Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN PENELITIAN

Perbedaan Kadar Albumin Pre dan Post Hemodialisa pada Pasien CKD di RSUD
Sanjiwani Gianyar Tahun 2016

Oleh : GUSTYARI JADURANI GIRI (NIM )

Penyakit ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi


yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada
umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Selanjutnya, gagal ginjal adalah suatu
keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel,
pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap, berupa
dialisis atau transplantasi ginjal. Hemodialisis digunakan sebagai salah satu terapi
untuk menggantikan fungsi ginjal yang memburuk, akan tetapi pasien gagal ginjal
kronis yang menjalani hemodialisa didapat kadar albumin tidak normal,
rendahnya kadar albumin serum pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisa diduga berkaitan dengan adanya inflamasi dan malnutrisi pada pasien
hemodialisa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar albumin pre
dan post hemodialisa pada pasien CKD di RSUD Sanjiwani Gianyar tahun 2016.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi analitik dengan prepost test design dan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini kadar albumin
serum pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisa diukur sebanyak dua kali
yaitu sebelum pasien melakukan terapi hemodialisa (pre HD) dan sesudah
melakukan hemodialisa (post HD), hasil yang didapat dianalisis menggunakan uji
statistik uji kolmogorov-smirnov dan uji paired sample T-Test (uji T berpasangan).

Dari hasil pengukuran kadar albumin pre dan post hemodialisa didapatkan
rata-rata kadar albumin pre hemodialisa 3,52 g/dL dan post hemodialisa sebesar
3,96 g/dL, dari hasil uji statistik dengan uji T berpasangan didapatkan nilai
probabilitas (p) sebesar 0,001dengan derajat kepercayaan 95%. Nilai ini lebih
kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak.
Untuk peneliti lain disarankan untuk menggunakan desain penelitian
kohort atau case control untuk mencari hubungan antara kadar albumin pre dan
post hemodialisa. Serta kepada petugas medis yang menangani pasien CKD
dengan terapi hemodialisa diharapkan dapat menggunakan kadar albumin pre dan
post hemodialisa sebagai salah satu parameter rujukan untuk menilai kondisi
pasien.

Daftar bacaan : 29 (tahun 2006-2015)