Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sri yuliyanti rakasiwa

Nim : 13010026
Soal
1. uji batas besi
Jawaban :

Uji batas merupakan pengujian kuantitatif atau semi kuantitatif yang di gunakan dalam
British pharmacopeia untuk mengidentifikasi dan mengendalikan sejumlah kecil pengotor
yang mungkin terdapat di dalam sampel obat.
Uji batas Untuk penentuan pencemaran dalam senyawa obat umumnya tidak digunakan
konsentrasi yang tepat, cukup untuk menentukan apakah pencemar ini tidak melebihi
batas yang sudah ditentukan. Oleh karena itu Farmakope modern telah menentukan suatu
harga batas, yang penentuannya dilaksanakan dengan bantuan larutan pembanding yang
konsentrasinya diketahui. Untuk itu diperlukan dua percobaan dengan kondisi yang sama
pada waktu yang sama. Dimana larutan sampel dibandingkan dengan larutan pembanding
(standar).
Besi adalah unsur kimia dengan simbol Fe (dari bahasa Latin: ferrum) dan nomor atom
26. Merupakan logam dalam deret transisi pertama.
Uji batas besi adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan bahwa kandungan besi,
dalam bentuk besi (III) atau besi (II) tidak lebih dari batas yag tertera pada masingmasing monografi. Penetapan dilakukan dengan membandingkan secara visual dengan
larutan baku besi.
Prinsip uji batas besi adalah metode pembandingan antara larutan uji dengan standar,
sedangkan syaratnya adalah spesifikasi dan sensitifikasi.
Alat yang di gunakan : tabung nessler yang tertera pada uji batas logam berat.
Alat tabung nessler adalah tabung yang di buat dari kaca jernih, dasar datar dan
transparan kecuali di nyatakan lain, volume 50 ml, tinggi lebih kurang 150mm, tinggi
bagian luar hingga tanda 50 ml,antara 110 mm dan 124 mm, tebal dinding 1,0 mm hingga
1,5 mm, tebal bagian bawah antara 1,0 mm dan 3,0 mm, tinggi bagian luar hingga tanda
50 ml tidak boleh berbeda hingga 1 mm,
Kecuali di nyatakan lain, cairan dalam tabung di amati dari atas ke bawah searah sumbu
vertical tabung menggunakan dasar putih atau jika perlu menggunakan dasar hitam,
pengamatan di lakukan dalam cahaya baur.
Dalam farmakope Indonesia edisi III Uji Batas Besi.
Pereaksi ammonia PFe adalah ammonia encer p yang memenuhi syarat berikut :
uapkan 5,0 ml ammonia encer p di atas tangas air hingga kering. Tambahkan 40,0
ml air, 2,0 ml larutan asam sitrat PFe 20% b/v dan 2 tetes asam tioglikolat p ,
campur, basakan dengan ammonia encer p, encerkan dengan air secukupnya
hingga 50,0 ml tidak boleh terjadi warna merah jambu.

Asam klorida PFe adalah asam klorida p yang memenuhi syarat berikut : uapkan
5,0 ml di atas tangas air hingga hampir kering. Tambahkan 40,0 ml air, 2,0 ml
larutan asam sitrat PFe 20% b/v dan 2 tetes asa tioglikolat p, campur. Basakan
dengan ammonia PFe, encerkan dengan air secukupnya hingga 50,0 ml tidak
boleh terjadi warna merah jambu.
Asam sitrat PFe, asam sitrat p yang memenuhi syarat berikut p : larutkan 500,0
mg dalam 40,0 ml air, tambahkan 2 tetes asam tioglikolat p, campur , basakan
dengan ammonia PFe, encerkan dengan air secukupnya hingga 50,0 ml; tidak
terjadi warna merah jambu.
Larutan pembanding besi PFe larutkan 173,0 mg besi (III) ammonia sulfat p
dalam 100 ml air, tambahkan 5,0 ml asa klorida encer p dan air secukupnya
hingga 1000,0 ml tiap ml mengandung 20 ug Fe.
Larutan pembanding warna encerkan 2,0 ml larutan pembanding besi PFe dengan
40,0 ml air, tambahkan 2,0 ml larutan asam sitrat PFe 20% b/v dan 2 tetes asam
tioglikolat p, campur. Basakan dengan ammonia PFe, encerkan dengan air
secukupnya hingga 50,0 ml, biarkan selama 5 menit. Larutan uji kecuali
dinyatakan, larutkan sejumlah zat uji dalam 35 ml air.
Pengujian pada larutan uji tambahkan 2,0 ml larutan asam sitrat PFe 20% b/v dan
2 tetes asam tioglikolat p, campur, basakan dengan ammonia PFe, encerkan
dengan air secukupnya hingga 50,0 ml, biarkan selama 5 menit. Bandingkan
warna larutan uji terhadap larutan pembanding warna ; warna larutan uji tidak
lebih intensif dari larutan pembanding warna.
Larutan pembanding adalah suatu bahan dengan kemurnian tertentu, yang digunakan
sebagai pembanding untuk mendapatkan kadar suatu analit sampel.
Larutan baku/ larutan standar adalah larutan suatu zat terlarut yang telah diketahui
konsentrasinya.