Anda di halaman 1dari 4

Rimpang Kunyit (Curcumae Domesticae Rhizoma)

a. Tinjauan Botani
Dalam taksonomi tumbuhan, kunyit dikelompokkan sebagai berikut :
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonaeae

Bangsa

: Zingiberales

Suku

: Zingiberaceae

Marga

: Curcuma

Jenis

: Curcuma domestica Val. (Tjitrosoepomo, 1991)


Kunyit merupakan tumbuhan tahunan yang tumbuh merumpun. Berbatang

basah dan merupakan batang semu yang tersusun atas pelepah-pelepah daun yang
saling menutup dan membentuk batang yang tingginya mencapai 0,75 1 m.
Bagian-bagian penyusun daun adalah pelepah daun, gagang daun, dan helai daun.
Panjang helai daun antara 31 84 cm, sedangkan lebar daun antara 10 18 cm.
Bangun helai daun bulat memanjang. Pertulangan daun menyirip. Pinggiri helaian
daun rata, ujung daun runcing atau melengkung menyerupai ekor, dilengkapi
warna daun hijau muda. Bunga merupakan inflorencia (bersusun). Bunga
biasanya muncul dari ujung batang semu. Panjang bunga antara 10 15 cm.
Bunganya merupakan bunga majemuk berwarna merah, putih, atau kuning pucat
dengan pangka l berwarna put ih. Bunga-bunga ini biasanya mekar bersamaan.

Bentuk rimpang bulat atau bulat memanjang dan memiliki akar serabut. Rimpang
kunyit mempunyai dua bagian yaitu rimpang induk atau umbi utama, dan tunas
atau cabang rimpang. Jumlah tunas umumnya banyak, tumbuh mendatar atau
melengkung, serta berbuku-buku pendek, lurus atau melengkung. Warna kulit
rimpang adalah jingga kecoklatan atau berwarna terang agak kuning sampai agak
kehitaman. Warna daging jingga kekuningan dilengkapi dengan bau khas dan
rasanya agak pahit dan pedas (Nugroho N.A., 1998).
b. Kandungan Kimia
Kunyit mengandung senyawa tanin, minyak atsiri (6%) yang terdiri dari
sejumlah monoterpen dan seskuiterpen, termasuk zingiberen, kurkumen, - dan turmeron. Basis warna kunyit (5%) disebabkan adanya kurkuminoid, 50 60%
merupakan

campuran

dari

kurkumin,

monodesmetoksikurkumin,

dan

bisdesmetoksikurkumin (WHO, 1999)

c. Efek Farmakologi
Dalam tanaman rimpang kunyit terdapat zat aktif antara lain kurkuminoid
dan tanin yang dapat mengobati diare dan bekerja sebagai adstringen. Efek
sebagai adstringen (pengelat) yaitu dapat mengerutkan selaput lendir usus
sehingga mengurangi pengeluaran cairan diare dan disentri, selain itu juga
mempunyai efek sebagai antiradang, dan antibakteri (Tjay dan Rahardja, 2002).
Tanin mempunyai sifat sebagai pengkelat berefek spasmolitika yang
mengkerutkan usus sehingga gerak peristaltik usus berkurang. Akan tetapi, efek
spasmolitika ini juga mungkin dapat mengkerutkan dinding sel bakteri atau
membran

sel

sehingga

mengganggu

permeabilitas

sel

bakteri.

Akibat

terganggunya permeabilitas, sel tidak dapat melakukan aktivitas hidup sehingga


pertumbuhan

d. Uji Klinis

hidup

sel

terhambat

atau

bahkan

mati

(Ajizah,

2004).

Kunyit banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu dapur, pewarna


makanan, dan penambah nafsu makan. Selain itu, dalam pengobatan tradisional
Cina dan Ayurveda (India), kunyit dipercaya dapat mengatasi beberapa masalah
kesehatan, seperti menyembuhkan gangguan pencernaan, pembersihan ginjal dan
membantu memperbaiki siklus menstruasi. Hastuti telah melakukan penelitian
(1997) tentang uji aktivitas infus rimpang kunyit sebagai antidiare dengan
menggunakan metode Castor oil induced diarrhea, atau minyak jarak sebagai
penyebab diare pada tikus putih jantan dewasa galur Charles River yang telah
diinduksi oleum ricini dengan hasil bahwa infus rimpang kunyit dengan
konsentrasi 15% mempunyai khasiat sebagai antidiare dan rimpang kunyit
diekstraksi dengan etanol 96% (Tjay dan Rahardja, 2002).
e. Dosis
Menurut Joao (2009) rimpang kunyit telah dibuktikan berkhasiat sebagai
antidiare. Pada penelitian tersebut rimpang kunyit dalam bentuk infusa, dengan
dosis 7,8 mg sebanyak 0,5 ml terbukti berkhasiat sebagai antidiare.
Nodiar merupakan fitofarmaka yang telah terbukti keamanan dan
khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik (uji farmakologi dan uji toksikologi)
dan uji kliniksebagai obat antidiare. Komposisi dari nodiar itu sendiri adalah
attapulgite 300 mg, Psidii Folium Extract (daun jambu biji) 50 mg, dan Curcuma
domestica rhizoma (rimpang kunyit) 7,5 mg.
f. Cara Penggunaan sebagai Anti-diare
Sebagai obat diare rhizoma Curcuma domestica Val. Merupakan salah satu
pengobatan tradisional yang telah lama dilakukan oleh masyarakat dengan cara
sederhana yaitu dibuat dalam bentuk obat minum dengan memeras parutan
rhizoma yang sudah ditambah air secukupnya, kadang-kadang ditambah juga
garam dan gula secukupnya untuk menghilangkan atau mengurangi rasa pedas
dan pahit.

g. Efek Samping Obat

Pemberian curcumin secara oral selama 6 hari berturut-turut pada tikus


dengan dosis 100 mg/kg BB menyebabkan ulcerasi lambung dan dengan dosis
lebih rendah ternyata curcumin dapat mencegah terjadinya ulcerasi lambung oleh
fenilbutazon. Ulcerasi yang disebabkan oleh dosis tinggi curcumin dihubungkan
dengan pengurangan yang nyata pada sekresi mucin.
Akan tetapi pada percobaan menggunakan hewan uji tikus, pemberian
kunyit sampai dosis 5 g/kg BB tidak menimbulkan efek toksik. Uji kronik dengan
dosis 750 mg/kg/hari selama 10 minggu juga tidak menimbulkan efek toksik. Jadi
kurkumin relative aman.

DAFTAR PUSTAKA

Nugroho, N.A. (1998). Manfaat dan Prospek Pengembangan Kunyit. Yogyakarta:


Penerbit Trubus Agriwidya. Hal. 1, 4-6.
Tjitrosoepomo, Gembong. (1991). Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).
Cetakan ketiga. UGM Press. Yogyakarta. Hal 443.
WHO. (1999). Monograph on Selected Medicinal Plants. Volume 1. Genewa :
WHO Library Cataloguing in Publication Data. Page. 118.
Tjay, T. H., dan Kirana Rahardja. (2002). Obat- Obat Penting Khasiat,
Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi Kelima. Jakarta : Penerbit
PT Elex Media Komputindo Gramedia. Hal. 29, 308.