Anda di halaman 1dari 10

1.

1 PENDAHULUAN
Dalam dunia bisnis yang ideal, perusahaan - perusahaan cenderung akan
menggambarkan aspek lingkungan dalam proses akuntansi mereka melalui
sejumlah pengidentifikasian terhadap biaya-biaya , produk-produk, proses-proses,
dan jasa. Banyak sistem akuntansi konvensiaonal yang ada tidak cukup mampu
untuk disesuaikan pada biaya-biaya lingkungan dan sebagai hasilnya hanya
mamapu menunjukkan akun untuk biaya umum tak langsung. Padahal, pemakaian
istilah biaya iumum tak langsung menjadi diragukan ketika biaya umum
dialokasikan pada pusta biaya pada penetapan biaya dan tujuan-tujuan lain. Perlu
diketahui bahwa kebanyakan teknik-teknik akuntansi secara signifikan lemah
dalam menaksir perilaku biaya lingkungan. Banyak nya taksiran biaya yang
terlalu tinggi
lingkungan.

dan rendahnya keuntungan meningkatkan praktik-praktik


Konsekuensinya,

akuntansi

dapat

menyimpang

dan

salah

menggambarkan isu-isu lingkungan, mendorong para manajer membuat


keputusan-keputusan yang bersifat tidak baik bagi bisnis dan lingkungan.
1.2 PANDANGAN TERHADAP ISU-ISU LINGKUNGAN
Adapun alasan yang mendasari kenapa organisasi dan akuntan harus
peduli persoalan lingkungan antara lain : pertama, banyak para stakeholders
perusahaan baik dari sisi internal maupun eksternal menunjukkan peningkatan
kepentingannya terhadap kinerja lingkungan dari sebuah organisasi khusunya
perusahaan sector swasta. Tekanan lingkungan merupakan kekuatan bagi banyak
organisasi untuk melihat yang baru, cara kreatif dan efisiensi biaya untuk
mengelola dan meminimisasi dampak lingkungan. Contoh menonjol dari tekanan
lingkungan pada tingkat internasional mencakup
1. Tekanan supply chain seperti perusahaan besar yang mengharuskan peralatan
mereka sesuai dengan standar sistem manajemen lingkungan (SML)
berlandaskan pada standar organisasi internasioanal.
2. Tekanan pengungkapan dari berbagai stakeholders terhadap perusahaanperusahaan untuk melaporkan kinerja lingkungan publik mereka pada akun

keuangan tahunan dan pelaporan atau dalam pengungkapan laporan kinerja


lingkungan perusahaan.
3. Tekanan pengendalian regulasi sebagai contoh the RoHS Directive a
European Union (EU) regulation yang secara langsung digunakan pada
substansi hazardous tertentu dalam peralatan listrik dan elektrik yang dijual di
Uni Eropa.
4. Tekanan pajak lingkungan sebagai contoh , pemerintah mengenakan pajak
terkait lingkungan seperti pajak tanah dan pembayaran emisi lainnya
5. Tekanan cap dan perdagangan seperti cap emisi dan aspek perdagangan dari
protocol Kyoto.
Pada beberapa waktu yang lalu, elemen-elemen pada biaya-biaya internal
terkait dengan kinerja lingkungan cukup relative rendah. Hal ini dikarenakan
terdapat beberapa aturan lingkungan atau tekanan bagi kekuatan organisai agar
lebih baik mengelola dan meminimalisasikan dampak lingkungan mereka.
Lingkungan , terkait biaya-biaya meruapakan kenaikan dibanayk negara dalam
merespon tekanan pertumbuhan dari berbagai bentuk .
Bagi organisasi yang secara efektif mengatur tekanan lingkungan, biayabiaya dan keuntungan disebutkan diatas membutuhkan berbagai jenis para ahli,
termasuk lingkungan,teknikal,akuntansi dan keuangan, pemasaran dan hubungan
publik serta managemen umum. Akuntan memiliki peran special untuk bermain
karena akses mereka terdapat informasi keuangan organisasi, kemampuan
mereka untuk memperbaiki atau memverifikasi kualitas

dari informasi dan

kemampuan mereka dalam menggunakan informasi untuk membantu membuat


bunyi keputusan bisnis dalam area seperti penilaian investasi, penganggaran dan
perencanaan strategik.
Isu-isu lingkungan secara langsung maupun tidak , telah masuk dalam
performa ekonomi suatu usaha /kegiatan maupun organisasi. Oleh karena itu,
perusahaan secara terus-menerus untuk mengatur biaya lingkungan dengan lebih
baik. Perusahaan-perusahaan investasi telah menciptakan berbagai dana
didasarkan pada konsep eco-effiency. Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam

dana ini menunjukan kemampuan mereka meningkatakan output ketika


ketergantungan pada sumbersumber alam menurun, yang meningkatkan
profitabilitas. Cara lain perusahaan dapat menambah keuangan secara simultan
dan nilai lingkungan didasarakan paada alasan bahwa sepnajang akuntansi
lingkungan

perusahaan

telah

menunjukan

metode

dimana

perusahaan

mengalokasikan biaya-biaya lingkungan ke lini produk. Beberapa perusahaan


menemukan bahwa dengan menguji produk-produk dan proses secara actual
menyebabkan biaya lingkungan, perusahaan dapat meningkatkan pengambilan
keputusan dan menjadi lebih menguntungkan.
Dari hasil studi terhadap beberapa perusahaan, hanya sebagian kecil
perusahaan yang relatf lebih objektif dalam mengungkapkan akuntansi
lingkungan perusahaan, sekalipun beban lingkungan yang diungkapkan secara
konservastik tidak dirinci sedemikian rupa. Kebanyakan perusahaan hanya
memasukan nilai beban lingkungan secara langsung yang dikapitalisasi pada
aktiva berdasarkan sistem konvensional dibawah alokasi biaya-biaya lingkungan
dari pusat produksi.
1.3 KONSEP AKUNTANSI DAN BAHASA
Akuntansi pada umumnya merupakan suatu sistem untuk menghasilkan
infomasi keungan yang digunakan oleh pemakainnya dalam proses pengambilan
keputusan bisnis. Jenis, tujuan dan tingkat dari sophistikasi dari sistem akuntansi
ditemukan di seluruh dunia dapat sangat berbeda-beda secara luas, tergantung
pada ukuran organisasi, the host country dan banyak faktor-faktor lainnya.
Bahasa digunakan untuk menjelaskan sistem akuntansi dan juga berbagai
kegiatan. Kategori luas kedua dari akuntansi bahwa secara khusus mengambil
tempat pada suatu organisasi merupakan akuntansi manajemen (AM) dan
akuntansi keuangan (AK). Pada umumnya, akuntansi keuangan cenderung
mengacu pada aktifitas akuntansi da persiapan dari laporan keuangan secara
langsung terhadap stakeholders eksternal.

Akuntansi keuangan terfokus pada beberapa jenis dari informasi


keuangan. Laporan keuangan organsiai menyediakan informs pada pendapatan
tahunan dan bahan-bahan dalam laporan laba rugi. Neraca melaporkan aktiva,
kewajiban dan ekuitas pada tanggal khusus. Sebagai tamabahan , laporan
keuangan termasuk Laporan Arus Kas. Maka, aktifitas Akuntansi Keuangan
termasuk pengumpulan data, keseimbanagan akun, audit dari laporan keuangan
dan pelaporan eksternal.
Sebaliknya, Akuntansi Manajemen secara khusus terfokus pada kepuasan
keputusan

informasi

yang

dibutuhkan

managemen

internal. Akuntansi

Manajemen terfokus pada informasi keuangan dan nonkeuangan

( sebagai

contoh , pemicu biaya seperti jam kerja dan kuantitas dari pembelian bahan baku)
yang memebentuk keputusan manajemen dan aktifitas seperti perencanaan dan
penganggaran, menjamin efisiensi penggunaan sumber daya, pengukuran kinerja
dan formulasi terhadap kebijakan dan strategi bisnis.
1.4 AKUNTANSI LINGKUNGAN
Pesatnya perkembangan konsep ini didsarkan pada banyaknya tekanan
dari lembaga lembaga bukan pemerintah (non-government),serta meningkatnya
kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat luasa yang mendesak agar
perusahaan-perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan bukan hanya
kegiatan industri demi bisnis saja. Latar belakang pentingnya akuntansi
lingkungan pada dasarnya menuntut kesadaran penuh perusahaan perusahaan
maupun organisasi lainnya yang tealah mengambil manfaat dari lingkungan.
Manfaat yang diambil ternyata telah berdampak pada maju dan berkembangnya
bisnsis perusahaan. Oleh karena itu , penting bagi perusahaan-perusahaan atau
organissai lainnya agara dapat meningktakan usaha dalam mempertimbangkan
konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Usaha yang dibuta tentunya
berkaitan dengan akuntansi lingkungan yang merupakan bagian dari aktifitas
bisnis

mereka. Ada

beberapa

alasan

kenapa

perusahaan

perlu

untuk

mempertimbangkan pengadopsian akuntansi lingkungan sebagai bagian dari


sistem akuntansi perushaan anatara lain :
1. Memungkinkan secara signifkan mengurangi dan menghapus biaya-biaya
lingkungan
2. Biaya dan manfaat lingkungan mungkin kelihatannya melebihi jumlah nilai
rekening/akun
3. Memungkinkan pendapatan dihasilkan dan biaya-biaya lingkungan.
4. Memperbaiki kinerja lingkungan perusahaan yang selama ini mungkin
mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan keberhasilan
bisnis perusahaan
5. Diharapkan menghasilkan biaya atau harga yang lebih akurat terhadap produk
dari proses lingkungan yang diinginkan.
6. Memungkinkan keuntungan yang lebih bersaing sebagaimana pelanggan
mengharapkan produk/jasa lingkungan yang lebih bersahabat.
7. Dapat mendukung pengembangan dan jalannya sistem manajemen lingkungan
yang menghendaki aturan untuk beberapa jenis perusahaan .
Akuntansi Lingkungan (AL) adalah istilah luas yang digunakan dalam
jumlah konteks yang berbeda , seperti :
1. Penilaian dan pengungkapan lingkungan terkait informasi keuangan dalam
konteks akuntansi keuangan dan pelaporan
2. Penilaian dan penggunaan lingkungan terkait informasi fisik dan keuangan
dalam konteks Akuntansi Manajemen Lingkungan
3. Estimasi atas dampak eksternal lingkungan dan biaya-biaya seiring mengacu
pada Full Cost Accounting (FCA)
Pada tingkat organisasional, akuntansi lingkungan mengambil tempat
dalam konteks akuntansi manajemen (penilaian terhadap pembelanjaan
organisasi berdasarkan pengendalian

perlengkapan polusi, pendapatan dari

bahan daur ulang, penghematan keuangan tahunan dari energy barau-efisiensi


perlengkapan) dan akunatansi keuangan ( evaluasi dan pelaporan dari organisasi
lingkungan saat ini terakait kewajiban ).
Terdapat banyak hubungan khusus di antara akuntansi manajemen
organisasi dan praktik serta kegiatan akuntansi keuangan, disamping itu banayak
hubungan potensial si antara akuntansi manajemen lingkungan dan inklusi dari

lingkungan terkait informasi dalam pelaporan keuangan. Sebagai contoh,


sebagaimana diharuskan untuk isu lingkungan dalam peningkatan laporan
keuangan,

organisasi

dapat

menggambarakan

informasi

original

yang

dikumpulkan untuk tujuan akuntansi manajemen lingkungan dalam usaha


membantu mengisi pelaporan keuangan yang diharuskan.
Ada jenis lain dari akuntansi lingkungan yang berjalan dibalik isu-isu
khusus yang dipertimbangkan oleh keuangan organisasi dan fungsi akuntansi
manajemen. Sebagai contoh, beberapa akuntansi lingkungan juga berusaha
mencakup estimasi dari kebesaran dan keterakiatan biaya/ keuntungankeuntungan dari lingkungan eksternal, oleh karenanya dampak lingkungan
terhadap operasi organisatoris diijinkan oleh hukum, tetapi tanggung jawab
organisai tidak diharuskan untuk mengaur atau membayarnya.
Berikut adalah perbandingan ringkas dimensi lingkungan terhadap keuangan dan
akuntansi manajemen .
1. Akuntansi Keuangan
a. Tingkat akuntansi Organisasi
Akuntansi Keuangan (AK) : sebuah organisasi mengembangkan
informasi keuangan yang distandarisasi untuk pelaporan pihak eksternal.
b. Tingkat akuntansi lingkungan organisasi
Isu-isu lingkungan dalam akuntansi keuangan : masukan pada laporan
keuangan dari lingkungan terkait informasi seperti laba dan baiya dari
lingkungan berhubungan dengan investasi , kewajiban lingkungan dan
berpengaruh nyata biaya lainnya terhadap kinerja lingkungan organisasi .
c. Tingkat mandatory pelaporan eksternal
Pelaporan keuangan terhadap pihak eksternal sekarang diatur oleh standar
hukum nasional dan internasional , yang menspesifikasikan bagaimana
item-item keuangan berbeda harus diperlakukan. Laporan keuangan
dikeluarkan oleh organisasi terus meningkat termasuk informasi
berhubungan terhadap lingkungan dan kinerja social mereka. Beberapa
negara memerlukan konten demikian pada laporan keuangan , sementara
beberapa organisasi memasukkan informasi dengan sukarela.

d. Hubungan pelaporan eksternal lainnya


Sebagai tambahan organisasi menggunakan beberapa lingkungan terkait
informasi yang dikumpulkan untuk tujuan pelaporan keuangan bgi
pelaporan regulasi lingkungan, pelaporan nasional atau pengungkapan
sukarela lingkungan perusahaan dan sustanaibilitas pelaporan.
2. Akuntansi Manajemen
a. Tingkat akuntansi Organisasi
Akuntansi Keuangan (AK) : sebuah organisasi mengembangkan
informasi dari nonmoneter dan moneter untuk mendukung secara rutin
dan strategis pembuatan keputusan oleh internal manajer.
b. Tingkat akuntansi lingkungan organisasi
Akuntansi Manajemen Lingkungan (AML ) : Manjemen lingkungan dan
kinerja ekonomi melalui manajemen sistem akuntansi dan praktik
terfokus pada informasi fisik berdasarkan pada arus energy,air, bahan, dan
sisa seperti sebaik informasi moneter terkait biaya , laba dan savings
c. Tingkat mandatory pelaporan eksternal
Pada umumnya tidak ada pelaporan eksternal yang mengharuskan secara
spesifik terkait dengan akuntansi manajemen atau akuntansi manajemen
lingkungan.
d. Hubungan pelaporan eksternal lainnya
Bagaimana pun, organisasi menggunakan beberapa dari informasi yang
dikumpulkan dibawah akuntansi manajemen lingkungan untuk pelaporan
regulasi lingkungan, pelaporan nasional atau pelaporan sukarela
lingkungan perusahaan dan sustainaibilitas pelaporan.
Isu-isu ekonomi dan lingkungan secara khas

bersama-sama

dipertimbangkan di bawah usaha akuntansi lingkungan hanaya dua diantara tiga


pilar dari Pembangunan Berkelanjutan . Konsep dari sustainabilitas memerlukan
satu pengakuan bahwa manusia harus hidup bersama sama dengan batas seluruh
sumber daya dan kapasitas dari planet kita. Pembangunan berkelanjutan
didefinisikan seperti kesesuaian dengan ekonomi, isu-isu lingkungan social
(seperti lapangan kerja, pendidikan dan budaya) dalam suatu cara yang
mempertemukan kebutuhan manusia saat ini dan masa yang akan datang tanpa

berkompromi dengan kelangsungan hidup dari sistem bumi alam kita


bergantung. Dengan maksud sustainabilitas, sejumlah pemegang sham telah
memulai memfokuskan pada penelitian Sustainbilitas kuntansi dan praktik yang
termasuk tidak hanya

komponen ekonomi dan lingkungan dari akuntansi

lingkungan, tetapi juga isu social penting dari selutruh sustainabilitas.


Kebanyakan prakarsa akuntansi manajemen lingkungan tidak pada tempatnya
hari ini, bagaimanapun, menutupi isu-isu social.
1.5 TUJUAN KONSEP AKUNTANSI LINGKUNGAN
Tujuan dari akuntansi lingkungan adalah untuk meningktakan jumlah
informasi relevan yang dibuat bagi mereka yang memerlukan atau dapat
menggunakannya. Keberhasilan auntansi lingkungan tidak hanya tergantung pada
ketepatan dalam menggolongkan semua biaya-biaya yang dibuat perusahaan.
Akan tetapi kemapuan dan keakuratan data akuntansi perusahaan dalam menekan
dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktifitas perusahaan. Tujuan lain dari
pentingnya pengungkapan akuntansi lingkungan berkaitan dengan kegiatankegitan konservasi lingkungan oleh perusahaan maupun organisasi lainnya yaitu
mencakup kepentingan organisasi publik dan perusahaan-perusahaan publik yang
bersifat local. Pengungkapan ini penting terutama bagi para stakeholders untuk
dipahami, di evaluasi dan di analisis sehingga dapat memberi dukungan bagi
usaha mereka. Oleh karena itu, akuntansi lingkungan selanjutnya menjadi bagian
dari suatu sistem sosial perusahaan. Disamping itu, maksud dan tujuan
dikembangkannya akuntansi lingkungan anatara lain meliputi :
1. Akuntansi lingkungan merupakan sebuah alata manajemen lingkungan
2. Akuntansi lingkungan sebagai alata komunikasi dengan masyarakat.
Secara garis besar , keutamaan penggunaan konsep akuntansi lingkungan
bagi perusahaan adalah kemampuan untuk menimalisasi persoalan persoalan
lingkungan yang dihadapinya. Banyak perusahaan industri besar danjasa yang
kini menerapkan akunatansi lingkungan. Tujuannya adalah meningktakan
efisiensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan
lingkungan dari sudut pandang biaya ( environmental costs ) dan manfaat atau

efek

( economic benefit ). Akuntansi lingkungan diterapkan oleh berbagai

perusahaan untuk menghasilkan penilaian kuantitatif tentang biaya dan dampak


perlindungan lingkungan ( environmental protection ).
Banyaknya perhatian mengenai persolan lingkungan menjadi penting
untuk mepertimbangkan akuntansi lingkungan dalam mengungkapkan informasi
agar data akutansi lingkungan yang dibuta dan dipublikasikan sesuai dengan
tingginya tingkat perbandingan . Panduan yang dibuat juga diharapkan mampu
menjamin pengungkapan informasi yang diambil ketika mempertimbangkan
kebutuhan-kebutuhan dari berbagai stakeholders. Guna mencapai keberhasilan
dalam penerapan akuntansi lingkungan bagi perusahaan-perusahaan . Pertama
dan utama sekali yang perlu diperhatikan manajemen perusahaan adalah adanya
kesesuaian anatara evaluasi yang dibuat perusahaan terhadap dampak lingkungan
yang ditimbulkan . Langkah kedua, yaitu menentukan apa yang menjadi target
perusahaan dengan acra mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berdampak
pada lingkungan perusahaan serta menyusun suatu perencanaan untuk
mengurangi dampak lingkungan. Langkah ketiga, memilih alat ukur yang sesuai
dalam menentukan persoalan lingkungan. Langkah keempat, melakukan penialian
administrasi untuk menetapkan target dimasing-masing segemen . Langkah
kelima, menghasilkan segmen akuntansi untuk mengukur masing-masing divisi
perusahaan. Langkah keenam, melakukan pengujian dimasing-masing divisi.
Langkah terakhir adalah melakuakn telaah kerja . Pada telaah kerja diharapkan
dapat menghasilkan segmen akuntansi yang dapat mendukung prestasi
manajemen lingkungan dimasing-masing divisi.
Sebagai alat komunikasi dengan publik, akuntansi lingkungan digunakan
untuk menyampaikan damapak negative lingkungan, kegiatan konservasi
lingkungan dan hasilnya kepada publik. Tanggapan dan pandangan terhadap
akuntansi lingkungan dari berbagai pihak , pelanggan dan masyarakat digunakan
sebagai umpan balik untuk mengubah pendekatan perusahaan dalam pelestarian

atau pengelolaan lingkungan. Di dalam akuntansi lingkungan ada beberapa


komponen pembiayaan yang harus dihitung , misalnya :
1. Biaya Operasiaonal bisnis yang terdiri dari biaya depresiasi fasilitas
lingkungan, biaya memperbaiki fasilitas lingkungan, jasa atau pembayaran fee
kontrak untuk menjalankan fasilitas pengeloalaan lingkungan , baiya tenaga
kerja untuk menjalankan operasionalisasi fasilitas pengelolaan lingkungan
serta biaya kontrak untuk pengelolaan limbah .
2. Biaya daur ulang yang dijual
3. Biaya penelitian dan pengembangan yang terdiri dari baiya total untuk
material yang ramah lingkungan , produk dan fasilitas pabrik.