Anda di halaman 1dari 9

1.

Persiapan
2. Membaca skenario
3. Klarifikasi istilah
OSPE : Objective structure practical examination(penilaian untuk
menguji praktikum)
Tidak lulus: tidak berhasil ujian
Blok kimia dan fisika kehidupan
Mahasiswa : orang yang belajar di perguruan tinggi
Praktikum : bagian dari pengajaran yangg bertujuan agar siswa mendapat
kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dl keadaan nyata apa yg diperoleh dl
teori

Mental : dorland halaman 667


Berkonsentrasi : pemusatan perhatian atau pikiran pd suatu hal
Suasana yang tegang : Kondisi yang kaku
Tutorial : pembimbingan kelas oleh seorang pengajar (tutor) untuk seorang
mahasiswa atau sekelompok kecil mahasiswa

Semua materi : Seluruh bahan


KBK FK Unsri : Suatu program dimana guru bukan yang menjadi
center learning tetapi murid yang menjadi center learning
Relevan :berguna secar langsung
Dokter : dorland halaman 345
Termotivasi : dorongan yg timbul pd diri seseorang secara sadar atau tidak sadar
untuk melakukan suatu tindakan dng tujuan tertentu.

4. Identifikasi masalah
Zack dinyatakan tidak lulus Blok Kimia dan fisika kehidupan KBK FK
unsri karena nilainya jatuh pada ujian OSPE.(prioritas 1)
Ia langsung mengajukan protes ke ketua blok, karena harus
menjawab soal praktikum yang rumit dengan batas waktu yang
sangat singkat, sehingga mahasiswa harus menjawab dalam
suasana yang tegang. (prioritas2)
Zack harus melatih diri untuk lebih siap mengahadapi sistem ujian
di OSPE. (prioritas3)
Zack merasa kurang nyaman dengan suasana pembelajaran saat
praktikum dan tutorial. (prioritas2)
Zack juga merasa ilmu kimia dan fisika kurang relevan untuk ilmu
kedokteran. (prioritas2)
Zack harus menyesuaikan diri dengan suasana belajar di FK unsri,
kata ketua block. (prioritas3)
5. Analisis masalah

Masalah 1(prioritas1)

Materi apa saja yang dipelajari pada blok kimia dan fisika
kehidupan?
Apa saja yang harus dilakukan zack untuk lulus pada blok
kimia dan fisika kehidupan? Belajar dan berusaha untuk
menyukai pelajaran itu dan sadar bahwa semua mata pelajaran
yang telah dimasukkan kedalam KBK pasti akan bermanfaat untuk
pengalaman kedokteran nantinya

Apa standar kelulusan pada blok kimia dan fisika


kehidupan?
Apa saja penilaian pada blok kimia dan fisika kehidupan?
Apa peranan nilai OSPE terhadap blok kima dan fisika kehidupan?
Ujian apa saja yang mempengaruhi pada proses pembelajaran di
FK?
Apa perbedaan OSPE dengan ujian lainnya?
Apa tujuan dari ujian OSPE?

Masalah 2(prioritas2)
Apakah mahasiswa boleh melakukan protes kepada dosen?
Jelaskan!
Bagaimana prosedur pengajuan protes yang baik?
Bagaimana etika protes yang baik?
Apa saja penyebab zack kurang nyaman saat praktikum dan
tutorial?
Bagaimana cara mendapatkan suasana yang nyaman pada saat
belajar?
Apa jenis-jenis gaya belajar?
Apa saja aplikasi ilmu fisika dan kimia dibidang kedokteran?
Apa yang bisa memotivasi zack untuk memperdalam ilmu kimia dan
fisika kehidupan?
Bagaimana hubungan ilmu kedokteran dasar dengan ilmu
kedokteran klinis?

Masalah 3(prioritas3)
Persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum menjalani ujian
OSPE?
Apa yang harus dilakukan oleh zack untuk menyesuaikan diri
terhadap materi pembelajaran blok kimia dan fisika kehidupan?
Apa saja metode belajar yang ada pada proses pembelajaran?

6. Meninjau ulang masalah dan menyusun keterkaitan antar masalah


Zack Protes

Tidak Lulus

Nilai OSPE kecil

Tidak bisa melaksanakan OSPE dengan baik

Gaya Belajar Salah


pelajaran

Tidak relevan dengan


fisika dan kimia

7. Identifikasi topik pembelajaran(learning issue)


Gaya belajar yang sering digunakan pada proses pembelajaran
Suasana belajar (nyaman, tegang, etc)
Ujian pada FK Unsri (MCQ, OSPE, OSCE)
Etika dalam mengkritik sesuatu

oke,, jadi ospe adalah ujian untuk mengetahui kemampuan mahasiswa FK


dalam hal kerja di laboratorium saat praktikum
pdubukit2012: kalo arti bagusnya, bisa dicari di inet, intinya sih menilai
kemampuan kalian dlm hal praktikum
Eci Desi: okey, ntar kabarin lagi ya
pdubukit2012: prosedur utk pelaksanaannya pastinya si tersangka harus
ikut praktikum 100% kan dek.. trus ketentuan2 di laboratorium harus
dipatuhi
Lianita : ttp pake jaslab
Lianita : jadi kalian sesuai absen
Lianita : masuk ke ruang lab setiap berapa org gtu
Lianita : nanti berdiri di depan tiap2 soal
Lianita : nanti ada aturan muter gtu
Lianita : setiap berapa menit, kalian akan pindah ke soal selanjutnya
Lianita : syarat2
Lianita : yg pasti lulus nilai KKM
Lianita : kelulusan blok ga cuma dinilai dr ospe
Lianita : tp rata2 dr ospe, mcq, absensi
pdubukit2012: waktu ujian ospe tergantung blok dan banyakny soal
Lianita : biasanya 1 soal 1 - 2 menit
Lianita : kalo anatomi bisa 30 soal
Lianita : histo juga
Eci Desi sedang mengetik...
Eci Desi: \
pdubukit2012: ya
pdubukit2012: jadi gini dek ya
Lianita : misalnya
Lianita : setiap blok udh ada persentase penilaian
Lianita : MCQ 50%
Lianita : OSPE 30%
Lianita : absensi 10%
Lianita : assignment 10%
Lianita : jadi, misalnya
Lianita : MCQ kalian 100 x 50% = 50
Lianita : ospe kalian kecil nih, cuma 40
Lianita : 40 x 30% = 12
Lianita : absensi hadir terus lah ya 100 x 10% = 10
Lianita : assignment 75 misalnya
Lianita : 75 x 10% = 7,5
Lianita : totalin aj semua dek

Lianita
Lianita
Lianita
Lianita

:
:
:
:

50 + 12 + 10 + 7,5 = 79,5
nah, utk blok tersebut, nilai kalian B
inget, B itu dari 71-85,9
jadi ya kalian lulus blok itu

KIRA2 ITULAH HASIL CONFRENCE SEMOGA BERMANFAAT

Iqbal habibie(1,2,3,20)
Owen hu(2,3,4)
M. Gufron Nusyirwan(4,5,6)
Bagus Prasetyo(1,5,6,7)
Ni Komang Leni(7,8,9)
Ayu Novalia(8,9,10)
Ayu Aprilisa(10,11,12)
Adisti (11,12,13)
Peppy anisa(13,14,15)
Timotius wira yudha(14,15,16)
Delvania(16,17,18)
Vivi miliarti(17,18,19)

Gaya belajar yang ada menurut David Kolb


Kolb mengklasifikasikan Gaya Belajar Siswa ke dalam empat kecenderungan
utama yaitu:
1.
Concrete Experience (CE). Siswa belajar melalui perasaan (feeling),
dengan menekankan segi-segi pengalaman kongkret, lebih mementingkan relasi
dengan sesama dan sensitivitas terhadap perasaan orang lain. Siswa melibatkan
diri sepenuhnya melalui pengalaman baru, siswa cenderung lebih terbuka dan
mampu beradaptasi terhadap perubahan yang dihadapinya.
2.
Abstract Conceptualization (AC). Siswa belajar melalui pemikiran
(thinking) dan lebih terfokus pada analisis logis dari ide-ide, perencanaan
sistematis, dan pemahaman intelektual dari situasi atau perkara yang dihadapi.
Siswa menciptakan konsep-konsep yang mengintegrasikan observasinya menjadi
teori yang sehat, dengan mengandalkan pada perencanaan yang sistematis.
3.
Reflective Observation (RO). Siswa belajar melalui pengamatan
(watching), penekanannya mengamati sebelum menilai, menyimak suatu
perkara dari berbagai perspektif, dan selalu menyimak makna dari hal-hal yang
diamati. Siswa akan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk membentuk
opini/pendapat, siswa mengobservasi dan merefleksi pengalamannya dari
berbagai segi.

4.

Active Experimentation (AE). Siswa belajar melalui tindakan (doing),


cenderung kuat dalam segi kemampuan melaksanakan tugas, berani mengambil
resiko, dan mempengaruhi orang lain lewat perbuatannya. Siswa akan
menghargai keberhasilannya dalam menyelesaikan pekerjaan, pengaruhnya pada
orang lain, dan prestasinya. Siswa menggunakan teori untuk memecahkan
masalah dan mengambil keputusan .

bahwa setiap individu tidak didominasi oleh satu gaya belajar tertentu secara absolut, tapi
membentuk suatu kombinasi

Tipe 1. Diverger.
Tipe ini perpaduan
antara Concrete
Experience (CE)
dan
Reflective
Observation (RO), atau dengan kata lain kombinasi dari perasaan (feeling) dan
pengamatan (watching). Siswa dengan tipe Diverger memiliki keunggulan dalam
kemampuan imajinasi dan melihat situasi kongkret dari banyak sudut pandang yang
berbeda, kemudian menghubungkannya menjadi sesuatu yang bulat dan utuh.
Pendekatannya pada setiap situasi adalah mengamati dan bukan bertindak.
Siswa seperti ini menyukai tugas belajar yang menuntutnya untuk menghasilkan ideide dan gemar mengumpulkan berbagai informasi, menyukai isu tentang
kesusastraan, budaya, sejarah, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Mereka biasanya lebih
banyak bertanya Why?. Peran dan fungsi guru yang cocok untuk menghadapi
siswa tipe ini adalah sebagai Motivator.
Tipe 2. Assimilator.
Tipe kedua ini perpaduan antara Abstract Conceptualization (AC) dan Reflective
Observation (RO) atau dengan kata lain kombinasi dari pemikiran (thinking) dan
pengamatan (watching). Siswa dengan tipe Assimilator memiliki keunggulan dalam
memahami dan merespons berbagai sajian informasi serta mengorganisasikan
merangkumkannya dalam suatu format yang logis, singkat, dan jelas. Biasanya
siswa tipe ini cenderung lebih teoritis, lebih menyukai bekerja dengan ide serta
konsep yang abstrak, daripada bekerja dengan orang. Mata pelajaran yang yang
diminatinya adalah bidang sains dan matematika. Mereka biasanya lebih banyak
bertanya What?. Peran dan fungsi guru yang cocok untuk menghadapi siswa tipe
ini adalah sebagai seorang Expert.
Tipe 3. Converger.
Tipe
ini
perpaduan
antara Abstract
Conceptualization
(AC) dan Reflective Observation(RO) atau dengan kata lain kombinasi dari berfikir
(thinking) dan berbuat (doing). Siswa mampu merespons terhadap berbagai
peluang dan mampu bekerja secara aktif dalam setiap tugas yang terdefinisikan

secara baik. Siswa gemar belajar bila menghadapi soal dengan jawaban yang pasti,
dan segera berusaha mencari jawaban yang tepat. Dia mau belajar secara trial and
error hanya dalam lingkungan yang dianggapnya relatif aman dari kegagalan.
Siswa dengan tipe Converger unggul dalam menemukan fungsi praktis dari berbagai
ide dan teori. Biasanya mereka punya kemampuan yang baik dalam pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan. Mereka juga cenderung lebih menyukai tugastugas teknis (aplikatif). Dia cenderung tidak emosional dan lebih menyukai bekerja
yang berhubungan dengan benda dari pada manusia, masalah sosial atau hubungan
antar pribadi.
Mata pelajaran yang yang diminati adalah bidang IPA dan teknik. Mereka biasanya
lebih banyak bertanya How?. Peran dan fungsi guru yang cocok untuk
menghadapi siswa tipe ini adalah sebagai seorang Coach, yang dapat menyediakan
praktik terbimbing dan dapat memberikan umpan balik yang tepat.
Tipe 4. Accomodator
Tipe ini perpaduan antara Concrete Experience (CE) dan Active Experimentation
(AE) atau dengan kata lain kombinasi antara merasakan (feeling) dengan berbuat
(doing). Siswa tipe ini senang mengaplikasikan materi pelajaran dalam berbagai
situasi baru untuk memecahkan berbagai masalah nyata yang dihadapinya.
Kelebihan siswa tipe ini memiliki kemampuan belajar yang baik dari hasil
pengalaman nyata yang dilakukannya sendiri. Mereka suka membuat rencana dan
melibatkan dirinya dalam berbagai pengalaman baru yang menantang. Dalam usaha
memecahkan masalah, mereka biasanya mempertimbangkan faktor manusia (untuk
mendapatkan masukan/informasi) dibanding analisa teknis. Mereka cenderung
untuk bertindak berdasarkan intuisi/dorongan hati daripada berdasarkan analisa
logis, sering menggunakan trial and error dalam memecahkan masalah, kurang
sabar dan ingin segera bertindak. Bila ada teori yang tidak sesuai dengan fakta
cenderung untuk mengabaikannya. Mata pelajaran yang disukainya yaitu berkaitan
dengan lapangan usaha (bisnis) dan teknik.
Mereka biasanya lebih banyak bertanya What if?. Peran dan fungsi guru dalam
berhadapan dengan siswa tipe ini adalah berusaha menghadapkan siswa pada
open-ended questions, memaksimalkan kesempatan siswa untuk mempelajari dan
menggali sesuatu sesuai pilihannya. Penggunaan Metode Problem-Based
Learning tampaknya sangat cocok untuk siswa tipe yang keempat ini.

Tipe Aural (auditory-musical).


Anak aural menyerap informasi dengan pendengaran; baik suara maupun musik.

Mereka sensitif dengan intonasi, irama, dinamika, tempo, keras-pelan, suara jauh-dekat.
Anak aural belajar sambil mendengarkan musik, tidak menyukai kesunyian. Mereka
senang bersenandung, membuat nada/rima sendiri. Bagi anak aural, bunyi/nada/lagu
membawa pada sebuah emosi atau peristiwa tertentu. Walaupun sedang membaca
buku, mereka membutuhkan suara/musik untuk menemaninya.
*. Media dan cara belajar:
menggunakan metode ceramah/kuliah
menggunakan melodi untuk teks; bergumam
membaca dengan suara keras (read aloud)
membangun suasana musikal utk menciptakan suasana
menggunakan media audio visual CD/VCD
mendengarkan kuliah/pidato/radio di rumah dan jalan
Tipe Verbal (linguistic).
Tipe verbal menyukai kata danbahasa. Mereka pandai membuat distingsi makna kata,
baik secara lisan maupun tulisan. Tipe verbal memilih kata, berkata-kata atau menulis
secara terstruktur dengan pilihan kata/kalimat yang baik. Mereka sensitif terhadap
pilihan kata dan mengingat sebuah tempat/peristiwa/konsep dengan nama dan kata-kata
kunci. Anak-anak verbal biasanya senang membaca dan menulis; membuat sajak, puisi,
diari, rima, berpidato, dan sebagainya.
*. Media dan cara belajar:
menggunakan cara yang umum seperti di kelas; buku dan ceramah
melakukan diskusi
membaca dan menulis
bermain peran (role-playing)
Tipe Fisik (kinesthetic) .
Tipe pembelajar fisik menggunakan anggota badan mereka untuk belajar. Mereka
senang mencoba dan melakukan segala sesuatu sendiri ( learning by doing ). Mereka
belajar dengan cara: menyentuh, membangun, memperbaiki, membuat.
Merekaseringkali tidak sabar membacabuku petunjuk atau diagram, dan langsung ingin
mencoba melakukan sendiri. Anak-anak fisik sensitif terhadap tekstur, cara kerja, dan
realitas fisik yang terlihat nyata di hadapannya. Mereka tidak sukaberkhayal atau
membayangkan.
*. Media dan cara belajar:
menggunakan pekerjaan tangan, hands-on projects
menulis, menggambar, membuatmaket
merakit benda, memperbaiki barang rusak, membuat rancangan

berolahraga dan permainan


aktivitas di luar rumah (outdoor activities)
drama dan permainan peran
balok, robot, mesin, alat-alat olahraga
Tipe Logis (mathematical)
Tipe pembelajar logis menggunakan logika, argumen, dan mencari pola k
eteraturan. Mereka juga senang mencari struktur dan pola dari segala sesuatu yang ada
di sekitarnya. Mereka pandai mencari hubungan, membuat perbandingan, memilah dan
membuat klasifikasi. Tipe pembelajar logissenang melakukan pekerjaan mental/berfikir.
Tipe logis adalah tipikal anak yang berhasil di model belajar seperti sekolah. Masyarakat
saat ini sangat menghargai anak logis.
*. Media dan cara belajar:
menggunakan buku & teori mengenai berbagai hal
bermain puzzle dan teka-teki
membuat aturan dan prosedur yang jelas
membuat rencana dan jadwal
Tipe Sosial (interpersonal)
Tipe sosial memiliki kecenderungan untuk bergaul dan berkelompok secara sosial.
Mereka supel dan pandai bergaul dengan siapapun, baik dengan teman sebaya maupun
orang yang lebih tua/lebih muda. Orang mendengarkan dan menyukai mereka. Mereka
menikmati pertemanan, berbagicerita atau ilmu dengan orang lain. Anak sosial
mendapatkan ilmu dari mendengarkan orang lain atau mencari umpan balik dari respon
orang lain terhadap apa-apa yang disampaikannya.
*. Media dan cara belajar:
mengikuti kelompok, klub, organisasi
melakukan proyek yang dikerjakan bersama
berdiskusi dan bermain peran (role-playing)
melakukan kegiatan lapangan yang melibatkan banyak orang
mengikuti seminar atau trainingdengan sistem kelas
Tipe Penyendiri (intrapersonal).
Tipe penyendiri memiliki kecenderungan pendiam dan reflektif. Mereka lebih efektif
untuk belajar jika seorang diri,bukan dalam kelompok. Tipe ini biasanya memiliki
kecenderungan untuk mandiri, mengenali kekuatan dan kekurangan pribadi. tipe ini
penyendiri sensitif terhadap pribadi dan kedalaman saat mempelajari atau mengerjakan
sesuatu.

*. Media & cara belajar:


menekuni hobi atau sesuatu yang ditekuni
mengeksplorasi buku atau materi-materi yang bisa dilakukan sendiri
mengerjakan proyek mandiri
membuat jurnal, diari, blog