Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

BAHASA INDONESIA

VIRUS EBOLA

Disusun oleh :

Jihan Adella Iyik Be


NIM 101511133220
IKM-C 2015

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS AIRLANGGA
2015

1|virus ebola

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..3
1.2 Rumusan Masalah . 4
1.3 Tujuan ...4

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Umum Penykit Ebola 5
2.2 Bagaimana Penyakit Ebola Menyebar Pada Manusia ..6
2.3 Bagaimana Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Ebola Pada Manusia ...7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 9
3.2 Saran ..10
DAFTAR PUSTAKA 10

2|virus ebola

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dewasa ini berbagai penyakit menular pada manusia yang bersumber dari hewan telah
banyak mewabah di dunia. Istilah tersebut dikenal dengan zoonosis yaitu untuk
menggambarkan suatu kejadian penyakit infeksi pada manusia yang ditularkan dari hewan
vertebrata. Hal inilah yang sekarang ini menjadi sorotan publik dan menjadi objek berbagai
studi untuk mengkaji segala aspek yang berkaitan dengan wabah tersebut yang diharapkan
nantinya akan diperoleh suatu sistem terpadu untuk pemberantasan dan penanggulangannya.
Kemunculan dari suatu penyakit zoonosis tidak dapat diprediksi dan dapat membawa
dampak yang menakutkan bagi dunia, terutama bagi komunitas yang bergerak di bidang
kesehatan masyarakat dan yang berhubungan dengan itu.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, zoonosis belum mendapatkan perhatian
yang cukup serius baik dari pemerintah maupun rakyatnya. Bukti konkritnya adalah kasus
Avian Influenza atau lebih dikenal dengan H5N1 atau flu burung dimana beberapa tahun lalu
pernah menyerang dan menjangkiti beberapa penduduk Indonesia yang pada akhirnya
sebagian besar meninggal dunia, ini membuktikan bahwa kewaspadaan dan penanggulangan
dini belum begitu maksimal. Di samping itu, masih banyak kasus-kasus zoonosis lainnya
yang mewabah di Indonesia seperti antraks dan rabies. Kesuksesan penanggulangan
penyakit zoonosis di negara lain patut menjadi contoh bagi Indonesia untuk keluar dari
ancaman penyakit zoonosis.
Setiap perjalanan kehidupan manusia selalu disertai dengan kemunculan suatu penyakit
yang baru dan baru yang terkadang penyakit tersebut lebih ganas dari sebelumnya,
perubahan sosial, penyebaran populasi manusia serta perubahan lingkungan pada era
globalisasi ini dapat berimplikasi pada kemunculan suatu penyakit zoonosis. Peningkatan
populasi manusia dan globalisasi menyebabkan perpindahan manusia dari satu benua ke
benua lainnya. Seiring dengan hal tersebut maka juga akan terjadi perpindahan hewan antar
wilayah, bahkan benua, melalui perusakan habitat, perdagangan, permintaan pribadi dan
kepentingan teknologi, dimana mikroorganisme, juga mengalami perpindahan ke daerah

3|virus ebola

yang baru. Pada dasarnya, penyakit yang ada di dunia juga mengalami perkembangan yang
sejalan dengan perkembangan dunia yang cukup pesat.
Semua hal diatas pun terjadi pada virus yang bernama Ebola. Sehingga sampai sekarang
belum dapat diketahui dari mana virus itu berasal, atau hewan apa yang menjadi "host"
awalnya. Berbagai binatang yang dijumpai di sekitar tepian sungai Ebola diteliti, dari
serangga, ular, sampai monyet, tetapi tidak ditemukan indikasi bahwa virus itu dari hewanhewan tersebut. Sehingga membuat para peneliti yang melakukan penelitian akan penyebab
terjadinya penyakit ini hingga menyebabkan wabah di daerah Afrika belum dapat dipecahkan
dan didapatkan solusi pengobatannya.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1. Apa pengertian virus atau penyakit ebola
2. Bagaimana penyakit ebola menyebar pada manusia
3. Bagaimana pengobatan dan pencegahan penyakit ebola pada manusia
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian penyakit ebola
2. Untuk mengetahui penyebaran penyakit ebola pada manusia
3. Untuk mengetahui pengobatan dan pencegahan penyakit ebola terhadap manusia

4|virus ebola

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyakit Ebola
Apa itu Ebola? Dari informasi yang banyak beredar dari berbagai sumber memberikan
pengertian bahwa Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan
juga nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Virus ini pertama kali ditemukan di
Afrika, daerah selatan Sudan dan Zaire pada tahun 1976 pada tubuh seekor monyet. Gejalagejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar, dan demam. Tingkat
kematian orang yang terinfeksi ebola berkisar antara 80% sampai 100%.
Penamaan Ebola didasarkan pada nama sungai di Kongo yang namanya Ebola. Penyakit
Ebola dapat ditularkan lewat hanya dengan kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit.
Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari waktu yang
dibutuhkan. Dan saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 100% efektif dalam
monyet, namun vaksin untuk manusia masih belum ditemukan.
Virus ini mulai menular dari salah satu spesies kera di kongo kemudian mulai menyebar
ke manusia, jangka waktu manusia mulai terjangkit virus ini sampai menemui ajalnya sekitar 1
minggu, membuktikkan kejam dan ganasnya Ebola ini.

Sejauh ini, Ebola adalah penyakit yang paling mematikan diseluruh dunia. Kesempatan
untuk hidup jika terinfeksi penyakit ini masih 0% jadi belum pernah ada yang selamat dari virus
ini, dan sampai sekarang masih dicari vaksinnya. Penderita biasanya bisa langsung meninggal
dalam siklus 6 hari sampai 20 hari, jangka waktu yang bisa dibilang pendek. Sekarang bisa
dikatakan bahwa Ebola adalah penyakit yang paling dihindari untuk terjangkit diseluruh dunia.
2.2. Bagaimana penyakit Ebola menyebar pada manusia
5|virus ebola

Sebagaimana menurut Presiden Sierra Leone, Ernest Bai Koroma mengumumkan


keadaan darurat kesehatan publik untuk mengatasi penyebaran wabah Ebola yang tercatat paling
buruk sepanjang sejarah. Presiden Koroma juga memerintahkan pasukan keamanan untuk
menjaga karantina wilayah yang menjadi pusat penyebaran virus mematikan tersebut.
Paket kebijakan keras mengatasi penyebaran Ebola sebelumnya diumumkan oleh negara
tetangganya, Liberia pada Rabu malam. Koroma juga mengumumkan bahwa dirinya
membatalkan kunjungan ke Washington untuk acara KTT Amerika Serikat-Afrika, akibat krisis
Ebola yang menyerang negaranya.Virus Ebola yang sangat menular bertanggungjawab atas
kematian 672 orang di negara Afrika Barat: Liberia, Guinea dan Sierra Leone, demikian menurut
keterangan organisasi kesehatan dunia WHO. Bukti bahwa virus ini bukan main-main lagi.
Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof
dr Umar Fahmi Ahmadi, MPH., Ph.D. Mantan Mantan Ditjen P2PL Kemenkes RI ini
menambahkan, cara penularan virus adalah melalui kontak cairan penderita, seperti keringat,
darah, sperma, liur, dan lainnya. Sumber juga mengatakan bahwa penyebaran virus ini melalui
kontak dengan benda yang sudah pernah dipakai oleh korban, misalnya jarum suntik yang
terkontaminasi dengan manusia yang telah terinfeksi Virus Ebola.
Di Afrika, kata Umar, penularan Ebola, selain kontak dengan manusia juga dengan
binatang yang sudah mati, seperti antilop, monyet, gorila, dan lainnya. Cairan dari binatang
tersebut atau dari manusia lewat kontak kulit, terutama jika kulit terluka sedikit.
Selain kontak langsung pada penderita yang masih hidup ternyata pada korban yang
sudah meninggalpun dapat menularkan virus tersebut, maka harus berhati-hati terhadap pakaian
atau benda-benda yang pernah dipakai oleh korban , mayat korban juga dapat tertular, jadi harus
dengan sarung tangan dan baju yang anti kontak cairan," jelasnya. Karena itu, Umar menegaskan
bahwa sangat dianjurkan menjaga kebersihan badan dan sering cuci tangan menggunakan sabun
hingga benar-benar bersih
.
2.3 Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Ebola Pada Manusia
Sampai sekarang memang belum ada obat atau vaksin yang bisa menyembuhkan
penyakit

Ebola,

sebagaimana

di

laporkan

laman gejalapenyakit.com bahwa

dalam

pengobatan pada gejala penyakit Ebola ini sebenarnya belum ada obat yang 100% dapat
menyembuhkan dengan total, pengobatan yang dilakukan biasanya hanya dengan antivirus
untuk melawan virus menyerang semakin banyak, atau dengan kata lain hanya menunda dan
memperpanjang tumbuhnya virus.
6|virus ebola

Penderita Ebola hanya bisa di karantina secara intensif di rumah sakit terdekat,
dengan obat-obatan yang hanya mampu menjaga kondisi tubuh agar mampu melawan virus.
Sementara itu juga, pasien harus diberi transfusi darah yang cukup banyak karena penderita
Ebola akan mengalami banyak pendarahan. Karena penyebaran yang cukup cepat seperti
hanya dengan sentuhan kulit, maka pencegahan yang bisa dilakukan adalah sebisa mungkin
untuk tidak kontak secara langsung dengan penderita, dan jika ada keluarga menderita
penyakit ini sebaiknya dilakukan perawatan di rumah sakit untuk meminimalisir angka
penularan yang terjadi.Dan jika menemukan korban yang meninggal akibat penyakit ini,
diusahakan untuk tidak terjadi kontak secara langsung, apapun yang terjadi. Dan selalu
menjaga kesehatan untuk meningkatan selalu sistem kekebalan tubuh untuk menjaga tubuh
dari serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.
Di situs http://www.tempo.co/read/news/2014/08/10/173598510/Kenali-BeberapaCara-Mencegah-Penularan-Virus-Ebola- menjelaskan ada 6 langakah pencegahan terahadap
penyakit ebola
Pertama, hindari daerah yang diketahui sebagai pusat awal wabah terjadi. Atau
ketahui di negara mana saja virus ebola sudah menyebar. Sebagai contoh, sebelum bepergian
ke Afrika, cari tahu tentang epidemi yang sedang berkembang saat ini. Cara yang dapat
dilakukan dengan memeriksa ke situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
Kedua, cuci tangan sesering mungkin. Tindakan pencegahan yang satu ini merupakan
salah satu langkah penting yang perlu dilakukan. Sama halnya terhadap pencegahan yang
ditimbulkan dari jenis penyakit menular lainnya. Cucilah tangan menggunakan sabun atau
gunakan antiseptik yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol ketika sabun dan air
tidak tersedia.
Ketiga, hindari daging hewan liar di dan dari negara berkembang. Hindari membeli
atau memakan binatang liar, termasuk primata yang dijual di pasar lokal.
Keempat, hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Perlu diperhatikan juga
untuk menghindari kontak dengan cairan dan jaringan tubuh seseorang, termasuk darah, air
mani, cairan vagina, dan air liur. Orang yang terjangkit virus ebola paling cepat menular pada
tahap akhir, biasanya ketika korban dalam keadaan parah atau bahkan sudah meninggal.
Kelima, ikuti prosedur pengendalian infeksi. Jika Anda seorang petugas kesehatan,
kenakan pakaian pelindung, seperti sarung tangan, masker, dan perisai mata. Jauhkan orang
yang terinfeksi dari orang lain. Buang jarum dan sterilkan instrumen kesehatan lainnya.

7|virus ebola

Keenam, jangan sembarangan menangani mayat korban ebola. Mayat orang yang
meninggal karena ebola masih dapat menular. Tim khusus dan terlatih harus mengubur mayat
menggunakan peralatan yang tepat

8|virus ebola

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Virus Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus , familia Filoviridae . Virus Ebola
adalah sejenis virus Dari Ebolavirus genus, familia Filoviridae. Virus ini pertama kali ditemukan
di Afrika, daerah selatan Sudan dan Zaire pada tahun 1976 pada tubuh seekor monyet. Serangan
sakit virus Ebola sangat tiba-tiba. Gejala yang ditimbulkan adalah demam, sakit kepala, sakit
sekitar persendian dan otot, sakit tenggorokan dan tubuh lemah. Gejala ini diikuti juga oleh
diare, sakit perut dan muntah-muntah. Ruam-ruam, mata memerah, tersedak, serta adanya
pendarahan luar dan dalam ditemukan pada beberapa pasien
Ebola merupakan salah satu kasus emerging zoonosis yang paling menyita perhatian publik
karena kemunculannya yang sering dan memiliki angka mortalitas yang tinggi pada manusia.
Sejak ditemukannya virus Ebola, telah dilaporkan sebanyak 1850 kasus dengan kematian lebih
dari 1200 kasus diantaranya
Pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita adalah dirawat di rumah sakit secara
intensif dengan obat-obatan yang membantunya untuk menjaga kondisi tubuh agar masih bisa
bertahan dalam melawan virus tersebut. Pendarahan yang sering terjadi pada penyakit ini,
biasanya penderita akan memerlukan tranfusi darah untuk mengganti darah yang sudah keluar.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah
1. Hindari daerah yang diketahui sebagai pusat awal wabah terjadi.
2. Cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun atau gunakan antiseptik yang
3.
4.
5.
6.

mengandung setidaknya 60 persen alkohol ketika sabun dan air tidak tersedia.
Hindari daging hewan liar di dan dari negara berkembang.
Hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi.
Ikuti prosedur pengendalian infeksi.
Jangan sembarangan menangani mayat korban ebola.

9|virus ebola

3.2 Saran
Sangat dianjurkan bagi masyarakat untuk megikuti langkah pencegahan diatas karena
wabah Ebola sudah terbukti mematikan. Dan masyarakat diharapkan lebih paham dan mengerti
tentang siklus, gejala, maupun penyebaran virus Ebola agarmenghindari kemungkinan terburuk
yang mungkin terjadi. Juga disarankan untuk latihan terus membuat kata-kata agar kalo lain kali
ada tugas bikin makalah bisa sedikit lebih mudah hahaha, disarankan bagi anda untuk
membelikan aku Pizza sebagai ganti kerja keras ini.

DAFTAR PUSTAKA

Harya Marieska. 2014. Begini Cara Penularan Virus Ebola pada Manusia.
http://lifestyle.okezone.com/read/2014/08/13/482/1023975/begini-cara-penularan-virus-ebolapada-manusia (online). Diakses pada 28 Desember 2015.
Kandunk. 2014. Virus Ebola: Pengertian, Sejarah dan Perkembangan
sampai Kini, Juga di Indonesia. http://silontong.com/2014/08/03/virus-ebolapengertian-sejarah-dan-perkembangan-sampai-kini-juga-di-indonesia/ (online). Diakses pada 27
Desember 2015.
KOMPAS.com Virus ebola kembali menjadi fokus utama dunia setelah 932 orang di Sierra
http://ingo1.wordpress.com/

10 | v i r u s e b o l a