Anda di halaman 1dari 4

RUMAH SAKIT UMUM

HARAPAN KELUARGA
Jl. RAYA RANCAEKEK CIPACING Km. 20 KAB. SUMEDANG
Telp. 022-7796335 / 022-7797072

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR


RS HARAPAN KELUARGA
NO...............................
TENTANG
PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT
DI RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA
MENIMBANG ;
a
b

bahwa untuk memberikan pelayanan gizi di instalasi gizi perlu diterapkan standar
pelayanan gizi rumh sakit.
bahwa untuk mkasud point a tersebut diatas, perlu di atur dalam bentuk surat
keputusan direktur Rumah Sakit Harapan Keluarga.

MENGINGAT
1
2
3
4

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1677/MENKES/PER/XII/2005,Tanggal 27


Desember 2005, Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Rs.
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 78 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelayanan
Gizi Rumah Sakit.
Keputusan Menteri Kesehatan Ri Nomor 1333 Tahun 1999 Tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit
Keputusan Bersama Menteri Kesehatan Ri No 894/MENKES SKB/VIII/2001 Tentang
Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Nutrisionis Dan Angka Kreditnya
Kesehatan.
MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA :
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT HARAPAN KELUARGA
TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT
KEDUA : Kebijakan Pelayanan gizi rumah sakit sebagai berikut :
1

Semua pasien rawat inap disediakan makanan sesuai dengan diet dan jenis
penyakitnya.

Semua pasien baru masuk rawat inap dibuatkan daftar permintaan makanan dan
dicatat dalam rekam medik.
3 Semua permintaan makanan pasien sesuai dengan status gizi dan kebutuhan gizi
pasien.
4 Pelayanan gizi rumah sakit mempunyai menu dan piilihan makanan bagi pasien sesuai
denggan kondisi dan standar menu rumah sakit yang ada.
5 Memberikan edukasi pada pasien dan keluarganya yang membawa makanan dari luar
sehubungan dengan anjuran diet dan intraksi makanan dengan obat
6 Makanan yang diberikan sesuai dengan kebudayaan dan agama (misalnya diet
vegetarian, halal)
7 Persiapan dan distribusi makanan dan sebagai berikut :
a Memesan bahan makanan sesuai dengan jumlah pasien , menu dan standar
porsi yang telah ditetapkan. Melakukan penerimaan bahan makanan sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan.
b Menyimpan bahan makanan basah dan kering ditempat yang sesuai.
c Melakukan pengolahan bahan makanan sesuai dengan menu yang ditentukan.
d Melakukan pengawasan terhadap proses persiapan, penyimpanan, pengolahan
dan distribusi.
e Menyediakan berbagai jenis makanan produk enteral untuk memenuhi
kebutuhan khusus pasien.
f Distribusi makanan harus dilakukan secara tepat waktu.
g Pada saat distribusi makanan harus dilengapi dengan bercode yang berisi
identitas pasien meliputi nama, jenis diet, kelas/ruangan.
8 Pasien yang berisiko gizi harus dilakukakn hal sebagi berikut :
a Pasien yang pada assesment awal beresiko gizi harus mendapat terapi gizi.
b Untuk merencanakan, dan memberikan serta memonitor terpi gizi perlu
ditetapkan dalam satu kerja sama tim.
c Mencatat respon pasien terhadap terapi gizi dan dicatat dalam rekam medik.
9 Semua pasien rawat inap akan dilakukan skrining risiko gizi oleh perawat untuk
menentukan skor risiko gizi untuk kemudian ditindaklanjuti oleh dietisen/ahli gizi.
10 Kegiatan asuhan gizi diruang rawat inap dilaksanakan oleh dietsien/ahli gizi.
11 Semua pasien dewasa dan anak yang beresiko malnutrisi, serta kondisi khusus (pasien
dengan penurunan imunitas, hemodialisis kronis, geriatri, kemoterapi, intensive care,
perinatologi, luka bakar, diabetes melitus, penurunan fungsi ginjal berat, sirosis
hepatis, cedera kepala berat, penyakit keganasan, pneumonia berat, stroke, bedah
digestif) mendapatkan asuhan gizi meliputi kegiatan :
a Assesment/pengkajian gizi pasien yang terdiri dari pengkajian
- Data antropometri
- Biokimia
- Data klinis /fisik
- Riwayat makan/gizi
- Riwayat personal
b Diagnosis gizi yang sesuai dengan masalah yang ditemukan berdasarkan
assesment gizi
c Intervensi gizi yang sesuai dengan diagnosis gizi dan memperhatikan
preskripsi diet dokter penanggungjawab pelayanan (DPJP)/dokter

12

13
14
15
16
17
18

19

20
21

22

23

24

25
26

pendamping/dokter jaga. berupa intervensi berupa pemberian makanan sesuai


preskripsi diet, pemberian edukasi/penyuluhan gizi sesuai diet.
d monitorng dan evaluasi gizi
Asuhan gizi pada pasien dengan komplikasi dilakukan oleh ahli gizi (dietisien)dengan
pendididkan D4/S1/S2 Permintaan Gizi. asuhan gizi umum /tanpa komplikasi dapat
dilakukan oleh teknisi dietsien (ahli madya gizi) lulusan d3 gizi.
Hasil asuhan gizi ditulis pada formulir asuhan gizi didokumen medik atau formulir
kolaborasi dengan format NCP
Asuhan gizi pada pasien beresiko malnutrisi dengan kondisi khusus dilaksanakan
selama pasien dirawat di rumah sakit.
Asuhan klinis pelayanan medik pada pasien dengan komplikasi beresiko tinggi
malnutrisi/sakit kritis dilakukan oleh dietisien D4/S1/S2.
Khusus untuk pelayanan gizi di perinatalogi dilakukan oleh DPJP.
Pemberian makanan bagi pasien rawat inap ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
gizi berdasarkan preskripsi diet, jenis penyakit dan kondisi pasien.
Unit produksi makanan,
a Dalam memberikan makanan bagi pasien rawat inap pelaksanaannya sesuai
ketentuan dalam surat keputusan ini.
b Memantau hasil produksi dan mengendalikan mutu serta arus biaya
penyelenggaraan makanan, apabila pelaksana produksi makanan dikerjakan
oleh rekanan RS Harapan Keluarga.
Pemantauan mutu layanan makanan pasien dilakukan dangan cara :
a Pengendalian mutu pelayanan kandungan gizi pasien oleh instalasi gizi.
b Pengendalian mutu kepuasaan pasien terhadap cita rasa makanan oleh
perawat ruang rawat inap.
Penentuan deskripsi (oredr diet) awal dilakukan oleh DPJP.
Dokter penanggung jawab pelayanan /dr jaga bertanggungjawab terhadap pemberian
preskripsi diet pasien di ruangan dan dietisien/ahli gizi bertanggungjawab terhadap
ketepatan pemberian makanan sesuai dengan preskripsi diet.
Preskripsi diet (order diet) awal pada pasien baru ditentukan oleh DPJP/dokter
pendamping/dokter jaga dalam 1x24 jam sejak pasien masuk rumah sakit terdiri dari
jenis diet dan bentuk makanan. Untuk pasien dengan kondisi khusus dicantumkan
anjuran
kebutuhan
energi
dan
atau
zat
gizi
lain
(contoh
diet:DM/RG/RP/RK/R.Purin/rendah
kolesterol.contoh
bentuk
makanan:biasa/lunak/saring/cair.
Apabila dokter hanya menentukan jenis diet, maka dietsien/ahli gizi dapat
menentukan bentuk makanan yang sesuai dengan kemampuan makan pasien, dan
didokumentasikan dalam berkas rekam medik pasien.
Preskrpsi diet definitif/lanjutan ditetapkan oleh DPJP bekerja sama dengan
dietsien/ahli gizi dalam menentukan bentuk makanan dan kebutuhan zat gizi, jadwal
dan jenis diet yang lebih tepat sesuai kondisi pasien, dan di dokumentasikan dalam
berkas rekam medik pasien.
Preskripsi diet pada pasien diruang pelayanan resiko tinggi malnutrisi (icu dewasa,
bayi, anak, neurologi , radioterapi dan bedah) ditetapkan oleh dokter DPJP.
Apabila pasien memerlukan perubahan diet (jumlah, jenis, bentuk diet, dan formula
khusus) berdasarkan assesment gizi, dietsien/ahli gizi dapat mengusulkan perubahan

atau penambahan jenis diet berkoordinasi dengan dokter penanggungjawab


pelayanan/dokter jaga/dokter pendamping.
27 Dalam kondisi tertentu apabila preskripsi diet (order gizi) Awal belum ditetapkan oleh
dokter, maka dietisien pasien/ahli gizi akan menentukan preskripsi (order diet) awal
28 preskripsi diet ditulis oleh DPJP pada formulir rujukan konseling gizi bagi pasien
rawat jalan yang memerlukan diet tertentu.
KETIGA : Surat Keputusan Ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila di kemudian hari teryata terdapat kekeliruan di dalamnya akan diadakan perubahan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan

: Sumedang

Pada tanggal :

2016

Direktur RS Harapan Keluarga

Drg. Hj. Sapti Sri Wuryani.MARS

Tembusan :
1
2
3
4

Wadir Yanmed /Ka.Instalasi/Ka.Team di lingkungan RSUDHarapan Keluarga


Komite Medik RS Harapan Keluarga
Komite Keperawatan RS Harapan Keluarga
Satuan Pengawas Intern RS Harapan Keluarga

Anda mungkin juga menyukai