Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN SISTEM OPERASI

CLIENT-SERVER MODEL

DOSEN PEMBIMBING SISTEM OPERASI


Bayu Adi Perkasa, S.T., M.Si.

Disusun oleh kelompok 5 Kelas S5A


Anggota kelompok :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Anggie Junie Ayu Widyarini


Ari Jamar
Deddy Ramadhon
Dewondo Friemorn
Gusti Frans Gunawan
Muhammad Fahmi
M. Yunus
8. Nur Fitriani
9. Pratama Hari Setyawan

: 201443500158
: 201443500036
: 201443500140
: 201443500109
: 201443500165
: 201443500070
: 201443500020
:
: 201443500103

PENGERTIAN

Client-server merupakan

sebuah

paradigma

dalam teknologi

informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam


dua pihak: pihak client dan pihak server. Komunikasi client-server bekerja
dengan cara request-response, dimana client meminta lalu server mengirim.

SISTEM KERJA

Sistem operasi modem memiliki kecenderungan untuk memindahkan


kode ke lapisan yang lebih tinggi dan menghapus sebanyak mungkin, kode-kode
tersebut dari sistem operasi sehingga akan meninggalkan kernel (proses rutin)

yang minimal. Konsep ini biasa diimplementasikan dengan dengan cara


menjadikan fungsi-fungsi yang ada pada sistem operasi menjadi user proses.
Proses client yang memerlukan layanan mengirim pesan ke server dan
menanti pesan jawaban. Proses server setelah melakukan tugas yang diminta,
mengirim hasil dalam bentuk pesan jawaban ke proses client. Server hanya
menanggapi permintaan client dan tidak memulai dengan percakapan client. Kode
dapat diangkat ke level tinggi, sehingga kernel dibuat sekecil mungkin dan semua
tugas diangkat ke bagian proses pemakai. Kernel hanya mengatur komunikasi
antara client dan server. Kernel yang ini popular dengan sebutan mikrokernel.

Dalam model ini, semua kernel bekerja menangani komunikasi antara


server dan client. Dengan membagi sistem operasi menjadi banyak bagian yang
masing-masing hanya menangani bagian tertentu dari sistem. Seperti layanan file,
layanan proses, layanan terminal atau layanan memori, maka setiap bagian
menjadi lebih kecil dan lebih mudah diatur. Kemudian semua server berjalan
dalam proses user mode dan tidak dalam kernel mode, maka bagian-bagian tidak
mempunyai akses langsung ke perangkat keras.

CONTOH

Sebuah

bank

yang

memiliki

server,

nasabah

menggunakan web

browser (client) untuk mengakses data dari server. Nasabah meminta halaman
web melalui web server dengan protocol HTTP. Server meminta nasabah untuk
memasukkan informasi nama dan kata sandi untuk masuk ke dalam server. Server
menjalankan aplikasi database, dan menerima data dari database, misalkan
nasabah ingin melihat data transaksinya selama ini. Maka hasil dari server
tersebut diterjemahkan sesuai dengan aturan bank tersebut, dilewatkan lagi
melalui protocol HTTP, dan akhirnya diterima kembali oleh client.

KEKURANGAN & KELEBIHAN

Kekurangan
1. Layanan dilakukan lambat karena harus melalui pertukaran pesan.
2. Pertukaran pesan dapat menjadi bottleneck.
3. Tidak semua tugas dapat dijalankan di tingkat pemakai (sebagai proses
pemakai)
Kelebihan
1. Pengembangan dapat dilakukan secara modular
2. Kesalahan (bugs) di satu subsistem (diimplementasikan sebagai satu proses)
tidak merusak subsistem-subsistem lain, sehingga tidak mengakibatkan satu
sistem mati secara keseluruhan
3. Mudah diadaptasi untuk sistem terdistribusi / sistem tersebar
4. Jika suatu client berkomunikasi dengan server dengan cara mengirimkan
pesan, maka server tidak perlu tahu apakah pesan itu dikirim oleh dan dari
mesin itu sendiri {local} atau dikirim oleh mesin yang lain melalui jaringan

KESIMPULAN

Model komunikasi client-server adalah model komunikasi dua arah yang


berjalan ketika client meminta sebuah layanan dari server. Komunikasi clientserver bekerja dengan cara request-response, dimana client meminta lalu server
mengirim. Kernel bertugas mengatur komunikasi antara client dan server dengan
membagi sistem operasi menjadi banyak bagian yang masing-masing hanya
menangani bagian tertentu dari sistem.