Anda di halaman 1dari 2

A.

Macam macam struktur baja antara lain:


1. Struktur ferrite
Struktur ferrite sering juga disebut besi murni. Struktur ferrite dapat berubah ubah sifat
apabila dipanaskan, perubahan tersebut antara lain :
a. Besi murni atau besi alfa ()
Struktur besi murni (ferrite) atau besi alfa, dibawah suhu 723 0C, sifatnya magnetis dan lunak
serta susunan kristalnya berbentuk kubus pusat ruang (BCC), seperti terdapat pada Gambar 2.
b. Besi beta ()
Struktur ferrite pada suhu 768 0C 910 0C mulai berubah sifat dari magnetis menjadi tidak
magnetis yang disebut besi beta, susunan kristalnya mulai berubah dari kubus pusat ruang
(BCC) menjadi kubus pusat bidang (FCC).
c. Besi gamma (besi )
Struktur ferrite pada suhu 910 0C 1391 0C mulai berubah menjadi struktur austenite (besi
gamma) yang mempunyai sifat tidak magnetis serta susunan kristalnya dalam bentuk kubus
pusat bidang (FCC).
d. Besi delta (besi )
Struktur ferrite yang sudah menjadi struktur austenite pada suhu 1392 0C sampai mencair
pada suhu 1539 0C berubah menjadi besi delta yang susunan kristalnya sama dengan besi
dalam bentuk kubus pusat ruang (BCC) tapi jarak antar atomnya lebih besar.
2. Struktur pearlite
Struktur pearlite adalah campuran ferrite dan cementite berlapis dalam suatu struktur butir.
Laju pendinginan lambat menghasilkan pearlite kasar dan laju pendinginan cepat
menghasilkan pearlite halus, bersifat keras dan lebih tangguh. Struktur pearlite jika
dipanaskan sampai suhu 723 0C akan berubah menjadi struktur austenite.
3. Struktur sementite
Struktur sementite adalah suatu senyawa kimia antara besi (Fe) dan zat arang C. Struktur
sementite dengan rumus kimia Fe3C yang terdiri 3 atom Fe yang mengikat sebuah atom zat
arang C menjadi sebuah molekul. Jika suatu logam besi mengandung zat arang lebih banyak,
di dalam bahan tersebut akan terdapat struktur sementite yang lebih besar. Struktur sementite
adalah struktur yang sifatnya sangat keras. Struktur sementite seperti pada Gambar 2.10.
berikut.
4. Struktur austenite
Struktur austenite adalah struktur yang berasal dari struktur ferrite yang dipanaskan pada
suhu 910 0C 1391 0C atau struktur pearlite yang dipanaskan pada suhu 723 0C 1392 0C.
Struktur austenite juga disebut besi gamma (), sifatnya tidak magnetis. Susunan kristalnya
berbentuk kubus pusat ruang (FCC). Struktur Austenite mempunyai sel satuan kubus pusat
badan atau Face Centered Cubic (FCC) yang mengandung unsur karbon maksimum hingga
1,7%. Fasa ini hanya mungkin ada pada temperatur tinggi.
5. Sruktur martensite
Struktur martensite merupakan fasa larutan padat lewat jenuh dari karbon dalam sel satuan
tetragonal pusat badan atau Body Centered Tetragonal (BCT). Makin tinggi kejenuhan
karbon maka semakin keras dan getas. Jika baja didinginkan secara cepat dari fasa austenite,
maka sel satuan FCC akan bertransformasi secara cepat menjadi BCC. Pendinginan yang
cepat ini menyebabkan unsur karbon yang larut dalam BCC tidak sempat keluar
(terperangkap) dan tetap berada dalam sel satuan tersebut.

B. Pengerasan Permukaan (Case Hardening)


Baja yang dikeraskan dengan cara konvensional memang dapat menghasilkan permukaan
yang keras dan tahan aus, tetapi kurang ulet. Pengerasan permukaan dimaksudkan untuk
mengeraskan bagian permukaannya saja, sedang bagian inti tetap lunak dan ulet, sehingga
secara keseluruhan benda masih cukup ulet tetapi sekarang permukaan menjadi lebih keras
dan tahan aus.
Untuk itu pengerasan permukaan (case hardening) merupakan salah satu jalan keluar yang
cukup baik untuk mendapatkan sifat bahan yang lebih baik dari sebelumnya. Cara proses
pengerasan permukaan diantaranya adalah: carburizing mengunakan media padat, cair, atau
gas) dan nitriding.
C. Carburizing
Carburizing adalah proses memanaskan bahan sampai diatas suhu kritis yaitu 900 0C 950
0C dalam lingkungan yang menyerahkan karbon lalu dibiarkan beberapa lamanya pada suhu
tersebut dan kemudian didinginkan (Beumer, 1980). Carburizing atau pengarbonan bertujuan
memberikan kandungan karbon yang lebih banyak pada bagian permukaan dibanding dengan
bagian inti benda kerja, sehingga kekerasan permukaan lebih meningkat.
Proses carburizing dapat dilakukan dengan tiga (3) cara, yaitu :
1. Menggunakan medium padat atau Pack Carburizing
Carburizing padat adalah proses carburizing pada permukaan benda kerja dengan
menggunakan karbon yang didapat dari bubuk arang. Bahan carburizing ini biasanya adalah
arang tempurung kelapa, arang kokas, arang kayu, arang kulit atau arang tulang.
2. Menggunakan medium cair atau Liquid Carburizing
Pada carburizing yang menggunakan medium cair atau Liquid Carburizing biasanya
pemanasan benda kerja menggunakan garam cair (salt bath) yang terdiri dari campuran
sodium cyanide (NaCN) atau potasium cyanide (KCN) yang berfungsi sebagai carburizing
agent yang aktif, dengan natrium carbonat (Na2CO3) yang berfungsi sebagai energizer dan
penurun titik cair garam. Dalam praktek, NaCN lebih banyak digunakan karena relaitif lebih
murah, lebih banyak menagndung karbon dan titik cair relatif lebih rendah (5000C).
3. Menggunakan medium gas atau Gas Carburizing
Proses pengerasan ini dilakukan dengan cara memanaskan baja dalam dapur dengan atmosfer
yang banyak mengandung gas CO dan gas hidro karbon yang mudah berdifusi pada
temperatur carburizing 900 0C 950 0C selama 3 jam.