Anda di halaman 1dari 8

IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT KONSEP

JOHN DEWEY
Muhamad Bahaudin / 1102415079 / bahaudin0213@gmail.com
Universitas Negeri Semarang
Fakultas Ilmu Pendidikan / Kurikulum dan Teknologi Pendidikan / Rombel 03
2016

ABSTRAK
Konsep demokrasi dalam pendidikan menurut John Dewey sangat menarik untuk
dibahas. Menurut John Dewey demokrasi yang utama ialah kebebasan kecerdasan (freedom
of intelligence). Konsep ini menurut saya amat penting diaplikasikan di negara indonesia
yang notabene adalah negara demokrasi yang bagaimana menyatakan pendapat adalah hak
bagi seluruh masyarakat di indonesia. Namun menurut saya pendidikan di indonesia masih
jauh dari kata kebebasan dalam artiannya disini pendidikan di indonesia sistem pendidikan
masih menekankan peranan guru dan mengesampingkan para siswa dalam pendidikan.
Contoh nyata nya ialah masih banyak guru yang masih menggunakan hukuman fisik dalam
proses pembelajaran menurut saya inilah hal yang menyebabkan hilangnya kebebasan dalam
pelaksanaan pendidikan di indonesia. Dan sistem pendidikan di indonesia yaitu kurikulum
yang selalu menuai masalah dalam pelaksanaannya yang menurut John Dewey kurikulum
seharusnya memperhatikan masukan-masukan dari bawah bukan hanya dari atas. John
Dewey menganggap pentingnya pendidikan dalam rangka mengubah dan mempengaruhi
suatu masyarakat. Ini sesuai dengan keinginan presiden indonesia ke 7 yaitu joko widodo
yaitu revolusi mental bangsa indonesia. Dan menurut saya revolusi mental ini dapat
berhasil apabila dimulai dari pendidikan, karna menurut saya pendidikan ialah salah satu
tonggak bangsa dimasa depan. Apabila pendidikan demokrasi menurut John Dewey ini
diaplikasikan di indonesia saya rasa indonesia akan lebih maju di masa depan, namun bukan
tanpa kekurangan pendidikan demokrasi menurut John Dewey ini.
KATA KUNCI : John Dewey, Pendidikan Demokrasi, Sistem Pendidikan
PENDAHULUAN
1 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT
KONSEP JOHN DEWEY

Ia dilahirkan di

Burlington pada tahun

1859. Setelah menyelesaikan studinya di Baltimore ia menjadi Guru Besar di bidang filsafat
dan kemudian juga bidang pendidikan pada Universitas-universitas di Mionnesota, Michigan,
Chicago (1894-1904), dan akhirnya di Universitas Colombia (1904-1929). Sekalipun Dewey
terlepas dari William James, ia menghasilkan pemikiran yang nampaknya memiliki
persamaan dengan gagasan James.
Dewey adalah seorang pragmatis, namun ia lebih suka menyebut sistemnya dengan
istilah instrumentalis. Menurutnya, tujuan filsafat ialah untuk mengatur kehidupan dan
aktivitas manusia secara lebih baik, untuk di dunia, dan sekarang. Tegasnya, tugas filsafat
yang utama ialah memberikan garis-garis pengarahan bagi perbuatan dalam kenyataan hidup.
Oleh karena itu, filsafat tidak boleh tenggelam dalam pemikiran-pemikiran metafisis yang
tiada faedahnya. Filsafat harus berpijak pada pengalaman (experience), dan menyelidiki serta
mengolah pengalaman itu secara aktif kritis. Dengan demikian, filsafat akan dapat menyusun
suatu sistem norma-norma dan nilai-nilai.
Instrumentalisme adalah suatu usaha untuk menyusun suatu teori yang logis dan tepat
dari konsep-konsep, pertimbangan-pertimbangan, penyimpulan-penyimpulan dalam
bentuknya yang bermacam-macam itu dengan cara utama menyelidiki bagaimana pikiranpikiran berfungsi dalam penemuan-penemuan yang berdasarkan pengalaman yang mengenai
konsekuensi-konsekuensi di masa depan. Menurut dewey, kita hidup dalam dunia yang belum
selesai penciptaannya. Sikap Dewey dapat dipahami dengan sebaik-baiknya dengan meneliti
2 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT
KONSEP JOHN DEWEY

tiga aspek dari yang kita namakan instrumentalisme.Pertama, kata temporalisme yang berarti
ada gerak dan kemajuan nyata dalam waktu. Kedua, kata futurisme, mendorong kita untuk
melihat hari esok dan tidak pada hari kemarin. Ketiga, milionarisme, berarti bahwa dunia
dapat dibuat lebih baik dengan tenaga kita. Pandangan ini juga dianut oleh William James.
Konsep Demokrasi Dalam Pendidikan
Konsep demokrasi dalam pendidikan yang dinyatakan oleh John Dewey individu
lebih didominasi oleh hasrat alamiah. Hasrat yang tinggi ini memunculkan rasa kasihan,
keramahan, serta beberapa watak yang menonjol. Hasrat alami membuat individu sebagai
warga negara yang baik sebagai pembela negara, tapi keterbatasan mereka berhubungan
dengan kekurangan-kekurangan yang merupakan sebuah kapasitas yang digenggam secara
universal. Hasrat yang tinggi terbentuk dalam pengalaman dan kebebasan. Dan satu-satunya
kebebasan yang tetap penting adalah kebebasan intelegensi yaitu kebebasan observasi dan
pertimbangan yang dilakukan atas nama sejumlah tujuan yang hakekatnya berharga.
Kekeliruan yang paling sering dilakukan terhadap kebebasan adalah menyamakan dengan
kebebasan bergerak atau sisi dengan sisi eksternal atau fisik dari kegiatan. Namun sisi
eksternal atau fisik dari kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari sisi internal kegiatan
yaitu kebebasan berfikir. berkeinginan. dan bertujuan
Keuntungan yang secara potensional dalam peningkatan kebebasan ilmiah yaitu
pertama tanpa kebebasan tersebut. tidak mungkin bagi seorang guru untuk memperoleh
pengetahuan tentang semua individu yang ditanganinya. Yang kedua, ditemukan dalam sifat
dasar dari proses belajar itu sendiri. Disinilah minat sebagai kekuatan yang mengangkat sang
anak sebagai pusat pendidikan sehingga menyerukan kebebasan dan inisiatif
Di indonesia sebenarnya konsep pendidikan demokrasi menurut John Dewey ini
sudah dilaksanakan di sekolah sekolah, namun belum seluruh sekolah indonesia belum
menerapkan konsep John Dewey ini. Dan konsep John Dewey yang diterapkan di sekolah
sekolah di indonesia belum sempurna, masih banyak sekolah yang membelenggu kebebasan
siswa dalam belajar, dalam artiannya disini masih banyak guru yang memakai hukuman fisik
yang bisa diartikan bahwa sekolah masih menekankan pentingnya guru atau guru masih
menjadi raja dalam pembelajaran. Seharusnya konsep pendidikan demokrasi ialah guru
sebagai teman murid-muridnya, dalam artiannya disini guru tidak boleh menjadi diktator di
dalam pembelajaran. Pembelajaran harus membuat murid jadi haus akan ilmu dan nantinya
murid akan mencari tahu dan memecahkan suatu masalah dengan sendirinya
3 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT
KONSEP JOHN DEWEY

PEMBAHASAN
Materi utama pendidikan yang demokratis diambil dari problema kehidupan yang
dibahas secara bersama-sama antara peserta didik dan pendidik. Peserta didik dengan
bimbingan pendidik mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk mengolah sendiri
pengetahuan dengan cara kerja ilmiah dari sumber langsung di dalam lingkungan dan
pengalamanya. Selain itu materi utama pendidikan dibuat dengan memperhatikan kebutuhankebutuhan kehidupan masyarakat
Konsep demokrasi dalam pendidikan mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Kelebihannya antara lain:
1. Secara filosofis, demokrasi dalam pendidikan menyadarkan manusia pada
masalah yang dihadapi yaitu dunia yang dialami secara nyata dan berusaha
memecakan masalah tersebut secara pragmatis
2. Tidak ada pemisahan dualistik antara jiwa dan badan, maerial dan spiritual, teori
dan pratek, sehingga secara ontologis pendidikan demokratis berada dalam batasbatas realitas pengalaman anak atau peserta didik. Selanjutnya secara
epistemologis dan aksiologis kebenaran dan nilai itu tidak bersifat dogmatis
absulot, tetapu berada di dalam proses dinamis sehingga ilmu pengetahuan
berkembang dengan cepat. Kebenaran dan nilai pengetahuan sangat ditentukan
oleh subjek yang dipengaruhi oleh minat, selera, interest, dan keinginan, serta
pengalamnnya. Jadi kebenaran dan nilai bersifat subjektif instrumental, dan
pragmatis
3. Demokrasi dalam pendidikan mempunyai pijakan yang kokoh karena
memperlakukan anak dengan penuh kewajaran sehingga anak menemukan
kesenangan di dalam belajarnya. Bermain dan bergembira di dalam belajar akan
menumbuhkan imajinasi yang dibutuhkan bagi kemajuan ilimiah di masa depan
4. Anak atau peserta didik menjadi kritis, aktif dan kreatif karena ia dilatih untuk
berani menghadapi dan memecahkan sendiri masalahnya secara eksperimental
5. Pembentukan masyarakat dan kebudayaan demokratis akan berjalan lebih efektif
karena anak telah mengalami sendiri secara langsung proses demokratisasi di
dalam belajarnya

4 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT


KONSEP JOHN DEWEY

Di samping ada kelebihan-kelebihannya, demokrasi dalam pendidikan juga


mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut:
1. Mengingat pusat perhatian demokrasi dalam pendidikan itu adalah manusia dan
kebenartan itu relatif serta berubah-ubah, maka anak atau peserta didik cenderung
mengalami kebingungan nilai, terutama di dalam menemukan nilai-nilai objektif,
absolut, dan mutlak seperti nilai religius pada akhirnya kecenderungan
antoposentris ini akan membawa anak kepada sofisme modern
2. Dewey terlalu mementingkan kebutuhan praktis sebagai bagian penting kodrat
manusia, karena ada aspek lain non kodrat di dalam diri manusia. Jadi intelegensi
bukan sekedar masalah human saja, tetapi juga infra human dan super human
3. Pertumbuhan dan perkembangan individu sangat cepat di dalam pendidkan
demokratis, tetapi hal itu juga dipengaruhi oleh kualitas kelompok. Dewey yang
lebih mementingkan aspek individu telah mengingkari hakekat kodrat manusia
monodualis sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Selain tiu kecenderungan
mementingkan perkembangan intelektual ilmiah mengakibatkan nilai-nilai
kebudayaan dan rohaniah menjadi terlupakan
4. Kebebasan yang seluas-luasnya yang dimilik anak akan membuat anak cenderung
anarkis dan tanggung jawab orang-orang yang terlibat di dalam proses pendidikan
menjadi kurang
5. Dewey tidak mampu menjelaskan relasi internal interaktif individu di dalam
kelompok karena ia gagal memperhitungkan hubungan-hubungan konkret antar
kelompok dan anggota kelompok
6. Akhirnya demokrasi dalam pendidikan sukar dilaksanakan karena memerlukan
beberapa prasyarat, seperti sarana-prasarana yang memadai, tenaga kependidikan
yang cakap, dan biaya yang mahal
Relevansi konsep demokrasi dalam pendidikan bagi pendidikan nasional terutama
adalah mempercepat pertumbuhan dan perkembangan individual manusia. Namun demikian
masih perlu diintegrasikan dengan sila keempat pancasila yang terintegrasi dengan
keseluruhan sila yang lain dan hakekat kodrat monopluralis manusia indonesia, mahluk yang
serba dimensi sebagaimana tercermin di dalam tujuan pendidikan nasional (pasal 4 UU
Nomor 2 Tahun 1989). Demokratisasi pendidikan nasional harus semakin meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan nilai-nilai
kemanusian, memupuk dan memperkuat persatuan-kesatuan bangsa, menghidup-hidupkan

5 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT


KONSEP JOHN DEWEY

musyawarah untuk mufakat, dan menjunjung tinggi rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat
indonesia.
Pendidikan Demokrasi Dalam Rangka Integrasi Bangsa
John Dewey filosof pendidikan yang melihat hubungan yang begitu erat antara
pendidikan dan demokrasi. pendidikan tidak dapat dilepaskan dari penyelenggaraan negara
yang demokratis. Pendidikan demokrasi sebagai upaya sadar untuk membentuk kemampuan
warga negara dalam berpartisipasi secara bertanggung jawab di dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.
Dengan tingginya partisipasi rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka
dapat mendorong pada terwujudnya pemerintah yang transparan dan akuntabel. Pemerintah
yang demikian merupakan pemerintah yang demokratis, dekat dengan rakyat sehingga
menjadi pemersatu bangsa. Sedangkan pentingnya pendidikan demokrasi antara lain dapat di
lihat dari nilai nilai yang terkandung di dalam demokrasi. Nilai-nilai demokrasi dipercaya
akan membawa kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dalam semangat
kebersamaan dan gotong royong dibandingkan dengan ideologi non-demokrasi.
Dan kalau kita melihat dari apa yang diinginkan oleh presiden kita saat ini yaitu Ir.
Joko Widodo yaitu revolusi mental bangsa indonesia sangat berpengaruh dari sistem
pendidikan di indonesia saat ini, dalam artiannya disini, cara merubah jalan pikirin bangsa
atau ideologi bangsa haruslah dimulai dari bawah, dan menurut saya pendidikan merupakan
jalan pertama untuk merubah jalan pikiran atau idelogi suatu bangsa. Karena pendidikan
merupakan tonggak kehidupan bagi bangsa kita sendiri, maka dari itu pendidikan di
indonesia harus mengandung nilai-nilai yang ada di dalam demokrasi. Agar nantinya revolusi
mental bangsa indonesia bisa berjalan dan berhasil sesuai dengan yang diinginkan.
Kontekstualisasi Demokrasi Dalam Pendidikan Di Indonesia Saat Ini
Kontekstualisasi demokrasi dalam pendidikan di indonesia saat ini adalah dengan cara
merubah kurikulum yang ada dan disesuaikan dengan nilai-nilai demokrasi dan individu di
indonesia, lalu sekolah-sekolah mengakomodasi jalannya demokrasi dalam pendidikan agar
nantinya berjalan dengan sempurna. Tentu ini tidak mudah, banyak hal-hal yang harus
diperhatikan untuk menjalankan demokrasi dalam pendidikan ini. Kesanggupan pendidik dan
peserta didik jadi hal utama yang harus diperhatikan sebelum menjalankan demokrasi dalam
6 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT
KONSEP JOHN DEWEY

pendidikan. Apabila kesanggupan pendidik dan peserta didik tidak dicapai, hasilnya akan siasia. Maka dari itu demokrasi dalam pendidikan harus disesuaikan dengan aspek-aspek
tertentu agar hasilnya terlihat di masa depan. Demokrasi dalam pendidikan suatu kebijakan
yang sangat didambakan oleh masyarakat indonesia. Melalui kebijakan tersebut diharapkan
peluang masyarakat untuk menikmati pendidikan menjadi semakin lebar sesuai dengan
kemampuan dan kesempatan yang dimiliki. Jurang pemisah antara kelompok terdidik dan
belum terdidik menjadi semakin terhapus, sehingga informasi pembangunan tidak lagi
menjadi hambatan. Ungkapan pendidikan untuk semua dan semuanya untuk pendidikan
diharapkan bukan sekedar wacana tetapi sudah harus merupakan komitmen pemerintah dan
masyarakat untuk mewujudkannya. Dengan adanya demokratisasi dalam pendidikan, maka
dengan sendirinya secara prinsip akan lebih memenangkan yang bersifat terbuka, sehingga
setiap warga negara dalam menikmati pendidikan seharusnya tidak lagi didasarkan atas
kekayaan atau kelompok tertentu saja yang memiliki uang dan atau kekuasaan

PENUTUP
Pendidikan merupakan jalan yang menurut saya satu-satunya untuk dapat
menciptakan revolusi mental bangsa indonesia. Namun revolusi mental tidak akan berjalan
mulus apabila sistem pendidikan kita tidak dapat mengakomodir revolusi mental tersebut,
harus ada perubahan yang signifikan dalam pendidikan di indonesia dan salah satunya ialah
konsep demokrasi dalam pendidikan menurut John Dewey. Demokrasi dalam pendidikan
menurut saya dapat menjawab tantangan pendidikan bangsa indonesia di masa depan,
demokrasi dalam pendidikan akan menghasilkan anak-anak bangsa yang dapat menjawab
tantangan dan menghadapi tantangan tersebut di masa depan. Hal itu dapat terjadi karena
prinsip demokrasi dalam pendidikan ialah membuat peserta didik untuk haus akan pendidikan
dan menjadi orang yang dapat memecahkan masalah sendiri (problem solve). Jadi menurut
saya penting untuk demokrasi dalam pendidikan segara diimplemtasikan di pendidikan
indonesia.

7 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT


KONSEP JOHN DEWEY

DAFTAR PUSTAKA
Dewey, J. (t.thn.). Wikipedia Organisation. Dipetik June 12, 2016, dari Wikipedia:
www.wikipedia.com
Rostitawati, T. (2014). KONSEP PENDIDIKAN JOHN DEWEY. TADBIR JURNAL
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, 133-139.
Samawi, A., Imam, B., & Muhni, D. A. (1995). KONSEP DEMOKRASI DALAM
PENDIDIKAN MENURUT PROGRESSIVISME JOHN DEWEY. BPPS-UGM, 557567.

8 | IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI DALAM PENDIDIKAN MENURUT


KONSEP JOHN DEWEY