Anda di halaman 1dari 18

TUGAS TEORI AKUNTANSI SOAL DISKUSI BAB 10 (LABA)

1. Berikan penjelasan atau komentar tentang penggunaan istilah income!


Makna income dalam konteks perpajakan berbeda dengan makna income yang terdapat
pada akuntansi dan pelaporan keuangan. Dalam perpajakan, income dimaknai sebagi
umlah kotor sehingga diterjamahkan sebagi penghasilan sebagimana digunakan dalam
standar akuntansi keuangan. Dalam buku-buku teori akuntansi, istilah income pada
umumnya dimaknai sebagi jumlah bersih sehingga istilah laba lebih menggambarkan apa
yang dimaksud income dalam buku-buku tersebut. Laba dalam teori akuntansi biasanya
lebih merujuk pada konsep yang oleh FASB disebut dengan laba kompherensif. Laba
kompherensif dimaknai sebagai kenaikan aset bersih selaib yang berasal dari transaksi
dengan pemilik. Namun dalam hal ini, IAI memadankan income dengan penghasilan
yang meliputi pendapatan dan untung. Sedangkan dalam buku-buku teks asing income
dimakanai sebagai laba.
2. Dalam praktik digunakan untuk apa sajakah angka laba itu ?
1) Indikator efisiensi penggunaan modal atau biaya
2) Pengukur prestasi atau kinerja management
3) Alat motivasi bagi management dalam pengelolaan perusahaan
4) Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak
5) Dasar penghitungan deviden
6) Dasar pembagian kompensasi dan bonus
7) Pedoman dalam menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan
8) Dasar peramalan kondisi perusahaan di masa yang akan datang
3. Sebut dan jelaskan kelemahan-kelemahan laba akuntansi sebagaimana digunakan
dalam model akuntansi yang sekarang umum dipakai!
laba akuntansi mempunyai beberapa kelemahan antara lain :

1. Laba akuntansi belum didefinisi secara semantik dan jelas sehingga laba tersebut
secara intuitif dan ekonomik bermakna.
2. Penyajian dan pengukuran laba masih difokuskan pada pemegang saham biasa
atau residual.
3. Prinsip akuntansi berterima umum (PABU) sebagai pedoman pengukuran laba
masih memberi peluang untuk terjadinya ketaktaatasasan (inkonsistensi) antar
perusahaan.
4. Karena didasarkan pada konsep kos historis ,laba akuntansi secara umum belum
memperhitungkan pengaruh perubahan daya beli dan harga.
5. Dalam menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan, investor dan kreditor
memandang informasi selain laba akuntansi juga bermanfaat atau bahkan lebih
bermanfaat sehingga ketepatan laba akuntansi belum menjadi tuntutan yang
mendesak.
4. Apakah keunikan laba dibanding dengan elemen-elemen statement keuangan yang
lain?
Laba menjadi elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba
diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Aka tetapi, teori akuntansi sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam
pemaknaan dan pengukuran laba. Oleh karena itu berbeda dengan elemen keuang
statemen keuangan lainnya, pembahasan laba meliputi tiga tataran yaitu semantik,
sintaktik, dan pragmatik.
5. Sebut dan jelaskan interprstasi yang diharapkan oleh pemakai maupun perekayasa
dalam tataran semantik ?
Pengukuran Kinerja, Karena kreditor dan investor adalah pihak yang dituju dalam
pelaporan keuangan, diangap bahwa mereka berkepentingan dengan infromasi masa
lalu untuk mengevaluasi prospek perusahaan di masa datang. Konfirmasi Harapan
Investor Perekayasaan pelaporan juga berusaha menyediakan informasi untuk
meyakinkan bahwa harapan harapan investor atau pemakai lainnya di masa lalu
tentang kinerja peerusahaan memang terelalisasi. Dengan demikian, laba dapat
diinterpretasi sebagai sarana untuk mengkonfirmasi harapan harapan tersebut.
Estimator Laba Ekonomik Dengan basis akrual, pengakruan dan penangguhan atas
dasar konsep upaya dan hasil serta konsep kos historis merupakan proses yang sangat

dekat dengan penentuan laba akuntansi. Perekayasaan akuntansi mengharapkan


bahwa laba akuntansi akan mendekati laba ekonomik atau paling tidak merupakan
estimator yang baik untuk laba ekonomik.
6. Apa perbedaan laba akuntansi dengan Laba Ekonomik ?
Laba akuntansi didasari oleh konsep kontinuitas usaha yang memandang aset sebagai
potensi jasa sehingga kos historis menjadi basis pengukurannya. Sementara itu, laba
ekonomik dibatasi oleh konsep likuidasi yang melihat aset sebagai simpanan atau
sediaan nilai setiap saat sehingga nilai sekarang menjadi basis pengukurannya.
7. Apakah akuntansi harus menghitung dan menyediakan laba ekonomik?
Karena reliabilitas menjadi sasaran akuntansi, akuntansi tidak harus menentukan laba
ekonomik yang subyektif. Akan tetapi akuntansi harus berusaha menyajikan
memformulasi laba akuntansi yang dapat membantu investor dalam menentukan laba
ekonomik sesuai dengan persepsi para investor
8. Dari berbagai defenisi laba. Identifikasi kata kunci. Defenisikan secara umum laba itu.
Kata kunci pemaknaan laba oleh:
FASB: perubahan equitas dari sumber non pemilik selama suatu perioda.
Barton: kenaikan kekayaan bersih dari suatu perioda.
Godfrey, Hodgson, dan Holmes mengutip dari Budlora: pengahargaan oleh individu

kepada entitas.
Paton & Littleton: penarikan atau sesuatu yang menghasilkan tanpa menurunkan

modal dan kelebihan dari awal perioda


Schroeder dan Clark: nilai maksimum yang bisa dikonsumsi selama sepekan.

Atas dasar pengertian di atas, laba secara umum didefenisikan sebagai tambahan
kemampuan ekonomik yang ditandai dengan kenaikan kapital dalam satu perioda yang
berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi atau ditarik oleh
entitas penguasa/pemilik kapital tanpa mengurangi kemampuan ekonomik kapital mulamula (awal perioda).
9. Karakteristik umum apakah yang melekat pada makna laba?
a. Kenaikan atau kemakmuran tang dimiliki atau dikuasai entitas. Entitas dapat berupa
perorangan/individual, kelompok individu, insitusi, badan, lembaga, atau perusahaan.
b. Perubahan terjadi dalam suatu kurun waktu (perioda) sehingga harus diidentifikasi
kemakmuran awal dan kemakmuran akhir.
c. Perubahan dapat dinikmati, didistribusi, atau ditarik olej entitas yang menguasai
kemakmuran asalkan kemakmuran awal dipertahankan.

10. Apakah pengertian capital yang digunakan dalam mendefinisi laba?


a. Asset
Asset merupakan kapital bagi badan usaha atau manjemen yang menguasai sumber
ekonomik ini (fisis atau financial). Kapital bagi badan uasaha atau manajemen dapat
berupa asset total atau asset bersih (net assets).
b. Utang
Utang merupakan kapital bagi pihak yang mempunyai/ menguasai klaim (ditandai dengan
sertifikat utang, nisalnya obligasi)
c. Ekuitas
Ekuitas merupakan capital bagi pihak yang mempunyai/ menguasai klaim (ditandai
dengan sertifikat saham)
11. Jelaskan perbedaan antara laba dan kapital dan berilah analogi untuk lebih
menjelaskan perbedaan tersebut!
Pembahasan laba tidak bisa dipisahkan dengan pembahasan kapital, tapi makna keduanya
harus dibedakan. Kapital dapat diasosiasi dengan sediaan atau potensi jasa. Kapital dapat
dipandang sebagai asosiasi sediaan kemakmuran pada saat tertentu, sedangkan laba dapat
diasosiasi dengan alira kemakmuran. Laba adalah aliran potensi jasa yang dapat dinikmati
dalam kurun waktu tertentu dengan tetap mempertahankan tingkat potensi jasa mulamula.
Bila dianalogikan dengan tanki air, kapital adalah kandungan air sampai level tertentu
pada suatu saat. Dalam suatu perioda, air dalam tannki akan diisi dan sekaligus juga
digunakan. Laba adalah aliran air yang keluar dari tangki (digunakan atau dinikmati
untuk berbagai keperluan rumah tangga)dalam suatu perioda dengan tetap
mempertahankan kandungan air ditanki pada level semula. Da;am hal kegiatan usaha,
pengertian dinikmati adalah dikonsumsi, didistribusi, atau ditarik untuk keperluan pribadi
atau noninvestasi. Berbeda dengan tanki air yang kapasitas nya terbatas, kegiatan usaha
biasanya berkembang terus. Oleh karena itu, laba tidak harus selalu dinikmati tetapi dapat
terus bertanam diperusahaan sehingga menambah tingkat investasi.
12. apa yang dimaksud dengan konsep pemertahanan kapital dan apa keunggulannya
sebagai landasan pendefinisian laba dibanding konsep penandingan ?
Konsep ini dilandasi oleh gagasan bahwa entitas berhak mendapatkan kembalian/imbalan
atau return dan menikmatinya setelah capital dipertahankan keutuhannya atau pulih

seperti sedia kala. Harapan umum dalam kegiatan bisnis adalah capital atau investasi
yang tertanam selalu berkembang. Konsep ini mempunyai arti penting atau konsekuensi
dalam beberapa hal yang saling berkaitan sebagai berikut :
a)
b)

Membedakan antara kembalian atas investasi dan pengembalian investasi.


Memisahkan dan membedakan transaksi operasi dalam arti luas dengan transaksi

pendanaan dari pemilik.


c)

Menjamin agar laba yang dapat didistribusikan tidak mengandung pengembalian

investasi. Artinya, kalau laba suatu periode harus dikonsumsi/didistribusi seluruhnya, jumlah
tersebut harus benar-benar merefleksi jumlah yang memenuhi definisi laba sehingga entitas
mempunyai kemampuan ekonomik yang sama dengan kemampuan mula-mula.
d)

Memungkinkan penentuan jumlah penyesuaian capital untuk mempertahankan

kemampuan ekonomik awal periode akibat perubahan harga dan daya beli sehingga laba
ekonomik akan terukur pula.
e)

Memungkinkan penggunaan berbagai dasar penilaian untuk menentukan tingkat capital

pada saat tertentu.


f)

Memungkinkan penerapan pendekatan asset-kewajiban secara penuh dalam pemaknaan

laba sehingaa angka laba akuntansi akan mendekati angka laba ekonomik.
Dengan demikian laba adalah tambahan kemampuan ekonomik yang ditandai dengan
kenaikan capital dalam suatu periode yang berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas
yang dapat dikonsumsi atau ditarik oleh entitas penguasa/pemilik capital tanpa mengurangi
kemampuan ekonomik capital mula-mula
Dengan konsep pemertahanan capital, laba merupakan konsekuensi dari pengukuran capital
pada dua titik waktu yang berbeda. Dengan konsep ini elemen statemen keuangan diukur atas
dasar pendekatan asset kewajiban. Jadi, dapat dikatakan bahwa laba adalah perubahan atau
kenaikan capital dalam suatu periode.
13. Masalah teoritis apa saja yang berkaitan dengan laba pada tataran sintaktik ?
Konsep ini harus dirasionalkan dalam bentuk standar dan prosedur akuntansi yang
objektif sehingga angka laba dapat diukur dan disajikan dalam statemen keuangan.
Pengukuran dalam arti luas yang meliputi pengakuan, saat pengakuan, dan prosedur
pengakuan ditambah cara mengungkapkan merupakan masalah pada tataran sintaktik.
Terdapat dua kriteria atau pendekatan dalam pengukuran laba yaitu :
1. Pendekatan transaksi

Laba diukur pada saat terjadinya transaksi (terutama transaksi eksternal) yang
kemudian terakumulasi sampai akhir periode. Pengakuan laba atas dasar pendekatan ini sama
dengan pengakuan pendapatan sama dengan atas dasar kriteria terlealisasi dan sama dengan
pengakuan biaya atas dasar kriteria konsumsi manfaat. Dengan pendekatan transaksi laba
timbul dan diakui pada saat penjualan atau pertukaran terjadi.
2. Pendekatan kegiatan
Laba dianggap timbul bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan atau kejadian
bukan sebagai hasil suatu transaksi pada saat tertentu. Dengan konsep ini pendapatan (dengan
sendirinya laba) dinyatakan telah terbentuk bersamaan dengan telah dilakukannya kegiatan
operasi perusahaan dalam arti luas.
Dalam aplikasinya kedua pendekatan diatas tidak berdiri sendiri tetapi saling
melengkapi. Laba tidak dapat diakui hanya atas dasar salah satu pendekatan.
14. apakah kesetaraan antara pengakuan pendapatan dan pengakuan laba ?
pengukuran dan pengakuan laba akan paralel dengan kriteria pengakuan dan
pengukuran pendapatan, pengakuan laba dengan pendekatan ini sama dengan
pengakuan pendapatan atas dasar kriteria terealisasi. Karena laba melekat pada
pendapatan, dapat dikatakan laba timbul dan diakui pada saat penjualan atau
pertukaran terjadi.
15. Sebut dan jelaskan pendekatan penilaian kapital untuk menentukan laba suatu
periode ?
Pendekatan penilaian kapital untuk menentukan laba suatu periode adalah laba
tambahan kemampuan ekonomik yang ditandai dengan kenaikan capital dalam suatu
periode yang berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi
atau ditarik oleh entitas penguasa/pemilik capital tanpa mengurangi kemampuan
ekonomik capital mula-mula ( awal periode). Definisi diatas bersifat umum karena
tidak membatasi entitas pada pemegang saham saja tetapi entitas dapat berupa
kreditor, badan usaha, individual, atau kesatuan usaha, juga menuntut pengukuran
atau penilaian capital pada dua titik waktu ( awal dan akhir periode ) tetapi tidak
membatasi bagaimana capital dinilai. Ini berarti pemaknaan laba berbeda dan terpisah
dengan pengukuran laba.
16. Lihat kembali Gambar 10.5 berseta data untuk menetukan kapital dan laba . Susun
kembali penilaian dan penentuan laba gambar 5 seandainya perusahaan akan

berlangsung terus pada akhir tiap tahun diantisipasi aliran kasnya selama 4 tahun
dengan tingkat pengembalian untuk empat tahun kedepan . ?

Peniliaian Kapital dan penetralan


Keterang
an

Tahun
1

Kas

Tahun

Tahun

2
0

Tahun 4

3
6.000.000

9.000.000

12000.000

diterima
Nilai

15.000.000
25.442.000 24.513.800 20.412.000

12.495.000

kapitalisasian
Nilai

25.442.000 30.513.800 29.412.000

24.495.000

15.000.000

kapital
Laba

5.071.400

Keterang
an

Tahun
1

Kas

4.899.000

Tahun
2
7.000.000

4.083.000

2.505.000

Tahun
3
10.000.000

Tahun 4
12000.000

diterima
Nilai

28.673.000 24.034.000 21.652.000

13.552.000

kapitalisasian
Nilai

28.673.000 31.034.000 31.652000

25.552.000

16.000.000
16.000.000

kapital
Laba

2.361.000

Keterang
an

Tahun
1

Kas

7.618.000

Tahun
2
8.000.000

3.900.000

2.448.000

Tahun
3
9.000.000

Tahun 4
14.000.000

diterima
Nilai

33.259.000 30.246.000 25.784.000

15.653.800

kapitalisasian
Nilai

33.259.000 38.246.000 34.784.000

29.652.800

18.000.000
18.000.000

kapital
Laba

4.987.000

Keterang
an

Tahun
1

Kas
diterima

4.536.000

Tahun
2

0
16.000.000

3.868.800

Tahun

2.346.200

Tahun 4

3
8.000.000

10.000.000

12.000.000

Nilai

25.497.000 23.872.000 19.840.000

12.800.000

kapitalisasian
Nilai

25.497.000 31.872.000 29.840.000

24.800.00

16.000.000

kapital
Laba

6.375.000

5.968.000

3.868.800

3.200.000

17. Sebut dan jelaskan beberapa kelemahan penilaian kapital atas dasar nilai
kapitalisasian aliran kas masa datang !
1. Tariff kapitalisasi yang digunakan relatif subjekttif, tidak mencerminkan tarif
menurut investor.
2. Terlalu berorientasi pada nilai waktu uang (time value of money) Informasi laba yang
dihasilkan dianggap kurang dapat diandalkan, karena prediksi aliran kas yang
digunakan dalam penghitungan laba tersebut adalah taksiran belaka yang mungkin
tidak akan sama dari waktu ke waktu.
18. Masalah teoritis apa saja yang menjadi perhatian akuntansi terhadapa kosep laba
dalam tataran pragmatik?
Tataran ini membahas apakah informasi laba bermanfaat atau apakah informasi laba
nyatanya digunakan.
Prediktor Aliran Kas ke Investor
Aliran kas yang diterima atau diharapkan investor akan dipengaruhi oleh
kemampuan perusahaan untuk menciptakan kas yang cukup untuk membayar semua
kewajiban pada saatnya, mendanai keperluan operasi, reinvestasi, membayar bunga
dan membayar deviden. Kemampuan menciptakan kas tersebut akan ditentukan oleh
kemampuan perusahaan mendatangkan laba jangka panjang yang memadai. Oleh
karena itu investor dan kreditor harus memprediksi kemampuan melaba jangka
panjang. Untuk itu, investor dan kreditor memerlukan informasi laba masa lalu untuk
memprediksi laba masa datang. Bahwa laba merupakan prediktor aliran kas ke
investor sebenarnya menunjukkan bahwa laba menentukan harga saham.
Perkontrakan Efisien
Kontrak efisien adalah kontrak yang tidak banyak menimbulkan
persengketaan dan yang mendorong pihak yang berkontrak melaksanakan apa yang
diperjanjikan. Aspek pragmatik laba dalam pengontrakan efisien didasarkan pada

gagasan bahwa kontrak akan efisien jika laba akuntansi menjadi kriteria dalam
kontrak tanpa memandang aspek semantik laba tersebut. Jadi, laba akuntansi
mempunyai manfaat karena secara pragmatik dapat dijadikan alat untuk mencapai
kontrak yang efisien.
Pengendalian Manajemen
Laba mempunyai peran penting dalam suatu sistem pengendalian manajemen.
Sistem ini dirancang untuk mengerahkan perilaku para manajer agar mereka
memaksimumkan kepentingan dirinya atau divisinya, tetapi pada saat yang sama
kepentingan perusahaan secara keseluruhan juga tercapai. Perilaku manajer
dikendalikan melalui laba dengan cara mengaitkan konpensasi dengan laba sebagai
pengukur kinerja.
Teori Pasar Efisien
Reaksi pasar modal terhadap informasi dapat digunakan untuk mengukur atau
menguji kebermanfaatan informasi. Hubungan antara informasi dan harga saham
dibahas dalam kontek yang disebut efiensi pasar. Terdapat tiga bentuk efisiensi yaitu:
-

Bentuk lemah, jika harga sekuritas merefleksi secara penuh informasi

harga dan volume sekuritas masa lalu.


-

Bentuk semi kuat, jika harga sekuritas merefleksi secara penuh semua

informasi yang tersedia secara publik termasuk data statemen keuangan.


-

Bentuk kuat, jika harga sekuritas merefleksi secara penuh semua

informasi privat yang tidak dipublikasikan.


Laba Sebagai Signal
Laba merupakan sarana untuk menyampaikan signal-signal dari manajemen yang
tidak disampaikan secara publik. Jadi, laba mempunyai kandungan informasi yang
penting bagi pasar modal.
Pengujian Pandangan Informasi Laba
Untuk menguji kandungan informasi laba ada dua pendekatan yang dapat dilakukan,
yaitu:
1. Pengujian asosiasi
Pengujian asosiasi menunjukkan bahwa asosiasi atau korelasi antara laba dan return tidak
begitu kuat atau sempurna.
2. Pengujian peristiwa

19. bagaimana kita dapat menunjukan bahwa angka laba memang bermanfaat bagi yang
dituju oleh perekayasa akuntansi?
dalam pelaporan keuangan kan terdapat angka laba yang dapat menyediakan informasi
untuk membantu para investor dan kreditor dan pemakai lain, baik berjalan maupun
potensial, dalam menilai jumlah, saat terjadi, dan ketidakpastian penerimaan kas
mendatang dari dividen atau bunga dan pemerolehan kas mendatang dari penjualan,
penebusan, atau jatuh temponya sekuritas. Contohnya. Untuk investor dapat
menentukan harapan harga saham di masa mendatang.
20. jelaskan bagaimana angka laba dapat menjadi prediktor aliran kas ke investor ?
Sebagai pengukur kinerja, laba dapat diinterpretasi sebagai sebagai pengukur
keefisienan (efisiensi) bila dihubungkan dengan tingkat investasi karena efesiensi
secara konseptual merupakan suatu hubungan atau indeks. Oleh investor, laba sebagai
pengukur efisiensi digunakan dalam bentuk kembalian atas investasi. Laba dapat
merepresentasi kinerja efisiensi karena laba menentukan ROI, ROA dan ROL sebagai
pengukur efisiensi. Sebagai konfirmasi harapan investor. Perekayasa pelaporan juga
berusaha menyediakan informasi untuk meyakinkan bahwa harapan-harapan investor
atau pemakai lainnya di masa lalu tentang kinerja perusahaan memang terrealisasi,
sehingga laba dapat diinterpretasi sebagai sarana untuk mengkonfirmasi harapanharapan tersebut. Laba ekonomik adalah laba dari kacamata investor karena keperluan
untuk menilai investasi dalam saham yang dalam banyak hal bersifat subjektif. Dalam
beberapa hal, laba akuntansi berbeda dengan laba ekonomik. Jika laba akuntansi
bebas dari gangguan dan mendekati laba ekonomik, maka laba akuntansi akan
menjadi prediktor yang andal.
21. jelaskan bagaimana angka laba berkaitan dengan harga saham ?
Laba merupakan sarana untuk menyampaikan singnal signal dari manajemen yang
tidak disampaikan secara publik. Informasi berupa kebijakan manajemen,rencana
manajemen,pengembangan produk,strategi yang dirahasiakan yang tidak tersedia
secara publik yang akan terefleksi dalam angka laba yang dipublikasi via statement
keuangan. Jadi, laba mempunyai kandungan informasi yang penting bagi pasar modal,
sehingga mempunyai dampak terhadap harga saham.
22. Apakah yang dimaksud dengan kontrak efisien dan bagaimanakah laba dapat
menjadikan kontrak efisien ?
Kontrak efisien adalah kontrak yang tidak banyak menimbulkan persengketaan dan
yang mendorong pihak yang berkontrak melaksanakan apa yang diperjanjikan.

Pemasukan angka akuntansi atau angka laba dalam kontrak mendorong pihak
berkontrak terutama agen untuk mencapai tujuan kontrak sehingga kontrak menjadi
efisien.Secara empiris banyak sekali kontrak yang didalamnya memuat pasal yang
mensyaratkan laba sebagai unsur kesepakatan.Jadi, laba akuntansi mempunyai
manfaat secara pragmantik.Laba dijadikan alat untuk mencapai kontrak yang efisien.
23. apakah yang dimaksud dengan hipotesis pasar efisien dan apa arti pentingnya dalam
pembahasan laba?
Beaver (1989) mendefinisi efisiensi pasar sebagai berikut: A security market is said to be
efficient with respect to an information system if and only if the prices act as if everyone
observes the signals ftom that information system . in other words, price act as if there is a
universal knowladgeof that information. If prices have this property, they fully reflect the
information system. Efisiensi pasr juga berkaitan dengan kecepatan suatu signal di cerna dan
terefleksi dalam harga saham. Jones(1998) menegaskan sebagai berikut: An efficient market
is one in which the prices of all securities quickly and fully reflect all available information
about the asset. Kedua definisi diatas menunjukan bahwa efisiensi pasar harus dikaitkan
dengan system informasi yaitu mekanisme penyediaan informasi dengan segala regulasi yang
berlaku dalam ligkup beroprasinya pasar modal.
24. bagaimana kita menguji bahwa angka laba mempunyai kandungan informasi?
Bila angka laba mengandung informasi , diteorikan bahwa pasar akan bereaksi terhadap
pengumuman laba. Pada saat di umumkan, pasar telah mempunyai harapan tentang berapa
besarnya laba perusahaan atas dasar semua informasi yang tersedia secara publik. Barbagai
model prakiran laba merupakan cara untuk menentukan laba harapan (expected earnings).
Selisih antara laba harapn dan laba laporan atau actual(reported atau actual earings) disebut
laba kejutan (unexpected earnings). Laba kejutan merepresentasi informasi yang belum
tertangkap oleh pasar sehingga pasar akan bereaksi pada saat pengumuman.
25. Apa yang dimaksud dengan reaksi pasar dan bagaimana reaksi tersebut diukur ?
Reaksi pasar adalah pelaku pasar modal biasanya selalu mengikuti harga saham dan mencari
informasi tentang perusahaan untuk menentukan harga saham,. Reaksi tersebut dapat diukur
dengan kontek yang disebut dengan Efesiensi Pasar atau Hipotesis Pasar.
26. Jelaskan pengertian return, return abnormal, return abnormal kumulatif, dan laba
kejutan ?

Return merupakan hasil yang diperoleh dari suatu investasi.

Abnormal return adalah

Selisih antara tingkat keuntungan yang sebenarnya dengan Pasar dikatakan efisien jika
tidak satu pun pelaku pasar yan dapat digunakan untuk melakukan penilaian kinerja surat
berharga.

Abnormal return kumulatif, atau CAR (Cumulative Abnormal Return) ,

merupakan jumlah dari semua pengembalian yang abnormal . Pengembalian kumulatif


abnormal biasanya dihitung atas jendela kecil, sering hanya beberapa hari . Hal ini karena
terbukti dan telah menunjukkan bahwa compounding kembali normal s etelah memberikan
hasil yang jelas. Laba Kejutan adalah angka yang ada dalam persepsi investor individual.
Oleh karena itu laba kejutan untuk perusahaan tertentu dapat berbeda-beda antar investor
karena berbagai faktor.
27. Apakah yang dimaksud dengan studi pristiwa dan bagaimanakah hal tersebut
bermanfaat bagi akuntansi khususnya dalam teori laba ?
angka laba tidak lagi digunakan dalam pengujian atau studi ini, karena yang menjadi focus
adalah pristiwa pengumuman. Reaksi pasar diukur sebagai return abnormal mean/RAM
(mean abnormal return) atau return abnormal cumulative mean / RAKM (mean cumulative
abnormal return) untuk seluruh atau sampel perusahaan di pasar modal. Reaksi pasar
dianggap bilamana RAM / RAKM secara statistis tidak sama nol. Bila RAM dan RAKM
secara statistis positif berarti terjadi reaksi positif terhadap laba, sehingga laba dianggap
membawa berita/pristiwa baik demikian pula sebaik-baiknya.
28. Apa yang dimaksud kualitas laba dan bagaimana teknik untuk menentukan tingkat
kualitas laba?
Kualitas laba merupakan suatu ukuran untuk mencocokkan apakah sama laba yang dihasilkan
dengan apa yang sudah direncanakana sebelumnya. Kualitas laba semakin tinggi kalau
mendekatin perencaan awal atau melebihi target dari rencana awal. KONSEP LABA
KONVENSIONAL Berdasarkan konsep ini, laba didefinisi sebagai selisih pendapatan dan
biaya yang diukur dan disajikan atas dasar prinsip akuntansi berterima umum (PABU). Laba
akuntansi menurut konsep konvensional memiliki beberapa kelemahan, yaitu: tidak bermakna
semantik, berfokus pemegang saham.
29. Sebutkan berbagai tingkat laba (sublaba) untuk kepentingan internal.sublaba
manakah yang paling tepat untuk mengukur kinerja manajer suatu pusat ataudivisi?

Berbagai tingkat laba dan sebutan laba untuk pengukuran kinerja manajer
Pendaptan
Rp.20.000.000
Kos barang terjual (variabel)
12.000.000
Margin penjualan
Rp. 8.000.000
Biaya variabel
3.000.000
Margin kontribusi
Rp. 5.000.000
Biaya tetap terjadi di pusat laba (biaya langsung)
2.000.000
Laba langsung
3.000.000
Alokasi kantor pusat terkendali
250.000
Laba terkendali
Rp. 2.750.000
Alokasi kantor pusat lain
400.000
Laba sebelum pajak
Rp. 2.350.000
Berbagai pajak
950.000
Laba bersih
Rp. 1.400.000
Sublaba ( margin penjualan, margin kontribusi, atau laba bersih ) yang di jadikan
dasar untuk mengukur kinerja manajemen agar tercapai kongruensi tujuan.dalam
tataran pragmatik, laba di gunakan sebagai pengukur kinerja divisi atau
manajernya.jadi secara pragmatis,laba akuntansi memang di gunakan oleh
manajemen.hal ini memberikan bahwa laba akuntansi bermanfaat untuk
kepentingan atau kontrak internal.
30. Jelaskan pengertian teori entitas dan sebut serta jelaskan beberapa teori entitas?
Teori entitas berkaitan dengan dengan penentuan siapa yang dianggap paling berkepentingan
dengan suatu kegiatan ekonomik sehingga pihak tersebut berhak untuk menikmati laba.
Karena berkaitan dengan siapa yang berhak atas laba,teori entitas (kesatuan) sering disebut
pula dengan teori ekuitas (equity theory). Teori entitas dikaitkan dengan partisipan dalam
kegiatan ekonomik yaitu manajer,karyawan,investor,kreditor,pemerintah, dan entitas lain
yang terlibat. Mereka merupakan pihak yang akhirnya menerima manfaat dari nilai tambahan
yang timbul akibat kegiatan ekonomik. Teori kesatuan juga mempunyai implikasi tentang
tujuan pelaporan keuangan dan bentuk atau susunan statemen laba-rugi (income statement).
Beberapa teori entitas: - Entitas usaha bersama (enterprise theory) Dengan sudut pandang ini,
kesatuan yang menjadi pusat perhatian akuntansi adalah kegiatan usaha bersama yang
melibatkan berbagai pihak sebagai bagian dari kegiatan ekonomi. Semua partisipan
menanggung segala aspek kegiatan bersama sehingga mereka disebut secara bersama sebagai
pemegang pancang (stakeholders) yang terdiri dari atas manajer,karyawan,pemegang
saham,kreditor pelanggan,pemerintah,dan masyarakat. - Entitas usaha atau bisnis (business
entity theory) Perusahaan dipandang sebagai orang atau badan yang berdiri sendiri, bertindak
atas namanya sendiri , serta terpisah dari investor,kreditor,dan pihak eksternal lainnya. Jadi,

perusahaan dipersonifikasi sehingga dia seakan-akan dapat melakukan transaksi dan kegiatan
(tentu saja melalui manajemen dan karyawan). Perusahaan menjadi pusat perhatian akuntansi
dan menjadi subjek pelaporan. - Entitas Investor (investor theory) Investor disini adalah
investor dalam arti luas yaitu kreditor (jangka panjang) dan pemegang saham (preferensi dan
biasa). Jadi, investor adalah penyedia dana utama perusahaan. Dengan teori ini, pusat
perhatian akuntansi adalah kedua kelompok tersebut dan keduanya dipandang sebagai mitra
manajemen (management associates) bukan sebagai pihak luar sebagaimana dalam sudut
pandang kesatuan usaha. Dengan kata lain, perusahaan melalui manajemen bertindak atas
nama investor. - Entitas pemilik (proprietary/stockholder theory) Teori entitas ini memandang
pemegang saham (biasa dan istimewa) sebagai pemilik (proprietor) dan menjadi pusat
perhatian akuntansi. Pemegang saham tetap menjadi mitra manajemen. Aset menjadi milik
pribadi pemegang saham sehingga hutang merupakan keharusan pemegang saham. Artinya
pemegang saham menanggung segala risiko yang berkaitan dengan utang. - Entitas pemilik
residual (residual proprietary/stockholder theory) Konsep entitas ini memandang pemegang
saham biasa (residual equity) sebagai pusat perhatian akuntansi. Pendekatan inii sesbenarnya
tidak berbeda dengan sudut pandang pemilik (proprietary concept) yang telah di jelaskan
diatas. Hanya dalam pendekatan ini, pemilik adalah pemegang saham biasa. Pemegang saham
istimewa dianggap sebagai pihak luar sehingga dividen untuk mereka dipandang sebagai
biaya. - Entitas pengendali (commander theory) Konsep ini tidak secara langsung berkaitan
dengan makna laba tetapi lebih berkaitan dengan penyajian data akuntansi secara
keseluruhan. Teori ini menitikberatkan pandangannya kepada pihak yang mengendalikan (to
control) sumber ekonomik perusahaan tanpa memperhatikan kepemilikan (ownership) seperti
konsep kesatuan yang lain. - Entitas Dana (fund theory) Dana (fund) mempunyai dua
pengertian yang saling dirancukan. Dana dapat diartikan sebagai kas (uang),asset likuid, atau
sumber keuangan (financial resources) yang dapat diguanakan untuk mendanai suatu
kegiatan,program, atau projek dalam rangka mencapai tujuan tertentu (spesifik). Dana juga
dapat berarti kesatuan,wadah, atau pusat yang dapat berupa kegiatan,program, atau projek
yang didanai dengan asset likuid btersebut.
31. Apa implikasi tiap teori entitas terhadap penentuan dan penyajian laba ?
Teori entitas
Usaha bersama

Persamaan

Komponen

akuntansi
Aset = Ekuitas

penentu laba
Penjualan

pemegang panjang

pendapatan

Laba

untuk

siapa?
atau

transfer

Manajer,
karyawan, kreditor, dan

antar

entitas

bersama

usaha

yaitu

pemegang saham.

bahan

baku, bahan habis pakai,


dan

overhead

tenaaga

kerja.

dan
Untuk

perusahaan perdagangan:
kos barang terjual dan
biaya operasi non tenaga
kerja.
Usaha
bisnis

atau

Asset = ekuitas
spesifik

(pemerintah,

kreditor, dan investor)

Semua
pendapatan
biaya

jenis

termasuk

Pemerintah,

semua

kreditor, dan pemegang

untuk

saham.

dan rugi, bunga, pajak


penghasilan dan dividen
tidak

masuk

sebagai

biaya tetapi pembagian


laba.
Investor

aset

pada

Kreditor jangka

janga pendek= ekuitas

teori entitas bisnis tetapi

panjang dan pemegang

investor

pajak

saham

Pemilik

utang

Seperti

penghasilan

dianggap sebagai biaya.


Seperti
pada

Assetkewaajiban = ekuitas

teori

pemilik

tetapi bunga dianggap

Pemilik
residual

Asset-ekuitas
spesifik

ekuitas

residual

entitas

sebagai biaya.
Seperti
teori
tetapi

Seperti
teori

entitas

dlm
pemilik

pemilik

dividen

istimewa

istimewa dan biasa

pada

entitas

pemegang

Pengendali

investor

Pemegang saham

Pemegang saham
biasa

untuk
saham

dianggap

sebagai biaya.
Seperti

pada

teori entitas pemilik

Manajemen atau
pemegang saham

terutama bila pemilik


merangkap
Dana

sebagai

manajemen
Untuk kesatuan
dana non belanja: asset

entitas

Seperti

pada

bisnis

dengan

Unit
pemerintahan

yang

= pembatasan aset

pusat

pada

pemerintah

sebagai

pemegang

pancang

utama

dana

perhatian

(dapat

sebagai ekuitas dana)


Karena

belanja:

penerimaan

likuid = saldo dana

sumber

atau program.

disebut

Untuk kesatuan
asset

membawahkan kegiatan

kas

atau

ikuid

Selesih
pendapatan dan belanja

harus

bukan

sesuai

bermakna sebagai jumlah

tujuan, perhitungan laba

rupiah yang masih harus

tidak

dipertanggungjelaskan

dibelanjakan
relevan.

akuntansi

Tujuan

laba

tetapi

adalah

pertanggungjawaban dan
pertanggungjelasan
publik.

32. Apakah bunga merupakan biaya atau pembagian laba?


Iya, bunga merupakan biaya atau pembagian laba yang merupakan pertanggung jelasan
kesatuan usaha kepada pemegang equitas.
33. Apakah pajak penghasilan merupakan biaya atau pembagian laba?
Untuk usaha atau bisnis Pajak penghasilan merupakan pembagian laba. karena semua jenis
pendapatan dikurangi dengan semua biaya termasuk untung dan rugi . bunga, pajak
penghasilan dan dividen tidak termasuk dalam biaya serta pembagian laba merupakan selisih
pengukuran pendapatan dan biaya secara akrual. sedangkan untuk investor pajak penghasilan
merupakan biaya .
34. Apakah peraturan pajak standar akuntansi perlu di samakan agar tidak terjadi
perbedaan perhitungan laba? Jelaskan dengan cukup rinci.
Akuntansi Pajak berasal dari dua kata yaitu akuntansi dan pajak. Akuntansi adalah suatu
proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran suatu transaksi keuangan dan diakhiri
dengan suatu pembuatan laporan keuangan. Sedangkan Pajak adalah iuran atau pungutan
wajib yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat (wajib pajak) untuk menutupi
pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara
langsung. Jadi Akuntansi Pajak adalah suatu proses pencatatan, penggolongan dan

pengikhtisaran suatu transaksi keuangan kaitannya dengan kewajiban perpajakan dan diakhiri
dengan Pengertian Akuntansi Pajak 3 pembuatan laporan keuangan fiskal sesuai dengan
ketentuan dan peraturan perpajakan yang terkait sebagai dasar pembuatan Surat
Pemberitahuan Tahunan. Penyusunan laporan keuangan ini diperlukan untuk mempermudah
perusahaan dalam melaporan harta/kekayaan dan juga penghasilan serta biaya yang diperoleh
perusahaan pada periode tertentu. Perusahaan memerlukan jenis laporan laba/rugi untuk
menghitung besarnya pajak yang terutang pada tahun pajak tertentu. Pada golongan
masyarakat tertentu menganggap bahwa akuntansi merupakan suatu hal yang sulit, apalagi
kalau dihubungkan dengan pajak yang memliki peraturan yang selalu berubah. Sesungguhnya
akuntansi yang berlaku bagi perusahaan tidak jauh berbeda dengan akuntansi yang berlaku
untuk tujuan perpajakan. Yang membedakan hanya pada sisi peraturan perundang-undangan
yang berlaku di indonesia kaitannya dengan akuntansi. Untuk itu disimpulkan terdapat dua
perbedaan yaitu beda tetap dan beda waktu. Kaitannya dengan hal ini akan dibahas lebih jelas
dan lengkap pada Bab Rekonsiliasi Fiskal.
35. Apa yang dimaksud dengan permanen difference dan timing diference dalam
akuntansi pajak ?
Permanent difference merupakan perbedaan pengakuan baik penghasilan maupun biaya
antara akuntansi komersial dengan ketentuan Undang-undang PPh yang sifatnya permanen
artinya koreksi fiskal yang dilakukan tidak akan diperhitungkan dengan laba kena pajak tahun
pajak berikutnya. Timing difference merupakan perbedaan pengakuan baik penghasilan
maupun biaya antara akuntansi komersial dengan ketentuan Undang-undang PPh yang
sifatnya sementara artinya koreksi fiskal yang dilakukan akan diperhitungkan dengan laba
kena pajak tahun-tahun pajak berikutnya.
36. Apakah teori entitas dalam rangka penciptaan data akuntansi harus konsisten dengan
teori entitas dalam penentuan dan penyajian laba?
Ya ,Teori entitas dalam rangka penciptaan data akuntansi harus konsisten dengan teori entitas
dalam penentuan dan penyajian laba karena tujuan dan fungsi akuntansi (pelaporan
keuangan) dapat lebih mudah ditafsirkan tanpa harus mengadakan abtraksi semu seperti
kesatuan usaha atau kesatuan dana .konsep ini sejalan dengan konsep kesatuan usaha tetapi
konsep ini lebih menekankan pada orang yang mengelola dana(manajemen ) daripada
menekankan pada wadah operasinya. Statement laba rugi dipandang sebagai penjelasan atas
kegiatan manajemen sehingga statement laba rugi harus menunjukkan hasil (laba) untuk
setiap kegiatan.

37. Apakah pengertian dana dalam akuntansi dana serta apabedanya dengan dana dalam
arti umum?
Berikut adalah Perbedaan pengertian akuntansi dana dengan dana dalam arti umum :
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh organisasi-organisasi
nirlaba dan institusi sektor publik. Sistem tersebut merupakan metode pencatatan dan
penampilan entitas dalam akuntansi seperti aset, dan kewajiban yang dikelompokkan menurut
kegunaannya masing-masing. Dana umum atau general fund dalam akuntansi dana adalah
dana yang paling penting dalam suatu entitas dalam akuntansi dana. Tidak seperti dana lain
(contoh : Capital Project Fund atau Debt Service Fund), General Fund merupakan dana yang
going-conceren, apabila dana ini dibubarkan berarti suatu entitas ini bubar.
38. Sebut dan jelaskan berbagai dana dalam konteks akuntansi dana serta berikan contoh
penerapannya?
Dalam akuntansi dana, dana merupakan kesatuan akuntansi ( accounting entity ) dan kesatuan
fiscal ( fiscal entity ). Dana merupakan suatu kesatuan akuntansi karena mempunyai suatu
persamaan akuntansi. Selain itu, dana merupakan kesatuan fiskal karena memiliki sumber
keuangan yang penggunaannya telah ditentukan dalam anggaran.
39. Apakah makna saldo dana dalam akuntansi dana khususnya untuk organisasi
kepemerintahan yang melaksanakan anggaran.
Bila suatu unit mengelola keuangan negara yang dilaksanakan melalui APBN/APBD special
regulation restriction or limition biasanya diwujudkan dalam bentuk anggaran. Bila unit
pemerintahan menggunakan dana untuk pembelian barang dan pembangunan secara fisis
(jembatan, jalan, dan gedung), pengeluaran tersebut harus dipertanggungjelaskan pada tahun
anggaran bersangkutan sebagai belanja.