Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Embriologi berasal dari kata embryo dan logos. Embryo yaitu pembentukan,
pertumbuhan pada tingkat permulaan dan perkembangan embryo. Sedangkan logos yaitu
ilmu. Jadi embriologi yaitu ilmu tentang pembentukan, pertumbuhan pada tingkat
permulaan dan perkembangan embrio. Cakupan ini meluas kepada masalah persiapan
untuk terjadinya pembuahan serta masalah pembiakan pada umumnya.

Periode

pertumbuhan embrio terdiri dari beberapa periode diantaranya yaitu: Periode persiapan.
Pada periode persiapan ini kedua indik memersiapkan diri untuk melakukan perkawinan
atau pembiakan. Gamet mengalami proses pematangan sehingga kedua induk tersebut
telah siap untuk melakukan perkawinan. Periode pembuahan, Pada periode ini setelah
kedua induk telah melakukan perkawianan, maka gamet akan melakukan perjalanan ke
tempat pembuahan yang kemudian kedua jenis gamet tersebut melakukan pembuahan.
Periode pertumbuhan awal. Setelah melakukan pembuahan antara kedua gamet tersebut,
maka terbentuklah zigot yang akan menjadi individu baru. Pertumbuhan sejak zigot
mengalami pembelahan berulang kali sampai saat embrio memiliki bentuk primitif yaitu
bentuk dan susunan tubuh embrio yang masih sederhana dan kasar. Bentuk dan susunan
tubuh embrio tersebut umum terdapat pada semua jenis hewan vertebrata. Periode ini
terdiri dari 4 tingkatan yaitu: tingkat pembelahan, tingkat blastula, tingkat gastrula, dan
tingkat tubulasi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi Gastrulasi?
2. Bagaimana proses terbentuknya gastrulasi?
3. Bagaimana proses gastrulasi pada hewan?
4. Apa definisi Neurulasi?
5. Bagaimana proses tebentuknya Neurulasi?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi gatrulasi
1

2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui proses terbentuknya gastrulasi


Untuk mengetahui proses gastrulasi pada hewan
Untuk mengetahui definisi Neurulasi
Untuk mengetahui proses Neurulasi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Gastrulasi


Istilah gastrula berasal dari kata gastrum atau gaster yang berhubungan dengan
pencernaan, karena pada tingkat ini terbentuk rongga yang kelak akan menjadi saluran
pencernaan. Rongga pada gastrula disebut gastrocoel atau archenteron. Gastrulasi
merupakan proses yang dinamis dimana daerah-daerah calon pembentuk organ pada
blastula mengalami perubahan susunan dan organisasi baru sejalan dengan pola
pembentukan organ-organ tubuh. Pada tubuh primitif embrio vertebrata pada umumnya
berbentuk silindris, dibagain depan sebagian kepala, dibagian tengah sebagai badan, dan
bagian belakang sebagai ekor. Penampang bagian tengah embrio terdapat 5 bumbung
yang berasal dari daerah calon pembentuk organ yaitu selubung epidermal yang dalamnya
terdapat bumbung neural, bumbung endoderm dan sepasang bumbung mesoderm. Semua
bagian tersebut berorientasi pada sistem sumbu panjang embrio. (Sugiyanto,1996:121)
Gastrulasi adalah proses perubahan blastula menjadi gastrula, merupakan proses yang
dinamis, terjadi gerakan-gerakan morfogenesis dengan tujuan memindahkan wilayahwilayah persumtive ke tempat yang seharusnya. Gastrulasi merupakan tahapan yang kritis
atau menentukan perkembangan selanjutnya.
Gastrula merupakan proses terjadinya diferensiasi sehingga gen mulai berperan dalam
menentukan jenis sel yang terbentuk. Pada tingkatan ini terjadi sintesis protein khusus
yang bersifat struktural maupun fungsional. Pada blastula ini tersebut belum terjadi
sehingga gastrula merupakan masa yang aktif. Tahapan gastrula merupakan penentuan
dalam perkembangan. Apabila ekspresi gen teratur sesuai dengan pola perkembangan
yang terprogram maka perkembangan hewan akan berjalan normal. (Sugiyanto,1996:122123)
2.2 proses terbentuknya gastrulasi
Gastrulasi adalah suatu proses yang dinamis, dimana berlangsung migrasi sel-sel atau
lapisan sel-sel secara terintegrasi yang dilakukan melalui berbagai macam gerakangerakan morfogenik (Yayan, 2012). Seiring dengan berlangsungnya gastrulasi, juga
berlangsung proses differensiasi. Migrasi sel-sel atau lapisan sel-sel selama gastrulasi
dimaksudkan untuk:
a. Menempatkan area perspektif endoderm ke dalam
3

b. Membungkus embrio dengan perspektif ektoderm


c. Menempakan mesoderm diatara endoderem dan ektoderm
d. Membentuk arkenteron, bakal saluran pencernaan primitif
Gastrulasi sebagai suatu proses dimana sel-sel berkembang dan bermigrasi dalam
embrio untuk mengubah masa sel dalam tahap blastokista menjadi embrio yang berisi tiga
lapisan germinal primer. Migrasi sel-sel tersebut terjadi secara terintegrasi yang dilakukan
melalui berbagai macam gerakan-gerakan morfogenik. Hasil penting gastrulasi adalah
bahwa beberapa sel pada atau dekat permukaan blastula berpindah ke lokasi baru yang
lebih dalam. Hal ini akan mentransformasikan blastula menjadi embrio berlapis tiga yang
disebut dengan gastrula. Saat blastula terimplantasi di uterus, masa sel bagian dalam
membentuk cakram pipih dengan lapisan sel bagian atas (epiblast) dan lapisan sel bagian
bawah (hipoblast). Lapisan-lapisan ini homolog dengan lapisan pada cakram embrio
burung.
Seperti pada burung, embrio manusia akan berkembang secara keseluruhan dari selsel epiblast, sementara sel-sel hipoblast membentuk kuning telur (yolk sac). Gastrulasi
terjadi melalui pergerakan ke arah dalam sel-sel lapisan atas melalui primitive streak
untuk membentuk mesoderm dan endoderm.

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Ciri-ciri umum proses gastrulasi:


Penataan kembali sel-sel embrio oleh gerakan morfogenetik
Ritme pembelahan sel diperlambat
Tidak terjadi tumbuh yang nyata
Tipe metabolisme berubah
Peran inti menjadi lebih besar
Disintesisnya protein-protein baru, melalui mRNA baru.
Proses terbentuknya gastrula yaitu: Sel-sel blastula yang mengalami invaginasi terus

tumbuh ke arah dalam sehingga blastopore akan terus terdesak ke dalam dan terbentuk
rongga arkenteron. Rongga ini membagi sel-sel yang tumbuh tersebut menjadi lapisan
endoderm disebelah dalam dan mesoderm dibagian tengah. lapisan paling luar saluran
pencernaan kita dan organ-organnya berasal dari endoderm dan sebagian besar organ dan
jaringan lain, seperti ginjal, jantung dan otot berasal dari lapisan mesoderm (Atahualpa,
2013). Lapisan bagian luar dari lapisan sel pada animal pole yang tetap berada diluar
(tidak melipat ke dalam) membentuk ektoderm. Contoh terbentuknya lapisan saraf
manusia. Ketiga lapisan tersebut kemudian disebut dengan Lapisan Germinal Embrio .

Gambar 1. Hasil akhir grastulasi


Dalam proses gastrulasi terjadi pembelahan dan perbanyakan sel terjadi pula gerakan
sel dalam usaha mengatur dan menderetkan mereka sesuai dengan bentuk dan susunan
tubuh individu, dari spesies bersangkutan. Ada dua kelompok gerakan yaitu :
1. Epiboli
Gerakan melingkup terjadi disebelah luar embrio. Berlangsung pada bakal ektoderm,
epidermis dan saraf. Gerakkan yang besar berlangsung menurut poros bakal anteriorposterior tubuh. Sementara bakal mesoderm dan endoderm bergerak, epiboli
menyesuaikan diri sehingga ektoderm terus menyelaputi seluruh ebrio. Contohnya,
Perluasan ektoderm amfibia menuju blastoporus
2. Emboli
Gerakan menyusup, terjadi disebelah dalam embrio, berlangsung pada daerah- darah
bakal mesoderm,notochord, dan pre-chorda, dan endoderm. Daerah- daerah itu bergerak
diarah blastocoel. Gerakan emboli dibagi atas 7 macam :

Involusi, gerakan membelok kedalam. Proses ini berlangsung pada bakal notochord
dari sabit dorsal yang sesuai dengan gerakan hypoblast kearah anterior, sehingga
notochord akan terletak didorso-median tepatnya persis di bawah ektoderm.

Contohnya Perpindahan lapisan luar yang masuk melalui blastoporus pada amphibia.
Konvergensi, gerakan menyempit. Terjadi di daerah bakal mesoderm kearah dorsomedian blastopore tepatnya di daerah bibir lateral. Pada akhirnya mesoderm akan

berada di kedua sisi bakal notochord.yang terletak di bibir dorsal


Invaginasi, gerakan melekuk dan melipat suatu lapisan sel. Proses ini terjadi pada
daerah hypoblast yaitu di bagian median daerah yang berbatasan dengan sabit dorsal
5

yaitu kearah blastocoel sampai bertemu dengan epiblast. Hypoblast mengalami


perpanjangan menurut poros embrio akibat adanya pertambahan jumlah sel. Daerah
terjadinya invaginasi disebut juga blastopore yang memiliki 3 bibir yaitu bibir dorsal,

ventral dan lateral. Contohnya Pembentukan archenteron pada amphioxus.


Evaginasi, gerakkan menjulur suatu lapisan. Contohnya Eksogastrulasi
Delaminasi, gerakkan memisahkan diri sekelompok sel dari keompok utama atau

lapisan asal.
Devergensi, gerakkan memencar sebaliknya dari konvergensi.
Extensi, gerakkan meluas, ini meyertai gerakkan epiboli disebelah luar , sedangkan
extensi gerakkan disebelah dalam embrio.

Gambar 2. Gerak dalam Gastrulasi

Gambar 3. Tahapan Gastrulasi

2.3 Proses gastrulasi pada hewan


Pola gastrulasi ditentukan oleh struktur dan bentuk blastula akhir. Gastrulasi dari
blastula bundar dan berongga (Coeloblastula) seperti pada Amphioxus dan katak.
Gerakan yang baku adalah invaginasi. Blastula reptile dan Aves termasuk blastula pipih
seperti cakram (diskoblastula). Gerakan yang baku adalah involusi. Pada blastula
mamalia (blastosis), gerakan yang menonjol adalah gerakan proliferasi sel yang
menyusup dan menyebar. Pada blastula padat (stereoblastula), gerakan yang menonjol
adalah delaminasi. Proses gastrulasi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Gastrulasi kelompok I:
Tidak mempunyai wilayah ekstraembrio melainkan seluruh bagian

blastula

merupakan wilayah intraembrio. Contoh: Bulu babi, Amphioxus, Amfibi.


b. Gastrulasi kelompok II:
Gastrulasi berlangsung pada suatu blastula yang merupakan diskus

atau

keping (blastodiskus atau blastoderm) yang terdiri atas bagian intraembrio dan
ekstraembrio. Ciri khas pada kelompok ini yaitu adanya alur primitif (primitive
streak). Contoh : Aves, Mamalia

1. Gatrulasi pada Bulu Babi

Telur babi mengandung sedikit yolk yang tersebar merata, sehingga yolk tidak
mengganggu pelekukan atau invaginasi dari blastula. Proses-proses gastrulasi pada
bulu babi yaitu:
a. Blastula, terdiri atas selapis sel tunggal bersilia yang mengelilingi blastosoel.
Gastrulasi dimulai dengan pembentukan lempeng vegetal. Sel-sel mesenkim
(calon mesoderm) memisah dari lempeng vegetal, berpindah ke dalam blastosoel
b. Lempeng vegetal pada gastrula awal mengalami invaginasi. Sel-sel mesenkim
mulai membentuk penjuluran tipis (filopodia)
c. Sel-sel endoderm membe5ntuk Arkenteron. Sel-sel mesenkim membentuk
persambungan filopodia antara ujung arkenteron dan sel-sel ektoderm dinding
blastosoel.
d. Gastrula akhir, kontraksi filopodia menarik arkenteron, sehingga endoderm
arkenteron akan menyatu dengan ektoderm dinding blastosoel.
e. Gastrula selesai, terbentuk saluran pencernaan fungsional, mulut dan anus.
(endoderm). Ektoderm membentuk permukaan luar bersilia.
2. Proses gastrulasi pada Amphioxus
Seperti halnya bulu babi, tipe telur Amphioxus juga isolesital. Gastrulasi
Amphioxus terjadi melalui invaginasi tetapi tanpa bantuan sel-sel mesenkim primer.
Gastrulasi amphioxus terjadi melalui invaginasi dari dinding vegetal. Sel-sel tumbuh
kedalam, mengisi rongga blastosoel menjadi endoderm dan mesoderm. Area yang
terbentuk kemudian akibat pergerakan tersebut adalah munculnya rongga arkenteron
(gastrocoel).
3. Proses gastrulasi pada Amphibia.
Gastrulasi pada Amphibi (katak) di mulai pada bakal sisi dorsal tubuh embrio,
yaitu tepat di bawah daerah equator di daerah kelabu. Sel-sel endoderm berinvasinasi
membentuk blastoporus yang membentuk celah. Tepi blastoporus disebut bibir dorsal
blastoporus. Sel-sel ini kemudian berubah bentuk menjadi panjang dan botol. Sel-sel
botol membatasi bakal gerakan sel yang terjadi pada gastrulasi embrio katak
4. Proses gastrulasi pada Aves
Hasil pemebelahan pada brung adalah suatu keping atau blastoderm yang terletak
sebagai suatu tudung atas yolk. Bagian tengah dari blastoderm terpisah dari yolk oleh
rongga subgerminal, sehingga tampak terang dan disebut ap[rea pelusia. Sebaliknya
bagian tepi dari area pelusida tampak gelap karena berlekatan dengan yolk dan
disebut area opaka. Sebagian besar dari sel-sel blastoderm berada pada lapisan
permukaan atas, membentuk epiblast. Beberapa sel melepaskan diri dari epioblast ke
dalam rongga subgerminal dan membentuk hipoblast primer. Tidak lama kemudian
8

lapisan sel bermigrasi dari tepi posterior blastoderm dan bergabung dengan hipoblast
primer membentuk hipoblast sekunder. Blastoderm pada burung terdiri atas dua yaitu
epiblast dan hipoblast. Celah antara kedua lapis dapat disebut rongga blastula.
Ciri utama dari gastrulasi burung, reptilian, dan mamalia adalah adanya daerah
unsure primitive ( primitive strea). Daerah ini mula-mula tampak sebagai suatu
penebalan pada bagian tengah dari area pelusida bagian posterior yang disebabkan
karena adanya migrasi sel-sel dari daerah posteriolateral ke bagian tengah area
pelusida. Bagian penebalan menyempit, bergerak ke anterior dan mengerut
membentuk suatu parit yang disebut daerah unsur primitif. Lekukannya disebut
lekukan primitif dan berperan sebagai blastoporus. Pada ujung anterior terjadi
penebalan disebut nodus Hensen. Bagian tengah nodus Hensen berbentuk sebagai
suatu sumur dan melalui tepinya akan dilalui oleh sel-sel yang masuk ke rongga
blastula.
Gastrulasi pada burung dilaksanakan oleh sel-sel yang bergerak secara sendirisendiri serta terkoordinasi , dari luar masuk ke dalam embrio, bukan melalui gerakan
sel bersama dalam bentuk suatu lempengan. Gastrulasi pada burung tidak membentuk
arkenteron sejati. Setelah endoderm dibentuk, yang menjadi arkenteron adalah rongga
subgerminal yang atapnya dibatasi oleh endoderm, sedang dasarnya adalah yolk.
Sel-sel yang pertama bermigrasi melalui daerah unsur primitif adalah sel yang akan
menjadi endoderm. Sel-sel ini bergerak ke anterior, bergabung dengan hipoblas dan
akhirnya menggantikan hipoblast pada bagian anterior dari embrio. Sel berikutnya
yang masuk melalui nodus Hensen juga bergerak ke anterior, tetapi tidak bergerak
sejauh bakal endoderm. Sel-sel ini tetap berada di antara epiblast dan endoderm untuk
membentuk mesoderm kepala dan notokord. Sel-sel yang masuk ini semua bergerak
ke anterior, mendorong epiblast bagian tengah ke atas sehingga akhirnya terbentuk
lipatan kepala. Sementara itu, makin banyak sel-sel bermigrasi masuk melalui daerah
unsur primitif yang setelah masuk kedalam rongga blastula mereka memisahkan diri
menjadi dua arah, satu masuk lebih dalam dan bergabung dengan hipoblast serta
mendorong hipoblast ke tepi. Sel-sel ini akan membentuk semua organ-organ
endodermal dan sebagian besar selaput ekstra-embrio. Kelompok kedua menyebar
membentuk suatu lembaran yang terbentang diantara epiblast dan hipoblas. Lembaran
ini yang membentuk bagian mesoderm dari embrio dan selaput ekstra-embrio.
Sementraa pembentuknan mesoderm berlangsung, daerah unsure primitive mulai
memendek sehingga nodus Hensen berpindah letak dari di tengah area pelusida
menjadi berada di bagian posterior. Dengan perkataan lain, nodus Hensen bergerak ke
9

posterior dan notokord posterior terbentuk. Akhirnya nodus bergeser mencapai


posisinya yang paling posterior dan membentuk daerah anal. Pada tahap ini epiblast
seluruhnya terdiri atas bakal sel-sel ektoderm yang berepiboli hingga mengelilingi
yolk. Gastrulasi telah selesai dengan dibentuknya eksoderm, digantinya hipoblas
dengan endoderm dan terletaknya mesoderm di antara kedua lapisan ini.
5. Gastrulasi pada Mamalia
Gastrulasi pada mamalia terjadi dari blastokista yang terdiri atas tropoblast dan
masaa-sel-dalam yang merupakan bakal tumbuh embrio. Pemisahan pertama dari selsel pada massa - sel - dalam adalah untuk pembentukan hipoblast, yang membatasi
rongga blastula dan akan menjadi endoderm kantung yolk. Sisa dari massa-sel-dalam
yang terletak di atas hipoblast berbentuk suatu keping, disebut keping embrio, terdiri
atas epiblast. Epiblast memisahkan diri, dengan membentuk suatu rongga yang
disebut amnion, dari epiblast embrio. Setelah batas amnion terbentuk dengan
sempurna rongganya akan terisi dengan cairan amnion. Epiblast mengandung semua
bahan untuk pembentukan tubuhnya.
Sambil epiblast bergastrulasi, sel-sel ekstra embrio mulai membentuk jaringan
khusus agar embrio dapat hidup di dalam uterus induk. Sel-sel trofoblas membentuk
suatu populasi sel dan membentuk sitotrofblast dan sinsitotrofoblast. Sinsitotrofoblast
memasuki permukaan uterus sehingga embrio tertanam di dalam uterus. Uterus
sebaliknya membentuk banyak pembuluh darah yang berhubungan dengan
sinsitotroffoblast. Tidak lama kemudian ini, mesoderm meluas ke luar dari embrio
yang menjadi pembuluh darah untuk mengantar makanan dari induk ke embrio.
Pembuluh ini merupakan darah dari tali pusat dan berada pada tangkai penyokong.
Jaringan trofoblast dengan mesoderm yang mengandung pembuluh darah disebut
korion dan peleburan korion dengan dinding uterus membentuk plasenta.
2.4 Definisi Neurulasi
Pembentukan yang mengiringi pembentukan gastrula ialah neurulasi atau tubulasi
(pembumbungan). Neurulasi berasal dari kata neuro yang berarti saraf. Neurulasi
adalah proses awal pembentukan sistem saraf, jaringan ini berasal dari diferensiasi
ektoderm, sehingga disebut ektoderm neural. Sebagai induktor pada proses neurulasi
adalah mesoderm notochord yang terletak di bawah ektoderm neural. Neurulasi dapat
juga diartikan dengan proses awal pembentukan sistem saraf yang melibatkan
perubahan sel-sel ektoderm bakal neural, dimulai dengan pembentukan keping
neural (neural plate), lipatan neural (neural folds) serta penutupan lipatan ini untuk
10

membentuk neural tube, yang terbenam dalam dinding tubuh dan berdiferensiasi
menjadi otak dan korda spinalis dan berakhir dengan terbentuknya bumbung neural.

Gambar 4. Neurulasi
2.5 Proses Neurulasi
Proses neurulasi merupakan suatu proses yang kompleks sehingga apabila mengalami
kelainan biasanya disebabkan oleh multifaktor. Proses neurulasi diawali dengan adanya
induksi yaitu bakal notocorda, sebagai inductor, terhadap ectoderm yang terletak tepat di
atasnya yaitu ectoderm neural, yang berperan sebagai jaringan. induksi memperlihatkan
adanya hierarki. Induksi paling awal oleh induksi dan disebut sebagai induksi primer,
innduksi berikutnya ( induksi-induksi sekunder ) didahului oleh induksi sebelumnya.
Tanpa adanya induksi neural, innduksi-induksi selanjutnya, terutama yang terjadi pada
tahap organogenesis, tidak dapat berlangsung dan embrio tidak akan berkembang lanjut
secara sempurna. Kebanyakan proses induksi bersifat instruktif dan sisanya bersifat
permisif. Misalnya, induksi matriks ekstraselular fibronektin terhadap pial neural untuk
berdifferensiasi membelah bermigrasi lewat matriks, adalah induksi permisif. Pada
11

induksi instruktif inductor melakukan aksi (instruksi) terhadap jaringan kompeten untuk
berubah atau berdifferensiasi. Pada induksi permisif, inductor tidak melakukan suatu
terhadap sel yang mengalami differensiasi, melainkan hanya menyediakan saja, misalnya
jalur untuk bermigrasi.
Setelah mengalami induksi primer, selanjutnya ectoderm neural akan memperlihatkan
perubahan, antara lain sel-selnya meninggi menjadi silindris dan berbeda dari sel-sel
ectoderm bakal epidermis yang berbentuk kubus. Perubahan sel-sel melibatkan
pemanjangan mikrotobul yaitu salah satu komponen sitoskelet. Meningginya sel-sel
keping neural menyebabkan keping neural menjadi sedikit terangkat dari ectoderm di
sampingnya. Sebagai respon terhadap induksi, sel-sel keping neural mensintesis RNA
baru dan terdeterminasi untuk berdifferensiasi menjadi bakal sistem saraf pusat. Kedua
bagian tepi keping neural melipat menjadi lipatan neural, mengapit keping yang melekuk
yaitu lekuk neural. Kedua lipatan neural akan bertemu berfusi di bagian mediodorsal
embrio sehingga terbentuk bumbung neural seperti tampak pada tahap-tahap
pembentukan bumbung neural.
Dan puncak( aspeks) sel. Konstriksi tersebut mengakbatkan sel-sel alas menjadi baji
(wedge saped) yang disebut median binge (MH) atau engsel. sehingga terjadi
pelekukan di bagian atas tersebut. Pada sisi dorsolateral terdapat dorsolateral hinge
(DLH) atau engsel dorsolateral juga menyebabkan pelekukan dan membantu bersatunya
kedua lipatan hingga terbentuk bumbung neural. Rongga didalam bumbung neural
dinamakan neural atau neurosoel. Saluran ini untuk sementara berhubungan denga
melalui satu saluran pendek yang yang disebut kanalis neurenterikus paling jelas
ditemuakan pada amfioksus. Saluran ini kemudian akan menutup rongga saluran neural
dan rongga arkenteron terpisah satu sama lain.

a. Neuralasi terbagi menjadi dua jenis beradasarkan bagaimana neural tube terbentuk:
1. Neurulasi primer, dimana neural tube terbentuk akibat adanya proses pelekukan
atau invaginasi dari lapisan ectoderm neural yang diinisiasi oleh nothocord. Cara
ini paling umum ditemukan diantara berbagai kelompok hewan, yaitu amfibia,
reptilia, aves dan mamalia termasuk manusia.
2. Neurulasi sekunder, Proses neurulasi ini terjadi dengan ditandainya pembentukan
neural tube tanpa adanya pelipatan ectoderm neural, melainkan pemisahan

12

ectoderm neural dari lapisan ectoderm epidermis, baru kemudian membentuk


neural tube. misalnya pada pisces. Selain pada hewan yang khusus, kedua
neurulasi ini dapat juga ditemui dalam satu embrio. Neurulasi primer berlangsung
di bagian anterior (kepala dan tubuh) sedangkan neurulasi sekunder terdapat di
bagian posterior tubuh dan ekor.

Gambar 5. Neural Tube


b. Berdasarkan perkembangangannya, proses Neurulasi dibagi menjadi beberapa
tahapan:

Gambar 6. Proses perkembangan neurulasi


1. Pembentukan neural plate
Setelah fase gastrulasi selesai maka berlanjutlah pada fase neurulasi. Pada tahap
awal Notochord ( Sumbu primitif embrio dan bakal tempat vertebral column )
menginduksi ektoderm di atasnya. Sel sel ektoderm berubah menjadi panjang dan
tebal daripada sel disekitarnya atau disebut juga dengan poliferasi menjadi lempeng
saraf (neural plate). Pembentukan ini terleak pada bagian dorsal embrio tepatnya di
daerah kutub animal.

13

Gambar 7. Neural Plate

2. Pembentukan neural fold


Setelah neural plate terbentuk, maka akan diikuti dengan penebalan bagian neural
plate itu sendiri. Karena pertumbuhan dan perbanyakan sel ectoderm epidermis lebih
cepat dibandingkan dengan pertumbuhan ectoedrm neural, mengakibatkan lapisan
neural plate menjadi tertekan dan mangalami pelekukan ke bagian dalam (invaginasi).
Bagian Pelekukan inilah yang disebut sebagai neural fold.

14

Gambar 8. Pembentukan Neural Fold


3. Pembentukan neural groove
Terbentunya neural fold atau lebih sederhananya adalah pematang neural yang
merupakan lipatan dari kedua sisi lempeng neural secara bersamaa akan didiringi
dengan terbentuknya neural groove, atau parit neural. Yaitu bagian paling dasar dari
lipatan ectoderm neural itu sendiri

Gambar 9. Tabung neural


4. Pembentukan neural tube
Karena pertumbuhan ectoderm epidermis lebih cepat, maka akan semakin
mendorong lipatan neural yang telah terbentuk, mengakibatkan fusi anatara neural
fold bagian kanan serta neural fold pada bagian kiri. Pada akhirnya terbentuk
tabung/bumbung saraf (neural tube) dengan lubangnya yang disebut neural canal atau
neurocoel.

15

Gambar 10. Pembentukan neural tube


Pada perkembngan selanjutnya, neural tube akan menjadi organ beirkut ini:
a) Otak dan sumsum tulang belakang.
b) Saraf tepi otak dan tulang belakang.
c) Bagian persarafan indra seperti mata, hidung dan kulit.
d) Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigmen.
e) Saat awal terbentunya, neural tube akan memiliki dua ujung yang belum
menutup, yang dinamakan neurophore.
1. Neurophore anterior, yang akan membentuk otak dan bagianbagiannya.
2. Neurophore posterior, yang akan membentuk fleksura atau lipatan
yang terdapat dalam otak, dan berperan dalam menentukan daerahdaerah otak.

Gambar 11. Proses Menutupnya Bumbung Neural

16

5. Terbentuknya Neural crest


Pada awal terbentuknya terbentuknya neural tube, bagain dorsal tube yang dekat
dengan kutub animal, masih menempel pada sel sel ectoderm epidermis. Pada bagian
yang menempel tersebut terdapat sel-sel ectoderm neural yang tidak ikut serta
membentuk neural tube, sel inilah yang dimaksud dengan neural crest. Saat
pembentukan tabung saraf (neural tube), sel-sel neural crest akan terpisah dan akan
bermigrasi jauh dari ectoderm neural. Neural crest akan menjadi lokasi yang dituju
kemudian berdiferensiasi menjadi sel-sel ganglia spinalis dan otot otonom,dan
sebagainya. Mesensim yang berasal dari neural crest disebut ektomesensim.

Gambar 12. Bumbung Neural


Selama minggu kelima, tingkat pertumbuhan yang berbeda menimbulkan banyak
lekukan pada tabung neural, sehingga dihasilkan tiga daerah otak : otak depan, otak
tengah dan otak belakang. Otak depan berkembang menjadi mata (saraf kranial II) dan
hemisfer otak. Perkembangan semua daerah korteks serebri terus berlanjut sepanjang
masa kehidupan janin dan masa kanak-kanak. Sistem olfaktorius dan thalamus juga
berkembang dari otak depan. Saraf kranial III dan IV (occulomotorius dan trochlearis)
terbentuk dari otak tengah. Otak belakang membentuk medula, spons, serebelum dan
saraf kranial lain. Gelombang otak dapat dicatat melalui elektroensefalogram (EGG)
pada minggu ke-8. Medula spinalis terbentuk dari ujung panjang tabung neural.
Pada mudigah, korda spinalis berjalan sepanjang kolumna vertebralis, tetapi setelah
itu korda spinalis tumbuh lebih lambat. Pada minggu ke-24, korda sinalis memanjang
hanya sampai S1, saat lahir sampai L3 dan pada orang dewasa sampai L1. Mielinisasi
korda spinalis mulai pada pertengahan gestasi dan berlanjut sepajang tahun pertama
kehidupan. Fungsi sinaps sudah cukup berkembang pada minggu ke delapan sehingga
17

terjadi fleksi leher dan badan. Struktur ektodermal lainnya, yaitu neural crest,
berkembang menjadi sistem saraf perifer.

Gambar 13. Pembagian Daerah Bumbung Neural


Sel neural crest yang terlepas dari tepi lateral lipatan neural, menghasilkan
ganglion spinal dan ganglion sistem autonom serta sejumlah sel jenis lain. Mesoderm
paraksial, yang paling dekat dengan notokord dan neural tube yang sedang
berkembang, berdiferensiasi untuk membentuk pasangan blok jaringan atau somit.
Somit pertama muncul pada hari ke-20. Terdapat sekitar 30 pasagan somit pada hari
ke-30 yang meningkat menjadi total 44 pasangan. Somit berdiferensiasi menjadi
sklerotom, miotom, dan dermatom yang masing-masing menghasilkan tulang rangka
sumbu, otot rangka dan dermis kulit,
c. Kelainan-kelainan yang Disebabkan Oleh Gangguan Pada Proses Neurulasi
Proses neurulasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan kelainan-kelainan pada
fetus yang sedang dalam tahap perkembangan. Kelainan-kelainan itu antara lain :
1. Anencephaly adalah sepalik gangguan yang dihasilkan dari sebuah cacat tabung
saraf yang terjadi ketika batok kepala (kepala) ujung tabung saraf gagal menutup,
biasanya antara tanggal 23 dan 26 hari kehamilan, yang mengakibatkan tidak
adanya bagian besar dari otak , tengkorak, dan kulit kepala. Anak-anak dengan
gangguan ini dilahirkan tanpa otak-depan, bagian terbesar dari otak yang terdiri

18

terutama dari otak belahan otak (yang mencakup neokorteks, yang bertanggung
jawab untuk tingkat lebih tinggi kognisi, yaitu, berpikir)
2. Spina Bifida (Sumbing Tulang Belakang) adalah suatu celah pada tulang belakang
(vertebra), yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal
menutup atau gagal terbentuk secara utuh. Penonjolan dari korda spinalis dan
meningens menyebabkan kerusakan pada korda spinalis dan akar saraf, sehingga
terjadi penurunan atau gangguan fungsi pada bagian tubuh yang dipersarafi oleh
saraf tersebut atau di bagian bawahnya. Gejalanya tergantung kepada letak
anatomis dari spina bifida. Kebanyakan terjadi di punggung bagian bawah, yaitu
daerah lumbal atau sakral, karena penutupan vertebra di bagian ini terjadi paling
akhir.
3. Mielokel, jenis spina bifida yang paling berat, dimana korda spinalis menonjol
dan kulit diatasnya tampak kasar dan merah. Gejalanya berupa:
penonjolan seperti kantung di punggung tengah sampai bawah pada bayi

baru lahir
jika disinari, kantung tersebut tidak tembus cahaya
kelumpuhan/kelemahan pada pinggul, tungkai atau kaki, penurunan

sensasi
inkontinensia urin (beser) maupun inkontinensia tinja
korda spinalis yang terkena rentan terhadap infeksi (meningiti

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Gastrulasi adalah proses perubahan
blastula menjadi gastrula, merupakan proses yang dinamis, terjadi gerakan-gerakan
morfogenesis dengan tujuan memindahkan wilayah-wilayah persumtive ke tempat yang
seharusnya. Gastrulasi merupakan tahapan yang kritis atau menentukan perkembangan
selanjutnya. Dan Neurulasi merupakan proses awal pembentukan sistem saraf yang
melibatkan perubahan sel-sel ektoderm bakal neural, dimulai dengan pembentukan
keping neural (neural plate), lipatan neural (neural folds) serta penutupan lipatan ini untuk

19

membentuk neural tube, yang terbenam dalam dinding tubuh dan berdiferensiasi menjadi
otak dan korda spinalis dan berakhir dengan terbentuknya bumbung neural.
3.2 Saran
Dari makalah ini tentang Gastrulasi dan Neurulasi,penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan dapat digunakan sebagai literatur selanjutnya. Untuk
penulis makalah selanjutnya semoga ada perbaikan dari makalah sebelumnya.

20