Anda di halaman 1dari 11

FISIOLOGI MANUSIA

Laporan Praktikum Membedakan Aliran Darah Arteriola, Kapiler, dan


Venula Pada Katak

LUKMAN HAKIM
163112620120097

UNIVERSITAS NASIONAL
JAKARTA
2016

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI IV


I.

Acara Latihan
Membedakan Aliran Darah Arteriola, Kapiler, dan Venula Pada Katak

II.

Tujuan Latihan
Mahasiswa harus dapat membedakan gambaran anatomi arteriola, kapiler dan
venula pada selaput renang katak dan lidah, serta sifat aliran darah dalam pembuluhpembuluh tersebut dengan menggunakan mikroskop. Mahasiswa harus dapat
menerangkan secara hemodinamika hal-hal yang dapat menimbulkan perbedaan sifat
aliran darah tersebut, dan menerangkan perubahan yang terjadi pada aliran darah
kepiler akibat rangsangan mekanik, suhu, dan zat kimia.

III.

Dasar Teori
Mikrosirkulasi merupakan tempat terjadinya kontak dan pertukaran zat antara
darah dan jaringan tubuh. Tempat terjadinya pertukaran tersebut persisnya adalah
pada kapiler, yang merupakan pembuluh darah sangat halus dan hanya dapat diamati
pada jaringan yang sangat tipis dan tembus cahaya.
Diameter pembuluh darah halus (arteriole, kapiler dan venula) dapat dikenali
dari jumlah sel darah merah yang berbaris di dalamnya, dan juga kecepatan aliran
darahnya. Pembuluh darah yang paling kecil, yaitu kapiler hanya dapat dilewati sel
darah merah apabila sel darah merah berbaris satu per satu. Bila pembuluh darah
halus hanya dapat dilewati sel darah merah dengan berbaris-baris dua-dua, maka
pembuluh darah tersebut adalah arteriole atau venula. Pembuluh darah yang lebih
besar dapat dilewati sel darah merah dengan berbaris lebih banyak lagi. Dengan
mengamati arah aliran darah di dalamnya, dapat dibedakan antara arteriole dengan
venula
Volume darah yang mengalir melalui suatu organ dapat disesuaikan dengan
mengatur kaliber (garis tengah internal) arteriol organ. Di dalam organ arteriol
bercabang-cabang lagi menjadi kapiler. Pembuluh terkecil tempat semua pertukaran

antara darah dan sel-sel sekitarnya terjadi. Pertukaran di kapiler merupakan tujuan
akhir dari sistem sirkulasi; semua aktivitas lain dari sistem ini diarahkan untuk
memastikan distribusi darah segar ke kapiler untuk pertukaran semua sel. Kapilerkapiler dari sel menyatu membentuk venula kecil, yang terus bergabung membentuk
vena kecil yang keluar dari organ. Vena-vena kecil secara progresif bersatu untuk
membentuk vena yang lebih besar yang akhirnya mengalir kan darah ke jantung.
Resistensi terhadap aliran darah bergantung pada tiga faktor yaitu; viskositas
(kekentalan) darah; panjang pembuluh; dan jari-jari pembuluh. Viskositas mengacu
pada fraksi yang timbul antara molekul suatu cairan sewaktu mereka bergesekan satu
sama lain selama cairan mengalir. Semakin besar vaskositas, semakin besar resistensi
terhadap aliran. Viskositas dipengaruhi dua faktor yaitu konsentrasi protein plasma
dan jumlah sel darah merah yang beredar. Darah menggesek lapisan dalam pembuluh
sewaktu mengalir, semakin besar luas permukaan yang berkontrak dalam darah,
semakin besar resistensi terhadap aliran. Luas permukaan ditentukan oleh panajang
dan jari-jari pembuluh. Pada jari-jari konstan, semakin panjang pembuluh maka
semakin besar luas permukaan dan semakin besar resistensi terhadap aliran darah.
Jantung amfibi sedikit lebih kompleks yakni memiliki dua atrium, salah satu
menerima darah teraksigenasi dari seluruh tubuh, dua macam darah ini tercampur
dalam satu ventrikel, sehingga sistem ini tidak begitu efisien, akan tetapi bagi hewan
berdarah dingin dapat dikatakan cukup efektif bila mengalirkan melalui ventrikel
tersebut.
Dalam ventrikel tunggal pada jantung katak, terdapat pencampuran darah
kaya oksigen yang telah kembali dari paru-paru dengan darah yang kurang oksigen
yang telah kembali dari bagian tubuh yang lain. Akan tetapi, suatu abungan (ridge) di
dalam ventrikel akan mengalihkan sebagian besar dari darah yang kaya oksigen itu
dari atrium kiri ke dalam sirkuit sistemik dan sebagian besar darah yang miskin
oksigen itu dari atrium kanan ke dalam sirkuit pulmokutaneus.

ARTERIOLA
Arteriol merupakan arteri yang terkecil dimana arteriol lebih banyak
mengandung serat elastic yang sifatnya recoil atau dapat kembali pada posisi semula
jika pembuluh tersebut melar. Dinding arteriol mengandung lebih sedikit jaringan
elastik tetapi lebih banyak otot polos. Otot dipersarafi oleh serat saraf adrenergik,
yang merupakan vasokontriktor dalam fungsinya dan beberapa keadaan oleh serat
kolinergik yang mendilatasi pembuluh. Arteriol adalah tempat utama tahanan
terhadap aliran darah dan sedikit perubahan pada garis tengahnya memebuat
perubahan besar dalam tahan perifer total. Arteriol berperan dalam mengubah
pergeseran tekanan sistolik ke diastolik yang fluktuatif menjdi tekanan nonfluktuatif
di kapiler. Vasokontriksi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan
penyempitan pembuluh. Vasodilatasi mengacu kepada pembesaran lingkaran dan
jari-jari pembuluh akibat melemasnya lapisan otot polos. Tonus vaskuler yakni otot
polos dalam keadaan normal memperlihatkan keadaan terkontriksi parsial yang
membentuk resistensi arteriol basal. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat aktifitas
kontraktil oto polos arteriol. Faktor ini terdiri dari faktor kontrol lokal (intrinsik) yang
penting untuk menyesuaikan aliran daraj dengan kebutuhan metabolik jaringan
tempat pembuluh tersebut berada, kontrol ekstrinsik, yang penting untuk mengatur
tekanan darah.

KAPILER
Kapiler merupakan tempat pertukaran bahan-bahan antara darah dan jaringan,
memiliki percabangan yang luas sehingga terjangkau oleh semua sel. Di kapiler tidak
terdapat sistem transportasi yang dperantarai oleh pembawa, kecuali kapiler di otak
yang memiliki sistem tersebutdan berperan dalam sawar darah otak. Kapiler
merupakan pembuluh ideal untuk difusi sesuai dengan hukum fick yakni kapiler
meminimalkan jarak difusi, sementara memaksimalkan luas permukaan da waktu
yang tersedia untuk pertukaran. Arteriol dibagi menjadi pembuluh berdinding otot
leboh kecil yang biasa disebut metarteriol, dan ini selanjutnya memberikan ke kapiler.
Dalam beberapa lapisan vaskular metarteriol langsung dihubungkan dengan satu

pembuluh ramai kapiler dan kapiler asli suatu jalinan anastomose pada sisi cabang
pembuluh ramai ini. Lubang kapiler asli dikelilingi pada sisi hulu oleh sedikit otot
polos sfingter prekapiler. Ketika melalui kapiler sel darah merah menjadi berbentuk
bidal atau parasut, dengan aliran mendorong pusat sel darah merah lebih ke depen
dibanding pinggirannya. Dalam otak kapiler menyerupai kapiler dalam otot, tetapi
hubungan antara sel endotel lebih ketat, dan transport melaluinya sebagian besar
terdapat pada molekul kecil dalam kebanyakan kelenjar endokrin , vili usus dan
bagian dari ginjal sitoplasma sel endotel menipis membentuk celah yang desebut
fenestrasi. Pertukaran anatra darah dan jaringan disekitarnya melalui dinding kapiler
berlangsung melalui difusi oasif mengikuti penurunan gradien konsentrasi,
mekanisme pertukaran zat terlarut dan bulk flow suatu proses yang melakukan fungsi
sangat berbeda dalam melakukan distribusi volume CES antara kompartemen
vaskuler dan cairan interstium.

VENULA
Sistem vena melengkapi sirkuit sirkulasi. Darah meninggalakan jaringan
kapiler memasuki sistem vena unutk dibawa kembali kejantung. Vena memiliki jarijari besar sehingga resistensi mereka terhadap aliran rendah. Luas potongan
melintang total pada sistem vena secara bertahap berkurang, karena vena-vena yang
lebih kecil berkonvergensi menajdi vena yang lebih besar tetapi lebih sedikit,
kecepatan aliran darah meningkat pada saat darah mendaki jantung. Vena berfungsi
sebagai saluran beresistensi rendah untuk mengembalikan darah ke jantung dan vena
juga berfungsi sebagai reservoir darah. Aliran balik vena mengacu kepada volume
darah yang masuk tiap-tiap atrium permenit dari vena. Sebagian besar gaya
pendorong yang ditimbulakn oleh jantung pad adarah telah hilang pada saat darah
mencapai sistem vena karena adanya friksi di sepanjang perjalanan darah, terutana
ketika darah melaui arteriol yang memiliki resistensi tinggi. Pada saat darah
memasuki sitem vena , tekanan rata-ratanya hanya mencapai sekitar 17 mmHg,
namun karena tekan atrium yang mendekati 0 mmHg, masih terdapat gaya yang kecil
tatapi adekuat untuk mendorong darah mengalir melintasi sitem vena yang memiliki

jari-jari besar dan resistensi rendah. Jika tekanan atrium meningkat secara patologis
akan menimbulkan gagal jantung kongestif.

IV.

V.

Alat & Bahan


1.

Papan fiksasi katak yang berlubang, jarum pentul dan penusuk katak.

2.

Larutan asam cuka encer dan adrenalin 1 : 10.000

3.

Seutas ijuk, air es dan air panas.

4.

Miksroskop & katak.

Cara Kerja
1.

Selaput Renang Kaki Katak


1) Siapkan katak dan rusaklah otak dan sumsum tulang belakangnya, atau katak
cukup diikat erat ke papan fiksasi dengan menggunakan tali rafia, katak tidak
boleh mati.
2) Bentangkan selaput renang salah satu kaki katak diatas lubang papan fiksasi
dan fiksir kaki tersebut dengan jarum.
3) Pilih secara makroskopis bagian selaput renang yang terbaik untuk dapat
melihat pembuluh darah dan sifat alirannya dengan jelas.
4) Pelajari bagian tersebut dibawah mikroskop, meliputi :
a. Gambaran anatomi pembuluh darah arteriola, kapiler, dan venula.
b. Sifat aliran darah didalam arteriola, kapiler, dan venula.
c. Perubahan bentuk sel darah merah ketika melalui percabangan kapiler.

2.

Lidah
1) Dengan menggunakan katak yang sama tariklah keluar lidahnya dan fiksir
diatas lubang papan fiksasi dengan jarum.
2) Pilih bagian yang tipis dan yang mengandung banyak pembuluh darah serta
pelajari secara mikroskop.
3) Rangsang lidah pada bagian yang terletak dibawah miksrokop secara berturutturut dengan :

a. Rangsangan mekanik
Goresan seutas ijuk
b. Rangsangan suhu
Beberapa tetes air es
Beberapa tetes air panas/hangat
c. Rangsangan kimia
1 tetes larutan asam cuka encer
1 tetes larutan adrenalin 1 : 10.000 sebelumnya lidah dibilas dengan
larutan ringer atau akuades, atau memakai lidah lain/baru.
4) Catat perubahan yang terjadi pada aliran darah dan lebar pembuluh darah lidah
katak.

VI.

Hasil Percobaan

TERLAMPIR

VII.

Pembahasan
Pada percobaan ini, pengamatan dilakukan pada selaput renang dan lidah katak, yaitu

dengan mengamati pembuluh darah yang ada. Pada percobaan ini membutuhkan jaringan
yang masih hidup, karena akan mengamati aliran darahnya. Dari data hasil pengamatan yang
dilakukan dibawah mikroskop ini ditemukan tiga jenis pembuluh darah, ya itu
venula , kapiler, dan arteriola. Dari ketiga pembuluh darah tersebut didapatkan
ciriciri dari venula adalah berwarna merah, diameternya sedang, dinding
pembuluhnya tebal, dan kecepatan aliran darahnya lambat, serta jumlah sel darah
merah yang melewati banyak. Untuk pembuluh kapiler mempunyai ciri ciri yaitu
berwarna merah muda, diameternya paling kecil diantara 3 tipe ini, dinding
pembuluhnya tipis dan kecepatan aliran darahnya sedang, serta jumlah sel darah
merah yang melewati hanya satu sel. Pada arteriola mempunyai ciriciri

berwarna merah pekat, diameternya paling besar diantara tiga tipe, dinding
pembuluhnya tebal, kecepatan aliran darahnya cepat, serta jumlah sel darah merah yang
melewati banyak.
Kapiler adalah pembuluh berdinding tipis (rata-rata1m) yang terdiri dari selapis
sel endotel pipih. Lumennya pun sangat sempit dibandingkan pembuluh lainnya,
hal ini dapat dikaitkan dengan fungsinya sebagai lokasi pertukaran gas dan nutrisi yang
diistribusikan oleh eritrosit. Pada kecepatan aliran darah yang paling cepat adalah arteriola,
dan yang paling lambat adalah venula. Kemungkinan hal ini karena arteriol mengalirkan
darah dari jantung, darah yang dipompa oleh jantung mempunyai kecepatan yang sangat
cepat. Sedangkan venula aliran darahnya dari organ yang tidak dipompa. Arah
aliran darah pada kapiler adalah keluar dan masuk organ, hal ini dapat dikaitkan
dengan fungsinya sebagai lokasi pertukaran gas dan nutrisi yang diistribusikan oleh darah.
Dilihat dari perbedaan warna pembuluh darah, semakin pekat warna merah
pada darah artinya makin banyak mengandung CO2. Jika warna semakin muda
maka kandungan O 2 adalah banyak, karena di dalam pembuluh darah terdapat
darah yang mengandung hemoglobi n. Hemoglobin ini mengandung Fe yang jika
berikatan dengan oksigen maka warna merahnya akan semakin muda. Jadi venula
mengandung O2 yang sedikit, kapiler mengandung O2 banyak, dan yang paling banyak
mengandung O2 adalah arteriola. Pada diameter pembuluh darah, arteriol mempunyai
diameter terbesar, kemudian diikuti venula dan yang terakhir adalah kapiler.
Arteriol mempunyai dinding yang tebal karena darah yang mengalir dari jantung di pompa
sangat kuat dengan tekanan yang tinggi. Venula dengan dinding lebih tipis mengirimkan
darah kembali ke jantung dengan kecepatan dan tekanan rendah setelah darah itu melewati
hamparan kapiler.
Pengaruh rangsang terhadap kecepatan aliran darah diberi empat perlakuan, yaitu
dengan rangsangan mekanik (goresan dengan seutas ijik), rangsangan suhu(pemberian air
dingin dan pemberian air hangat), dan rangsangan kimia (pemberian asam asetat).
Pengamatan pada lidah katak, didapatkan hasil bahwa dalam keadaan normal
kecepatan aliran darah tercepat pada arteriola, kemudian kapiler, dan yang paling lambat
adalah venula. Hal ini memang sudah sesuai dengan teori yang telah disebutkan sebelumnya

bahwa pada kecepatan aliran darah yang paling cepat adalah arteriola, dan yang paling
lambat adalah venula. Sedangkan kapiler darah mempunyai kecepatan sedang.
Perlakuan selanjutnya yaitu Pada saat lidah katak ditetesi air es maka pergerakan
darahnya semakin lambat, hal ini menyebabkan terjadinya vasokontriksi. Suhu dingin dapat
menyebabkan otot polos dengan pembuluh darah berkontraksi atau mengerut, sehingga jarijari pembuluh menjadi lebih kecil. Peristiwa ini disebut vasokontriksi (penyempitan
pembuluh darah) akibat pengaruh fisik lokal pada pembuluh darah berupa stimulus air dingin.
Saat diteteskan air dingin, aliran darah menjadi lambat. Hal ini disebabkan mengkerutnya
otot-otot polos pada pembuluh darah karena terkana air dingin. Mengecilnya pembuluh darah
ini menyebabkan resistensi arteriol meningkat dan terjadilah penurunan aliran darah Bisa
juga kemungkinan karena darah menjadi lebih kental, sehingga aliran darah menjadi lambat
Pada saat lidah katak ditetesi air hangat, aliran darah menjadi lebih cepat karena air
panas membuat dinding pembuluh darah menjadi lemas dan mudah membesar (vasodilatasi).
Vasodilatasi juga menyebabkan penurunan resistensi arteriol, sehingga akan lebih banyak
darah yang mengalir ke daerah-daerah dengan resistensi arteriol rendah
Pada saat lidah katak ditetesi dengan asam asetat, kecepatan aliran darah menjadi
meningkat pada arteriola, kapiler, dan venula jika ketiganya dibandingkan dengan keadaan
normal. Penetesan asam lemah (asam cuka/ asam asetat) dapat merangsang potensial
aksi otot polos dan meningkatkan produksi Ca 2+ sitosol yang diproduksi di
Retikulum Endoplasmic system. Dengan meningkatnya kadar Ca 2+ , otot polos
berkontraksi. Kontraksi tiba-tiba inilah yang memompa darah pada area tersebut
untuk terdorong ke depan dan mempercepat aliran darah.

VIII.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
1. Pada pengamatan langsung menggunakan mikroskop terdapat pembuluh
darah pada kaki katak yang meliputi arteri, arteriola, kapiler, venula, dan vena.
Dari kelima pembuluh darah tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Arteri adalah pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar

dari jantung. Arteriola adalah pembuluh arteri kecil yang dindingnya


mengandung sejumlah besar otot polos, yang proses kontraksinya tidak
dikendalikan oleh pusat kesadaran. Kapiler adalah pembuluh darah yang
terkecil dalam sisten sirkulasi dan menjadi tempat terjadinya pertukaran gas
serta berbagai zat lainnya antara pembuluh darah dan sel jaringan. Venula dan
vena merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah dari
jaringan kembali ke jantung
2. Dalam keadaan normal, aliran darah tercepat terjadi pada arteriola, lalu
kapiler, dan yang terlambat adalah pada venula.
3. Setelah arteriola, kapiler, dan venula ditetesi air dingin, kecepatan aliran darah
akan semakin lambat dari keadaan normal.
4. Setelah arteriola, kapiler, dan venula ditetesi air hangat, kecepatan aliran darah
akan semakin cepat dari keadaan normal.
5. Setelah arteriola, kapiler, dan venula ditetesi asam asetat, kecepatan aliran
darah akan semakin cepat dari keadaan normal

Saran
Saran yang untuk laboraturium yaitu agar alat alat dan kebersihan tempat
atau lab. Senantiasa selalu bersih dan alat- alat yang rusak mohon diganti agar
praktikum dapat melakukan praktikum dengan lancar. Jadi semua alat alat yang
dibutuhkan oleh praktikan dalam praktikum dapat dipenuhi.

IX.

Daftar Pustaka
Tim Pembina MK Fisiologi Hewan. 2011. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan.
Malang: UM Press.
Campbell, Neil A. Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell, Biologi Edisi ke 5 Jilid
3. Jakarta: Erlangga, 2004.

Hala, Yusminah. Biologi Umum II. Makassar: Alauddin press, 2007.


Halwatiah, Fisiologi. Makassar: Alauddin press, 2009.
Isnaeni, Wiwi. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius, 2006.