Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR

OSMOSIS

NAMA
NIM
KELOMPOK
ASISTEN

: MUNAWARAH
: N 201 14 048
: VI (Lima)
: ANITATIA RATNA MEGASARI

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2015

BAB

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada kehidupan kita sehari-hari sangatlah sering berhadapan dengan
peristiwa difusi dan osmosis. Contohnya seperti pada saat menyeduh teh
celup dalam kemasan kantong, maka warna dari teh tersebut akan menyebar.
Hal ini disebabkan oleh konsentrasi teh yang ada di dalam gelas lebih kecil
dibandingkan dengan konsentrasi teh yang ada dalam kantong teh tersebut.
Peristiwa tersebut sering kita sebut sebagai difusi. Difusi terjadi atas respon
terhadap perbedaan konsentrasi. Konsentrasi adalah sejumlah zat atau partikel
per unit volume. Suatu perbedaan terjadi, apabila terjadi perubahan
konsentrasi dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Selain perbedaan
konsentrasi, perbedaan dalam sifat dapat juga menyebabkan difusi (Hardianti,
2013).
Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut dari
konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui
membran diferensial permeabel. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang
yang dimasukkan ke dalam air garam. Osmosis merupakan suatu fenomena
alami, tetapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan
pada bagian dengan konsentrasi pekat yang lebih cair (Rochmah, 2009).
Difusi merupakan peristiwa berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari
bagian yang berkonsentrai tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.
Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
Proses difusi minimal melibatkan dua zat, salah satu zat berkonsentrasi lebih
tinggi daripada zat lainnya. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel
tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana
perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi
(Mustofa, 2012).
Berdasarkan uraian di atas yang melatar belakangi praktikum osmosis
ialah untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya dufusi dan osmosis.
1.2 Tujuan

Adapun tujuan Praktikum Difusi dan osmosis yaitu:


1. Untuk mengamati gejala difusi osmotik.
2. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi osmosis.
3. Untuk mengetahui prinsip dasar arah aliran air pada peristiwa osmosis.
1.3 Manfaat
1.3.1 Manfaat Umum
Adapun manfaat Praktikum Difusi dan Osmosis adalah
mengetahui

gejala

difusi

osmosis,

mengetahui

faktor

yang

mempengaruhi terjadinya osmosis dan mengetahui prinsip dasar arah


aliran air pada peristiwa osmosis.
1.3.1 Manfaat Untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat
Manfaat osmosis dengan Kesehatan Masyarakat. Sebagai media
penyedia air bersih (air hasil osmosis) di masyarakat. Dengan air bersih
masyarakat dapat hidup sehat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Membran

Membran merupakan kulit luar atau selaput tipis yang dapat


melindungi sel. Membran Sel atau Membran Plasma adalah struktur selaput
tipis yang menyelubungi sebuah sel yang membatasi keberadaan dari sebuah
sel, sekaligus juga memelihara perbedaan-perbedaan pokok antara isi sel
dengan lingkungannya. Namun membran sel tidak sekedar merupukan sebuah
penyekat pasif, akan tetapi juga sebuah filter yang memiliki kemampuan
memilih bahan-bahan yang melintasinya dengan tetap memelihara perbedaan
kadar ion di luar dan di dalam sel (Mustofa, 2012)
2.2 Struktur Membran
Struktur membran plasma hampir sama untuk setiap jenis sel. Secara
struktural, membran plasma tersusun atas fosfolipid bilayer yaitu dua lapisan
lemak yang berikatan dengan fosfat. Fosfolipid merupakan molekul yang
mirip dengan kepala dan ekor. Kepala dari fosfolipid merupakan molekul
fosfat sedangkan ekornya adalah lemak. di atas merupakan dua lapis fosfolipid
dimana kepala fosfatnya menghadap ke arah luar dan dalam, sedangkan ekor
lemaknya di tengah-tengah. Kepala fosfat bersifat hidrofilik (suka air)
sehingga terletak di luar, sedangkan bagian dalam bersifat hidrofobik (tidak
suka air) sehingga terletak di tengah. Fosfolipid bilayer merupakan struktur
utama pembentuk membran plasma, diantara fosfolipid tersebut juga terdapat
bagian-bagian lain yang menyempurnakan kerja membran plasma (Riswanto,
2009)
2.3 Sifat Membran
Menurut (Hardianti, 2013)Adapun sifat yang dimiliki oleh membrane
plasma ialah sebgai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

(Hidrofilik) mengikat air pada senyawa fosfot


(Hidrofodik) tidak mengikat air pada senyawa lemak
(Permeable) dapat dilalui air
(Selektif) dapat dilalui ion-ion tertentu
(Dialisis) memisahkan ion yang besar & yang kecil

2.4 Larutan
Larutan merupakan fase yang setiap hari ada disekitar kita. Suatu
sistem homogen yang mengandung dua atau lebih zat yang masing-masing
komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan, sedangkan
suatu sistem yang heterogen disebut campuran. Biasanya istilah larutan

dianggap sebagai cairan yang mengandung zat terlarut, misalnya padatan atau
gas dengan kata lain larutan tidak hanya terbatas pada cairan saja (Wijojo,
2007).
Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut,
yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya. Pelarut merupakan
komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan
komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui
pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung
dalam keadaan tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan
sesamanya, karena itu campuran gas adalah larutan (Hardianti, 2013).
Jenis-jenis larutan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Gas dalam gas seluruh campuran gas


Gas dalam cairan oksigen dalam air
Cairan dalam cairan alkohol dalam air
Padatan dalam cairan gula dalam air
Gas dalam padatan hidrogen dalam palladium
Cairan dalam padatan Hg dalam perak
Padatan dalam padatan alloys

2.5 Difusi dam Osmosis


Difusi adalah proses mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam
pelarut dari titik kosentrasi tinggi ke titik kosentrasi rendah. Perbedaan
konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Proses
difusi minimal melibatkan dua zat, salah satu zat berkonsentrasi lebih tinggi
daripada zat lainnya. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar
luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana
perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi
(Riswanto, 2009).
Suatu sifat penting proses difusi ialah bahwa partikel berbagai zat
bebas berdifusi satu sama lain. Fakta ini dapat diulas sebagai berikut.
Andaikan ada dua buah kamar bersebelahan dan sama kecilnya, dihubungkan
dengan sebuah pintu tertutup; dalam salah satu kamar terdapat 30 orang
berpakaian merah, dalam kamar lain terdapat 10 orang berpakaian hijau.
Bayangkan sekarang bahwa pintu penghubung itu dibuka. Hal yang jelas

terjadi ialah untuk mengurangi kepadatan kamar yang berisi 30 orang


berpakaian merah, mungkin 10 orang akan memasuki kamar lain yang berisi
10 orang berpakaian hijau, sehingga terdapat 20 orang dalam tiap kamar. Jika
kedua kelompok ini harus berdifusi seperti molekul gas, mereka secara
serempak saling mengisi kamar yang belum mereka masuki, berkelakuan
seolah-olah kelompok lain tidak hadir di sana. Pada keseimbangan akan
terdapat 15 orang berpakaian merah dan 5 orang berpakaian hijau dalam tiap
kamar (Herry, 2011).
Difusi adalah energi atau materi dari konsentrasi yang lebih tinggi ke
konsentrasi yang lebih rendah, menghasilkan sesuatu dalam bahkan distribusi.
Jika stok gula ditempatkan di dasar cangkir air, gula akan larut dan perlahanlahan menyebar melalui air, tetapi jika air tidak diaduk Ini mungkin minggu
sebelum pendekatan solusi homogenitas. Semua jenis difusi mengikuti
hukum yang sama. Laju difusi sebanding dengan properti tertentu substansi,
yang dalam kasus listrik panas atau disebut konduktivitas dalam kasus Matter,
properti

ini

disebut

difusivitas

atau

koefisien difusi (kimball, 2009).

Difusi zat terlarut dari suatu larutan ke dalam larutan yang lainnya
dapat berlangsung melalui suatu membran dengan permeabilitas tertentu yaitu
permeabel untuk zat tersebut. Permeabilitas dari membran tersebut ada tiga
macam, yaitu:
1. Impermeabel (tidak permeabel), dimana air maupun zat yang terlarut di
dalamnya tidak dapat melaluinya. Misalnya membran dari karet.
2. Permeabel, yaitu membran yang dapat dilalui oleh air maupun zat-zat
tertentu yang terlarut di dalamnya.
3. Semipermeabel, yaitu membran yang hanya dapat dilalui oleh air, tetapi
tidak dapat dilalui oleh suatu zat terlarut. Misalnya membran dari
sitoplasma (Mustofa, 2007).
Osmosis merupakan fenomena penting dalam sistem biologis,
karena membran biologis bersifat semipermeabel. Membran semi
permeabel adalah selaput pemisah yang hanya bia ditembus oleh air dan
zat tertentu yang larut didaamnya. Secara umum, membran tersebut

permeabel terhadap air dan zat-zat kecil tak bermuatan. Osmosis


memberikan cara yang mudah bagi transport air keluar atau masuk sel.
Proses osmosis akan berhenti ketika kedua larutan mempunya konsentrasi
yang sama atau disebut isotonik (Mustofa, 2012).
Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menemtukan pergerakan air
pada osmosis, yaitu hipertonik, hipotonik dan isotonik. Larutan dikatakan
hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan
larutan pembandingnya, sedangkan isotonik memiliki konsentrasi zat
terlarut yang sama dengan larutan pembanding dan kondisi lainnya
dikatakan hipotonik (Trimurti, 2011).
Pada hakekatnya, osmosis adalah suatu proses difusi. Para ahli
kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui
suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Seperti dikatakan di atas,
pelarut universal adalah air. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa
osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara diferensial
dari suatu tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang
berkonsentrasi rendah (Kimball, 2009).
Makna konsentrasi di sini, adalah konsentrasi pelarutnya, yaitu
air bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul,ion) dalam air itu.
Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang
begitu penting sehingga memerlukan suatu penamaan khusus,yaitu
osmosis (Rocmah, 2009).
Osmosis merupakan kasus khusus pada transpor pasif. Osmosis
memungkinkan difusi molekul air menyebrangi membran yang permeabel
terhadap air tetapi tidak permeabel terhadap bahan terlarut yang terdapat di
dalam air. Tekanan osmosis adalah kecenderungan suatu larutan tanpa
memperdulikan jenis solutnya, menyerap air melalui osmosis. Tekanan
osmosis bergantung pada konsentrasi solut total tanpa mempermasalahkan
adanya solut yang berbeda-beda pada kedua sisi membran (Hardianti,
2003).

Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena


fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke
dalam dan ke luar sel (Rocmah, 2009).
Osmosis terbalik adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari
osmosis. Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalm sel hidup di mana
molekul solvent (biasanya air) akan mengalir dari daerah solute
rendah

ke

daerah

solute

tinggi

melalui

sebuah

membran

semipermeable. Membran semipermeable ini menunjuk ke membran


sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian
dari membran sel. Gerakan dari solvent berlanjut sampai sebuah
konsentrasi

yang

seimbang

tercapai di kedua sisi membran (Rocmah,

2009).
Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent
dari sebuah daerah konsentrasi solute tinggi melalui sebuah membran ke
sebuah daerah solute rendah dengan menggunakan sebuah tekanan
melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis
adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap solute
dari satu sisi dan membiarkan pendapatan solvent murni dari sisi satuna
(Rocmah, 2009).

BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan Praktikum Difusi dan Osmosis yaitu:
Hari/Tanggal

: Sabtu, 12 Desember 2015.

Pukul

: 09:00 WITA-Selesai.

Tempat

: Laboratorium Terpadu FKIK UNTAD.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum Osmosis,


yaitu:
a. Alat
1. Spidol
2. Gelas Aqua
3. Penggaris
4. Lidi
5. Korek Api
6. Stopwatch
b. Bahan
1. Aquades
2. Telur ayam
3. Lilin
4. Sedotan
5. Tissue
3.3 Prosedur Kerja:
Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum osmosis yaitu:
1. Mengambil sebutir telur, kemudian memukul-mukul dengan perlahan
pada bagian ujung telur yang tumpul sehingga cangkangnya menjadi
retak-retak dan mengusahakan agar selaput di dalamnya tidak pecah.
2. Membersihkan bagian ujung telur yang tumpul dari cangkang yang sudah
retak-retak dengan cara mengambil retakan-retakan cangkang dengan
hati-hati sehingga mendapatkan ujung telur tanpa cangkang kurang lebih
berukuran 3 cm.
3. Membuat lubang pada ujung telur yang lebih lancip untuk memasukkan
sedotan.
4. Memasukkan sedotan ke dalam telur dengan hati-hati.
5. Menyalahkan lilin dan mengarahkan tetesan lilin ke bagian ujung telur
tempat memasukkan sedotan, sehingga sedotan dan telur menjadi rapat
(tidak bocor).
6. Mengisi beker glass 250 ml dengan aquadest kurang lebih 250 ml.
7. Mengambil potongan lidi dan meletakkan lidi dengan posisi miring dari
dasar beker glass ke mulut beker glass yang berguna untuk menyangga
telur agar tidak tenggelam ke dasar beker glass.
8. Masukkan telur pada beker glass yang sudah diisi aquadest secara
perlahan dan memulai untuk mencatat waktunya.
9. Mengamati pergerakan aquadest pada sedotan dengan selang waktu 5
menit kurang lebih 30 menit lamanya dan mengukur serta mencatat
kenaikan pergerakan aquadest pada sedotan.

10. Mengambil gambar sampel telur setiap selang waktu 5 menit.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
N
o

1.

Waktu

5 menit

Gambar

Keterangan

0 cm atau tidak
terjadi kenaikan

Terjadi kenaikan
2.

10 menit

albumin telur sebesar


0,5 cm

Terjadi kenaikan
3.

15 menit

albumin telur sebesar


1,4 cm

Terjadi kenaikan
4.

20 menit

albumin telur sebesar


3,0 cm

Terjadi kenaikan
5.

25 menit

albumin telur sebesar


5,5 cm

Terjadi kenaikan
6.

30 menit

albumin telur sebesar


7,0 cm

4.2 Pembahasan
Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat
dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian berkonsentrasi
rendah. Sedangkan osmosis adalah perpindahan air melalui membran
semipermeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih
pekat. Difusi bergantung pada perbedaan konsentrasi dan tekanan hidrostatik.
Energi untuk proses difusi adalah energi kinetik yang normal ditimbulkan

akibat pergerakan suatu bahan. Difusi yang melewati membran sel dibagi
menjadi dua subtipe yaitu difusi sederhana dan difusi fasilitasi.
Difusi sederhana artinya pergerakan kinetik molekul atau ion
melewati membran sel tidak bereaksi dengan protein carier yang ada di
membran sel kecepatan difusi sederhana ditentukan dari jumlah substansi
yang ada , kecepatan gerakan kinetik bahan, jumlah dan ukuran dari pori pada
membran sel yang akan dilewati oleh bahan itu. Pada difusi sederhana, proses
difusi terjadi melalui dua jalan yaitu melalui lapisan lipid jika zat itu terlarut
dalam lemak dan melalui saluran air atau protein.
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum Difusi
Osmisis yaitu sedotan sebagai penyalur zat yang ada di dalam telur untuk
keluar, penggaris digunakan untuk mengukur kenaikan cairan, lilin digunakan
untuk menutup bagian pinggir telur agar cairan dalam telur tidak keluar,
spidol digunakan untuk menandai bagian telur yang akan dipecahkan, isolasi
digunakan untuk merekatkan lidi pada bagian pinggir beker glass, beker glass
digunakan wadah sampel, lidi digunakan sebagai penyangga telur, telur
sebagai bahan utama dalam praktikum difusi osmosis dan aquadest digunakan
sebagai media praktikum difusi osmosis.
Pada 5 menit pertama belum terjadi kenaikan cairan, karena pada saat
memasukkan sedotan cairan banyak keluar Setelah diamati ternyata sampel
mengalami kebocoran, lalu praktikan menambal kebocoran tersebut dengan
lilin. 10 menit berikutnya terjadi kenaikan sebesar 0,5 cm. 15 menit
berikutnya baru terjadi kenaikan sekitar 1,4 cm, pada 20 menit selanjutnya
mengalami peningkatan kenaikan yaitu sekitar 3,0 cm, 25 menit kemudian
terjadi penaikan lagi sekitar 5,5 cm, 30 menit terakhir kembali mengalami
kenaikan sekitar 7,0 cm.
Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat
dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian berkonsentrasi
rendah. Sedangkan osmosis adalah perpindahan air melalui membran
semipermeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih
pekat. Difusi bergantung pada perbedaan konsentrasi dan tekanan hidrostatik.

Energi untuk proses difusi adalah energi kinetik yang normal ditimbulkan
akibat pergerakan suatu bahan. Difusi yang melewati membran sel dibagi
menjadi dua subtipe yaitu difusi sederhana dan difusi fasilitasi.
Difusi sederhana artinya pergerakan kinetik molekul atau ion
melewati membran sel tidak bereaksi dengan protein carier yang ada di
membran sel kecepatan difusi sederhana ditentukan dari jumlah substansi
yang ada , kecepatan gerakan kinetik bahan, jumlah dan ukuran dari pori pada
membran sel yang akan dilewati oleh bahan itu. Pada difusi sederhana, proses
difusi terjadi melalui dua jalan yaitu melalui lapisan lipid jika zat itu terlarut
dalam lemak dan melalui saluran air atau protein.
Osmosis

adalah

bergeraknya

molekul

air

melalui

membran

semipermeabel (selektif permeabel) dari larutan berkadar rendah menuju


larutan berkadar tinggi hingga kadarnya sama. Tekanan yang diperlukan
untuk menghentikan proses osmosis disebut tekanan osmosis. Osmosis sangat
ditentukan oleh potensial air yang menggambarkan kemampuan molekul air
untuk melakukan difusi.
Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menemtukan pergerakan air
pada osmosis, yaitu hipertonik, hipotonik dan isotonik. Larutan dikatakan
hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan
larutan pembandingnya, sedangkan isotonik memiliki konsentrasi zat terlarut
yang sama dengan larutan pembanding dan kondisi lainnya dikatakan
hipotonik.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya osmosis yaitu ukuran zat
terlarut dan tebal membran. Semakin banyak zat terlarut maka peristiwa
terjadinya osmosis akan semakin cepat karena zat terlarut memiliki tekanan
osmotik yang berfungsi untuk memecah zat pelarut bergerak melalui
membran semipermeabel. Sebaliknya, semakin tebal suatu membran, akan
menghambat terjadinya osmosis, karena dapat menyebabkan semakin sulitnya
zat terlarut menembus membran tersebut.
Prinsip dasar arah aliran air pada peristiwa omosis adalah transfer
molekul solvent dari lokasi hipotonik (larutan yang memiliki tekanan osmotik

rendah) menuju hipertonik (larutan yang memiliki tekanan osmotik tinggi)


dan melewati membran.
hubungan osmosis dengan kesehatan Masyarakat. Sebagai media
penyedia air bersih (air hasil osmosis) di masyarakat. Dengan air bersih
masyarakat dapat hidup sehat.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan di atas ada beberapa hal
yang disimpulkan yaitu:
1. Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat
dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian berkonsentrasi
rendah. Sedangkan osmosis adalah perpindahan air melalui membran
semipermeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih
pekat.
2. Faktor yang mempengaruhi terjadinya osmosis yaitu ukuran zat terlarut
dan tebal membran. Semakin banyak zat terlarut maka peristiwa terjadinya
osmosis akan semakin cepat karena zat terlarut memiliki tekanan osmotik
yang berfungsi untuk memecah zat pelarut bergerak melalui membran
semipermeabel. Sebaliknya, semakin tebal suatu membran, akan
menghambat terjadinya osmosis, karena dapat menyebabkan semakin
sulitnya zat terlarut menembus membran tersebut.
3. Prinsip dasar arah aliran air pada peristiwa omosis adalah transfer molekul
solvent dari lokasi hipotonik (larutan yang memiliki tekanan osmotik
rendah) menuju hipertonik (larutan yang memiliki tekanan osmotik tinggi)
dan melewati membran.
5.2

Saran
5.2.1 Saran Untuk Praktikan
Adapun pada praktikum yang telah dilakukan adalah agar
kiranya praktikan harus teliti dan berhati-hati dalam melakukan
praktikum, agar praktikum berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang
maksimal.

5.2.2 Saran Untuk Asisten


Adapun saran kepada asisten pada praktikum ini ialah agar
kiranya dapat melaksanakan praktikum dengan tepat waktu dan dengan
penjelasan yang semaksimal mungkin agar tercapai tujuan bersama
pada praktikum ini.

DAFTAR PUSTAKA
Hardianti, 2013. Difusi Osmosis. Institut Pertanian Bogor. Vol. 3. ISSN. 19268857. No. 1. Bogor. http://riesqiayuhardianti.blogspot.com/2013/10/jurnal
difusiosmosis.html. Diakses pada Minggu, 13 Desember 2015, pukul 20:55
WITA.
Herry, Soediarto. 2011. Pengertian Osmosis. Universitas Atma Jaya. Vol. 3.
ISSN. 1978 - 8774. No. 2. Jakarta. (http://Files.jurnal/23816114V2N3%20S
oediarto20%MITRA.pdf). Diakses pada Minggu, 13 Desember 2015, pukul
18:00 WITA.
Kimball, John W. 2009. Biologi Edisi Pertama. Jakarta : Erlangga.
Mustofa. 2012. Difusi Osmosis. Universitas Gajah Mada. Vol. 3. ISSN. 19268867. No. 2. Yogyakarta. (http://jurnal.ugm.ac.id/jai/article/view/1143).
Diakses pada Minggu, 13 Desember 2015, pukul 08.17 WITA.
Riswanto. 2009. Biologi umum. Erlangga. Jakarta.
Rochmah, 2009. Biologi. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Jakarta.
Trimurti, 2011. Difusi Osmosis. Universitas Diponegoro. Vol. 3. ISSN. 19268765. No. 1 Semarang. (http://ejournal.undip.ac.id/index.php/osmosis/arti
cle/viewFile /3392/ 3053). Diakses pada Minggu, 13 Desember 2015,
pukul 20:32 WITA.
Wijojo, Parjatmo.2007. Biologi Umum I. Bandung:Angkasa Bandung.

Anda mungkin juga menyukai