Anda di halaman 1dari 1

Nama

: YENIKA SARI
No : 22
Kelas
: XI IPA 3
MODEL PEMBELAJARAN
Sebelum kurikulum baru 2004, banyak dikelnal metode atau teknik mengajar. Teknik
teknik atau
metode itu banyak mengarah pada guru aktif, sehingga kurang
membangkitkan semangat kerja dan motivasi siswa, dan siswa tetap saja pasif.
Pembelajaran dengan mendengar akan berbekas pada siswa sebanyak 25%,
pembelajaran dengan melihat akan berbekas kepada siswa sebanyak 50%, dan jika
melakukan dan mengerjakan akan berbekas lebih dari 75%. Tentu besarnya presentase
pemahaman siswa akan lebih baik lagi jika bertahan sepanjang hayat.
Model pembelajaran memiliki makna yang lebih luas, yaitu segala cara yang
dilakukan guru bisa berupa metode , cara, teknik, atau apa saja untuk mencapai standart
kompetensi yang telah ditetapkan dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk
aktif, berkembang dan mengembangkan diri. Model-model pembelajaran ini dapat
diperoleh dari pengalaman orang lain yang telah melakukan, buku atau hasil kreasi kita
sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah.
Perlu dipahami oleh setiap guru bahwa guru memiliki otonomi yang tidak dapat
diintevensi oleh siapapun sehingga ketercapaian SKBM melalui suatu proses pembelajaran
dengan standar mutu pendidikan dapat tercapai.
Model pembelajaran yang lahir karena siswa, seringkali menjadikan apa yang
dilihat-nya menjadi model bagi dirinya, sehingga akan meniru semua tingkah, gerak, laku,
dan semua yang menjadi idolanya. Dari sini memang lahirnya filsafat Taman Siswa Ing
Ngarso Sung Tulodo Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Jadi, sebisa mungkin
kita harus mengemas sesuatu model dengan sebaik-baiknya karena ketertarikan siswa
pada mata pelajaran tertentu dapat dimulai dari penampilan dan guru, kepiawaian guru
mengajar, dan penguasaan materi oleh guru yang bersangkutan.
Model pembelajaran secara umum dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : model
pembelajaran kelompok Learning Community, dan model pembelajaran berdasarkan
masalah Problem Based Instruction.
Model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang digunakan
untuk menyampaikan materi yang bersifat deklaratif, model pembelajaran kelompok
digunakan untuk kerja yang membutuhkan bantuan orang lain, dan model pembelajaran
berdasarkan masalah dikhususkan agar siswa dapat memberikan penyelesaian suatu
masalah yang sedang dihadapi pada pembelajaran saat itu.
Pada ketiga teknik di atas, guru bertindak sebagai motivator yang akan membuat
kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik.