Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PELAKSANAAN INTERVENSI INDIVIDU

MODIFIKASI PERILAKU

Disusun sebagai kelengkapan pelaksanaan Praktikum Turun Lapang III


Mata kuliah Teori dan Teknik Intervensi Individu
yang dibimbing oleh Ribut Purwaningrum, S.Pd, M.Pd

Oleh:
ASALISA HARESMANINGRUM
(201410230311320)

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Juni 2016

SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN


1.

Identitas Subjek Modifikasi Perilaku


Nama

: Susi Lestari

Jenis Kelamin

: Perempuan

Tempat, tanggal lahir : Gili Air, 11 Desember 1996


Usia

: 20 tahun

Status Pernikahan

: Belum Menikah

Jenjang Pendidikan

: Sedang Menempuh S1 Fakultas Psikologi

Agama

: Islam

Asal Suku

: Sasak

Hubungan dengan

2.

modifikator

: Temen Kelas

Anak ke

: 1 dari 2 bersaudara

Gambaran Umum Permasalahan Perilaku Subjek


Pada hari sabtu, tepatnya pada tanggal 28 mei, 2016, saya datang menemui Susi di kos
tempat Susi tinggal. Di sana dia menceritakan masalah perilakunya yang ia anggap
kurang baik kepada saya, yaitu ia hanya mencuci pakaian satu minggu sekali, tepatnya
pada hari minggu saja. Susi khawatir apabila perilakunya tersebut terus menerus ia
lakukan akan menjadi suatu kebiasaan yang susah untuk dihilangkan. Selain itu apabila
ia hanya mencuci satu kali dalam seminggu, pakaian kotor yang telah ia pakai akan
semakin menumpuk dan bukan tidak mungkin tidak ada baju bersih lagi yang bisa ia
pakai. Selain itu juga dikejarnya deadline atau tugas dosen yang begitu banyak sehingga
tiap harinya digunakan untuk menyelesaikan tugas.
Pada hari kedua tanggal 29 Mei 2016 saya kembali menemui Susi di kosnya. Pada hari
itu tepatnya Hari Minggu jadi tepatnya jadwalnya Susi untuk mencuci. Jika saya amati di
kosnya Susi teman-temannya juga jarang yang mencuci dikarenakan kamar mandi yang
tidak banyak sehingga cukup antri.
Keesokan harinya tanggal 1 Juni saya kembali menemui Susi. Pada saat itu Susi sedang
mencuci bajunya. Dia bercerita bahwa harus menggunakan uang jajan sebagian untuk
membayar loundry. Akhirnya susi memutuskan untuk mencuci 3 kali dalam seminggu
demi agar uang jajanya tidak dikorbankan untuk loundry. Setelah mencuci temantemannya banyak yang memujinya karena mungkin mereka berfikir bahwa Susi sekarang
rajin mencuci.

3.

Identifikasi Pola A,B,C terkait Perilaku Bermasalah


A. Sasaran Deselerasi

B. Sasaran Deselerasi

C. Sasaran Deselerasi

Kamar mandi di kos yang

Susi mencuci pakaian

Teman-teman kosnya

digunakan Susi untuk mencuci

seminggu sekali.

jarang yang ada mencuci


Teman-temannya tidak

sedikit sehingga harus

ada yang menegur

mengantri.
Banyak tugas kuliah dan
deadline pengumpulan yang
cepat
A. Sasaran Akselerasi
Uang jajan habis untuk

B. Sasaran Akselerasi
C. Sasaran Akselerasi
Susi mencuci pakaian 3 Teman-teman
memuji

membayar loundry

kali dalam seminggu

Susi karena rajin mencuci


Susi memuji diri sendiri
bagus

Susi,

ternyata

kamu bisa lebih rajin dan


hemat

4.

Proses Pemilihan Teknik Modifikasi Perilaku


Pada proses permasalahan ini menggunakan teknik modifikasi sellf management. Alasan
saya menggunakan teknik self management ini karena perilaku yang dihadapi subjek
(Susi) berkenaan dengan keterampilan mengatur waktu yaitu sulitnya membagi untuk
digunakan mencuci. Jadi dalam modifikasi perilaku menggunakan self management
diharapkan permasalahan bisa dilakukan sendiri oleh subjek yang bersangkutan melalui
latihan yang diberikan oleh modifikator perilaku. Dalam teknik self management ini
kondisi lingkungan juga berpengaruh dalam pengelolaan di dalamnya. Pada kasus atau
permasalahan yang dialami Susi ini kondisi lingkungan juga mendukung akan adanya
perilaku tersebut. Banyaknya teman-teman yang jarang mencuci menyebabkan Susi juga
jarang untuk mencuci. Jadi dengan menggunakan teknik self management ini Susi harus
menyelesaikan masalah ini secara mandiri. Namun jika perlu adanya dukungan dari
faktor luar selain subjek yang bersangkutan hal itu bisa juga dilakukan demi
terselesaikannya masalah ini.

5.

Rencana Pelaksanaan Modifikasi Perilaku.

a. Bagaimana teknik tersebut dilakukan


Tentukan perilaku sasaran
Susi mencuci pakaian 3 kali dalam seminggu
Tentukan situasi dan peristiwa yang melatarbelakangi munculnya perilaku sasaran
Susi mahasiswi semester 4 pada umumnya merasakan tugas dari dosen yang begitu
banyak. Apalagi mendekati beberapa waktu ini menjelang tugas akhir atau UAS
tugas berdatangan dengan penuh deadline. Belum lagi tugas pratikum dan
laporannya.
Pada akhirnya waktu Susi banyak digunakan untuk mengerjakan tugas dan
kegiatan lain terkesampingkan seperti halnya dalam mencuci baju. Banyak baju
menumpuk kotor dan tidak sempat untuk dicuci. Hal itu menyebabkan Susi
mencuci sekali dalam seminggu. Selain itu teman-teman kosnya juga jarang ada
yang mencuci. Mungkin hal itu dipengaruhi kamar mandi yang cukup mengantri.
Jika hal ini terus dibiarkan maka Susi khawatir jika akhirnya nanti sulit untuk
dihilangkan.
Tentukan faktor pendorong dan faktor penghambat munculnya perilaku
1.

Faktor pendorong
Susi mencuci pakaian 3 kali dalam seminggu
Susi mendapat pujian dari temannya setiap kali selesai mencuci
Susi memuji dirinya sendiri agar lebih semangat dalam mencuci

2.

Faktor penghambat
Banyaknya tugas dari dosen yang harus dikerjakan sesuai dengan deadline
Kamar mandi kecil dan sedikit sehingga harus mengantri lama
Teman-teman kos susi juga jarang ada yang mencuci baju sendiri

Dialog internal
Kalau saya terus-terusan seperti ini, nanti kebiasaan ini pasti akan berlanjut
sampai nanti. Bisa-bisa sulit dihilangkan dan saya sendiri yang rugi.
Saya tidak bisa terus-terusan mengikuti teman-teman kos yang jarang
mencuci , karena tiap orang punya kebutuhan yang berbeda.
Sayang banget lho, uang jajan saya sebenernya bisa buat beli yang lain
daripada bayar loundry terus-terusan. Perbandingan beli sabun cuci sama
loundry itu jauh lho .

Ayo jangan males-malesan. Saya bisa kok bagi waktu antara tugas kuliah
sama mencuci. Jangan gampang kebawa lingkungan
Kalau bukan dari saya sendiri yang mengubah terus siapa? Saya harus
membuang rasa malas ini jauh-jauh
Tentukan manajemen yang bisa dilakukan
Ketika pagi hari ingin saya mencuci lebih baik dilakukan pada hari minggu
atau sabtu saja. Karena kalau hari-hari biasa kamar mandi pasti banyak
yang mengantri mandi untuk pergi ke kampus
Biar saya bisa mandi sambil mencuci 2 hari sekali saya harus mencuci jadi
pakaian yang saya cuci sedikit demi sedikit
Boleh saya melaudry asalkan khusus untuk baju yang berat-berat dan tebal
saja. Selebihnya baju sehari-hari yang saya mampu untuk mencuci sendiri
tidak boleh saya laundry
Seandainya ada tugas dengan deadline yang mepet saya tetap harus
mencuci baju walau itu hanya sedikit 2 stell saja.
Tentukan swaganjar
Saya akan memberikan reinforcement verbal dan reinforcement imagery
untuk diri saya sendiri. Pada reinforcement verbal setiap kali saya mencuci
baju saya sendiri saya akan mengatakan pada diri saya, Hebat bisa
melawan rasa malas! Ternyata mencuci itu cepat dan ringan ya kalau tidak
menumpuk. Kalau kayak gini kan saya jadi tidak capek karena nyucinya
dikit-dikit. Adapun reinforcement verbal lainnya Bagus dan pertahankan!
Ternyata saya bisa menjadi contoh bagi teman-teman saya yang lain.
Teman-teman saya banyak yang mencontoh cara saya mencuci sedikit demi
sedikit. Coba dari dulu saya seperti ini, pasti teman-teman saya juga bisa
mencontohkannya sudah dari dulu.
Pada reinforcement imagery saya biasanya membayangkan jika saya terus
menerus mencuci sendiri maka saya tidak perlu menggunakan uang jajan
saya lagi untuk membayar uang loundry. Betapa bahagianya saya tidak
perlu menolak ajakan teman untuk bisa hangout dengan teman saya tanpa
memikirkan uang jajan terlebih dahulu.
b. Berapa lama jangka waktu yang direncanakan

Dalam menyelesaikan permasalahan ini saya membutuhkan waktu kurang lebih dalam
tiga bulan. Sesuai dengan teknik self management harus memerlukan banyak berlatih
agar perilaku Susi dapat berubah. Dengan waktu tiga bulan ini menurut saya waktu
yang cukup untuk berlatih. Susi mencuci tiap tiga kali dalam seminggu, dalam artian
setiap dua hari sekali Susi harus mencuci baju. Dengan kebiasaan tersebut yang
dilakukan selama tiga bulan berturut-turut maka dengan sendiri Susi akan terbiasa
nantinya sesuai karena perubahan bisa itu muncul karena terbiasa melakukannya.
c. Siapa yang akan membantu
Agar modifikasi ini dapat berjalan sesuai harapan dari subjek dan modifikator, perlu
adanya pihak lain yang membantu. Menurut saya teman-teman kos dapat membantu
perubahan adanya perilaku. Teman-teman kosnya dapat membantu dengan
mengingatkan agar Susi mencuci seminggu tiga kali. Selain teman kos, teman
dekatnya juga bisa membantu menegur ataupun mengingatkan agar Susi dapat
mencuci sesuai target yaitu seminggu tiga kali.
d. Bagaimana menganalisis keberhasilan teknik
Untuk menganalis keberhasilan teknik self management ini dengan cara terus
mengontrol Susi dalam waktu tiga bulan ini. Mengontrol di sini dimaksud dengan
melakukan observasi guna memantau berjalannya perubahan perilaku Susi. Jika susi
sudah terbiasa mencuci tiga kali dalam seminggu maka dapat dikatakan teknik self
management ini berhasil. Tapi jika dalam tiga bulan ini Susi masih belum dapat
membiasakn diri dengan mencuci tiga kali dalam seminggu maka dapat dikatakan
teknik self management ini tidak berhasil.
e. Harapan keberhasilan
Harapan saya sebagai modifikator dari saudari Susi saya ingin teknik yang saya
terapkan kepada Susi tersebut berhasil. Susi dapat mengubah perilaku modifikasinya
sendiri. Hal ini tentu tidak hanya menguntungkan bagi diri saya pribadi, namun juga
bagi Susi. Dengan adanya Susi rajin mencuci selama tiga kali dalam sehari maka Susi
tidak perlu lagi memakai uang jajannya untuk melaudry baju. Susi juga dapat
mengatur waktunya dengan baik antara waktu belajar dan mencuci. Tidak ada lagi
kebiasaan menumpuk baju kotor selama satu minggu. Dalam hal ini Susi tidak lagi
terbengkalai dalam memanagement waktunya. Selain itu jika kebiasaan ini juga akan
terus berlanjut sampai nanti maka tidak ada ruginya bagi Susi menjadi orang rajin dan
disiplin.
6. Daftar Rujukan

Purwaningrum,

Ribut.

2016.

Modul:

Teknik-teknik

Management.Universitas Muhammadiyah Malang. Malang

Modifikasi

Perilaku:Self