Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

Model Tata Surya Menurut Ptolemaus, Copernicus, & IAU 2006


Serta Anggota Tata Surya

(Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa)

Oleh :
Arini Dwi Larasatining R.

160220104004

Nurin Wismatul Jannah

160220104025

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


MAGISTER PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seluruh mahluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan), hidup dipermukaan
bumi yang sangat luas. Bumi yang kita tempati ini merupakan salah satu anggota
dari 8 planet dalam sistem tata surya. Tata surya terdiri dari matahari, planet,
satelit, komet, meteor, dan asteroid merupakan satu dari jutaan bintang yang
bergabung dalam suatu kelompok yang dikenal dengan nama galaksi. Alam
semesta terdapat banyak galaksi dengan jarak yang besar dan masing masing
berukuran besar pula.
Dalam dunia sains sering dilakukan permodelan untuk menjelaskan atau
menggambarkan suatu fenomena yang tidak dapat terjangkau oleh indra
penglihatan karena dimensinya yang terlalu besar atau terlalu kecil, sehingga kita
dapat memperoleh gambaran fenomena persis seperti keadaan sesungguhnya
(termasuk tata surya). Keteraturan susunan dan pergerakan tata surya sehingga
satu sama lain tidak berbenturan yang dapat menyebabkan bencana merupakan
suatu hal yang sangat penting dipelajari. Secara umum, makalah ini akan
menjelaskan tentang model model tata surya yang telah menjadi acuan pada
zaman terdahulu dan saat ini, yaitu model geosentris yang diperkenalkan oleh
Claudius Ptolomeus, dan model heliosentris yang diperkenalkan oleh Nicolaus
Copernicus. Penyempurnaan model terkait hasil penelitian
fenomena alam

/ pengamatan

yang teratur sangat diperlukan karena dapat memberikan

cerminan pada diri bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara teratur akan
menghindarkan bencana yang dapat merugikan diri dan orang lain.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian pengertian penyusun alam semesta dan tata surya, seperti
bintang, galaksi, planet, gerhana dan sebagainya?
2. Apa perbedaan model tata surya geosentris dan heliosentris?
3. Bagaimana penggunaan hukum fisika untuk analisis perilaku gerak
anggota tata surya dalam model heliosentris?

4. Bagaimana aturan planet dalam IAU 2006?

1.3 Tujuan
1. Dapat menjelaskanpengertian pengertian penyusun alam semesta dan
tata surya, seperti bintang, galaksi, planet, gerhana dan sebagainya.
2. Dapat menjelaskan perbedaan model tata surya geosentris dan heliosentris.
3. Dapat menggunakan hukum fisika untuk analisis perilaku gerak anggota
tata surya dalam model heliosentris.
4. Dapat menjelaskan aturan planet IAU 2006.

BAB 2. PEMBAHASAN

Tata surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah
bintang besar yang disebut matahari, dan semua objek yang terikat oleh gaya
gravitasinya. Objek-objek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah
diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang
telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata surya (solar system) atau yang juga disebut keluarga matahari (the sun and
its family) adalah suatu sistem yang teridiri dari matahari sebagai pusat tata surya
itu dan dikelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang
beralih), satelit, dan asteroid sebagai penyusunnya.
1. Komponen penyusun alam semesta dan tata surya
Tata surya terdiri dari bintang, galaksi, planet, matahari, satelit, asteroid,
komet, meteor dan meteorid. (jumhana; 1)
a. Bintang
Bintang merupakan benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri.
Bintang tersusun oleh beberapa gas, seperti gas hydrogen (H 2) 94%, helium
(He) 5%, serta unsur lainnya 1 %. Temperatur bintang bervariasi mulai dari
2273C - 5273C. Sebagian besar bintang mempunyai massa antara 0,1 sampai 5
kali massa matahari. Bintang diangkasa banyak yang terlihat redup, dan tiba tiba
bertambah menjadi terang dengan faktor ratusan hingga jutaan kali dalam
beberapa jam yang dinamakan sebagai bintang baru atau nova. Adakalanya suatu
bintang dapat meledak dan melepaskan material yang besar sehingga bintang
tersebut menjadi hancur dan ledakannya dinamakan supernova. Seperti halnya
benda benda lain yang ada di alam, bintang juga dapat mengalami siklus. Siklus
bintang dimulai dari lahirnya bintang, kemudian bintang memancarkan energi,
selanjutnya bintang tersebut mengembang, kemudian suatu saat bintang tersebut
akan meledak menjadi kepingan kecil kecil dan atau, bahkan mati. Banyak teori
yang menjelaskan mengenai kelahiran bintang, namun yang sampai saat ini paling
banyak diterima oleh para ahli adalah dari awal proses penempatan materi antar

bintang yang sebagian besar berupa gas hydrogen (H2) teori kelahiran bintang
(JUMHANA: 3).
b.

Galaksi
Galaksi merupakan kumpulan dari bintang bintang yag terdiri dari matahari,

planet planet, satelit satelit, komet, meteor,dan asteroid yang bergabung dalam
satu kelompok. Galaksi kita dengan matahari sebagai salah satu anggotanya yang
dinamakan galaksi bimasakti (milky way). Galaksi bima sakti merupakan galaksi
yang sangat besar, dengan diameter 80.000 tahun cahaya (1 tahun cahaya =
9,46.1012 km). Galaksi bimasakti merupakan sistem kumpulan bintang bintang
yang sekarang dikenal sebagai tipe utama struktur alam semesta. Galaksi bima
sakti berputar berlawanan arah dengan jarum jam. Galaksi bima sakti tersusun
oleh atom atom dan bintang bintang dengan bintang terdekatnya Alpha
Centauri yang berada pada jarak sekitar 4,3 tahun cahaya. Pada tahun 1926,
Edwin Hubble membuat klasifikasi galaksi menurut bentuknya, yaitu berbentuk
spiral, elips, dan tidak beraturan.
(1) Galaksi Berbentuk Spiral.
Galaksi bentuk spiral merupakan bentuk umum galaksi yang dikenal manusia.
Oleh karena itu, bila kita mendengar kata galaksi, maka pikiran kita akan
langsung tertuju pada galaksi berbentuk spiral. Kira-kira 75% galaksigalaksi yang
terang mempunyai bentuk spiral, seperti galaksi bimasakti dan galaksi andromeda.
Galaksi berbentuk spiral berotasi dengan kecepatan yang lebih besar
dibandingkan galaksi bentuk lainnya. Kecepatan berotasi galaksi inilah yang
menyebabkan galaksi spiral berbentuk pipih. Besar kecilnya kecepatan rotasi
galaksi berantung pada massa galaksi tersebut. Galaksi bentuk spiral mempunyai
kecepatan berotasi yang berbeda-beda. Semakin kearah pusat galaksi, kecepatan
rotasinya semakin besar.
(2) Galaksi Berbentuk Elips.
Sesuai dengan namanya galaksi ini terlihat seperti elips, meskipun sebenarnya
manusia sulit untuk menentukan bentuk galaksi secara pasti. Galaksi bertipe elips
ada yang berbentuk bundar dan ada pula yang berbentuk 6 bola pepat. Galaksi
yang berbentuk elips adalah galaksi yang terdapat pada rasi bintang virgo.

(3) Galaksi Tak Beraturan.


Galaksi bentuk ini adalah galaksi yang tidak simetri dan tidak mempunyai
bentuk khusus. Materi yang terkandung dalam galaksi jenis ini adalah gas dan
debu-debu. Galaksi yang tak beraturan bentuknya adalah galaksi awan Magellan
besar dan awan Magellan kecil yang merupakan galaksi terdekat dengan galaksi
bima sakti.
Apabila bintang-bintang yang ada di angkasa anda amati secara seksama,
maka anda akan melihat kumpulan bintang-bintang yang menyerupai gambar atau
bentuk tertentu seperti binatang, manusia, atau benda lainnya. Manusia memberi
nama rasi bintang itu sesuai dengan bentuk yang dilihatnya. Beberapa rasi bintang
yang telah dikenal adalah rasi bintang waluku karena bentuknya seperti waluku
(bajak), rasi bintang biduk karena bentuknya seperti biduk, rasi bintang skorpio
karena bentuknya seperti skorpio (kalajengking), dan sebagainya. Rasi bintang
yang sampai sekarang masih dikenal dikemukakan oleh orang-orang Yunani
kuno. Orang Yunani kuno memberi nama rasi bintang sesuai dengan nama para
tokoh dalam dongeng yang mereka hayalkan, seperti Aquarius, Aries, Cancer,
Capricornus, Gemini, Leo, Libra, Pisces, Sagitarius, Skorpio, Taurus, dan Virgo.
Bintang-bintang yang oleh anda terlihat seperti tetap susunannya, sebenarnya
susunannya berubah. Namun perubahan susunan bintang-bintang tersebut sangat
kecil untuk diamati. Pergerakan bintang-bintang hanya dapat dibandingkan
posisinya dalam waktu ribuan tahun dengan menggunakan teropong, sehingga
pergeserannya dapat diketahi dengan jelas. Disamping pergerakan tersebut,
pergerakan bintang-bintang juga dapat di amati dalam arah radial, yaitu mendekati
atau menjauhi matahari. Pergerakan bintang-bintang mendekati atau menjauhi
matahari ini dapat membuktikan terjadinya rotasi pada galaksi. ). (JUMHANA: 3)
c.

Planet
Planet merupakan objek langit yang mengitari matahari yang memiliki bidang

orbit ekslusif, bersih dari objek lain di sekitarnya serta memiliki massa yang
cukup untuk gaya gravitasi sehingga mampu memperhankan bentuknya
(Adiwarsito, 304).

Planet merupakan kepingan kepingan kecil yang berasal dari ledakan


bintang, dan karena adanya pengaruh gravitasi dari bintang lain, maka kepingan
tersebut bergerak mengitari bintang dan menjadi planet (suhandi: 266).
Berdasarkan letak garis edarnya planet dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Planet dalam yaitu planet yang garis edarnya terletak di antara matahari dan
bumi. Terdiri dari merkurius dan venus.
b. Planet luar yaitu planet yang garis edarnya terletak di luar peradaran bumi.
Terdiri dari mars, yupiter, saturnus, uranus dan neptunus.
Gaya gravitasi berpengaruh juga pada matahari dan planet. Massa dan
gravitasi matahari yang besar selalu berusaha menarik planet planet kearah
matahari. Meskipun demikian, planet juga berusaha mempertahankan geraknya
yang cenderung lurus. Kombinasi gaya gravitasi dan gerak planet yang cenderung
bergerak lurus menyebabkan planet selalu beredar mengelilingi matahari.
Pergerakan planet mengelilingi matahari berada pada orbital atau lintasan tertentu.
Setiap planet yang bergerak pada orbital memiliki garis edar. Bidang edar planet
disebut ekliptika. (Adiwarsito; 302)
c.

Matahari
Matahari adalah bintang induk tata surya dan merupakan komponen

utama sistem tata surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa
yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa
mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi
yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk
radiasi elektromagnetik, termasuk spektrum optik.

Matahari adalah pusat dari tata surya.

Matahari adalah suatu bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber
energi ke segala arah.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, sehingga jika
Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari dapat
menampung lebih dari 1 juta bumi.

Berjarak 150 km dari Bumi.

Suhunya mencapai 6.000o C dan pada bagian dalamnya mencapai 15 jutao


C.

Memiliki 5 buah lapisan yaitu :


1. Inti matahari adalah tempat berlangsunya reaksi termonuklir dengan
suhu 20 jutao C.
2. Fotosfer adalah lapisan cahaya pada permukaan matahari yang
tebalnya 150 km.
3. Omkeringslaag (lapisan berubah) adalah selubung asap yang menutupi
fotosfer.
4. Kromosfer adalah selubung gas berwarna merah keunguan akibat
adanya unsure kimia (Hidrogen) yang berpijar. Memiliki Specular
protuberans yaitu lapisan gas yang keluar dari kromosfer.
5. Korona adalah lapisan bersuhu panas berwarna putih mentah. Akan
terlihat pada saat gerhana matahari. Granulasi adalah bintik-bintik
matahari yang terjadi karena permukaan fotosfer.

Matahari (Sun) dapat memancarkan cahaya sendiri. Oleh karena itu matahari
dikelompokkan ke dalam bintang. Dari sekian banyak bintang yang terdapat
dalam galaksi bima sakti, matahari merupakan salah satu bintang yang sangat
penting bagi kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan. Energi yang dipancarkan
oleh matahari dapat membuat bumi tetap menjadi hangat, menjadikan udara dan
air yang ada di bumi selalu bersirkulasi, tumbuhan dapat melakukan proses
fotosintesis, serta banyak lagi yang lainnya. Panas matahari juga menjadi sumber
energi bagi kehidupan manusia yang ada di bumi, seperti sebagai sumber
pembangkit listrik tenaga surya.
Cahaya matahari yang sampai ke bumi pada waktu pagi dan sore terasa
kurang panas di bandingkan dengan siang hari. Hal ini disebabkan karena pada
waktu pagi dan sore hari cahaya yang sampai ke bumi arahnya tidak tegak lurus,
melainkan condong atau miring. Sedangkan pada waktu siang hari cahaya
matahari yang menuju bumi arahnya tegak lurus. Karena letaknya miring atau
condong, maka pada waktu pagi dan sore hari bumi yang terkena cahaya matahari
wilayahnya lebih luas. Sebaliknya pada waktu siang hari kedudukan matahari

tegak lurus, sehingga bumi yang terkena cahaya matahari lebih sempit, seolaholah cahaya matahari itu lebih memusat.

Gambar 2.1 bumi berputar mengelilingi matahari


d. Satelit
Biasa disebut sebagai pengiring planet karene mengiringi planet saat
mengelilingi matahari. Terdapat 2 jenis satelit yaitu :

Satelit alam yaitu satelit yang sudah ada dalam tataa surya dan bukan
diciptakan oleh manusia. Ex : Bulan

Satelit buatan yaitu satelit yang sengaja dibuat oleh manusia dan diluncurkan
dengan menggunakan roket. Ex : satelit Palapa.

e. Asteroid
Asteroid adalah benda-benda langit kecil yang mengelilingi matahari.
Lintasan pergerakan asteroid dalam mengelilingi matahari berbentuk lingkaran,
tetapi kadang juga beberapa asteroid mempunyai lintasan pergerakan yang
lonjong. Letak lintasan/orbit asteroid dekat dengan ekliptika. Pada dasarnya
asteroid tidak mempunyai angkasa. Asteroid terbesar adalah Ceres dengan
diameter 750 kilometer. Asteroid bergerak mengelilingi matahari mempunyai kala
revolusi rata-rata 4 sampai 6 bulan. Ada sebuah asteroid yang berorbit lonjong
dan pernah mendekat ke laut bumi, yaitu asteroid Icarus. Sebagian besar asteroid
terkumpul atau berkerumun di orbit Mars dan Jupiter. Sekumpulan asteroid ini
disebut sabuk asteroid. Sebanyak 23 asteroid mempunyai orbit yang memotong
bumi yang disebut asteroid Apollo, 75 asteroid memotong orbit Mars dan 16

asteroid dinamakan Trojan karena mengikuti Jupiter dalam orbitnya (Adiwarsito:


307).
f. Komet
Komet merupakan rangkaian cahaya yang bergerak dari satu konstelasi ke
konstelasi

lain

di

antara

bintang-bintang.

Rangkaian

cahaya

komet

memperlihatkan seperti untaian rambut panjang, oleh karena itu komet sering
disebut bintang berekor. Ketika mendekati matahari, ekor komet selalu berada di
depan, menjauhi matahari. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan sorot pada
cahaya matahari yang mendorong partikel-partikel terkecil selalu ke arah yang
berlawanan dengan matahari. Komet terdiri atas berbagai gas termasuk di
dalamnya adalah Sianogen (S/CN), karbondioksida (CO2), karbon monoksida
(CO), nitrogen (N2), hidroksil (OH), dan nitrogen hidrid (NH). Pergerakan komet
tampak dalam pemandangan sebagai lambaian yang indah yang kemudian lenyap
begitu saja selama bertahun-tahun. Komet bergerak menjelajahi wilayah langit
ada berbagai sudut pada bidang tata surya.
g. Meteor dan meteorid
Komet yang terpecah-pecah membentuk meteor, pecahannya bisa mencapai
jutaan. Kelompok meteor dari pecahan komet ini beredar mengikuti orbit yang
tetap di angkasa. Pada umumnya meteor berukuran sangat kecil. Massa partikelpartikel meteor kurang dari 1 gram. Tetapi ada juga meteor dengan berat beberapa
ton. Sebelum mencapai permukaan bumi meteor bergesekan dengan angkasa bumi
atau atmosfer sehingga menghasilkan panas yang akan membakar habis benda itu.
Peristiwa itu yang sering kita kenal bintang beralih, bintang jatuh atau meteor.
Meteorit terdiri atas dua jenis yaitu:

Meteorit logam (metalik)


Meteorit ini terdiri atas nikel.

Meteorit batu-batuan
Meteorit ini terdiri atas mineral dan menyerupai batuan beku.

2. Perbedaan Model Tata Surya


Bangsa Yunani dan orang orang yang hidup pada pertengahan memiliki
pegangan yang kuat bahwa alam semesta berpusat pada bumi (geosentris).

Menurut teori tersebut, bumi sebagai pusat alam semesta berada dalam keadaan
diam dan planet planet, matahari, serta benda langit lainnya bergerak mengitari
bumi, dan sekarang teori ini telah gugur karena gagal menjelaskan fenomena
retrogresi (gerak balik) periodik dari planet planet yang teramaati. Jika bumi
sebagai pusat tata surya, maka fenomena retrogesi mestinya tidak terjadi.
Retrogresi merupakan pengulangan dengan cara arah yang berlawanan (gerak
balik), tetapi nada dan intervalnya tidak berubah. Setelah itu, teori heliosentris
muncul untuk menggantikan teori geosentris. Teori heliosentris menyatakan
bahwa matahari merupakan pusat tata surya yang dikitari oleh planet planet dan
benda benda antar planet lain seperti komet, asteroid, dan meteoroid, sehingga
terori geosentris ini dapat menjelaskan fenomena retrogresi (Suhandi: 240).
2.1 Model Geosentris
Model geosentris dikembangkan oleh Claudius Ptolemaeus (Ptolemy) sekitar
tahun 150 T.M. (Tarikh Masehi). Menurut paham geosentris, bumi merupakan
pusat peredaran tata surya dan disebut Ptolemaic (Tjasyono, 2003).

(a)

(b)
Gambar 2.1 sistem tata surya geosentris

Pada Gambar 2.1a menunjukkan sistem geosentris dari Ptolomeus dimana


setiap planet bergerak dalam lingkaran kecil atau episiklik dan pusat peredarannya
adalah bumi. Beberapa abad sebelumnya sebenarnya teori ini sudah dikemukakan
namun Ptolomeus mampu menunjukkan suatu perbaikan. Beliau mampu
memperhatikan pergerakan planet planet dilangit dengan jelas dan variasi jarak
planet dari bumi (Adiwarsito; 300). Pada Gambar 2.1b menunjukkan Gerak semu
bulan yang berputar mengelilingi bumi dengan orbit yang paling dekat, sementara
bintang bintang terletak pada bulatan angkasa yang besar dan berputar pada
orbit yang paling jauh (Jumhana; 15). Diantara orbit bulan dan bintang terletak
orbit matahari. Planet planet ini bergerak mengelilingi bumi pada masing
masing orbitnya sendiri. Orbit planet venus dan mercurius berada diantara orbit
bulan dan matahari, sedangkan orbit planet lain seperti mars, jupiter dan saturnus
terletak diantara orbit matahari dan bintang bintang (Suhandi: 243).
Kelemahan model geosentris ini telah disinggung pada pembahasan diatas
bahwa teori ini memiliki kesulitan untuk menjelaskan fenomena retrogresi (gerak
balik) periodik dari planet planet. Lintasan semu planet sepanjang tahun relatif
terhadap bintang bintang adalah berupa lengkungan (kurva) yang tidak rata.
Adakalanya planet planet yang teramati seolah bergerak mundur (berbalik)
sebelum akhirnya bergerak maju kembali (tidak menentu) selama periode
orbitnya. Untuk menjelaskan gerak mundur semu tersebut dalam kerangka teori
geosentris, maka perlu menganggap bahwa planet planet bergerak dalam
lintasan kecil yang disebut episiklik (gambar 2.1a) ketika planet bergerak dalam
orbit besarnya mengelilingi bumi. Namun hasil ini tidak sesuai dengan hasil
pengamatan, oleh karena itu teori geosentris ini digantikan dengan teori
heliosentris (Suhandi: 243).
2.2 Model heliosentris
Paham geosentris bertahan hingga abad ke-16. Sekitar tahun 1543 terjadi
revolusi

ilmiah

oleh

Nicolaus

Copernicus

(astronom

Polandia)

yang

mempertanyakan asumsi Ptolomeus. Copernicus menyatakan bahwa bumi dan


anggota tata surya lain yang beredar mengelilingi matahari, dan bumi berputar
pada porosnya. Teori atau asumsi Copernicus tersebut dituangkan dalam bukunya

yang berjudul De Revolution Orbium Coelestium (mengenai revolusi orbit lagit)


pada tahun 1543 (Adiwarsito: 300). Sehingga dari teori atau asumsi tersebut
Copernicus menggantikan paham geosentris dengan paham baru yang ditemukan
yang disebut paham heliosentris yang lebih sederhana. Heliosentris merupakan
teori yang beranggapan bahwa matahari sebagai pusat tata surya, dengan kata lain
menurut paham heliosentris, yang menjadi pusat jagad raya bukanlah bumi,
melainkan matahari. Matahari berada pada pusat alam semesta, sedangkan bumi
beserta planet lain bergerak mengelilingi matahari pada orbitnya masing masing
(Jumhana: 15).
Dalam model heliosentris Copernicus, matahari dianggap berada pada pusat
alam semesta, bintang bintang terletak pada bulatan angkasa dan berputar
mengelilingi matahari. Diantara bintang bintang dan matahari terdapat planet
planet termasuk bumi yang berputar mengelilingi matahari dalam masing
masing orbitnya dengan lintasan orbit berbentuk lingkaran, seperti ditunjukkan
Gambar 2.2. Gerak mundur semu dalam peredaran planet planet yang sulit
dijelaskan oleh model geosentris, dapat dijelaskan dengan mudah dalam model
heliosentris, dengan menggunakan konsep gerak relatif antara bumi dan planet
lain yang bergerak disekitar Matahari dengan kecepatan sudut putar yang berbeda.

Gambar 2.2 sistem tata surya heliosentris

Selain memiliki kelebihan dapat menjelaskan fenomena retrogresi (gerak


balik) periodik dari planet planet. Model heliosentris Copernicus ini memiliki
kekurangan pada 2 hal, yakni:
a.

Adanya fakta bahwa bintang bintang tidak berputar mengelilingi matahari.

b.

Lintasan orbit planet planet bergerak mengelilingi matahari, bukan berupa


lingkaran (sirkular).

Kesimpulan bahwa lintasan planet planet bukan lingkaran diambil karena


berdasarkan pengamatan ternyata jarak suatu planet ke matahari selama
revolusinya tidaklah tetap, melainkan berubah ubah, kadang menjauh kadang
mendekat. Hal ini tidak akan terjadi jika lintasan edar planet mengitari matahari
berupa lingkaran (Tjasyono, 2006).

3. Hukum Fisika Untuk Analisis Perilaku Gerak Anggota Tata Surya


Kelemahan model Copernicus tentang orbit planet kemudian disempurnakan
oleh Johanes Kepler (1571 1630), Kepler sangat tertarik dengan gerak tak
beraturan Planet Mars. Kepler menghabiskan waktu dan energinya untuk sampai
pada kesimpulan bahwa orbit lingkaran seragam yang diusulkan oleh Copernicus
tidak sesuai oleh fakta hasil pengamatan. Kepler ialah ahli matematika, maka ia
melakukan analisis matematis atas data data yang diperoleh dari hasil
pengamatan menggunakan teleskop astronomi, dan hasil analisis matematis yang
dilakukan Kepler menghasilkan suatu kesimpulan bahwa lintasan orbit planet
adalah elips bukan lingkaran. Elips merupakan suatu bangun datar berbentuk
lonjong ditandai oleh sumbu mayor dan minor. Hasil pengamatan dan analisis
Kepler tentang gerak dan orbit planet menghasilkan 3 hukum yang sangat terkenal
dan masih dipercaya sampai saat ini keberlakuannya (Suhandi: 245).
Kepler mengemukakan 3 hukum gerak planet terhadap matahari, yaitu:
a.

Pergerakan planet mengedari matahari dengan lintasan elips.

b.

Garis yang menghubungkan planet dengan matahari melewati bidang yang


sama luasnya dengan jangka waktu yang sama.

c.

Pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari berbanding lurus dengan kuadrat
kala revolusi sebuah planet, R3 ~ T2.

4. IAU 2006
Berdasarkan pertemuan para ahli astronomi tingkat dunia (AIU =
International Astronomical Union, ada 75 negara) 14-25 Agustus 2006 ada aturan
baru tentang PLANET yaitu :
a. Planet adalah benda angkasa yang mengorbit mengelilingi sebuah bintang
dan ia sendiri bukanlah sebuah bintang.
b. Planet berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat
seperti bola.
c. Orbit (garis edar) planet tidak boleh bersinggungan dengan orbit planet
tetangga.
Sehingga PLUTO tidak lagi termasuk dalam planet. Karena orbit Pluto
bersinggungan dengan orbit Neptunus.

BAB 3. PENUTUP

KESIMPULAN
1. Bintang merupakan benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri.
Galaksi merupakan kumpulan dari bintang bintang yag terdiri dari
matahari, planet planet, satelit satelit, komet, meteor,dan asteroid yang
bergabung dalam satu kelompok. Planet merupakan kepingan kepingan
kecil yang berasal dari ledakan bintang, dan karena adanya pengaruh gravitasi
dari bintang lain, maka kepingan tersebut bergerak mengitari bintang dan
menjadi planet. Matahari adalah bintang induk tata surya dan merupakan
komponen utama sistem tata surya ini. Satelit biasa disebut sebagai pengiring
planet karena mengiringi planet saat mengelilingi matahari. Asteroid adalah
benda-benda langit kecil yang mengelilingi matahari. Komet merupakan
rangkaian cahaya yang bergerak dari satu konstelasi ke konstelasi lain di
antara bintang-bintang. Komet yang terpecah-pecah membentuk meteor,
pecahannya bisa mencapai jutaan.
2. Teori geosentris: teori yang beranggapan bahwa bumi sebagai pusat
peredaran tata surya. Teori heliosentris: teori yang beranggapan bahwa
matahari sebagai pusat tata surya.
3. Hukum gerak planet terhadap matahari yang dikemukakan oleh Johannes
Kepler: (1) Pergerakan planet mengedari matahari dengan lintasan elips, (2)
Garis yang menghubungkan planet dengan matahari melewati bidang yang
sama luasnya dengan jangka waktu yang sama. (3) Pangkat tiga jarak ratarata dari matahari berbanding lurus dengan kuadrat kala revolusi sebuah
planet.
4. Aturan baru tentang PLANET yaitu : (a) Planet adalah benda angkasa yang
mengorbit mengelilingi sebuah bintang dan ia sendiri bukanlah sebuah
bintang. (b) Planet berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan
bentuk bulat seperti bola. (c) Orbit (garis edar) planet tidak boleh
bersinggungan dengan orbit planet tetangga.

DAFTAR PUSTAKA

Adiwarsito.
2009.
Tata
surya.
[online]
https://adiwarsito.files.wordpress.com/2009/10/bab-14-tata-surya.pdf
[28/09/2016]
Jumhana. Alam semesta dan tata surya. [online]. [28/09/2016]
Kanginan, M., 1999, Fisika SMU kelas 3, Erlangga, Jakarta
Suhandi,
andi.
2015.
Modul
bumi
antariksa.
[online]
https://astwotea.files.wordpress.com/2015/03/bumi-antariksa-modul-upi.pdf
[28/09/2016]
Tjasyono, B. HK.. (2006). Ilmu Kebumian dan Antariksa. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Bekerja Sama dengan Program Pascasarjana UPI.