Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

RINGKASAN MATA KULIAH


TEORI AKUNTANSI
INTERNATIONAL ACCOUNTING AND THE EFFECT OF
CULTURAL DIFFERENCES HUMANISATION EFFORTS

Dosen : Prof. Dr. Sutrisno, M.Si.,Ak.,CA.

Oleh
KHAIRIZAL ALWIYADI RUSMAN

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

CHAPTER 6
AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN PENGARUH PERBEDAAN BUDAYA DAN
UPAYA HUMANISASI

Pendahuluan
Beberapa negara di seluruh dunia telah mengadopsi standar akuntansi sebagai hasil
dari standar akuntansi yang disusun oleh Komisi Standar Akuntansi Internasional (yang
disebut Standar Akuntansi Internasional). Negara-negara berkembang mengadopsi standar
akuntansi tersebut dikarenakan penyusunan standar akuntansi membutuhkan biaya yang
banyak dan memerlukan waktu yang cukup lama.
Pada bab ini kita mempelajari faktor-faktor yang mungkin berpengaruh pada laporan
keuangan. Secara spesifik kita mempelajari dampak-dampak dari faktor tersebut seperti
budaya nasional yang mungkin telah berada di dalam praktek dari laporan keuangan dan kita
melihat adanya beberapa bukti yang membedakan dalam praktek laporan keuangan antara
negara-negara, yang sebagian dijelaskan dengan menegaskan perbedaan dalam bermacammacam unsur budaya dari orangorang di negara tersebut. Oleh karena itu kita
mempertimbangkan pendapat-pendapat mengenai budaya dan kepercayaan suatu komunitas
dalam bagaimana mereka memilih standar akuntansi.
Definisi Akuntansi Internasional
Istilah akuntansi internasional digunakan dalam bermacam-macam pemikiran dan ini
menyebabkan beberapa ambiguitas. Weirich, Avery, and Anderson (1971) menyajikan
sebuah pandangan dari tiga cara yang berbeda tentang pengertian akuntansi internasional
(Riahi-Belkaoui, 2000, p.480). Ini dapat dibedakan menjadi:
1. Universal atau akuntansi dunia.
2. Comparative atau akuntansi internasional.
3. Akuntansi perusahaan-pusat asing.
Universal atau akuntansi dunia mempertimbangkan permasalahaan (seperti biaya,
keuntungan, yang merupakan hambatan) yang berhubungan dengan pelaksanaan dari sebuah

penyeragaman perlengkapan dari peraturan-peraturan akuntansi yang akan digunakan


diseluruh dunia. Weirich, Avery and Anderson (1971) menyatakan:
Penjelasan Perbedaan atas Penerapan Praktek-Praktek Akuntansi di Beberapa Negara
Pertama-tama kita telah mengetahui cabang kedua dari akuntansi internasional yang
dikemukakan oleh Weirich, Avery and Andeerson (1971), cabang tersebut memeriksa
perbedaan dalam ruang lingkup internasional di dalam praktek-praktek akuntansi. Jika kita
melihat aturan-aturan akuntansi di negara-negara lain akan ada perbedaan yang khas antara
negara-negara tersebut. Penulis seperti Perera (1989) menyatakan bahwa praktek- praktek
akuntansi di dalam negara-negara tertentu yang berkembang untuk menyamakan kondisi
sebuah masyarakat tertentu, pada waktu tertentu. Sementara itu, masih ada sebuah perbedaan
besar dalam sistem akuntansi yang diterapkan di negara-negara berbeda, ini telah diterima
secara umum bahwa ada dua model utama dari akuntansi keuangan yang telah dikembangkan
di dalam bidang ekonomi di negara-negara berkembang.
Alasan-alasan Perbedaan Akuntansi Internasional
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kepemilikan bisnis atau sistem keuangan


Warisan kolonial
Penyerbuan
Perpajakan
Inflasi
Tingkat pendidikan
Umur dan jumlah dari akuntan
Perkembangan tingkat ekonomi
Sistem yang legal
Budaya
Sejarah
Geografi
Bahasa
Pengaruh dari teori
Sistem politik, keadaan (iklim) sosial
Agama
Kebetulan

Budaya
Keterkaitan antara akuntansi dan budaya seperti yang diungkapkan oleh Violet
(1983,p.8), yaitu:
Akuntansi adalah sebuah institusi sosial yang dibentuk oleh budaya-budaya untuk
melaporkan dan menjelaskan fenomena sosial tertentu yang terjadi dalam transaksi

ekonomi. Sebagai sebuah institusi sosial, akuntansi telah menyatukan kebudayaan adat dan
elemen-elemen tertentu di dalam paksaan dari aturan-aturan budaya. Akuntansi tidak bisa
dipisahkan dan di analisa sebagai sebuah komponen yang bebas dari sebuah budaya. Seperti
umat manusia dan institusi sosial lainnya, sebuah produk dari budaya dan memberikan
perubahan pada kebudayaan yang menerapkannya. Karena akuntansi ditetapkan secara
budaya, adat istiadat, kepercayaan, dan instisusi mempengaruhinya.
Empat Dimensi Nilai Sosial menurut Hofstede 1984
1

Individualisme melawan Kolektifisme


Individulisme berarti sebuah pilihan untuk melepaskan hubungan kerangka
sosial di dalam sebuah masyarakat dimana perseorangan diharuskan untuk menjaga

dirinya sendiri dan keluarga terdekatnya saja.


Besar melawan Kecil, Jangkauan Jarak
Jangkauan jarak adalah tingkatan dimana anggota masyarakat menerima
kekuatan tersebut dalam institusi dan organisasi disalurkan secara tidak seimbang. Ini
mengakibatkan tindakan dari kekuatan yang lemah sama bagusnya dengan aggota

masyarakat yang memiliki kekutan lebih besar


Kuat melawan Lemah, Pengalihan Ketidakpastian
Pengalihan ketidakpastian adalah tingkatan dimana anggota masyarakat
merasakan tidak nyaman dengan ketidakpastian dan kerancuan. Perasaan ini
memimpin mereka untuk mempercayai kepastian yang menjanjikan dan menopang
kenyamanan

keamanan

institusi.

Masyarakat

dalam

konteks

pengaliahan

ketidakpastian yang kuat menegakkan kode-kode yang kuat dari kepercayaan dan
4

kebiasaan dan tidak berkesinambungan kearah penyimpangan ide-ide.


Sifat Maskulin melawan Sifat Feminim
Sifat maskulin berarti sebuah pilihan di dalam masyarakat untuk pencapaian
sukses, kepahlawanan, ketegasan dan sukses secara materi. Ini berlawanan dengan
sifat feminism yang berarti pilihan untuk berhubungan, kesederhanaan, peduli
terhadap kelemahan, dan kualitas hidup. Pokok permasalahan yang ditujukan dalam
lingkup ini adalah cara dimana sebuah masyarakat menyediakan aturan-aturan
kemasyarakatan (sebagai lawan untuk hal-hal yang bersifat biologis) yang
berhubungan dengan jenis kelamin.

Empat Nilai Akuntansi Menurut Grays (1988)


1

Profesionalisme melawan Pengawasan Perundangan

Sebuah pilihan untuk eksistensi dari keputusan individu secara professional


dan pemelihararan dari regulasi mandiri professional, sebagai kebalikan untuk
2

pemenuhan dengan pemberian permintaan legal dan pengawasan perundangan.


Keseragaman melawan Kebebasan
Sebuah pilihan untuk penyelenggaraan praktek-praktek akuntansi seragam
antara perusahaan dan kegunaan yang tetap dari praktek-praktek serupa sepanjang
waktu, berkebalikan dengan kebebasan dalam kesesuaiannya dengan kondisi dari

perusahaan perseorangan.
Konserfatisme melawan optimisme
Sebuah pilihan untuk sebuah pendekatan yang sangat hati-hati untuk
mengatasi ketidakpastian dari peristiwa-peristiwa yang akan dating, berkebalikan

dengan optimisme, laissez-faire, pendekatan yang mengambil resiko.


Kerahasiaan melawan Keterbukaan
Sebuah pilihan untuk bekerja secara empat mata dan pembatasan dari
penyampaian informasi tntang bisnis hanya dengan siapa yang ikut berperan di dalam
manajeme dan keuangan, berlawanan dengan keterbukaan, terbuka dan menggunakan
pendekatan yang bisa diketahui oleh publik.

Agama
Sebuah keputusan dari penelitian yang didasarkan pada budaya, khususnya pada
batasan dari Hofstede dan Gray, mencoba menjadikan sebuah negara memasukkan dalam satu
grup pemikiran mereka tersebut dalam istilah komunitas dan akuntansi daerah ini dirasakan
sebagai sajian pedoman di dalam proses keharmonisasian khususnya pada pengidentifikasian
batasan-batasan. Seperti yang mereka gambarkan, agama lebih penting dari sebuah batasan
nasional. Mereka mengetahui bagaimana budaya Islam, yang telah ada di banyak negara,
memiliki kecxenderungan gagal untuk menggabungkan praktek-praktek akuntansi barat dan
mereka menggambarkan bagaimana permaslahan agama sebelumnya telah menempati ruang
yang terbatas didalam kepustakaan akuntansi.
Kepemilikan Bisnis dan Sistem Keuangan
Dalam naskah yang lainnya, dimana dicoba untuk menyajikan sebuah wawasan dalam
penjelasan perbedaan internassional di laporan keuangan, Nobes (1998) mengemukakan
bahwa alasan pertama untuk perbedaan internasional adalah perbedaan tujuan untuk laporan
itu sendiri.

Hipotesisnya memprediksikan sebuah korelasi antara style dari keuangan perusahaan


dan tipe dari system akuntansi yang aturannya dibuat dan disiapkan dari laporan keuangan di
negara-negara tetangga yang sangat dipertimbangkan dengan pengguna luar. Kerangka
pemikiran tersebut digunakan oleh pembuat aturan dari Amerika Serikat, Inggris, Australia
dan

tentu

saja

IASC.

Pada

khususnya,

mereka

menyatakan

bahwa

mereka

mempertimbangkan dengan penyajian laporan keuangan dan menyediakan prediksi keuangan


yang mengalir untuk pengguna luar yang pada umumnya memiiliki pengalaman dari
pernyataan keuangan dari perusahaan besar. Oleh perbedaan, berdasrkan kredit negara-negara
akan lebih mempertimbangkan perlindungan dari kreditor oleh karena itu dengan
penghitungan yang hati-hati dari keuntungan yang bisa didistrbusikan. Pengusaha (orang
dalam) tidak akan dibutuhkan telah diaudit secara external, akun-akun yang dipublikasikan.
Perbedaan dari tujuan akan memimpin kea rah perbedaan dipraktek-praktek akuntansi.
Lembaga Internasional dan Dampaknya pada Praktek-Praktek Akuntansi
Sekarang kita beralih ke cabang lainnya dari akuntanasi internasional. Kita telah
mengetahui usaha yang telah dijalankan untuk mengembangkan salah satu sistem dari
akuntansi yang bisa diterapkan kesemua negara. Seperti yang telah kita lihat pada awal dari
bab ini, cabaang dari akuntansi internasional mengacu pada universal atau akuntansi dunia
oleh Weirich, Avery and Anderson (1971).
1

Komisi Standar Akuntansi Internasional (IASC)


Berdaasrkan pada IASC (1998, p. 43), IASC adalah sebuah sector prifasi yang bebas
didirikan pada tahun 1973 berdasarkan keputusan yang telah dibuat badan akuntansi
internasional dari Australia, kanada, prancis, jerman, irlandia dan amerika serikat.
Sejak tahun 1983, anggota IASC adalah semua badan akuntansi internasional dan juga
anggota dari Internasional Federation of Accountants (IFAC). Pada tanggal 1
November 1998, IASC and IFAC 143anggota di 103 negara. IASC bermarkas di
London. Sejak didirikannya badan ini lebih dari 30 Standar Akuntansi Internasional
(IASs) mengcover isu wide-cross-section dan telah dilaksanakan pada kerangka kerja
konseptual yang berjudul Framework for the preparation dan presentasi of financial

statements.
Lembaga atau Organisasi Lainnya
IASC memberikan pengaruh yang sangat dominan dalam praktek akuntansi di ruang
lingkup internasional. Organisation for Economic Cooperation and Development
(OECD) telah berupaya menyelaraskan akuntansi. The European Union (EU) pun

telah melakukan perubahan untuk praktek akuntansi di level internasional, misalnya


mendefinisikan ulang konsep akuntansi, peraturan, dan metodologi akuntansi yang
berdampak pada pasar. The International Organization of Securities Commissions
(IOSCO)

telah

mempublikasikan

harmonisasi

kebijakan

internasional

dan

perdagangan di bursa efek.


Harmonisasi Akuntansi-Manfaat dan Hambatannya
Berbagai upaya dilakukan untuk mengharmonisasikan standar akuntansi. Harmonisasi
tidak menjadi standar yang absolut. Australia merupakan penyusun pertama standar akuntansi
untuk mengharmonisasikan Standar Akuntansi dengan IASC. Ini menyebabkan arus investasi
asing ke Australia semakin meningkat. Standar IASC sangat dipengaruhi oleh model
akuntansi Anglo-American. Manfaat harmonisasi akuntansi, antara lain :
1

Lebih murah untuk mengembangkan negara-negara dalam membentuk sistem

akuntansi (bagaimanapun kita harus menyesuaikan dengan relevansi budaya).


Bisa mengurangi biaya untuk perusahaan yang listing di bursa saham internasional(biaya yang dimaksud adalah biaya untuk menyajikan kembali laporan keuangan ke

dalam standar akuntansi yang diterima umum).


Meningkatkan komparabilitas antara perusahaan yang beroperasi di negara yang
berbeda (karena perbandingan merupakan karakteristik kualitatif sebagai salah satu

indikasi beberapa kerangka konseptual).


Memungkinkan perusahaan multinasional yang berlokasi di negara yang berbeda
untuk mengkoordinasikan usaha mereka lebih efisien dan mengijinkan konsolidasi
atas laporan keuangan entitas asing untuk bisa dilakukan pada biaya yang lebih
rendah.