Anda di halaman 1dari 3

F.

Proses Kesetimbangan dalam Industri


Proses Industri umumnya akan mengikuti hukum ekonomi, yaitu dengan biaya yang sekecilkecilnya untuk memperoleh untung sebanyak-banyaknya.
Prinsip ini didalam industri yang menghasilkan barang tentunya dapat diubah menjadi, dengan
usaha dan biaya seminimal mungkin untuk menghasilkan barang industri sebanyak-banyaknya,
untuk itu faktor-faktor yang menghambat atau memperlambat pada proses itu diusahakan
seminimal mungkin. Pada bagian ini akan dibahas bagaimana memperoduksi amoniak (NH3)
dan asam sulfat (H2SO4) dalam industri. Kedua bahan kimia tersebut dalam proses
pembuatannya melibatkan reaksi setimbang, yang merupakan tahap paling menentukan untuk
kecepatan produksi.
1. Proses Haber Pada Pembuatan Amoniak.
Amoniak (NH3) merupakan senyawa penting dalam industri kimia, karena sangat luas
penggunaannya, misalnya untuk pembuatan pupuk; asam nitrat dan senyawa nitrat untuk
berbagai keperluan. Produksi amoniak di Indonesia dilakukan pada pabrik petrokimia di Gresik
dan Kujang. Proses pembuatan amoniak dilakukan melalui reaksi :
Cara ini mulai diperkenalkan oleh Fritz Haber
Bangsa Jerman pada tahun 1913, dimana pada Perang Dunia I Jerman terkena Blokade Tentara
Sekutu sehingga pasokan senyawa nitrat (Sendawa Chili , KNO3) dari Amerika yang merupakan
bahan pembuat amunisi tidak dapat masuk ke Jerman.
Reaksi pembuatan amoniak ini merupakan reaksi setimbang, oleh sebab itu untuk mendapatkan
amoniak sebanyak banyaknya pada prosesnya digunakan Azas Le Chatelier, yaitu untuk
menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan NH3, konsentrasi N2 dan H2 diperbesar
(dengan menaikkan tekanan kedua gas tersebut), Faktor lain yang sangat penting untuk
diperhatikan adalah suhu dan tekanan.
Dilihat dari reaksinya yang eksoterm seharusnya proses tersebut dilakukan pada suhu rendah,
tetapi jika dilakukan pada suhu rendah reaksi antara N2 dan H2 menjadi lamban, untuk itu dapat
diatasi dengan memberi katalisator Fe yang diberi promotor (bahan yang lebih mengaktifkan
kerja katalisator) Al2O3 dan K2O. Selain suhu faktor tekanan juga perlu diperhatikan, bila
diperhatikan dari persamaan reaksinya NH3 akan banyak terjadi pada tekanan tinggi, meskipun
demikian harus juga memperhatikan biaya yang diperlukan dan konstruksi bangunan pabriknya.
Dengan berbagai pertimbangan itu didapat kondisi optimum, dimana pada kondisi tersebut akan
diperoleh amonia yang secara ekonomis paling menguntungkan. Pada tabel berikut dipaparkan
berbagai kondisi temperatur dan tekanan serta amoniak yang dapat dihasilkan.
Tabel 4. Persentase Amoniak pada Saat Setimbang untuk Berbagai Suhu dan Tekanan

Dengan pertimbangan konstruksi pabrik, beaya


produksi dan berbagai pertimbangan diatas, kondisi optimum untuk operasional pabrik amonia
umumnya dilakukan pada tekanan antara 140 atm 340 atm dan temperatur antara 400 C 600
C.
2. Pembuatan Asam Sulfat Dengan Proses Kontak
Asam sulfat merupakan bahan indutri kimia yang penting, yaitu digunakan sebagai bahan baku
untuk pembuatan pupuk. Proses Industri asam sulfat ( H2SO4) sebenarnya ada dua cara yaitu
dengan proses Kamar timbal dan Proses Kontak. Proses kamar timbal sudah ditinggalkan karena
kurang menguntungkan, hanya tinggal satu pabrik di Amerika Serikat yang masih beroperasi dan
itupun dianggap sebagai museum industri. Proses kontak menghasilkan asam sulfat mencapai
kadar 99% dan beayanya lebih murah, di Indonesia pabrik asam sulfat antara lain di Petrokimia
Gresik, Pusri Palembang dan Kujang Jawa Barat.
Pembuatan asam sulfat meliputi tiga tahap yaitu,
-Pembakaran belerang menjadi belerang dioksida,

-Oksidasi SO2 menjadi SO3,


-Mereaksikan SO3 dengan air,

Belerang dioksida yang dihasilkan harus benar-benar


murni sebab bila mengandung pengotor akan mengganggu proses selanjutnya. Di Petrokimia
Gresik gas SO2 diperoleh dari sisa pengolahan tembaga atas kerjasama dengan PT Freeport
(Irian Jaya). Tahapan paling menentukan pada proses pembuatan asam sulfat adalah
tahapan kedua, yaitu proses pengubahan SO2 menjadi SO3 . Reaksi pada proses ini
merupakan reaksi kesetimbangan, maka untuk memperbanyak hasil harus memperhatikan azas
Le Chatelier.
1. Reaksi tersebut menyangkut tiga partikel pereaksi ( 2 partikel SO2 dan 1 partikel gas
O2 ) untuk menghasilkan 2 partikel SO3 , jadi perlu dilakukan pada tekanan tinggi.
2. Reaksi kekanan adalah reaksi eksoterm (H = 196 kJ) berarti harus dilakukan pada
suhu rendah, tetapi permasalahannya pada suhu rendah reaksinya menjadi lambat. Seperti
pada pembuatan amoniak permasalahan ini dapat diatasi dengan penambahan katalisator
V2O5

Dari penelitian didapat kondisi optimum untuk proses industri asam sulfat dilakukan pada suhu
antara 400 C 450 C dan tekanan 1 atm. Hasil yang didapat berkadar 97 99% H2SO4. Oleh
karena pada kondisi tersebut sudah didapat hasil yang kadarnya cukup tinggi, maka tidak perlu
dilakukan pada tekanan yang lebih tinggi, sebab hanya akan membuang biaya tanpa peningkatan
hasil yang berarti.