Anda di halaman 1dari 26

BAB V

STRUKTUR ATOMIK
A. Model Atom Thomson
Gagasan tentang bagian terkecil zat bermula dari spekulasi falsafah ilmuan Yunani
Leocippus dan muridnya Democritus (460-370 SM). Mereka menamakan bagian terkecil
zat adalah atom ( berasal dari atomos ; a : tidak dapat dan tomos : dibagi).
Penyelidikan tentang atom terus berkembang yang disertai dengan fakta-fakta eksperimental.
Sehingga konsep atom akhirnya dikemukakan berupa hipotesa ilmiah (tidak lagi spekulasi
falsafah). Kini konsep atom telah mapan dengan berbagai bukti yang dapat diverifikasi
tentang kebenaran ramalan-ramalan yang didasarkan pada sifat atom suatu zat.
Tahun 1897, J.J.Thomson membuktikan tentang adanya muatan listrik elementer, dan
muatan elementer itu berkaitan dengan suatu massa muatan tersebut. Jadi muatan terkecil
ini menjadi bagaian yang tak terpisahkan dari suatu zat. Muatan elementer ini, kemudian
diberi nama elektron. Karena sifatnya yang sangat mendasar dalam bangunan atom, maka
partikel ini dikategorikan sebagai zarah (partikel) fundamental.
Dengan mengetahui keberadaan elektron dalam atom, Thomson mengajukan suatu model
tentang struktur atom, Model ini kemudian, dikenal sebagai model atom Thomson yaitu ;
Atom merupakan bola bermuatan positif yang terdlstribusi merata meliputi seluruh
bola, dan elektron-elektron yang tersebar di dalam muatan positif tadi, seperti terlihat
dalam gambar 20. Model atom Thomson sering disebut model plum-pudding Thomson
karena menyerupai roti kismis. Kismis mempresentasikan elektron yang bermuatan negatif
dan diskrit dengan massa yang sangat kecil dibanding dengan atom secara keseluruhan. Roti
(tanpa kismis) merupakan bola atom dengan massa dan muatan listrik positif terbesar secara
merata.
Dalam model atom Thomson belum membicarakan tentang inti atom, tetapi tentang bola
atom. Rutherfordlah yang kemudian mengusulkan tentang konsep inti atom, setelah
melakukan eksperimen hamburan partikel alfa oleh lempeng emas tipis.

Struktur Atomik

48

B. Model Atom Rutherford


1. Eksperimen Hamburan Rutherford
Berdasarkan usul Rutherford (1911), dua orang asisten Rutherford ; Gelger dan Marsden
melakukan percobaan untuk menyelidiki bagian dalam suatu atom. Percobaan ini
menggunakan partikel alfa() sebagai peluru (proyektil) dan suatu lempeng emas tipis
(thin gold foil) sebagai sasaran (target). Partikel - adalah atom helium bermuatan +2e
yang secara spontan dipancarkan unsur radioaktif.
Geiger dan Mersden menempatkan sebuah sampel pemancar radioaftif partikel - di
belakang layar timbal yang di beri lubang kecil, sehingga menghasilkan berkas partikel -
yang tajam (terkolimasi). Berkas ini diarahkan pada lempeng emas tipis. Partikel
terhambur di deteksi dengan layar pendar (fluoresensi) zink sulfide (ZnS) yang dapat
digerakkan dan diamati dengan mikroskop, seperti terihat dalam gambar 21 berikut :

Dapat diduga bahwa partikel - dapat menembus langsung lempeng itu dengan hanya
mengalami sedikit defleksi. Perilaku sperti itu didapatkan bila kita memakai model atom
Thomson ; Dalam model ini muatan dalam atom dianggap terdistribusi secara serba sama
ke seluruh volum. lika model Thomson benar, hanya gaya listrik saia yang beraksi pada
patikel - yang menembus lempeng emas, dan momentum awalnya sudah cukup untuk
menembusnya dengan sedikit penyimpangan dari lintasan semula, 10 atau kurang.
Ternyata, pengamatan oleh Geiger dan Marsben (Gb.22), bahwa banyak partikel - yang
muncul dari lempeng itu dengan deviasi kurang dari 10 , tetapi beberapa terhambur dengan
sudut yang sangat besar. Bahkan sebagian kecil terhambur dalam arah berlawanan
dengan arah semula. Rutherford menyatakan;sangat mengeiutkan,

Struktur Atomik

49

Ibarat kita menembakkan peluru 15 inci pada kertas tipis dan peluru itu terpental
balik mengenai kita.

Rutherford tidak dapat menginterpretasikan hasil ini berdasarkan model roti kismis oleh
Thomson. Hasil eksperimen hamburan partikel - ini membawa pikiran Rutherford pada
suatu model atom yang berbeda.
Partikel - yang jauh lebih berat dari elektron dengan energi sangat tinggi (7,68 MeV) ;
Berarti terdapat gaya yang kuat yang beraksi pada partikel itu supaya terjadi defleksi besar.
Satu-satunya model atom yang ditemukan Rutherford yang dapat menerangkan hasil itu,
adalah model ; yang terdiri dari inti kecil Yang bermuatan positif merupakan tempat
terkonsentrasinya hampir seluruh massa atom dengan elektron-elektronnya terdapat
pada Jarak agak jauh dari inti, seperti dalam gambar 23. Sebagian besar dari partikel -
menembus lempeng logam itu, memberi informasi bahwa sebagian besar dari atom terdiri
dari ruang kosong (hampa). Namun bila partikel - mendekati inti atom itu akan mengalami
medan listrik yang sangat kuat dan mempunyai peluang besar untuk dihambur dengan sudut
besar. Elektron atom tersebut yang sangat ringan, hampir tidak mempengaruhi gerak
partikel - yang datang.

Struktur Atomik

50

2. Sudut Hamburan Partikel Alfa


Dalam eksperimen hamburan partikel - di atas terjadi interaksi antara muatan partikel -
(+2e) dan muatan atom sasaran (+Ze), Z : nomor atom. Dalam hal ini dianggap bahwa :
interaksi elektron atom tidak berperan (dapat diabaikan). Dan massa atom jauh lebih besar
dari partikel -, karenanya massa atom dianggap tidak bergeser ketika terjadi interaksi.
Dengan demikian, hanya gaya coulomb, yaitu gaya tolak-menolak antara partikel - dan
atom emas (keduanya bermuatan positif) yang beraksi.
Tinjau partikel - datang mendekati inti atom emas dengan jarak tegak lurus b, seperti
diberikan dalam gambar 24. Jarak b diukur dari inti atom bermuatan +Ze sampai l 1 yaitu
garis asimptot dari arah datang partikel - di x = ~. Arah asimptot ini sama dengan arah p 1,
momentum partikel - sebelum interaksl. Selain berinteraksl partlkel - terhambur menurut
asimptot l2, yaitu arah p2. Sudut antara l1 dan l2 adalah sudut hamburan Partikel - sebesar .

Struktur Atomik

51

Karena gaya Coulomb adalah gaya sentral, maka arah gaya F selalu berada dalam arah garis
hubung antara partikel - dan atom. Dengan demikian, bahwa momen gaya yang bekerja
pada partikel - selalu nol terhadap pusat atom.
Energi total sistem sebelum hamburan (di x =

E=K1+V1
114)
K1dan V1 ; energi kinetik dan energi potensial sistem sebelum hamburan. Karena inti atom
(+Ze) dianggap tidak bergerak sehingga energi kinetiknya nol. Maka seluruh energi kinetik
adalah energi kinetik partikel - . Dan karena kedudukan partikel - sangat jauh dari inti
atom, maka energi potensial sistem sama dengan nol.
Persamaan 114), menjadi

E1 = K
p12

2m

115)

Dengan analisa yang sama setelah hamburan erergi total adalah


E2

p 22
2m

116)

Tidak ada gaya luar yang bekerja pada sistem, baik partikel -, maupun inti atom. Hanya
gaya Coulomb antara partikel - dan inti atom, maka memenuhi asas kekekalan energi.
Dan diperoleh bahwa

P2=P1

117)

ini memberi arti bahwa dalam proses hamburan di atas ; hanya mengubah arah vektor
momentum, tetapi besarnya tetap (lihat Gb. 25).
Struktur Atomik

52

Dari gambar, berlaku

p
sin

1
( )
2

118)

Maka besarnya Perubahan momentum,

p 2 p sin

119)

dengan; P1 = P2=P - ,mov


selanjutnya, bahwa perubahan momentum sama dengan impuls

p p 2 p 1 F dt

120)

Struktur Atomik

53

secara teoritik interaksi berlangsung dari t = sampai t = +


,
dengan gaya F yang berubah baik besar maupun arah. Besar gaya F = F cos maka pers.
120) dan 119)
menjadi,
+

= F cos dt
t=
2p 2
sin

(121)

Transformasi vaariabel t ke
( )

, dengan mengubah batas integral dari : -1/2 ( ) dan +1/2

bersesuaian dengan harga

pada t = -

dan t = +

,sehingga

2 p sin =
2

+1
( )
2

dt
d
d

F cos

Berdasarkan

d
dt

adalah kecepatan sudut partikel

partikel

adalah konstan (tidak ada momen gaya luar),

1
= ( )
2

m r 2 =m r 2

d
=m vb
dt

(122)

terhadap inti. Momentum sudut

(123)

Persamaan (123), memberikan


d vb
=
dt r 2
(124)
Substitusikan kepersamaan (122), menghasilkan
+ ( ) /2

2 b p2

sin = F r 2 cos d
m
2 ( )/ 2

(125)

Struktur Atomik

54

Telah dijelaskan diatas, bahwa gaya F adalah gaya Coulomb antara muatan partikel

(+2e)

dan muatan atom (+Ze), yaitu


F=

1 2 Z e2
4 0 r2

(126)
Jika disubstitusikan ke persamaan (125), dan menyelesaikan integral akan diperoleh
2
2 0 p
cot =
b
2 m Z e2

(127)
Dari persamaan (115), akhirnya persamaan (127) memberikan
4 0 K
cot =
b
2
2
Ze
(128)

Ternyata sudut hamburan bergantung pada b. Sudut hamburan

makin kecil ketika b

bertambah. Untuk mendapatkan defleksi ( besar), maka partikel

hampir bertumbukan

langsung dengan inti sasaran (parameter b kecil) seperti terlihat dalam gambar 26 berikut.

Andaikan pancaran partikel


tembakan

dapat diatur menjadi tembakan satu-satu, maka untuk setiap

dapat diamati sudut hamburan

. Karena

dan konstanta-konstanta

dalam persamaan (128) diketahui, maka b dapat ditentukan. Dari berbagai harga b yang
diperoleh, maka harga yang terkecil merupakan batas jejari atom.
Tetapi penembakan satu-satu tak dapat diatur. Karena itu hal diatas untuk memperoleh b tidak
dapat dilakukan. Pendekatan harus secara statistik dengan mengamati pola distribusi intensitas
sebagai fungsi dari sudut hamburan .

Struktur Atomik

55

3.Rumus Hamburan Rutherford


Andaikan bahwa berkas partikel

terdiri dari N, partikel per detik, menumbuk lempeng

emas yang tebalnya t (Gb. 27) . Jika luas penampang lempeng adalah A, maka jumlah inti
sasaran sama dengan : A t n,n : jumlah atom persatuan volum. Dalam gambar 26 bahwa :

Struktur Atomik

56

Semua partikel

hamburan sebesar

yang mendekati sasaran dengan jarak lebih kecil dari b akan mengalami

atau lebih. Hubungan antara

(128). Ini berarti bahwa semua partikel

dengan b seperti dalam persamaan

yang berhadapan dengan penampang (

penampang hamburan)
= b 2
Untuk setiap atom yang dihambur dengan sudut

(129)

atau lebih besar dari

. Selanjutnya

bahwa fraksi ;
f=

banyaknya partikel ter h ambur dengan sudut atau lebi h


jumla h partikel datang

penampang hamburan
luas sasaran

Diperoleh
f =t n

(130)

Dari persamaan (128), (129), dan (130) didapat

Struktur Atomik

57

Ze

f = nt
cot 2
4 0 K
2

(131)

Diferensiasi persamaan (131), adalah


2

Ze

df = n t
cot 2 csc 2 d
4 0 K
2
2

(132)

(tanda negatif menyatakan bahwa f menurun jika bertambah).


Selanjutnya akan ditentukan jumlah partikel

yang terhambur antara sudut

dan

+d .
Untuk itu kita gunakan gambar 28. Tinjau suatu partikel
dan

+d

yang terhambur pada sudut

mencapai bola berjari-jari r yang tebalnya rd . Jari-jari daerah itu adalah rsin

, maka penampang seluas dS yang ditubruk partikel adalah

Struktur Atomik

58

dS=( 2 r sin ) ( rd )

4 r 2 sin cos d
2
2

(133)

Maka jumlah partikel tiap detik persatuan luas yang terhambur dalam arah antara sudut

dari

+d , menjadi
N ( )=

|df |
dS

(134)

Substitusikan persamaan (132), dan (133) ke (134), akan menghasilkan


N ( )=

n t Z2 c 4
2

( 8 0 ) r 2 K 2 sin 4

(135)

Dinamakan Rumus Hamburan Rutherford.

Beberapa hal dapat dicoba untuk mencek kebenaran rumus hamburan rutherford, misalkan oada
r0
jarak
dari lapis sasaran, dan sudut tertentu, jumlah partikel yang sampai pada
mikroskop persatuan waktu :

Berbanding lurus dengan tebal lempeng, t


Berbanding lurus dengan jumlah atom persatuan volum bahan sasaran, n
2
Berbanding terbalik dengan energi kinetik partikel kuadrat, K

2
Berbanding lurus dengan bilangan atom kuadrat, Z

Dan hubungan jumlah partikel

dengan sudut hamburan

N sin4 ( /2 )

Hasil pengukuran eksperimental oleh Geiger dan Marsden menunjukan kebenaran ramalanramalan tersebut diatas. Sehingga Rutherford menyimpulkan bahwa anggapan yang
Struktur Atomik

59

dipergunakan untuk menelaah hamburan partikel

oleh lempeng emas tipis sudah

benar.Anggapan yang terpenting adalah:

Partikel

Muatan positif atom terpusat disuatu lokasi yang sangat kecil ditengah atom.

hanya berinteraksi dengan muatan positif atom

Inilah yang mendasari anggapan bahwa muatan positif atom terkonsentrasi pada suatu inti
atom.Rutherford diakui telah menemukan inti.

4.Orbit Elektron

Model atom Rutherford yang didukung hasil eksperimen, memberi gambaran bahwa ; Atom
terdiri dari sebuah inti bermuatan positif dan masih dikelilingi sejumlahelektron pada
jarak yang relatif jauh dari inti, sehingga ato secara keseluruhan bermuatan netral.
Tinjau dinamika klasik atom hidrogen berelektron tunggal (atom paling sederhana). Menurut
model Rutherford, yaitu model planet (planetary model) dalam susunan tatasurya, seperti dalam
gambar 29 dibawah. Andaikan bahwa lintas edar elektron (orbit) elektron berbentuk lingkaran
dengan inti atom sebagai pusatnya. Maka gaya sentrifetal yang diperlukan elektron untuk
mengelilingi pusat itu diberikan oleh gaya Coulomb antara elektron dan inti, dimana gaya
sentrifetal.

Struktur Atomik

60

Dari gaya Coulomb antara elektron dengan inti (proton)


1 e2
Fc =
4 0 r2
Kedua persamaan ini memberikan

v=

e
138
4 0 mr

energi kinetik elektron


Struktur Atomik

61

K=

e2
139
8 0 r

dan energi potensial

V=

e2
140
4 0 r

maka, energi total elektron (nonreletivistik),


E=

e2
141
8 0 r

Energi total elektron berharga negatif, ini berarti bahwa elektron tidak akan mengikuti orbit
tertutup di sekeliling inti.
Pembahasan di atas menampilkan penerapan mekenika klasik (mekanika newton) pada model
atom hidrogen, dimana elektron diandaikan melakukan gerak mengelilingi atom laksana planet
mengelilingi matahari. Dalam geraknya itu elektron mengalami percepatan sentripetal.
Apakah keadaan ini dapat stabil?
Menurut teori klasik elektrodinamika, juga gambaran Newtonian ini tidak memberikan
gambaran stabil. Karena mengalami percepatan maka elektron akan memancarkan energi
elektromagnetik. Energi pancaran ini akan mengurangi energi total elektron, sehingga elektron
mengitari inti dengan radius lintasan yang makin kecil. Lintasan tidak lagi merupakan lingkaran
dengan jari jari yang sama, tetapi merupakan putaran berpilin (spiral around), seperti
terlihat pada gambar 30. Jadi, elektron mengelilingi inti dengan memancarkan energi
elektromagnetik ; dan dalam prosesnya itu pada akhirnya akan jatuh (menyatu) dengan inti
atom. Karena itu, gambaran elektron dan inti seperti planet mengelilingi matahari tidak
merupakan situasi (menurut fisika klasik).

Struktur Atomik

62

Selanjutnya, apabila memang atom berperilaku sebagai yang diberikan dalam gambaran Newton
di atas, maka panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan merupakan spektrum
kontinu. Padahal faktanya tidak demikian ; pengukurandengan spectrometer, bahwa spectrum
atom hydrogen adalah diskrit (diskontinu) atau spektrum garis (line spectra).
Hal hal di atas merupakan kelemahan atau keberatan terhadap model atom Rutherford. Dan
kemudian dijelaskan Bohr dengan mengajukan seperangkat postulat.
C.

Spektrum Atom Hidrogen

Peralatan untuk mengukur spektrum cahaya sudah berkembang sejak akhir abad ke 19. Studi
tentang spektrum dinamakan spektroskopi (kualitatif) dan spektrometri (kuantatif). Pengamatan
menunjukkan bahwa gas yang bersuhu tinggi memancarkan dengan cahaya berspektrum garis
yang memiliki keteraturan sendiri. Spektrum gas juga dapat diperoleh dengan menempatkan gas
itu di dalam suatu tabung Geisler yang diberi beda potensial tinggi. Di bawah ini diterangkan
spektrum yang dipancarkan gas hidrogen, helium, dan air raksa (mercury). Spektrum emisi ini
menunjukkan pola diskrit.

Struktur Atomik

63

Dalam pembahasan selanjutnya dibatasi pada spektrum atom hidrogen, karena hal itu akan
menyumbang pengertian tentang postulat postulat Bohr. Hasil penyelidikan dengan
spektrometer menunjukkan bahwa spektrum atom hydrogen terdiri dari deretan deretan garis.
Tiap garis menampilkan panjang gelombang tertentu seperti tampak dalam gambar 31. Deretan
deratan ini akhirnya dikenal dengan derat ; Lyman, Balmer, Paschen, Brackket, dan Pfund.
Tahun 1885 ; Balmer berhasil menemukan suatu rumus empirik sederhana dapat menyatakan
panjang gelombang garis spektrum hidrogen yang terletak di daerah spektrum tampak (visible
spectrum). Rumus empirik yang ditemukan Balmer tersebut adalah
=

3465,6 n 2 ( )
142
n2 4

dengan n = 3,4,5,..

Struktur Atomik

64

Pada gambar 32 di atas terlihat spektrum garis garis deret Balmer, yaitu :
Garis : H (merah), bersesuaian dengan n = 3 ; = 6563
H (biru),

bersesuaian dengan n = 4 ; = 4861

H (ungu), bersesuaian dengan n = 5 ; = 4340


H (ungu), bersesuaian dengan n =6 ; = 4162

H~ (ungu),

bersesuaian dengan n = ~ ; = 3464


(series limit)

Dari persamaan 142) di atas, frekuensi spektrum yang dipancarkan atom hidrogen menjadi

Struktur Atomik

65

=3,289 1015

( 14 n1 )
2

kemudian tahun 1908, Paschen menemukan suatu seri lain garis spektrum hidrogen. Seri ini
berada di daerah inframerah. Seri tersebut memiliki keteraturan yang mengikuti hubungan
seperti dalam persamaan 143), juga merupakan hasil empiris,
=3,289 1015

( 19 n1 )
2

dengan n : bilangan bulat yang lebih besar dari 3.


Dari kedua rumus empiris di atas (persamaan 143) dan 144), mengikuti bentuk
=3,289 1015

1 1

n22 n21

dalam ungkapan tersebut deret balmer diperoleh dengan mengambil n2 = 2 dan n1 > 2. Sedangkan
deret paschen apabila n2 = 3 dan n1 > 3.
Ternyata, selain kedua deret di atas masih ditemukan deret deret lain untuk spektrum atom
hidrogen. Menurut nama penemunya, maka deret deret itu dinamakan deret Lyman, Brackett,
dan Pfund. Deret Lyman berada di daerah ultraungu, sedangkan deret Brackett dan Pfund di
daerah inframerah. Kesemua deret deret ini memenuhi hubungan persamaan 145), yang
secara rinci diberikan dalam table di bawah ini.

Tabel 2. Spectral Series For Hydrogen


SERIES

SPECTRAL
REGION

Lyman

Ultraviolet

Balmer

Visible

SERIES
EQUATION
1
1 1
=R 2 2

1 n

n = 2,3,4,
1
1 1
=R 2 2

2 n

SERIES LIMIT
(N = )

911,27

3645,1

Struktur Atomik

66

Paschen

Infrared

Bracket

Infrared

Pfund

Infrared

n = 3,4,5,..
1
1 1
=R 2 2

3 n

n = 4,5,6,
1
1 1
=R 2 2

4 n

n = 5,6,7,
1
1 1
=R 2 2

5 n

8201,4

14,580

33,782

n = 6,7,8,
Selanjutnya Rydberg tahun 1890, menemukan cara yang lebih mudah untuk menangani rumus
Balmer tersebut. Dengan mendefinisikan suatu besaran baru yang dinamakan resiprok panjang
gelombang (reciprocal wavelength).
K=

Dengan definisi baru ini, maka dari rumus dalam persamaan 142) diperoleh

K=1,097 107

1 1

n22 n21
7

Tetapannya 1,097 10

)
dinamakan tetapan Rydberg, yaitu :

R=1,097 10 m

Harga tetapan Rydberg merupakan salah satu besaran fisika yang telah ditentukan dengan
ketelitian yang sangat tinggi.
Berbagai model telah dicoba untuk menerangkan rumus empirik tentang garis garis spektrum,
tetapibelum berhasil ketika itu. Panjang gelombang yang berhubungan dalam spektrum atom
hidrogen sangat berbeda dengan hubungan panjang gelombang nada dasar dan nada

Struktur Atomik

67

harmoniknya pada suatu dawai yang dijepit pada kedua ujungnya. Hal ini yang
membingungkan para ilmuan ketika itu.
Akhirnya, Niels Bohr didasarkan pada model atom Rutherford dengan mengemukakan
seperangkat postulat, dapat menjelaskan spektrum garis atom hidrogen.

D.

Model Atom Bohr

Niels Bohr seorang ahli fisika lulusan Universitas Kopenhagen muncul ditahun 1911 di
Cavendish Laboratory Cambridge University. Tidak lama Bohr berada di Cavendish Laboratory,
terutama karena gagasan gagasannya tidak sejalan dengan J.J Thomson, Direktur Laboratorium
itu.
Bohr berpendapat bahwa karena cahaya tidak perlu dipandang sebagai gelombang pada sistem
atom dan subatom, maka juga sistem atom dari mana cahaya itu berasal harus pula
terkuantisasi. Oleh karena itu mekanika Newton harus ditinggalkan dan tidak dapat digunakan
sebagai landasan untuk sistem sistem atomik.
Akhirnya Bohr muncul di Manchester University dan bekerja dengan Rutherford. Ketika itu
Rutherford sedang sibuk mempelajari hamburan partikel alfa oleh lapisan lapisan tipis Au dan
Ag. Sesudah rutherford merumuskan model atom yang didasarkan pada hasil percobaannya
tentang hamburan partikel alfa, timbul pertanyaan sejauh mana model ini dapat diperluas untuk
dapat menerangkan spektrum garis yang dipancarkan oleh atom gas tereksitasi.
Bohr memikirkan : Bagaimana mengkuantisasi sistem atom yang pada dasarnya
merupakan sistem mekanis. Jalan pikiran yang ditempuh Bohr kira kira sebagai berikut:

Karena radiasi yang dipancarkan atom itu terkuantisasi, maka seharusnya sistem atom yang
menjadi sumber pancaran radiasi itu harus terkuantisasi pula.
Apabila atom memancarkan dalam kuantum h , tentunya sistem atom akan kehilangan
energi sebanyuak itu pula.
Berkenaan dengan itu, maka beda antara energi energi beragai tingkat energi yang dimiliki
sistem atom mempumyai harga harga tertentu.

Oleh karena itu mekanika modern yang dicari berbeda dengan mekanika klasik,
khususnya tentang atom. Bahwa mekanika modern ini memungkinkan adanya beberapa keadaan
stabil dalam atom ; yaitu : Bahwa dalam keadaan keadaan tertentu elektron dalam atom
tidak memancarkan radiasi elektromagnit meskipun elektron itu melakukan gerak
melingkar (atau eliptik) mengelilingi inti atom. Hal ini tidak sejalan dengan teori
elektromagnit (teori klasik).

Struktur Atomik

68

Tahun 1913, Niels Bohr mengajukan postulat postulatnya tentang atom hidrogen
sebagai berikut :
Postulat I : atom hidrogen terdiri dari sebuah elektron yang dalam suatu orbit berbentuk
lingkaran mengelilingi inti atom, gerak elektron tersebut dibawah pengaruh gaya tarik Coloumb
sesuai dengan kaidah mekanika klasik.
Postilat II : lintasan orbit elektron dalam atom hidrogen yang mantap, hanyalah yang
mempunyai harga momentum anguler L yang merupakan kelipatan bilangan bulat dari
tetapan Planck.
L=n
n = 1, 2, 3, ...bilangan kuantum
= h/2 , h : tetapan Planck
Postulat III : dalam orbit yang mantap, elektron yang mengelilingi inti atom tidak
memancarkan energi elektromagnet. Dalam hal ini energi totalnya E, tidak berubah.
Postulat IV : energi elektromagnet dipancarkan sistem atom hidrogen, apabila suatu elektron
yang melintasi orbit mantap dengan energi Ei, pindah ke suatu orbit mantap lainnya berenergi Ef,
pancaran energi elektromagnetnya memiliki frekuensi yang besarnya sama dengan :
=

E iE f
h

Penjelasan tentang postulat diatas adalah :


Postulat I : memberikan susunan atom hidrogen, dan gaya yang bekerja antara inti atom dengan
elektron.
Postulat II : memberikan kuantisasi sistem atom, yang dikuantisasikan adalah momentum
anguler L ( kuantisasi ini juga mngkuantisasikan orbit)
Postulat III : menyatakan bahwa dalam orbit yang stabil elektron tidak memancarkan
gelombang elektromagnet.
Postulat IV : menyatakan bahwa transisi dari suatu orbit stabil ke orbit stabil lainnya, elektron
memancarkan energi elektromagnet (foton) dengan beda energi atom pada dua keadaan stabil
diatas.
Perilaku atom hidrogen menurut Bohr diuraikan sebagaiberikut:
Struktur Atomik

69

Gaya elektromagnit bekerja antara inti (muatan +Ze) dan elektron (muatan e), gaya elektrostatik
tersebut adalah gaya sentripetal, diperoleh
2

v=

1 e2
4 o mr

Dengan r : jejari orbit elektron, v : kecepatan elektron pada jejari r itu, dan m massa elektron
(massa inti M, dianggap sangat besar dibanding massa elektron m; M >> m).
Dari postulat II, memberikan
2

rn =

n2 2
m2 v 2

Sehingga diperoleh rumus kuantisasi jejari orbit, yaitu


r n=

4 o 2 2
n
me 2

Jika dihitung, dengan memasukkan semua konstanta, diperoleh


2

r n=0,53n
Untuk n = 1; r1 = ao = 0,53
ao dinamakan radius (jejari) Bohr
sehingga jejari orbit berbanding sebagai kuadrat bilangan kuantum utama
r 1 : r 2 : r 3 : =n21 : n22 :n 23 :
Dengan mengetahui jejari orbit elektron, dapat ditentukan energi elektron yang juga
terkuantisasi. Dari persamaan 141) dan 153) mengungkapkan
4

me
1
E n=
2
2 2
( 4 o ) 2 n
Demikian halnya jika dimasukkan harga harga konstanta, diperoleh
En=13,6

1
eV
2
n

Struktur Atomik

70

n, disebut bilangan kuantum utama.


Lintasan orbit terkecil diperoleh dengan n = 1, untuk lintasan orbit tersebut energi ikatan
elektron dalam atom adalah terkuat. Apabila n = ~, elektron tidak lagi mengitari inti atom,
energi ikatannya sama dengan nol, dalam keadaan seperti ini atom tersebut terionisasi.

Selanjutnya, tinjau tentang spektrum atom hidrogen. Bila elektron berpindah lintasan (transisi),
misalkan dari lintasan A (nA) kelintasasan B (nB) seperti terlihat dalam gambar 33, maka energi
foton yang dipancarkan. Dari persamaan 150) dan 156) menghasilkan
1
m e4
1
1
=
2
3 2 3
2
( 4 ) o c nB n A

Ternyata cocok dengan rumus empirik (hasil eksperimen) Balmer, lihat persamaan 142). Dengan

Struktur Atomik

71

R=

me
( 4 )3 2o 3 c

Jika dimasukkan harga harga tetapan diperoleh :


R= 1,0894 x 107 m-1
adalah sesuai dengan harga tetapan Rydberg seperti dalam persamaan 148)
Jika garis garis spektrum deret ; Lyman misalnya, terbentuk bila elektron berpindah ke lintasan
terdalam dengan bilangan kuantum n = 1. Dalam hal ini nB = 1 dan nA = 2, 3, 4 ...
Dengan penalaran yang sama untuk deret ; Balmer, Paschen, Brackett, dan Pfund. Di bawah ini
tampak diagram tingkat energi untuk atom Hidrogen.

Struktur Atomik

72

Struktur Atomik

73