini tidak dibaikan/dibatalkan. Dan karena pemberian
huruf telah sampai pada nilai rata-rata perlakuan paling besar, maka perhitungan
selanjutnya dihentikan. Terakhir anda susun kembali nilai rata-rata perlakuan tersebut
sesuai dengan perlakuannya, seperti tabel berikut:

Perlakuan

Rata-rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33 a

22.50 kg/ha (P1)

21.00 ab

45.00 kg/ha (P2)

41.00 d

67.50 kg/ha (P3)

36.00 cd

90.00 kg/ha (P4)

30.67 bcd

18

112.50 kg/ha (P5)

22.67 ab

135.50 kg/ha (P6)

26.00 bc

BNJ 5%
11,06
Perlakuan Rata-Perlakuan Rata
Prinsip yang harus anda pegang adalah bahwa perlakuan yang diikuti oleh huruf yang
sama berarti tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut BNJ5%. Dari hasil pengujian di
atas, perlakuan P2, P3, dan P4 sama-sama diikuti huruf d artinya perlakuan P2, P3, dan
P4 tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut BNJ 5%. Dan ketiga perlakuan tersebut
berbeda nyata dengan perlakuan lainnya
3.3

UJI LANJUT BNT


Menghitung nilai kritis atau nilai baku dari BNJ dengan rumus berikut :
2 KTG
BNT =t ( , v ) .
;
r

Dengan =0.05 ; v =db galat=12 ; maka t


BNT =t ( , v ) .
= 2,179 .
= 2,179 .
= 2,179.

(0,05;12)= 2,179

2 KTG
r
2(14 , 97)
3
21,4
3

9,98

= 2,179 (3,1591137998)
= 6,88
Langkah selanjutnya menentukan perbedaan pengaruh antar perlakuan :
Dengan cara menggunakan kodifikasi dengan huruf, sebelum itu susunlah nilai
rata-rata perlakuan dari yang terkecil hingga yang terbesar seperti berikut :
Perlakuan

Rata - rata

0.00 kg/ha (P0)


22.50 kg/ha (P1)
45.00 kg/ha (P2)
67.50 kg/ha (P3)
90.00 kg/ha (P4)

17.33
21.00
22.67
26.00
30.67
19

112.50 kg/ha (P5)


135.50 kg/ha (P6)
BNT = 5%

36.67
41.00
6,88

Langkah selanjutnya adalah menentukan huruf pada nilai rata-rata tersebut:

Perlakuan

Rata - rata

0.00 kg/ha (P0)

17.33

22.50 kg/ha (P1)

21.00 ab

112.50 kg/ha (P5)

22.67 ab

135.50 kg/ha (P6)

26.00 bc

90.00 kg/ha (P4)

30.67 cd

67.50 kg/ha (P3)

36.00 de

45.00 kg/ha (P2)

41.00 e

BNT = 5%
6,88
Pengkodifikasikan huruf pada nilai rata rata :
- Pengkodifikasian pada huruf a, nilai rata rata perlakuan terkecil pertama,
-

yaitu : 17,33 + 6,88 = 24,21


Pengkodifikasian pada huruf b, nilai rata rata perlakuan terkecil kedua, yaitu :

21,00 + 6,88 = 27,88


Pengkodifikasian pada huruf c, nilai rata rata perlakuan terkecil keempat, yaitu

: 26,00 + 6,88 = 32,88


Pengkodifikasian pada huruf d, nilai rata rata perlakuan terkecil kelima, yaitu :

30,67 + 6,88= 37,55


Pengkodifikasian pada huruf e, nilai rata rata perlakuan terkecil keenam,
yaitu : 36,00 + 6,88 = 42,88

Terakhir anda susun kembali nilai rata-rata perlakuan tersebut sesuai dengan perlakuannya,
seperti tabel berikut:

Perlakuan
0.00 kg/ha (P0)

Rata-rata
17.33 a

20

22.50 kg/ha (P1)

21.00 ab

45.00 kg/ha (P2)

41.00 e

67.50 kg/ha (P3)

36.00 de

90.00 kg/ha (P4)

30.67 cd

112.50 kg/ha (P5)

22.67 ab

135.50 kg/ha (P6)

26.00 bc

BNJ 5%
11,06
Prinsip yang harus anda pegang adalah bahwa perlakuan yang diikuti oleh huruf
yang sama berarti tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut BNT5%. Perlu anda ketahui
maksud diikuti oleh huruf yang sama adalah diikuti oleh huruf yang paling akhir.
Misalnya pada perlakuan P2 dan P3 sama-sama diikuti huruf e (ingat huruf yang
mengikuti paling belakang) artinya perlakuan P2dan P3 tidak berbeda nyata pengaruhnya.
Lalu bagaimana antara P0 dan P1? Apakah keduanya berbeda atau sama
pengaruhnya? Jawabnya adalah P0 dan P1 adalah berbeda nyata menurut BNT5%. Hal ini
karena P0 diikuti huruf a sedangkan P1 diikuti huruf b (ingat huruf yang dilihat adalah
huruf yang mengikuti paling belakang walaupun huruf pada perlakuan P1 adalah ab).
Menentukan Perlakuan Terbaik
Untuk menentukan perlakuan mana yang terbaik, langkah-langkahnya adalah
berikut ini: Langkah pertama anda harus melihat perlakuan mana yang nilai rataratanya
tertinggi. Dalam contoh ini perlakuan yang nilai rata-ratanya tertinggi adalah P2.
Langkah kedua anda lihat pada rata-rata perlakuan P2 itu diikuti oleh huruf apa.
Dalam contoh ini perlakuan P2 diikuti oleh huruf e.
Langkah ketiga anda lihat rata-rata perlakuan mana saja yang diikuti oleh huruf
e. Dalam contoh ini rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf e adalah P2 itu sendiri
dan P3.
Langkah keempat anda perhatikan kembali perlakuan P2 dan P3. Dalam contoh ini
perlakuan P2=45,00 kg/ha dan P3=67,50 kg/ha. Sampai di sini anda harus bisa
mempertimbangkan secara logis perlakuan mana yang terbaik. Logikanya seperti ini,
21

apabila perlakuan dengan dosis lebih rendah tetapi mempunyai mempunyai pengaruh yang
sama dengan perlakuan dengan dosis yang lebih tinggi dalam meningkatkan hasil, maka
perlakuan dosis yang lebih rendah tersebut lebih baik daripada perlakuan dosis yang lebih
tinggi di atasnya. Dalam contoh ini perlakuan P2 lebih baik daripada perlakuan P3 dan P4.
Jadi dapat disimpulkan perlakuan P2-lah yang terbaik.
3.4

UJI LANJUT DMRT


a. Langkah pertama
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan nilai jarak (R)

sebanyak p - 1 berdasarkan data jumlah perlakuan (dalam contoh ini perlakuan, p = 7),
derajat bebas (db) galat (dalam contoh ini db galat = 12, dan taraf nyata (dalam contoh ini
taraf nyata = 5% atau 0,05 .Sehingga nilai jarak (R) ini ditulis dengan R(p, v, ).
Setelah semua nilai sudah anda tentukan, barulah anda bisa menentukan nilai jarak (R)
dengan cara melihat pada tabel nilai kritis uji perbandingan berganda Duncan. Berikutini
adalah lampiran sebagian dari tabel tersebut :
db galat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Taraf
Nyata
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05
0.01
0.05

2
18.00
90.00
6.09
14.00
4.5
8.26
3.93
6.51
3.64
5.70
3.46
5.24
3.35
4.95
3.26
4.74
3.20
4.60
3.15
4.48
3.11
4.39
3.08
4.32
3.06

3
18.00
90.00
6.09
14.00
4.50
8.50
4.01
6.80
3.74
5.96
1.58
5.51
3.47
5.22
3.39
5.00
3.34
4.86
3.30
4.73
2.37
4.63
3.23
4.55
3.21

P=jumlah rataan data


4
5
6
18.00 18.00 18.00
90.00 90.00 90.00
6.09
6.09
6.09
14.00 14.00 14.00
4.50
4.50
4.50
8.60
8.70
8.80
4.02
4.02
4.02
6.90
7.00
7.10
3.79
3.83
3.38
6.11
6.16
6.26
3.64
3.68
3.68
5.65
5.73
5.81
3.54
3.58
3.60
5.37
3.45
5.53
3.47
3.52
3.55
5.14
5.23
5.32
3.41
3.47
3.50
4.99
5.08
5.17
3.37
3.43
3.46
4.88
4.96
5.06
3.35
3.39
3.43
4.77
4.66
4.94
3.33
3.36
3.40
4.68
4.76
4.84
3.30
3.35
3.38

7
18.00
90.00
6.09
14.00
4.50
8.90
4.02
7.10
3.83
6.33
3.68
5.88
3.61
5.61
3.56
5.40
3.52
5.25
3.47
5.13
3.44
5.01
3.42
4.92
3.41

8
18.00
90.00
6.09
14.00
4.50
8.90
4.02
7.20
3.83
6.40
3.68
5.95
3.61
5.69
3.56
5.47
3.52
5.32
3.47
5.20
3.45
5.06
3.44
4.96
3.42

22

Perhatikan angka-angka yangdiblok warna kuning pada tabel di atas. Jumlah angka
angka pada blok tersebut ada 6 yang diambil berdasarkan P 1 atau 7 1 = 6 dan db galat
= 12 seperti yang sudahditentukan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya angka-angka tersebut
disajikan pada tabel berikut :
P
2
3
4
5
6
7
Nilai jarak, R(7,12,0,05)
3,08 3,23 3,33 3,36 3,40 3,42
Selanjutnya kita akan menghitung nilai kritis atau nilai baku dari DMRT untuk masingmasing nilai P dengan rumus berikut :

DMRT =R( p ,v , )

KT Galat
r

Untuk P = 2 dimana KT galat = 14,97 dan r (kelompok) = 3 (lihat pada tabel analisis
ragam):
DMRT =3,08

14,97
3

6,88
Dengan cara yang sama dapat dihitung nilai kritis DMRT untuk P = 3, P = 4, P = 5, P = 6,
dan P = 7. Dan hasilnya dapat kita lihat pada tabel berikut:

P
Nilai jarak, R (7; 12;

2
3,08

3
3,23

4
3,33

5
3,36

6
3,40

7
3,42

0,05)
Nilai DMRT 5%

6,88

7,22

7,44

7,55

7,60

7,64

b. Langkah kedua
Langkah kedua adalah menentukan perbedaan pengaruh antar perlakuan.
Untuk ini kita menggunakan kodifikasi dengan huruf. Caranya adalah sebagai
berikut:
Pertama, susun nilai rata-rata perlakuan dari yang terkecil hingga yang terbesar
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
112,50 kg/ha (P2)
135,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
67,50 kg/ha (P5)
45,00 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33
21,00
22,67
26,00
30,67
36,00
41,00

seperti berikut :

23

Kedua adalah menentukan huruf pada nilai rata-rata tersebut.


Pertama-tama,

jumlahkan nilai DMRT pada P = 2 yaitu 6,88 dengan nilai rata-rata

perlakuan terkecil pertama, yaitu 17,33 + 6,88 = 24,21 dan beri huruf a dari nilai rata rata perlakuan terkecil pertama (17,33) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang
kurang dari atau sama dengan nilai 24,21. Dalam contoh ini huruf a diberi dari nilai rata
- rata perlakuan 17,33 hingga 22,67. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
112,50 kg/ha (P2)
135,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
67,50 kg/ha (P5)
45,00 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33 a
21,00 a
22,67 a
26,00
30,67
36,00
41,00

Selanjutnya, kita jumlahkan nilai DMRT


pada P = 3 yaitu 7,22 dengan nilai ratarata perlakuan terkecil kedua, yaitu 21,00

+ 7,22 = 28,22 dan beri huruf b dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kedua (21,00)
hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 28,22
(huruf b diberi dari nilai rata-rata perlakuan 21,00 hingga 26,00). Lebih jelasnya lihat
pada tabel berikut:
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
112,50 kg/ha (P2)
135,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
67,50 kg/ha (P5)
45,00 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33 a
21,00 ab
22,67 ab
26,00 b
30,67
36,00
41,00

24

Selanjutnya, jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 4 yaitu 7,44 dengan nilai rata-rata
perlakuan terkecil ketiga, yaitu 22,67 + 7,44 = 30,11 dan beri huruf c dari nilai rata-rata
perlakuan terkecil ketiga (22,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang
dari atau sama dengan nilai 30,11 (huruf c diberi dari nilai rata-rata perlakuan 22,67
hingga 26,00). Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
112,50 kg/ha (P2)
135,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
67,50 kg/ha (P5)
45,00 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33 a
21,00 ab
22,67 abc
26,00 bc
30,67
36,00
41,00

Sampai disini perhatikan huruf c pada tabel di atas. Huruf c tersebutdiabaikan


(batalkan) karena sebenarnya huruf c sudah terwakili oleh huruf b (karena pemberian
huruf c tidak melewati huruf b). Berbeda dengan pemberian huruf b sebelumnya.
Pemberian huruf b melewati huruf a sehingga huruf b tidak diabaikan/dibatalkan.
Langkah selanjutnya, jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 5 yaitu 7,51 dengan
nilai rata-rata perlakuan terkecil keempat, yaitu 26,00 + 7,51 = 33,51 dan beri huruf c
(karena pemberian huruf c sebelumnya dibatalkan, maka pemberian dengan huruf c
kembali digunakan) dari nilai rata-rata perlakuan terkecil keempat (26,00) hingga nilai
rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 33,51. (huruf c
diberi dari nilai rata-rata perlakuan 26,00 hingga 30,67). Lebih jelasnya lihat pada tabel
berikut :
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
112,50 kg/ha (P2)
135,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
67,50 kg/ha (P5)
45,00 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33 a
21,00 ab
22,67 ab
26,00 bc
30,67 c
36,00
41,00

Perhatikan huruf c di atas. Karena pemberian huruf c melewati huruf b sebelumnya,


maka pemberian huruf c ini tidak dibaikan/dibatalkan. Langkah selanjutnya jumlahkan lagi
25

nilai DMRT pada P = 6 yaitu 7,60 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima, yaitu
30,67 + 7,60 = 38,27 dan beri huruf d dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima
(30,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan
nilai 38,27 (huruf d diberi dari nilai rata-rata perlakuan 30,67 hingga 36,00). Lebih
jelasnya lihat pada tabel berikut :
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
112,50 kg/ha (P2)
135,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
67,50 kg/ha (P5)
45,00 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33 a
21,00 ab
22,67 ab
26,00 bc
30,67 cd
36,00 d
41,00

Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 7 yaitu 7,64 dengan nilai
rata-rata perlakuan terkecil keenam, yaitu 36,00 + 7,60 = 43,20 dan beri huruf d dari
nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima (36,00) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya
yang kurang dari atau sama dengan nilai 43,20(huruf e diberi dari nilai rata-rata
perlakuan 36,00 hingga 41,00). Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
112,50 kg/ha (P2)
135,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
67,50 kg/ha (P5)
45,00 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33 a
21,00 ab
22,67 ab
26,00 bc
30,67 cd
36,00 de
41,00 e

Terakhir, susun kembali nilai rata-rata perlakuan tersebut sesuai dengan perlakuannya,
seperti tabel berikut:
Perlakuan
0,00 kg/ha (P0)
22,50 kg/ha (P1)
45,00 kg/ha (P2)
67,50 kg/ha (P3)
90,00 kg/ha (P4)
112,50 kg/ha (P5)
135,50 kg/ha (P6)

Rata-rata
17,33 a
21,00 ab
41,00 e
36,00 de
30,67 cd
22,67 ab
26,00 bc

26

Arti huruf-huruf di atas : Prinsip yang harus kita pegang adalah bahwa perlakuan
yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut
DMRT 5%. Pada perlakuan P2 dan P3 sama-sama diikuti huruf e artinya perlakuan
P2dan P3 tidak berbeda nyata pengaruhnya.
Menentukan Perlakuan Terbaik
Untuk menentukan perlakuan mana yang terbaik, langkah-langkahnya adalah
berikut ini:
Langkah pertama kita harus melihat perlakuan mana yang nilai rata-ratanya
tertinggi. Dalam contoh ini perlakuan yang nilai rata-ratanya tertinggi adalah P2.
Langkah kedua lihat pada rata-rata perlakuan P2 itu diikuti oleh huruf apa. Dalam
contoh ini perlakuan P2 diikuti oleh huruf e. Langkah ketiga anda lihat rata-rata
perlakuan mana saja yang diikuti oleh huruf e. Dalam contoh ini rata-rata perlakuan
yang diikuti oleh huruf e adalah P2 itu sendiri danP3.
Langkah ketiga anda perhatikan kembali perlakuan P2 dan P3. Dalam contoh ini
perlakuan P2=45,00 kg/ha dan P3=67,50 kg/ha. Sampai di sini kita harus bisa
mempertimbangkan secara logis perlakuan mana yang terbaik. Logikanya seperti ini,
apabila perlakuan dengan dosis lebih rendah tetapi mempunyai pengaruh yang sama
dengan perlakuan dengan dosis yang lebih tinggi dalam meningkatkan hasil, maka
perlakuan dosis yang lebih rendah tersebut lebih baik daripada perlakuan dosis yang
lebih tinggi di atasnya. Dalam contoh ini perlakuan P2 lebih baik daripada perlakuan
P3 dan P4. Jadi dapat disimpulkan perlakuan P2-lah yang terbaik.

27

BAB IV

PENUTUP

4.1

Kesimpulan

Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) adalah salah satu uji lanjutan dari analisis variansi
yang dapat digunakan untuk melihat pasangan perlakuan mana yang memiliki
perbedaan rerata yang signifikan. Formula untuk perhitungan nilai BNJ pada taraf

nyata adalah BNJ = q (p, dbgalat).

KT Galat
r

dimana :
p
dbgalat

: banyak perlakuan
: derajat bebas galat
: taraf signifikansi
: banyak kelompok

BNT prosedur perbandingan dari nilai tengah perlakuan (rata-rata perlakuan) dengan
menggunakan gabungan kuadrat tengah sisa (KTG/S) dari hasil Sidik ragam. Uji Beda
Nyata Terkecil (BNT) dibedakan menjadi dua rumus, yaitu :
Apabila jumlah ulangan sama
2 JKG
BNT =t ;dbg
r

Apabila jumlah ulangan tidak sama

BNT =t ;dbg JKG

( n1 + n1 )
1

Keterangan :
t
JKG

= nilai t tabel
= Jumlah Kuadrat Galat
28

r
= jumlah ulangan
n1 = jumlah baris
n2
= jumlah kolom
Uji perbandingan ganda duncan ( Duncan Multiple Range Test) merupakan suatu
rancangan percobaan untuk mengetahui jenis terbaik berdasarkan rankingnya. Uji
ini dilakukan karena adanya perbedaan nyata pada hasil analisis varians/ragam.
Nilai

kritis

DMRT =R( p ,v , )

uji

Duncan

dinyatakan

dalam

nilai

KT Galat
r

Keterangan :
-

DMRT : wilayah nyata terkecil Duncan


p
: Nomor urutan rata rata dari nilai terkecil (p= 2,3,4...,t)
KTG
: Kuadrat Tengah Galat
r
: Ulangan
R(p , v , )
: Nilai wilayah Duncan

: Taraf nyata
v : Derajat galat

29

DAFTAR PUSTAKA

[Online][Dikutip: 5 November 2016]http://abdulsyahidforum.blogspot.com/2009/03/uji-beda-nyata-terkecil-bnt.html


[Online][Dikutip: 5 November 2016]http://abdulsyahidforum.blogspot.com/2009/03/uji-duncan-multiple-range-test-dmrt.html
[Online][Dikutip: 5 November 2016]http://www.smartstat.info/rancanganpercobaan/perbandingan-rata-rata/uji-lanjut-duncan.html
[Online][Dikutip: 5 November 2016]http://abdulsyahidforum.blogspot.com/2009/03/uji-beda-nyata-jujur-bnj.html

30