Anda di halaman 1dari 4

UNIVERSITAS MULAWARMAN

FAKULTAS TEKNIK
PS S1 TEKNIK PERTAMBANGAN

PROPOSAL
TUGAS SKRIPSI
Nama
NIM
Peminatan
Judul Tugas Skripsi
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Dilaksanakan
1.

:
:
:
:

Agustiawan
1109055020
Mine HSE
Evaluasi Produksi Crushing Plant Terhadap Rencana
Peningkatan Target Produksi Tambang
: Dr. Ir. Harjuni Hasan, M.Si.
: Tommy Trides, S.T., M.T.
: Semester Ganjil 2015/2016

Judul Penelitian

Evaluasi Produksi Crushing Plant Terhadap Rencana Peningkatan Target Produksi


Tambang
2.

Latar Belakang Masalah

Pertambangan merupakan kegiatan yang padat modal, padat keterampilan dan


padat teknologi, sehingga kegiatan pertambangan mempunyai banyak resiko.
Secara garis besar tahap-tahap kegiatan dalam usaha pertambangan meliputi
Penyelidikan Umum, eksplorasi, studi kelayakan, development, eksploitasi,
pengangkutan, pemurnian atau pengolahan dan pemasaran.
Bahan galian yang dihasilkan dari tambang biasanya selain mengandung mineral
berharga yang diinginkan juga mengandung mineral pengotor (gangue mineral)
sehingga hasil tambang tidak bisa langsung dimanfaatkan atau diperdagangkan.
Untuk memisahkan mineral berharga dan mineral pengotor tersebut, maka
dilakukan proses pengolahan bahan galian (ore/mineral dressing). Pengolahan

bahan galian merupakan proses pemisahan mineral berharga dari ganguenya


(mineral tak berharga), yang dapat dilakukan secara mekanis atau non mekanis,
sehingga dihasilkan produk yang kaya mineral berharga (konsentrat) dan produk
yang harga mineralnya berkadar

rendah, karena terdiri dari gangue mineral

(tailing).
Dalam pengolahan bahan galian salah tahap yang perlu dilakukan adalah proses
pengecilan ukuran butir, sehingga pada pengolahan batubara memegang peranan
penting dalam penentu dari kualitas produk yang dihasilkan yang dalam
prakteknya banyak kendala yang dihadapi terkait proses pengecilan ukuran butir
(crushing), sehingga pada akhirnya sasaran produksi atau permintaan pasar tidak
dapat terpenuhi.
Berdasarkan latarbelakang tersebut, maka diperlukan suatu kajian teknis kegiatan
pengolahan khususnya crushing plant untuk mencapai target produksi yang
direncanakan.
3. Perumusan Masalah
Pengecilan ukuran material merupakan kegiatan awal yang umumnya dilakukan
dalam pengolahan suatu bahan galian. Tetapi banyak permasalahan yang dihadapi
dalam kegiatan tersebut, yang meliputi :
1. Kapasitas desain dan kapasitas nyata
Kapasitas desain adalah kemampuan produksi yang seharusnya dapat dicapai oleh
unit pengolahan, sedangkan kapasitas nyata adalah kemampuan produksi
sesungguhnya dari unit pengolahan berdasarkan sistem produksi yang diterapkan.
Kapsitas desain dapat diketahui dari spesifikasi alat yang diterapkan oleh pabrik
pembuatnya, sedangkan kapasitas nyata dapat diperoleh dari perhitungan hasil
produksi pada unit pengolahan.

2. Jam kerja efektif


Jam kerja efektif adalah banyaknya jam kerja pada unit pengolahan sesungguhnya
dibandingkan dengan jam kerja yang seharusnya dicapai oleh unit pengolahan.
Jam kerja efektif berguna untuk menentukan tingkat produktifitas dan efektifitas
dari suatu pekerjaan yang dilakukan, dalam hal ini adalah pada unit pengolahan.
3. Hambatan-hambatan lain
Kendala atau permasalahan-permasalahan yang dihadapi pada unit pengolahan
akan menyebabkan kegiatan pada unit pengolahan berjalan kurang produktif dan
efisien sehingga sasaran produksi yang telah ditentukan tidak dapat terpenuhi.
Salah satu masalah adalah seringnya terjadi kemacetan pada proses peremukan,
ini dapat terjadi karena kondisi material dan alat itu sendiri. Oleh karena itu jika
permasalahan yang ada dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi, maka
kegiatan pada unit pengolahan akan berjalan lebih produktif dan efisien.
4.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :


1.

Menentukan produksi teoritis dan produksi nyata dari unit pengolahan.

2.

Menentukan jam kerja efektif dari unit pengolahan.

3.

Menentukan produksi maksimum


meningkatkan produksi nyata.

4.

Menganalisa hambatan-hambatan yang terjadi pada unit pengolahan,


khususnya sering terjadinya kemacetan pada proses peremukan.

dari

unit

pengolahan

untuk

5. Batasan Masalah
Yang jadi batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Pengamatan pada unit crushing plant melalui dua tahap kominusi, yaitu
primary crushing dan secondary crushing.

2. Perhitungan produksi double roll crusher dilakukan secara teoritis dan aktual
dari pengamatan jam kerja efektif dan jarak pengumpanan material.
3. Pengamatan jarak pengumpanan material dari keseluruhan rangkaian
crushing plant.
4. Vibrating screen hanya sebagai data pendukung.
5. Umpan batubara berasal dari ROM dan berakhit di stockpile produk.
6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan setelah dilakukannya penelitian adalah sebagai berikut:
1) Dapat menentukan ukuran material yang ideal sebagai umpan pada double
roll crusher.
2) Dapat membandingkan antara produksi teoritis dan produksi nyata dari unit
pengolahan saat ini.
3) Memberikan suatu masukan sebagai bahan pertimbangan perusahaan
terhadap hasil peremukan batubara saat ini dengan meningkatkan target
produksi dari hasil analisa titik produksi optimum dan dapat meminimalisasi
hambatan-hambatan teknis serta non teknis pada unit peremukan batubara
tersebut agar target produksi dapat dicapai bahkan ditingkatkan lagi
7. Tinjauan Pustaka