Anda di halaman 1dari 21

PENDAHULUAN

Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang


datar denngan skala tertentu. Kartografi merupakan ilmu yang khusus
mempelajari segala sesuatu tentang peta. Mulai dari sejarah, perkembangan,
pembuatan, pengetahuan, penyimpanan, hingga pengawetan serta cara-cara
penggunaan peta. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana proses pemetaan
dan simbol pada peta.
Lalu apa fungsi dan tujuan pembuatan peta? Adan beberapa maksud dari
pembuatan sebuah peta. Fungsi pembuatan peta antara lain:
1. Dengan adanya peta dapat menunjukkan posisi atau lokasi relatif yang
hubungannya dengan lokasi asli dipermukaan bumi.
2. Peta mampu memperlihatkan ukuran.
3. Peta mampu menyajikan dan memperlihatkan bentuk.
4. Mengumpulkan dan menyeleksi data dari suatu daerah dan menyajikan diatas
peta dengan simbolisasi.
Sedangkan tujuan pembuatan peta yaitu:
1. Untuk komunikasi informasi ruang.
2. Media menyimpan informasi.
3. Membantu pekerjaan.
4. Membantu dalam desain.
5. Analisis data spatial.
Dari fungsi dan tujuan diatas, maka peta bukan hanya berguna dalam
menentukan lokasi namun juga dalam berbagai bidang. Selain itu, pembuatan
peta bukan semata-mata hanya karena untuk memperoleh uang, namun juga
sangat berguna bagi hajat hidup masyarakat yang luas dalam keruangan.
Dalam proses pemetaan harus melalui beberapa tahapan mulai dari penyusunan
ide hingga peta siap digunakan. Kesemua itu harus dilakukan dengan penuh hatihati dan ketelitian agar diperoleh peta yang baik dan benar sera memiliki dilai
artistik atau seni sehingga pengguna mampu menggunakan peta dengan
maksimal dan pembuat dapat menghasilkan peta yang baik sehingga terjadi
timbal balik antar pengguna dengan pembuat peta.
Dalam pemberian simbol pada peta juga harus diperhatikan agar peta mudah
diketahui dan dipahami isi dan maksud peta tersebut. Pemberian simbol ini juga
menentukan nilai keartistikan sebuah peta sehingga peta tersebut enak
dipandang dan lebih jelas.
ISI

A. Proses Pemetaan
Dalam mempelajari bidang kartografi, peta sangatlah diperlukan. Tanpa adanya
peta, Kartografi tidak akan ada pula karena kartografi merupakan ilmu yang
mempelajari tentang perpetaan. Berbagai jenis peta telah muncul sesuai dengan
maksud, tujuan, serta manfaat pembuatan peta tersebut. Namun, bagaimanakah
sebuah peta itu dibuat? Dalam mempelajari kartografi kita harus mengetahui hal
tersebut.
Pada dasarnya, peta merupakan kalibrasi dari bidang permukaan bumi 3 dimensi
menjadi sebuah gambaran utuh yang lebih sederhana ke dalam selembar kertas
media yang datar dengan penyesuaian baik ukuran maupun bentuknya disertai
pula dengan informasi dan detail-detailnya.
Dalam proses pembuatan peta harus mengikuti pedoman dan prosedur tertentu
agar dapat dihasilkan peta yang baik, benar, serta memiliki unsur seni dan
keindahan. Secara umum proses pembuatan peta meliputi beberapa tahapan
dari pencarian dan pengumpulan data hingga sebuah peta dapat digunakan.
Proses pemetaan tersebut harus dilakukan dengan urut dan runtut, karena jika
tidak dilakukan secara urut dan runtut, tidak akan diperoleh peta yang baik dan
benar. Lalu apa dan bagaimana proses atau tahap-tahap pemetaaan itu?
1. Tahap pencarian dan pengumpulan data
Ada beberapa cara dalam mencari dan mengumpulkan data, yaitu:
a. Secara langsung
Cara pencarian data secara langsung dapat melalui metode konvensional yaitu
meninjau secara langsung ke lapangan dimana daerah tersebut akan dijadikan
objek dari peta yang dibuat. Cara ini disebut dengan teristris. Dengan cara ini
dilakukan pengukuran medan menggunakan theodolit, GPS, dan alat lain yang
diperlukan serta pengamatan informasi ataupun wawancara dengan penduduk
setempat secara langsung sehingga didapat data yang nantinya akan diolah.
Dapat pula dilakukan secara fotogrameti, yaitu dengan metode foto udara yang
dilakukan dengan memotret kenampakan alam dari atas dengan bantuan
pesawat dengan jalur khusus menurut bidang objek. Atau dapat pula
menggunakan citra dari satelit serta cara-cara lain yang dapat digunakan
b. Secara tak langsung
Melalui cara ini tentu saja kita tidak usah repot-repot meninjau langsung ke
lapangan melainkan kita hanya mencari data dari peta atau data-data yang
sudah ada sebelumnya. misalnya dalam membuat peta kepemilikan tanah di
daerah Semarang, kita cukup mencari peta administrasi lengkap kota Semarang,
kemudian dapat diperoleh data pemilikan tanah di Lembaga Pertanahan daerah
atau nasional (BPN).

Data yang diperoleh dari pencarian data secara tak langsung ini disebut dengan
data sekunder, sedangkan peta yang digunakan sebagai dasar pembuatan peta
lain disebut sebagai peta dasar.
2. Tahap pengolahan data
Data yang telah dikumpulkan merupakan data spasial yang tersebar dalam
keruangan. Data yang telah diperoleh tersebut kemudian dikelompokkan
misalnya data kualitatif dan data kuantitatif, kemudian data kuantitatif dilakukan
perhitungan yang lebih rinci. Langkah selanjutnya yaitu pemberian simbol atau
simbolisasi terhadap data-data yang ada.
Dalam tahap akan mudah dengan menggunakan sistem digital komputing
karena data yang masuk akan langsung diolah dengan software atau aplikasi
tertentu sehingga data tersebut akan langsung jadi dan siap untuk disajikan.
3. Tahap penyajian dan penggambaran data
Tahap ini merupakan tahap pembuatan peta dari data yang telah diolah dan
dilukiskan pada media. Dalam tahap ini dapat digunakan cara manual dengan
menggunakan alat-alat yang fungsional, namun cara ini sangat membutuhkan
perhitungan dan ketelitian yang tinggi agar didapat hasil yang baik.
Akan lebih baik jika digunakan teknik digital melalui komputer, penggambaran
peta dapat digunakan aplikasi-aplikasi pembuatan peta yang mendukung,
misalnya ARC View, ARC Info, AutoCAD Map, Map Info, dan software lain. Setelah
peta tergambar pada komputer, kemudian data yang telah disimbolisasi dalam
bentuk digital dimasukkan dalam peta yang telah di gambar pada komputer,
pemberian informasi tepi, yang kemudian dilakukan proses printing atau
pencetakan peta.
4. Tahap penggunaan data
Tahap ini sangatlah penting dalam pembuatan sebuah peta, karena dalam tahap
ini menentukan baik atau tidaknya sebuah peta, berhasil atau tidaknya
pembuatan sebuah peta. Dalam tahap ini pembuat peta diuji apakah petanya
dapat dimengerti oleh pengguna atau malah susah dalam dimaknai. Peta yang
baik tentunya peta yang dapat dengan mudah dimengerti dan dicerna maksud
peta oleh pengguna. Selain itu, pengguna dapat memberikan respon misalnya
tanggapan, kritik, dan saran agar peta tersebut dapat disempurnakan sehingga
terjadi timbal balik antara pembuat peta (map maker) dengan pengguna peta
(map user).
Dalam buku Desain dan Komposisi Peta Tematik karangan Juhadi dan Dewi
Liesnoor, disebutkan bahwa tahapan pembuatan peta secara sistematis yang
dianjurkan adalah:
1. Menentukan daerah dan tema peta yang akan dibuat
2. Mencari dan mengumpulkan data

3. Menentukan data yang akan digunakan


4. Mendesain simbol data dan simbol peta
5. Membuat peta dasar
6. Mendesain komposisi peta (lay out peta), unsur peta dan kertas
7. Pencetakan peta
8. Lettering dan pemberian simbol
9. Reviewing
10. Editing
11. Finishing

Data dan informasi yang disajikan pada suatu peta tergantung maksud dan
tujuan pembuatannya, sehingga peta dapat dibedakan atas:
Peta Topografi, peta yang menyajikan berbagai jenis informasi unsur-unsur alam
dan buatan permukaan bumi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan
pekerjaan. Peta topografi dikenal juga sebagai peta dasar, karena dapat
digunakan untuk pembuatan peta-peta lainnya..
Contoh peta yang digolongkan sebagai peta topografi:
Peta planimetrik, peta yang menyajikan beberapa jenis unsur permukaan bumi
tanpa penyajian informasi ketinggian.
Peta kadaster/pendaftaran tanah, peta yang menyajikan data mengenai
kepemilikan tanah, ukuran, dan bentuk lahan serta beberapa informasi lainnya.
Peta bathimetrik, peta yang menyajikan informasi kedalaman dan bentuk dasar
laut.

2. Peta Tematik, peta yang menyajikan unsur/tema tertentu permukaan bumi


sesuai dengan keperluan penggunaan peta tersebut. Data tematik yang disajikan
dapat dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif.
Contoh peta yang digolongkan sebagai peta tematik:
Peta diagram, pada peta ini subyek tematik yang berelasi disajikan dalam bentuk
diagram yang proporsional.
Peta distribusi, pada peta ini menggunakan simbol titik untuk menyajikan suatu
informasi yang spesifik dan memiliki kuantitas yang pasti.

Peta isoline, pada peta ini menyajikan harga numerik untuk distribusi yang
kontinu dalam bentuk garis yang terhubung pada suatu nilai yang sama.

Jenis peta berdasarkan skalanya


Peta kadaster, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 100 sampai dengan 1 :
5.000. Contoh: Peta hak milik tanah.
Peta skala besar, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000 sampai dengan
1: 250.000. Contoh: Peta topografi
Peta skala sedang, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 250.000 sampai
dengan 1 : 500.000. Contoh: Peta kabupaten per provinsi.
Peta skala kecil, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 500.000 sampai
dengan 1 : 1.000.000. Contoh: Peta Provinsi di Indonesia.
Peta geografi, yaitu peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.
Contoh: Peta Indonesia dan peta dunia.
Berdasarkan sumber datanya, peta dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
Peta Induk (Basic Map). Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei
langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk
pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar
(basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan
peta-peta lainnya.
Peta Turunan (Derived Map). Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan
pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung
ke lapangan. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.

Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek


Peta dinamik, yaitu peta yang menggambarkan labil atau meningkat. Misalnya
peta transmigrasi atau urbanisasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang,
dan sebagainya.
Peta stasioner, yaitu peta yang menggambarkan keadaan stabil atau tetap.
Misalnya, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.

Jenis Peta Statistik


Peta statistik distribusi kualitatif, adalah peta yang menggambarkan kevariasian
jenis data, tanpa memperhitungkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta
budaya, peta agama, dan sebagainya.

Peta statistik distribusi kuantitatif, adalah peta yang menggambarkan jumlah


data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase atau pun frekuensi.
Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.

Berdasarkan fungsi atau kepentingannya, peta dapat dibedakan menjadi:


Peta geografi dan topografi;
Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
Peta lalu lintas dan komunikasi;
Peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta
bahasa, peta ras;
Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;
Peta cuaca dan iklim;
Peta ekonomi dan statistik.

A. Peta berdasarkan isinya

Peta dapat dikalsifikasikan berdasarkan isi yang ditampilkan oleh peta itu sendiri.
Ada 2 jenis peta yang diklasifikasikan menurut isinya, yaitu :

Baca Juga: Jenis Data Sistem Informasi Geografis


1) Peta umum

Peta umum adalah sebuah peta yang isianya merupakan gambaran seluruh
kenampakan permukaan bumi, baik yang berupa kenampakan budaya maupun
kenampakan alam. Kenampakan kenampakan budaya yang dapat ditemui di
dalam peta, seperti pemukiman penduduk, jalan raya, bendungan, dan lain
sebagainya. Sedangkan kenampakan alam, seperti laut, sungai, pegunungan,
gunung, dataran tinggi, dan lain sebagainya.

Peta umum sendiri dapat dibedakan kembali menjadi tiga macam peta, anatar
lain:

a) Peta dunia, yaitu peta yang menggambarkan letak, bentuk, dan wilayah
Negara Negara di dunia.

b) Peta korografi, yaitu peta yang menggambarkan sebagian atau seluruh


permukaan bumi umum dengan skala kecil.

c) Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi dan bentuk
bentuk reliefnya.

2. Peta khusus

Peta khusus ialah peta yang menggambarkan suatu aspek atau gejala gejala
khusus di permukaan bumi saja. Peta khusus sering disebut juga dengan peta
tematik karena peta ini hanya memuat tema tema khusus yang ada muka
bumi. Contoh dari peta khusus adalah peta persebaran flora, fauna, peta
persebaran hasil tambang, peta kepadatan penduduk, dan lain lain.

Baca Juga: Pengertian & 4 Contoh Paragraf Deduktif

B. Peta berdasarkan bentuknya

Peta juga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis peta berdasarkan bentuk
peta itu sendiri. Adapaun jenis jenis peta berdasarkan bentuknya adalah:

1. Peta datar (peta planimetri)

Peta datar merupakan sebuah peta yang dibuat di atas bidang datar, seperti
kain, kertas, kanvas, maupun triplek. Seperti pada peta peta lainnya, peta ini

memiliki berbagai macam simbol yang digambarkan dengan bentuk, dan warna
yang berbeda beda.

2. Peta timbul (peta relief)

Peta timbul atau disebut juga dengan peta relief merupakan peta yang dibuat
secara 3 dimensi sehingga sesuai dengan bentuk permukaan bumi yang
sebenarnya. Peta ini memiliki kontur kontur dan permukaan bumi yang jelas,
seperti pegunungan yang nampak menjulang, perbedaan dataran dataran
tinggi dan rendah, dan lain lain.

3. Peta digital

Peta digital yaiut peta yang proses pembuatannya menggunakan komputer. Data
data kenampakan permukaan bumi di dalam peta biasanya disimpan di dalam
suatu disket, CD, atau hard disk. Penampilan gambar peta ini ditayangkan
melalui layar monitor komputer denga menggunakan program map info dan arc
info

Baca Juga: Pengertian dan 10 Contoh Majas Alegori


C. Peta berdasarkan skalanya

Selain dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan isianya, peta juga dapat
diklasifikasikan berdasarkan ukuran skalanya. Adapun jenis jenis peta
berdasarkan skalanya adalah:

1. Peta kadaster

Peta ini mempunyai skala 1 : 100 hingga 1 : 5.000. Peta kadaster pada umumnya
digunakan untuk menggambar peta tanah atau peta di dalam sertifikat tanah.

2. Peta skala besar

Peta peta yang berskala besar memiliki skala 1 : 5.000 hingga 1 : 250.000. Peta
ini biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu wilayah atau daerah yang
sempit, contohnya peta Kelurahan Sukamaju dan peta Kecamatan Beringin Raya.

3. Peta skala menengah

Peta ini memiliki skala 1 : 250.000 hingga 1 : 500.000. Peta skala menengah
biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu daerah yang cukup luas, peta
provinsi.

4. Peta skala kecil

Peta ini memiliki skala 1 : 500.000 hingga 1 : 1.000.000 atau lebih. Peta peta
skala besar pada umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu daerah atau
wilayah yang luas, misalnya peta wilayah negara, peta benua, bahkan peta
dunia.

Besar kecilnya skala suatu peta akan mempengaruhi besar peta tersebut.
Semakin besar angka skala pembandingnya, maka semakin kecil ukuran peta
tersebut.

Peta sangatlah penting bagi kehidupan manusia, secara umum fungsi peta dapat
disimpulkan sebagai berikut:

Menunjukan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi


Memperlihatkan Ukuran dan arah suatu tempat di permukaan bumi
Menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi
Membantu mengetuhi kondisi suatu daerah
Menyajikan data potensi suatu wilayah
Alat anlisis
Alat untuk mempelajari fenomena geografi di permukaan bumi

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2013.
Tahapan
Tahapan
Pemetaan.
...........
[http://coretantanpakuas.blog.com/2013/09/11/tahapan-tahapan-pemetaan/]
...........(diunduh 28 Februari 2016).

Malik
A.
2012.
Pengertian,
Fungsi,
dan
Jenis
Peta.
[http://farid.........rizky.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-fungsi-dan-jenis-peta.html]
(diunduh .........28 Februari 2016).

Royen A. 2015. Pengertian, Syarat, Manfaat, Unsur dan Jenis Peta.


[http://www.eventzero.org/2015/04/pengertian-syarat-manfaat-unsurdan-.........jenis-peta.html] (diunduh 28 Februari 2016).

.........

Tubagus
R.
2014.
Alat
dan
Langkah
Pemetaan.
[https://www.academia.edu/18092274/Alat_dan_Langkah_Pemetaan]
(diunduh 28 Februari 2016).

..........
..........

Sekilas tentang ArcGIS

ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment
Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari
berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS
berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama
Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana arcgis desktop merupakan software
GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen
yaitu : ArcView(komponen yang focus ke penggunaan data yang komprehensif,
pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan
ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk
keperluan analisi geoprosesing).

ArcGIS meliputi perangkat lunak berbasis Windows sebagai berikut:


1. ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta yang dibuat
menggunakan produk ArcGIS lainnya;
ArcGIS Desktop, memiliki lima tingkat lisensi:
ArcView, yang memungkinkan pengguna menampilkan data spasial, membuat
peta berlapis, serta melakukan analisis spasial dasar;
ArcMap adalah aplikasi utama untuk kebanyakan proses GIS dan
pemetaan dengan komputer. ArcMap memiliki kemampuan utama untuk
visualisasi, membangun database spasial yang baru, memilih (query), editing,
menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan tampilan akhir dalam
laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ArcMap
diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa sig (analyzing),
presenting result, customizing data dan programming
ArcEditor, memiliki kemampuan sebagaimana ArcView dengan
peralatan untuk memanipulasi berkas shapefile dab geodatabase;

tambahan

ArcInfo, memiliki kemampuan sebagaimana ArcEditor dengan tambahan fungsi


manipulasi data, penyuntingan, dan analisis.
ArcCatalog , tool untuk menjelajah (browsing), mengatur (organizing),
membagi (distribution) mendokumentasikan data spasial maupun metadata dan
menyimpan (documentation) data data SIG.
ArcGIS itu sangat berguna dalam berbagai bidang kehidupan dan lebih unggul
daripada sistem informasi biasa. Misalnya :
Pelayanan kesehatan contohnya dapat mengembangkan sebentuk peta ilustrasi
sehingga dapat memudahkan user untuk membuat peta dalam suatu wilayah
yang mengilustrasikan distribusi atau penyebaran terhadap suatu penyakit,
kematian bayi, dsb.
Dalam bidang agriculture : user dapat mengetahui bagaimana cara untuk
meningkatakan suatu produksi berdasarkan data yang ada.
Dalam bidang marketing sehingga
mengoptimalisasikan pemasaran.

kita

dapat

cara

meningkatakan/

Dalam bidang Geografi : Misalnya kita dapat mengetahui lokasi rawan yang
terjadi dari bencana alam.
Dengan adanya GIS maka akan mempermudah user untuk menganalisis,
mencari suatu informasi sehingga dapat membantu user untuk mengambil suatu
keputusan berdasarkan data/ fakta yang terjadi. GIS juga dapat mengahsilkan
data spasial yang susunan geometrinya mendekati keadaan sebenarnya dengan
cepat dan dalam.

Langkah digitasi PETA

Jalankan program ArcGIS


Klik start -> Arcmap 10.2.2, tunggu beberapa saat akan muncul layar aktif
ArcGIS.
Selanjutnya akan muncul lingkunan kerja ArcGIS berupa blank map

Masukkan peta yang sudah di download dari google earth dengan klik add data
->Kelurahan tamangapa->klik add.

Lakukan registrasi peta dengan mengklik add control point, lalu arahkan pointer
ke pertemuan antara koordinat x, y yang telah ditentukan di google earth
(terdapat 4 titik). Lalu klik kiri di tengah kordinat itu, kemudian klik kanan input x
and y sehingga keluar kotak dialog coordinates. Isilah kordinat peta. Lakukan hal
tersebut pada 3 titik lainnya.

Selanjutnya klik georeferencing, pilih rectify dan update georeferencing untuk


menyimpan kordinat.

Setelah selesai, selanjutnya kita akan memulai proses digitasi. Pertama kita
harus membuat layer terlebih dahulu dengan cara klik Catalog, kemudian klik
kanan pada folder peta tadi, klik new->shapfile. Lalu akan muncul dialog
Create New Shapefile. Pada kolom Name, ketik Batas Kelurahan dan feature
ubah menjadi PolyLine. Kemudian klik Ok.

Mulai pendigitasian dengan klik kanan pada layer yang telah dibuat, pilih Edit
Features kemudian Start Editing. Pastikan Create Features muncul untuk
memilih features yang akan diedit.

Ulangi langkah 6-7 untuk membuat jalan, sungai, pemukiman,lahan kering, lahan
hijau/gambut, hutan, sawah, rawa, rumah sakit, masjid, dan sekolah. Untuk
pemukiman, lahan kering, hutan, sawah, rawa, lahan hijau/gambut ubah tipe
datanya menjadi polygon. Sedangkan rumah sakit, masjid dan sekolah ubah
menjadi point.
Selanjutnya kita akan menyisipkan informasi pada peta seperti grid, legenda,
dan data frame. Terlebih dahulu kita memindahkan layar aktif ke tampilan
layout View. Klik kanan pada layar aktif, dan klik page and print Setup...
Ubah Paper Size menjadi A4 dan orientation menjadi Landscape.
Membuat Grid. Fungsi grid yaitu untuk memperlihatkan kordinat pada peta
output. Cara membuatnya yaitu klik kanan pada peta, kemudian properties. Pilih
tab grid, new grid. Pilih measured grid, lalu lanjutkan dengan klik Next, hingga
selesai dan klik Finish. Lalu pilih apply kemudian ok.
Menambahkan legenda, klik tab insert kemudian legend, akan muncul kotak
dialog legenda yang akan ditampilkan. Silahkan atur berapa kolom legenda yang
akan ditampilkan. Disini kami menggunakan 1 kolom, kemudin klik next sampai
tombol finish.
Selanjutnya menambahkan data frame. Klik insert kemudian pilih data frame,
atur posisinya. Setelah itu klik kanan pada kotak data frame pilih add data
masukkan peta insert. Disini kami menggunakan peta insert Sulawesi selatan.
Ubah daerah kelurahan tamangapa menjadi warna berbeda dari data polygon
yang lain.
Tambahkan Judul peta dengan memilih Insert dan klik Title lalu ketikkan peta
Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Sulawesi Selatan. Posisikan di sisi
yang diinginkan pada layout dan atur ukuran serta Jenis Tulisan berdasarkan
keinginan.
Terakhir tambahkan scale bar dan north arrow melalui tab insert dana tur
posisinya.

Advertiser

HASIL DIGITASI

Pembahasan:
Melalui peta diatas kita dapat mengetahui berbagai properties di kecamatan
Manggala, terutama di desa tamangapa. Jalan utama di tunjukan dengan garis
berwarna hitam tebal dan yang tipis adalah jalan arteri/kecil. Sedangkan garis
berwarna biru merupakan sungai kecil dari sungai. Penggunaan peta diatas
seperti jalan dapat memberikan informasi bagi pembaca peta mengenai
dimana saja jalan di kelurahan tamangapa. Pekerjaan dengan menggunakan
ArcGIS memerlukan tingkat ketelitian dan kesabran yang lebih tinggi, apalagi
dalam hal merektifikasi peta. Karena kesalahan peletakkan titik koordinat
sedikit saja bisa menimbulkan angka kesalahan RMS yang besar atau
menimbulkan gambar peta menjadi miring.

SARAN

Proses registrasi peta atau peletakan koordinat dan digitasi batas kelurahan
serta jalan sangat membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi, oleh karenanya
pembaca yang akan melakukan pekerjaan dengan menggunakan arcgis
hendaknya teliti pada saat pengerjaan, sehingga kesalahan kesalahan dalam
prosesnya dapat diminimalisir.

SOFTWARE PENDUKUNG PERPETAAN

1.

AutoCAD

AutoCAD adalah sebuah perangkat lunak CAD yang berfungsi untuk


menggambar/ mendesain sebuah objek 2 dimensi maupun 3 dimensi dengan
sistem CAD. AutoCAD adalah software desain yang paling populer di dunia
karena keunggulannya dalam mengembangkan produk-produknya. Autocad
biasa digunakan oleh seorang Insinyur Sipil, Arsitek, Mesin, Listrik dll. Pada
zaman yang modern seperti sekarang Autocad sangat diminati khususnya untuk
menggambar baik itu menggambar 2 dimensi ataupun 3 dimensi, karena dengan
bantuan software ini akan memudhkan kita dalam mengerjakan pekerjaan
menggambar dalam waktu yang relatif singkat dan tentunya memiliki kualitas
gambar yang baik.

2.

ArcGIS

ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI


(Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsifungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop,
server, dan GIS berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun
2000. Produk Utama Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana arcgis desktop
merupakan software GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan
atas tiga komponen yaitu : ArcView(komponen yang focus ke penggunaan data
yang komprehensif, pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah
editing data spasial) dan ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi
GIS termasuk untuk keperluan analisi geoprosesing)
Software ArcGIS pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh ESRI pada tahun
1999, yaitu dengan kode versi 8.0 (ArcGIS 8.0). ArcGIS merupakan
penggabungan, modifikasi dan peningkatan dari 2 software ESRI yang sudah
terkenal sebelumnya yaitu ArcView GIS 3.3 (ArcView 3.3) dan Arc/INFO
Workstation 7.2 (terutama untuk tampilannya). Bagi yang sudah terbiasa dengan
kedua software tersebut, maka sedikit lebih mudah untuk bermigrasi ke ArcGIS.
Setelah itu berkembang dan ditingkatkan terus kemampuan si ArcGIS ini oleh
ESRI yaitu berturut turut ArcGIS 8.1, 8.2, 9.0, 9.1, 9.2, dan terakhir saat ini
ArcGIS 9.3 (9.3.1) dan sekarang sudah ada ArcGIS 10.

3.

Global Mapper

Global Mapper adalah salah satu perangkat lunak yang cukup populer
sering digunakan oleh kalangan praktisi GIS (geographics information system)
atau orang-orang yang berkecimpung di bidang pemetaan. Salah satu

keistimewaan program ini adalah kompatibilitasnya dengan banyak sekali format


file. Sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dari latar belakang
pengetahuan perangkat lunak lain yang berbeda-beda.
Global Mapper bukan sekadar perangkat serbaguna, namun memiliki fungsi builtin untuk perhitungan jarak dan area, pembauran arsir dan penyesuaian kontras,
melihat elevasi, dan perhitungan garis pandang, serta kemampuan tingkat lanjut
seperti rektifikasi citra, pembuatan kontur dari data permukaan, analisis
tampilan arah aliran dari data permukaan, serta triangulasi dan melakukan
gridding data titik 3D. Tugas berulang dapat diselesaikan dengan menggunakan
fungsi bahasa script yang built-in atau konversi batch secara menyeluruh.
Global Mapper memiliki banyak fungsi antara lain:
1.

Generate kontur ke berbagai interval

2.

Generate watershed atau daerah aliran sungai secara otomatis

3. Melihat data DEM dengan berbagai tampilan seperti atlas, hilshade, aspect,
slope dan lain-lain

4.

ArcView

Software ArcView adalah software yang salah satu kegunaannya untuk


editing, digitasi, pembuatan layout peta citra satelit. Software ini berjalan
dibawah sistem dekstop mapping dengan menyediakan suatu kerangka kerja
guna pembuatan keputusan spasial, dan mempunyai kemampuan untuk
menggambarkan,
menyelidiki,
dan
mengevaluasi,
melakukan query danmenganalisis data spasial. Pekerjaan mengubah simbol
peta, menambah gambar citra atau grafik, membuat informasi peta. Software
Acview ini
dapat
mengubahicon-icon atau terminology yang
digunakan
pada interface, mengotomatiskan operasi-operasi atau membuat interface
tertentu untuk melakukan akses ke data dasar terentu. Disamping ini Software
ArcView juga dapat melakukan komunikasi dengan produk Software lain dimana
dapat menggantidata tanpa melakukan konversi dan keluar dari ArcView.

Komponen-Komponen ArcView
Software ArcView mengorganisasikansistem perangkat lunak yang sedemikian
rupa sehingga dapat dikelompokkan ke dalam beberapa komponen-komponen
penting sebagai berikut :

1. Project
Komponen ini merupakan kumpulan dokumen-dokumen yang saling
berhubungan, bekerja sama pada suatu sesion. Dokumen-dokumen tersebut
meliputi view, table, chart, layout, script,. Suatu project mengorganisasi dan
menyimpan suatu dokumennya. Project melakukan pengaturan bagaimana dan
dimana dokumen didisplay. Suatu project disimpan dalam suatu file yang
disebutproject
file yang
berformat
ASCII
dan
mempunyai extension.apr.softwareini
dapat
menampilkan
satu projwct
windows dalam sau sesion.

2.Theme
Theme merupakan suatu bangunan dasar ArcView. Theme merupakan kumpulan
dari beberapa layer ArcView yang membentuk suatu tematik tertentu. Sumber
data
yang
dapat
dipresentasikan
sebagai Theme adalah shapefile,
coverage dancitra raster.

3.View
View mengorganisasikan theme. Sebuah view merupakan representasi grafis
informasi spasial dan dapat menampung beberapa theme atau layer informasi
spasial (titik, garis, poligon, dan citra raster). Sebagai contoh, posisi-posisi kota
(titik), sungai (garis), dan batas propinsi (polygon) dapat membentuk suatu
theme dalam sebuah view.

4.Table
Sebuah table merupakan representasi data ArcView dalam bentuk sebuah tabel.
Sebuah tabel akan berisi informasi deskriptif mengenai layer tertentu.
Setiaprecord mendefinisikan
seetiap
kolom
mendefinisikan
karakteristik
dari entry yang bersangkutan. Dari sisi pengguna, tanpa memperhatikan
sumber-sumbernya, semua tabel adalah sama. ArcView mendefinisikan template
standart untuk merujuk table yang diakses.

5.Chart
Chart merupakan representasi grafis dari resumer tabel data atau hasil dari
suatuquery terhadap suatu tabel data. Bentuk chart yang didukung
oleh ArcView adalah line, bar, column, xt scatter, area dan pie.

6.Layout

Layout digunakan untuk menggabungkan semua dokumen (view, table, chart)


kedalam suatu dokumen yang siap untuk ditampilkan.

7.Script
Script merupakan bahasa pemrograman sederhana yang digunakan untuk
mengotomatiskan kerja ArcView. ArcView menyediakan bahasa sederhana ini
dengan
sebutan avenue. Dengan Avenue pengguna
dapat
memodifikasi
tampilanArcView, membuat program menyederhanakan tugas yang komplek dan
berkomunikasi dengan aplikasi lain. Dengan kata lain ArcView dapat dicustomize
sedemikian rupa sehingga dapat secara optimal memenuhi pengguna untuk
tugas-tugas dan aplikasi tertentu.

Unsur - Unsur Dalam Peta.

A. Judul Peta Menunjukan nama peta, dituliskan dibagian atas peta. Contoh :
PETA PROV BALI, PROV. JAWA BARAT, PROV. DKI JAKARTA, PROV. BANTEN dan lain
- lain.

B. Legenda adalah daftar keterangan yang menjelaskan simbol - simbol pada


peta diantaranya :

Keterangan Warna Pada Peta.

Arti warna-warna dalam peta sebagai berikut:


Warna hijau menunjukkan dataran rendah.

Warna kuning menunjukkan dataran tinggi.


Warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan.
Warna putih menunjukkan puncak pegunungan yang tertutup salju.
Warna biru menunjukkan daerah perairan (laut, sungai, danau). Warna biru untuk
laut, dibedakan ketajamannya. Gunanya untuk menunjukkan kedalaman laut.
Warna biru tua untuk laut dalam dan biru muda untuk laut dangkal.

Keterangan Garis Pada Peta


Arti simbol-simbol garis pada peta sebagai berikut.

Keterangan Gambar Pada Peta


Ada banyak gambar simbol dalam peta. Arti gambar-gambar sim- bol dalam peta
sebagai berikut.

C. Skala. Skala
sesungguhnya.

adalah perbandingan jarak

pada peta dengan jarak

yang

Ada dua macam jenis skala, yaitu :

1. Skala angka (skala numerik)


Skala angka disebut juga skala perbandingan.
Contoh Skala 1:10.000 (dibaca 1 berbanding 10.000). Ini berarti bahwa jarak 1
cm pada peta sama dengan 10.000 cm di per- mukaan bumi. Atau 1 cm pada
peta sama dengan 100 m atau 0,1 km jarak yang sebenarnya.
Misalnya, jarak antara kota A ke kota B di peta adalah 5 cm. Ini berarti jarak yang
sebenarnya dari kota A ke kota B adalah

5 cm X 10.000 cm = 50.000 cm. Kalau dinyatakan dalam meter berarti 500


meter. Kalau dinyatakan dalam kilometer berarti 0,5 km.

2. Skala garis
Skala ini ditunjukkan oleh garis lurus yang dibagi dalam bagian- bagian yang
sama. Panjang masing-masing ruas = 1 cm. Mari kita pelajari contoh skala
garis berikut ini.

Skala garis di atas berarti bahwa 1 cm di peta sama dengan 1 km di tempat


sebenarnya

Unsur-unsur peta

a. Judul Peta

Judul peta adalah nama yang menunjukkan wilayah yang hendak dicitrakan
dalam peta. Judul peta harus ditulis dengan huruf kapital seluruhnya, misalnya;
BANDUNG
JAWA BARAT

Dari judul peta, biasanya akan diketahui jenis peta. Misalnya, peta persebaran
hewan mamalia, peta kepadatan penduduk, peta persebaran tambang, atau peta
administrasi.

b. Orientasi Arah peta

Orientasi arah ditambahkan pada peta untuk lebih mempermudah pembacaan


peta. Orientasi arah

menunjukkan arah mata angin pada peta yang digambarkan. Orientasi arah
menggunakan sebuah panah yang menunjuk ke arah utara peta.

Karena itu, pada panah orientasi arah, dituliskan huruf U (singkatan kata Utara),
atau dalam peta internasional akan ditulis N (North). Sebagai acuan, bila kita
menghadap ke arah utara, maka punggung mengarah ke selatan, tangan kanan
kita ke timur, dan tangan kiri kita ke barat.

c. Legenda peta

Legenda adalah bagian yang memuat keterangan tentang simbol-simbol yang


dipergunakan di dalam peta. Biasanya, legenda ditempatkan di bagian bawah
peta.

Gambar: Contoh Legenda Peta

d. Inset peta

Inset merupakan tambahan kecil pada peta yang disajikan. Inset dibuat untuk
mempermudah pengguna peta mengetahui gambar wilayah tertentu dari peta
yang disajikan.