Anda di halaman 1dari 4

Kajian dari University of Michigan

Pemimpin yang berorientasi karyawan


Menekankan hubungan antar personal; mementingkan kebutuhan para karyawan,
dan menerima perbedaan-perbedaan individual diantara para anggota
Pemimpin yang berorientasi produksi
Seorang pemimpin yang menekankan aspek-aspek teknis atau tugas dari sutu
pekerjaan tertentu. Perhatian utama mereka adalah penyelesaian tugas-tugas
kelompok dan anggota kelompokadalah salah satu cara untuk mencapai tujuan
tersebut.
https://www.academia.edu/6807356/Kepemimpinan

Di artikel yang lalu, telah kita bahas sekilas tentang gaya pemimpin yang berorientasi pada hasil akhir
karyawan maupun perusahaan. Artikel kali ini akan mencoba membahas gaya kepemimpinan yang
berlawanan dengan sebelumnya, yaitu pemimpin yang lebih mementingkan hubungan dengan
bawahannya.
Pemimpin tipe ini, biasanya, sangat menghargai hubungan kerjanya dengan bawahan mereka. Tipe ini
akan suportif, dengan menempatkan kesejahteraan bawahan sebagai prioritas mereka. Mereka juga
terkesan lebih terbuka, dengan memberikan kepercayaan kepada karyawannya dalam pekerjaan.
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri pemimpin yang berorientasi pada hubungan dengan karyawan:
a) Sangat ekspresif dan memiliki kecenderungan untuk membangun ikatan kerja yang kuat dengan
karyawannya.
b) Memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan karyawannya.
c) Memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada karyawannya untuk berpartisipasi pada pekerjaan.
d) Membuka jalur komunikasi sehingga karyawan bisa dengan bebas menyuarakan pendapat.
e) Suportif terhadap kemajuan dan peningkatan kualitas karyawan.
Setelah mengenal sedikit dari dua tipe pemimpin yang berlawanan, mungkin akan muncul pertanyaan di
benak kita, Mana yang lebih baik? Agak sulit rasanya untuk menemukan gaya kepemimpinan yang lebih
baik, karena tentunya itu semua tergantung dari kondisi karyawan, perusahaan, atau pun tipe
pekerjaannya. Sebagai contoh, untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian luar biasa, seperti akuntan,
mungkin tipe pemimpin yang berorientasi pada hasil akhir lebih relevan ketimbang pemimpin yang
mengutamakan hubungan kerja dengan karyawannya.
Namun, akan lebih baik apabila seorang pemimpin bisa mengimbangi dua orientasi ini. Ada kalanya,
seorang pemimpin harus serius dan tegas dalam memberikan arahan terhadap karyawannya. Begitu

juga, pemimpin yang bijaksana, harus tetap memperhatikan kesejahteraan dan memberikan dukungan
serta memotivasi karyawan agar bisa menjalankan pekerjaan dengan maksimal.
Kesimpulannya, memang tidak mudah menjadi pemimpin, karena pemimpin tidak hanya dibebani
pekerjaanya sendiri, namun juga harus bertanggungjawab untuk mengatur dan membimbing sekian
banyak orang di bawahnya.
Referensi:
http://cpmcnet.columbia.edu/dept/pi/ppf/Bass.pdf

http://pengusahamuslim.com/gaya-kepemimpinan-bagian-2/

Indonesian
Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan berorientasi hubungan
merupakan pendekatan yang umum digunakan oleh manajer. Biasanya, semua
pemimpin memiliki unsur-unsur dari orientasi tugas dan hubungan. Namun, paling
cenderung untuk bersandar dalam satu arah atau yang lain. Umumnya, seorang
pemimpin yang dapat menyeimbangkan unsur-unsur dari keduanya dapat memiliki
pengaruh yang lebih jangka panjang pada pekerjanya.
https://www.translate.com/english/gaya-kepemimpinan-yang-berorientasi-padatugas-dan-berorientasi-hubungan-merupakan-pendekatan-yang-u/223094681

Gaya kepemimpinan adalah berbagai pola tingkah laku yang disukai oleh
pemimpin dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi pekerja.

1.

Ada dua gaya kepemimpinan :


Gaya kepemimpinan dengan orientasi tugas (task-oriened)

Para manajer mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk


menjamin bahwa tugas dilaksanakan sesuai yang diinginkannya.
2.

Gaya kepemimpinan dgn orientasi karyawan (employee-oriented)

Para manajer lebih memotivasi bawahan dibanding mangawasi mereka. Para


anggota kelompok diberi kesempatan untuk berprestasi dan berkembang.
http://ayuaryawaningrat.weebly.com/manajemen.html

Pemimpin dalam melaksanakan tugas sehari-hari harus didasari oleh orientasi


kepemimpinan yang mewarnai perilaku yang diterapkannya. Salah satu tinjauan

tentang prilaku kepemimpinan yang diterapkan adalah prilaku kepemimpinan yang


berorientasi pada tugas dan prilaku kepemimpinan yang berorientasi pada
hubungan antar manusia (Gordon, 1990; Greenberg dan Baron, 1995; Kreitner dan
kinicki, 1992; Owens, 1991; Yulk, 1989; Hoy dan Miskel, 1987). Orientasi
kepemimpinan tersebut dapat disebut dimensi kepemimpinan (laedership
dimension).
Perilaku yang berorientasi pada tugas yaitu kepemimpinan yang lebih menaruh
perhatian pada perilaku pemimpin, yang mengarah pada penyusunan rencana
kerja, penetapan pola organisasi, adanya saluran organisasi, saluran komunikasi,
metode kerja dan prosedur pencapaian tujuan yang jelas.
Perilaku yang berorientasi pada hubungan antar manusia yaitu kepemimpinan yang
lebih manaruh perhatian pada perilaku pemimpin yang mengarah pada hubungan
kesejawatan, saling mempercayai, saling menghargai, dan penuh kehangatan
hubungan antara pemimpin dengan stafnya (Herbert, 1981; Bernard, 1988; Etzioni,
1964; Cartwright dan zender, 1953; Hoy dan Miskel, 1982)
Pemimpin mempengaruhi performansi kelompok dengan alat verbal atau gestural
yang dikomunikasikan melalui pengarahan, evaluasi, dan sikap pemimpin terhadap
anggota kelompok (Owens, 1991).
Intinya, gaya kepemimpinan merupakan karakteristik kepribadian, bukan perilaku.
Perilaku kepemimpinan dari individu yang sama akan berbeda dari situasi ke situasi,
semantara struktur kebutuhan yang mendorong perilaku itu bisa konstan (Fiedler
dalam Hoy dan Miskel, 1987).
https://nenglyla.wordpress.com/2013/08/01/perilaku-kepemimpinan/

Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership - Leadership style matrix.
Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya
dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan,
mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas.
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku
pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan
bawahannya.

Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State
University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua
dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan
consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan
memakai istilah job-centered dan employee-centered.
http://fhite.blogspot.co.id/2010/04/leadership-teori-kepemimpinan.html