Anda di halaman 1dari 13

1.

Jelaskan mekanisme perubahan warna indikator phenol red dalam pengujian zat sisa
CO2 dalam respirasi!
Mekanisme perubahan warna pada phenol red:
CO2 + H2O + Phenol Red
HCO3- + Kompleks warna oranye
Indikator phenol red atau dikenal sebagai phenolsulfonphthalein. Indikator
phenol red jika ditambahkan asam akan bereaksi dengan berubah warna menjadi
orange kekuningan dan jika ditambahkan basa akan berubah warna menjadi merah.
Pada proses respirasi, akan dihasilkan gas H2O dan gas CO2 yang bereaksi
membentuk HCO3- yang merupakan asam lemah dan apabila beraksi dengan
indikator phenol red dalam ruang tertutup akan membentuk kompleks warna orange
kekuningan dengan range pH 6,8 7.
2. Jelaskan analisa prosedur respirasi dari awal sampai akhir. Ketik ulang DHP respirasi
dan bandingkan dengan literatur!
Untuk melakukan uji respirasi, pertama siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang
diperlukan. Bahannya antara lain, kecambah matang, kecambah segar, ragi mentah, ragi
matang, jangkrik hidup, jangkrik mati, baut dan reagen phenol red sebagai indikator
perubahan warna. Phenol red ini berwarna orange. Jika phenol red ini bereaksi dengan H2O
dan CO2 maka akan terbentuk HCO3- (asam lemah) yang nantinya akan membentuk
kompleks warna orange kekuningan pada ruang tertutup. Alatnya 7 buah tabung reaksi yang
digunakan sebagai tempat perlakuan, penyumbat untuk menyumbat tabung reaksi, dan pipet
ukur untuk memindahkan phenol red dari botol ke dalam tabung reaksi. Pada masing-masing
tabung reaksi diberi label sesuai dengan bahan-bahan tadi dan sisakan 1 tabung reaksi sebagai
perlakuan kontrol. Setelah diberi label, masing-masing tabung reaksi diisi phenol red
menggunakan pipet tetes. Phenol red yang dimasukkan adalah sebanyak satu kali pipet.
Dalam memasukkan phenol red kedalam tabung reaksi, diharapkan tidak mengenai diding
tabung reaksi. Kemudian masukkan 1 buah baut pada masing-masing tabung reaksi secara
perlahan, hal ini dilakukan supaya phenol red tidak muncrat mengenai dinding tabung reaksi,
apabila phenol red masih mengenai dinding tabung reaksi maka dinding tabung reaksi
dipersihkan dengan tisu menggunakan bantuan pengaduk, setelah itu masukkan sekrup.
Fungsi dari pemberian sekrup ini adalah supaya bahan tidak menempel secara langsung
dengan larutan phenol red. Selanjutnya masukkan bahan kecambah mentah ke dalam tabung
reaksi yang telah diberi label, kemudian sumbat menggunakan penyumbat hingga tertutup
rapat. Lakukan langkah serupa pada tabung reaksi lain menggunakan bahan yang berbedabeda. Dan untuk tabung reaksi yang berfungsi sebagai kontrol, tidak perlu dimasukkan bahan
lagi melainkan hanya diisi dengan sekrup dan phenol red kemudian disumbat. Setelah ketujuh
tabung reaksi selesai diisi dan ditutup, simpan ketujuh tabung reaksi tersebut pada ruangan
gelap selama satu jam. Tujuan disimpan pada ruangan gelap adalah karena pada proses
respirasi tidak membutuhkan cahaya matahari dan selain itu, dikhawatirkan terjadi
fotosintesis pada kecambah. Setelah satu jam keluarkan tabung rekasi dari ruangan gelap dan
amati perubahan warna yang terjadi.
DHP Uji Respirasi
No
Sampel

Warna awal phenol red

Perubahan warna phenol red

.
1
2
3
4
5
6
7

Jangkrik hidup
Jangkrik mati
Kecambah segar
Kecambah matang
Gula ragi segar
Gula ragi matang
Perlakuan kontrol

Orange
Orange
Orange
Orange
Orange
Orange
Orange

Orange Pudar
Merah Bata
Merah Bata
Merah Bata
Kuning
Merah Bata
Orange

Pada literatur dijelakan bahwa phenol red jika bereaksi dengan H2O dan CO2 pada
ruang tertutup akan menghasilkan asam lemah yaitu HCO3- dan juga menghasilkan
kompleks warna orange kekuningan (Rushayati, 2007). Phenol red ini berfungsi sebagai
indikator perubahan warna untuk mengetahui apakah pada sampel mengalami respirasi atau
tidak. Sampel positif mengalami respirasi jika phenol red berubah menjadi warna orange
cerah dan sampel negatif mengalami repirasi jika phenol red berubah warna menjadi orange
gelap maupun merah. Pada proses repirasi yang dibutuhkan adalah gas O2 sehingga
padasampel hidup atau segar membutuhkan O2 maka proses respirasi akan terjadi. Sehingga
berdasarkan pada DHP jangkrik hidup dan gula ragi segar sudah benar jika pada hasil uji
berwarna orange pudar dan kuning karena kecambah segar dan gula ragi segar masih hidup
dan membutuhkan O2 untuk berespirasi. Sedangkan pada jangkrik mati, kecambah matang,
dan gula ragi matang juga sudah benar berwarna merah bata karena sampel tersebut
merupakan sampel mati dan tidak membutuhkan O2 lagi. Sedangkan pada kecambah segar
seharusnya berwarna orange pudar karena sampel hidup dan masih perlu O2 untuk respirasi,
namun hasil yang didapakan adalah merah bata. Hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab.
Seperti pada prosedur perlakuan yang kurang benar yaitu pada proses memasukkan sampel
ke dalam tabung reaksi, sampel tidak boleh terkena langsung pada phenol red, kemudian
tidak rapatnya sumbatan kapas yang digunakan.
3. Jelaskan mekanisme kerja amilum dan reaksi antara amilum dengan iodine
Mekanisme kerja uji amilum yaitu jika sampel yang sudah ditetesi oleh iodine berubah warna
menjadi biru kehitaman atau ungu kehitaman maka sampel tersebut positif mengandung
amilum. Sebaliknya jika setelah ditetesi dengan iodine sampel tidak berubah warna, maka
sampel tersebut negatif mengandung amilum.
Reaksinya yaitu:
Sampel + iodine
biru kehitaman
positif amilum
Sampel + iodine
warna tetap
negatif amilum
4. Jelaskan analisis prosedur uji sach fotosintesis. Kemudian gambar dan bahas DHP dan
bandingkan dengan literatur!
Untuk melakukan uji fotosintesis terlebih dahulu siapkan alat dan bahan yang
diperlukan. Bahannya yaitu daun yang bagian atasnya sudah ditutup oleh alumunium foi,
alkohol, dan akuades. Sedangkan alatnya yaitu beker glass, kompor listrik, penjepit, tabung
reaksi, tisu dan pengaduk. Selanjutnya alumunium foil pada daun dilepas, kemudian
gambarkan bentuk daun pada DHP. Selanjutnya, daun diremas-remas agar daun layu dan
pori-pori daun terbuka sehingga pelarutan klorofil mudah. Kemudian panaskan akuades pada

beker glass dengan menggunakan kompor listrik hingga mendidih. Setelah mendidih
masukkan daun ke beker glass tersebut dan aduk menggunakan spatula, perebusan ini
dilakukan selama 5 menit. Perebusan ini bertujuan untuk melarutkan kotoran yang ada pada
daun dan membuka pori-pori daun. Kemudian angkat daun dan keringkan. Setelah itu isi
tabung reaksi dengan sedikit alkohol kemudian daun dilipat lalu dimasukkan ke tabung
reaksi. Lalu jepit tabung reaksi tersebut menggunakan penjepit kemudian masukkan ke beker
glass tadi. Rebus daun tersebut selama 5 menit. Setelah itu angkat dan keluarkan daun dari
tabung reaksi, kemudian keringkan menggunakan tisu. Perebusan ini betujuan untuk
melarutkan klorofil. Selanjutnya rebus daun kembali dengan aquades pada beker glass.
Perebusan ini bertujuan untuk melarutkan sisa alkohol yang menempel pada daun. Kemudian
keringkan daun menggunakn tisu, setelah itu letakkan daun pada cawan petri lalu tetesi
dengan iodine pada semua bagian daun termasuk pada bagian yang ditutup alumunium foil.
Setelah itu amati perubahan warna yang terjadi pada daun.
DHP Uji Sach
Gambar daun sebelum diberi perlakuan

Keterangan:
Warnanya ungu kemerah mudaan

Gambar daun setelah diberi perlakuan

Keterangan:
Warna setelah perlakuan hijau kecoklatan.

Setelah ditetesi dengan iodine warna bagian daun yang tidak tertutupi dan tertutupi oleh
alumunium foil adalah hijau kecoklatan dengan sedikit bintik-bintik ungu kehitaman.
Menurut literatur (Dalimartha, 2008) dijelaskan bahwa pada uji sach jika daun yang sudah
direbus ditetesi oleh iodine akan berwarna biru kehitaman atau ungu kehitaman karena
mengandung amilum. Warna biru kehitaman atau ungu kehitaman didapatkan pada bagian
daun yang tidak tertutupi. Adapula literatur yang menyebutkan bahwa daun yang mengalami
fotosintesis apabila dilakukan uji amilum menggunakan larutan iodin, maka daun yang
berfotosintesis tidak berwarna hijau lagi namun berwarna biru kehitaman. Pada daun yang
ditutup dengan alumunium foil, warnanya akan masih segar. Hal ini dikarena kan tidak
adanya glukosa pada bagian tumbuhan yang tidak di tetesi iodine hasil dengan literature
sudah sesuai (Abdurahman, 2008). Berdasarkan literatur tersebut, percobaan yang dilakukan
masih kurang benar. Karena antara daun yang ditutupi aluminium foil dengan daun yang
tidak ditutupi terdapat warna yang tidak sesuai dengan teori. Perbedaan hasil dengan literatur
yaitu, bahwa seharusnya daun yang tidak ditutupi akan berwarna biru kehitaman atau ungu
kehitaman secara menyeluruh, sedangkan pada percobaan yang kami lakukan daun yang

tidak ditutup maupun ditutup alumunium foil menghasilkan hijau kecoklatan dan hanya
sedikit bintik berwarna ungu kehitaman. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti
pigmen awal daun dan penyerapan cahaya matahri. Pigmen awal daun yang kita teliti adalah
ungu kemerahan, kemungkinan pigmen ini tidak dapat menyerap cahaya matahri dengan
sempurna. Kemudian, saat dipanasi dengan alcohol kurang lama sehingga kemumgkinan
daun masih mengandung pigmen. Dan juga kurang lamanya waktu saat perebusan, yang
seharusnya sepuluh menit hanya dilakukan lima menit saja.
Menurut literatur, cahaya matahari merupakan komponen penting dari proses
fotosintesis selain ketersediaan CO2 yang cukup. Karena cahaya matahari membantu dalam
proses reaksi terang pada fotosintesis untuk membentuk energi dalam bentuk ATP. Semakin
banyak daun mendapatkan penyinaran dari cahaya matahari maka intensitas untuk melakukan
fotosintesis juga akan semakin cepat dan tinggi (Subardi, 2009).
5. Mencari literatur mengenai percobaan uji sachs pada daun Coleus sp. Merah dan
hijau. Bandingkan dengan literatur!
Pada daun coleus hijau pigmen yang dominan adalah klorofil sehingga memberikan
warna hijau pada daun. Sedangkan pada daun coleus merah pigmen yang dominan adalah
antosianin sehingga memberikan pigmen warna merah pada daun. Sedangkan menurut
literatur, fotosintesis akan berlangsung maksimal jika daun mengandung banyak klorofil (zat
hijau daun), karena pigmen klorofil lebih mudah untuk menyerap cahaya matahari daripada
pigmen yang lain sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung (Subardi, 2009). Sehingga
dapat diketahui bahwa fotosintesis pada daun Coleus hijau akan lebih maksimal daripada
pada daun coleus merah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa uji amilum pada daun Coleus
hijau akan berwarna biru kehitaman sedangkan pada daun coleus tidak akan berwarna biru
kehitaman sepekat pada daun coleus hijau melainkan agak lebih terang.

Daun coleus hijau


Daun coleus merah
Faktor yang membedakan hasil uji amilum pada kedua jenis dau tersebut adalah, jenis
pigmen dominan yang terkandung pada kedua jenis daun tersebut. Pada daun coleus hijau
pigmen dominannya adalah klorofil, sehingga proses fotosintesis dapat berjalan maksimal.
Sedangkan pada daun coleus merah pigmen dominannya adalah antosianin walaupun juga
terdapat pigmen klorofil dalam jumlah yang sedikit. Karena faktor itulah yang menyebabkan
perbedaan pada uji amilum pada kedua jenisa daun tersebut.

Kesimpulan
Prinsip pengujian respirasi dengan hewan adalah menguji terjadinya respirasi pada
sampel hewan, dimana hasil uji respirasi adalah H2O dan CO2 yang bereaksi membentuk
HCO3- (bersifat asam lemah). Apabila bereaksi dengan phenol red dalam ruang tertutup akan
membentuk komplek orange pudar dengan pH 6,8-7. Sedangkan Prinsip pengujian respirasi
dengan larutan gula ragi adalah menguji terjadinya respirasi pada larutan gula ragi, dimana
hasil uji respirasi adalah H2O dan CO2 yang bereaksi membentuk HCO3- (bersifat asam
lemah). Apabila bereaksi dengan phenol red dalam ruang tertutup akan membentuk komplek
orange pudar dengan pH 6,8-7.
Prinsip pengujian fotosintesis dengan uji sach adalah menguji terjadinya fotosintesis
pada daun yang ditandai dengan perubahan warna pada daun tersebut setelah ditetesi iodin.
Dimana bagian daun yang menghasilkan amilum akan membentuk kompleks warna biru
kehitaman atau ungu kehitaman. Sedangkan bagian yang tidak menghasilkan amilum tidak
akan berubah warna menjadi kompleks warna tersebut.
Percobaan uji respirasi dan uji fotosintesis ini bertujuan untuk mengetahui perubahan
warna indikator dari phenol red (respirasi) dan indikator iodine (fotosintesis) untuk
menegtahui apakah pada sampel yang diuji melakukan proses respirasi dan fotosintesis. Dari
percobaan uji respirasi dan uji amilum fotosintesis dapat disimpulkan bahwa prinsip uji
phenol red atau respirasi adalah phenol red akan berubah menjadi orange pudar (terjadi
respirasi) jika phenol red bereaksi dengan CO2 dan H2O yang dihasilkan oleh makhluk hidup.
Sedangkan prinsip uji sachs (uji amilum) yaitu jika daun yang ditetesi oleh iodine berubah
menjadi biru kehitaman atau ungu kehitaman maka daun tersebut positif melakukan
fotosintesis sehingga menghasilkan amilum (ditunjukkan oleh perubahan warna daun menjadi
biru kehitaman atau ungu kehitaman).

Berdasarkan percobaan respirasi diperoleh hasil bahwa jangkrik hidup dan gula ragi
segar melakukan respirasi sehingga menghasilkan warna pada phenol red berubah menjadi
orange pudar dan kuning. Lalu jangkrik mati, gula ragi matang, kecambah matang dan
kontrol tidak melakukan respirasi sehingga warna phenol rednya menjadi merah bata dan
tetap orange. Sedangkan perlakuan respirasi gagal terjadi pada kecambah segar karena
menghasilkan warna merah bata yang seharusnya orange pudar. Kemudian pada percobaan
fotosintesis diperoleh hasil yang kurang tepat bahwa antara daun yang ditutupi aluminium
foil dengan yang tidak ditutupi memiliki warna yang hampir sama yaitu hijau kecoklatan
dengan beberapa bintik berwarna ungu kehitaman yang membuktikan adanya amilium.

Daftar Pustaka Tambahan


Abdurahman, Deden. 2008. Biologi pertanian. Jogjakarta: Kanisius
Dalimartha , Setiawan.2008 . Tumbuhan Indonesia . Erlangga: Jakarta
Rushayati, S. 2007. Mengenal Keanekaragaman Hayati. Jakarta: Grasindo.
Subardi. 2009. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.

LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI


BAB VI
RESPIRASI DAN FOTOSINTESIS

TujuanPraktikum
Membuktikan dihasilkannya CO2 selama respirasi
Membuktikan perlunya sinar matahari dan klorofil dalam fotosintesis
AlatdanBahan
Alat
- Tabung reaksi + sumbat
- Sekrup
- Cawan petri
- Beaker glass
- Kompor listrik
- Spatula
- Penjepit
Bahan
- Larutan iodine
- Larutan phenol red
- Alumunium foil
- Daun
- Kecambah segar dan matang
- Jangkrik mati dan hidup
- Ragi matang dan mentah
No. Hari/Tanggal/Waktu
Kegiatan
1.

Rabu, 29 November
2016
Pukul 10.38

Persiapan bahan untuk melakukan


uji respirasi, pertama siapkan

Hasil

terlebih dahulu alat dan bahan yang


diperlukan. Bahannya adalah
kecambah matang, kecambah segar,
ragi mentah, ragi matang, jangkrik
hidup, jangkrik mati, baut dan
reagen phenol red sebagai indikator
perubahan warna. Isi tabung reaksi
dengan sekrup dan phenol red.
Pukul 10.42

Memasukkan jangkrik hidup,


jangkrik mati, kecambah segar,
kecambah matang, ragi mentah, dan
ragi matang pada masing-masing
tabung. Selanjutnya memasukkan
kapas pada tabung berisi gula ragi.

Pukul 10.47

Mengamati warna awal phenol red.


Phenol red ini berwarna orange. Jika
phenol red ini bereaksi dengan H2O
dan CO2 maka akan terbentuk
HCO3- (asam lemah) yang nantinya
akan membentuk kompleks warna
orange kekuningan pada ruang
tertutup. Setelah ketujuh tabung
reaksi selesai diisi dan ditutup,
simpan ketujuh tabung reaksi
tersebut pada loker selama satu jam.
Tujuan disimpan pada ruangan gelap
adalah karena pada proses respirasi
tidak membutuhkan cahaya matahari
dan selain itu, dikhawatirkan terjadi
fotosintesis pada kecambah.

Pukul 11.00

Melakukan praktikum uji


fotosintesis. Daun diremas-remas
kemudian direbus dalam air
mendidih selama 5 menit. Untuk
melakukan uji fotosintesis terlebih
dahulu siapkan alat dan bahan yang
diperlukan. Bahannya yaitu daun
yang bagian atasnya sudah ditutup
oleh alumunium foil, alkohol, dan

Pukul 11.07

Pukul 11.18

Pukul 11.35

aquades. Sedangkan alatnya beker


glass, kompor listrik, penjepit,
tabung reaksi, tisu dan pengaduk.
Selanjutnya alumunium foil pada
daun dilepas, kemudian gambarkan
bentuk daun pada DHP. selanjutnya
dan daun diremas-remas agar poripori daun terbuka sehingga pelarutan
klorofil mudah.
Memanaskan aqudes pada beker
glass dengan menggunakan kompor
listrik hingga mendidih. Setelah
mendidih masukkan daun ke beker
glass tersebut dan aduk
menggunakan spatula, perebusan ini
dilakukan selama 5 menit.
Perebusan ini bertujuan untuk
melarutkan kotoran yang ada pada
daun dan membuka pori-pori daun.
Kemudian angkat daun dan
keringkan.
Tabung reaksi diisi dengan sedikit
alkohol kemudian daun dilipat lalu
dimasukkan ke tabung reaksi. Lalu
jepit tabung reaksi tersebut
menggunakan penjepit kemudian
masukkan ke beker glass tadi. Rebus
daun tersebut selama 5 menit.
Setelah itu angkat dan keluarkan
daun dari tabung reaksi, kemudian
keringkan menggunakan tisu.
Perebusan ini betujuan untuk
melarutkan klorofil.
Rebus kembali daun kembali pada
beker glass menggunakan aquades.
Perebusan ini bertujuan yntuk
melarutkan sisa alkohol yang
menempel pada daun. Kemudian
keringkan daun menggunakn tisu,
setelah itu letakkan daun pada
cawan petri lalu tetesi dengan iodine
pada semua bagian. Setelah itu amati

Diperoleh hasil yang kurang

perubahan warna yang terjadi pada


daun.

tepat bahwa antara daun yang


ditutupi aluminium foil
dengan yang tidak ditutupi
memiliki warna yang hampir
sama yaitu hijau kecoklatan
dengan beberapa bintik
berwarna ungu kehitaman
yang membuktikan adanya
amilium.

Pukul 11. 46
Mengambil rak yang berisi tabung
reaksi 7 sampel praktikum dari
dalam loker. Selanjutnya diamati
perubahan warna dan menulis DHP.

Jangkrik hidup dan gula ragi


segar melakukan respirasi
sehingga menghasilkan warna
pada phenol red berubah
menjadi orange pudar dan
kuning. Lalu jangkrik mati,
gula ragi matang, kecambah
matang dan kontrol tidak
melakukan respirasi sehingga
warna phenol rednya menjadi
merah bata dan tetap orange.
Sedangkan perlakuan
respirasi gagal terjadi pada
kecambah segar karena
menghasilkan warna merah
bata yang seharusnya orange
pudar.

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan respirasi diperoleh hasil bahwa jangkrik hidup dan gula ragi
segar melakukan respirasi sehingga menghasilkan warna pada phenol red berubah
menjadi orange pudar dan kuning. Lalu jangkrik mati, gula ragi matang, kecambah
matang dan kontrol tidak melakukan respirasi sehingga warna phenol rednya menjadi
merah bata dan tetap orange. Sedangkan perlakuan respirasi gagal terjadi pada
kecambah segar karena menghasilkan warna merah bata yang seharusnya orange
pudar. Kemudian pada percobaan fotosintesis diperoleh hasil yang kurang tepat
bahwa antara daun yang ditutupi aluminium foil dengan yang tidak ditutupi memiliki
warna yang hampir sama yaitu hijau kecoklatan dengan beberapa bintik berwarna
ungu kehitaman yang membuktikan adanya amilium.

Saran
Sebaiknya lebih diperhatikan lagi untuk lama waktu dalam proses perebusan daun
agar hasil menjadi lebih maksimal.

Praktikan

Asisten Praktikum

(FARAH AINI NAHDAH)

( NUR AFIDA NUZULA )

DATA HASIL PENGAMATAN UJI RESPIRASI

DATA HASIL PENGAMATAN UJI FOTOSINTESIS