Anda di halaman 1dari 2

MANAJEMEN RESIKO

Software Engineering

Manajemen Resiko merupakan suatu proses mengidentifikasi, mengukur resiko, serta


membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia.

Strategi yang dapat digunakan antara lain :


a. Mentransfer resiko pada pihak lain.
b. Menghindari resiko.
c. Mengurangi efek buruk dari resiko.
d. Menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari resiko tertentu.

Didalam proses Manajemen Resiko, perlu dilakukan :


1. Identifikasi Resiko.
Proses ini meliputi identifikasi resiko yang mungkin terjadi didalam suau aktivitas usaha.
Identifikasi resiko secara akurat dan komplit sangatlah vital dalam manajemen resiko.
Salah satu aspek penting dalam identifikasi resiko adalah mendaftar resiko yang terjadi
sebanyak mungkin. Teknik–teknik yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi resiko,
antara lain : Brainstroming, Survei, Wawancara, Informasi Hitoris, Kelompok Kerja, dll.

2. Analisa Resiko.
Setelah melakukan identifikasi resiko, maka tahap berikutnya adalah pengurangan
resiko dengan cara melihat potensial seberapa besar terjadinya kerusakan dan
probabilitas terjadinya resiko tersebut. Penentuan probabilitas terjadinya suatu kejadian
sangatlah subjektif dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman. Beberapa resiko
memang mudah untuk diukur, namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas
suatu kejadian yang sangat jarang terjadi. Sehingga pada tahap ini, sangatlah penting
untuk menetukan dugaan yang terbaik agar nantinya kita dapat memprioritaskan
dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen resiko.

3. Pengelolaan Resiko.
Beberapa jenis mengelola resiko, adalah :
a. Risk Avoidance.
Yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama
sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya, maka harus dipertimbangkan
potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas.
b. Risk Reduction.
22 Juni 2010

Risk Reduction atau juga Risk Mitigation yaitu merupakan metode yang mengurangi
kemungkinan terjadinya suatu resiko ataupun mengurangi dampak kerusakan yang
dihasilkan oleh suatu resiko.
c. Risk Transfer.
Yaitu memindahkan resiko kepada pihak lain. Umumnya melalui suatu kontrak
asuransi maupun hedging.

Ilham Maulana dot Com


d. Risk Deferral.
Dampak suatu resiko tidak selalu konstan. Risk Deferral meliputi menunda aspek
suatu proyek hingga saat dimana probabilitasnya terjadinya resiko tersebut kecil.
e. Risk Retention.
Walaupun resiko tertentu dapat dihilangkan dengan mengurangi maupun
mentransfernya, namun beberapa resiko harus tetap diterima sebagai bagian
penting dari aktivitas.
22 Juni 2010

Ilham Maulana dot Com