Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN

PERIODE ANTENATAL
A.

KONSEP DASAR PENYAKIT


1. PENGERTIAN
Periode anternatal atau kehamilan memiliki pengertian yang dimulai dari
konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40
minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid terahir. Kehamilan
dibagi atas 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3
bulan, triwulan ke 2 dari bulan keempat sampai 6 bulan, dan triwulan ke 3
dari bulan ketuju sampai 9 bulan. (Pelayanan kesehatan material dan neonatal,
2001 )
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan
kelahiran bayi cukup bulan dengan melalui jalan lahir namun kadang-kadang
tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa
kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian risiko tidak dapat
memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh
karena itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk
memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu
dengan kehamilan normal.
Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini
mungkin

semenjak

ia

merasa

dirinya

hamil

untuk

mendapatkan

pelayanan/asuhan antenatal.
Tujuan asuhan antenatal
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
tumbuh kembang bayi.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan
sosialibu dan bayi.
c. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil , termasuk riwayat penyakit secara
umum, kebidanan dan pembedahan.

d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan secara selamat,


ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan nomal dengan pemberian
ASI eksklusif.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran
bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.
2. EPIDEMIOLOG / INSIDEN KASUS
Berhubungan dengan asuhan antenatal (kehamilan) yang diupayakan secara
rutin dilakukan merupakan suatu tanggapan dari adanya mortalitas dan
morbilitas pada wanita hamil dan bersalin yang merupakan masalah dari
Negara berkembang.
Di Negara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita usia subur (wus)
disebabkan hal berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan
biasanya menjadi factor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak
produktivitasnya. Tercatat pada tahun 1996, WHO memperkirakan lebih dari
585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. (pelayanan
kesehatan dan neonatal, 2001)
3. ETIOLOGI / FAKTOR PREDISPOSISI
Penyebab

kehamilan

yaitu

merupakan

suatu

proses

pada

coitus

(persetubuhan) air mani terpencar ke dalam ujung atas dari vagina sebanyak
3 cc yang didalamnya terkandung spermatozoa (sel-sel mani) sebanyak
100-120 juta setiap cc. Disini sel mani menunggu kematangan sel telur.
Jika kebetulan pada saat ini terjadi ovulasi, maka mungkin fertilasi
berlangsung. Jika tak terjadi ovulasi maka penghamilan tidak akan terjadi.
Maka jelaslah bahwa koitus saat masa ovulasi yang dapat menghasilkan
kehamilan.
Sel telur dapat dibuahi hanya beberapa jam setelah ovulasi , sedangkan sel
mani dalam badan wanita masih kuat membuahi selam 1-3 hari.

Kehamilan terjadi kalau ada pertemuan dari persenyawaan antara sel


telur(ovum) dan sel mani (spermatozoa) yang disebut zigote. (obstetric
fisiologi, 1983)
4. PATOFISIOLOGI
Terlampir pada pohon masalah.
5. KLASIFIKASI
Klasifikasi pada periode Antenatal ini dibedakan secara katagori kehamilan
yang akan diberikan asuhan antenatal adalah :
KATEGORI
Kehamilan normal

GAMBARAN
Ibu sehat
Tidak ada riwayat obsterri buruk,
ukuran

uterus

kehamilan.

sama/sesuai

Pemeriksaan

usia

fisik

dan

laboraturium lengkap.
Kehamilan dengan masalah
khususs

Seperti masalah keluarga atau


psikososial, kekerasan dalam rumah
tangga dan kebutuhan financial.

Kehamilan dengan masalah

Seperti hipertensi, anemia berat,

kesehatan yang membutuhkan

preeklamsia,

rujukan untuk konsultasi dan

terhambat,

atau kerjasama penanganannya

penyakit kelamin dan kondisi lain-lain.

Kehamilan

dengan

kegawatdaruratan

kondisi
yang

membutuhkan rujukan segera.

pertumbuhan
infeksi

saluran

janin
kemih,

Seperti pendarahan , eklamsia,


ketuban pecah dini atau kondisikondisi kegawatdaruratan lain pada ibu

dan bayi.
(Buku Panduan Pelayanan Kesehatan maternal dan neonatal,2001)

6. GEJALA KLINIS DAN TANDA KEHAMILAN


Tanda kehamilan :
a.

Presumtif ( Bukti Subjektif)

b.

Amenorea

Perubahan payudara

Anoreksia

Mengidam

Lelah (fatigue)

Mual & muntah (morning sickness)

Frekuensi berkemih

Pigmentasi kulit

Konstipasi

Probabilitas ( Bukti Objektif)

c.

Pertumbuhan & perubahan uterus

Tanda Hegars (melunaknya segmen bawah uterus)

Ballotement (lentingan janin dalam uterus saat palpasi)

Braxton hicks (kontraksi selama kehamilan)

Perubahan Abdomen

Pembesaran abdomen

Absolut ( Bukti Positif)

Gerakan janin dapat dirasa, diraba juga bagian-bagian janin

Terdengar denyut jantung janin

Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen

Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, khususnya


pada alat genetalia eksternal dan internal dan pada payudara (mamma).
Uterus

Uterus bertambah besar dengan panjang 32 cm, lebar 24 cm dan


ukuran muka belakang 22 cm (Uterie Enlargement)

Uterus bertambah berat, dengan berat awal 30 gr menjadi 1000 gr.

Uterus bertambah besar, maka peredaran darah kerahim bertambah.

Melunaknya cerviks dan berwarna ungu kebiruan.


Godells sign adalah keadaan cerviks yang lunak dan akibat dari
peningkatan vaskulariasi daerah itu.
Chadwiks sign adalah keadaan kebiruan pada daerah cerviks,
vagina, juga akibat peningkatan vaskularisasi.
Hegars sign merupakan keadaan melunaknya bagian uterus bagian
bawah (segmen bawah rahim/SBR). Tanda ini ada pada umur
kehamilan sekitar 2-3 bulan.
Uterine Enlargement terjadi selama masa bertambahnya umur
kehamilan.

Uterus yang hamil sering berkontraksi tanpa perasaan nyeri (UK bulan
keempat) yang sifatnya irregular. Disebut kontraksi Braxton hicks.
Vagina

Vagina berwarna kebiruan : Chadwiks

Elastisitas vagina bertambah

Sekresi berwarna putih dan bersifat sangat asam : Leukorrhea


Ovarium

Ovulasi terhenti dan pada trimester pertama ditemukan corpus luteum


graviditas. Pada bulan keempat corpus tersebut mengkisut.
Dinding Perut

Striae Gavidarum
Yaitu garis-garis pada abdomen yang berwarna putih ke abuan , terjadi
akibat peregangan pada jaringan bawah kulit. Kondisi ini juga terdapat
di payudara, paha, abdomen dan pantat.

Striae Lividae
Yaitu garis-garis seperti striae gravidarum namun warnanya membiru
dan sering terjadi pada primi gravida.

Striae Albicans
Yaitu garis-garis serupa namun berwarna putih.

Striae Gravidarum yang menjadi cicatrix (jaringan perut) karena


multigravida.

Enlargement of the abdomen yaitu pembesaran abdomen


Kulit (Skin Pigmentasi Change)

Hiperpigmentasi pada areolamammae, papilla mamae dan linea alba (garis


berwarna putih) dan linea nigra (garis berwarna gelap/hitam).
Pada kulit muka (pipi) disebut chloasma gravidarum (bintik-bintik hitam
pada wajah).
Payudara

Pembesaran payudara

Puting susu-susu biasanya membesar dan lebih tua warnanya dan


mengeluarkan cairan kuning yang disebut kolostrum.
Berat Badan

Wanita yang hamil bertambahnya berat

Dalam triwulan pertama penambahan beratnya 1 kg

Dalam triwulan kedua penambahan beratnya 5 kg

Dalam triwulan ketiga penambahan beratnya 5,5 kg

Penambahan ini disebabkan oleh :

Berat janin (3 kg), plasenta (0,5 kg), air ketuban (1 kg)

Berat rahim (dari 30 gr menjadi 1 kg)

Penimbunan lemak seperti di payudara, pantat, dan lainnya ( 1,5 kg)

Penimbunan zat putih telur (2 kg)

Retensio air (1,5 kg), edema kaki (lama berdiri/penyempitan


pembuluh darah karena pembesaran rahim)

Penimbangan berat badan pada pemeriksaan kehamilan sangat penting,


kenaikan berat badan yang terlalu banyak menandakan retensi air yang
berlebihan dan merupakan gejalanya dini dari toksemia gravidarum.
Sebalikmya, kurang naiknya berat badan dapat menandakan gangguan
pertumbuhan janin.

Metabolisme basal naik pada kehamilan, terjadi penimbunan protein


sedangkan dalam darah kadar zat lemak naik, kecenderungan ada pada
ketosis.
Kebutuhan akan kalsium dan phosphor bertambah untuk pembuatan
tulang-tulang janin begitu pula akan ferrum untuk pembentukan Hb janin.
Perhitungan Taksiran Berat Janin

TFU (11 belum masuk PAP) X 155 = .gr

TFU (13 sudah masuk PAP) X 155 = .gr


Darah

Volume darah bertambah (baik plasma maupun eritrosit)

Hb menurun karena penambahan plasma yang drastis


-

Hb
Eritrosit
Leukosit

: 10 gr %
: 3,5 juta per mm3
: 8.000 10.000 per mm3

Leukosit naik secara fisiologis namun > 12.000 per mm3 menandakan
adanya infeksi. Leukosit masih fisiologis sampai dengan 15.000 per
mm3.
Jantung

Bekerja lebih berat (karena meningkatnya volume darah, aliran ke ibu


dan janin).

Posisi jantung sedikit berubah secara fisiologis karena pembesaran


janin dalam rahim.
Paru paru

Bekerja lebih berat.

Diafragma terdesak ke atas namun terdapat kompensasi yang


melebarkan rongga thorak sehingga kapasitas paru tidak berubah.

Namun, karena pendesakan diafragma maka wanita hamil sering


merasa sesak.
Pencernaan

Berkurangnya gerakan lambung dan sekresi asam garam (HCL)


bergejala mual, muntah

Ginjal

Meningkatkan kerja ginjal karena mengeluarkan racun-racun badan


janin

Pelebaran ureter dalam kehamilan terutama ureter kanan, disebabkan


pengaruh progesterone dan tekanan rahim yang membesar dan dapat
menyebabkan pyelum (infeksi saluran kemih)

Menurunnya

kapasitas

kandungan

kencing

karena

desakan

pembesaran rahim yang membesar pada awal kehamilan. Dan


penurunan kepala bayi ke rongga panggul pada akhir kehamilan
sehingga bergejala polakisuri (inkontinensia) pada awal dan akhir
kehamilan.

Kelenjar buntu seperti glandula tiroidea, hipofise lobus anterior dan


glandula suprarenalis menunjukkan hiperfungi dab hipertrofi.

Pada akhir kehamilan dan dalam nifas mungkin reduksi positif


disebabkan oleh adanya laktosa ialah gula air susu. Gula darah tetap
harus diperiksa untuk menghindari diabetes. (Obsetri Fisiologi, 1983)

7. PEMERIKSAAN FISIK
A. Pemeriksaan Umum
1) Bagimana keadan umum penderita, keadaan gizi, kelainan bentuk
badan dan kesadaran
2) Apakah anemis, sianosis, ikterus, atau dispnea
3) Keadaan jantung dan paru-paru
4) Adakah oedema :
Oedema dalam kehamilan dapat disebabkan oleh toxaemia gravidarum
atau oleh karena tekanan rahim yang membesar pada vena-vena dalam
panggul yang mengalirkan darah dari kaki. Dapat juga disebabkan
oleh hipovitaminase B1, hipoproteinanemia dan jantung.
5) Reflex
Terutama reflex lutut, reflex negative pada kekurangan vitamin B1 dan
penyakit urat.
6) Tensi (tekanan darah )
Tekanan drah pada otrang hamil tidak boleh mencapai 140 sistolik
atau 90 diastolik. Juga perubahan 30 sistolik dan 15 diastolk diatas
tekanan darah sbelum hamil menandakan toxanemia gravidarum.
7) Berat badan

Yang dialami oleh penderita adalah perubahan berat badan (BB) setiap
kali ibu memeriksakan diri.
BB dalam triwulan ke-3 tidak boleh bertambah lebih dari 1 kg
seminggu atau 3 kg dalam sebulan.
Penambahan yang lebih dari batas-batas tersebut di atas disebabkan
karena penimbunan (retensi) air dan disebut praxoedema.
B. Pemeriksaan Kebidanan (Status Obstetricus)
1) Inspeksi
Muka
Adanya edema, chloasma gravidarum (bintik-bintik hitam pada

wajah), selaput mata pucat dan merah, keadaan lidah dan gigi.
Leher
Apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit
jantung), apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfe

membengkak.
Dada
Bentuk buah dada, pigmentasi puting susu, keadaan puting susu,

adakah coloctrum.
Perut
Perut membesar ke depan atau ke samping (pada acites biasanya
membesar ke samping), keadaan pusat, pigmentasi dilinea alba,
Nampak gerakan janin atau kontraksi rahim, adakah striae

gravidarum atau bekas luka.


Vulva
Keadaan perineum, adakah asites, tanda Chadwick.
Anggota bawah
Cari varises, oedema, luka, cicatrik pada lipatan paha

2) Palpasi
Untuk menentukan :
Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan
(UK)
Menentukan letaknya anak dalam rahim
Adakah tumor dalam rongga perut, kista, mioma, limpa yang
membesar
Pemeriksaan Leopold :
LEOPOLD I
Tujuan
: untuk menentukan tua kehamilan dan bagian apa
yang terdapat di bagian fundus.

Gambar 1 : Pemeriksaan Leopold I


Caranya :
Kaki klien difleksikan pada lutut dan lipat paha
Pemeriksa berdiri sebelah kanan penderita dan melihat kea rah
muka penderita
Rahim di bawah ke tengah
Kedua tangan diletakkan pada bagian atas uterus dengan
mengikuti bentuk uterus
Lakukan palpasi secara lembut untuk menentukan bentuk,
ukuran konsistensi dan gerakan janin
Tentukan tinggi fundus uteri
Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus.
Bila kepala
: bulat, keras dan dapat digerakkan

Bila bokong

(baloemen).
: lunak, bentuk tidak spesifik, lebih
besar dan lebih lunak dari kepala,
tidak dapat digerakkan serta fundus

terasa penuh.
Bila letak lintang : palpasi di daerah fundus akan terasa

kosong.
Pemeriksaan usia kehamilan dari tingginya fundus uteri :
Sebelum bulan ke 3 fundus uteri belum dapat diraba dari luar
Akhir bulan III (12 mg) : tinggi fundus uteri 1 2 jari di atas
Akhir bulan IV (16 mg)
Akhir bulan V (20 mg) :
Akhir bulan VI (24 mg)
Akhir bulan VII (28 mg)

symphisis
: tinggi fundus uteri pertengahan
symphisis
tinggi fundus uteri 3 jari di bawah
pusat
: tinggi fundus uteri setinggi pusat
: tinggi fundus uteri 3 jari di atas
pusat

Akhir bulan VIII (32 mg) : tinggi fundus uteri pertengahan


Akhir bulan IX (36 mg)

prosesus xipoideus dan pusat


: tinggi fundus uteri 3 jari di bawah

Akhir bulan X (40 mg)

prosesus xipoideus
: tinggi fundus uteri pertengahan
antara prosesus xipoideus dan
pusat

Pusat

Gambar 2 :
Tinggi fundus menurut usia
kehamilannormal dengan satu

Symphisis

janin
Jadi, fundus uteri paling tinggi pada akhir bulan IX (36 mg), setelah
bulan ke 8 fundus uteri pada primigravida turun lagi karena kepala
mulai turun ke dalam rongga panggul.
Pada seorang multigravida yang berbaring, fundus uteri tetap setinggi
arcus costarium dan menonjol ke depan.
Untuk mengikuti pertumbuhan anak

dengan

cara

mengikuti

pertumbuhan rahim maka seorang sering ukuran rahim ditentukan


dalam cm, yang diukur ialah tingginya fundus uteri dan perimeter
umbilical (lingkaran perut setinggi pusat).
Tinggi fundus uteri dalam cm

usia kehamilan dalam bulan

Keterangan3,5
: cm
Tinggi Fundus Uteri (cm)
20
23
2
30
33

Usia Kehamilan (bln)


5
6
7
8
9

LEOPOLD II
Tujuan
: untuk menentukan di mana letaknya punggung anak
dan di mana letaknya bagian-bagian kecil

Gambar 3 : Pemeriksaan Leopold II


Caranya :
Kedua tangan pindah ke samping
Tentukan di mana punggung anak. Punggung anak terdapat di
pihak yang memberikan rintangan yang paling besar, carilah
bagian-bagian kecil yang biasanya terletak bertentangan
dengan pihak rintangan yang terbesar.
Kadang di samping terdapat kepala atau bokong ialah pada
letak lintang.
LEOPOLD III
Tujuan
: untuk menentukan apa yang terdapat dibagian bawah
an apakah bagaian bawah anak ini sudah atau belum
terpegang oleh pintu atas panggul.

Gambar 4 : Pemeriksaan Leopold III


Caranya :
Digunakan satu tangan saja
Bagian bawah ditentukan anatar ibu jari dan jari lainnya
Cobalah apakah tangan bawah masih bia digoyangkan
Bila kepala tidak dapat digerakkan lagi maka kepala sudah
enganged
LEOPOLD IV
Tujuan
: untuk menentukan tua kehamilan dan bagian apa
yang terdapat di bagian fundus.

Gambar 4 : Pemeriksaan Leopold III


Caranya :
Pemeriksa menghadap kea rah kaki klien
Kedua lutut ibu masih pada posisi fleksi
Letakkan kedua telapak tangan pada bagian bawah abdomen
dan coba untuk menekan kea rah pintu atas panggul
Tentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam pintu
atas panggul (PAP), dan berapa masuknya bagian bawah ke
rongga panggul.
Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan dari bagian
terbawah dari kepala yang masih teraba dari luar dan :
a) Kedua tangan convergent, hanya bagian kecil dari kepala
turun ke dalam rongga
b) Jika kedua tangan itu sejajar, maka separuh dari kepala
masuk ke rongga panggul
c) Jika kedua tangan divergen, maka bagian terbesar dari
kepala masuk ke dalam rongga panggul dan ukuran
terbesar dari kepala sudah melewati pintu atas panggul
(PAP).

3) Auskultasi
Dilakukan dengan menggunakan stetoskop monoaural dan ultrasound
(doptone). Dengan stetoskop dapat didengar bermacam-macam bunyi
yang berasal :
a.

Dari anak
Bunyi jantung anak (frekuensi bunyi jantung 120-140 kali per
menit) dengan stetoskop monoral pada akhir bulan kelima.
Dengan stetoskop ultrasound (doptone) pada akhir bulan
ketiga. Kalau bunyi jantung <120 kali permenit atau >160 kali
permenit atau tidak teratur, maka anak dalam asphyxia
(kekurangan oksigen).
Cara menghitung bunyi jantung adalah dengan mendengarkan
bunyi jantung selama 3 x 5 detik kemudian dikalikan 4.
Misalnya :

Waktu (5 detik)
I
III
V
11

12

10

14

11
9
8

Dijumlahkan
34
33
23

Dikalikan

Hasil

4
34 x 4

Interpretasi
Perhitungan
136 x/mnt Teratur, bayi

33 x 4

132 x/mnt

normal
Tak teratur,

92 x/mnt

asphyxia
Teratur,

23 x 4

aspyxia

Bising tali pusat


Sifatnya meniup karena tali pusat tertekan. Namun sering ilang

karena posisi atau sering mengubah sikap ibu.


Gerak anak
Bersifat pukulan dari dalam rahim.
b.
Dari ibu
Bising rahim
Bersifat bising dan frekuensinya sama dengan denyut nadi ibu.

Disebabkan arteria uterina.

Bunyi aorta
Frekuensinya sama dengan denyut nadi ibu.
Bising usus
Sifatnya tak teratur, tergantung udara dan cairan dari dalam
usus ibu. (Obstetri fisiologi, 1983)

8. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan rontgen dilakukan setelah bulan ke VI, karena sebelumnya
rangka janin belum tampak.
b. Pemeriksaan USG
Untuk menentukan :
1) Jenis kelamin
2) Tafsiran kelahiran, tafsiran berat janin (TBJ)
3) Jumlah cairan amnion
c. Pemeriksaan laboratorium
1) Darah (Hb, Gol darah, glukosa, VDRL)
2) Urine (tes kehamilan, protein, glukosa, analisis)
3) Pemeriksaan swab (lendir vagina dan serviks)
9. DIAGNOSIS/KRITERIA DIAGNOSIS
Untuk menentukan diagnosis kehamilan yang harus diperhatikan adalah tanda
pasti kehamilan :
1) Adanya DJJ
Terdeteksi umur kehamilan 10 minggu dengan doppler sedangkan
dengan funandoskop umur kehamilan 18-20 minggu. (DJJ rendah 110120 kali permenit, tinggi 150-160 kali permenit).
2) Fetal movement, dengan palpasi trimester ketiga
Gerakan janin ini lebih cepat diketahui dengan USG.
3) Dengan USG (100% reliable) pada umur kehamilan 5-6 minggu nyata
adanya kehamilan.

10. KEMUNGKINAN KOMPLIKASI KEHAMILAN


Yang sering ditemukan pada antenatal care :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Anemia
Penyakit
Hiperemis gravidarum
Perdarahan dalam kehamilan
Kelainan letak
Toxamia gravidarum (pre eklamsia, eklamsia)
Kegelisahan menjelang persalinan

11. PENATALAKSANAAN MEDIS


Untuk menghindari komplikasi wanita hamil memerlukan paling sedikitnya 4
kali kunjungan pada periode antenatal :

a. 1 kali kunjungan pada trimester I (sebelum 14 minggu)


b. 1 kali kunjungan pada trimester II (14 - 28minggu)
c. 2 kali kunjungan pada trimester III ( 28 - 36 minggu dan sesudah
minggu 36)
Kunjungan
Trimester I

Waktu
sebelum 14
minggu

Infomasi penting
o Membangun hubungan saling percaya
antara petugas kesehatan dengan ibu
hamil
o Mendeteksi masalah dan menanganinya
o Melakukan tindakan pencegahan seperti
tetanus neonatus, anemia kekurangan zat
besi, penggunaan praktek tradisional yang
merugikan
o Memulai persiapan kelahiran bayi dan
kesiapan untuk menghadapi komplikasi
o Mendorong perilaku yang sehat (gizi,

Trimester II

14 - 28minggu

latihan dan kebersihan, istirahat, dsb.)


o Sama seperti di atas , ditambah
kewaspadaan khusus mengenai preeklamsia (tanya ibu tentang gejala-gejala
pre-eklamsia, pantau tekanan darah,
evaluasi edema, periksa untuk

Trimester III

28 - 36
minggu

Trimester IV

sesudah
minggu 36

mengetahui proteinuria)
o Sama seperti di atas, ditambah palpasi
abdominal untuk mengetahui apakah
kehamilan ganda
o Sama seperti di atas, ditambah deteksi
letak bayi tidak normal, atau kondisi lain
yang memerlukan kelahiran di rumah
sakit

12. INFORMASI PERIODE ANTENATAL


a.

b.

Gizi
Peningkatan konsumsi sampai 300 kal/hari dengan makanan yang
mengandung protein, zat besi, minum cukup cairan.
Kegiatan harian

Normal, istirahat jika lelah


Perubahan fisiologi (normal ) yang akan terjadi
Peningkatan berat badan
Breast change
Penurunan tenaga
Mual dan muntah serta punggung kiri di trimester I
Rasa panas
Varises
Oedema
d. Segera mencari pertolongan medis jika mendapati tanda-tanda bahaya,
c.

seperti :
Perdarahan pervaginam
Sakit kepala luar biasa
Gangguan penglihatan
Pembengkakan pada wajah ataupun tangan
Nyeri abdomen
Janin tidak bergerak (tidak seperti biasa)
e. Merencanakan kebutuhan persiapan kelahiran
f. Menjaga kebersihan diri
Seperti perawatn gigi, pakaian, mandi, dan perawatan vulva.
g. Perawatan payudara
Selama kehamilan payudara harus dipersipkan untuk fungsi unuknya
dalam menghasilkan ASI bagi bayi neonatus segera setelah lahir.
h. Memberikan zat besi
i. Pemberian Tetanus Toksoid (I, II atau Ulang) 0,5 ml.

B.

KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


1. PENGKAJIAN
a.
Identitas
b.
Anamnesa
Alasan kunjungan
Keluhan-keluhan
Riwayat obstetri, meliputi :
o Gravida, para, abortus, dan anak hidup (GPAH)
o Berat badan bayi baru lahir dan usia gestasi
o Pengalaman persalinan, jenis persalinan, tempat persalinan dan
penolong persalinan
o Jenis anestesi dan kesulitan persalinan
o Komplikasi maternal seperti : diabetes, hipertensi, infeksi, dan

perdarahan
o Komplikasi pada bayi
Riwayat menstruasi
Riwayat menstruasi yang lengkap diperlukan untuk menentukan
tafsiran persalinan (TP). TP ditentukan berdasarkan hari pertama haid
terakhir (HPHT). Untuk menentukan TP berdasarkan HPTP dapat
digunakan rumus Naegle, yaitu : hari pertama ditambah 7, bulan
dikurangi 3, tahun disesuaikan.
Contoh : HPTP 30 Agustus 2004, berarti TP 6 Juni 2005. Aturan
Naegle lebih akurat dilakukan pada ibu dengan siklus menstruasi yang
teratur 28 hari, kurang akurat pada ibu dengan siklus menstruasi yang

tidak teratur.
Riwayat kontrasepsi
Beberapa bentuk kontrasepsi dapat berakibat buruk pada janin, ibu,
atau keduanya. Riwayat kontrasepsi yang lengkap harus didapatkan
pada saat kunjungan pertama. Penggunaan kontrasepsi oral sebelum
kelahiran dan berlanjut saat kehamilan yang tidak diketahui dapat
berakibat buruk pada pembentukan organ seksual janin.

Riwayat penyakit dan operasi


Kondisi kronis (menahun/terus-menerus) seperti diabetes melitus,
hipertensi, dan penyakit ginjal bisa berefek buruk pada kehamilan.
Oleh karena itu, adanya riwayat infeksi, prosedur operasi, dan trauma

pada persalinan sebelumnya harus didokumentasikan.


Riwayat kesehatan, meliputi :

o Usia, ras, dan latar belakang etnik (berhubungan dengan kelompok


risiko tinggi untuk masalah genetis seperti anemia sickle sel,
talasemia)
o Penyakit pada masa kanak-kanak dan imunisasi
o Penyakit kronis (menahun/terus-menerus), seperti asma dan
jantung
o Penyakit sebelumnya seperti hepatitis, penyakit menular seksual,
dan tuberculosis
o Riwayat dan perawatan anemia
o Fungsi vesika urinaria dan bowel (fungsi dan perubahan)
o Jumlah konsumsi kafein setiap hari seperti kopi,teh, coklat dan
minuman ringan lainnya
o Merokok, jumlah batang per hari
o Kontak dengan hewan peliharaan
o
o
o
o
o

seperti

kucing

dapat

meningkatkan risiko terinfeksi toxoplasma


Alergi dan sensitifitas obat
Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko penyakit
Riwayat keluarga (penyakit keturunan)
Riwayat kesehatan pasangan
Untuk menentukan kemungkinan masalah kesehatan yang
berhubungan dengan masalah genetik, penyakit kronis dan infeksi.
Penggunaan obat-obatan seperti kokain dan alkohol akan
berpengaruh pada kemampuan keluarga menghadapi kehamilan
dan persalinan. Rokok yang digunakan oleh ayah akan
berpengaruh pada ibu dan janin, terutama risiko mengalami
komplikasi pernapasan akibat perokok pasif. Golongan darah dan
tipe Rhesus ayah penting jika ibu dengan Rh negatif dan

kemungkinan inkompabilitas darah dapat terjadi.


(Mitayani, 2009 : 3)
c.
Pemeriksaan fisik
Keadaan umum
Tanda-tanda vital
a) Tekanan darah : sebaiknya di ambil pada posisi duduk dengan
lengan sejajar posisi jantung
b) Nadi : frekuensi normalnya 60-90 kali permenit. Takikardi dapt
terjadi pada keadaan cemas, hipertiroid, dan infeksi. Nadi
diperiksa dengan satu menit penuh. Nadi diperiksa untuk

mengetahui masalah pada sirkulasi tungkai, nadi seharusnya sama


kuat dan teratur.
c) Pernapasan : frekuensi napas selama hamil berkisar antara 16-24
kali permenit.takipnea terjadi karena infeksi pernapasan atau
penyakit jantung. Suara napas harus sama bilateral, ekspansi paru
simetris, dan lapangan paru bebas dari suara napas abdominal.
d) Suhu normal wanita hamil adalah 36,2-37,6 oC. Peningkatan suhu

menandakan terjadi infeksi dan membutuhkan perawatan medis.


Muka
Adanya edema, chloasma gravidarum (bintik-bintik hitam pada

wajah), selaput mata pucat dan merah, keadaan lidah dan gigi.
Leher (kelenjar tiroid : membesar / tidak )
Apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit jantung),

apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfe membengkak.


Dada dan axial
Bentuk buah dada, pigmentasi puting susu, keadaan puting susu,

adakah coloctrum.
Ekstremitas (oedema, varises, reflek patella)
Abdomen (inspeksi, palpasi, auskultasi)
Genetalia ( vulva, vagina, perineum)
Keadaan perineum, adakah asites, tanda Chadwick.
Sistem kardiovascular
a) Bendungan vena : biasanya terjadi pada tungkai, vulva, rektum.
Bendungan vena bisa berkembang menjadi varises
b) Oedema
Oedema pada tungkai merupakan refleksi dari pengisian darah
pada ekstremitas akibat perpindahan cairan intravaskular ke ruang
intersitiil.

Odeman

pada

tangan

dan

wajah

memerlukan

pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda dari hipertensi pada

kehamilan.
Sistem muskuloskeletal
a) Postur
Mekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi selama
kehamilan, keadaan ini mengakibatkan regangan pada otot
punggung dan tungkai.
b) Tinggi dan berat badan
Barat badan awal kunjungan sebagai dasar menentukan kenaikan
berat badan selama kehamilan. Berat badan sebelum konsepsi
kurang dari 45 kg dan tinggi badan kurang dari 150 cm, ibu

berisiko melahirkan bayi prematur dan BBLR. Berat badan


sebelum konsepsi lebih dari 90 kg dapat menyebabkan diabetes
pada kehamilan, hipertensi kehamilan, persalinan secara seksio
caesarea, dan infeksi postpartum.
c) Abdomen
Kontur, ukuran dan tonus otot abdomen perlu dikaji. Tinggi fundus
diukur jika fundus bisa dipalpasi di atas simpisis pubis. Kandung
kemih harus dikosongkan saat pemeriksaan untuk memperoleh

hasil yang akurat.


Sistem neurologi
Tidak diperlukan pemeriksaan neurologi lengkap bila ibu tidak
memiliki tanda dan gejala yang mengindikasikan terjadi masalah.
Hanya saja pemeriksana refleks tendon terutama patella perlu
dilakukan karena hiperefleksi menandakan adanya komplikasi

kehamilan.
Sistem integumen
Pucat menandakan anemia, jaundice menandakan gngguan pada hepar,
lesi, hiperpigmentasi, seperti choasma gravidarum serta linea nigra
berkaitan dengan kehamilan serta strie. Penampang kuku berwarna

merah muda berarti pengisian kapiler baik.


Sistem endokrin
Pada trimester kedua kelenjar tiroid membesar, pembesaran yang
berlebih menandakan hipertiroid
Sistem gastrointestinal
a) Mulut
Membran mukosa berwarna merah muda dan lembut. Bibir bebas
dari ulcerasi, gusi berwarna kemerahan, oedema akibat efek
peningkatan esterogen yang menyebabkan hiperplasia. Gigi
terawat dengan baik.
b) Usus
Bising usus berkurang karena efek progesteron pada otot polos,
sehingga menyebabkan konstipasi. Peningkatan bising usus terjadi

apabila menderita diare.


Sistem urinarius
Pengumpulan urin untuk pemeriksaan dilakukan dengan cara urine
tengah. Urin diperiksa utuk mendeteksi tanda infeksi saluran kemih
dan zat yang ada dalam urin yang menandakan masalah.

a) Protein
Seharusnya tidak ada dalam urin, tetapi bila ada berarti adanya
kontaminasi sekret vagina, penyakit ginjal, serta hipertensi pada
kehamilan.
b) Glukosa
Glukosa dalam jumlah kecil bisa dikatakan normal. Glukosa dlam
jumlah besar membutuhkan pemeriksaan gula darah.
c) Keton
Keton ditemukan dalam urin setelah mealkukan aktivitas berat
atau pemasukan cairan dan makanan yang tidak adekuat.
d) Bakteri
Peningkatan bakteri dalam urin berkaitan dengan infeksi saluran

kemih yang biasa terjadi pada ibu hamil.


Sistem reproduksi
a) Ukuran payudara, kesimetrisan, kondisi puting, dan pengeluaran
kolostrum. Adanya benjolan atau tidak simetris pada payudara.
b) Organ reproduksi eksternal
Kulit dan membran mukosa perineum, vulva, dan anus perlu
diperiksa dari eksoriasi, ulserasi, lesi, varises, dan jaringan parut
perineum
c) Organ reproduksi internal
Serviks berwarna merah muda pada ibu yang tidak hamil dan
berwarna merah kebiruan pada ibu hamil yang disebut tanda

Chadwik
(Mitayani, 2009 : 4)
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan pergeseran diafragma ke atas
ditandai dengan sesak, sulit bernapas
b. Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
perubahan nafsu makan, mual dan muntah
c. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan
d. Risiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan efek hormon kehamilan pada
wajah (chiasma) dan perubahan bentuk tubuh, oedema, dan varises
e. Perubahan eliminasi urin berhubungan dengan meningkatnya frekuensi
berkemih
f. Nyeri akut berhubungan dengan kram otot
g. Risiko tinggi konstipasi berhubungan dengan penurunan peristaltik, penekanan
uterus, dan efeksamping vitamin penambah darah SF.
3. RENCANA TINDAKAN

Dx 1 : Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan


dengan perubahan nafsu makan, mual dan muntah
Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... x... menit diharapkan
pemenuhan nutrisi klien adekuat.
Kriteria evaluasi :
o Klien dapat menjelaskan komponen diet seimbang prenatal
o Klien mengikuti diet yang dianjurkan yaitu mengandung vitamin, mineral,
protein, dan besi.
o Klien mengkonsumsi suplemen zat besi / vitamin sesuai resep
o Klien menunjukkan penambahan berat badan yang sesuai
Rencana tindakan :
1) Timbang berat badan klien, pastikan berat badan pregravidal biasanya
R : ketidakadekuatan penambahan berat badan pranatal dan/dibawah berat
badan normal masa kehamilan, meningkatkan risiko retardasi
pertumbuhan intrauterin (IUGR) pada janin dengan BBLR
2) Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual/muntah
R : mual/muntah trimester pertama dapat berdampak negatif pada status
nutrisi pranatal, khususnya pada periode krisis perkembangan janin
3) Ukur pembesaran uterus
R : malnutrisi ibu berefek negatif terhadap pertumbuhan janin
4) Ajurkan makan sedikit-sedikit tapi sering
R : untuk meminimalkan muntah dan memberikan nutrisi pada ibu
5) Berikan informasi tertulis/verbal yang tepat tentang diet pranatal dan suplemen
vitamin / zat besi setiap hari.
R : materi referensi yang dapat dipelajari di rumah meningkatkan
kemungkinan klien memilih diet seimbang
Dx 2 : Pola napas tidak efektif berhubungan dengan pergeseran diafragma ke
atas ditandai dengan sesak, sulit bernapas
Tujuan

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... x... menit

diharapkan pola napas efektif.


Kriteria evaluasi :
o Melaporkan keluhan sesak menurun
o Mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi pernapasan
o Frekuensi napas normal 16-24 kali permenit, suara napas harus sama
bilateral, ekspansi paru simetris
Rencana tindakan :
1) Kaji status pernapasan (misal sesak pada pergerahan tenaga, kelelahan)
R : menentukan beratnya masalah yang terjadi pada kurang lebih 60 %
penyakit

prenata.

Meskipun

kapasitas

vital

meningkat,

fungsi

pernapasan diubah saat kemampuan diafragma untuk turun pada


inspirasi berkurang oleh karena pembesaran uterus.
2) Dapatkan riwayat dan pantau masalah medis yang terjadi/ ada sebelumnya
(alergi, asma, TB)
R : masalah lain dapat terus mengubah pola pernapasan dan menurunkan
oksigenasi jaringan ibu/janin
3) Kaji kadar Hb dan Ht, tekankan pentingnya masukan vitamin/fero sulfat pranatal
setiap hari. (kecuali pada klien dengan anemia sel sabit)
R : peningkatan kadar plasma pada gestasi minggu ke 24-32 mengencerkan
kadar Hb, mengakibatkan kemungkinan anemia dan menurunkan
kapasitas pembawa oksigen
4) Berikan informasi untuk mengurangi masalah pola napas, seperti : menghindari
merokok, memberi makanan yang sedikit tapi sering, duduk atau tidur dengan
posisi semifoler
R : postur yang baik dan makan sedikit mebantu memaksimalkan penurunan
diafragmatik, memeningkatkan ketersediaan ruang untuk ekspansi paru.
Merokok menurunkan persediaan oksigen untuk pertukaran ibu dan
janin. Pengubahan posisi tegak dapat meningkatkan ekspansiparu sesuai
ukuran gravid.

Dx 3 : Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan pembesaran uterus,


peningkatan tekanan intra abdomen,
Tujuan

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... x... menit

diharapkan klien dapat memahami perubahan eliminasi yang terjadi


Kriteria evaluasi :
o Mengungkapkan penyebab sering kencing
o Mengidentifikasi cara mencegah stasis urinarius
Rencana tindakan :
1) Berikan informasi perubahan berkemih
R

: memantau klien memahami alasan fisiologis dari frekuensi berkemih


dan nokturia

2) Anjurkan menghindari posisi tegak dan supine dalam waktu lama


R

: posisi iini memungkinakan terjadinya sindrom vena kava dan


menurunkan aliran vena cava

3) Berikan informasi intake cairan 6-8 gls/hr, penurunan intake 2-3 jam pra rest
R

: mempertahankan tingkat cairan dan perfusi ginjal adekuaat yang


mengurangi natrium diet untuk mempertahankan status isotonik

4) Tekankan higiene toileting, memakai celana dari katun dan menjaga vulva tetap
kering
R

: celana dari katun dapat menyerap keringat dan cairan yang mungkin
keluar dari vulva dan mengurangi risiko infeksi

5) Kolaborasi : Kaji riwayat medis (hipertensi, peny. ginjal & jantung)


R

: maslaha yang mempengaruhi funsi ginjal disertai dengan peningkatan


volume cairan dan statis meningkatkan risiko klien terhadap masalah
sirkulasi yang mempengaruhi janin.

Dx 4 : Risiko tinggi konstipasi berhubungan dengan penurunan peristaltik,


penekanan uterus
Tujuan

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... x... menit,

diharapkan tidak terjadi konstipasi pada klien.


Kriteria evaluasi :
o Mempertahankan pola fungsi usus normal
o Mengidentifikasi perilaku beresiko atau memberatkan
o Melaporkan tindakan untuk meningkatkan eliminasi
Rencana tindakan :
1) Tentukan kebiasaan eliminasi sebelum hamil & perhatikan perubahan selama
hamil
R

: pola eliminasi dipertahankan bila mungkin. Peningkatan kadar


progesterone merilekskan otot polos saluran GI, mengakibatkan
penurunan peristaltic dan meningkatkan reabsorpsi air dan elektrolit.
Suplemen zat besi juga bisa memperberat maslah konstipasi

2) Kaji adanya haemoroid


R

: varises rektum seringkali terjadi pada konstipasi yang lama, mengejan


atau sebagai akibat peningkatan volume sirkulasi dan relaksasi
hormonal pembuluh darah.

3) Informasikan diet : buah, sayur, serat & intake cairan adekuat


R

: bulk dan konsistensi dalampilihan diet membantu meningkatkan


keefektifan pola defekasi.

4) Anjurkan latihan ringan


R

: menigkatkan peristaltikdan membantu mencegah konstipasi. Latihan


keras dianggap dapat menurunkan sirkulasi uteroplasenta.

5) Kolaborasi : berikan pelunak feces bila diet tak efektif


R

: mungkin perlu untuk membantu mengatasi konstipasi.

Dx 5 :Risiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan efek hormon kehamilan


pada wajah (chiasma) dan perubahan bentuk tubuh, oedema, dan varises
Tujuan

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... x... menit,

diharapkan klien tidak mengalami gangguan citra tubuh


Kriteria evaluasi :
o Klien mengungkapkan pemahaman/penerimaan perubahan tubuh
o Klien dapat mendemostrasikan citra diri yang positif

dengan

mempertahankan kepuasan terhadap penampila secara menyeluruh.


Rencana tindakan :
1) Tentukan sikap terhadap kehamilan, perubahan citra tubuh, dan situasi pekerjaan
dan bagaimana hal ini dipandang oleh orang terdekat
R : perasaan klien terhadap kehamilan mempengaruhi kemmapuannya
untuk dapat mengembangkan perasaan positifterhadap perubahan
bentuk tubuhnya sebagaimana kemampuannya beradaptasi positif
terhadap peran menjadi orang tua
2) Identifikasi hal yang mendasari harga diri klien sehubungan dengan perubahan
karena hamil dan tanggung jawab yang berhubungan dengan peran baru tersebut
R : perubahan citra tubuh terjadi secara normal karena perubahan bentuk
tubuh. Hal ini dapat menimbulkan krisis situasi yang berdampak negatif
terhadap kehamilan maupun kemampuan menjadi orang tua pada klen
dengan harga diri buruk dan identitas ego lemah
3) Kaji sistem pendukung seperti bibi, nenek, curturaealer dsb.
R : dukungan yang adekuat dapat membantu klen mengatasi perubahan
bentuk tubuhnya secara positif dan mempertahankan harga diri positif
4) Kolaborasi : rujuk pada sumber-sumber lain sesuai indikasi (misalnya konseling
atau terapis)

: klien mungkin memerlukan intervensi intensif yang lebih untuk


memudahkan penerimaan diri/kehamilan

DAFTAR PUSTAKA
Bobak, I.M. dkk., 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta : EGC
Mansjoer, A. 2001, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1, Ed.3, Media Aesculapius FKUI,
Jakarta.
Mochtar, R., 1998, Sinopsis Obstetri Jilid 1 Edisi 2. Jakarta : EGC
Mitayani. 2009, Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta : Salemba medika
Hamilton, Persis Mary. 1995, Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Edisi 6. Jakarta :
EGC
Doenges, Marilynn E., 2001. Rencana Perawatan Maternal Atau Bayi. Edisi 2. Jakarta :
EGC

PATOFISIOLOGI

Sel Telur (ovum)

Sel sperma (spermatozoa)

Fertilisasi
Zigot (Proses Kehamilan)

S. Kardiovaskuler
Hemokonsentrasi
(darah ibu dibagi
untuk ibu &
plasenta
Tekanan darah
Kelelahan

S. Pernapasan

S. Perkemihan

S. Muskuloskeltal

Uterus membesar

Uterus membesar

Kurangnya asupan
kalsium & phospor

Terdesaknya
difragma ke atas

Desakan
pembesaran rahim

Bentuk & ukuran


rongga dada
berubah

kapasitas
kandung kemih
Inkontinensia

Intoleransi
Aktivitas

Kram otot

S. Integumen

Sekresi
kelenjar lemak
kerja & keluarnya
kel. sebasea

progesterone
& esterogen
Pigmentasi
pada wajah

Nyeri
Keringat
berlebihan

Bintik - bintik
hitam

Sesak
Pola nafas Tidak
Efektif

Uterus membesar
Kompresi saraf
panggul/statis
vaskuler
Hemoroid
pada anus
Konstipasi

Bernafas cepat
Perubahan Pola
Eliminasi

S. Peraraf an

Resiko
Gangguan
Citra Tubuh

Reiko
Tinggi
konstipasi

TAMBAHAN

S. Gastrointestinal

Progesterone

Melambatnya
kontraksi otototot polos

Sekresi saliva
menjadi asam
lebih banyak

Gerakan peristaltic
usus menurun

Mual & Muntah

Resiko Konstipasi

Resiko Perubahan
Nutrisi