Anda di halaman 1dari 17

Kecederaan Akibat Olahraga: Ruptur

Tendon Achilles
Nama: Marliani Hanifah Mahmud
NIM: 102013487
Alamat Korespondensi: Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara, No 6, Jakarta 11510.

Abstrak
Ruptur tendon Achilles adalah sejenis penyakit musculoskeletal yang disebabkan oleh tensi yang
berlebihan terhadap tendon Achilles sewaktu melakukan dorsofleksi untuk mendarat selepas
melompat tinggi. Terdapat beberapa pemeriksaan yang boleh dilakukan untuk menegakkan
diagnosis seperti tes Thompson. Terdaapt juga beberapa sakit lain yang juga nyeri di bahagian
yang sama namun cedera di muskulus dan tendo yang lain dan bisa dibedakan dengan rupture
tendon Achilles. Rupture ini boleh dikoreksi melalui operasi ataupun tidak melalui operasi dan
prognosis nya tetap baik. Teknik rujukan dari pelbagai sumber digunakan untuk
mengkompilasikan makalah ini agar sesuai dibaca dan dijadikan rujukan mudah buat mahasiswa.
Kata kunci : Ruptur, tendon Achilles, dorsofleksi, tes Thompson

Abstract
Achilles tendon rupture is a kind of a musculoskeletal disease caused by the excessive tensile
force applied to the achilles tendon while lands with a dorsiflexion after a high impact jump.
There specific test that can be carried out to confirm the diagnosis such as Thompsons test.
There are few different disease that also cause pain at the same area as the rupture of Achilles
tendon but can be differentiate from the rupture of tendon Achilles. The rupture can be
corrected through non-surgery method and surgery method and the prognosis is good.

Technique used to write this working paper is through references from various source and I
hope this can be used as reference for students.
Keywords: rupture, Achilles tendon, dorsiflexion, Thompsons test

Skenario
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan nyeri pada tumit
kanannya sejak 2 jam yang lalu saaat bermain bulu tangkis. Menurut pasien, saat mendarat
setelah melompat tinggi sewaktu bermain bulutangkis tiba-tiba kaki kanannya terasa sngat nyeri
seakan-akan telah terbentur sesuatu. Pasien tidak daapt menngunakan tungkai kanannya untuk
berdiri.

Pendahuluan
Kecederaan yang diakibatkan oleh olahraga menjadi salah satu punca penyakit musculoskeletal
pada masa kini disebabkan oleh wujudnya partisipasi dalam acara olahraga oleh semua orang
tanpa mengira usia maupun jantina.1 Antara kecederaan yang biasa dialami oleh individu yang
berolahraga adalah rupture tendon Achilles. Rupture tendon Achilles ini biasanya ditandai
dengan kesukaran untuk berjalan secara normal setelah mendarat selepas melompat tinggi.
Tendo Achilles ini terdiri dari dua buah tendo yang bergabung yaitu otot-otot soleus dan
gastrocnemius, otot-otot ini berada pada bagian belakang tulang tumit2. Kumpulan jaringan otot
soleus terselip ke dalam bagian dalam tulang tumit. Di sekeliling kedua tendo tersebut terdapat
satu lapisan vaskular yang amat penting yaitu peritenon yang memelihara suplai darah pada
jaringan tendo.

Anamnesis
Anamnesis adalah wawancara antara dokter dan penderita (autoanamnesis) atau keluarga
penderita(alloanamnesis) yang mempunyai hubungan dekat dengan pasien, mengenai semua data
tentang penyakit. Dalam anamnesis, harus diketahui adalah identitas pasien, keluhan utama,
riwayat penyakit sekarang dan dulu, riwayat kesihatan keluarga, riwayat peribadi dan riwayat
ekonomi

Dari kasus diatas, dapat dikatakan pasien dilakukan auto-anamnesis karena keadaannya yang
masih sedar. Dari anamnesis umum ditanyakan identitas pasien, didapatkan usia laki-laki
tersebut ialah 25 tahun, dengan keluhan utama nyeri pada tumit kanan saat sedang bermain
bulutangkis. Keluhan penyerta adalah tidak dapat menggunakan tungkai kanan untuk berdiri.

Gambar 1 : Melompat Tinggi Sebelum Mendarat3

Untuk riwayat penyakit sekarang, ditanyakan akibat apa nyeri ini terjadi dan didapatkan akibat
mendarat selepas melompat tinggi (lihat gambar 1) semasa bermain bulutangkis. Dan juga sejak
kapan kesakitan yang dirasakan yaitu sejak 2 jam yang lalu.
Riwayat penyakit dahulu, riwayat kesehatan keluarga, riwayat pengobatan tidak dinyatakan
secara spesifik di dalam kasus ini.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik untuk scenario seperti ini selalunya dimulai apabila pasien masuk ke kamar
praktek, dilihat kesadarannya. Seterusnya diteruskan dengan inspeksi (look),palpasi (feel) dan
seterusnya pergerakan (range of motion / ROM). Dan diteruskan dengan tes-tes yang khas sesuai
dengan kecederaan yang dialami oleh pasien. Pasien juga diminta untuk coba berdiri di atas jari
kaki.

Daripada kasus, didapatkan pasien tampak sakit sedang dan tidak dapat berdiri. Dilakukan
inspeksi dan didapatkan gap sign (lihat gambar 2) yang positif di regio tendon Achilles.
Dilakukan palpasi dan pasien merasakan nyeri tekan. Untuk pergerakan tidak dinyatakan secara
spesifik tetapi amnya kasus seperti rupture tendon ini, pergelangan kaki tidak dapat digerakkan
karena nyeri.

Gambar 2: Kaki kiri Terdapat Gap Sign yang Positif

Tes khusus buat tendon Achilles adalah Tes Thompson5. Tes ini dilakukan dengan keadaan pasien
tidur telentang dan bahagian tungkai bawah terjuntai dari tempat tiduran. Dokter akan memicit
muskulus gastrocnemius dan melihat ada tidaknya pergerakan plantarfleksi. Sekiranya tidak
terdapat plantarfleksi maka hasil tes adalah positif dan pasien terbukti mengalami rupture tendon
Achilles.
Pasien yang mengalami rupture tendon Achilles tidak akan dapat berdiri menggunakan jari-jari
kaki. ( lihat gambar 3)

Gambar 3 : Tes Berdiri Menggunakan Jari Kaki6

Pemeriksaan Penunjang
Sinar X yang biasa memiliki peran yang terbatas dalam pemeriksaan pasien dengan rasa sakit
pada tendo achilles. Kadang-kadang adanya penonjolan yang tampak dan berlebihan pada
calcaneus perlu diperhatikan. Ini mungkin saja merupakan faktor yang menimbulkan dan
menambah retrocalnaceal bursitis semakin parah. Pemeriksaan secara ultrasound dapat
membantu membedakan antara tendinitis, paratendinitis, degenerasi focal, dan putus sebagian
(partial tear). Pemeriksaan secara ultrasound harus dilakukan saat luka pada tendo achilles tidak
bereaksi terhadap cara tradisional. MRI juga dapat membantu pemeriksaan cedera pada tendo
Achilles ( lihat gambar 4)

Gambar 4 : MRI Pada Achilles Tendon7

Di dalam kasus tidak dilakukan mana-mana pemeriksaan penunjang karena sudah dipastikan
kecederaan daripada inspeksi.

Diagnosa Kerja
Berdasarkan kasus, pasien diduga menghidap rupture tendon Achilles. Rupture tendon Achilles
berlaku apabila tendon Achilles putus yang diakibatkan oleh pergerakan dorsofleksi secara
mengejut (lihat gambar 5). Atau juga dorsofleksi secara paksaan diluar range of motion yang
normal. Mekanisme lain yang menyebabkan rupture tendon Achilles adalah terjadi trauma secara
mengejut. Dan juga aktif secara tiba-tibe setelah lama tidak aktif. Pergerakan yang terputar juga
menyebabkan rupture tendon Achilles. Penderita rupture tendon achilles akan merasa nyeri di
bagian posterior pergelangan kaki.8

Gambar 5 : Kaki Dorsofleksi Ketika Mendarat9

Diagnosa Banding
Rupture tendon Achilles dibandingkan dengan 3 penyakit ini yaitu rupture tendon m. tibialis
posterior, rupture m. soleus dan peradangan tenosynovitis di mana ketiganya mempunyai gejala
yang sama yaitu nyeri di bahagian posterior dari pergelangan kaki.
M. tibialis posterior (lihat gambar 6) berkontraksi dan relaksasi, apabila pergerakan ini terjadi,
sedikit tensi akan menekan tendon tibialis posterior. Pergerakan yang berlebihan atau berulang
mungkin akan menyebabkan rupture tendon m. tibialis posterior. Nyeri dirasakan di bagian
medial. Berbanding rupture tendon Achilles yang nyeri tepat di belakang tulang calcaneus.

Gambar 6 : Kedudukan M. Tibilis Posterior10

Rupture m. soleus (lihat gambar 7) yang separa atau sepenuhnya terjadi apabila m. soleus tertarik
ketika sedang berkontraksi. Rupture bisa didapati di mana saja sepanjang m. soleus yang
berhubungan dengan tendon achiles11. Rupture in akan mengakibatkan inflamasi pada tendon
achiles. Nyeri pada rupture m. soleus adalah kurang lebih 4cm diatas nyeri yang dirasakan
apabila rupture tendon achiles.

Gambar 7 : Kedudukan M. Soleus10

Peradangan tenosynovitis (lihat gambar 8) terjadi apabila penggunaan Achilles tendon yang
berlebihan dan terhasil apabila tendon Achilles menerima tekanan yang terlalu berat atau terlalu
mendadak. Kesakitan bisa dirasai di region tendon Achilles seperti rupture tendon Achilles
namun gap sign tidak keliatan11.

Gambar 8 : Peradangan Tenosynovitis12

Etiologi
Cedera pada tendo achilles timbul karena beban yang diterima tendo, baik hanya sekali-kali
maupun berkali-kali dalam waktu yang relatif lama melampaui kemampuan tendo untuk
menahan beban.
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan cedera pada tendo achilles adalah meningkatnya
aktivitas (jarak, kecepatan, tinggi/curam tanjakan), berkurangnya waktu relaksasi di antara sesi
latihan, perubahan permukaan, perubahan/pergantian alas kaki (alas kaki bertumit rendah/ tumit
tinggi), kondisi alas kaki yang buruk (ukuran tumit yang tidak sesuai, pelebaran sisi sepatu,
berkurangnya fleksibilitas kaki), berkurangnya ruang gerak sendi (dorsifleksi yang terbatas)
Efek dari gangguan-gangguan ini adalah beban yang terus menerus yang akan
mengakibatkan trauma kecil (microtrauma), peradangan tingkat rendah yang terus-menerus
dan berakibat pada penebalan jaringan otot.11

Epidemiologi

Ruptur tendon Achilles berkait rapat dengan kecederaan ketika berolahraga. Berdasarkan
pemerhatian yang dilakukan di Utara Ireland dari tahun 1996 sehingga 2008. Terdapat 712 pria
(73%) dan 263 wanita (27%) yang mengalami rupture tendon Achilles yang menghasilkan ratio
sebanyak 3:1. Angka in menunjukkan bahawa kecederaan tendon Achilles ini lebih dominan
terhadap pria mungkin karena gaya hidup pria yang aktif berolahraga secara ekstrim berbanding
wanita yang jarang berolahraga ataupun hanya berolahraga secara jarang.13
Pasien yang datang dengan keluhan rupture akibat olahraga adalah dalam kalangan pasien yang
muda manakala pasien yang lebih berusia adalah rupture disebabkan perkara lain. Usia rata-rata
pasien dengan rupture ini adalah 48 tahun.

Gambar 9 : Distribusi Usia Penderita Rupture Tendon Achilles

13

Olahraga yang paling sering menyebabkan rupture tendon Achilles adalah ragbi, bolasepak,
tenis, dan bulutangkis.(lihat gambar 10)

Gambar 10 : Olahraga Yang Sering Mengakibatkan Ruptur Tendon Achilles

13

Dapat disimpulkan bahawa individu yang menghampiri dekad ke 5 dan menyertai apa-apa acara
olahraga dalam kehidupan mereka adalah yang tersering menderita rupture tendon Achilles .
Kasus ini juga lebih sering terjadi pada pria berbanding wanita.

Patofisiologi
Rupture tendon Achilles, biasanya terjadi dalam selubung tendo akibat perubahan posisi kaki
secara tiba-tiba atau mendadak berubah ke keadaan dorsifleksi pasif maksimal (lihat gambar 11)
sehingga terjadi kontraksi mendadak otot betis dengan kaki terfiksasi kuat kebawah dan diluar
kemampuan tendon Achilles untuk menerima suatu beban. 11

Gambar 11 : Posisi Ketika Dorsofleksi Maksimum14

Saat istirahat, tendon memiliki konfigurasi bergelombang akibat batasan di fibrilkolagen .


(gambar 12) Stress tensil menyebabkan hilangnya konfigurasi bergelombang ini, hal ini yang
menyebabkan pada daerah jari kaki adanya kurva tegangan-regangan. Saat serat kolagen rusak
akibat stress, tendon merespons secara linear untuk meningkatkan beban tendon. Jika
renggangan yang ditempatkan pada tendon tetap kurang dari 4 persen- yaitu batas beban fisiologi
secara umum serat kembali ke konfigurasi asli mereka pada penghapusan beban. Pada tingkat
keteganganantara 4-8 persen, serat kolagen mulai meluncur melewati 1 sama lain karena jalinan
antar molekul rusak. Pada tingkat tegangan lebih besar dari 8 persen terjadi rupture secara
makroskopik karena kegagalan tarikan oleh karena kegagalan pergeseran fibriller dan
interfibril.15

Gambar 12 : Fibrilkolagen 16

Manifestasi klinis

Penderita ruptur tendon achilles memiliki gejala atau manifestasi klinik seperti rasa sakit
mendadak yang berat dirasakan pada bagian belakang pergelangan kaki atau betis, bengkak,
kaku dan memar, terlihat depresi di tendon 3-5 cm diatas tulang tumit, tumit tidak bisa
digerakkan turun naik, tidak bisa berdiri menggunakan kaki yang nyeri.

Penatalaksanaan
Saat pasien datang dengan keluhan nyeri, dapat diberikan obat analgesic buat menghilangkan
rasa nyeri sebelum tindakan lanjut dilakukan. Antara pilihan obat yang dapat diberikan adalah
aspirin, salislamid, diflusinal dan para-aminofenol seperti asetominofen dan parasetamol.
Terdapat 2 pilihan penatalaksanaan yaitu pembedahan atau tidak melelui pembedahan. Pasien
tidak akan dibedah sekiranya pasien tidak aktif sehari-hari dalam menggunakan tendon achiles
dan juga sekiranya rupture itu Cuma rupture yang minor atau terdapat hambatan kesehatan.
Caranya adalah dengan menggunakan cast(gambar 13) di bagian yang cedera selama 6-8
minggu.15

Gambar 13 : Cast Untuk Korektif Rupture

17

Dokter sangat menganjurkan pasien untuk dibedah bagi mengurangi resiko rupture semula.
Bedah juga terbagi menjadi dua yaitu open surgery (gambar 14) dan percutaneous surgery
(gambar 15)

Open surgery adalah insisi dilakukan di posterior tungkai bawah dan tendon Achilles dijahit
semula. Di dalam rupture yang serius, tendo di region plantaris di ambil dan dibalut di sekitar
tendon Achilles untuk meningkatkan kekuatan tendon yang telah dibaiki.15

Gambar 14 : Open Surgery

18

Percutaneous surgery pula adalah dimana dokter melakukan beberapa insisi yang kecil dan
menjahit semula tendo melalui insisi-insisi kecil tersebut. Surgery ini akan dilambatkan beberapa
minggu selepas mendapat kecederaan untuk membiarkan pembengkakan surut. Untuk pasien
yang mempunyai resiko penyembuhan yang lambat. Maka surgery percutaneous akan
dianjurkan.

Gambar 15: Percutaneus Surgery

Komplikasi

18

Daripada operasi yang dilakukan dikemungkinan akan adanya infeksi MRSA (methycilin
resistant staphylococcus aureus) atau jangkitan nosokomial , pendarahan , thrombosis vena
dalam dan rasa kebas yang berpanjangan selepas operasi.

Prognosis
Kebanyakan pasien yang mengalamai rupture tendon Achilles akan sembuh sepenuhnya setelah
dilakukan penatalkasaan yang dianjurkan. Tendo juga akan beresiko lebih kecil untuk rupture
semula. Pasien akan bisa melakukan aktiviti seperti semula setelah beberapa bulan (3-6 bulan)
operasi dilakukan, tergantung kepada keinginan dan kesungguhan pasien sendiri untuk mulai
beraktivitas.15

Kesimpulan
Setelah membuat anamnesis pemeriksaan fisik dan penunjang, diagnose kerja, diagnosis
banding, etiologi, epideomologi, patogenesis, manifestasi klinis, komplikasi, pengobatan, dan
prognosis, laki-laki tersebut dijangka mengalami rupture tendon Achilles. Rupture tendon
Achilles terjadi apabila laki-laki tersebut mendarat selepas melompat tinggi, telah menekan tendo
Achilles dengan beban yang berat dalam keadaan dorsofleksi sehingga tendon tidak dapat
menahan dampak yang kuat dan akhirnya rupture. Dengan pengobatan yang efektif dan
semangat untuk menjalani latihan terapi berjalan maka pemuda ini akan bisa beraktivitas semula.

Daftar Pustaka:
1. Nicholas JW, Joel GB. Harrisons principles of internal medicine. 17 th ed. USA: The
McGraw-Hill Companies; 2008.p.1280-93.

2. Tortora GJ, Derrickson BH. Principles of anatomy and physiology: organization, support
and movement, and control systems of the human body volume 1. 12th edition. New
Jersey: John Wiley & Sons Inc ; 2009 : 175-93,393-406
3. Diunduh dari : sitebadminton.blogspot.com
4. Diunduh dari : ispub.com
5. Cluett J, Thompson test. Achilles Injury 20014 Dec [cited 2015 March 24] ;1(1) : [1
screeen]. Available from URL :
http://orthopedics.about.com/od/findingthecaus1/g/Thompson-Test.htm
6. Diunduh dari : wisegeek.com
7. Diunduh dari : http://www.melbourneradiology.com.au/mri-gallery/achilles-tendon.html
8. Kjaer, M. et al, ed. Textbook of sports medicine. Malden, MA: Blackwell Science, 2003
9. Diunduh dari : appemaze.com
10. Diunduh dari : quizlet.com
11. Muttaqin A, Buku saku keperawatan musculoskeletal : aplikasi pada praktik klinik
keperawatan . Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2011 : 500-5
12. Diunduh dari : epainasist.com
13. Heyes G, Tucker A, Michael A, Wallace R . The epidemiology of tendo achilles rupture:
A Regional Perspective. Ann Orthop Rheumatol 2014 [cited 2015 March 24]; 2(2): [3
screens]. Available from URL:
www.jscimedcentral.com/Orthopedics/orthopedics-2-1017
14. Diunduh dari : crossfit317.com
15. Nunley JA, The Achilles tendon : treatment and rehabilitation. Durham: Springer ; 2009:
3-16,55-93

16. Diunduh dari : sigmaaldrich.com


17. Diunduh dari : achillesblog.com
18. Diunduh dari : podiatry today.com