Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MINI RISET

MATA KULIAH

: MORFOLOGI TUMBUHAN

DOSEN PENGAMPU

: Dra. CICIK SURIANI, M.Si


MORFOLOGI BUNGA
SUKU PALMAE
Oleh :
NAMA

: AHMAD NAWAWI

NIM

:4161220003

JURUSAN

:BIOLOGI

KELAS

:BIOLOGI NONDIK A 2016

KELOMPOK

:6

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2016

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Suku (famili) Arecaceae atau suku pinang-pinangan (palem) adalah kelompok

tumbuhan yang biasa disebut palma atau palem. Tumbuhan ini banyak dikenal dan
mempunyai banyak jenis di Indonesia meskipun terkadang tidak sedikit yang bingung untuk
membedakannya sehingga menyebutnya sebagai palem saja atau justru keliru dalam
menyebutkan nama jenisnya.
Secara umum suku Arecaceae mempunyai ciri-ciri:
Batangnya tumbuh tegak ke atas dan jarang bercabang
Batangnya beruas-ruas dan tidak memiliki kambium sejati
Akarnya tumbuh dari pangkal batang dan berbentuk akar serabut
Berdaun majemuk
Tangkai daun memiliki pelepah daun yang membungkus batang.
Bunga tersusun dalam karangan bunga (mayang)
Buahnya ditutupi lapisan luar yang relatif tebal (biasa disebut sabut)
Biji buah relatif cair pada saat masih muda dan semakin mengeras ketika tua.
Suku (famili) Arecaceae terdiri atas puluhan genus dan ratusan spesies (jenis). Jenisjenis yang umumnya dapat ditemui di Indonesia antara lain Enau atau Aren (Arenga pinata);
Kelapa (Cocos nucifera); Kelapa Sawit (Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera);pinang (Areca
catechu); Salak (Salacca zalacca); Sagu atau Rumbia (Metroxylon sago); Siwalan atau
Lontar (Borassus flabellifer).
B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Apa yang menjadi ciri khas suku palma


Apa saja bagian bagian dari bunga suku palma
Bagaimana tata letak bunga suku palma
Bagaimana bentuk diagram bunga suku palma

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui jenis jenis tanaman palma
2. Mengetahui rumus bunga pada suku palma
3. Mampu menggambarkan diagram bunga suku palma
4.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memahami bagian-bagian bunga
dari suku palmae, dan dapat menentukan rumus bunga pada suku palmae serta dapat
menggambarkan diagram bunga dari beberapa suku palmae.

BAB II

Tinjauan Teoritis
Diagram bunga ialah suatu gambar proyeksi pada bidang datar dari semua bagian
bunga yang dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan penampang-penampang
melintang daun-daun kelopak tajuk bunga, benang sari, dan putik. Perlu diperhatikan,
bahwa lazimnya, dari daun-daun kelopak dan tajuk bunga di gambarkan penampang
melintang bagian tengah-tengahnya, sedangkan dari benang sari digambarkan penampang
kepala sari, dan dari putik penampang melintang bakal buahnya. Dari diagram bunga itu
selanjutnya dapatdiketahui pula jumlah masing-masing bagian bunga tadi dan bagaimana
letak dan susunannya antara yang satu dengan yang lain.Dalam diagram bunga, masingmasing bagian harus digambarkan sedemikian rupa, sehingga tidak mungkin dua bagian
bunga yang berlainan digambarkan dengan lambing yang sama. Jika kita hendak membuat
diagram bunga, kita harus memperhatikan hal-hal berikut.
1. Letak bunga pada tumbuhan dalam hubungannya dengan perencanaan suatu diagram, kita
hanya membedakan dua macam letak bunga:
a.

bunga pada ujung batang atau cabang (flosterminalis).

b.

bunga yang terdapat dalam ketiak daun (flos axillaris),

2. Bagian-bagian bunga yang akan kita buat diagram tadi tersusun dalam berapa lingkaran.
Dalam membicarakan tentang bunga dan bagian-bagiannya, telah diterangkan, bahwa
bagian-bagian bunga duduk diatas dasar bunga, masing-masing teratur dalam satu lingkaran
atau lebih. Dalam diagram bunga, masing-masaing bagian harus digambarkan sedemikian
rupa, sehingga tidak mungkin dua bagian bunga yang berlainan digambarkan dengan gambar
yang sama. Mengingat, bahwa yang digambar pada diagram itu penampang-penampang
melintang masing-masing bagian bunga yang telah dijelaskan diatas.Jika dari bunga yang
hendak kita buat diagramnya telah kita tentukan kedua hal tersebut, kita mulai dengan
membuat sejumlah lingkaran yang konsentris, sesuai dengan jumlah lingkaran tempat duduk
bagian-bagian bunganya. Kemudian melalui titik pusat lingkaran-lingakran yang konsentris
itu kita buat garis tegak lurus (vertikal). Untuk bunga di ketiak daun, garis itu
menggambarkan bidang yang dapat dibuat melalui sumbu bunga, sumbu batang yang
mendukung bunga itu, dan tengah-tengah (poros bujur) daun, yang dari ketiaknya muncul
bunga tadi. Bidang ini disebut bidang median. Pada garis yang menggambarkan bidang
median itu disebelah atas lingkaran yang terluar digambarkan secara skematik penampang
melintang batang (digambarkan sebagai lingkaran kecil) dan disebelah bawahnya gambar
skematik daun pelindungnya. Pada lingkaran-lingkarannya sendiri berturut-turut dari luar ke

dalam digambarkan daun-daun kelopadaun tajuk, benang sari, dan yang terakhir penampang
melintang bakal buah (Tjitrosoepomo, 2009).
rumus bunga merupakan gambaran tentang keadaan suatu bunga. Rumus bunga
menunjukkan keadaan kelopak bunga, mahkota bunga, organ-organ reproduktifnya, dan
simetrinya. Bila bunga merupakan bunga majemuk, untuk menghitung rumus bunga
dilakukan terhadap satu bunga saja, yang mewakili keseluruhan bunga majemuk. Susunan
rumus bunga menyatakan posisi bunga mulai dari tangkai bunga sampai ke putik. Secara
berturut-turut, rumus bunga dimulai dari kelamin bunga tersebut, yang ditunjukkan oleh
organ reproduktifnya. Lambang-lambang yang dipakai dalam rumus bunga memberitahukan
sifat bunga yang bertalian dengan simetrisnya atau jenis kelaminnya, huruf-huruf merupakan
singkatan nama bagian bunga, sedang angka-angka menunjukkan jumlah masing-masing
bagian bunga. Disamping itu masih terdapat lambang-lambang lain lagi yang memperlihatkan
hubungan bagian-bagian bunga satu sama lain. Oleh suatu rumus bunga hanya dapat
ditunjukkan hal-hal mengenai 4 bagian pokok bunga sebagai berikut.
1.

Kelopak, yang dinyatakan dengan huruf K singaktan kata kalix (calix),

yang

merupakan istilah ilmiah untuk kelopak.


2.

Tajuk atau mahkota, yang dinyatakan dengan huruf C singkatan kata corolla(istilah

untuk mahkota bunga)


3.

Benang-benang sari yang dinyatakan dengan huruf A singkatan kataandroecium (istilah

ilmiah untuk alat-alat jantan pada bunga).


4.

Putik yang dinyatakan dengan huruf G singakatan kata gymnaecium (istilah untuk alat

betina pada bunga)

(rosanti,2013).

BAB III

METODE PENELITIAN
A.
a.
b.
B.
a.
b.

Waktu dan Lokasi Penelitian


Hari /Tanggal : kamis,10 november 2016
Lokasi
: Gedung 12.02.14
Populasi dan Sampel
Populasi
: jenis-jenis pada suku palmae
Sampel
:
1 .Aren (Arenga pinata)
2. Kelapa (Cocosnucifera)
3. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis)
4. pinang (Areca catechu)
5. Salak (Salacca zalacca)
C.

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam praktikum ini adalah jenis deskripsi exploratife.
D. Prosedur Penelitian
1. Meninjau lokasi lokasi yang memungkinkan tumbuh tanaman suku palmae
2. Mengambil 5 sampel bunga dari suku palmae yaitu: bunga aren,bunga kelapa,bunga kelapa
sawit,bunga pinang dan bunga salak.
3. Mengamati jenis dan tata letak bunga
4. Mengamati bagian bagian bunga dimulai dari kelopak,mahkota, benang sari sampai ke
putik
5. Mencatat hasil pengamatan serta menentukan rumus bunga yang telah diamati
6. Menggambar diagram bunga yang telah diamati
E. Analisis Data
Data hasil penelitian yang diperoleh diolah dengan menggunakan literature.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Spesies
Salaca edulis

kelamin
jantan

Simetri
Zigomorf

kelopak
3

mahkota
3

(salak )
Salaca edulis

putik

Benang

sari
Tak
hingga

betina

Actinomor

Tak

(salak)
Cocos

p
Zigomorf

hermaprodi

Nucifera

(kelapa)
Arace

hermaprodi

Actinomor

catecus

(pinang)
Elaeis

hermaprodi

Actinomor

guinensis

(sawit)
Arange

hermaprodi

Actinomor

pinnata

hingga
Tak
hingga

(aren)

A. Hasil Pengamatan
1. BungaAren (Arenga pinata)
Gambar
:

Tak
hingga

Tak
hingga

Tak
hingga

Deskripsi :
Perbungaan berumah satu, tumbuh di antara ketiak daun, merunduk kadang-kadang
lebih dari 2 m panjangnya,
bunga betina ada di ujung dan bunga jantan tumbuh di bagian bawah batangnya. diketiak
daun : bunga jantan dan betina menyatu pada tongkol, daun kelopak tiga, bulat telur, benang
sari banyak, kepala sari bentuk jarum, bunga betina bulat, bakal buah tiga, putik tiga, putih,
mahkota berbagi tiga, kuning keputih-putihan.

2. Kelapa (Cocos nucifera)


Gambar:

Keterangan:
Bunga majemuk dan terletak pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea, bunga terdiri dari
bunga jantan dan betina.bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan
di bagian yang jauh dari pangkal
3. Gambar : Kelapa Sawit (Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera)

deskripsi:
Kelapa sawit termasuk kedalam golongan tanaman monoecius, yakni bunga jantan dan bunga
betina terpisah, tetapi masih terdapat dalam satu pohon.
Tanaman kelapa sawit dilapangan mulai berbunga pada umur 12 14 bulan (dihitung
dari sejak ditanam dilahan). Dari setiap ketiak pelepah daun, akan keluar satu tandan bunga ,
jantan atau betina. Sebahagian tandan bunga ini akan gugur (aborsi), baik sebelum maupun
sesudah anthesis/receptive. Jenis kelamin bunga dapat dikenali setelah bunga menonjol
diantara ketiak pelepah daun, sebelum seludang bunga terbuka.Ciri-ciri bunga jantan adalah
berbentuk ramping (loncong) memanjang, ujung kelopak bunga agak meruncing dan
diameter bunga lebih kecil dari bunga betina.Sedangkan bunga betina berbentuk agak bundar
(oval), ujung kelopak bunga agak rata dan diameter bunga lebih besar.Perbedaan bentuk ini
sangat penting diketahui dalam melakukan penyerbukan buatan.

4. pinang (Areca catechu)

Gambar:

Deskripsi
:
Bunga bunga tersebut tersusun dalam dua deretan pada anak bulir.Simetris bunga
setangkup tunggal, bagian bagian bunga anak bulir, tangkai karangan bunga, ibu tangakai,
tangkai bunga, dan bunga.kelamin bunga bunga berkelamin dua, letak bagian-bagian bunga
Bunga-bunga jantan terdapat dalam dua baris sepanjang rakhila yang dapat merupakan
bagian distal cabang yang bebas. Bunga-bunga betina terdapat pada cabang yang pendek di
bagian basal rakhila jantan. panjang tangkai bunga kurang lebih 15-30 cm ; Bentuk kelopak
(calyx) bulat, penjang kelopak kurang lebih 1 cm, wana kelopak hijau muda, jumlah daun
kelopak (sepal) Bunga jantan memiliki 3 sepal dan tersusun valvatus, androesium dibentuk
oleh sebuah lingkaran luar yang terdiri dari 3 stamen antesepal dan lingkaran dalam yang
terdiri dari 3 stamen antepetal, dan ginoesium terdiri dari 3 pistilodium., keadaan daun
kelopak menutupi bagian atas buah; Bentuk mahkota (corolla) tumpang tindih dam
membentuk bulatan, jumlah lingkaran mahkota 3-4 buah., panjang mahkota, , warna mahkota
putih, jumlah daun mahkota (petal) 3 petal pada bunga jantan yang tersusun secara valvatus
dan pada bunga betina terdapat 3 petal yang tersusun imbricatus, keadaan daun mahkota
berdekatan; Jumlah stamen Bunga jantan 6 stamen dan bunga betina tidak memiliki stamen,
panjang stamen bunga jantan 2 cm, warna stamen kuning, bagian-bagian stamen 3 stamen
antesepal dan lingkaran dalam yang terdiri dari 3 stamen antepetal, dan ginoesium terdiri dari
3 pistilodium. Bentuk kepala sari (anthera) bulat lonjong, letak kepala sari di atas putik.;
Panjang putik kurang lebih 0,5 cm, warna putik putih bagan-bagian putik tidak begitu jelas
karena referensi yang ada tidak menyertakan mengenai hal tersebut, panjang tangkai putik
(stylus) kurang lebih 1 cm, jumlah kepala putik (stigma) 10 buah, warna kepala putik putih
susu, letak bakal buah (ovarium) di dalam buah, alat tambahan pada bunga tidak terdapat
5. Salak (Salacca zalacca)
Gambar:

Klasifikasi:
Kingdom

: Plantae

Devisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Arecales

Famili

: Arecaceae

Genus

: Salaca

Spesies

: Salaca edulis

Deskripsi :
Tanaman kelapa berbunga setelah berumur 3-4 tahun, dan tumbuh pada ketiak dauan
Bagian luar yang diselubungi oleh seludang yang disebut mancung ( saptha ). Bertujuan
untuk melindungin calon bunga dan buah pada pohon kelapa.

PEMBAHASAN
1. BungaAren (Arenga pinata)
Klasifikasi

Kingdom

: Plantae

Devisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Arecales

Famili

: Arecaceae

Genus

: Arange

Spesies

:Arange pinnata (Aren)

2. Kelapa (Cocos nucifera)


klasifikasi

Kerajaan : Plantae
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Upafamili : Arecoideae
Bangsa : Cocoeae
Genus : Cocos
Spesies : C. nucifera
Nama binomial : Cocos nucifera

3. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera)


Klasifikasi :
Kingdom

: Plantae

Devisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Arecales

Famili

: Arecaceae

Genus

: Elaeis

Spesies

:Elaeis guinensis (kelapa sawit)

4. pinang (Areca catechu)

Klasifikasi:
Kingdom

: Plantae

Devisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Arecales

Famili

: Arecaceae

Genus

:Arace

Spesies

:Arace catecus (pinang)

5. Salak (Salacca zalacca)


Klasifikasi:
Kingdom

: Plantae

Devisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Arecales

Famili

: Arecaceae

Genus

: Salaca

Spesies

: Salaca edulis

BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN
a.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ciri cirisuku palma :


Batangnya tumbuh tegak ke atas dan jarang bercabang
Akarnya tumbuh dari pangkal batang dan berakar serabut
Berdaun majemuk
Batangnya beruas ruas dan tidak mempunyai kambium sejati
Bunga tersusun dalam kerangka bunga (mayang)
Tangkai daun memiliki pelepah daun yang membungkus batang
Buahnya ditutupi lapisan luar yang relatif tebal (bisa dikatakan serabut)

8. Biji buah relatif cair pada saat masih muda semakin mengeras ketika tua
b. Suku (famili) arecaceae terdiri atas puluhan genus dan ratusan spesies ( jenis). Jenis
ini umumnya dapat di temui di indonesia antara lain Enau atau aren (Arenga pinata);
kelapa (cocosnucifera) ; kelapa sawit (elaesis guineensis dan elaeis oleifera) ;pinang
(Areca caatechu) salak (salaca edulis)

Berikut Rumus Diagram Bunga Dari Beberapa Suku Palma Yang Kami Amati
1. Aren (Arenga pinata)
K 3, C3, G 1, A
Rumus bunga :
DIAGRAM BUNGA

2. Pinang (areca catechu )


Rumus bunga:
K 3, C3, G 1, A
DIAGRAM BUNGA

3.
Kelapa (cocos nucifera)
Rumus bunga:
K 3, C3, G 1, A
DIAGRAM BUNGA

4.
Sawit (Elaeis guineensis)
Rumus bunga :
K 3, C3, G 1, A
DIAGRAM BUNGA

5.
Salak (Salacca zalacca)
Rumus bunga : :
K 3, C3, G 1, A
DIAGRAM BUNGA

DAFTAR PUSTAKA