Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Perencanaan

Perencanaan (planning) adalah penentuan persyaratan teknik untuk mencapai


tujuan dan sasaran kegiatan yang sangat penting serta urutan teknis
pelaksanaannya. Oleh sebab itu perencanaan merupakan gagasan pada saat awal
kegiatan untuk menetapkan apa dan mengapa harus dikerjakan, oleh siapa, kapan,
di mana dan bagaimana melaksanakannya. Perencanaan tambang (mine planning)
dapat mencakup kegiatan-kegiatan prospeksi, eksplorasi, studi kelayakan
(feasibility study) yang dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL), persiapan penambangan dan konstruksi prasarana
(infrastructure) serta sarana (facilities) penambangan, kesehatan dan keselamatan
kerja (K3), pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan
mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untuk
memaksimalisasikan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan. (Drs. Ulbert
Silalahi, M.A)
Perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta,
imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi
dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan
perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam
penyelesaian. (Cuningham)
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana mencapai suatu tujuan begitu
tujuan itu ditetapkan. (George Pickett & John J. Hanlon)
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi
untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi
manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lainpengorganisasian,
pengarahan, dan pengontrolantak akan dapat berjalan. (Wikipedia)

Perencanaan Tambang (Mine Planning)

Perencanaan tambang (mine planning) merupakan suatu tahapan penting dalam


studi kelayakan dan rencana operasi penambangan. Perencanaan suatu tambang
terbuka yang moderen memerlukan model komputer dari sumberdaya yang akan
ditambang. Model perencanaan tambang dapat berupa block model untuk tambang
mineral bijih dan kuari, atau gridded seam model untuk endapan tabular seperti
batubara.
Tiga aspek penting dalam perencanaan tambang antara lain :
1. Perancangan pit limit atau penentuan batas akhir penambangan,
2. Tahapan penambangan
3. Penjadwalan produksi.
Hasil yang diperoleh adalah jumlah cadangan serta distribusi ton batubara yang
harus direncanakan besar produksi dan tahap-tahap penambangannya. Tingkat
produksi yang direncanakan akan menentukan jumlah peralatan dan tenaga kerja
yang dibutuhkan. Perencanaan tambang dapat mencakup kegiatan-kegiatan
prospeksi, eksplorasi, studi kelayakan (feasiblty study) yang dilengkapi dengan
analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), persiapan penambangan dan
konstruksi prasarana (infrastruktur), serta sarana (fasilitas) penambangan,
kesehatan dan keselamatan kerja (K3), dan pemantauan lingkungan hidup.
Tahapan dalam perencanaan dapat terbagi tiga tahap (Lee,1984), yaitu:
1. Studi konseptual Studi konseptual merupakan suatu ide proyek yang
diwujudkan kedalam usulan investasi. Studi ini mencakup ruang dan
estimasi biaya untuk mengidentifikasikan suatu kesempatan investasi yang
potensial. Biaya modal dan biaya operasi biasanya didekati dengan
perkiraan nisbah yang menggunakan data historik. Persiapan studi ini pada
umumnya adalah pekerjaan dari satu atau dua insinyur. Hasil dari studi ini
dilaporkan sebagai evaluasi awal.
2. Pra studi kelayakan Studi ini adalah suatu pekerjaan pada tingkat
menengah dan secara normal tidak untuk mengambil keputusan. Studi ini

menentukan apakah konsep proyek harus dilakukan studi kelayakan atau


proyek tersebut memerlukan suatu investigasi yang mendalam melalui
suatu studi pendukung.
3. Studi kelayakan Sering pula disebut sebagai bankable feasibility study.
Hasilnya merupakan suatu dokumen yang hampir selalu ditujukan untuk
mencari modal untuk membiayai proyek tersebut. Oleh sebab itu,
dokumen yang dihasilkan ini biasanya disebarluaskan pula di luar
perusahaan.

Survei Tinjau

Tim geologi dari PT. Sumber Waras melakukan survei tinjau di Ngropoh,
Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I Yogyakarta, tim
tersebut

mulai

berajalan

dari

basecamp

yang

berkoordinat

510071.5922,9982864,8079. Kemudian tim geologi tersebut berjalan kearah barat


laut

dan

mendapatkan

singkapan

batu

lempung

pada

koordinat

509984.4480,9982893.2241. Kemudian berjalan lagi kearah barat laut dan


menjumpai singkapan batugamping di koordinat 509960.7201,9983066.1774.
Kemudian tim geologi berjalan lagi ke arah timur laut dan mendapatkan
singkapan batu gamping di koordinat 510120.5899,9983165.9169. Lalu
dilanjutkan kembali dan mendapatkan singkapan batu gamping di koordinat
510151.8403,9983033.0191 Karena tim geologi menyatakan data dari survei
tinjau ini dirasa sudah cukup atau mewakili tim geologi ini pun memutuskan
untuk kembali ke basecamp.