Anda di halaman 1dari 44

1.

1 Latar Belakang
Berawal tahun 1868 Friedrich Miescher (1844-1895) adalah orang yang
mengawali pengetahuan mengenai kimia dan inti sel. Pada tahun 1868, dilaboratorium
Hoppe-Syler di Tubingen, beliau memilih sel yang terdapat pada nanah bekas
pembalut luka, kemudian sel-sel tersebut dilarutkan dalam asam encer dan dengan
cara ini diperoleh inti sel yang masih terikat pada sejumlah protein. Dengan
menambahkan enzim pemecah protein ia dapat memperoleh inti sel saja dan dengan
cara ekstraksi terhadap inti sel diperoleh suatu zat yang larut dalam basa tetapi tidak
larut dalam asam. kemudian zat ini dinamakan nuclein sekarang dikenal dengan
nama nucleoprotein. Selanjutnya dibuktikan bahwa asam nukleat merupakan salah
satu senyawa pembentuk sel dan jaringan normal.
Ada dua jenis asam nukleat yaitu DNA ( deoxyribonucleic acid ) atau
asamdeoksiribonukleat dan RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. DNA
oleh seorang dokter muda Friedrich Miescher yang mempercayai bahwa
rahasiakehidupan dapat diungkapkan melalui penelitian kimia pada sel-sel.Sel yang
dipilih oleh Friedrich adalah sel yang terdapat pada nanah untuk dipelajari nyadan ia
mendapatkan sel-sel tersebut dari bekas pembalut luka yang diperolehnya dari dari
ruang bedah.
Asam nukleat terdapat dalam semua sel dan memiliki peranan yang sangat
penting dalam biosintesis protein. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada
umumnya terikatpada protein yang mempunyai sifat basa, misalnya DNA dalam inti
sel terikat padahiston. Senyawa gabungan antara asam nukleat dengan protein ini
disebut nukleoprotein.
Molekul asam nukleat merupakan suatu polimer seperti protein, tetapi yang
menjadi monomer bukan asam amino, melainkan nukleotida.

1.2 Tujuan
Untuk mengetahui tentang Asam Nukleat
Untuk mengetahui fungsi dari nukleotida
Untuk mengetahui tentang sintesis RNA dan DNA
Untuk mengetahui tentang Transkripsi dan Translasi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Asam Nukleat


Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan unit
monomernya mononukleotida. Asam nukleat terdapat pada semua sel hidup dan
bertugas untuk menyimpan dan mentransfer genetic, kemudian menerjemahkan
informasi ini secara tepat untuk mensintesis protein yang khas bagi masing-masing
sel. Asam nukleat, jika unit-unit pembangunnya deoksiribonukleotida , disebut asam
deoksiribonukleotida (DNA) dan jika terdiri- dari unit-unit ribonukleaotida disebut
asam ribonukleaotida (RNA).
Asam Nukleat juga merupakan senyawa majemuk yang dibuat dari banyak

nukleotida. Bila nukleotida mengandung ribose, maka asam nukleat yang terjadi
adalah RNA (Ribnucleic acid = asam ribonukleat) yang berguna dalam sintesis
protein. Bila nukleotida mengandung deoksiribosa, maka asam nukleat yang terjadi
adalah DNA (Deoxyribonucleic acid = asam deoksiribonukleat) yang merupakan
bahan utama pementukan inti sel. Dalam asam nukleat terdapat 4 basa nitrogen yang
berbeda yaitu 2 purin dan 2 primidin. Baik dalm RNA maupun DNA purin selalu
adenine dan guanine. Dalam RNA primidin selalu sitosin dan urasil, dalam DNA
primidin selalu sitosin dan timin.
Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan tubuh sebagai nukleoprotein, yaitu
gabungan antara asam nukleat dengan protein. Untuk memperoleh asam nukleat dari
jaringan-jaringan tersebut, dapat dilakukan ekstraksi terhadap nukleoprotein terlebih
dahulu menggunakan larutan garam IM. Setelah nukleoprotein terlarut, dapat
diuraikan atau dipecah menjadi protein-protein dan asam nukleat dengan menambah
asam-asam lemah atau alkali secara ha

makalah biokimia tentang asam nukleat


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asam nukleat merupakan pengemban kode genetik dalam sistem kehidupan. Karena
informasi yang terkandung dalam asam-asam nukleat itu, suatu organisme mampu
membiosintesis tipe protein yang berlainan (rambut, kulit, otot, enzim dan sebagainya) dan
memproduksi lebih banyak organisme dari jenisnya sendiri. Asam nukleat merupakan suatu
polimer yang terdiri dari banyak molekul nukleotida. Ada dua macam asam nukleat, yaitu DNA
dan RNA. DNA terutama dijumpai dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik
dan dapat mereproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk sel-sel baru untuk
reproduksi organisme itu, dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel mengarahkan sintesis
molekul RNA. Satu tipe RNA yakni RNA pesuruh (mRNA) meninggalkan inti sel dan
mengarahkan biosintesis dari berbagai tipe protein dalam organisme itu sesuai dengan kode
DNAnya.

Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan-jaringan tubuh sebagai nukleoprotein, yaitu


gabungan antara asam nukleat dengan protein. Untuk memperoleh asam nukleat dari jaringanjaringan tersebut, dapat di lakukan ekstraksi terhadap nukleoprotein terlebih dahulu
menggunakan larutan garam 1M. Setelah nukleoprotein terlarut, dapat diuraikan menjadi proteinprotein dan asam nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara hati-hati, atau
dengan menambah NaCl hingga larutan menjadi jenuh. Setelah terpisah dari protein yang
mengikatnya, asam nukleat dapat diendapkan dengan penambahan alkohol perlahan-lahan.
Disamping itu penambahan NaCl hingga jenuh akan mengendapkan protein.

B. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Menjelaskan pengertian dari asam nukleat.
2. Menjelaskan fungsi senyawa asam nukleat
3. Menjelaskan komposisi molekular asam nukleat serta jenis dari asam nukleat.

C. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan di bahas tentang:
1.
2.
3.
4.

Apa pengertian asam nukleat ?


Apakah fungsi dari asam nukleat?
Apa saja komposisi molekular dari asam nukleat?
Apa saja jenis-jenis asam nukleat ?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Asam Nukleat
Asam nukleat dari biologi molekul penting bagi kehidupan, dan termasuk DNA (asam
deoksiribonukleat) dan RNA (asam ribonukleat). Bersama dengan protein, asam nukleat
membentuk paling penting makromolekul , masing-masing ditemukan dalam kelimpahan dalam
semua makhluk hidup, di mana mereka berfungsi dalam pengkodean, transmisi dan
mengekspresikan informasi genetik.
Asam nukleat ditemukan oleh Friedrich Miescher pada tahun 1869. Studi Eksperimental
asam nukleat merupakan bagian utama modern biologi dan penelitian medis , dan membentuk
dasar untuk genom dan ilmu forensik , serta bioteknologi dan industri farmasi. Kemudian
Albrecht Kossel menemukan asam nukleat yang tersusun oleh suatu gugus gula, gugus fosfat,
dan gugus basa.

Ciri- ciri Asam Nukleat :


a.

Terdapat pada semua sel hidup

b. Merupakan makromolekul dengan monomer Mononukleotida

B. Fungsi Asam Nukleat


Fungsi Asam Nukleat adalah sebagai berikut:
1.

Menyimpan, mereplikasi dan mentranskripsi informasi genetika

2.
3.
4.

Turut dalam metabolisme


Penyimpan energi
Sebagai ko-enzim

C. Struktur Asam Nukleat

D. Tata nama Asam Nukleat


Asam nukleat istilah adalah nama keseluruhan untuk DNA dan RNA, anggota keluarga
biopolimer, dan ini identik dengan polinukleotida. Asam nukleat dinamai untuk penemuan awal
mereka dalam inti, dan untuk gugus fosfat (terkait dengan asam fosfat). Meskipun pertama kali
ditemukan dalam nukleus dari eukariotik sel, asam nukleat sekarang dikenal dapat ditemukan
dalam semua bentuk kehidupan, termasuk dalam bakteri, archaea, mitokondria, kloroplas, virus
dan viroid. Semua sel hidup dan organel mengandung DNA dan RNA, sedangkan virus
mengandung baik DNA atau RNA, tetapi biasanya tidak keduanya. Komponen dasar asam
nukleat biologis adalah nukleotida yang masing-masing berisi gula pentosa (ribosa atau
deoksiribosa), sebuah fosfat kelompok, dan nucleobase . Asam nukleat juga dihasilkan dalam
laboratorium, melalui penggunaan enzim (DNA dan RNA polimerase) dan dengan padat-fase

sintesis kimia. Metode kimia juga memungkinkan generasi asam nukleat yang berubah yang
tidak ditemukan di alam, misalnya asam nukleat peptida .

Gula pada asam nukleat adalah ribosa.

Ribosa (b-D-furanosa) adalah gula pentosa (jumlah karbon 5).

Perhatikan penomoran. Dalam penulisan diberi tanda prime(') untuk membedakan penomoran
pada basa nitrogen

Ikatan gula ribosa dengan basa nitrogen (pada atom karbon nomor 1).

Ikatan gula ribosa dengan gugus fosfat (pada atom karbon nomor 5).

Gugus hidroksil pada atom karbon nomor 2

BASA NITROGEN
Basa nitrogen berikatan dengan ikatan-b pada atom karbon nomor1' dari gula ribosa atau
deoksiribosa.
Pirimidin berikatan ke gula ribosa pada atom N-1 dari struktur cincinnya.
Purin berikatan ke gula ribosa pada atom N-9 dari struktur cincinnya.

BASA PIRIMIDIN DAN PURIN

BASA-BASA DALAM ASAM NUKLEAT

GUGUS FOSFAT

1. Nukleosida : Senyawa antara purin dan primidin dengan ribosa dan deoksiribosa. Beberapa
nama nukleosida :

2. Nukleotida : Ester nukleosida dengan asam fosfat. Singkatan nama beberapa nukleotida :

Fungsi nukleotida :
1. Sebagai pembawa energy. Nukleotida yang penting : AMP, ADP, ATP penting dalam
penyimpanan dan pemanfaatan energi selama metabolisme sel.
ATP pembawa energi utama dalam sel :
ADP + Pa
ATP (fosforilase oksidatif)

Energi
ATP + H2O ADP + Pa (as. fosfat) + energi (hidrolisis)
2.

Pembawa bahan pembentuk dasar suatu molekul.


Contoh :
- Nukleotida Uridin Difosfat (UDP) untuk sintesis glikogen
- Kolin Sitidin Difosfat sintesis kolin fosfolipid.
- Nukleotida trifosfat (NTP) sintesis DNA dan RNA
3. Sebagai ko enzim
- Nikotamida Mono Nukleotida (NMN) merupakan vitamin
- Flavin Mono Nukleotida (FMN) koenzim proses oksidasi reduksi pada respirasi sel.
- Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD), Nikotinamida Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP),
Flavin Adenin Dinukleotida (FAD) koenzim proses oksidasi reduksi
E. Komposisi Molekuler dan Ukuran Asam Nukleat
Asam nukleat dapat bervariasi dalam ukuran, tetapi umumnya molekul yang sangat besar.
Memang, molekul DNA yang mungkin merupakan molekul individu terbesar yang diketahui.
Dipelajari dengan baik biologi molekul asam nukleat berbagai ukuran dari 21 nukleotida ( kecil
mengganggu RNA ) ke kromosom besar ( 1 kromosom manusia adalah molekul tunggal yang
berisi pasangan basa 247 juta ).
Dalam kebanyakan kasus, molekul DNA alami adalah untai ganda RNA dan molekul
untai tunggal. Ada pengecualian banyak, namun-beberapa virus memiliki genom terbuat dari
RNA untai ganda dan virus lainnya memiliki DNA beruntai tunggal genom, dan, dalam beberapa
keadaan, struktur asam nukleat dengan tiga atau empat helai bisa terwujud.
Asam nukleat adalah linear polimer (rantai) dari nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari
tiga komponen: purin atau pirimidin nucleobase (kadang-kadang disebut basis nitrogen atau
hanya basa), sebuah pentosa gula, dan fosfat kelompok. Sub-struktur yang terdiri dari gula
nucleobase ditambah disebut sebuah nukleosida . Jenis asam nukleat berbeda dalam struktur gula
dalam nukleotida mereka - DNA berisi 2'- deoksiribosa sedangkan RNA mengandung ribosa (di

mana satu-satunya perbedaan adalah adanya gugus hidroksil ). Juga, nukleobasa ditemukan di
kedua jenis asam nukleat yang berbeda: adenin , sitosin , dan guanin dapat ditemukan di kedua
RNA dan DNA, sedangkan timin terjadi pada DNA dan urasil terjadi pada RNA.
Gula dan fosfat dalam asam nukleat saling terhubung satu sama lain dalam rantai bolak
(gula-fosfat tulang punggung) melalui fosfodiester hubungan. Dalam nomenklatur konvensional ,
karbon-karbon dimana gugus fosfat melampirkan adalah ujung 3'-5 dan '-akhir karbon dari gula.
Hal ini memberikan asam nukleat directionality, dan ujung-ujung molekul asam nukleat yang
disebut sebagai 5'-end dan 3'-end. Para nukleobasa bergabung ke gula melalui N-glikosidik
hubungan yang melibatkan nitrogen cincin nucleobase (N-1 untuk pirimidin dan N-9 untuk
purin) dan karbon 1 'dari cincin gula pentosa.
F. Jenis-Jenis asam nukleat
1. Asam Deoksiribonukleat
Asam deoksiribonukleat merupakan asam nukleat yang berisi instruksi genetik yang
digunakan dalam pengembangan dan fungsi dari semua organisme hidup dikenal. Peran utama
dari molekul DNA adalah penyimpanan jangka panjang informasi dan DNA sering dibandingkan
dengan satu set cetak biru, karena berisi petunjuk yang dibutuhkan untuk membangun komponen
lain sel, seperti protein dan molekul RNA. Segmen DNA yang membawa informasi genetik ini
disebut gen, tetapi urutan DNA lain memiliki tujuan struktural, atau terlibat dalam mengatur
penggunaan informasi ini genetik.

Ciri-ciri Asam Deoksiribonukleat :

Makromolekul dengan Mr yang sangat besar.


Terdiri dari mononukleotida utama :

dAMP, dGMP, dTMP, dCMP


Terdiri dari dua atau lebih rantai polinukleotida
yang tersusun dalam struktur heliks (heliks ganda)
Setiap spesies/organisme mononukleotida utamanya mempunyai perbandingan, urutan dan berat

molekul (Mr) yang spesifik.


Pada sel prokariotik (mengandung hanya satu kromosom) DNA nya merupakan makromolekul

tunggal dengan Mr = 2 x 109.


Pada sel eukariotik (mengandung banyak kromosom) mempunyai banyak molekul DNA dengan

Mr yang sangat besar.


DNA terutama terdapat dalam inti sel (DNA inti) bergabung dengan protein histon. Juga bisa

terdapat pada sitoplasma (DNA sitoplasma), dalam mitokondria, dalam khloroplas.


Pada sel bakteri selain terdapat dalam inti sel juga bisa pada sel membran = mesosom dan dalam

sitoplasma di luar kromosom = plasmid/episom.


DNA normal dari suatu spesies yang berbeda menunjukkan adanya keteraturan (regularitas)
CHARGAFFS RULES :
Komposisi basa dari DNA suatu organisme adalah tetap pada semua sel nya dan mempunyai

karakteristik tertentu
Komposisi basa dari DNA bervariasi dari suatu organisme dengan organisme lainnya

dinyatakan dengan dissymmetry ratio : (A + T) / (G + C)


Komposisi basa dari suatu spesies tidak berubah oleh umur, keadaan nutrisi, ataupun

lingkungan.
Jumlah adenin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah timin (A = T).
Jumlah guanin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah sitosin (G=C).
Jumlah total basa purin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah total basa

pirimidin : (A + G) = (T + C).

DEOKSIRIBONUKLEOTIDA UTAMA

2. Asam Ribonukleat

Asam ribonukleat (RNA) fungsi dalam mengkonversi informasi genetik dari gen ke
dalam sekuens asam amino dari protein. Ketiga jenis universal termasuk RNA transfer (tRNA),
messenger RNA (mRNA), dan RNA ribosomal (rRNA). Messenger RNA bertindak untuk
membawa informasi urutan genetik antara DNA dan ribosom, mengarahkan sintesis protein.
Ribosomal RNA adalah komponen utama dari ribosom, dan mengkatalisis pembentukan ikatan
peptida. transfer RNA berfungsi sebagai molekul pembawa untuk asam amino yang akan
digunakan dalam sintesis protein, dan bertanggung jawab untuk decoding mRNA. Selain itu,
banyak kelas RNA sekarang dikenal.

Ciri-ciri Asam Ribonukleat :

Terdiri dari rantai tunggal poliribonukleotida.


Hampir seluruhnya terdapat di sitoplasma, juga terdapat pada virus.
Rantai tunggal Chargaffs Rules tidak berlaku
Ada 3 macam :
- tRNA (transfer-RNA)
-mRNA (messenger-RNA)
-rRNA (ribosomal-RNA)
-tRNA
Molekul yang kecil
Basanya : A, G dan U yang termetilasi.
Jumlahnya hanya sedikit dari total RNA dalam sel
Mengangkut (transport) asam amino spesifik ke
Ribosom untuk proses sintesis protein
-mRNA
Basa nya : A, G, C dan U
Disintesis dalam inti sel pada proses transkripsi
Pembawa informasi genetik dari DNA untuk
Sintesis protein
Umurnya pendek mengalami Degradasi/resintesis

-r RNA

Bagian terbanyak dari RNA dalam sel (80%)


Merupakan 60% dari berat ribosom
Basa utamanya : A, G, C, U
Fungsinya belum jelas
RIBONUKLEOTIDA UTAMA
G. Hidrolisis Asam Nukleat
1. Hidrolisis dengan enzim enzim nuklease, yang terdiri dari :
a.

enzim eksonuklease menyerang ujung rantai polinukleotida

b.

enzim endonuklease menyerang bagian dalam rantai


2. Hidrolisis dengan asam/basa

a.

Hidrolisis DNA dengan asam terbentuk asam apurinat (DNA tanpa purin) dan asam

b.
c.

apirimidat (DNA tanpa pirimidin)


DNA tidak dihidrolisis oleh basa
Hidrolisis RNA dengan basa memutuskan ikatan gugus hidroksil 2 ribosa.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Asam nukleat merupakan suatu polimer yang memegang peranan penting dalam kehidupan

organisme.
Fungsi dari asam nukleat adalah menyimpan, mereplikasi dan mentranskripsi informasi

genetika, turut dalam metabolisme, penyimpan energi dan sebagai ko-enzim.


Ada dua macam asam nukleat : DNA (asam dioksiribonukleat) dan RNA (asam ribonukleat).
Suatu DNA mempunyai basa purin berupa adenin dan guanin, basa pirimidin berupa sitosin dan
timin serta gula deoksiribosa yang dihubungkan oleh gugus fosfat

Suatu RNA memiliki basa purin berupa adenin dan guanine, basa pirimidin berupa sitosin dan

urasil serta gula ribose yang dihubungkan oleh gugus fosfat.


RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA ( messenger RNA ) , tRNA

( transfer RNA ) dan Rrna

( ribosomal RNA ).
B. Saran
Makalah ini dibuat untuk menambah pengetahuan pembaca tentang asam nukleat. Jadi,
penulis membutuhkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah ini lebih sempurna.
DAFTAR PUSTAKA

Alberts, Bruce dkk. 2007. Biologi Molekuler dari Walter your. NCBI.
Berg, Jeremy Mark dkk. 2007. Biokimia. WH Freeman: San Francisco.
Dahm, R. 2008.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada tahun 1869 Friedrick Mescher , seorang muda bangsa Swiss yang belajar pada HoppeSeyler yang terkemuka di Jerman , mengisolasi inti dari sel darah putih dan menemukan bahwa
inti mengandung suatu zat kaya fosfat yang sampai sekarang ini tidak diketahui yang
dinamakannya nuklein , dan pada tahun 1871 secara nubuat menulis :
Menurut saya tampaknya seluruh family dari zat yang mengandung fosfor ini, agak sedikit
berbeda satu sama lainnya, akan timbul sebagai sekelompok zat nuklein , yang kemungkinan
patut mendapat pertimbangan yang sama dengan protein.
Ketika nuklein ditetapkan bersifat asam , namanya diganti menjadi asam nukleat. Riset
mengenai biomolekul ini pada decade pertama dari abad ini menemukan bahwa asam nukleat,
seperti protein merupakan polimer. Unit monomerik dari suatu asam nukleat disebut nukleotida;
jadi, asam nukleat juga disebut polinukleotida.
Ada dua jenis asam nukleat yaitu DNA ( deoxyribonucleic acid ) atau asam deoksiribonukleat
dan RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. DNA oleh seorang dokter muda Friedrich

Miescher yang mempercayai bahwa rahasia kehidupan dapat diungkapkan melalui penelitian
kimia pada sel-sel.
Penelitian berlanjut mengenai asam nukleat menemukan bahwa unit nukleotida ini terkait
satu sama lain melalui ikatan fosfodiester membentuk struktur makromolekular , yang dalam
kasus DNA, dapat mempunyai berat molekul milyaran. Kedua jenis asam nukleat ditemukan
pada semua tumbuh-tumbuhan dan hewan. Virus juga mengandung asam nukleat; namun, tidak
seperti tumbuh-tumbuhan atau hewan, suatu virus memiliki RNA ataupun DNA, tetapi tidak
keduanya.
Walaupun kimiawi dari asam nukleat diteliti secara serius setelah penemuannya, 75 tahun
berlalu sebelum makna biologi dari makro molekul ini disadari. Saran yang diajukan oleh Avery
dan rekan, pada tahun 1944, bahwa DNA adalah bahan genetika, merupakan peranan biologi
spesifik pertama yang diajukan untuk suatu asam nukleat. Mengenai RNA, baru pada tahun 1957
ditetapkan suatu fungsi selular spesifik untuk asam nukleat ini ( keterlibatan RNA dalam sintesis
protein ). ( Namun, perlu dicatat, bahwa RNA telah diidentifikasi lebih dini sebagai bahan
genetika dari sejumlah virus.) timbulnya biologi molecular menekankan keunggulan dari DNA
maupun RNA, yang beragam spesies selularnya memiliki peranan mencolok dalam sintesis
protein (ekspresi gen ).
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Asam Nukleat ?
2. Apa-apa saja jenis Asam Nukleat ?
3. Bagaimana tingkatan struktur Asam Nukleat ?
4. Bagaimana struktur DNA dan RNA ?
5. Bagaimana sintesis RNA dan DNA ?
6. Bagaimana mekanisme Transkripsi dan Translasi ?
7. Apa-apa saja kelainan penyakit yang disebabkan oleh DNA dan RNA ?
8. Apa fungsi dan peranan Asam Nukleat ?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian dari Asam Nukleat
2. Untuk mengetahui jenis Asam Nukleat
3. Untuk mengetahui tingkatan struktur Asam Nukleat
4. Untuk mengetahui struktur DNA dan RNA
5. Untuk mengetahui sintesis RNA dan DNA
6. Untuk mengetahui mekanisme Transkripsi dan Translasi
7. Untuk mengetahui kelainan penyakit yang disebabkan oleh DNA dan RNA

8. Untuk mengetahui fungsi dan peranan Asam Nukleat


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Asam Nukleat


Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan unit monomernya
mononukleotida. Asam nukleat terdapat pada semua sel hidup dan bertugas untuk menyimpan
dan mentransfer genetic, kemudian menerjemahkan informasi ini secara tepat untuk mensintesis
protein yang khas bagi masing-masing sel. Asam nukleat, jika unit-unit pembangunnya
deoksiribonukleotida , disebut asam deoksiribonukleotida (DNA) dan jika terdiri- dari unit-unit
ribonukleaotida disebut asam ribonukleaotida (RNA).
Asam Nukleat juga merupakan senyawa majemuk yang dibuat dari banyak nukleotida. Bila
nukleotida mengandung ribose, maka asam nukleat yang terjadi adalah RNA (Ribnucleic acid =
asam ribonukleat) yang berguna dalam sintesis protein. Bila nukleotida mengandung
deoksiribosa, maka asam nukleat yang terjadi adalah DNA (Deoxyribonucleic acid = asam
deoksiribonukleat) yang merupakan bahan utama pementukan inti sel. Dalam asam nukleat
terdapat 4 basa nitrogen yang berbeda yaitu 2 purin dan 2 primidin. Baik dalm RNA maupun
DNA purin selalu adenine dan guanine. Dalam RNA primidin selalu sitosin dan urasil, dalam
DNA pirimidin selalu sitosin dan timin.
Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan tubuh sebagai nukleoprotein, yaitu gabungan
antara asam nukleat dengan protein. Untuk memperoleh asam nukleat dari jaringan-jaringan
tersebut, dapat dilakukan ekstraksi terhadap nukleoprotein terlebih dahulu menggunakan larutan
garam IM. Setelah nukleoprotein terlarut, dapat diuraikan atau dipecah menjadi protein-protein
dan asam nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara hati-hati, atau dengan
menambah NaCl hingga jenuh akan mengendapkan protein. Cara lain untuk memisahkan asam
nukleat dari protein ialah menggunakan enzim pemecah protein, misal tripsin. Ekstraksi terhadap
jaringan-jaringan dengan asam triklorasetat, dapat pula memisahkan asam nukleat. Denaturasi
protein dalam campuran dengan asam nukleat itu dapat pula menyebabkan terjadinya denaturasi
asam nukleat itu sendiri. Oleh karena asam nukleat itu mengandung pentosa, maka bila dipanasi
dengan asam sulfat akan terbentuk furfural. Furfural ini akan memberikan warna merah dengan
anilina asetat atau warna kuning dengan p-bromfenilhidrazina. Apabila dipanasi dengan
difenilamina dalam suasana asam, DNA akan memberikan warna biru. Pada dasarnya reaksi-

reaksi warna untuk ribosa dan deoksiribosa dapat digunakan untuk keperluan identifikasi asam
nukleat.
2.2. Jenis-jenis Asam Nukleat
Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid ) atau asam
deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. Baik DNA maupun RNA
berupa anion dan pada umumnya terikat oleh protein dan bersifat basa. Misalnya DNA dalam inti
sel terikat pada histon. Senyawa gabungan antara protein danasam nukleat disebut nucleoprotein.
Molekul asam nukleat merupakan polimer sepertiprotein tetapi unit penyusunnya adalah
nukleotida. Salah satu contoh nukleotida asam nukleat bebas adalah ATP yang berfungsi sebagai
pembawa energy.
2.3. Tingkatan Struktur Asam Nukleat
2.3.1. Gula Pentosa
Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada
DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung
dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan
atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula
penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.
DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda. Pada struktur heliks
ganda, orientasi rantai nukleotida pada satu untai berlawanan dengan orientasi nukleotida untai
lainnya. Hal ini disebut sebagai antiparalel. Masing-masing untai terdiri dari rangka utama,
sebagai struktur utama, dan basa nitrogen, yang berinteraksi dengan untai DNA satunya pada
heliks. Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen antara basa-basa
yang terdapat pada kedua untai tersebut. Empat basa yang ditemukan pada DNA adalah adenina
(dilambangkan A), sitosina (C, dari cytosine), guanina (G), dan timina (T). Adenina berikatan
hidrogen dengan timina, sedangkan guanina berikatan dengan sitosina. Segmen polipeptida dari
DNA disebut gen, biasanya merupakan molekul RNA.
Gula ribosa

Gula dalam asam nukleat adalah jenis gula aldopentosa yakni Ribosa,,bisa dilihat struktur
pada gambar. struktur Hawort (siklik)nya menunjukkan posisi beta-Furanosa (beta untuk posisi
OH yang diatas, Furanosa untuk siklik dari 5 atom karbon).perhatikan untuk C2 nya, disitulah
letak perbedaan dari tiap jenis asam nukleat (DNA & RNA). untuk RNA sama seperti gambar
tadi, namun untuk DNA agak sedikit berbeda, dimana pada atom C2 nya kehilangan atom O nya
sehingga yang ada hanya subtituen H nya saja, itulah dinamakan gula DEOKSIribosa.
2.3.2. Basa Nitrogen
Basa nitrogen seperti yang kita tau adalah Purin dan Pirimidin.
Basa Purin misalnya. berasal dari senyawa heterosiklik yang terdiri dari 2 gabungan
siklik (namanya bisiklik). sedangkan Pirimidin juga termasuk dalam snyawa heterosiklik, namun
pirimidin ini berasal dari turunan Piridin yang ditambahkan 1 atom N (kalo piridin hanya 1 atom
N nya). Purin punya turunan lagi, yakni Adenin dan guanin yang berbeda dari strukurnya, begitu
juga pirimidin yang terdiri dari timin, uracil, dan sitosi.
Masing-masing basa purin dan pirimidin akan saling berpasangan, seperti adenin akan
selalu berpasangan dengan timin pada DNA dan dengan Uracil pada RNA. sedangkan guanin
"setia"dengan sitosin baik di DNA maupun RNA.,hal ini karena mereka sudah berjodoh satu
sama lain, dalam hal ini masing-masing pasangan akan saling membentuk kestabilan oleh adanya
ikatan hidrogen yang menghubungkan keduanya. dan juga sdh ada enzim2 tertentu yang bekerja
pada masing2 jenis asam nukleat, sehingga bila pasangannya "tertukar" enzim yang bekerja
secara otomatis akan berhenti. 3. Gugus fosfat Inilah yang menentukan sifat asam pada asam
nukleat
Kotak ungu pada gambar menunjukan fosfat,pada keadaan netral, ia akan sangat mudah
melepaskan protonnya. makin mudah melepaskan protonnya, semakin asam. sehingga disebut
juga sebagai anion asam kuat. Gambar ikatannya
Fosfatnya, berikatan dengan atom C5 nya, dan atom C3 dari nukleotida sebelumnya atau
sesudahnya. ini disebut sebagai ikatanfosfodiester, dimana ikatan ini menghubungkan nukleotida
1 dengan lainnya. Nukleotida adalah unit molekul dari asam nukleat yang terdiri dari fosfat, basa
N, dan gula. nukleosida adalah unit molekul as. nukleat yang terdiri dari gula dan basa N saja.
untuk Basa N, pada Purin akan berikatan pada atom N9 nya dengan atom C1 dari gula.
sedangkan Pirimidin berikatan pada N1 nya dengan atom C1 pada gula dengan membentuk
ikatan N-glikosida (nukleosida).gambarnya.

pada ujung atas, berakhir pada C5 dan ujung bawah berakhir pada C3. Ini berguna dalam
penulisan sekuensing asam nukleat itulah disebut sebagai ujung 5'-3'. Merupakan struktur RNA
karena hanya terdiri dari 1 rantai saja, kalau yang rantai ganda seperti DNA, berarti 2 rantai
yang dihubungkan dengan ikatan hidrogen.
Pasangan adenin timin hanya 2 rangkap ikatan hidrogen, karena pada strukturnya tidak
memungkinkan untuk membentuk 3 rangkap seperti pasangan guanin sitosin. Dari jaraknya
antara O dan H apada pasangan adenin timin, sangat jauh. sehingga tidak memungkinkan adanya
interaksi.Dobel heliksnya.
Untaian yang saling melilit ini, menyumbangkan kestabilan dan memperdekat jarak (rise)
antara pasang2 basanya, sehingga bisa menjadi utuh,untaian ganda ini juga disusun secara anti
paralel, pada rantai 1 dari 5'-3' dan rantai 2 dari 3'-5'.
2.3.3. Nukleotida dan Nukleosida
Molekul nukleotida terdiri atas nukleosida yang mengikat asam fosfat. Molekul nukleosida
terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau ribose ) yang mengikat suatu basa (purin atau pirimidin).
Jadi apabila suatu nukleoprotein dihidrolisis sempurna akan dihasilkan protein, asam fosfat,
pentosa dan basa purin atau pirimidin. Rumus berikut ini akan memperjelas hasil hidrolisis suatu
nukleoprotein.
Pentosa yang berasal dari DNA ialah deoksiribosa dan yang berasal dari RNA ialah ribose.
Adapun basa purin dan basa pirimidin yang berasal dari DNA ialah adenin,sitosin dan timin. Dari
RNA akan diperoleh adenin,guanin, sitosin dan urasil.
Urasil terdapat dalam dua bentuk yaitu bentuk keto atau laktam dan bentuk enol atau laktim.
Pada PH cairan tubuh, terutama urasil terdapat dalam entuk keto. Nukleosida terbentuk dari
basapurin atau pirimidin dengan ribose atau deoksiribosa. Basa purin atau pirimidin terikat
padapentosa oleh ikatan glikosidik,yaitu pada atom karbon nomor 1. Guanosin adalah suatu
nukleosida yang terbentuk dari guanin dengan ribosa. Pada pengikatan glikosidik ini sebuah
molekul air yang dihasilkan terjadi dari atom hidrogen pada atom N-9 dari basa purin dengan
gugus OH pada atom C-1 dari pentosa. Untuk basa pirimidin,gugus OH pada atom C-1berikatan
dengan atom H pada atom N-1
Pada umumnya nukleosida diberi nama sesuai dengan nama basa purin atau basa pirimidin yang
membentuknya. Beberapa nukleosida berikut ini ialah yang membentuk dari basa purin atau dari
basa pirimidin dengan ribosa ;
Adenin nukleosida atau Adenosin
Guanin nukleosida atau Guanosin
Urasil nukleosida atau Uridin

Timin nukleosida atau Timidin


Sitosin nukleosida atau Sitidin
Apabila pentose yang diikat oleh deoksiribosa,maka nama nukleosida diberi tambahandeoksi di
depanya.Sebagai contoh deoksiadinosin,deoksisitidin dan sebagainya. Disamping lima jenis
basa purin atau basa pirimidin yang biasa terdapat pada asam nukleat, ada pula beberapa basa
purin dan basa pirimidin lain yang membentuk nukleosida.Hipoksantin dengan ribosa akan
membentuk hipoksantin nukleosida atau inosin. DNA pada bakteri ternyata mengandung
hidroksimetilsitosin.
Demikian pula tRNA (transfer RNA) mengandung derivat metal basa purin atau basapirimidin,
misalnya 6-N-dimetiladenin atau 2-N dimetilguanin.
Dalam alam nukleosida terutama terdapat dalam bentuk ester fosfat yang disebut nukleotida.
Nukleotida terdapat sebagai molekul bebas atau berikatan dengan sesama nukleotida membentuk
asam nukleat.Dalam molekul nukleotida gugus fosfat terikat oleh pentosa pada atom C-5.
Beberapa nukleotida lain ialah sebagai berikut :
Adenin nukleotida atau Adenosinmonofosfat (AMP)(asam adenilat)
Guanin nukleotida atau Guanosinmonofosfat (GMP)(asam guanilat)
Hipoksantin nukleosida atau Inosinmonofosfat (IMP)(asam inosinat)
Urasil Nukleotida atau Uridinmonofosfat (UMP) (asam uridilat)
Sitidin nukleotida atau Sitidinmonofosfat (SMP)(asam sitidilat)
Timin nukleotida atau Timidinmonofosfat (TMP)(asam timidilat)
Pentosa yang terdapat dalam molekul nukleotida pada contoh diatas ialah ribosa. Apabila
pentosanya deoksiribosa, maka ditambah deoksi di depan nama nukleotida tersebut misalnya
deoksiadenosin-monofosfat atau disingkat dAMP.
Ada beberapa nukleotida yang mempunyai gugus fosfat lebih dari 1 misalnya adenosintrifosfat
dan uridintrifosfat, kedua nukleotida ini mempunyai peranan penting dalam reaksi-reaksi kimia
dalam tubuh.
Pada rumus molekul ATP dan UTP, ikatan antara gugus-gugus fosfat diberi tanda yang khas.
Pada proses hidrolisis ATP akan melepaskan gugus fosfat dan terbentuk adenosindifosfat (ADP).
Pada hidrolis ini ternyata dibebaskan energy yang cukup besar yaitu 7.000 kal/mol ATP.Oleh
karena itu ikatan antara gugus fosfat dinamakan ikatan berenergi tinggi dan diberi tanda ~ .
Dalam tubuh,ATP dan UTP berfungsi sebagai penyimpan energi yang diperoleh dariproses
oksidasi senyawa-senyawa dalam makanan kita untuk kemudian dibebaskan apabila energi
tersebut diperlukan.
2.3.4. Polinukleotida
2.4. Struktur DNA dan RNA

2.4.1. Deoxyribonucleid Acid ( DNA )


Asam ini adalah polimer yang terdiri atas molekul-molekul deoksiribonukleotida yang terikat
satu sama lain sehingga membentuk rantai polinukleotida yang panjang. Molekul DNA yang
panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul

1.
2.
3.
4.

deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat.


Secara kimia DNA mengandung karakteristik/sifat sebagai berikut:
Memiliki gugus gula deoksiribosa.
Basa nitrogennya guanin (G), sitosin (C), timin (T) dan adenin (A).
Memiliki rantai heliks ganda anti parallel
Kandungan basa nitrogen antara kedua rantai sama banyak dan berpasangan spesifik satu dengan
lain. Guanin selalu berpasangan dengan sitosin (GC), dan adenidan adenin berpasangan dengan
timin (A - T), sehingga jumlah guanin selalu sama dengan jumlah sitosin. Demikian pula adenin

dan timin.
5. Makromolekul dengan Mr yang sangat besar.
6. Terdiri dari mononukleotida utama : dAMP, dGMP, dTMP, dCMP
7. Setiap spesies/organisme mononukleotida utamanya mempunyai perbandingan, urutan dan berat
molekul (Mr) yang spesifik.
8. Pada sel prokariotik (mengandung hanya satu kromosom) DNA nya merupakan makromolekul
tunggal dengan Mr = 2 x 109.
9. Pada sel eukariotik (mengandung banyak kromosom) mempunyai banyak molekul DNA dengan
Mr yang sangat besar.
10. DNA terutama terdapat dalam inti sel (DNA inti) bergabung dengan protein histon.
11. Juga bisa terdapat pada sitoplasma (DNA sitoplasma), dalam mitokondria, dalam khloroplas.
12. Pada sel bakteri selain terdapat dalam inti sel juga bisa pada sel membran = mesosom dan dalam
sitoplasma di luar kromosom = plasmid/episom.
13. DNA normal dari suatu spesies yang berbeda menunjukkan adanya keteraturan (regularitas)
CHARGAFFS RULES :
a. Komposisi basa dari DNA suatu organisme adalah tetap pada semua sel nya dan mempunyai
karakteristik tertentu,
b. Komposisi basa dari DNA bervariasi dari suatu organisme dengan organisme lainnya dinyatakan
c.

dengan dissymmetry ratio : (A + T) / (G + C)


Komposisi basa dari suatu spesies tidak berubah oleh umur, keadaan nutrisi, ataupun

lingkungan.
d. Jumlah adenin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah timin (A = T).
e. Jumlah guanin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah sitosin (G=C).
f. Jumlah total basa purin dalam DNA suatu organism selalu sama dengan jumlah total basa
pirimidin : (A + G) = (T + C).

Struktur DNA

DNA terdiri atas dua rangkaian heliks anti-paralel (paralel berlawanan arah) yang melilit ke
kanan suatu poros.

Ukuran lilitan adalah 36 , yang mengandung 10.5 pasangan basa per putaran.

Kerangka yang berselang-seling antara gugus deoksiribosa dan fosfat terletak di bagian luar.

Ikatan hidrogen antara basa purin dan pirimidin terletak di bagian dalam.

2.4.2. Ribonukleat Acid ( RNA )


Asam ribonukleat adalah salah satu polimer yang terdiri atas molekul-molekul
ribonukleotida. Seperti DNA, asam ribonukleat ini terbentuk oleh adanya ikatan antara atom C
nomer 3 dengan atom C nomer 5 pada molekul ribose dengan perantaraan gugus fosfat. Dibawah
ini adalah gambar struktur sebagian dari molekul RNA :
Terdiri dari rantai tunggal poliribonukleotida
Hampir seluruhnya terdapat di sitoplasma, juga terdapat pada virus.
Rantai tunggal Chargaffs Rules tidak berlaku
Ada 3 macam : mRNA (messenger-RNA), rRNA (ribosomal-RNA), tRNA (transfer-RNA).
mRNA
basa nya : A, G, C dan U
disintesis dalam inti sel pada proses transkripsi
pembawa informasi genetik dari DNA untuk sintesis protein
Umurnya pendek mengalami degradasi/resintesis
b. r RNA
bagian terbanyak dari RNA dalam sel (80%)
Merupakan 60% dari berat ribosom
Basa utamanya : A, G, C, U
c. tRNA
molekul yang kecil
basanya : A, G dan U yang termetilasi.
jumlahnya hanya sedikit dari total RNA dalam sel
mengangkut (transport) asam amino spesifik ke ribosom untuk proses sintesis protein
1.
2.
3.
4.
a.

2.4.3. Perbedaan DNA dan RNA


RNA

KOMPONEN

DNA

A, Adenin
G, Guanin
C, Sitosin
U, Urasil
Ribosa
Asam Fosfat (H3PO4)

Basa N Organik
Gula
Fosfat

A, Adenin
G, Guanin
C, Sitosin
T, Timin
Deoksiribosa
Asam Fosfat (H3PO4

2.5. Sintesis RNA dan DNA


2.5.1. Sintesis RNA
Sintesis RNA biasanya dikatalisis oleh enzim DNA-RNA polymerase menggunakan
sebagai template, sebuah proses yang dikenal sebagai transkripsi. Inisiasi transkripsi dimulai
dengan pengikatan enzim ke urutan promotor dalam DNA (biasanya ditemukan "upstream" dari
gen).
DNA helix ganda dibatalkan oleh aktivitas helikase enzim. Enzim kemudian berlanjut
sepanjang untai template dalam arah 3 'to 5', mensintesiskan molekul RNA komplementer
dengan elongasi terjadi di 5 'ke 3' arah. Urutan DNA juga menentukan di mana berakhirnya
sintesis RNA akan terjadi. RNA sering dimodifikasi oleh enzim setelah transkripsi. Misalnya,
poli dan topi 5 'ditambahkan ke mRNA eukariotik intron pra-dan dikeluarkan oleh spliceosome.
Ada juga sejumlah polimerase RNA RNA-tergantung yang menggunakan RNA sebagai
template mereka untuk sintesis untai baru RNA. Sebagai contoh, sejumlah virus RNA (seperti
virus polio) menggunakan jenis enzim untuk mereplikasi materi genetic mereka. Juga, RNAdependent RNA polimerase merupakan bagian dari jalur interferensi RNA di banyak organisme.
Transkripsi merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan atau
sense, sedangkan rantai komplemennya disebut rantai antisense. Rentangan DNA yang
ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi. Informasi dari DNA untuk sintesis
protein dibawa oleh mRNA. RNA dihasilkan dari aktifitas enzim RNA polimerase. Enzim
polimerasi membuka pilinan kedua rantai DNA hingga terpisah dan merangkaikan nukleotida
RNA. Enzim RNA polymerase merangkai nukleotida-nukleotida RNA dari arah 5 ? 3, saat
terjadi perpasangan basa di sepanjang cetakan DNA. Urutan nukleotida spesifik di sepanjang
cetakan DNA.
Urutan nukleotida spesifik di sepanjang DNA menandai dimana transkripsi suatu gen
dimulai dan diakhiri.
Transkripsi terdiri dari 3 tahap yaitu: inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan),
terminasi (pengakhiran) rantai mRNA.

1. Inisiasi
Daerah DNA di mana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut sebagai
promoter. Suatu promoter menentukan di mana transkripsi dimulai, juga menentukan yang mana
dari kedua untai heliks DNA yang digunakan sebagai cetakan.
2. Elongasi
Saat RNA bergerak di sepanjang DNA, RNA membuka pilinan heliks ganda DNA, sehingga
terbentuklah molekul RNA yang akan lepas dari cetakan DNAnya.
3. Terminasi
Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang disebut
terminator. Terminator yang ditranskripsi merupakan suatu urutan RNA yang berfungsi sebagai
sinyal terminasi yang sesungguhnya. Pada sel prokariotik, transkripsi biasanya berhenti tepat
pada akhir sinyal terminasi; yaitu, polimerase mencapai titik terminasi sambil melepas RNA dan
DNA. Sebaliknya, pada sel eukariotik polimerase terus melewati sinyal terminasi, suatu urutan
AAUAAA di dalam mRNA. Pada titik yang lebih jauh kira-kira 10 hingga 35 nukleotida, mRNA
ini dipotong hingga terlepas dari enzim tersebut.
2.5.2. Sintesis DNA
Sintesis DNA disini dimaksud adalah replikasi DNA yaitu proses perbanyakan bahan genetic.
Pengkopian rangkaian molekul bahan genetic ( DNA atau RNA) sehingga dihasilkan molekul
anakan yang sangat identik.
Model replikasi DNA secara semikonservatif menunjukkan bahwa DNA anakan terdiri atas
pasangan untaian DNA induk dan untaian DNA hasil sintesis baru.
Model ini memberikan gambaran bahwa untaian DNA induk berperanan sebagai cetakan
(template) bagi pembentukan untaian DNA baru. Model ini memberikan gambaran bahwa
untaian DNA induk berperanan sebagai cetakan (template) bagi pembentukan untaian DNA baru.
Komponen utama Replikasi, adalah sebagai berikut :
1. DNA cetakan, yaitu molekul DNA atau RNA yang akan direplikasi.
2. Molekul deoksiribonukleotida, yaitu dATP, dTTP, dCTP, dan dGTp. Deoksiribonukleotida
terdiri atas tiga komponen yaitu: (i) basa purin atau pirimidin, (ii) gula 5-karbon( deoksiribosa)
dan (iii) gugus fosfat.
3. Enzim DNA polimerase, yaitu enzim utama yang mengkatalisi proses polimerisasi nukleotida
menjadi untaian DNA.
4. Enzim primase, yaitu enzim yang mengkatalisis sintesis primer untuk memulai replikasi DNA.

5.

Enzim pembuka ikatan untaian DNA induk, yaitu enzim helikase dan enzim lain yang

membantu proses tersebut yaitu enzim girase.


6. Molekul protein yang menstabilkan untaian DNA yang sudah terbuka,yaitu protein SSB (single
strand binding protein).
7. Enzim DNA ligase, yaitu suatu enzim yang berfungsi untuk menyambung fragmen fragmen
DNA.
Mekanisme dasar replikasi, adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Denaturasi (pemisahan) untaian DNA induk,


Peng-"awal"-an( initiation, inisiasi) sintesis DNA.
Pemanjangan untaian DNA,
Ligasi fragmen-fragmen DNA, dan
Peng-"akhir"-an (termination, terminasi) sintesis DNA.
Sintesis untaian DNA yang baru akan dimulai segera setelah kedua untaian DNA induk terpisah
membentuk garpu replikasi Pemisahan kedua untaian DNA induk dilakukan oleh enzim DNA
helikase. Sintesis DNA berlangsung dengan orientasi 5' P 3'-OH. Oleh karena ada dua untaian
DNA cetakan yang orientasinya berlawanan, maka sintesis kedua untaian DNA baru juga
berlangsung dengan arah geometris yang berlawanan namun semuanya tetap dengan orientasi 5'
3'.
Sintesis untaian DNA baru yang searah dengan pembukaan garpu replikasi dapat berlangsung
tanpa terputus (sintesis secara kontinu). Untaian DNA yang disintesis secara kontinu semacam
ini disebut sebagai untaian DNA awal (leading strand). Sintesis untaian DNA baru yang searah
dengan pembukaan garpu replikasi dapat berlangsung tanpa terputus (sintesis secara kontinu).
Untaian DNA yang disintesis secara kontinu semacam ini disebut sebagai untaian DNA awal
(leading strand).
Pada untaian DNA awal, polimerisasi DNA berlangsung secara kontinu sehingga molekul DNA
baru yang disintesis merupakan satu unit. Pada untaian DNA awal, polimerisasi DNA
berlangsung secara kontinu sehingga molekul DNA baru yang disintesis merupakan satu unit.
Fragmen-fragmen DNA pendek yang disintesis tersebut disebut fragmen Okazaki, karena
fenomena sintesis DNA secara diskontinu tersebut pertama kali iungkapkan oleh Reiji Okazaki
pada tahun 1968.

2.6. Transkripsi dan Translasi


2.6.1. Transkripsi

Transkripsi merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan atau
sense, sedangkan rantai komplemennya disebut rantai antisense. Rentangan DNA yang
ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi. Informasi dari DNA untuk sintesis
protein dibawa oleh mRNA. RNA dihasilkan dari aktifitas enzim RNA polimerase. Enzim
polimerasi membuka pilinan kedua rantai DNA hingga terpisah dan merangkaikan nukleotida
RNA. Enzim RNA polymerase merangkai nukleotida-nukleotida RNA dari arah 5 ? 3, saat
terjadi perpasangan basa di sepanjang cetakan DNA. Urutan nukleotida spesifik di sepanjang
cetakan DNA.
Urutan nukleotida spesifik di sepanjang DNA menandai dimana transkripsi suatu gen
dimulai dan diakhiri.
Transkripsi terdiri dari 3 tahap yaitu: inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan),
terminasi (pengakhiran) rantai mRNA.
1. Inisiasi
Daerah DNA di mana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut sebagai
promoter. Suatu promoter menentukan di mana transkripsi dimulai, juga menentukan yang mana
dari kedua untai heliks DNA yang digunakan sebagai cetakan.
2. Elongasi
Saat RNA bergerak di sepanjang DNA, RNA membuka pilinan heliks ganda DNA, sehingga
terbentuklah molekul RNA yang akan lepas dari cetakan DNAnya.
3. Terminasi
Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang disebut
terminator. Terminator yang ditranskripsi merupakan suatu urutan RNA yang berfungsi sebagai
sinyal terminasi yang sesungguhnya. Pada sel prokariotik, transkripsi biasanya berhenti tepat
pada akhir sinyal terminasi; yaitu, polimerase mencapai titik terminasi sambil melepas RNA dan
DNA. Sebaliknya, pada sel eukariotik polimerase terus melewati sinyal terminasi, suatu urutan
AAUAAA di dalam mRNA. Pada titik yang lebih jauh kira-kira 10 hingga 35 nukleotida, mRNA
ini dipotong hingga terlepas dari enzim tersebut.
2.6.2. Translasi
Translasi adalah proses penerjemah urutan nucleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi
rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein. Hanya molekul
mRNA yang ditranslasi, sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. Molekul mRNA
merupakan transkrip (salinan) urutan DNA yang menyusun suatu gen dalam bentuk ORF (open

reading frame, kerangka baca terbuka). Molekul rRNA adalah salah satu molekul penyusun
ribosom, yakni organel tempat berlangsungnya sintesis protein, tRNA adalah pembawa asamasam amino yang akan disambungkan menjadi rantai polipeptida.
Dalam proses translasi, rangkaian nukleotida pada mRNA akan dibaca tiap tiga nukleotida
sebagai satu kodon untuk satu asam amino, dan pembacaan dimulai dari urutan kodon metionin
(ATG pada DNA atau AUG pada RNA).
Kodon (kode genetik)
Kodon (kode genetik) adalah urutan nukleotida yangterdiri atas 3 nukleotida yanq berurutan
(sehingga sering disebut sebagai triplet codon, yang menyandi suatu kodon asam amino tertentu,
misalnya urutan ATG (AUG pada mRNA) mengkode asam amino metionin, Kodon inisiasi
translasi merupakan kodon untuk asam amino metionin yang mengawali struktur suatu
polipeptida (protein). Pada prokaryot, asam amino awal tidak berupa metionin tetapi formil
metionin (fMet).

Ada beberapa aspek yang perlu diketahui mengenai kode genetik, yaitu:
Kode genetik bersifat tidak saling tumpang-tindih (non-overlappind kecuali pada kasus tertentu,

misalnya pada bakteriofag


Tidak ada sela (gap) di antara kodon satu dengan kodon yang lain.
Tidak ada koma di antara kodon.
Kodon bersifat degenerotea, buktinya ada beberapa asam amino yang mempunyai lebih dari satu

kodon.
Secara umum, kodon bersifat hampir universal karena pada beberapa organel jasad tinggi ada

beberapa kodon yang berbeda dari kodon yang digunakan pada sitoplasm.
Dalam proses translasi, setiap kodon berpasangan dengan antikodon yang sesuai yang terdapat

pada molekul tRNA.


Sebagai contoh, kodon metionin (AUG) mempunyai komplemennya dalam bentuk antikodon

UAC yang terdapat pada tRNAMet


Pada waktu tRNA yang membawa asam amino diikat ke dalam sisi A pada ribosom, maka

bagian antikodonnya berpasangan dengan kodon yang sesuai yang ada pada sisi A tersebut.
Oleh karena itu, suatu kodon akan menentukan asam amino yang disambungkan ke dalam
polipeptida yang sedang disintesis di dalam ribosom
Proses Translasi
Dalam proses translasi, setiap kodon berpasangan dengan antikodon yang sesuai yang terdapat
pada molekul tRNA. Sebagai contoh, kodon metionin (AUG) mempunyai komplemennya dalam
bentuk antikodon UAC yang terdapat pada tRNAMet. Pada waktu tRNA yang membawa asam

amino diikat ke dalam sisi A pada ribosom, maka bagian antikodonnya berpasangan dengan
kodon yang sesuai yang ada pada sisi A tersebut. Oleh karena itu, suatu kodon akan menentukan
asam amino yang disambungkan ke dalam polipeptida yang sedang disintesis di dalam ribosom.
Sebelum inisiasi translasi di lakukan, diperlukan molekul tRNA (aminoasil tRNA) yang
berfungsi membawa asam amino spesifik.
Inisiasi translasi (eukariyot)

Kodon inisiasi adalah metionin


Molekul tRNA inisiator disebut sebagai tRNAiMet.
Ribosom bersama-sama dengan tRNAiMet dapat menemukan kodon awal dengan cara berikatan
dengan ujung 5' (tudung), kemudian melakukan pelarikan (scanning) transkrip ke arah hilir

(dengan arah 5' 3') sampai menemukankodon awal (AUG).


Menurut model scanning tersebut, ribosom memulai translasi pada waktu menjumpai sekuens
AUG yang pertama kali
Meskipun demikian, penelitian pada 699 mRNA eukaryot menunjukkan bahwa sekitar 5-1 0%

AUG yang pertama bukanlah kodon inisiasi.


Pada kasus semacam ini, ribosom akan melewati satu atau dua AUG sebelum melakukan inisiasi

translasi.
Sekuens AUG yang dikenali sebagai kodon inisiasi adalah sekuens yang terletak pada sekuens

konsensus CCRCCAUGG (R adalah purin: A atau G).


Pengenalan sekuens AUG sebagai kodon inisiasi banyak ditentukan oleh tRNAiMet.
Perubahan antikodon pada tRNAiMet menyebabkan dikenalinya kodon lain sebagai kodon inisiasi
Pemanjangan polipeptida
Proses pemanjangan polipeptida disebut sebagai proses elongation yang secara umum
mempunyai mekanisme yang serupa pada prokaryot dan eukaryot.
Proses pemanjangan terjadi dalam tiga tahapan, yaitu: (1) pengikatan aminoasil-tRNA pada sisi
A yang ada di ribosom,( 2) pemindahan rantai polipeptida yang tumbuh dari tRNA yang ada pada
sisi P ke arah sisi A dengan membentuk ikatan peptida, dan (3) translokasi ribosom sepanjang
mRNA ke posisi kodon selanjutnya yang ada di sisi A. Di dalam kompleks ribosom, molekul
fMet- tRNAiMet menempati sisi P (peptidil).
Sisi yang lain pada ribosom, yaitu sisi A (aminoasil), masih kosong pada saat awal sintesis
protein.

Molekul tRNA pertama tersebut (fMet- tRNAiMet ) berikatan dengan kodon AUG (atau GUG)
pada mRNA melalui antikodon-nya.

Tahap selanjutnya adalah penyisipan aminoasil-tRNA pada sisi A. Macam tRNA (serta asam
amino yang dibawa) yang masuk pada sisi A tersebut tergantung pada kodon yang terletak pada

sisi A.
Penyisipan aminoasil-tRNA yang masuk ke posisi A tersebut dilakukan oleh suatu protein yang
disebut faktor pemanjangan Tu (elongotion factor Tu, EF-Tu).
Terminasi

Translasi akan berakhir pada waktu salah satu dari ketiga kodon terminasi (UAA, UGA, UAG)

yang ada pada mRNA mencapai posisi A pada ribosom.


Dalam keadaan normal tidak ada aminoasil-tRNA yang membawa asam amino sesuai dengan

ketiga kodon tersebut.


Oleh karena itu, jika ribosom mencapai salah satu dari ketiga kodon terminasi tersebut, maka
proses translasi berakhir.

2.7. Kelainan Penyakit yang disebabkan oleh DNA dan RNA


1. Influenza akibat virus Influenza.RNA
2. AIDS akibat virus HIV,/human Immuno deficiensy Virus. RNA
3. Kangker servix/Kangker leher rahim akibat Virus HPV/Human Pappiloma Virus
4. Penyakit polio yang disebabkan oleh Poliovirus. RNA
5. Hepatitis akibat Hepatitis C.RNA
6. DBD Akibat Dengue virus. RNA
7. Penyakit encephalitis akibat California encephalitis virus (CE).RNA
8. Diare epidemik pada anak-anak akibat Rotavirus. RNA
9. Campak Jerman Akibat virus rubella. RNA
10. Flu burung akibat virus Influenza tipe A Sub H5N1.RNA
11. Herpes akibat herpesviruscYang termasuk DNA
12. Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus
13. Cacar air disebabkan oleh virus Herpesvirus varicellae
14. Polio disebabkan oleh poliovirus
15. Penyakit gondong disebabkan oleh paramyxovirus
16. Demam Ebola akibat virus ebola
17. SARS (Severe Acute Respirotory Syndrome) disebabkan oleh virus Corona mamalia
18. Rabies Disebabkan oleh virus rabies.
19. Campak (Morbili) Penyakit ini disebabkan oleh morbivirus
20. Kanker (tumor ganas) Penyakit ini disebabkan oleh virus onkogen
2.8. Fungsi dan Peranan Asam Nukleat
DNA mengandung gen, informasi yang mengatur sintesis protein dan RNA. DNA
mengandung bagian-bagian yang menentukan pengaturan ekspresi gen (promoter, operator, dan
lain-lain.). Ribosomal RNA (rRNA) merupakan komponen dari ribosom, mesin biologis pembuat

protein Messenger RNAs (mRNA) merupakan bahan pembawa informasi genetik dari gen ke
ribosom. Transfer RNAs (tRNAs) merupakan bahan yang menterjemahkan informasi dalam
mRNA menjadi urutan asam amino RNAs memiliki fungsi-fungsi yang lain, di antaranya fungsifungsi katalis. Asam nukleat merupakan molekul raksasa yang memiliki fungsi khusus yaitu,
menyimpan informasi genetik dan menerunkannya kepada keturunanya. Susunan asam nukleat
yang menentukan apakah mahluk itu menjadi hewan , tumbuhan, maupun manusia. Begitu pula
susunan dalam sel, apakah sel itu menjadi sel otot maupun sel darah.
Beberapa fungsi penting asam nukleat adalah menyimpan, menstransmisi, dan mentranslasi
informasi genetik; metabolisme antara(intermediary metabolism) dan reaksi-reaksi informasi
energi; koenzim pembawa energi; koenzim pemindah asam asetat, zat gula, senyawa amino dan
biomolekul lainnya; koenzim reaksi oksidasi reduksi.
Peranan dari DNA dan RNA sebagai bahan keturunan memberikan suatu kontras yang
menarik dalam hal fungsi biologis dari dua kelas makromolekul ini. RNA memperlihatkan
keragaman biomolekul yang biasa dengan memiliki fungsi selular dan viral yang khas. Di pihak
lain , DNA merupakan contoh yang jarang dari suatu makromolekul yang melakukan fungsi
tunggal yang sama dalam virus, prokariota, dan eukariota. Sebagai pembawa informasi genetika
dari semua system selular , DNA mempertahankan kemurnian fungsi sepanjang evolusi biologi.
Pemanfaatan yang menguntungkan dari DNA oleh alam untuk melestarikan spesies tampaknya
tidak memungkinkan untuk beragam fungsi dari makromolekul ini.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.

Kesimpulan
Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan unit monomernya
mononukleotida. Asam Nukleat juga merupakan senyawa majemuk yang dibuat dari banyak
nukleotida. Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid ) atau asam
deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat.
Deoxyribonucleid Acid ( DNA ), Asam ini adalah polimer yang terdiri atas molekul-molekul
deoksiribonukleotida yang terikat satu sama lain sehingga membentuk rantai polinukleotida yang
panjang. Molekul DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan
atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat. Asam ribonukleat
adalah salah satu polimer yang terdiri atas molekul-molekul ribonukleotida.
Sintesis RNA biasanya dikatalisis oleh enzim DNA-RNA polymerase menggunakan sebagai
template, sebuah proses yang dikenal sebagai transkripsi.Sintesis DNA adalah replikasi DNA
yaitu proses perbanyakan bahan genetic
Transkripsi adalah proses penyalinan kode-kode genetik yang ada pada urutan DNA meniadi
molekul RNA. Transkripsi adalah proses yang mengawali ekspresi sifat-sifat genetik yang
nantinya akan muncul sebagai fenotipe. Translasi adalah proses penerjemah urutan nucleotida
yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu
polipeptida atau protein.
Kelainan penyakit yang disebabkan oleh RNA dan DNA banyak , salah satunya influenza.
Beberapa fungsi penting asam nukleat adalah menyimpan, menstransmisi, dan mentranslasi
informasi genetik; metabolisme antara(intermediary metabolism) dan reaksi-reaksi informasi
energi; koenzim pembawa energi; koenzim pemindah asam asetat, zat gula, senyawa amino dan
biomolekul lainnya; koenzim reaksi oksidasi reduksi. Peranan dari DNA dan RNA sebagai bahan
keturunan memberikan suatu kontras yang menarik dalam hal fungsi biologis dari dua kelas
makromolekul ini. RNA memperlihatkan keragaman biomolekul yang biasa dengan memiliki
fungsi selular dan viral yang khas.

3.2.

Saran

Dengan adanya makalah ini diharapkan para pembaca dapat mengetahui lebih banyak lagi
tentang Asam Nukleat guna menambah wawasan untuk pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous.a.2011. http://www.scribd.com/doc/25523953/ASAM-NUKLEAT.
Anonymous.b.2011.http://www.scribd.com/doc/47569664/Makalah-Asam-Nukleat.
Anonymous.c.2011.http://www.scribd.com/doc/41966467/Resume-Asam-Nukleat.
Anonymous.d.2011. http://idonkelor.blogspot.com/2009/09/asam-nukleat.html.
Anonymous.g.2011. http://www.e-dukasi.net/index.php?

Anonymous.h.2011. http://www.news-medical.net/health/RNA-Synthesis.
Dryer, L Robert.1994.BIOKIMIA suat pendekatan berorientasi kasus.UI
press.Jakarta
Poedjiadi, Anna. 2005.Dasar-dasar Biokimia.UI press.Jakarta
Robinsson, Trevor. 1995.Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi.ITB
press.Bandung
http://blog.ub.ac.id/sonianeh/files/2011/12/MAKALAH-BIOKIMIA-ASAM-NUKLEAT.pdf
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/biokimia/bab%2012.pdf

Nukleotida adalah molekul yang tersusun dari gugus basa heterosiklik, gula, dan satu atau lebih
gugus fosfat. Basa penyusun nukleotida biasanya adalah berupa purina atau pirimidina sementara
gulanya adalah pentosa (ribosa), baik berupa deoksiribosa maupun ribosa.
Nukleotida adalah monomer penyusun RNA, DNA, dan beberapa kofaktor, seperti CoA, FAD,
FMN, NAD, dan NADP. Dalam sel, kofaktor ini memainkan peran penting dalam fiksasi energi
(misalnya fotosintesis), metabolisme, dan transduksi sinyal seluler.
ama-nama nukleotida disingkat menjadi kode empat-huruf standar. Huruf pertama berupa huruf
kecil dan menandakan bawa nukleotida yang dipertanyakan adalah sebuah ribonukleotida (r)
atau deoxyribonucleotid (d). Huruf ke-2 menandakan nukleosida yang berhubungan dengan
nukleobasa:
G: Guanina
A: Adenina
T: Timina
C: Sitosina
U: Urasil biasanya tidak ada dalam DNA, tetapi menggantikan timina pada RNA
Huruf ke-3 dan ke-4 menandakan panjang dari rantai fosfat yang terikat (Mono-, Di-, Tri-) dan
keberadaan sebuah fosfat (P).

Sebagai contoh, deoksi-sitidin-trifosfat disingkat sebagai dCTP.

Pengertian Nukleotida dan Fungsinya


Oleh: Sudarman | Diperbaharui: 29 April, 2016

Nukleotida adalah subunit yang terkait untuk membentuk asam nukleat asam ribonukleat (RNA)
dan asam deoksiribonukleat (DNA), yang berfungsi sebagai gudang sel informasi genetik.
Nukleotida bebas memainkan peran penting dalam isyarat sel dan metabolisme, melayani
operator dengan nyaman dan universal energi metabolisme dan energi tinggi elektron.
Advertisement

Semua nukleotida terdiri dari tiga bagian: gula lima karbon, fosfat, dan struktur kaya nitrogen
yang disebut basa nitrogen. Gula dapat ribosa, yang ditemukan dalam ribonukleotida dan RNA,
atau deoksiribosa, yang ditemukan dalam deoksiribonukleotida dan DNA.
Satu-satunya perbedaan antara dua gula ini adalah bahwa deoksiribosa memiliki satu atom
oksigen kurang dari ribosa. Lima atom karbon dalam gula diberi nomor secara berurutan. Untuk
membedakan atom karbon ini dari mereka yang dari basa nitrogen, yang juga diberi nomor,
mereka ditetapkan sebagai 1 (prime), 2, dan seterusnya.
Ada lima basa nitrogen. Pirimidin yang berukuran lebih kecil disebut (sitosin, timin, dan urasil),
hanya memiliki satu struktur cincin. Purin yang berukuran lebih besar (adenin dan guanin)
memiliki dua cincin. Adenin, guanin, dan sitosin ditemukan baik pada ribonukleotida dan
deoksiribonukleotida, sedangkan timin hanya terjadi pada deoksiribonukleotida dan urasil hanya
di ribonukleotida.
Kelompok fosfat terikat pada karbon 5 gula (lihat Gambar diatas), dan ketika nukleotida
bergabung untuk membentuk RNA atau DNA, fosfat dari satu nukleotida bergabung dengan gula

dari nukleotida berikutnya pada karbon 3, untuk membentuk tulang punggung gula-fosfat dari
asam nukleat. Dalam nukleotida bebas, mungkin ada satu, dua, atau tiga gugus fosfat melekat
pada gula, dengan rantai fosfat melekat pada 5 karbon.
Tiga nukleotida pantas mendapatkan pertimbangan khusus karena peran khusus mereka dalam
fungsi selular. Ini adalah adenosin trifosfat (ATP), flavin adenin dinukleotida (FAD), dan adenin
dinukleotida nikotinamida (NAD +). Kebanyakan reaksi biosintesis membutuhkan energi, yang
biasanya disediakan oleh ATP. Ketika ATP dihidrolisis menjadi ADP (adenosin difosfat) atau
AMP (adenosin monofosfat), energi dilepaskan. Dengan melepaskan energi ini untuk energi
reaksi yang membutuhkan, sehingga reaksi menjadi mungkin terjadi. Karena ATP begitu sering
digunakan dengan cara ini, yang biasa disebut mata uang energi sel.
Advertisement

Molekul adenin yang mengandung juga koenzim penting, melayani untuk membawa kelompok
fungsional kimia yang diperlukan untuk aktivitas enzim. Tiga adenosin penting yang
mengandung koenzim adalah koenzim A (CoA), FAD, dan NAD +. CoA membawa gugus asetil
ke dalam siklus Krebs (jalur metabolisme sentral dalam mitokondria), dan FAD dan NAD +
membawa elektron energi tinggi dari siklus Krebs ke sistem transpor elektron, di mana energi
mereka digunakan untuk mensintesis ATP dari ADP dan fosfat anorganik.
Molekul berbasis adenin lain adalah penting dalam sinyal selular. Ketika hormon mengikat pada
reseptor sel-permukaan, sering mendorong produksi siklik AMP (cAMP) dalam sel. Pada cAMP,
kelompok fosfat bergabung ke 3 dan 5 karbon ribosa, membentuk struktur cincin kecil.
cAMP dapat mengaktifkan atau menekan berbagai proses sel, sehingga berfungsi sebagai sinyal
intraseluler dan pesan yang merespon yang mengikat hormon.

Sebuah nukleotida terdiri dari basa


nitrogen yang mengandung, gula 5-karbon, dan satu atau lebih gugus fosfat. Gula

yang digambarkan adalah ribosa. Deoksiribosa memiliki H bukan sebuah OH pada


posisi kotak.
Advertisement

Nukleotida adalah komponen organik yang memegang peranan penting dalam metabolisme
FUNGSI NUKLEOTIDA
Nukleotida disusun oleh basa nitrogen, 5 carbon gula, dan satu atau tiga gugus fosfat.
Gugus fosfat terikat pada 2, 3, atau biasanya pada 5 gugus karbon gula.
Nukleotida yang gugus fosfatnya terikat pada dua gugus gula dinamakan cincin nukleotida
Struktur Nukleotida
Nukleotida disusun oleh basa nitrogen, 5 carbon gula, dan satu atau tiga gugus fosfat.
Gugus fosfat terikat pada 2, 3, atau biasanya pada 5 gugus karbon gula.
Nukleotida yang gugus fosfatnya terikat pada dua gugus gula dinamakan cincin nukleotida
Sintesis Nukleotida
Formasi nukleotida = basa nitrogen bergabung dengan gula.
Gula yang terlibat dalam sintesis dan struktur nukleotida adalah ribosa atau deoksiribosa.
Gugus fungsi fosfat kemudian di esterifikasi menjadi gula, membentuk nukleotida.
Gugus fosfat bisa mengandung satu, dua, atau tiga fosfat, membentuk monofosfat, difosfat, dan
trifosfat

NUKLEOTIDA
07 Jan

Nukleotida merupakan struktur pembentuk inti sel DNA dan RNA yang penting untuk
perkembangan sel, fungsi-fungsi tubuh dan penggantian jaringan yang rusak. Nukleotida tersebut
terdapat di semua sel tubuh.
Nukleotida juga berperan dalam metabolisme sel. Contohnya saja nukleotida jenis Adenosin
triposphat, yang merupakan pembawa energi utama ke dalam sel tubuh. Sel tubuh tidak akan
berfungsi tanpa nukleotida ini.
Nukleotida juga berfungsi untuk membantu sintesa lemak, karbohidrat, dan protein.
Nukleotida secara alami terbentuk didalam tubuh kita. Nuleotida khususnya terdapat di dalam
jaringan tubuh yang berganti secara cepat, misalnya: jaringan kulit, sel darah merah dan putih,
dan juga dalam sistem kekebalan tubuh.
Tubuh kita dapat membentuk nukleotida ini di dalam hati. Selain itu, kita juga bisa
mendapatkannya dari luar tubuh melalui makanan yang kita konsumsi.
Nukleotida tersedia di dalam ASI, zat ini terbukti memberikan banyak manfaat bagi anak anda.
Terdapat 13 jenis nukleotida yang ditemukan di dalam ASI, 5 diantaranya terbukti memiliki
fungsi-fungsi fisiologis. 5 Nukleotida tersebut adalah:

1. Sitidin
2. Adenosin
3. Uridin
4. Guanosin
5. Inosin
Nukleotida berperan penting dalan membangun kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa anak yang diberikan ASI jarang terkena
batuk, pilek, dan berbagai penyakit lain.
Nukleotida mencegah infeksi saluran pencernaan
Terjadinya diare pada anak-anak biasanya disebabkan oleh infeksi virus di saluran perncernaan
(gastroenteritis). Terkadang diare juga disebabkan oleh bakteri atau parasit. Nukleotida tidak
hanya dapat melindungi anak anda dari infeksi saluran cerna yang parah, tapi juga membantu
pencegahan dan penyembuhan diare.
DNA
Molekul DNA merupakan molekul double-helix yang memiliki dua untai polinukleutida (doublestranded). Setiap polinukleutida dari DNA terdiri atas nukletida-nukleutida yang dihubungkan
oleh ikatan phospodiester. Nukleutida pada molekul DNA mengandung tiga komponen penting,
yaitu :
Gula pentosa yang disebut deoxyribose (gula ribosa yang kehilangan atom oksigen pada atom C
nomor 2)
Gugus fosfat, menyusun struktur nukleutida (nukleusida monofosfat)
Basa nitrogen berupa basa purin (adenine dan guanin) dan basa pirimidin (timin dan sitosin).
Basa adenine dari untai yang satu akan berpasangan dengan basa timin dari untai yang lainnya.
Sedangkan basa guanine dari untai yang satu akan berpasangan dengan basa sitosin dari untai
lainnya.
Struktur DNA

Nukleutida berdasarkan kandungan basa nitrogen yang menyusunnya dibedakan atas Adenosine
monophosphate (AMP), Guanine monophosphate (GMP), Cytidine monophosphate (CMP),
Thymidine monophosphate (TMP) dan Uridine monophosphate (UMP).
Struktur nukleutida dapat juga dikatakan tersusun atas gugus fosfat dan nukleusida (gabungan
antara gula pentose dan basa nitrogen). Nukleusida-nukleusida tersebut dihubungkan dengan
gugus fosfat melalui ikatan glikosidik. Macam-macam nukleusida berdasarkan kandungan basa
nitrogen yang menyusunnya dibedakan atas Adenosine (A), Guanosine (G), Cytidine (C),
Thymidine (T) dan Uridine (U).
Model Struktur DNA Watson-Crick
Struktur DNA yang sangat kecil dan rumit dapat digambarkan dengan model struktur DNA yang
diusulkan oleh Watson James dan Crick Francis. Model struktur DNA tersebut dikenal dengan
nama model tangga berpilin (double helix).
kedua untai polinukleutida saling memilin di sepanjang sumbu yang sama.
kedua untai polinukleutida satu sama lain arahnya sejajar tetapi berlawanan arah (antiparalel)
basa-basa nitrogen menghadap ke arah sumbu dan masing-masing basa nitrogen berpasangan
satu sama lain (antara untai yang satu dengan untai yang lain). basa Adenin pada satu untai
berpasangan dengan basa timin pada untai lainnya, dan basa guanin pada satu untai berpasangan
dengan basa sitosin pada untai lainnya. oleh karena itu kedua untai polinukleutida dikatakan
komplementer satu sama lain.
setiap pasangan basa berjarak 3,4 A dengan pasangan basa berikutnya.
tedapat 10 pasangan basa bitrogen di dalam satu kali pilinan (360).
jumlah iktana hidrogen antara basa nitrogen Adenin dan Timin sebanyak rangkap dua, sedangkan
antara basa nitrogen guanosin dan sitosin sebanyak rangkap tiga. oleh karena itu nisbah G+C
yang tinggi maka semakin tinggi pula stabilitas molekul DNA
gugus fosfat dan gula pentosa terletak di sebelah luar sumbu.
nukleutida-nukleutida penyusun polinukleutida yang berurutan satu sama lain dihubungkan oleh
ikatan fosfodiester. ikatan fosfodiester menghubungkan atom C nomor 3 dengan atom C nomor
5 pada gula deoksiribosa.

Atom C nomor 3 di salah satu ujung untai polinukleutida tidak lagi memiliki ikatan fosfodiester,
tetapi mengikat gugus OH sehingga ujung 3 disebut ujung OH. sedangakn di ujung lainnya,
yaitu atom C nomor 5 akan mengikat gugus fosfat, sehingga ujung 5 disebut ujung P.
arah antiparalel kedua ujung dilihat dari arah ujung 3 dan ujung 5. Jika untai yang satu memiliki
arah dari ujung 5 ke 3, maka untai yang lain (untai komplementernya) memiliki arah dari ujung
3 ke 5.
RNA
Molekul RNA merupakan hasil instruksi DNA yang disintesis melalui mekanisme transkripsi
DNA untuk selanjutnya ditransfer keluar dari inti sel masuk ke dalam sitoplasma. Molekul RNA
memiliki perbedaan yang mendasar dengan molekul DNA, yaitu :
Gula pentosa penyusun nukleutida bukan deoxyribosa seperti yang dimiliki DNA, tetapi berupa
gula ribosa.
RNA tidak memiliki basa nitrogen jenis timin, tetapi digantikan dengan basa urasil (U). Ketika
suatu untai tunggal RNA akan disintesis melalui mekanisme transkripsi DNA, basa urasil akan
dimunculkan sebagai hasil transkripsi (penyalinan) dari basa adenine untai DNA.
Molekul RNA merupakan molekul untai tunggal polinukleutida (single-stranded), tidak seperti
DNA yang merupakan molekulk double-stranded (untai ganda).
Struktur RNA
RNA merupakan rantai tungga polinukleotida.Setiap ribonukleotida terdiri dari tiga gugus
molekul, yaitu :
5 karbon
basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin (yang sama dengan DNA) dan golongan
pirimidin yang berbeda yaitu sitosin (C) dan Urasil (U)
gugus fosfat
Purin dan pirimidin yang berkaitan dengan ribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan
nukleosida atau ribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar untuk sintesis
DNA.Ribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida atau
ribonukleotida.RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA
merupakan polimer yang jauh lebih pendek dibandingkan DNA.

Tipe RNA
RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA ( messenger RNA ) atau RNAd ( RNA duta ), tRNA
( transfer RNA ) atau RNAt ( RNA transfer ), dan rRNA ( ribosomal RNA ) atau RNAr ( RNA
ribosomal ).
RNAd
RNAd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer dengan salah satu urutan basa rantai
DNA.RNAd membawa pesan atau kode genetik (kodon) dari kromosom (di dalam inti sel) ke
ribosom (di sitoplasma).Kode genetik RNAd tersebut kemudian menjadi cetakan utnuk
menetukan spesifitas urutan asam amino pada rantai polipeptida.RNAd berupa rantai tunggal
yang relatif panjang.Berikut gambarnya :
RNAr
RNAr merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom.Setiap subunit ribosom
terdiri dari 30 46% molekul RNAr dan 70 80% protein.
RNAt
RNAt merupakan RNA yang membawa asam amino satu per satu ke ribosom.Pada salah satu
ujung RNAt terdapat tiga rangkaian baa pendek ( disebut antikodon ).Suatu asam amino akan
melekat pada ujung RNAt yang berseberangan dengan ujung antikodon.Pelekatan ini merupakan
cara berfungsinya RNAt, yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam
sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada RNAd.

Beri Nilai