Anda di halaman 1dari 33

GEDUNG

OLAH RAGA SERBA GUNA


BERTARAP

INTERNASIONAL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Kota Palangka Raya adalah ibu kota kalimantan Tengah yang pada saat ini
merupakan salah satu kota yang sedang berkembang. Palangka Raya 20 tahun ke
depan diasumsikan telah menjadi kota besar dan maju. Seiring dengan berkembangan
di kota Palangkaraya maka asumsikan bahwa Palangka Raya membutuhan Gedung
Olah raga serba guna bertarap internasional yang menunjang beberapa fungsi yang
terdapat dalam satu bangunan.
Bangunan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan kota karena
letaknya yang strategis mudah diakses dari segala penjuru kota / bangunan ini
rencananya akan dikelola oleh pihak swasta nasional untuk melayani masyarakat kota.
Lokasi berada didaerah pusat kota yang telah dipertimbangkan dalam beberapa aspek
perancangan (teknis dan non teknis) Terutama aksessibilitasnya tidak menggangu
sirkulasi sekitarnya.
Bangunan merupakan massa tunggal atau majemuk (bertingkat keatas atau
kebawah). Bangunan ini telah dilengkapi prasarana utilitas bangunan lengkap dan
modern yang mempertimbangkan pada aspek kenyamanan dan keamanan dan juga
pengaruhnya terhadap lingkungan.
Menurut penelitian bahwa kalimantan merupakan tempat yang cocok untuk
berbagai pengembangan hal ini di karenakan luasnya lahan yang ada. Kalimantan
Tengah yang memiliki luas 153.800 km2

dan jumlah penduduknya yang telah

mencapai 1.719.241 jiwa.


Menurut buku pedoman Perencanaan Lingkungan Pemukiman Kota,
Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, tahun 1983 dinyatakan bahwa dengan jumlah
penduduk sekitar 480.000 sebuah kota sudah layak untuk memiliki sebuah pusat
gedung olahraga serba guna yang bertarap internasional yang didalamnya terdapat
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

berbagai fungsi. merupakan tempat bagi aktivitas masyarakat khususnya yang


membutuhkan tempat berolahraga dengan suasana baru dan modern.
Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan
penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan
bentang lebar biasanya digolongkan secara umum menjadi 2 yaitu bentang lebar
sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana berarti bahwa
konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan
teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. Sedangkan bentang
lebar kompleks merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi
dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem
struktur bentang lebar.
Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu dengan
lainnya.(sumber Frick, 1998). Selain itu diperlukan sistem struktur yang tidak hanya
mampu memikul beban bangunan tetapi juga bisa menambah nilai estetis bangunan
tersebut.
Oleh karena itu perlunya mempelajari sistem struktur bangunan bentang lebar
yang mana dalam hal ini berupa teori struktur berikut penerapannya dalam bangunan.
Dimana dalam sebuah struktur bangunan, tentunya tidak akan terlepas pada pemikiran
terhadap sistem penyaluran gayanya, macam-macam gaya yang berkerja dan mampu
dipikul oleh struktur bangunan tersebut sertaa batasan-bataasan kemampuannya.
Kesemuanya ini dapat mempengaruhi terciptanya bentuk-bentuk struktur bangunan
yang spesifik dan mampu mencerminkan sifat-sifat fisiknya.

1.2

Rumusan Masalah
Bagaimana merancang sebuah Gedung Olah Raga Serbaguna bertarap
internasional dengan menggunakan struktur bentang lebar struktur rangka ruang dan
Struktur Kabel yang dapat menampung berbagai kegiatan olahraga yang ada di
dalamnya ?

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

1.3

INTERNASIONAL

Tujuan dan Sasaran

Tujuan
Tujuan perancangan Gedung Olah Raga Serbaguna bertarap internasional di
kota Palangkaraya ini adalah : mendapatkan rancangan /desain arsitektural yang
tertata dan terbentuk dengan rapi sehingga masyarakat yang ingin berolah raga
ada di kota Palangka Raya dapat beraktifitas dengan baik dan nyaman.

Sasaran
Sasaran dalam perancangan ini adalah merancang sebuah Gedung Olah Raga
Serbaguna bertarap internasional dengan menggunakan struktur bentang lebar
(struktur cangkang), Struktur Kabel dan mendapatkan pola sirkulasi di dalam
maupun di luar bangunan.

1.4

Batasan / Lingkup Tugas


Merancang sebuah Gedung Olah Raga Serbaguna bertarap internasional dengan
menggunakan sistem struktur bentang lebar.

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1

Struktur Bentang Lebar


Struktur dirancang untuk berfungsi sebagai kesatuan secara keseluruhan dan
sebagai serangkaian unsure yang berbeda-beda. Jenis-jenis beban yang diperkirakan
disertakan untuk menampilkan struktur yang mengungkapkan hakikat bangunan serta
mengidentifikasi dan mencerminkan tujuan pembangunan sebagai suatu wadah untuk
interaksi berbagai system kegiatan yang berbeda.
2.1.1 Guna dan fungsi bangunan bentang lebar.
Pada umumnya bangunan bentang lebar dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan
yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti untuk
kegiatan olah raga berupa gedung stadion, pertunjukan berupa gedung
pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran atau gedung exhibition.
2.1.2

Tingkat kerumitan, masalah dan teknik pemecahan masalah dlm


bangunan bentang lebar, dan struktur yang digunakan pada bangunan
bentang lebar
Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu dengan
lainnya. Kerumitan yang timbul dipenaruhi oleh gaya yang terjadi pada
struktur tersebut dan beberapa hal lain.
Dalam Schodek, 1998, struktur bentang lebar dibagi ke dalam beberapa
sistem struktur yaitu:
a. Struktur Rangka Batang dan rangka Ruang
b. Struktur Furnicular, yaitu kabel dan pelengkung
c. Struktur Plan dan Grid

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

d. Struktur Membran meliputi Pneumatik dan struktur tent(tenda) dan net


(jaring)
e. Struktur Cangkang
Sedangkan Sutrisno, 1989, membagi ke dalam 2 bagian yaitu:
a. Struktur ruang, yang terdiri atas:
- Konstruksi bangunan petak ( Struktur rangka batang)
- Struktur Rangka Ruang
b. Struktur permukaan bidang, terdiri atas:
- Struktur Lipatan
- Struktur Cangkang
- Membran dan Struktur Membran
- Struktur Pneumatik
c. Struktur Kabel dan jaringan
Pernyataan fungsi statis dalam arsitektur tergantung pada bentuk
struktur bangunan, misalnya konstruksi struktur yang menerima beban, dan
menyalurkannya kepada tanah.
Pada zaman dahulu kebanyakan bentuk struktur yang autoktonos
sangat terbatas menurut pengalaman dan teknik pertukangan maupun oleh
faktor-faktor metafisis. Menurut bentuk, lebar bentang, serta bahan bangunan
yang digunakan secara tradisional.
Perkembangan ilmiah teknik dan pendidikan insinyur memberi
kesempatan yang luwes di mana bentuk struktur hampir tidak terbatas lagi
dalam lebar bentang. Dalam beraneka ragam struktur-struktur baru (kabel,
tenda, pneumatic, portal, balok penat, pelat, sistem lipat, cangkang, dst)
maupun dalam variasi bahan bangunan (kayu berlapis majemuk, baja, beton
bertulang, kabel serat karbon, dsb).
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Struktur banguan yang tidak diselimuti sering dianggap kasar dan


belum selesai, dibandingkan dengan masa kini yang menilai keindahan makin
lama makin lebih baik dibandingkan dengan sekedar logika sistem bentuk
struktur yang berhubungan dengan bentuk arsitektur.
Pada sejarah arsitektur sistem konstruksi dan struktur bangunan pada
umumnya digolongkan atas konstruksi tiang-balok dan konstruksi kubah.
Dibandingkan dengan arsitektur masa kini, kemungkinan structural sangat
diperluas. Dengan pengertian fungsi statika pada struktur bangunan, maka
dapat diterangkan dan didimensikan pada semua konstruksi struktur bangunan.
Fungsi dan kenyataan statika dapat dipahami dengan memperhatikan
bentuk struktur bangunan. Suatu benda memiliki bobot yang harus disalurkan
ke tanah atau ke tempat tumpuan tertentu, sedangkan benda tersebut
mengalami teganggan yang menghindari perubahan bentuknya. Oleh karena
itu, benda diberi bentuk sedemikian rupa, sehingga memenuhi syarat-syarat
statika tertentu. Semua benda tersebut menggambarkan gaya-gaya yang
bekerja padanya atau fungsi statika tertentu yang dipenuhi. Atas dasar kejadian
ini, dapat dinilai benda tertentu sebagai sesuatu yang pasif atau sebagai sesuatu
yang aktif seperti mereka merupakan makhluk yang ditekan, ditarik,
dibengkokkan, atau diputar.
Penilaian ini adalah ciri khas pola antropomorf atau teori empati
mengibaratkan secara tidak sadar semua benda dengan badan atau bagian
badan manusia.
Dalam hubungan dengan bentuk struktur bangunan lebih diutamakan
istilah tugas daripada fungsi karena fungsi adalah istilah yang mengandung arti
berbeda-beda sebagai berikut :

Fungsi tugas menentukan aturan yang mendayagunakan hubungan


antara fungsi dan tugas.
Fungsi bentuk bangunan yang mendayagunakan bentuk bangunan
dalam hubungannya dengan fungsinya. Atau bentuk mengikuti fungsi
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

(Sullivan) yang berarti fungsi diperuntukkan bagi tujuan tertentu, yaitu


bentuk bangunan.
Fungsi konstruksi

yang

mendayagunakan

konstruksi

dalam

hubungannya dengan daya tahan, masa pakai terhadap gaya-gaya dan


tuntutan fisik lainnya.
Struktur bangunan menentukan

aturan

yang

mendayagunakan

hubungan antara konstruksi dan bentuk.

2.2

Struktur Bangunan dan Arsitektur


Struktur bangunan memecahkan dua persoalan, persoalan teknik dan persoalan
estetika termasuk pembentukan ruang. Persoalan teknik adalah kekukuhan gedung
terhadap pengaruh luar maupun beban sendirinya yang bisa mengakibatkan perubahan
bentuk atau robohnya gedung. Persoalan estetika merupakan persoalan arsitektur yang
agak sulit ditentukan, yaitu keindahan gedung secara integral, serta kualitas arsitektur.
Pilihan struktur banguna tertentu yang murni atau sebagai kombinasikombinasi dan bagian bangunan kelengkapan yang bukan hanya membagi ruangruang di dalam gedung, melainkan juga membagi ruang luar dan ruang dalam.
Struktur dirancang untuk berfungsi sebagai kesatuan secara keseluruhan dan
sebagai serangkaian unsure yang berbeda-beda. Jenis-jenis beban yang diperkirakan
disertakan untuk menampilkan struktur yang mengungkapkan hakikat bangunan serta
mengidentifikasi dan mencerminkan tujuan pembangunan sebagai suatu wadah untuk
interaksi berbagai system kegiatan yang berbeda.
Definisi struktur dalam konteks hubungannya dengan bangunan adalah sebagai
sarana untuk menyalurkan beban dan akibat penggunaannya dan atau kehadiran
bangunan ke dalam tanah ( Scodek, 1998 ).
Menurut Sutrisno, 1983 ; terdapat 5 ( lima ) golongan bentuk struktur yaitu
struktur massa, struktur rangka, struktur permukaan bidang ( struktur lipatan dan
cangkang ), struktur kabel dan boimorfik.
Dalam struktur rangka memungkinkan suatu multifungsional pemakaian dari
fasilitas, suatu atap yang dapat dipindahkan menjadi suatu kondisi tambahan dari
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

disain yang baru. Atap telah dirancang untuk cahaya alami untuk menjangkau
halaman rumput, atap pada Stadion ini juga dapat di buka dan di tutup. Pada keadaan
tertutup atap menutup semua bidang atas dan pada keadaan terbuka atap hanya
menutupi bagian atas tempat duduk penonton.
Bahan atap bangunan yang unik yaitu terbuat dari alumunium yang dilapisi
fiber berserat tinggi yang mampu menahan air hujan jika sewaktu-waktu terjadi hujan
pada saat stadion ini dipakai maka atap ini secara otomatis akan menutup dan pada
cuaca cerah atap ini akan melipat dengan bantuan rel penggerak yang mampu me;lipat
dan menarik atap tersebut agar dapat brergerak sesuai dengan kondisi cuaca yang
sedang berlangsung.
Tribun tempat duduk penonton terbuat dari beton denagn rangka bidang dan
rangka batang sebagai struktur penahan cantilevernya. Alas bangunan atau tempat
hantaran rumput untuk stadion juga terbuar dari rangka beton yang dikombinasikan
dengan struktur rangka ruang. Pada dasarnya bangunan ini menggunakan baja dan
beton sebagai struktur utamanya. Dengan pelapis yang tahan api.
Elemen struktur terbagi atas tiang penyangga, kabel tarik, rangka batang,
rangka bidang, rangka ruang, rel penggerak penutup atap, sistem atap lipat. Tiang
penyangga. Reaksi-reaksi akan timbul pada tumpukan kabel agar keseluruhan kabel
berada dalam keseimbangan. Sederetan kabel dihubungkan dengan elemen.

2.3. Konstruksi Rangka Ruang


Arsitektur masa kini harus dapat memahami kekhasan seni teknik.
Menyebarkan beban, membagi-bagikan gaya, menyusutkan momen, menggunakan
secara maksimum bahan bangunan makin lama makin mewarnai pekerjaan para
arsitek dan insinyur. Semua langkah ini merupakan ciri bentuk konstruksi baru
struktur ruang.
Struktur ruang sampai batas tertentu dapat dianggap sebagai pemekaran
system terali tradisional dalam ruang. Pada system terali tradisional, semua garis kerja
gaya terdapat pada satu bidang. Sebaliknya dalam struktur ruang, garis kerja gaya
menyebar, bercabang-cabang dalam ruang. Sebagian besar tegangan menjadi
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

seimbang dan membentuk secara nyata suatu medan gaya yang homogeny tanpa titik
beban khusus, serta kepada struktur member daya tahan yang besar tehadap
pembebanan luar. Tegangan dalam menyusut dan bersamaan dengan ini bagian yang
penting dari elemen tarik dan tekan juga menyusut yang mengakibatkan penghematan
bahan bangunan yang tidak sedikit.

Gambar 2.4.1 Struktur Ruang Baja


Sumber : Makowski, Z.S, Konstruksi Ruang Baja

Pemakaian baja untuk bahan pemebentukan struktur ruang menambah lagi


keuntungan seperti dinyatakan di atas, karena logam ini mempunyai daya tahan yang
besar tehadap patahan yang disebabkan oleh berbagai beban penggerak mekanis. Pada
masa ini tidak jarang ditemukan atap atau dinding yang dibangun dengan bentuk
struktur ruang baja. Fabrikasi dan pembakuan elemen bangunan, pemakaian jumlah
pekerja yang lebih kecil bukan ahli adalah factor lain yang mengakibatkan
penghematan yang lebih besar dan menyebabkan makin besarnya minat terhadap
struktur ruang ini.
Masa dan ruang yang berdimensi tiga pada arsitektur dapat dialami dalam dua
perwujudan yaitu :
a.

Massa, dipandang dari luar dan dari bidang batasan yang membentuk benda
tersebut. Oleh karena itu, massa adlah setiap benda arsitektur tanpa
memperlihatkan bobotnya dan apakah benda arsitektur tersebut adalah utuh atau
berongga.

b.

Ruang, dari dalamnya dengan bidang batasan yang membentuk ruang


tersebut. Bobotnya tidak berarti tetapi isinya yang diperhatikan. Lubang pada
bidang batasan merupakan transformasi yang mencerminkan kemungkinan
memahami antara masa yang dipandang dari luar dan ruang yang dialami dari
dalam.
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Pengalaman ruang dan masa merupakan pengaturan tertentu dalam daya tanggap
badaniah. Aturan ini adalah bagian dari segala daya tarik alam disekitar kita
(lingkungan alam maupun buatan).
Pada masa yang terbatas maupun tidak berbatas terkandung segala unsur atau
benda dari ilmu ukur, yaitu ; titik, batang horizontal atau vertikal serta bidang serta
bidang horizontal atau vertikal. Dalam hal ini patokan dan aturan (penyusunan) ilmu
ukur dapat kita gunakan untuk menggambar morfologi pada konstruksi dalam
kerangka teknik bangunan dan perlengkapan. Menurut pola dasar pembangunan yang
ingin menciptakan ruang, maka kita membedakan antara bidang batasan ruang yang
vertikal dan bidang vertical horizontal.
a.

Vertikal, berarti beban dari bagian bangunan ini dapat disalurkan kepada
bagian bangunan bawahnya, yaitu pondasi dan tanah. Sekaligus juga bagian
banguan ini berfungsi sebagai batasan samping antara ruang-ruang.

b.

Horizontal, berarti tindakan yang membatasi ruang-ruang diatas dan


dibawah. Beban harus disalurkan ke bagian banguan vertikal tertentu dan balok
maupun pelat lantai akan timbul tegangan lengkung.

2.4. Kisi Balok Dan Rangka Ruang


Jika pada konstruksi bidang datar semua elemen pendukung dibatasi
tempatnya oleh satu bidang yang sama, pada konstruksi ruang elemen itu dapat
ditempatkan pada sembarang arah dalam ruang. Kuda-kuda atap tradisional dan portik
adalah contoh khas dari system lama. Keduanya hanya tahan terhadap gaya yang
bekerja pada bidangnya.
Kubah merupakan contoh khas dari struktur ruang, sebuah contoh yang tidak
dapat dianggap sebagai system bidang dan lebih-lebih lagi tidak dapat dihitung
menurut system itu. Semua gaya luar dapat bekerja pada sembarang sudut dan arah.
Struktur ruang dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok utama sebagai
berikut :

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

10

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

1. Struktur terali yang terdiri atas rangkaian batang yang disatukan satu
dengan lainnya oleh titik simpul
2. Struktur dengan selaput logam, elemen penutup pada struktur ini turut
menahan gaya luar.
3. Segala macam konstruksi gantung
Kubah terali, busur tong terali, dan kisi dua lapis merupakan conoth khas
kelompok satu. Atap kabel, contoh khas konstruksi gantung. Dia antara konstruksi
selaput dapat disebut konstruksi lipat.

Gambar 2.4.1.1 Rangka Ruang


Sumber : Makowski, Z.S, Konstruksi Ruang Baja

Yang paling menarik perhatian para arsitek ialah kenyataan bahwa struktur
ruang memungkinkan mereka menciptakan arsitektur bentuk dan matra yang baru
yang sama sekali berbeda dengan yang kita kenal selama ini. Berkat prefab dan
pembakuan elemen bangunan, harga bangunan menurun, pekerjaan di lapangan
menjadi lebih sederhana dan lebih cepat terselesaikan. Pernganjur struktur ruang
menganggap struktur ini member mereka kebebasan yang lebih besar dalam
pembentukan konsep, member kemungkinan mengungkap yang lebih luas dalam
mewujudkan karya bangunan yang keindahannya tak terbayangkan sampai sekarang.
Dalam keseluruhan bentuk kostruksi baru membuka jalan kearah suatu
arsitektur yang logis dan berfungsi. Proses konstruksi yang modern, pemunculan
macam-macam bahan-bahan yang baru dan kemajuan yang dicapai sebagai hasil
penelitian industry dengan pasti menimbulkan perubahan yang besar, juga dalam
arsitektur. Di pihak lain, penelitian yang melanjut diperindustrian logam untuk
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

11

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

memperbaiki produksi dan kehadiran baja berdaya tahan yang besar yang pada saat ini
telah dapat kita gunakan membuka jalan pada kita untuk menghadapi masa depan
struktur baja dengan mantap.
Untuk pelaksanaan kerangka bangunan dari berbagai jenis struktur ruang, baja
ternyata merupakan bahan yang sangat ekonomis jika segala keunggulannya
dimanfaatkan dengan seksama dan nalar. Pengaruh struktur ruang yang cukuo besar
terhadap perkembangan arsitektur seyogyanya tidak mengejutkan kita karena
bangunan berkembang sejalan dengan kemajuan ilmu dan teknik.
Ada beberapa macam struktur kisi yang dipakai dalam kostruksi. Yang paling
terkenal dan yang paling sering dijumpai dalam praktek adalah kisi segi empat
panjang yang baloknya bersilangan tegak lurus dan sejajar dengan tembok
pendukung. Pada kebanyakan kasus, hal yang paling sering terjadi adalah kisi
ditopang pada keempat sisinya.pemakaian balok kisi tidak terbatas pada kosntruksi
segala macam lantai. Kisi ini juga dipakai jika lantai dan atap yang tipis harus
menjangkau bentang yang besar : pabrik, hangar, gudang, museum, balai pertemuan,
dan sebagainya.

Gambar 2.4.1.2 Rangka Ruang dengan kisi balok


Sumber : Makowski, Z.S, Konstruksi Ruang Baja

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

12

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Sekarang telah mejadi kebiasaan untuk membiarkan terbuka kerangka


pendukung suatu konstruksi. Kisi itu sendiri dapat member kesan yang sangat
dekoratif. Terlepas dari bentuknya yang enak dipandang berkat pengelompokan
jaringan balok yang dapat dikatakan rapat, kisi itu membuat akustik ruang lebih baik,
ini adalah salah satu segi yang harus dipertimbangkan secara serius pada gereja,
teater, bioskop, balai pertemuan.

Daya guna struktur ruang pada umumnya terletak pada kesanggupan untuk
menyebarkan sebanyak-banyaknya segala pengaruh terpusat dari beban. Kebanyakan
struktur yang ditemukan dalam praktek terdiri atas sejumlah besar elemen yang dirakit
berbentuk terali. Berkat pemasangan ini, gaya dalam yang berpengaruh pada titik
tertentu dari bangunan tidak hanya ditopang oleh elemen lengkung yang langsung
dibebani, tapi juga oleh elemen lain yang terletak pada jarak yang cukup jauh dari
beban tersebut. Tegangan tinggi di dalam elemen yang dibebani langsung berkurang
pada saat tegangan dalam unsur lain meninggi. Dengan demikian ada penyebaran
tegangan yang lebih merata dari keseluruhan struktur.

Gambar 2.4.1.3 kombinasi struktur balok beton dengan


kisi baja
Sumber : Makowski, Z.S, Konstruksi Ruang Baja

Kisi balok pada umumnya digunakan untuk menutup permukaan yang besar
tanpa tiang antara, namun kisi ini sama ekonomisnya untuk bentangan pendek. Setiap
masalah harus diteliti secara terpisah, kondisi dan pembebanan sering menentukan.
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

13

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

2.5. Teori Struktur Kabel


Struktur kabel merupakan salah satu struktur furnicular, yaitu struktur yang
hanya mendapatkan gaya tarik atau gaya tekan saja. Struktur kabel telah digunakan sejak
abad pertama SM di China pada jembatan yang menggunakan rantai, kemudian sekitar
tahun 70 SM struktur kabel digunakan sebagai atap amphitheatre Romawi. Kemudian di
Eropa pada tahun 1218 struktur rantai tergantung pernah dibangun di Alpen, Swiss.
Sedangkan penggunan struktur kabel pada bangunan gedung baru dimulai pada tahun
1896, yaitu pada pembangunan paviliun untuk pameran Nijny-Novgorod yang didesain
oleh V. Shookhov.
Struktur kabel bekerja berdasarkan gaya tarik, menggunakan sistem statis
tertentu, dimana M=0, H=0, V=0. Pada sistem struktur dituntut sistem yang stabil
dengan kabel yang tegang. Dalam hal ini baja menjadi suatu elemen utama dalam
struktur kabel disebabkan baja memiliki daya tarik tinggi sehingga dapat membentangi
jarak yang besar. Kabel adalah fleksibel karena ukurannya dari sisi kecil dibandingkan
dengan panjangnya. Fleksibel menunjukkan daya lengkung yang terbatas. Karena
tegangan-tegangan lengkung tidak sama, dapat diatasi oleh fleksibelnya kabel. Bebanbeban yang dipikul oleh batang-batang tarik terbagi diantara kabel-kabel. Masing-masing
kabel memikul beban dengan tegangan yang sama dan di bawah tegangan yang
diperkenankan. Berikut ini mekanisme kabel dalam memikul beban.

1. kabel dengan beban simetris


Lenturan yang besar menambah panjang kabel, tetapi tegangan menjadi lebih
2. Penunjang kabel diperlukan
renda sehingga dapat dipakai kabel dengan potongan lintang yang kecil. Sebaliknya
apabila lenturannya kecil, panjang kabel dapat berkurang, tetapi tegangan menjadi lebih
besar, jadi diperlukan kabel dengan potongan lintang yang besar. Yang paling ekonomis
adalah dengan mengambil lenturan dengan sudut 45.
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

14

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

1. Garis katenari pembebanan merata sepanjang kabel


2. Garis pada pembebanan horizontal merata

Apabila beban diperbanyak, maka kabel-kabel dengan garis-garis lurus karena tegang
membentuk segi banyak. Bentuk segi banyak itu disebut funicular polygon (dalam
bahasa inggris). Kombinasi berbagai beban akan memberikan bentuk kombinasi dimana
beban terbesar akan memberikan bentuk yang dominan. Bentuk pelengkung untuk beban
yang sama merupakan kebalikan sederhana dari bentuk yang telah disebutkan di atas.
Besar gaya yang timbul pada kabel bergantung pada tinggi relatif bentuk funicular
dibandingkan dengan panjangnya. Selain itu, besarnya juga bergantung pada lokasi dan
besar beban yang bekerja (lihat gambar di bawah).

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

15

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Contoh Bangunan Dengan Pemakaian Sistem Struktur

Semakin tinggi kabel, berarti semakin kecil gaya yang akan timbul dalam
struktur, begitu pula sebaliknya. Gaya reaksi yang timbul pada ujung-ujung kabel juga
bergantung pada parameterparameter tersebut. Reaksi ujung mempunyai komponen
vertikal dan horizontal yang harus ditahan oleh pondasi atau elemen structural lainnya,
misalnya batang tarik.
Keuntungan dan Kelemahan Struktur Kabel
1. Keuntungan struktur kabel :
a. Elemen kabel merupakan elemen konstruksi paling ekonomis untuk menutup
permukaan yang luas
b. Ringan, meminimalisasi beban sendiri sebuah konstruksi
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

16

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

c. Memiliki daya tahan yang besar terhadap gaya tarik, untuk bentangan ratusan
meter mengungguli semua sistem lain
d. Memberikan efisiensi ruang lebih besar
e. Memiliki faktor keamanan terhadap api lebih baik dibandingkan struktur tradisonal
yang sering runtuh oleh pembengkokan elemen tekan di bawah temperatur tinggi.
f. Dari segi teknik, pada saat terjadi penurunan penopang, kabel segera menyesuaikan
diri pada kondisi keseimbangan yang baru, tanpa adanya perubahan yang berarti
dari tegangan.
2. Kelemahan struktur kabel
Pembebanan yang berbahaya untuk struktur kabel adalah getaran. Struktur ini
dapat bertahan dengan sempuna terhadap gaya tarik dan tidak mempunyai
kemantapan yang disebabkan oleh pembengkokan, tetapi struktur dapat bergetar dan
dapat mengakibatkan robohnya bangunan.
(sumber: Trilistyo, Hendro. Struktur Kabel pada National Athletics Stadium Bruce,
Australia)

BAB III
ANALISA
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

17

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

3.1.

Struktur Rangka Ruang


a. Aplikasi Teori
Struktur rangka batang banyak digunakan untuk berbagai jembatan ataupun
bangunan yang memerlukan ruang dalam luas yang bebas kolom. Tidak sepeerti
kebanyakan struktur bentang lebar lainnya, struktur rangka batang kurang memiliki
bentukan yang bernilai estetika tinggi. Tetapi struktur rangka batang juga bias
memiliki nilai estetika yang tinggi apabila dalam pengaplikasiannya dipadukan
dengan struktur bentang lebar yang lain sehiingga akan terlihat kompleks dan
memiliki estetika tinggi. Struktur kabel yang paling banyak digunakan untuk atap
stadion olah raga dikarenakan stadion olah raga memang memerlukan ruang yang
bebas kolom pada bagian dalamnya maupun pada gedung-gedung pertunjukan dan
perkantoran.

Gambar: Aplikasi struktur rangka batang


pada arena hokey

b. Penerapan
Penerapan struktur rangka batang tidak lepas dari prinsip-prinsip berikut ini:
Prinsip Triangulasi
Prinsip utama yang mendasari penggunaan rangka batang sebagai struktur
pemikul beban adalah penyusunan elemen menjadi konfigurasi segitiga yang

menghasilkan bentuk stabil.


Gaya Batang
Dimana setiap struktur atau setiap bagian dalam struktur harus dalam kondisi
seimbang. Gaya-gaya batang yang bekerja pada titik hubung rangka batang pada
semua bagian struktur harus berada dalam keseimbangan. Prinsip inilah kunci

utama dari analisis rangka batang.


c. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan system struktur rangka batang, beberapa hal utama yang menjadi

fokus analisa meliputi:


Batang Tarik
Batang Tekan
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

18

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Untuk batang tekan, harus diperhitungkan adanya kemungkinan keruntuhan tekuk


(buckling) yang dapat terjadi pada batang panjang yang mengalami gaya tekan.
Untuk batang tekan panjang, kapasitas pikul-beban berbanding terbalik dengan
kuadrat panjang batang. Untuk batang tekan yang relatif pendek, maka tekuk bukan
merupakan masalah sehingga luas penampang melintang hanya bergantung
langsung pada besar gaya yang terlibat dan teganagan ijin material, dan juga tidak

bergantung pada panjang batang tersebut.


Batang Berukuran Konstan atau Tidak Konstan
Bila batang tepi atas dirancang sebagai batang yang menerus dan berpenampang
melintang konstan, maka harus dirancang terhadap gaya maksimum yang ada pada
seluruh batang tepi atas, sehingga penampang tersebut akan berlebihan dan tidak
efisien. Agar efisien, maka penampang konstan yang dipakai dikombinasikan
dengan bagian-bagian kecil sebagai tambahan luas penampang yang hanya dipakai

pada segmen-segmen yang memerlukan.


Pengaruh Tekuk terhadap Pola
Ketergantungan kapasitas pikul beban suatu batang tekan pada panjangnya serta
tujuan desain agar batang tekan tersebut relatif lebih pendek seringkali

mempengaruhi pola segitiga yang digunanakan.


Pengaruh Tekuk Lateral pada desain batang dan susunan batang.
Jika rangka berdiri, maka ada kemungkinan struktur tersebut akan mengalami
tekuk lateral pada seluruh bagian struktur. Untuk mencegah kondisi ini maka
struktur rangka batang yang berdiri bebas harus dihindari.

d. Contoh Gambar

Gambar: Struktur rangka batang pada


bangunan hotel resort internasional
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

19

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Gambar: Struktur rangka batang kayu pada


bangunan

Gambar. Elemen dasar pembentuk sistem rangka ruang


Sumber: Schodek, 1999

sistem mero

sistem space deek

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

20

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

sistem triodetic

sistem unistruf

sistem unibat

sistem nodus

sistem oktaplatte

NS space truss

Gambar. Macam-macam sistem rangka ruang


Sumber: Schodek, 1999

3.2. Struktur Kabel


a. Aplikasi Teori
Pada awalnya struktur kabel banyak digunakan untuk berbagai jembatan,
seperti suspension bridge, cable stayed bridge, dan lain-lain, tapi kini para arsitek pun
dapat mewujudkan idenya melalui struktur kabel untuk mewujudkan ruang dalam
yang sangat luas, tanpa kolom, tapi tetap mempunyai kesan ringan, anggun,
transparan dengan bentuknya yang unik. Struktur kabel yang paling banyak digunakan
untuk atap stadion olah raga dikarenakan stadion olah raga memang memerlukan
ruang yang bebas kolom pada bagian dalamnya. Kombinasi struktur kabel dan tekstil
merupakan solusi bagi keperluan untuk perancangan atap stadion olah raga yang dapat
digerakkan tutup buka. Sedangkan rancangan gedung masa kini makin banyak yang
menggunakan struktur kabel sebagai suspended cable untuk dinding kaca dengan
bidang yang luas, atau sebagai supported cable untuk rancangan atap kaca.

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

21

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Rangka atap baja ditarik oleh kabel-kabel yang


dikaitkan pada tiang penggantung

Gambar: Aplikasi struktur kabel pada jembatan

b. Penerapan
Beberapa sistem stabilisasi yang dapat digunakan untuk mengantisipasi deformasi
pada struktur kabel antara lain :
1. Peningkatan beban mati
Stabilisasi ini dilakukan dengan penerapan material dengan berat yang
memadai dan merupakan material yang homogen sehingga diperoleh beban yang
terdistribusi merata.
2. Pengaku busur dengan arah berlawanan (inverted arch)
Stabilisasi dengan pengaku bususr atau kabel ini berusaha mencapai bentuk
yang kaku dengan menambah jumlah kabel sehingga kemudian menghasilkan suatu
jaring-jaring (cable net structure).
3. Penggunaan batang-batang pembentang (spreader)
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

22

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Stabilisasi ini menggunakan batang-batang tekan sebagai pemisah antara dua


kabel sehingga menambah tarikan internal didalam kabel.
4. Penambatan/pengangkuran ke pondasi (ground anchorage)
Sistem ini hanya berlaku bagi kabel karena adanya gaya-gaya taik yang
dinetralisir oleh pondasi sehingga menghasilkan stabilisasi.Pada pondasi terjadi
tumpuan tarik akibat perlawanan gaya tarik kabel.
5. Metoda prategang searah kabel (masted structure)
Ciri utamanya adalah tiang-tiang dan kabel yang secara keseluruhan
membentuk suatu struktur kaku. Kabel ditempatkan pada keadaan tertegang dengan
jalan memberikan beban yang dialirkan searah kabel.
c. Pelaksanaan
Beberapa aspek penting untuk proses pembangunan struktur kabel meliputi hal-hal
sebagai berikut :
Form finding, bentuk geometri struktur kabel
Hitungan dan sistem pemberian gaya prategang
Penentuan tipe dan jenis bahan kabel
Penentuan panjang terpotong kabel dengan tepat
Perancangan bentuk dan detil pemegang kabel
Pemilihan pelindung terhadap bahaya korosi
Proses pabrikasi dan pemasangan
Untuk merancang dan melaksanakan pelaksanaan struktur kabel, penguasaan ketujuh
aspek teknis ini memerlukan kerja sama erat antara insinyur struktur dan arsitektur.
Berbeda pada bangunan standar, bentuk struktur kabel yang unik memerlukan peranan
insinyur struktur lebih dominan daripada arsitek. Sangat mendasar bila insinyur
struktur tersebut mengerti akan segi estetika dari bentuk.
d. Contoh Bangunan

Gambar: National Athletics


Stadium
STRUKTUR KONSTRUKSI
DAN UTILITAS V
(Bruce Stadium)

23

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Gambar: Hubungan tiang penggantung,


kolom
dan rangka atap

Gambar: Angkur batu

Alir pembebanan gaya

Structural Action (Aksi


Struktur)

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

Gambar: Struktur rangka batang kayu


pada bangunan jembatan

24

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

BAB IV
KONSEP STRUKTUR

4.1. Modul Bangunan


Dalam bangunan gedung olah raga serba guna bertarap internasional ini
memerlukan sirkulasi yang lebih besar dari 30%, karena pengunjung yang masuk lebih
banyak dan waktu gerakan lebih cepat, luasan yang menjadi sirkulasi sekitar 50%.
( Sistem atap menggunakan Truss Baja dengan cakupan bentangan 25 sampai
120 ( 7 sampai 36 meter ), Sumber : D. K. Ching; dan Adam, Cassandra. Ilustrasi

Konstruksi Bangunan. Jakarta : Erlangga )


Modul tersebut diperoleh dari kelipatan :

ruang

gerak

individu

0.8

m2/orang
a. Ukuran ruang gerak 1 orang : 0.8 x 0.8 m2
b. Berdasarkan studi literatur : bentang 7 m tidak ekonomis, sebaiknya 8 m,
sehingga baja tulangan tidak banyak terbuang

( Hartono Puerbo, 1999,

35)

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

25

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

4.2 Pola Kolom


Kolom adalah batang vertical dari rangka (frame) stuktural yang memikul beban
dan balok, kolom merupakan komponen tekan, maka apabila pada salah satu kolom
yang runtuh maka akan menyebabkan runtuh lantai yang bersangkutan atau juga runtuh
lokal. Oleh karena itu dalam merencanakan kolom perlu lebih waspada, yaitu dengan
memberikan kekuatan cadangan yang lebih tinggi dari balok terlebih lagi karena
keruntuhan tekan tidak memberikan peringatan yang cukup jelas. Pada kolom dapat
diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan susunan tulangannya, posisi beban pada
penampangnya dan bentang kolom pada hubunganya dengan dimensi letaknya.
Bentuk dan susunan tulang pada kolom dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu :
1.

Kolom segi empat atau persegi dengan tulangan memanjang.

2.

Kolom bundar dengan tulangan memanjang dan tulangan lateral berupa


sangkar atau spiral

3.

Kolom kompotitif yang terdiri atas beton dan profil baja stuktural
didalamnya.

4.3 Bahan Struktur

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

26

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Kolom berupa kolom beton bertulang konvensional, yakni batang vertical dari
rangka structural yang memikul beban dan balok, kolom merupakan komponen tekan,
maka keruntuhan pada satu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan
lantai runtuh.
Kolom juga merupakan tempat untuk menyalurkan gaya (P) dari arah vertical,
horizontal, dan geser dari rangka struktur yang memikul beban yang ada diatas. Sesuai
dengan modul denah radial yang melingkar maka kolom berpenampang bulat, Karena
Bentuk kolom yang bulat dapat menerima hubungan balok dari sisisisinya.
Beban vertical yang diterima pada bangunan tingkat tinggi adalah:
a.

Beban mati

b.

Beban hidup

c.

Beban angin

d.

Beban sementara

e.

Beban struktur
Halhal yang perlu diperhatikan dalam pembalokkan adalah lebar balok,
tinggi balok, tegangan geser lentur dan tegangan pada perletakkanya. Pembalokkan
yang akan digunakan pada bangunan ini adalah system pembalokkan yang terdiri dari
balok induk dan balok anak, dengan menggunakan pola pembalokkan grid dua arah,
tujuannya yaitu untuk mendapatkan struktur bangunan yang kuat dengan gaya gaya
vertical dan horizontal.
Penentuan dimensi balok berdasarkan asumsi yaitu diambil ukuran 50x80 cm,
hal ini berdasarkan pertimbangan akan struktur yang digunakan dan dengan
pertimbangan tinggi bangunan. Menggunakan perbandingan dengan bangunan 3 lantai.

4.4 Sistem Dasar Struktur Bangunan


Struktur bangunan yang digunakan pada bangunan ini adalah ini adalah
kombinasi Struktur Rangka Ruang, dan Struktur Kabel :
Pada struktur rangka kabel kekuatan utamanya untuk menahan gaya lateral yang
ditimbulkan oleh beban hidup dan beban mati.

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

27

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

Struktur rangka ruang, ( Trus jenis Crescent mempunyai batang atas dan bawah
melengkung naik dari titik ujungnya) sebagai penopang atap diaplikasikan guna
memenuhi kebutuhan ruang degan bentang yang lebar.

4.5 Pondasi
Jenis Pondasi yang digunakan pada bangunan ini adalah kombinasi antara
pondasi tiang pancang dan pondasi setempat, dengan pertimbangan pondasi tiang
pancang sebagai pondasi utama struktur bangunan dan pondasi setempat sebagai
pemikul struktur .

4.6 Atap
Atap yang digunakan merupakan jenis atap yang mampu memasukan banyak
sinar matahari (trasparan), sehingga pada siang hari semua permainan dapat dimainkan
berlangsung dengan baik tanpa menggunakan bantuan pencahayaan buatan. Karena itu
dipilih bahan atap trasparan yakni Solarite dari sebagian atapnya. Disamping mudah
dalam pemasangan juga mudah dalam perawatan apabila terjadi kerusakan.

Gambar Atap KALZIP

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

28

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

4.7 Dinding

Dinding
Dinding Luar Kaca Rangka Dan Beton. Dinding luar bangunan terdiri dari rangka
stainles stell dan kaca dengan ketebalan kaca 0.06 mm, total ketinggian dan lebar
rangka kaca termasuk rangka stainles dan pelapis (karet).

Dinding luar beton dengan bahan batu-bata,dengan tebal dinding 0.15 m + wallpaper :

0.02 cm
Keterangan
Tinggi Dinding Rangka ( rangka + kaca) : 2.83 m
Berat perblok rangka (1. blok =0.76 / 2.83 m)
adalah : 10.5 kg
Dinding Kaca Rangka stainles
Panjang total dinding luar beton yang digunakan pada bangunan adalah : 180 m (dari
Lt.1-9). Berat wallpafer tidak dihitung karena diangap ringan dan tidak berpengruh
pada dinding.
4.8 Sistem Sirkulasi Vertikal

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

29

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

4.9 Utilitas Bangunan


1.

Instalasi Komunikasi
Sistem komunikasi telephon dibagi menjadi 2 bagian :
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

30

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

a) Intern : digunakan untuk berkomunikasi intern pengelola bangunan


b) Ekstern : digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak di luar bangunan.
Untuk Komunikasi Ekstern menggunakan 2 jalur, yakni jaringan
telepon danInternet.

2.

Instalasi Listrik
Sumber daya listrik didalam bangunan diperoleh dari :

3.

a.

PLN

b.

Gen-set (Generator set)

Saluran Air Bersih


Sumber air bersih diambil dari PDAM kota Palangka Raya yang dapat diakses
langsung di lingkungan site. Untuk distribusi air bersih di dalam bangunan digunakan
sistem down feed :
Merupakan pendistribusian dengan berdasarkan sistem gravitasi bumi, yaitu air di
pompa keatas dalam tangki penampung disalurkan ke tempat yang
membutuhkan dengan secara gravitasi bumi, memakai dua bak penampung , yaitu:
1.

Bak penampung yang terletak di tempat tertinggi dan terpisah dari bangunan
(berupa menara) yang bias di sebut house tank.

2.

Bak penampung yang terletak di basement (maupun di halaman) yang di sebut


suction tank

4
3

5
2

Keterangan :
1.

saluran air dari PDAM

2.

suction tank

3.

unit pompa air


STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

31

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

4.

house tank

5.

pipa pipa distribusi

4.

Saluran Air Kotor


Sistem pembuangan Air kotor yang digunakan adalah dengan menggunakan sistem
Lubang Satu Pipa.

Waste Stack dan Soil stack atau air kotor yang berasal dari dapur, meja cuci,
kamar mandi dan air

kotor yang berasal dari WC / Lavatory

dan Urinoir

digabungkan dalam satu saluran, masing-masing cabang dihubungkan dengan


vent.

Perlu dihindari air kotor mengalir dari tempat satu ke tempat yang lain yang
berdekatan.

5.

Sistem Pemadam Kebakaran


Peralatan Pemadam Kebakaran :
1.

Fire extinguisher
Merupakan botol yang berisi serbuk kimia, gas atau busa yang pad

prinsipnya dapat memadamkan apt sesuai dengan bahan apa yang terbakar. Untuk
itu ada yang dikenal dengan " multi purpose ", alat ini biasanya mempunyai berat 5
- 7 kg, cara kerja secara manual atau dioperasikan oleh manusia. Jadi tidak ada
hubungannya dengan unit-unit pemadam kebakaran lainnya. Pemasangannya
dilakukan pada tempattempat yang strategis.
2.

Hydrant boxes/Hose reel


Alat ini berupa kotak kaca yang terdapat pada dinding bangunan dan

ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis. Alat ini dilengkapi dengan selang
atau reel yang panjangnya mencapai 30 m. Cara penggunaannya yaitu dengan
memecahkan kaca pada kotak tersebut, mengambil selang/reel kernudian membuka
keran dan menyemprotkannya pada api. Hydrant boxes inibekerja atas dasar
tekanan pompa pada yang dihubungkan dengan tandon air/reservoir melalui pipa
yang bertekanan konstan. Alat hanya berfungsi untuk interior bangunan.

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

32

GEDUNG
OLAH RAGA SERBA GUNA
BERTARAP

INTERNASIONAL

STRUKTUR KONSTRUKSI DAN UTILITAS V

33