Anda di halaman 1dari 10

POLITECHNIC STATE OF PADANG

ELECTRICAL ENGINEERING
Bagian 3
Pre-Test
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem ketenaga listrikan !
sistem tenaga listrik merupakan kumpulan atau gabungan dari suatu komponen
atau lat-alat listrik lainya seperti generator, transformator, saluran transmisi, saluran
distribusi dan beban yang saling berhubungan satu sama lainnya secara teknik dan
merupakan satu kesatuan yang membentuk suatu sistem.
2. Sebutkan secara garis besar pembagian sistem ketenaga listrikan yang ada. Jelaskan
masing-masingnya.
Secara garis besar pembagian sistem ketenag listrikan ada 3 yaitu :
a. Pembangkit
Pembangkit terdiri dari beberapa jenis meliputi : PLTA, PLTU, PLTG, PLTD,
PLTN, dsb. Tenaga yang dihasilkan pembangkit dihasilkan oleh pembangkit
dalam penyalurannya dengan menaikkan tegangan menggunakan transformator
penaik tegangan.
b. Transmisi
Merupakan penyaluran tegangan pembangkit melalui transmisi yang tealh
terkoneksi dengan semua sumber pembangkti.contoh gradu step-up, SUTET,
SUTT, SUTM.
c. Distribusi
Merupakan semua bagian dari sistem tenaga listrik yang terdapat diantara
sumber daya besar dan pelanggan.
3. Sebutkan pemabagian sistem pemabngkit secara umum. Berikan contoh dan
penjelasannya.
Secara umum sistem pemabangkit dibagi atas 2 yaitu:
a. Pembangkit thermis
Merupakan pembangkit yang mengubah energi panas menjadi energi
listrik, panas disini dihasilkan oleh panas bumi, minyak, uap dan lain-lain.
Contoh, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Pembangkit listrik
tenaga diesel(PLTD), pemabngkit listrik tenaga uap (PLTU), Pemabngkit
listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU).
b. Pembangkit non thermis
Penggerak mulanya bukan dari panas, tapi pengerak mulanya yang
menentukan jenis pembangkit tenaga tersebut. Contoh pembangkit
listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga angin (PLTAngin),
pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
4. Gambarkan singline diagram konfiguarsi penyaluran daya listrik. Lengkapi data
berdasarkan level tagangannya.

FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING

Keterangan :
a. Gardu Induk
Berfungsi menerima tenaga listrik dari jaringan tegangan
tinggi/tegangan ekstra tinggi (bertegangan 500 KV, 150 KV, atau 70 KV) dan
menurunkan tegangannya menjadi tegangan jaringan primer.

b. Jaringan Distribusi Primer


Berfungsi menyalurkan energi listrik dari gardu induk ke trafo-trafo
distribusi dimana tegangan kerjanya adalah 20 KV.

c. Gardu Hubung
Berfungsi sebagai penghubung (titik temu) dua atau lebih jaringan
primer.
FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING

d. Trafo Distribusi
Berfungsi menurunkan tegangan dari distribusi primer (20 KV)
menjadi tegangan untuk distribusi sekunder (220 V/380 V).

e. Jaringan Distribusi Sekunder

Jaringan yang menyalurkan tenaga listrik dari trafo distribusi sampai


pelanggan dimana tegangan kerjanya adalah 220/380 V.Untuk lebih jelasnya
lihat gambar berikut ini tentang sistem distribusi.

5. Gambarkan bagian-bagian jaringan distribusi. Jelaskan masing-masing bagian


tersebut.

a. Jaringan Subtransmisi
Jaringan subtransmisi berfungsi menyalurkan daya listrik dari sumber daya
besar menuju gardu induk yang terletak di daerah tertentu. Biasanya menggunakan
tegangan tinggi (70-150 kv) ataupun tegangan extra tinggi (500 kv) dalam penyaluran
tegangannya, hal dilakukan untuk berbagai alasan efisiensi, antara lain, penggunaan
penampang penghantar menjadi efisien, karena arus yang mengalir akan menjadi
lebih kecil, ketika tegangan tinggi diterapkan (Sakti, 2008:4)
b. Gardu Induk Distribusi
Dibagi menjadi dua bagian yaitu Gardu Induk dan Gardu Hubung :
1. Gardu Induk (GI)
Gardu induk berfungsi menerima daya listrik dari jaringan subtransmisi
dan menurunkan tegangannya menjadi tegangan jaringan distribusi primer
(Jaringan Tegangan Menengah/ JTM). Jadi pada bagian ini terjadi penurunan

FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING

tegangan dari tegangan tinggi ataupun tegangan extra tinggi ke tegangan


menengah 20 kv.
2. Gardu Hubung (GH)
Gardu hubung berfungsi menerima daya listrik dari gardu induk yang telah
diturunkan menjadi tegangan menengah dan menyalurkan atau membagi daya
listrik tanpa merubah tegangannya melalui jaringan distribusi primer (JTM)
menuju gardu atau transformator distribusi.
c. Jaringan Distribusi Primer / Jaringan Tegangan Menengah (JTM)
Jaringan distribusi primer berfungsi menyalurkan daya listrik, menjelajahi daerah
asuhan ke gardu / transformator distribusi. Jaringan distribusi primer dilayani oleh
gardu hubung atau langsung dari gardu induk dan atau dari pusat pembangkit.
d. Gardu Distribusi (GD)
Gardu distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan primer (tegangan
menengah) menjadi tegangan sekunder (tegangan rendah) yang biasanya 127/220 volt
atau 220/ 380 Volt.
e. Jaringan Distribusi Sekunder/ Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
Jaringan distribusi sekunder berfungsi untuk menyalurkan/ menghubungkan
sisi tegangan rendah transformator distribusi ke konsumen mengunakan jaringan
hantaran udara 3 fasa 4 kawat dengan tegangan distribusi sekunder 127/ 220 Volt atau
220/ 380 Volt.
Kecuali untuk daerah-daerah khusus dengan pertimbangan keindahan,
keselamatan dan keandalan yang tinggi dipergunakan sistem kabel bawah tanah.
f. Sambungan Rumah
Pada sambungan rumah, biasanya tegangan yang diterima sebesar 110-400
volt, yaitu tegangan saluran beban menghubung kepada peralatan. Pada sambungan
rumah, tegangan yang diterima disesuaikan antara 220/380 volt.
6. Jelaskan alasan gardu trafo distribusi disebut sebagai pusat beban.
Karena dimulai dari gardu ini energi lsitrik didistribusikan ke beban atau
kendali beban.
7. Gambar sistem penyaluran daya listrik dari pusat pembangkit sampai kepusat-pusat
beban yang saudara ketahui.

FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING

8. Jelaskan fungsi gardu induk


a. Mentransformasikan daya listrik :
1. Dari tegangan ekstra tinggi ke tegangan tinggi (500 KV/150 KV).
2. Dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah (150 KV/ 70 KV).
3. Dari tegangan tinggi ke tegangan menengah (150 KV/ 20 KV, 70 KV/20 KV).
4. Dengan frequensi tetap (di Indonesia 50 Hertz).
b. Untuk pengukuran, pengawasan operasi serta pengamanan dari system tenaga
listrik.
c. Pengaturan pelayanan beban ke gardu induk-gardu induk lain melalui tegangan
tinggi dan ke gardu distribusi-gardu distribusi, setelah melalui proses penurunan
tegangan melalui penyulang-penyulang (feeder- feeder) tegangan menengah yang
ada di gardu induk.
d. Untuk sarana telekomunikasi (pada umumnya untuk internal PLN), yang kita
kenal dengan istilah SCADA.
e. Menyalurkan tenaga listrik (kVA, MVA) sesuai dengan kebutuhan pada tegangan
tertentu. Daya listrik dapat berasal dari Pembangkit atau dari gardu induk lain.

FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING

BAGIAN 4
POST TEST
1. jelaskan klasifikasi sistem pembangkit energi lsitrik berdasarkan sumber energi
yang membangkitkannya
a. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
PLTMH ini adalah pembangkitan listrik yang memanfaatkan tenaga
air, tetapi dalam skala kecil, biasanya PLTMH ini dibangun untuk daerahdaerah terpencil yang susah terjangkau oleh PLN.
b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
PLTA merupakan pusat pembangkitan listrik yang menggunakan energi
potensial yang dihasilkan oleh air, sehingga dapat memutarkan turbin air dan
menngerakkan generator. Pola PLTA ini dapat menggunakan sistem
bendungan atau aliran sungai (run of river)
c. Pembangkit Litrik Tenaga Uap (PLTU)
PLTU adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap
untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis
ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga
kinetik dari uap panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap menggunakan
berbagai macam bahan bakar terutama batu bara dan minyak bakar serta MFO
untuk start up awal.
d. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
PLTG adalah pembangkitan listrik yang mengkonversi energi kinetik
dari gas untuk menghasilkan putaran pada turbin gas sehingga menggerakkan
generator dan kemudian menghasilkan energi listrik.
e. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)
Pada dasarnya PLTGU adalah gabungan dari PLTG dan PLTU yang
dikombinasikan, PLTGU sangat efektif dikarenakan pemanfaatan energi yang
sangat efisien, dengan menggunakan satu macam bahan bakar dapat
menggerakkan dua turbin, yaitu tubin gas dan turbin uap.
f. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
PLTP merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi dari
panas bumi, sehinnga dapat memanaskan ketel uap, dan uap yang dihasilkan
dugunakan untuk menggerakkan turbin.
g. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
PLTD adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga mesin
diesel sebagai penggerak untuk memutarkan turbin.
FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING
h. Pembangkit Litrik Tenaga Nuklir (PLTN)
PLTN adalah pembangkit listrik yang mengkonversi energi panas
(thermal) menjadi energi mekanik dimana panas yang dihasilkan diperoleh
dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik
2. Apa yang dimaksud dengan sistem distribusi ketenaga listrikan? Gambarkan pola
penyalurannya.
Sistem distribusi tenaga listrik adalah semua bagian dari sistem tenaga listrik
yang diaantara sumber daya besar (bulk power source) dan pelangggan.
Sumber daya besar dapat berupa pusar pembangkit yang langsung
berhubungan dengan jaringan distribusi atau suatu gardu induk yang
menerima daya melalui jaringan transmisi utnuk daerah beban yang terletak
jauh dari pusat pembangkit.

3. Gambarkan sistem penyaluran daya listrik dari pusat pembangkit sampai ke pusatpusat beban. Lengkapi data dan keterangan.

Setelah tenaga listrik dibangkitkan oleh suatu pusat pembangkit listrik,


selanjutnya tenaga listrik disalurkan (ditransmisikan) melalui jaringan transmisi. Dari
jaringan transmisi selanjutnya didistribusikan kepada para konsumen tenaga listrik
melalui jaringan distribusi tenaga listrik. Pada PTL biasanya membangkitkan energi
listrik pada tegangan menengah, yaitu pada umumnya antara 6-20 kv, pada sistem
tenaga listrik besar atau jika PTL terletak jauh dari pemakai, maka tegangannya perlu
ditaikan melalui saluran transmisi dari dari tegangan menengah (TM) menjadi
tegangan tinggi (TT) bahkan tegangan ekstra tinggi (TET).
FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING

Pada pembangkit tegangan yang dikeluarkan oleh generator yaitu 16 KV


kemudian dinaikan tegangannya melalui Trafo Step-up di GITET hingga tegangannya
menjadi
500 KV, kemudian dialurkan melalui SUTET untuk menuju ke konsumen pemakai
tegangan tinggi, sebelum kekonsumen pemakai tegangan tinggi tegangan terlebih
dahulu diturunkan dari TET menjadi TT yaitu sekitar 150 KV, tegangan tersebut
diturunkan melalui Trafo step-down yang berada di Gardu Induk (GI).
Setelah itu listrik dialirkan melalui SUTT menuju ke konsumen pemakai
Tegangan Menengah, sebelum kekonsumen pemakai (TM), tegangan diturunkan
kembali oleh Gardu Induk melalui Trafo step-down, dari (TT) menjadi (TM) yaitu
sekitar 20 KV.
Mendekati pusat pemakaian tenaga listrik yang umum, enrgi listrik yang
dialirkan melalui JTM tegangan diturunkan, dari TM menjadi TR oleh Trafo stepdown di gardu distribusi, tegangannya yaitu 220 dan 380 volt, yang kemudian
didistribusikan ke pemakai oleh gardu distribusi melalui JTR.

FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING

4. Gambar single line-diagram dari sistem pendistribusian ketenaga listrikan.

FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK

POLITECHNIC STATE OF PADANG


ELECTRICAL ENGINEERING
5. Jelaskan ruang lingkup sistem distribusi daya listrik dan fungsinya masingmasing.
ruang lingkup sistem Distribusi adalah:
a. SUTM, terdiri dari : Tiang dan peralatan kelengkapannya, konduktor dan
peralatan perlengkapannya, serta peralatan pengaman dan pemutus. yang
berfungsi sebagai penyulang (feeder) tegangan menengah yang keluar dari
gardu induk (GI) untuk kemudian mensuplai gardu-gardu distribusi.
b. SKTM, terdiri dari : Kabel tanah, indoor dan outdoor termination dan lain-lain.
c. Gardu trafo, terdiri dari : Transformator, tiang, pondasi tiang, rangka tempat
trafo, LV panel, pipa-pipa pelindung, Arrester, kabel-kabel, transformer band,
peralatan grounding,dan lain-lain. yang berfungsi sebagai penurun tegangan
dari tegangan menengah ke tegangan rendah.
d. SUTR dan SKTR, terdiri dari: sama dengan perlengkapan/material pada SUTM
dan SKTM. Yang membedakan hanya dimensinya. Fungsinya yaitu penyulang
tegangan rendah setelah keluar dari gardu distribusi

FAUZAN IQBAL - 1401031009

2 C LISTRIK