Anda di halaman 1dari 44

STUDI KASUS PASIEN

HIPERTENSI GRADE I PADA LANSIA DENGAN BENTUK


KELUARGA ELDERLY COUPLE FAMILY MELALUI
PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA
DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN

Disusun oleh :
Muh. Khairul Fitrah
1102011170

Pembimbing :
Dr. Dini Widianti, MKK
Dr. Dian Mardhiyah, MKK

KEPANITERAAN KEDOKTERAAN KELUARGA BAGIAN ILMU


KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI JAKARTA
OKTOBER 2016

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul HIPERTENSI GRADE I PADA
LANSIA DENGAN BENTUK KELUARGA ELDERLY COUPLE FAMILY
MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
KECAMATAN SENEN PERIODE 26 SEPTEMBER 7 OKTOBER 2016
ini telah disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka
memenuhi salah satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Oktober 2016

Pembimbing 1,

Dr. Dini Widianti, MKK

Pembimbing 2,

Dr. Dian Mardhiyah, MKK

KATA PENGANTAR

Assalamualaykum wa Rahmatullahii wa Barakatuuh


Alhamdulillahirabbilalamin, puji dan syukur senantiasa kami ucapkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada tim
penulis sehingga Laporan Study Kasus pasien yang berjudul HIPERTENSI
GRADE I PADA LANSIA DENGAN BENTUK KELUARGA ELDERLY
COUPLE

FAMILY

MELALUI

PENDEKATAN

KEDOKTERAN

KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN PERIODE 26


AGUSTUS 7 OKTOBER 2016 ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulisan dan penyusunan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas
kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI. Penulis juga berharap agar laporan ini dapat berguna sebagai
salah satu sumber pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan tentang Ilmu
Kesehatan Masyarakat mengenai penanganan penyakit dengan pendekatan secara
holistik. Pasien dalam laporan hasil studi kasus ini adalah salah satu pasien dari
Puskesmas Kecamatan Senen ketika penulis ditugaskan di puskesmas tersebut
pada periode 26 September 7 Oktober 2016.
Penyelesain laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen
pembimbing, staf pengajar, dokter dan tenaga medis Puskesmas, serta orang-orang
sekitar yang terkait. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1

Dr. Dini Widianti, M.KK, selaku dosen pembimbing Kepaniteraan Ilmu


Kedokteran Keluarga Universitas YARSI yang telah membimbing dan
memberi masukan yang bermanfaat.

Dr. Dian Mardhiyah, M.KK, Dpl, DK selaku dosen pembimbing


Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga Universitas YARSI yang telah
membimbing dan memberi masukan yang bermanfaat.

Dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK, selaku Kepala Bagian


Ilmu Kesehatan Masyarakat dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. Erlina Wijayanti, MPH selaku Koordinator Kepaniteraan Ilmu


Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. Citra Dewi, M.Kes, selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu


Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Dr. Yusnita, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kedokteran


Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH, selaku staf pengajar bagian Ilmu


Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

9 Dr. John Erdal, selaku Kepala Puskesmas Kecamatan Senen.


10 Dr. Yuli Hartati, selaku dokter pembimbing di Puskesmas Kecamatan
Senen.
11 Seluruh staf dan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Senen yang
telah memberikan bimbingan dan data kepada penulis untuk kelancaran
proses penulisan laporan ini.
12 Seluruh rekan sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama
sehingga tersusun laporan ini.

Jakarta, Oktober 2016

Tim Penulis
BAB I

I.
A.

BERKAS PASIEN
Identitas Pasien
Nama

: Ny. L

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 65 Tahun

Agama

: Islam

Alamat

: Jl. Kramat IV no 34

Suku Bangsa

: Jawa

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Tanggal periksa

: 30 September 2016

B. Anamnesis
Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 30 September 2016
1. Keluhan Utama : Nyeri kepala
2. Keluhan Tambahan :
Leher bagian belakang terasa kaku dan bahu terasa pegal-pegal
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Senen dengan keluhan nyeri
pada kepala yang memberat sejak 2 hari yang lalu. Nyeri kepala hilang
timbul dan dirasakan pertama kali sejak 1 minggu terakhir dan memberat
apabila pasien kurang istirahat dan kecapaian. Pasien mengeluhkan nyeri
kepala dirasakan di kepala belakang bagian bawah menjalar ke bagian atas
kepala. Keluhan pasien juga disertai rasa kaku seperti terikat pada leher
bagian belakang dan pegal-pegal pada bahu.
Keluhan lain seperti mata berkunang, mual, dan muntah disangkal
oleh pasien. Pasien juga menyangkal adanya nyeri pada dada maupun
sesak nafas. Pasien juga menyangkal adanya gangguan pada BAK.
Sebelum keluhan ini muncul, pasien sudah sering berobat ke puskesmas
dengan keluhan yang sama dan didiagnosis hipertensi , namun pasien tidak
kontrol secara teratur ke puskesmas.

4. Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien mengaku memiliki riwayat hipertensi sejak 2 tahun yang lalu.
Riwayat DM, penyakit jantung, kolesterol, dan sakit ginjal disangkal oleh
pasien.
5. Riwayat Penyakit Keluarga :
Pasien mengaku Ibu kandung pasien memiliki riwayat hipertensi
akan tetapi tidak mengetahui apakah ada saudara pasien yang memiliki
riwayat hipertensi yang sama dengan pasien atau tidak. Riwayat penyakit
DM, kolesterol, sakit ginjal, dan sakit jantung disangkal.
6. Riwayat Berobat :
Pasien mengaku mulai berobat sejak 2 tahun yang lalu namun jarang
ke puskesmas untuk kontrol kembali. Pasien merasa keluhan mulai
berkurang setelah meminum obat amlodipin 5 mg yang merupakan obat
yang diberikan saat kontrol berobat namun setelah obat habis pasien tidak
kontrol.
7. Riwayat Sosial Ekonomi :
Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke atas. Pasien
tinggal di rumah bersama dengan suaminya. Pasien merupakan ibu rumah
tangga dan mendapatkan biaya kehidupan sehari-hari dari suaminya yang
merupakan Wiraswasta dengan penghasilan Rp. 6.000.000,-. Anak pasien
sudah tidak tinggal bersama dirumah dengan pasien dan tinggal terpisah
oleh karena masalah pekerjaan.
8. Riwayat Kebiasaan :
Sebelum sakit pasien memiliki kebiasan pola makan yang tidak
teratur kadang pagi dan siang atau siang dan malam. Pasien juga sangat
jarang berolahraga namun tetap mengerjakan aktivitas rumah tangga,
seperti mengepel, menyapu, mencuci baju dan memasak.
C. Pemeriksaan Fisik
1. Kesadaran

: Compos Mentis

2. Keadaan Umum

: Baik

3. Vital sign
Kesadaran

: Compos Mentis

GCS

: 15

Tek. Darah

: 150/90 mmHg

Frek. Nadi

: 88 x/menit

Frek Pernapasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,6C

BB

: 60 kg

Tinggi Badan

: 152 cm

4. Status Gizi :
Berat badan

: 60 kg

Tinggi badan

: 152 cm

IMT

: BBkg/(TBm)2 = 60/2,31 = 25,9

Berdasarkan IMT, maka pasien termasuk kategori Obesitas grade I


Metode Brocca
BB Ideal

: (Tinggi Badan-100) x 90%


: (152 100) 90%
: 47 kg

5. Status Generalis :
-

Kepala

: Normocephal
-

Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik

(-/-), pupil isokor


-

THT

: Dalam Batas Normal


-

Leher

: Pembesaran KGB (-/-), JVP meningkat,

trakea berada di tengah


-

Paru-paru
Inspeksi

: Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri

Palpasi

: Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri

Perkusi

: Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-hati (+)

Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-),wheezing (-/-)


-

Jantung
Inspeksi

: Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi

: Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra

Perkusi

: Batas jantung kanan ICS IV linea sternalis dextra


Batas jantung kiri ICS V linea midklavikula sinistra
Batas pinggang jantung ICS III linea parasternalis sinistra

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)


-

Abdomen
Inspeksi

: Simetris, datar, kelainan kulit (-), pelebaran vena (-)

Auskultasi : Bising usus normal, bising aorta abdominalis terdengar


Palpasi

: Nyeri tekan (-), nyeri lepas (-), nyeri ketuk (-),


hepatomegali (-), splenomegali (-)

Perkusi
-

Ekstremitas

: Timpani di semua lapang abdomen, nyeri ketuk (-)


: Akral hangat, edema

II. BERKAS KELUARGA


A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala keluarga
: Tn. A
b. Identitas Pasangan
: Ny. L
c. Struktur Komposisi Keluarga :
Bentuk keluarga ini merupakan aging couple dengan Tn. A

III.

sebagai kepala keluarga dan ibu rumah tangga sedangkan anaknya sudah
tidak tinggal bersama dalam 1 rumah oleh karena meniti karir/
berkeluarga. Dari hasil pernikahan Tn. A dan Ny. L, memiliki 1 orang anak
yang bernama Tn. T yang telah menikah dan sudah bekerja namun tidak
tinggal serumah dgn Ny.L.
IV. Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah
VI. N
V. N

VII. Kedud

a
m
a

ukan

VIII. G

IX. U

dalam

end

keluar

er

ur

n.

XXII. N

y.

2.

jaan

XVII. 6

Keluar XVI. L

XXI.

XII. Status

ga

XIV. T XV. Kepala


XIII.

1.

X. Pendidika XI. Peker

ga

ri

XVIII.

S1

th

Ist XXIV.

XXIII.

XIX. Wir

XXV. 6

5
th

XXVI.

SM
A

XX. Rp.

aswa

6.000.000/

s- ta

bln

XXVII. I
bu
RT

XXVIII.
-

XXIX.

B. Genogram
1. Bentuk keluarga :
XXX.

Keluarga terdiri dari 1 generasi. Bentuk keluarga ini elderly

couple dengan Tn. A sebagai kepala keluarga dan Ny. L sebagai ibu rumah
tangga sedangkan anaknya sudah tidak tinggal bersama dalam 1 rumah oleh
karena meniti karir/ berkeluarga. Tn. A dan Ny. L tinggal berdua dalam 1

rumah dan tidak tinggal bersama anaknya karena anaknya sedang bekerja dan
tidak tinggal dirumah lagi.

2. Tahapan Siklus Keluarga :


3.

Menurut tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga dikutip dari

Duvall (1984) tahapan siklus keluarga Ny. L termasuk ke dalam tahap VII,
yaitu keluarga orang dengan usia tua.
4.
5. Genogram
6.
7.
8.
9.
Tn. A
Ny. L
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Tn. T
16.
17.
18.
Gambar 1. Genogram Ny. L

19. Keterangan :
20.

= Laki-laki

21.
= Perempuan/
22.
Pasien

23.
24.

= Tinggal satu
rumah

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal
3. Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal

4. Status kepemilikan rumah : Rumah Milik Sendiri


5. Daerah perumahan : Tidak Padat penduduk
6. Karakteristik Rumah dan

7. Kesimpulan

Lingkungan
8. Luas rumah : 10 x 12 m2
10. Jumlah penghuni dalam satu

9. Keluarga Ny. L tinggal

di daerah perumahan
yang

rumah : 2 orang

tidak

padat

12. Lantai rumah dari: Keramik

penduduk. Luas rumah

14. Dinding rumah dari: Tembok

Ny. L

10 x 12 m

dengan

jumlah

16. Jamban keluarga: Ada


18. Tempat bermain: Tidak ada
20. Penerangan listrik: Cukup
22. Ketersediaan air bersih: Ada
24. Tempat

pembuangan

sampah: Ada

penghuni

rumah

orang. Lantai rumah


terbuat dari keramik,
dinding

rumah

tembok,

ada

dari

jamban

keluarga dan dengan


penerangan yang cukup
dan tersedia air bersih.
26.

27.

b. Kepemilikan barang barang berharga


-

Dua unit televisi

Tiga unit AC

Satu unit kompor gas

Satu unit dispenser

Satu unit kulkas

Satu unit motor

Satu unit Mobil

28.

c. Denah Rumah
d.

10 m
e.
Halaman belakang

f.
R.
Makan

g.
h.

WC

R.
Keluarga

R.
Tidu
r

12 m

i.
R. Tamu

R. Tidur

j.
k.
Garasi

Halaman depan

l.
m. Gambar 2. Denah Rumah Ny. L
n.

29. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Perilaku Berobat
o. Apabila ada salah satu anggota keluarga yang sakit, Ny. L membawa
keluarganya berobat ke Puskesmas Kecamatan Senen.
p.

b. Perilaku Terhadap Makanan


q. Keluarga Ny.L memiliki kebiasaan makan 2 kali sehari. Makanan yang
dimakan selalu dimasak oleh Ny.L sendiri biasanya Ny.L makan pagi bersama
suami, kadang sendiri. Suami biasanya sering makan diluar rumah akibat
perkerjaan. Ny.L memiliki kecenderungan mengemil goreng-gorengan yang
ia beli di luar rumah. Biasanya pasien membeli gorengan sebanyak 4x setiap
minggu.
r.

c. Perilaku Terhadap Pelayanan Kesehatan


s. Keluarga Ny.L menggunakan asuransi kesehatan berupa BPJS.
t.

d. Perilaku Terhadap Lingkungan Kesehatan


u. Ny.L merupakan orang yang sadar akan kebersihan. Keluarga Ny.L sering
ikut kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar temnpat tinggal.

v.

30. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)


w. Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
x. Faktor

aa.
ab. Cara

y. Keterangan

z. Kesimpulan

ac.

ae. Ny.L berobat ke

ad. Jalan Kaki

mencapai

dengan berjalan

pusat

kaki.

pelayanan

gratis
ah.

ag. Tarif

ai. Gratis

pelayanan

al. Kualitas

di

puskesmas
dengan
menggunakan

kesehatan
ak.

Ny.L

berobat dengan

kesehatan
af.

Puskesmas

am.
an. Memuaskan

BPJS

dan

pelayanan serta

pelayanan

kualitas

kesehatan

pelayanan
dirasakan Ny.L
cukup

baik

namun
kepatuhan Ny.L
dalam

berobat

masih rendah.
ap.

31. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan:
aq.

Keluarga Ny. L makan sebanyak dua kali sehari. Menu sehari-hari

yang dikonsumsi keluarga Ny. L di pagi hari adalah nasi, sayur dan
telur/ayam. Untuk makan siang keluarga Ny. L terkadang memakan menu
yang serupa dengan makan pagi yang dihangatkan karena Ny.L biasanya
makan sendiri di siang hari karena suami bekerja. Keluarga Ny. L jarang

makan pada malam hari tetapi terkadang suami pulang kerja membawa
bungkusan makanan.
b. Menerapkan pola gizi seimbang:
ar. Menu makanan keluarga yang selalu ada setiap harinya adalah
nasi, sayur yang di buat sup ataupun di tumis, lauk pauk seperti telur goreng
dan

kadang disertai ayam serta tahu dan tempe yang digoreng. Ny. L

biasanya menyertai makan dengan minuman seperti air putih, teh manis atau
kopi sachet.
as.
at. Tabel 4. Food Record Pasien Dalam Tiga Hari

av.

au. Pagi, 13 Oktober 2016


az. P

aw. Men

bb.

ay. Ka

rb

ba. Le

oh

ma

idr

at

ax. Kal

ori

n
bh.

bc. Nasi

bd.

porsi

17

be.

40 gr

bg.

bf. 4 gr

(100g
)
bi. 1
Telur
Cepl
ok
bj. (1
Butir
Telur
Aya
m+

bk.
17

bl.

bm.
7 gr

bn.

17 gr

bo.

2sdt
Miny
ak
Kela
pa)
bp.
bq. 1

br.

bt.
bu.

bx.
by.

bv.
5 gr

bw.

bz.

Porsi

bs.

ca.

Tumi

25

4,

s
Kang
kung
cb. 1

Gelas
Teh

cg.
cc.

cd.

ce.

cf.

Tawa
r
ch. Selin
gan

ci.

cm.
cj.

ck.

cl.

Pagi
cn. 2

cs.

Poton
g

co.

Pisan

20

g
Gore

cp. 1

cq. 0

ct.

3,

5
g

cw. 6
4
,
5
g
r

cx. 1
1
,
8

cr.

7 gr

ng
cu. Total

cv.
57

cy.
24

cz.
7,

r
dc.

da.
db.

dd.

df.

de.

dg.

di.

dh. Siang
dm. P

dj. Men

do.

dl. Ka

dk.

rb

dn. Le

Ka

oh

ma

idr

at

i
n

dp. Nasi

dq.

17

40

dr.

gr

porsi

ds.

dt.

dv. 1

du.

ea.

Poton
g
Aya
m

260

dw.

dx.

kkal

10,7

dy.

dz. 14,

gr

gr

Gore
ng
eb. Baya

ec.

24

ed.

3,2
gr

ee.

ef.

eg.
2,

Beni
ng
em.

eh. Air

putih
1
gelas

ei.

ej.

ek.

el.

es.

en. Selin
eo.

gan

eq.

ep.

er.

Sian
g
et. 2

ey.
ev. 1

Poton
g

eu.

Pisan

13

ez.

ew.

3,
ex.

7 gr

Gore

ng
fa. Total

fg.
fm.

597

fb.

73,4

fc.

kkal

gr

fh.

fi.

fn.

fo.

Sel

ingan

fd.

fe.

fj.

fk.

fp.

fq.

fv.

fw.

1 fx.

gb.

gc.

gh.

gi.

1 gj.

gn.

go.

ff.

5,
3 gr

fl.

fr.

Malam
fs.

Porsi

ft.

kkal

Kebab
fy.

620

fu.

77
gr

Gelas Air

fz.

ga.

gd.

Putih
ge.

To

gf.

tal
gk.

620
kkal

Ju

mlah
Total
gq.

gl.

1792
kkal

gg. 77
gr
gm. 214,
9 gr

gp.
2,8 gr

gr.
gs.

gu.

gt. Pagi, 14 Oktober 2016


gy. P

gv. Men

ha.

gx. Ka

rb

gz. Le

oh

ma

idr

at

gw. Kal

ori

n
hg.

hb. Nasi

hc.

porsi

17

hd.

40 gr

he. 4 gr

hf.

(100g
)
hh. 1
Telur

hj.

hk.

hl. 7 gr

hm. 17 gr

hn.

hs.

hu.

hw.
hx. 0,7 gr

hy.

17

Dada
r
hi. (1
Butir
Telur
Aya
m+
2sdt
Miny
ak
Kela
pa)
ho.
hp. 1
Mang

hq.
ht.
hr.

12 gr

hv. 2

hz.

kuk

56

Sup

Sayur
ia. 1 Air

ib.

Putih
ig. Selin
gan

ih.

ic.

id.

if.

ie.

il.
ii.

ij.

ik.

Pagi
im. 3
Poton
g
Tahu

in.

io. 4

10

ip. 6

ir.

is.

Gore

iu.
51

iv. 5
6
g
r

jc.

iw. 1
9
,
6

iy.
7
ix.
20

g
r
je.

jd.

jl. P

jf.

jh.

jg. Siang

ji. Men

jb.

iz.
ja.

2,6 gr

ng

it. Total

iq.

jn.

jk. Ka

jj.

rb

jm. Le

Ka

oh

ma

idr

at

i
n

jo. Nasi

jp.

17

jr.

40

jq.

gr

porsi

jt.

js.

ju. 1

jz.

Poton
g
Aya

260

jv.

jw.

kkal

10,7

jy. 14,

jx.

gr

gr

Gore
ng
ka. 1

kb.

Porsi

kc.

5 gr

kf.
kg.

kd.

25

kh.
4,

ke.

Tumi
s
Kang
kung

kn.

ki. Air
kj.

putih

kl.

kk.

km.

1
gelas
kt.

ko. Selin
kp.

gan

kr.

kq.

ks.

Sian
g
ku. 1

kz.

Gelas

kv.

Jus

32

kw. 1

kx.

Alpu

la.
ky.

29,5 gr

kat
lb. Total

lc.

782
kkal

ld.

72,7
gr

le.

lf. lg.

4,
4 gr

lh.
ln.

li.

lj.

lo.

lp.

Sel

ingan

lk.

ll.

lq.

lr.

lw.

lx.

1 ly.

mc.
1

md.
me.
3,
0,
1 gr

mi.

mj.

1 mk.

mo.

mp.
mq.
1
8
4,5 gr

lm.

ls.

Malam
lt.

Porsi

lu.

Kecil
Martabak

347
kkal

lv.

45
gr

Telor
lz.

Buah

To
tal

ml.

105

kkal

Pisang
mf.

ma.

Ju

mlah
Total

mg.

mb. 27
gr

452

mh. 72

kkal

gr

mm. 1745

mn. 200,

kkal

7 gr

ms.

mr. Pagi, 15 Oktober 2016

mv. Ka
mt. Men

mu. Kal

ori

rb
oh
idr
at

mz.3
Poton
g

my.

mw.

Pro

mx. Le

ma

i
n

na.

nb. 4

nc. 6

10

nd.

2,6 gr

ne.
nf.

Tahu

Gore

ng

ng. 1

nh.

Gelas

ni.

49 gr

23

nk.

nj. 1,7

3,17 gr

nl.

gr

Kopi
Sach
et
no. 5
3
g
r

nn.
33

nm. Total

np. 8
,
3

nq.
5,

nr.
1

g
r

nt.

ns. Siang
nx. P

nu. Men

nz.

nw. Ka

nv.

rb

ny. Le

Ka

oh

ma

idr

at

i
n

oa. Nasi

ob.

17

gr

porsi
og. 1

Poton
g
Aya
m
Gore

260

oh.

kkal

40

oc.

oi.

10,7
gr

od.

oj.

oe.

ok. 14,

5
gr

of.

ol.

ng
om.

on.

Gelas

11

op. or.

25,7

oo.

gr

0,5 gr

ot.

os.

0,

Jus
oq.

Jeruk

ou. Total

pa.

547

ov.

kkal

76,4
gr

pb.

alam
pg.

ow.

pc.

Porsi Mie

ph.

Goreng

221
kkal

pi.

40
gr

ox.

oy.

pd.

pe.

pj.

pk.

7,

3,

pp.

pq.

pv.
7,

pw.
px.
3,

qb.

qc.

oz.

0,
5 gr
pf.

pl.

2
gr

Telur
pm.

Kaleng

pn.

kkal

Coca Cola
ps.

To

pt.

tal
py.

105

326
kkal

Ju

mlah
Total

pz.

1209
kkal

po. 28
gr
pu. 68
gr
qa. 197,
4 gr

pr.

2
gr

qd.
5 gr

qe. Keterangan : Rata-rata asupan kalori yang dikonsumsi oleh Ny. L pada
tanggal 13-15 Oktober 2016 adalah 1582 kkal, karbohidrat 469,7 gr,
protein 48,5 gr, lemak 55,39, serat 10,2 gr.
qf.
qg. Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca

qh. Jumlah kebutuhan kalori perhari


- Berat Badan Ideal (BBI)
= 90% (tinggi badan (cm) 100)
qi.
= 90% x 52 = 47 kg
- Kebutuhan kalori basal
= BB ideal x 25 kalori (perempuan)

3,

qj.

= 47 kg x 25 kalori = 1.175

kalori
qk.
Koreksi
ql.
qm.

Usia ( > 60 th) = - (10% x 1.175) = - 117,5 kalori


Overweight = - (10 % x 1.175) = - 117,5

qn.

Aktivitas (sedang) = + (20% x 1.175) = + 235 kalori

qo.

Stress metabolik (sedang) = + (20% x 1.175) = + 235

kalori
qp.

qq. Jadi, total kebutuhan kalori perhari untuk pasien adalah:


qr. 1175 -117,5 117,5 + 235 + 235 = 1410 kalori
qs. Kebutuhan Karbohidrat

(4 kalori setara dengan 1 gr Karbohidrat)

qt.
qu. Kebutuhan Protein

: 20% x 1410 = 282 Kal = 70,5 gr


(4 kalori setara dengan 1 gr Protein)

qv.
qw. Kebutuhan Lemak
qx.

: 60% x 1410 = 846 Kal = 211.5 gr

: 20% x 1410 = 282 Kal = 31,34 gr


(9 kalori setara dengan 1 gr lemak)

qy. Kesan : Jumlah jenis yang dikonsumsi sudah cukup, namun jumlah

kalori yang dikonsumsi berlebihan.


qz.

32. Pola Dukungan Keluarga


1. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga
ra.

Pasien masih ditemani berkomunikasi oleh

sang suami saat suami pergi atau pulang bekerja. Sarana pelayanan kesehatan
cukup memuaskan dan jarak dari rumah pasien tidak terlalu jauh. Biaya
pelayanan kesehatan pasien yang bersumber dari BPJS dirasa sangat
membantu pasien berobat sampai keluhan berkurang.
2. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga
rb.

Adapun faktor-faktor yang menghambat dalam kesembuhan Ny. L

antara lain, kurangnya kepatuhan Ny. L untuk datang kontrol ke puskesmas,


kebiasaan mengemil goreng-gorengan disaat senggang. Kebiasaan ini disertai
dengan Ny. L yang mempunyai kebiasaan jarang berolahraga.
rc.

Kurangnya komunikasi anak dan pasien diakibatkan oleh

kesibukan masing-masing sehingga sudah tidak tinggal serumah lagi


mengakibatkan keterbatasan waktu untuk mengobrol dan sulitnya jangkauan
waktu dalam menemani pasien berobat ke puskesmas. Jarangnya suami
mengingatkan Ny.L untuk pergi kontrol berobat.

33. Dinamika Keluarga


34.

Ny. L sering merasa kesepian karena sudah tidak ada lagi anak-

anaknya yang tinggal bersama dengan pasien sehingga hanya menyisakan


suami untuk berbagi cerita sehari-hari dan hanya dilakukan disaat sebelum
suami berangkat bekerja atau pulang bekerja dan hari libur. Anaknya lebih
sering menelpon ibunya sehingga komunikasi jarak jauh antara ibu dan anak
lancar, sedangkan anaknya jarang menelpon ayahnya, terkadang anak pulang
menjenguk orang tuanya 1-2 kali per bulan.
35. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologi
36.

Keluarga ini dapat meneruskan keturunan, memelihara dan

membesarkan keturunan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pernikahan Tn. A
dan Ny. L mempunyai 1 anak. Saat ini Tn. A dan Ny. L tidak lagi
melakukan hubungan seksual.
b. Fungsi Psikologi
37.

Intensitas bertemu Ny. L dengan anaknya yang kurang oleh sebab

kesibukan dan lokasi pekerjaan anak-anaknya yang hanya dapat bertemu


kurang lebih 1-2 bulan sekali dengan pasien.
c. Fungsi Ekonomi
38.

Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah keatas. Pasien

tinggal di rumah hanya berdua dengan suami pasien. Tn. A selaku suami
pasien merupakan tulang punggung keluarga dengan pekerjaannya
sebagai Wiraswasta. Pasien tidak mempunyai pekerjaan tetap dan hanya
sebagai ibu rumah tangga. Anak Ny. L dan Tn. A sudah bekerja dan tidak
tinggal serumah dengan mereka lagi.

d. Fungsi Sosial
39.

Dalam kehidupan bermasyarakat, Ny. L dan Tn. A memiliki

hubungan baik dengan tetangga sekitar seperti turut bekerja bakti, Ny.L
sering mengikuti arisan tetangga sekitar, jika ada undangan Tn.A dan Ny.
L sering menghadiri undangan tersebut.

e. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan keluarga Ny. L baik dan anak pasien dapat

40.

menuntaskan pendidikan hingga jenjang S1.


41.

A. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga


1. Kebiasaan Ny. L yang menyukai goreng-gorengan dan jarang
berolahraga.
2. Komunikasi secara langsung yang jarang antara Ny. L dan anaknya atau
Tn. A dan anaknya karena kesibukan anaknya.
42.

43.

44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.

60.
61.

BAB II

DIAGNOSIS HOLISTIK

62.

A. Diagnosis Holistik (Multiaksial)


1.

Aspek personal:
a.

Kedatangan: Nyeri kepala sejak 1 hari SMRS

b.

Anggapan: Pasien menganggap penyakitnya dapat disembuhkan

c.

Harapan: Pasien berharap penyakitnya dapat sembuh dan hanya


memerlukan biaya yang sedikit.

d.

Kekhawatiran: Pasien khawatir akan penyakitnya yang kambuhkambuhan terus.

e.

Persepsi: Menurut pasien penyakitnya dapat sembuh jika minum


obat dan tidak menunjukan gejala sehingga obatnya tidak diminum
secara lanjut.
63.

2.

Aspek klinik:
a.

Diagnosis kerja: Hipertensi grade I + Obesitas grade 1

b.

Dasar diagnosis: dari anamnesis, riwayat penyakit sekarang, riwayat


penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga dan pemeriksaan fisik.
64.

3. Aspek risiko internal:


a.

Pola makan: pasien memiliki pola makan yang tidak teratur seperti
jadwal makan yang terkadang berubah -ubah.

b.

Kebiasaan: Kebiasaan Ny. L yang menyukai makanan gorenggorengan dan jarang berolahraga.

65.

4. Aspek psikososial keluarga:


66.

Kurangnya komunikasi di antara pasien dan anaknya membuat

pasien tidak pernah mengutarakan keluhan yang dirasakan dan anak


pasien kurang memperhatikan pasien. Tidak ada keluarga pasien yang
mengingatkan untuk bergi berobat. Pasien tidak mengetahui apakah ada
saudara yang menderita sakit yang sama dengan pasien.

67.

5.

Aspek fungsional:
68.

Menurut skala ICPC pasien termasuk derajat

1 yaitu mampu

melakukan pekerjaan seperti sebelum sakit. Mandiri dalam perawatan


diri, bekerja di dalam dan di luar rumah.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.

87. B. Rencana Penatalaksanaan


88.

90.
89. Kegiatan

93. - Menjelaskan pasien bahwa nyeri

kepala yang dirasakan pasien


akibat Hipertensi yang diderita
pasien.
- Menjelaskan kepada pasien dan
suami bahwa penyakit hipertensi
tidak dapat sembuh, namun dapat
dikontrol dengan cara meminum
obat teratur, rajin kontrol ke
puskemas bila obat habis, diet
rendah garam setengah sendok teh
dalam sehari dan berolahraga
selama minimal 30 menit tiap 3-4
kali seminggu.
94.
- Menjelaskan pada pasien dan
suami, karena pasien sudah
memiliki kartu BPJS sehingga
biaya akan ditanggung oleh BPJS.

95.

91. Waktu

96.Pada saat di

92. Hasil yang Diharapkan

97. Pasien dan suami paham

Puskesmas dan

untuk

kunjungan rumah

merubah

kebiasaannya
berolahraga

makan,
dan

minum

obat secara teratur, serta


rajin kontrol ke puskesmas
sehingga tekanan darahnya
dapat terkontrol.
98.

- Menjelaskan bahwa penyakit


pasien menyebabkan pasien harus
menjalani diet khusus, sehingga
berat badan pasien tidak berlebih
maupun tidak kurang, sesuai
dengan barat badan ideal pasien.

99.

100.

Farmakologi :

A - Memberikan terapi Amlodipin 1 x


5 mg sesudah makan malam hari.
-

Memberikan terapi Vitamin untuk


vitalitas pasien yaitu vitamin B
Compleks.
101.
Non
farmakologi :

Memberikan edukasi diet agar


mencapai berat badan ideal

Menyarankan
berolah raga

pasien
untuk
rutin, seperti:

102.

103.

ada saat
di
Puskesm
as dan
kunjung
an
rumah

104.

Agar

tekanan

darah

pasien

terkontrol dan berat badan pasien ideal.


105.

jogging, jalan
seminggu.
-

cepat

3-4

Menyarankan suami untuk lebih


mengingatkan
pasien
untuk
kontrol apabila obat telah habis.

106.- Melakukan diet hingga 200 kkal

per hari

107.
P

- Menyarankan
pasien
untuk
mengurangi mengemil gorenggorengan.

108.

109.

Kebutuhan kalori

ada saat

pasien tercukupi dan

kunjung

bervariatif dalam

an

mengonsumsi makanan

rumah

sehingga mengurangi
faktor risiko hipertensi.

110.
- Menyarankan anaknya untuk lebih

A
-

sering mengajak Ny. L mengobrol.


Menyarankan kepada anak dan
suami
pasien
yang
belum
terdeteksi
hipertensi
untuk
melakukan pemeriksaan tekanan
darah secara teratur.

112.

113.

114.

Keluarga

pasien

ada saat

lebih

memperhatikan

kunjung

ibunya

dan

an
rumah

menyempatkan

dapat
waktu

untuk mengobrol dengan

Menyarankan kepada pasien agar


lebih aktif mengikuti kegiatan
oahraga ringan di komplek
perumahan pasien.

ibunya.
115.

Keluarga

mau

111.

pasien
melakukan

pemeriksaan tekanan darah


secara teratur untuk deteksi
hipertensi.

116.
- Menyarankan
A

pasien

untuk

berolahraga jalan cepat selama


minimal
seminggu.

30

menit

3-4

kali

117.

118.

ada saat
di
Puskesm
as dan
kunjung
an
rumah

120.
121.

119.

Pasien

dapat

menjaga kesehatan serta


dapat

bergerak

sehingga
menimbulkan

aktif
tidak

komplikasi

penyakit yang dideritanya.

122.

C. Prognosis

1. Ad vitam

: ad bonam

2. Ad sanactionam

: dubia ad bonam

3. Ad Functionam

: dubia ad bonam

123.
124.
125.
126.
127.
128.
129.
130.
131.
132.
133.
134.
135.
136.
137.
138.
139.
140.
141.

142.

Lampiran I

143.

13 pola umum gizi seimbang yaitu:

144.

1.

Makanlah aneka ragam makanan

145.

2.

Makanlah makanan untuk memenuhi kebutuhan energi

146.

3.

Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan

energi
147.

4.

Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari

kecukupan energi
148.

5.

Gunakan garam beryodium

149.

6.

Makanlah makanan sumber zat besi

150.

7.

Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur 6 bulan

151.

8.

Biasakan makanan pagi (sarapan)

152.

9.

Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya


153.

10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur

154.

11. Hindari minum minuman beralkohol

155.

12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan

156.

13. Bacalah label pada makanan yang dikemas


157.
158.
159.
160.
161.
162.
163.
164.
165.
166.

167.

168.

Tabel 6. Contoh Menu Sehari 1400 Kalori

169.

170.

171.

172.

173.

174.

Baha

Pen

Gra

Contoh

men

ak

an

175.

an
179.

183.

188.

192.

196.

Pa

Roti

70

Roti

176.
177.
178.

180.

189.

Susu

200

sa

pi

pan
193.

gga

ng
197.

181.

190.

194.

Susu

Telur

55

198.

ay

191.
50

182.

Sayur

an

184.
1
s
u
s
u
185.
1
h
e
w
a

Omelet
195.

199.
wortel

n
i
186.

s
a
y
u
r
a
n
187.
200.

201.

202.

203.

204.

205.

Sel

Jeruk

110

Jeruk

217.

222.

227.

200

Nasi

b
u
a
206.

207.

h
212.

Si

Nasi

208.

218.

Ikan

40

223.

209.

219.

Temp

50

220.

224.

210.

100

Sayur

221.

an

110

211.

Pepay

t
213.

228.
Pepes
ikan
229.
Tempe
bace
m
225.

230.

Lalapan
+

226.

sam

bal

231.
h

Pepaya

e
w
a
n
i
214.
1
n
a
b
a
t
i
215.
1
s
a
y
u
r
a
n
216.
1
b
u
a
232.

233.

h
234.

235.

236.

237.

Sel

Apel

85

Apel

u
a
238.

239.

h
244.

Nasi

249.

254.

259.

200

Nasi

240.

250.

260.

Ayam

40

255.

ta

251.

np

110

252.

256.

261.

ku

100

Tahu isi

lit

253.

262.

257.

Tahu

242.

Sayur

an

245.
1
h
e
w
a
n
i
246.
1
n
a
b
a
t
i
247.

baka
r

241.

243.

Ayam

Sayur
ase
m

258.

263.

1
s
a
y
u
r
a
n
248.
264.
265.

Dianjurkan Diet Rendah Garam II (600 800 mg Na)

266.

Pada pengolahan makanannya digunakan sendok teh

garam dapur
267.

268.

Lampiran 2

269.

Beberapa makanan yang sebaiknya dikurangi

1. Makanan Asin dan gurih yang mengandung tinggi garam


2. Makanan Berlemak dan berminyak
3. Makanan atau minuman mengandung Kafein
270.