Anda di halaman 1dari 7

Kasus 1

Donor organ setelah mati


Monday, June 25th 2012, posted AbcdiaNews
Xiwang, bocah 2 tahun harus menerima nasib bahwa ia harus mati di usia
yang sangat muda, namun memutuskan untuk mendonorkan organ tubuhnya
kepada dua balita lain. Xiwang boleh saja mati namun ia menyelamatkan dua
nyawa lain.
Karena haru atas nasib dan pengobanan Xiwang dan orang tuanya, tim
dokter yang menanganinya merasa terharu dan memberi penghormatan terakhir
kepadanya, sambil berdiri menghadap bocah yang terbaring di detik-detik
terakhir hidupnya, tim dokter membungkukkan badan memberi penghormatan
terakhir kepada Xiwang.
Suasana haru sangat terasa di ruangan tersebut, orang tua Xiwang
membuat keputusan penting dan sadar bahwa anaknya tidak mungkin
tertolong karena penyakitnya, mereka kemudian memutuskan untuk
mendonorkan

organ

Xiwang

kepada

dua

anak

yang

sangat

membutuhkannya.
Daripada membakar tubuh anak kami menjadi abu, kami memutuskan
untuk mendonorkan organ tubuhnya supaya bisa menolong anak-anak lain,
ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.
Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup
untuk anak lain yang membutuhkan bantuan, sambungnya. Xiwang
menghembuskan nafas terakhir pada 9 Juni 2012 pukul 17.30 waktu setempat,
setelah dikecup terakhir kali oleh sang ayah, Xiwang dibawa menuju meja
operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah
menunggu pertolongan.
Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin
membaik. Orang tua kedua anak tersebutpun sangat berterimakasih kepada
Xiwang dan orang tuanya.

Panduan Pertanyaan:
1. Apakah yang dimaksud dengan dilemma etik?
Situasi yang melibatkan konflik antara dua pilihan moral (Childress,
2011).
- Dilema Etik merupakan suatu masalah yang sulit dimana tidak ada
alternatif yang memuaskan atau suatu situasi dimana alternatif yang
memuaskan dan tidak memuaskan itu sebanding (Thomson &
-

Thomson, 1985).
Via : suatu masalah yg melibatkan 2 atau lebih landasan moral tapi

tidak dapat dilakukan keduanya (---)


Mawar : dua pil punya alasan sama2 kuat.
Riandi : mengenai perilaku yang layak harus dibuat.
Ridhan : masalah etika yang dihadapkan dengan pilihan yang sulit

(buku ekhk-egc)
Aul : suatu ilmu yg mempelajari asas dan akhlak etik
Dikaitkan dengan permasalahan2 yang ada dilema etik
Oso : depkes : terjadi benturan atau singgungan antara etik dengan
moral yang ada benturan2 lainnya
Situasi yang melibatkan 2 pilihan moral yang sulit ditentukan
dalam mengambil sebuah tindakan, 2 pilihan tersebut tidak
bisa berjalan bersama. Pilihan yang diambil harus pilihan
yang terbaik dan tidak menimbulkan benturan.
Memuaskan ? karena 2 pilihan sama2 etik, dan mempunyai

konsekuensinya.
2. Menurut anda, dilemma etik apa yang terdapat pada kasus di atas!
a. Orang tuanya menghadapi 2 pilihan :
- Etikal 1 : memenuhi aturan budaya kebiasaan orang cina,
dikremasi
Konsekuensi :
- Etikal 2 : mendonorkan bermanfaat bagi orang lain
Konsekuensi :
b. Sudut pandang dokter
Aul : Tidak ada dilema etik dari sisi dokternya
- Memberitahu bahwa ada pasien lain yang membutuhkan organnya :
(-) ibu marah dengan keputusan dokter tersebut, citra dokter akan
buruk dan juga berdampak pada rumah sakitnya
(+) pasien lain akan terselamatkan
- tidak memberitahu :
Tanggung

jawab

mengupayakan

seorang

keselamatan

dokter

adalah

nyawa.

Jika

melindungi

dan

dokter

tidak

memeberitahu bahwa ada pasien yang membutuhkan organ berarti


dia tidak melakukan tanggung jawabnya yaitu mengupayakan
keselamatan nyawa.
c. 1 : tidak mendonorkan
(+) memenuhi aturan budaya, agama, maupun adat istiadat ;
(-) 2 pasien lain tidak dapat ditingkatkan kesehatannya ;
2 : mendonorkan
(+) dapat menolong orang lain ;
(-) dari sisi agama, budaya, adat belum tentu memperbolehkan.
Penerapan :
a. Orang tua :
Autonomy : menentukan keputusan untuk mendonorkan organ ,
anak belum layak
Ortu punya otonomi untuk mengambil keputusan.
Beneficence : bermanfaat bagi orang lain.
Non-maleficence : mencegah hal yang buruk terjadi pada 2 anak
yang membutuhkan donor; mendonorkannya setelah Xiwang
meninggal dunia sehingga tidak memberikan dampak negatif
terhadap Xiwang.
Justice : setiap orang mempunyai hak untuk hidup
- Biaya : fiska
- Risiko :
- Sumber daya : Terminally ill dirawat di ICU : ICU ngantri,
harus mengambil keputusan dengan cepat.
b. Dokter mengalami dilema saat akan memberitahukan kondisi
Xiwang + ada 2 anak yang membutuhkan donor organ.
Dia sebagai apa, punya otonomi untuk apa ?
- Autonomy : Dokter sebagai yang merawat pasien dan
konsultan operasi mempunyai otonomi untuk memberikan
informasi.
Aul tim dokter
- Benef : manfaat untuk penerima donor.
- Non maleficence =
- Justice : sama
3. Prinsip-prinsip dasar moral apakah yang mendasari setiap orang dalam
mengambil keputusan? Jelaskan!
- Mawar
Beauchamp dan Childress (1994) menguraikan ( Empat prinsip etika
Eropa ) bahwa

untuk mencapai ke suatu keputusan ETIK diperlukan 4 Kaidah Dasar


Moral / Kaidah
Dasar Bioetik (Moral Principle) dan beberapa rules atau kriteria
dibawahnya. Keempat
Kaidah Dasar Moral tersebut adalah :
a. Prinsip Autonomy (self-determination)

Yaitu

prinsip

yang

menghormati hak-hak pasien, terutama hak otonomi pasien (the rights


to self determination) dan merupakan kekuatan yang dimiliki pasien
untuk memutuskan suatu prosedur medis. Prinsip moral inilah yang
kemudian melahirkan doktrin Informed consent.
b. Prinsip tidak merugikan Non-maleficence Adalah prinsip
menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral yang melarang
tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal
sebagai primum non nocere atau above all do no harm .
c. Prinsip murah hati Beneficence Yaitu prinsip moral yang
mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien atau
penyediaan keuntungan dan menyeimbangkan keuntungan tersebut
dengan risiko dan biaya. Dalam Beneficence tidak hanya dikenal
perbuatan untuk kebaikan saja, melainkan juga perbuatan yang sisi
baiknya (manfaat) lebih besar daripada sisi buruknya (mudharat).
d. Prinsip keadilan Justice Yaitu prinsip moral yang mementingkan
fairness dan keadilan dalam bersikap maupun dalam mendistribusikan
sumber

daya

(distributive

justice)

atau

pendistribusian

dari

keuntungan, biaya dan risiko secara adil.


Dari catetan kuliah :
a. Autonomy
Menghargai hak individu untuk memilih dengan kesengajaan dan
pemahaman, tanpa adanya tekanan maupun keterpaksaan.
b. Beneficence
- Berkehendak untuk melakukan kebaikan

Prinsipnya : mensyaratkan hal yang lebih, harus aktif mengambil

langkah (+) untuk menolong orang lain.


c. Nonmaleficence
- Mencegah terjadinya keburukan hasilnya belum tentu terlihat.
- Upaya untuk menekan risiko atau memperkecil kerugian yang
-

timbul.
Prinsip :
Tidak menimbulkan kerugian secara sengaja
Tidak membunuh
Tidak menimbulkan sakit
Tidak melebihi kapasitas yang seharusnya, misal: memberi

obat yg melebihi dosis


Tidak menghardik

d. Justice
- Autonomy : hanya terbatas oleh kepentingan individu atau orang
-

lain.
Justice = fairness = equity, misal : akses kesehatan sama rata.
Masalah mengapa justice tidak terbangun:
Keterbatasan sumber/perawatan untuk pasien
Situasi sos-ek pasien dan keluarga + keadaan negara yg

tidak mendukung.
Health care system & Health care budget , misal: askes,

jamkesmas
Prinsip justice yg terdistribusi:
Keadilan diberikan ke setiap orang dengan sumbangsih

(timbal balik) yg tepat.


Ke setiap orang sesuai dengan kebutuhannya.
Ke setiap orang berdasarkan pencapaiannya/usahanya.

4. Siapakah yang berhak menentukan pilihan untuk mendonorkan organ


tubuh Xiwang kepada balita lain! Sebutkan alasannya
Orang tuanya
Karena :
a. Keluarga terdekat Xiwang PP No. 18 tahun 1981 pasal 10 :
Transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia dilakukan dengan
memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 huruf a dan huruf b, yaitu harus dengan persetujuan tertulis

pasien dan/atau keluarganya yang terdekat setelah pasien meninggal


dunia.
Permenkes No.290
b. Xiwang masih berusia 2 tahun belum berhak membuat persetujuan
& keadaan dirinya tidak memungkinkan.
Yang berhak memberikan persetujuan atau menentukan pilihan
adalah pasien yang sudah dewasa (di atas 21 tahun atau sudah
menikah) dan dalam keadaan sehat mental untuk pasien di
bawah 21 tahun, dan pasien-pasien gangguan jiwa yang berhak
menentukan pilihan adalah orang tua/wali/keluarga terdekat.
c. Pasien tidak memungkinkan balita ortu lebih berhak
Persetujuan diberi
- Mampu memahami informasi yang
- Mampu mempercayai info yang diberikan
- Mempertahankan info , menganalisis, menerapkan
- Secara teknis : cukup umur (KUHP >= 21 th, UU no 23 th 2003
-

>=18 th, UU no 23 th 2002 18 dan 16 untuk low risk


Punya intelegensi yang cukup
Sudah menikah
Sehat mental
Kompeten atau tidaknya ditentukan oleh dokter
Diwakilkan : orang tua (ayah/ibu dr pasangan sah, Ibu dari
pasangan tidak sah), keluarga terdekat (suami, istri, anak, saudara

sekandung)
Dokter mempersilahkan keluarga bermufakat
Pengampu : dapat mewakili kepentingan orang lain pasien indv

yang kompeten,
Kalau pasien terserah dokter wajib beri inform,
Setiap orang berhak untuk tidak mengetahui menolak diberi

info
5. Apakah yang anda ketahui tentang informed consent?
- Dokter : alat legitimasi untuk melakukan tindakan medis.
- Pasien : persetujuan
Informed = telah diberitahukan, memberi penjelasan tentang semua
keadaan yang berhubungan dengan penyakit pasien dan tindakan medik
yang akan dilakukan oleh dokter serta penjelasan dokter mengenai
jawaban dari pertanyaan pasien atau keluarga.
Consent = persetujuan yang diberikan kepada seseorang untuk berbuat
sesuatu.

Informed consent = persetujuan yang diberikan pasien kepada dokter


setelah diberi penjelasan.
Permenkes No. 589 tahun 1989 informed consent atau Persetujuan
Tindakan Medis (PTM) adalah persetujuan yang diberikan pasien atau
keluarga atas dasar penjelasan mengenai tindakan medis yang akan
dilakukan terhadap pasien tersebut.
keadaan normal
misal : tindakan ambil
darah, suntikan,
penjahitan
keadaan
darurat
Implied consent
(tersirat)

Informed consent

Expressed consent
(dinyatakan)

misal : pasien
tidak sadar, tapi
butuh
penanganan
segera -->
presumed
consent oleh
lisan
dokter
--> misal :
pemeriksaan
rektal, vaginal, dll
tulisan
--> untuk tindakan
high risk
(pembedahan, dll)
ada ttd/cap jempol

Referensi :
Arimaswati, Indria Hafizah, dan Syamsul Rizal. 2011. Modul Dilema Etik.
Kendari: Universitas Haluoleo
Childress, Kelsey. 2011. Ethical Dilemma & Risk Management. Available at:
http://www.ehow.com/about_5554400_ethical-dilemma-riskmanagement.html
Diakses pada 2 Juli 2012, 23:54 WIB
Hanafiah, M. Jusuf dan Amri Amir. 2008. Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan.
Jakarta: EGC