Anda di halaman 1dari 6

ETIKA BISNIS

AKUNTANSI NILAI PASAR DAN KEHANCURAN AIG

OLEH

KELOMPOK 5:

1.
2.
3.

NI PUTU BUDIADNYANI
NI KETUT KARTIKA AMANDA ASTITI
DEWA AYU MAS PUTRIARI NUSANTARI

(10)
(16)
(22)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016

AKUNTANSI NILAI PASAR DAN KEHANCURAN AIG

American International Group, Inc. (AIG) dulunya adalah perusahaan asuransi


terbesar dunia dimana kantor kantor utamanya berlokasi di New York, London,
Paris, dan HongKong. Sejak tahun 2005 hingga 2008, perusahaan mengalami
serangkaian permasalahan akuntansi. Pertama, AIG dihukum karena terlibat dalam
tindakan kecurangan dalam pelaporan keuangan, dan selanjutnya, karena melaporkan
kerugian tidak terealisasi dengan jumlah yang sangat besar, hingga akhirnya
mengakibatkan perusahaan diambil alih oleh pemerintah. Sepanjang periode tersebut,
perusahaan telah mengalami empat kali pergantian CEO.
Pada 6 Juni 2005, securities and exchange commision (SEC) melayangkan tuntutan
terhadap para eksekutif di AIG dan General RE yang isinya dugaan bahwa mereka
telah melakukan penipuan sekuritas dengan ikut serta dalam dua transaksi reasuransi
palsu yang seakan akan meningkatkan penyisihan kerugian yang harus ditanggung
AIG sebesar $500 juta, sehingga menjadikan laporan keuangan AIG tampak lebih
baik daripada di kuartal keempat tahun 2000 dan kuartal pertama tahun 2001.
Menurut SEC, asal mula transaksi tersebut yaitu dimana AIG

berusaha untuk

memadamkan kritik yang diberikan oleh analisis terkait pengurangan penyisihan


kerugian perusahaan pada kuartal ketiga tahun 2000. Millionaire Warren Buffet yang
memiliki General RE tidak terlibat dalam tuntutan SEC, tetapi Maurice Greenberg,
CEO AIG kemudian diidentifikasi sebagai konspirator pembantu namun tidak dituntut
dan dia mengetahui adanya transaksi palsu tersebut. Setelah itu, Greenberg diberi
tekanan agar meninggalkan perusahaan.
Pada Februari 2006 AIG setuju untuk membayar denda sebesar $1,6 milyar dan
dua tahun setelahnya lima mantan eksekutif General RE dan AIG dinyatakan bersalah
karena melakukan penipuan sekuritas. Sementara itu AIG telah beberapa kali
melakukan pergantian CEO. Pada tahun 2005, Greenberg digantikan oleh Martin
Sullivan, yang kemudian digantikan oleh Robert Willumstad pada Juni 2008 setelah
AIG mencatat kerugian sangat besar dan harga sahamnya anjlok. Tiga bulan
kemudian, pemerintah mengambil alih AIG, dan Willumstad digantikan oleh Edward
Liddy.
Meskipun bisnis utamanya adalah menjual asuransi, pada 1987 AIG mulai
berjualan produk produk keuangan melalui anak perusahaannya, AIG Financial
Product Corp. Satu dari produk utamanya adalah kontrak penukaran (SWAP) kredit
jatuh tempo pada investasi pendapatan tetap seperti efek beragun KPR dan derivatif
KPR beragun lainnya. Bagaimanapun juga, kontrol internal anak perusahaan sangat
2

lemah. Pada akhir November 2007 auditor AIG, yaitu Price Water House Cooper
(PWC) menaruh perhatian pada Sullivan terkait dengan kelemahan material dalam
area manajemen resiko. Pada Maret 2008 kantor pengawasan penghematan, Kami
cemas bahwa kontrol perusahaan terhadap produk produk keuangan AIG
kekurangan elemen kritis mencakup independensi, transparasi, dan ketelitian
optimal.
Namun demikian, anak perusahaan menjual produk keuangannya, termasuk
kontrak penukaran kredit jatuh tempo pada efek beragun aset sebesar $441 Milyar,
$57,8 Milyar dari jumlah itu terkait dengan efek beragunan KPR. Ketika krisis KPR
Supreme muncul pada 2007, AIG mulai mencatat kerugian pada penukaran kredit
jatuh tempo ini sebagai hasil dari FASB 157. The Financial Accounting Standard
Board (FASB) menerbitkan pernyataan nomor 157 tentang pengukuran nilai wajar
pada 2006 yang mulai berlaku pada 2007. Peraturan pengukuran nilai wajar,
dinyatakan sebagai nilai pasar, dimana mengharuskan aset dan kewajiban finansial
dinilai ulang pada nilai kasarnya di tiap periode pelaporan. Dalam kasus sebuah
instrumen keuangan, hal ini berarti ada pada kutipan harga instrumen pada pasar aktif.
Karena pasar untuk KPR suprime memburuk maka demikian pula pasar instrumen
keuangan beragun KPR tersebut.
Pada februari 2008 kerugian yang belum direalisasi sebesar $4,8 Milyar yang
meningkat hingga $11 Milyar pada akhir bulan. Pada bulan Juni, Sullivan
mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO, tetapi diberikan pesangon khusus
(golden parachute) sebesar $15 juta. Pada 16 September, AIG dilaporkan merugi
sebesar $13,2 Milyar pada enam bulan pertama tahun 2008. Sahamnya
diperdagangkan pada harga $3,14 mengalami penurunan lebih dari 90% dari
puncaknya pada nilai pasar $190 Milyar pada akhir 2006. Pemerintah federal
memutuskan bahwa AIG, 1 dari 5 perusahaan keuangan terbesar di dunia, terlalu
besar untuk gagal

sehingga

pemerintah

memutuskan

memberikan tindan

penyelamatan bagi AIG. Pemerintah akan menyediakan fasilitas likuiditas kredit


sebesar $85 Milyar yang kemudian ditingkatkan, sebagai balasan dari penerimaan
jaminan atau kuasa yang pada hakikatnya memberikan pemerintah kepemilikan
ekuitas perusahan sebesar 79,9% di AIG. Pada 17 September, AIG menguras habis
(drewdown) $28 Milyar dari fasilitas likuiditas dari kredit tersebut. Hingga 24
Oktober AIG telah menguras habis $90,3 Milyar dari total dana penyelamatan sebesar
$122,8 Milyar.
3

Dalam kesaksian di hadapan House of Representative Committee on Oversight and


Goverment Reform pada 7 Oktober 2008, Willumstad menyatakan bahwa sebagian
kesalahan atas kegagalan perusahaan pada peraturan akuntansi yang memaksa AIG
untuk mencatat kerugian yang belum terealisasi pada pertukaran kredit jatuh tempo.
Bagaimanapun juga, ketika pasar untuk obligasi dibawah jaminan membeku
hingga akhir 2007, peraturan akuntansi mengharuskan AIG untuk memberikan nilai
pasar pada pertukaran (swap) tersebut. Peraturan akuntansi yang memaksa untuk
diterapkan pada situasi yang tidak diperkirakan sebelumnya ini mendorong AIG untuk
mengakui puluhan milyar dollar kerugian akuntansi pada kuartal keempat tahun 2007
dan dua kuartal pertama tahun 2008, meskipun sejauh yang diketahui AIG telah
melakukan sedikit pembayaran pertukaran kredit jatuh tempo yang telah ditulisnya
dan mayoritas sekuritas yang menjamin penukaran (swap) tersebut masih memiliki
tingkat investasi atau yang lebih baik oleh perusahaan pemeringkat.
Jadi, menurut Willumstad kehancuran AIG dan upaya penyelamatan yang
mengikutinya merupakan hasil dari akuntansi nilai pasar. Dalam pidato di hari
berikutnya, Lynn Turner, mantan kepala akuntan di SEC berkata AIG menyalahkan
kegagalannya pada peraturan akuntansi yang mengharuskan untuk mengungkapkan
kerugian perusahaan pada investor. Itu sama saja, saudarasaudara seperti
menyalahkan termometer karena telah menunjukkan bahwa seseorang itu terkena
demam karena suhunya tinggi. Pada 10 Oktober 2008 FASB melonggarkan peraturan
akuntansi nilai pasar dan membolehkan perusahaan untuk meninggalkan kebiasaan
menerbitkan sekuritas jika tidak ada pasar yang siap bagi mereka dengan keberadaan
dan sifat sekuritas tersebut diungkapkan.

PERTANYAAN
1. Argumen menyatakan bahwa akuntansi nilai pasar telah menyebabkan AIG mencatat
kerugian belum terealisasi yang sangat besar jumlahnya. Kerugian kerugian ini
menyebabkan penurunan kualitas saham AIG. Penurunan ini dan membekunya pasar
4

kredit membawa pada upaya penyelamatan jadi apakah anda sepakat bahwa peraturan
akuntansi memang berkontribusi pada kehancuran AIG?
Jawab :
Menurut kami, peraturan akuntansi nilai pasar yang diterbitkan oleh SEC hanya
salah satu faktor yang menyebabkan runtuhnya kesuksesan AIG. Karena sebelum
peraturan tersebut diberlakukan, AIG telah mengalami masalah keuangan lainnya, salah
satunya yaitu karena melakukan penipuan sekuritas dengan melakukan reasuransi palsu.
Masalah keuangan ini disebabkan karena kontrol internal yang sagat lemah.
Permasalahan keuangan yang dialami oleh AIG diperparah dengan diterbitkannya aturan
mengenai nilai pasar hingga AIG terpaksa mencatat kergian belum terealisasi dengan
jumlah yang sangat besar. Namun Pada akhirnya FSAB melonggarkan mengenai
peraturan

tersebut,

membolehkan

perusahaan

untuk

meninggalkan

kebiasaan

menerbitkan sekuritas jika tidak ada pasaar yang siap bagi mereka, dengan keberadaan
dan sifat sekuritas tersebut diungkapkan.
2. Pemerintah mengatakan bahwa AIG terlalu besar untuk gagal. Dicemaskan jika AIG
dinyatakan bangkrut maka para nasabah yang memiliki asuransi personal tidak memiliki
asuransi lagi dan akan berada dalam bahaya karena krisis finansial dan likuiditas kian
memburuk. Akan tetapi, banyak pihak yang merasa bahwa pemerintah federal
seharusnya tidak berinvestasi di perusahaan publik. Ada risiko di pasar, dan satu jenis
risiko itu adalah bahwa pada waktu tertentu, bisnis akan bangkrut. Apakah pemerintah
federal seharusnya melakukan upaya penyelamatan untuk AIG, khususnya ketika
pemerintah tidak menyelamatkan Lehman Brother dan membiarkan Merril Lynch
diambil oleh Bank of America?
Jawab :
Sejumlah analis berpendapat jika AIG yang polisnya dimiliki oleh warga di lebih
dari 100 negara dibiarkan bangkrut, dampak yang ditimbulkan akan sangat besar pada
kondisi keuangan didunia. Dampak yang timbul diramalkan akan lebih buruk daripada
penutupan Lehman Brothers. Jika AIG tutup, maka banyak bank dan investment fund di
seluruh belahan dunia yang akan kehilangan perlindungan asuransi, dan berikutnya akan
terjadi peningkatan gagal bayar. AIG memiliki banyak kepentingan bisnis, sehingga sulit
diprediksi seberapa jauh dampak yang akan diakibatkan pada pasar finansial ketika
perusahaan harus bangkrut.
Pemerintah AS memutuskan menyelamatkan kekacauan yang terjadi di AIG
karena kolapsnya perusahaan asuransi itu bisa berdampak sistemik. Bank Sentral
5

Amerika Serikat (The Federal Reserve) pihaknya telah mengeluarkan paket


penyelamatan senilai US$ 85 miliar untuk American Insurance Group (AIG) agar
terhindar dari kebangkrutan. Pemerintah berharap upaya ini bisa mencegah berlanjutnya
ancaman resesi finansial global. Langkah ini berhasil menggerakkan pasar modal yang
sempat terpuruk akibat berita bangkrutnya Lehman Brothers. Penyelematan terhadap
perusahaan dengan aset dan penjaminan pinjaman perbankan senilai triliunan dolar ini
akhirnya mampu membuat pasar kembali bergerak naik.