Anda di halaman 1dari 31

5.

COAL HANDLING SYSTEM


5.1

Pendahuluan

Fasilitas sistem penanganan batubara umumnya memerlukan tanah


yang sangat luas, dan tempat yang ideal untuk menempatkan
fasilitas, ini jarang tersedia.
Dalam perencanaan dan dalam menentukan parameter desain untuk
sebuah fasilitas penanganan batubara, mungkin laju pembakaran
maksimum dari power plant merupakan kriteria yang menentukan.
Harus juga dipertimbangkan lokasi plant, lokasi asal batubara,
keberadaan fisik sistem yang ada, pertimbangan lingkungan,
redundancy yang diinginkan, dan jenis serta sifat-melekat
(properties) batubara yang akan dibakar.
Sistem utama dari fasilitas pengananan batubara di-tunjuk-kan
dalam Gb. 5-1.
Delivery
Batubara

Sistem
Pembongkaran B

Crushing dan
Sistem
Pengisian Silo

Silo
Unit 4

Sistem
Pembongkaran A

Sistem
Penimbunan

Penimbunan
Persediaan

Penyimpanan
Aktif

Penyimpanan
Persediaan

Sistem
Pengambilan

Pembongkaran
Persediaan

Crushing dan
Sistem
Pengisian Silo

Silo
Unit 3

Silo
Unit 2

jalur future (akan datang)


jalur existing (yang ada saat ini)
Gb. 5-1 Diagram Aliran Batubara

5. Handling - 1

Silo
Unit 1

5.2

Pengangkutan Batubara dan Sistem Unloading (Pembongkaran)

Model transportasi batubara dari tambang ke power plant


ditentukan oleh lokasi dari plant relatif terhadap lokasi tambang
dan juga metoda transportasi praktis yang tersedia seperti jalan
kereta api, saluran air (laut), jalan raya (highways), dan
konveyor.
Fungsi kereta api sebagai satu unit, yang secara kontinyu
menghantarkan batubara dari tambang ke plant. Untuk jarak yang
jauh dan dimana delivery melalui sungai atau laut memungkinkan,
delivery batubara dengan barge atau kapal biasanya merupakan
model yang paling praktis, dengan biaya per ton-mil paling
rendah. Barge sungai tipikalnya berkapasitas 1.500 ton dengan bak
terbuka. Barge laut dapat mencapai 9000 sampai dengan 15.000 ton.
Transportasi dengan truk dan
konveyor darat utamanya digunakan
untuk menyerahkan/mengantarkan batubara ke plant dekat tambang
atau plant mine-mouth.
Konsumsi batubara tahunan didasarkan pada nilai kalor dari design
batubara dalam Btu/pound dan faktor kapasitas tahunan. Konsumsi
batubara tahunan ini dibagi kedalam kebutuhan bulanan dan
selanjutnya ditambah dengan 10% sampai 15% untuk menampung
fluktuasi dari jadwal transportasi dan konsumsi unit pembangkit.
Kapasitas dari sistem pembongkaran muatan batubara didasarkan
pada kebutuhan penerimaan bulanan dan kriteria desain yang
bersifat spesifik.
5.2.1

Jenis railcars dan Unit Trains

Untuk penghantaran batubara dengan menggunakan rail, sistem


pembongkarannya didesain untuk mengakomodasi jenis spesifik dari
kereta-rail (railcar) yang akan menyerahkan (deliver) batubara.
Railcar dibuat dengan dua desain dasar: bottom dump car, dimana
pintu dari bottom car dibuka untuk pembongkaran, dan sebuah top
dump car, sebuah solid bottom car yang dibongkar dengan memutar
kereta.
5.2.1.1
Bottom
Dump
Railcar
Unloading.
Kereta
rail
pembongkaran lantai dasar (Bottom dump railcar) ada dua jenis:
Mobil hopper pembongkaran lantai asar (bottom dump hopper car)
dengan
tiga
pintu
manual,
kecil
dan
jenis
pintu-udara
pembongkaran dasar yang pintunya dibuka secara otomatis untuk
pembongkaran yang cepat.

5. Handling - 2

5.2.1.2
Rotary Car Dumper Unloading. Sistem rotary car dumper
menggunakan metoda pembongkaran lewat bagian atas kereta dengan
gondola atau kereta-kereta hopper konvensional.
Kereta-kereta yang dibongkar, masing-masing dengan rotary coupler
pada ujungnya. Kereta tersebut dikeluarkan muatannya tanpa
melepas lokomotif atau msing-masing individu kereta, dengan
memutar masing-masing kereta rail 140 sampai 160 derajat. (2,4
samapai 2,8 radial) pada waktu ia berada pada posisinya didalam
dumper. Kereta-kereta tersebut diputar terhadap garis tengah
coupler.
Sebuah
posisioner
kereta
yang
digerakkan
secara
hidraulik atau elektrik, otomatik menggerakkan unit kereta yang
terikat kedalam dumper dan secara otomatis menempatkan kereta
pada posisi siap dibongkar. Lengan posisioner diturunkan terhadap
kopling kereta rail untuk membuat posisi kereta pada posisi yang
tepat. Peralatan pengikat, bisa wheel chock atau lengan pemegang
yang mengikat kopling,
me-lok (mengikat) kereta yang berada
dalam posisi dimuka dan dibelakang dumper. Sewaktu posisisoner
beroperasi, unit kereta seluruhnya dikontrol oleh posisioner dan
peralatan pemegang.

5. Handling - 3

5.2.2

Barges Sungai

Barge sungai disusun menjadi deretan dari 15 barge sebagai bagian


dari pengiriman gabungan.
5.2.2.1
Clamshell Bucket Unloader. Alat bongkar system timba
model kulit kerang, sebagaimana ditunjukkan dalam Gb. 6-12,
menggunakan timba yang digantung pada seperangkat sistem kabel
pengangkat, yang akan membuka dan menutup timba dengan bantuan
seperangkat kabel control. Pembongkaran merupakan kegiatan yang
bersifat berulang (siklikal), kira-kira d satu timba penuh tiap
30 sampai 40 detik. Alat bongkar timba model kulit kerang untuk
barge sungai biasanya mempunyai kapasitas rendah samapi moderat.
Moderat artinya mempunyai kapasitas maksimum 1.500 ton/jam.

5. Handling - 4

5.2.2.2
Continuous Bucket Ladder Unloader. Alat bongkar sistem
tangga timba kontinyu menggunakan sederetan timba yang ditumpu
antara dua roller rantai, bergerak dalam loop yang kontinyu,
sebagaimana ditunjukkan dalam Gb. 5-14.

5.2.3

Barge dan Kapal Samudera

Barge samudera untuk transportasi batubara adalah covered hopper


dengan palka yang terpisah. Kapasitas barge bervariasi dari 9.000
s/d 15.000 ton. Kapal batubara mempunyai kapasitas dari 20.000
ton sampai dengan diatas 100.000 ton.
Clamshell bucket unloader untuk barge atau kapal samudera sama
dengan desain dan operasi dari unloader yang diuraikan untuk
barge sungai, kecuali bahwa mesin berjalan diatas serangkaian
rail diatas dock. Ini memungkinkan barge atau kapal samudera,

5. Handling - 5

karena ukurannya, tetap stationer sementara unloader melakukan


reposisi dari palka ke palka. Sebagai tambahan, boomnya dihinged
dimuka menara penumpu dan dapat dinaikkan untuk memungkinkan
kapal untuk merapat.
Kapasitas clamshell bucket unloader untuk barge atau kapal
samudera dapat mencapai maksimum free digging rate 3000 ton per
jam, sampai kira-kira 50% dari free digging rate untuk operasi
pembongkaran yang lengkap.
Continuous bucket unloader untuk barge atau kapal samudera
kemungkinan mempunyai desain dan operasi sama dengan unloader
yang diuraikan untuk barge sungai.
Continuoius bucket ladder unlader, untuk barge dan kapal
samudera, fee digging rate dapat mencapai maksimum 5.000 ton per
jam pada waktu memulai membongkar muatan kapal, atau finished
unloading rate kira-kira 65% dari free digging rate.

5. Handling - 6

5.2.4

Truk

Truks Jalan raya untuk transportasi batubara berupa jenis rear


dump atau bottom dump. Kedua jenis tersebut dapat membongkar ke
dalam sebuah hopper atau secara langsung ke pile penimbunan
5.2.5

Konveyor Darat

Konveyor-konveyor overland (darat) mengangkut batubara untuk


semua ukuran dari power plants yang berdekatan dengan tambang
batubara. Konveyor overland juga digunakan jika terminal barge
atau kapal masih beberapa mil dari plant. Overland conveyor
umumnya menghantarkan batubara sampai dengan 10 mil (16 km) dari
tambang atau terminal ke power plant.
5.3

Sistem Stockout (Penimbunan),


Storage (Penyimpanan)

Reclaim

(Pengambilan)

dan

Stockout adalah terminologi bagi metoda dan peralatan yang


digunakan untuk menempatkan material didalam tempat (daerah)
penyimpanannya, dimana reclaim adalah terminologi bagi metoda
atau peralatan yang digunakanan untuk mengambil (mendapatkan
kembali) material dari tempat (daerah) penyimpanannya. Storage
adalah tempat (daerah) dimana suatu material ditahan tetap pada

5. Handling - 7

tempat tersebut dari waktu dia diterima sampai waktu ia


dibutuhkan bagi konsumsi plant.
Stockpilling dan unloading dari batubara adalah fungsi-fungsi
yang sangat berkaitan, dalam operasi unloading secara kontinyu
membutuhkan withdrawal dan conveying material secara simultan
dari titik unloading sampai
titik tempat penyimpanan di power
plant.
Laju
penghantaran
(conveying)
material
ke
tempat
penyimpanan harus sesuai dengan laju unloading maksimum sehingga
kedua operasi tersebut dapat dilaksanakan sebagai proses kontinyu
tunggal. Untuk sebuah pusat pembangkit dengan sistem penerimaan
batubara multiple, sistem stockout harus mampu mendukung masingmasing sistem unloading. Ini dapat dilakukan dengan sistem
stockout yang terpisah, atau sistem unloading sekunder dapat
didesain untuk hold batubara selama operasi unloading pada
sistem unloading primer.

5. Handling - 8

Kapasitas dari sistem reclaim batubara termasuk coal crushing dan


sistem pengisisan silo didasarkan pada konsumsi harian maksimum
dari semua unit pembangkit. Kapasitas total ini mungkin didesain
pada awalnya atau ditetapkan sebagaimana dibutuhkan (phase in).
Tempat penyimpanan batubara termasuk penyimpanan aktif (live
storage) dan cadangan (dead storage). Tempat penyimpanan aktif
mengkoordinasikan
penyerahan
dan
penggunaan
(konsumsi)
pembangkit. Tempat penyimpanan cadangan harus memertimbangkan
terjadinya gangguan dalam pengiriman (delivery) batubara.
Peralatan yang berhubungan dengan sistem stockout dan reclaim
harus tidak dioperasikan melebihi 12 jam per hari normal.
Sebagaimana dengan sistem unloading, kriteria ini berlaku untuk
fasilitas penanganan batubara secara keseluruhan.
5.3.1

Peralatan Stockout

Pemilihan sistem stockout yang tepat didasarkan pada sistem


pembongkaran yang dipilih, kebutuhan akan blending, kebutuhan
akan tempat penyimpanan yang tertutup, pertimbangan ekonomis.
Jenis alternatif peralatan stockout outdoor untuk batubara
termasuk konveyor dengan boom tetap, radial stacker, traveling
stacker, bucket wheel stacker-reclaimer, dan elevated reversing
shuttle conveyor.
Jenis alternatif peralatan indoor stockout termasuk traveling
tripper dan portal stacker reclaimer.

5. Handling - 9

5. Handling - 10

5. Handling - 11

5. Handling - 12

5.3.2

Peralatan Reclaim

Secara umum, system reclaim mungkin diklasifikasikan dalam system


bawah tanah atau diatas tanah, tergantung apakah batubara
diambil dari bagian atas atau bagian bawah tumpukan batubara,

5. Handling - 13

5. Handling - 14

5. Handling - 15

5. Handling - 16

Table 5-1 . Stock-out and Reclaim Capacities (Coal)


Equipment

Pile Height
(ft)

Per Unit Length


(ton/ft)

Pile Length
(ft)

Total
capacity
(tons)

Fixed Boom Conveyor

60

Radial Stacker

30

62.5 ton/deg

180 deg

12,500

Traveling Stacker

40

53

600

34,700

40

40
25
30

600
600
600

27,000
15,000
18,000

Slewing type small


Stockout
Reclaim

50

100
75

600
600

76,000
45,000

Slewing type large


Stockout
Reclaim

70

310
245

600
600

210,000
147,000

Elevated reversing
Shuttle conveyor

60

120

600

86,400

Traveling tripper
Triangular pile
Diamond-shaped pile

60
60

120
40

600
600

84,000
24,600

Portal stacker-reclaimer
Stockout and Reclaim

40

50

300

17,400

Bucket Wheel
Stacker-Reclaimer
Trench Type
Stockout
Reclaim 90 deg
Reclaim 90/45 deg

Equipment
Drum reclaimer

10,000

Reclaim Capacity (tons/h)


Complete pile

Stationary feeders
Vibratory 24 in
Vibratory 72 in

225
1,200

Stationary feeders
Belt 24 in
Belt 72 in

120
2,400

Rotary flow feeder

200 2,000

Note:

Angle of repose 37 degrees


Density 50 lb/ft3

5. Handling - 17

5.3.3

Penimbunan Batubara

5.3.3.1
Penimbunan Batubara Aktif dan Cadangan. Area
penimbunan batubara termasuk penimbunan batubara yang bersifat
aktif dan cadangan. Penimbunan batubara aktif menyatakan secara
tidak langsung jumlah batubara yang disimpan yang akan diambil
dan dibakar. Ia disimpan untuk waktu yang tidak terlalu lama,
kurang dari satu minggu. Dalam keadaan normal, suatu pusat
pembangkit mempunyai kapasitas penyimpanan aktif untuk 3 hari
pada laju pembakaran maksimum dari semua unit. 3 hari dapat
berkurang atau bertambah tergantung pada sumber batubara, model
dan
jarak
transportasi,
kondisi
iklim,
availability
dari
pembangkit. Untuk mengijinkan pemilihan sumber batubara dan untuk
mempertimbangkan perubahan pertimbangan lingkungan, criteria
desain dari area penyimpanan juga memasukan pertimbangan dari
pemisahan penyimpanan dari batubara yang berbeda.
Tumpukan penyimpanan cadangan adalah area penyimpanan jangka
panjang yang memberikan pasokan emergency dari batubara untuk
pusat pembangkit dalam hal terjadi interupsi dari pengiriman
batubara. Tumpukan penyimpanan cadangan biasanya menahan pasokan
60 sampai 90 hari pada 65 sampai 80% laju pembakaran maksimum.
5.3.3.2
Pengaturan dan Manajemen Sistem Tumpukan Batubara.
Tumpukan penyimpanan batubara aktif disimpan dan diambil oleh
peralatan sebagaimana diuraikan dalam Bab 5.3.1 dan 5.3.2, dengan
konfigurasi tumpukan yang didasarkan pada peralatan stock-out dan
reclaim yang digunakan. Tumpukan tidak dipadatkan, dengan
densitas nominal 50 lb/ft3 (800 kg/m3). Konfigurasi tumpukan
penyimpanan cadangan biasanya berbentuk persegi panjang. Ia
dipadatkan pada ketinggian kira-kira 40 kaki (12,2 m). Kemiringan
sisi tumpukan 4 : 1 untuk memungkinkan peralatan berat juga
memadatkan sisi tumpukan. Tumpukan dipadatkan pada lapisan 1 kaki
(0,3 m) dengan alat berat dengan roda karet sehingga mempunyai
densitas 70 lb/ft3 (1,120 kg/m3). Tumpukan penyimpanan cadangan
diletakkan dekat bersebelahan atau sedekat mungkin dengan
penyimpanan aktif. Ia ditumpuk dan direclaim dengan alat berat.
Pengendalian abu yang berhasil pada tumpukan batubara tergantung
pada konstruksi tumpukan yang memberikan dasar yang stabil untuk
supressi abu dan untuk mengurangi kemungkinan pembakaran yang
spontaneous.
5.3.3.3
Peralatan Berat (Mobile Equipment). Tidak perduli
jumlah tumpukan batubara dan jenis batubara yang disimpan, ruang
yang cukup harus disiapkan untuk memberikan fasilitas pada
kebutuhan pusat pembangkit termasuk penggunaan alat berat didalam
area dimaksud. Alat berat yang digunakan dalam menangani dan
membuat tumpukan cadangan dapat dibagi dalam lima jenis:

5. Handling - 18

5.3.4

Track-type tractors baik bagi kapasitas yang besar untuk


jarak pendek. Kapasitas tractive yang baik membantu dalam
membentuk tumpukan
Wheel-type dozers dengan desain yang diartikulasikan
mempunyai kemampuan maneuver dan stabilitas yang baik untuk
membawa batubara pada jarak yang lebih besar. Mereka
mempunyai koefisien traksi lebih rendah dibanding track-type
tracktors.
Wheel-type front-end loaders mesin yang cakap dalam banyak
hal untuk melaksanakan pekerjaan dozing, digging, dan
manajemen tumpukan
Wheel type scrapper dengan drives dan self-loading tandem
baik untuk operasi kapasitas besar dan haul yang panjang.
Paling cocok untuk system top loading and drive over hopper
reclaim.
Wagon air yang menggunakan tangki baffled dan nozzle sembur
memberikan supressi abu pada tumpukan penyimpan dan
haulage roads, dan menyemburkan surfactant untuk men-seal
area-area penyimpanan cadangan yang tidak aktif.
Sistem Gabungan Stockout, Reclaim, dan Storage.

Berbagai metoda dan peralatan telah dibahas: Peralatan Stockout,


Reclaim dan Sistem Penyimpanan. Tiga sistem ini diintegrasikan
dalam suatu fasilitas yang lengkap untuk tiap pusat pembangkit
untuk menangani batubara dari pembongkaran (unloading) sampai ke
silo atau pengisisan bin harian. Beberapa peralatan mampu
melakukan pekerjaan stockout sekaligus reclaim, dimana yang lain
didesain secara khusus untuk salah satu fungsi. Peralatan juga
ditentukan ukurannya dan disusun apakah untuk penyimpanan diluar
(outdoor) atau tertutup. Tiga sistem tersebut diatas digabung
dengan berbagai
variasi untuk menangani kebutuhan khusus bagi
masing-masing pusat pembangkit.

5.4
5.4.1

Sistem Crushing dan Pasokan Plant


Parameter Penghancuran Batubara dan Pengisian Silo

Kapasitas total dari sistem crushing dan pengisian silo untuk dua
unit ditentukan dengan dasar laju pembakaran maksimum harian
untuk kedua unit kali 2,4. Faktor operasi 2,4 ini untuk
memungkinkan dilakukan pekerjaan pemeliharaan dan fleksibilitas
operasi. Dibutuhkan 10 jam operasi per hari untuk memasok unitunit tersebut untuk kebutuhan selama 24 jam.
Contoh soal: Dua unit masing-masing berkapasitas 450 MW dengan
maksimum laju pembakaran 250 ton per jam, membutuhkan sistem
konveyor ganda yang mampu menghantarkan batubara sebanyak = 250 x

5. Handling - 19

2 x 2,4 = 1200 t/jam.


kapasitas 600 ton/jam.
5.4.2

Masing-masing

konveyor

akan

mempunyai

Penghancuran Batubara

Pada umumnya, ukuran batubara yang diterima di pusat pembangkit


berkisar pada ukuran 4 inch (10 cm) atau lebih kecil. Ukuran yang
dibutuhkan bagi pulverizer adalah sekitar 1 samapai 1 inch (3
sampai 4 cm). Untuk ini batubara harus dihancurkan sebelum
diangkut ke silo unit pembangkit.

5.4.3

Pengisian Silo Batubara

Ada berbagai metoda dan peralatan untuk mengisi silo batubara.


Jenis paling utama dari peralatan pengisisan silo adalah tripper
conveyor
tetap,
traveling
tripper,
reversible
stationary
conveyors dan en-masse chain conveyors.

5. Handling - 20

5. Handling - 21

5. Handling - 22

5.5

Penentuan ukuran Conveyor, Desain dan Sistem Penumpu

Belt
conveyor
digunakan
didalam
dan
antara
pembongkaran
(unloading) batubara, penimbunan (stockout) dan pengambilan
(reclaim) dan pengisian (filling) silo atau sistem pengisian bin
harian.

5. Handling - 23

5.6

Sistem Sampling dan Pengukuran

Dua subsistem penting dari fasilitas pengananan batubara adalah


sistem sampling, untuk as-received dan as-fired, dan sistem
penimbangan, yaitu timbangan belt, truck dan train.
Sampel batubara diambil dari aliran batubara untuk menetapkan dan
memantau efisiensi plant dan untuk memverifikasi nilai kalor dari
batubara yang diserahkan ke plant. Sebagai persyaratan minimum,
pusat-pusat pembangkit harus mempunyai sistem sampling as-fired
untuk menetapkan performa pembangkit. Sistem as-fired akan berada
di bangunan coal crusher atau daerah plant transfer, dimana
system as-received akan berada di bangunan transfer pertama
setelah bangunan unloading.
5.6.1.

Sampling Batubara

Objektif dari pengumpulan sample batubara adalah untuk memperoleh


bagian
kecil
batubara
yang
merepresentasikan
keseluruhan
pengapalan atau consignment dan kemudian menganalisanya untuk
menetapkan karakteristik batubara seperti nilai kalor, kadar abu,
belerang dan kandungan kelembaban (moisture).

5. Handling - 24

5. Handling - 25

5.6.2.

Pengukuran Berat Batubara

Sistem penimbangan menetapkan jumlah material yang diserahkan ke


plant site, laju kebutuhan material, jumlah material yang
disimpan, dan laju penanganan dari perlatan. Desain dari
penimbangan batubara ada tiga macam: Belt scale, Truck Scale dan
Train Scale.

5.7
5.7.1

Sistem Pengendali Debu


Pengumpul Debu

5. Handling - 26

Pengumpul debu kering untuk batubara melibatkan pengeluaran


udara penuh-debu dari titik transfer yang tertutup atau tempattempat berdebu lainnya kadalam sistem saluran ducting. Sistem
ducting menghantarkan udara openuh-debu ke unit saringan kain.

5.7.2

Supresi Debu

5. Handling - 27

5.7.2.1
Supresan Air. Meskipun ditinjau dari segi ekonomi,
ketersediaan, dan keamanaan air merupakan fluida yang ideal, akan
tetapi, air bukan merupakan supresan abu yang dapat bekerja
secara efisien. Air merupakan fluida dengan high surface tension
yang mengakibatkan partikel debu tetap berada diluar butir-butir
air.

5.7.2.2
Supresan Air diolah secara kimiawi. Air yang diolah,
karena tensi permukaannya rendah lebih cepat untuk dikabutkan,
lebih banyak butir-butir air yang dihasilkan, mengakibat contact
area bertambah. Tidak disebut kimiawi apa yang digunakan. Cukup
disebut dengan chemical agent.
5.7.2.3
Supresan Kabut dan Busa. Dua bentuk lain dari supresan
adalah busa dan kabut.
5.7.3

Pengendali
Cadangan

Debu

untuk

Tumpukan

Penyimpanan

Batubara

Tiga metoda pengendalian abu untuk tumpukan batubara cadangan


adalah stabilasi dengan menanam tumbuh-tumbuhan stabilisasi
menggunakan zat kimia dan capping.

5. Handling - 28

5.8

Pengaturan Fasilitas/Peralatan Batubara

Tabel 5-4 Karakteristik Fitur Fasilitas Penanganan Batubara


Item

Intermountain

Crystal River

Coal Creek

E Rawhide

Old Dominion

Utility

Intermountain
Power Agency

Florida Power
Corporation

Cooperative
Power

Plate River
Power
Authority

Old Dominion
Electric
Corp.

Lokasi
Pembangkit

Utah

Florida

North Dakota

Colorado

Virginia

Unit saat
ini/MW

2/825

1/380
1/490
2/700

2/520

1/250

2/393

Total/MW

3.300

2.270

2.200

690

786

Jenis
batubara

Bituminous

Bituminous
dan
Subbituminous

Lignite

Subbituminous

Bituminuos

Transportasi
Batubara

Train/truk

Train/barge
samudera

Overland
conveyor

Train

Train

Laju
Unloading dan
stockout
(TPH)

6.000/1.000

2.500/1.500

2.500

3.500

3.500

Laju
Pengisisan
Silo dan
Reclaim (TPH)

2 x 1.000

1 X 600
2 x 800

2 x 1.000

1 x 500

1 x 800

Sistem
Unloading

Air-door
bottom
dump/bottom
dump

Air-door
bottom
dump/unloader
bucket
clamshell

Conveyor
discharge

Dumper
Berputar

Pintu-udara
bongkar bak
bawah

Sistem
Stockout

Traveling
stacker

Slewing S-R
dua trench
S-R

Conveyor
Slewing S-R

Conveyor

Conveyor

Sistem
Penyimpanan
Aktif (Ton)

Tumpukan 4 x
30.000

Tumpukan
1x24.000
Tumpukan
4x25.000

Silo 2x16.000
Tumpukan
2x62.000

Silo 2x6.000

Silo 2x17.000

Sistem
Reclaim

Rotary plow
feeder

Slewing S-R
Dua trench
S-R

Feeder
bergetar
Slewing S-R

Feeder
Bergetar

Feeder
Bergetar

Sistem
Pengisian
Silo

En-masse
chain
conveyor

Tripper
Conveyor
tetap

Tripper
Conveyor
tetap

Tripper
Bergerak

Tripper
Bergerak

Fasilitas
penanganan
Batubara

5. Handling - 29

5. Handling - 30

5. Handling - 31