Anda di halaman 1dari 2

PAPER

A. Zinc Oxide Eugenol


ZOE sering digunakan dalam indirect pulp capping dan mempunyai kemampuan
dalam pembentukan odontoblas (Karitna, 2002). Eugenol, secara biologis merupakan
bagian yang paling aktif dari bahan ini dan mempunyai derivat fenol yang
menunjukkan toksisitas serta memiliki sifat antibakteri. Manfaat eugenol dalam
pengendalian nyeri disebabkan karena kemampuan memblokir transmisi impuls saraf.
Selain itu, penelitian menunjukan terjadinya inflamasi kronis setelah aplikasi ZOE
akan diikuti oleh pembentukan lapisan odontoblastik yang baru dan terbentuklah
dentin sekunder (Walton, 2008). ZOE tidak sering lagi digunakan saat ini karena
menyebabkan persentasi yang tinggi terhadap resorpsi internal dan tingkat
kesuksesannya hanya 55-57% (Bargenholtz, 2010).
B. Kalsium Hidroksida
Kalsium hidroksida adalah senyawa kimia dengan rumus Ca(OH) 2. Kalsium
hidroksida dapat berupa kristal tidak berwarna atau bubuk putih. Kalsium hidroksida
dapat dihasilkan melalui reaksi kalsium oksida (CaO) dengan air. Kalsium hidroksida
adalah suatu bahan yang bersifat basa kuat dengan pH 12-13. Bahan ini sering
digunakan untuk direct pulp capping. Jika diletakkan kontak dengan jaringan pulpa,
bahan ini dapat mempertahankan vitalitas pulpa tanpa menimbulkan reaksi radang,
dan dapat menstimulasi terbentuknya batas jaringan termineralisasi atau jembatan
terkalsifikasi pada atap pulpa (Baum, 2002).

Sifat bahan yang alkalis inilah yang banyak memberikan pengaruh pada jaringan.
Bentuk terlarut dari bahan ini akan terpecah menjadi ion-ion kalsium dan hidroksil.
Sifat basa kuat dari bahan kalsium hidroksida dan pelepasan ion kalsium akan
membuat jaringan yang berkontak menjadi alkalis. Keadaan basa akan menyebabkan
resorpsi atau aktivitas osteoklas akan terhenti karena asam yang dihasilkan dari
osteoklas akan dinetralkan oleh kalsium hidroksida dan kemudian terbentuklah
kalsium fosfat kompleks. Selain itu, osteoblas menjadi aktif dan mendeposisi jaringan
terkalsifikasi, maka batas dentin terbentuk diatap pulpa. Ion hidroksil diketahui dapat
memberikan efek antimikroba, ion hidroksil akan memberikan efek antimikroba
dengan cara merusak lipopolisakarida dinding sel bakteri dan menyebabkan bakteri
menjadi lisis, baik dari bakteri maupun produknya (Baum, 2002).
Kalsium hidroksida diberikan sebagai pelapik yang banyak mengandung kalsium
di atas dentin yang baru dipotong atau sebagai insulator di atas bagian kavitas yang
lebih dalam. Bentuk pasta adalah yang paling populer karena bahan ini dapat dengan
mudah dipakai dan mengeras dengan cepat. Jenis bahan ini dipakai dengan
menggunakan instrumen yang sama untuk mencampur bahan. Sebelum penempatan
bahan, instrumen harus benar-benar bersih karena sebagian pelapik bahan ini harus
ditempatkan dengan sangat tepat untuk menghindari noda-noda yang berserakan di
semua tempat. (Baum, 2002).