Anda di halaman 1dari 26

BUKU PANDUAN KEGIATAN MAHASISWA

(BPKM)

MODUL
CONTINOUS PROFESSIONAL
DEVELOPMENT

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU


KESEHATAN UNIVERSITAS
BENGKULU
2016

BUKU PANDUAN KEGIATAN


MAHASISWA
(BPKM)

MODUL
CONTINOUS PROFESSIONAL
DEVELOPVMENT
Copyright 2016 by Faculty of Medicine and Health Sciences,
University of Bengkulu
All rights reserved
This book or any parts there of,
May not be used or reproduced in any manner
Without written permission from the writer.
Printed in Bengkulu, Indonesia

Hak Cipta dipegang oleh Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Bengkulu
Dilarang Mengutip, menyalin, mencetak, mencetak dan memperbanyak
Isi buku dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penulis.
Dicetak di Bengkulu, Indonesia.

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN.....................................................................................................................4
KARAKTERISTIK MAHASISWA..........................................................................................5
KOMPETENSI..........................................................................................................................6
SASARAN PEMBELAJARAN................................................................................................7
SASARAN PEMBELAJARAN TERMINAL.......................................................................7
SASARAN PEMBELAJARAN PENUNJANG....................................................................7
POKOK BAHASAN.................................................................................................................8
METODE PEMBELAJARAN..................................................................................................9
1. Kuliah.................................................................................................................................9
2. Diskusi Kelompok.............................................................................................................9
3. Pleno..................................................................................................................................6
4. Belajar Mandiri (BM)........................................................................................................9
SUMBER DAYA.....................................................................................................................11
1.

Sumber Daya Manusia..................................................................................................11

2.

Sarana............................................................................................................................11

3.

Prasarana.......................................................................................................................11

EVALUASI..............................................................................................................................12
1. Hasil Pembelajaran..........................................................................................................12
2. Program............................................................................................................................12
LAMPIRAN 1..........................................................................................................................13
LAMPIRAN 2..........................................................................Error! Bookmark not defined.
LAMPIRAN 3..........................................................................................................................15
LAMPIRAN 4..........................................................................................................................18

PENDAHULUAN
CPD memuat tiga istilah utama yaitu continuing, professional, development. Continuing
(berkelanjutan) berarti belajar tidak pernah berhenti tanpa memperhatikan usia. Professional
(profesional) berarti CPD difokuskan pada kompetensi-kompetensi profesional dalam sebuah
peran profesi. Development (pengembangan) berarti bertujuan untuk memperbaiki kinerja
seseorang dan untuk memperkuat kemajuan karir seseorang. CPD adalah suatu proses
dimana individu mengambil kendali dari pembelajaran mereka sendiri dan pengembangannya
dengan keterlibatan dalam proses refleksi dan aksi secara terus-menerus.1 Lebih lanjut CPD
mengacu pada setiap kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan melalui orientasi, pelatihan dan bimbingan.2
CPD adalah aktivitas reflektif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan,
pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan seseorang. CPD menunjang kebutuhan
seseorang dan memperbaiki praktek-praktek profesionalnya. CPD bermakna sebagai proses
bagi setiap anggota asosiasi profesi memelihara, memperbaiki, dan memperluas pengetahuan
dan keterampilan mereka dan mengembangkan kualitas diri yang diperlukan dalam
kehidupan profesional mereka. Proses ini dapat berupa pelatihan-pelatihan yang bertujuan
memelihara serta mengembangkan berbagai kompetensi secara lebih lanjut untuk
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Untuk memungkinkan pengembangan profesional
yang baik haruslah merupakan proses yang berkesinambungan serta memberikan kontribusi
terhadap peningkatan profesionalisme.
Dalam mempraktekkan CPD tentunya keterampilan belajar sepanjang hayat merupakan
komponen yang sangat penting. Seorang pembelajar sepanjang hayat perlu memiliki
kemampuan untuk menganalisis informasi baru dan kemudian menerapkan informasi serta
setiap perkembangan baru untuk kepentingan profesi mereka. Pembelajar sepanjang hayat
perlu menjadi praktisi yang reflektif dan memiliki kemampuan untuk belajar dari pengalaman
baik pengalaman sendiri maupun dari pengalaman orang lain bagi subjek pengembangan
profesinya.
Salah satu area kompetensi pada standar kompetensi dokter indonesia adalah mawas diri
dan pengembangan diri dengan belajar sepanjang hayat. Modul contionous professional
development

diharapkan memberikan kompetensi tersebut. Setelah melalui modul ini,

diharapkan mahasiswa dapat menerapkan sikap dan perilaku mawas diri dan pengembangan
diri dalam praktik kedokteran demi keselamatan pasien.

KARAKTERISTIK MAHASISWA
Peserta adalah mahasiswa yang telah melalui semua modul Basic Medical Sciences dan
modul Integrated Medical Sciences. Modul ini dilakukan pada semester VII

KOMPETENSI
Mengacu pada SKDI 2012, kompetensi yang diharapkan dicapai melalui modul continous
professional development adalah area kompetensi 2 (mawas diri dan pengembangan diri)
yaitu mampu melakukan praktik kedokteran dengan menyadari keterbatasan, mengatasi
masalah personal, mengembangkan diri, mengikuti penyegaran dan peningkatan pengetahuan
secara berkesinambungan serta mengembangkan pengetahuan demi keselamatan pasien.
1. Menerapkan mawas diri
o Mengenali dan mengatasi masalah keterbatasan fisik, psikis, sosial dan budaya diri
sendiri
o Tanggap terhadap tantangan profesi
o Menyadari keterbatasan kemampuan diri dan merujuk kepada yang lebih mampu
o Menerima dan merespons positif umpan balik dari pihak lain untuk pengembangan
diri
2.

Mempraktikkan belajar sepanjang hayat


o Menyadari kinerja profesionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajar untuk
mengatasi kelemahan
o Berperan aktif dalam upaya pengembangan profesi

SASARAN PEMBELAJARAN

SASARAN PEMBELAJARAN TERMINAL

Bila melakukan praktek kedokteran, mahasiswa yang telah melalui modul ini

mampu

melakukan praktik kedokteran dengan menyadari keterbatasan, mengatasi masalah personal,


mengembangkan diri, mengikuti penyegaran dan peningkatan pengetahuan secara
berkesinambungan serta mengembangkan pengetahuan demi keselamatan pasien.

SASARAN PEMBELAJARAN PENUNJANG


Bila melakukan praktek kedokteran, mahasiswa mampu:
(1) Mampu mengetahui konsep diri dan kepribadian untuk pengembangan diri
(2) Mampu

bersikap

profesional

dalam

praktik

kedokteran,

menyadari

kinerja

profesionalitas diri dan berperan aktif dalam upaya pengembangan profesi


(3) mampu bersikap profesional terhadap tenaga kesehatan lainnya (interprofessional) dalam
praktek kedokteran
(4) Mampu melakukan belajar sepanjang hayat untuk pegembangan diri
(5) Mampu mengikuti penyegaran dan peningkatan pengetahuan
(6) Mampu melakukan evaluasi diri dalam praktik kedokteran
(7) Mampu menyusun refleksi diri untuk pengembangan diri
(8) Mampu menyusun portofolio untuk pengembangan diri

NO

LINGKUP BAHASAN

POKOK/SUB POKOK BAHASAN

Profession, Professional &


Profesionalism

1.1. Definisi profesi, profesionalisme dan


profesionalitas
1.2. Sejarah & Falsafah Profesi
1.3. Kode Etik Profesi
1.4. Regulasi & Organisasi Profesi

Self Concept & Personality

2.1.
2.2.
2.3.
2.4.
2.5.

Definisi konsep diri dan kepribadian


Tahapan perkembangan diri
Teori konsep diri dan kepribadian
Penilaian konsep diri dan kepribadian
Gangguan konsep diri dan kepribadian

Professionalism in Medical
Pratice

Continous Professional
Development

3.1.
3.2.
3.3.
3.4.
4.1.
4.2.
4.3.
4.4.
4.5.

Definisi profesi dokter


Sejarah profesi dokter
Praktek profesi dokter
Tantangan profesi dokter
Definisi CPD
Siklus CPD
Tujuan dan Prinsip CPD
Model dan Kegiatan CPD
Manfaat dan Output CPD

Interprofesionalism in health
professional

5.1.
5.2.
5.3.
5.4.

Definisi & klasifikasi profesi tenaga medis


Kewenangan profesi tenaga medis
Komunikasi antar profesi tenaga medis
Kolaborasi antar profesi tenaga medis

Professionalism Assesment
(Portofolio)

6.1.
6.2.
6.3.
6.4.
6.5.

Definisi Portofolio
Tujuan Portofolio
Prinsip Portofoli
Jenis-jenis Portofolio
Aplikasi penggunaan portfolio pada profesi
kedokteran

Self Reflection

7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
7.5.

Definisi Self Reflection


Tujuan Self Reflection
Prinsip Self Reflection
Bentuk-bentuk Self Reflection
Aplikasi self reflection pada profesi kedokteran

POKOK BAHASAN

METODE PEMBELAJARAN
1. KULIAH
Kuliah merupakan satu tahapan dimana mahasiswa akan memperoleh
ilmu
pengetahuan
mendasar
tentang
contionus
professional
development. Proses kuliah berupa Interaktif yang dilandaskan pada
komunikasi dua arah antara narasumber dan mahasiswa.
JUDUL KULIAH
Profession, Professional
Professionailsm

NARASUMBER
and

KETERANG
AN

dr. Noor Diah Erlinawati,


M.Gizi

Self Concept

DR. I Wayan Dharmayana,


M.Psi

Personality

dr. Lucy M Bangun, Sp.KJ

Professionalism
In
Medical Practice
Continuing Professional
Development
Interprofessional
In
Health Profession
Self Reflection

dr. Hamzah, MM

Portfolio

dr. Sylvia Rianissa Putri,


Msc

dr. Elvira Rosana


dr. Meutia Arini Yasrizal
dr. Enny Nugraheni,
M.Biomed

2. DISKUSI KELOMPOK
Diskusi dilaksanakan dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari
10 11 mahasiswa dan didampingi oleh seorang fasilitator. Setelah 2
kali diskusi akan dilaksanakan kegiatan pleno yang menghadirkan
narasumber yang diakhiri dengan umpan balik.

3. DISKUSI KOLABORASI
Pada kegiatan ini akan dilakukan kolaborasi pendidikan interprofessional
pada semua tenaga medis seperti perawat, apoteker, ahli gizi dan analis

laboran. Kegiatan inin dilakukan dengan memberikan suatu kasus


penyakit yang kemudian setiap mahasiswa sesuai dengan profesinya akan
melakukan perannya sesuai dengan kompetensi masing-masing

4. PLENO
Setelah

diskusi

ke-2

akan

diselenggarakan

kegiatan

pleno

yang

menghadirkan narasumber yang diakhiri dengan umpan balik. Pleno


untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok untuk diberi masukan
atau umpan balik oleh narasumber yang terkait pembahasan pemicu.

5. BELAJAR MANDIRI
Mahasiswa dalam menyelesaikan masalah yang ada di pemicu, dituntut
untuk

mengembangkan

pemahamannya

melalui

belajar

mandiri.

Belajar mandiri dapat dilakukan dengan bantuan teknologi informasi


seperti internet yang telah disediakan oleh Universitas Bengkulu. Hasil
dari belajar mandiri akan dikemukakan pada saat diskusi lanjutan
ataupun pada saat pleno suatu pemicu. Dengan demikian, mahasiswa
secara personal tidak hanya akan menerima informasi namun juga
membagi informasi dari hasil belajar mandirinya.

6. PRAKTIKUM
Pada sesi ini, mahasiswa akan dilatih keterampilan untuk pencapaian kompetensi
yang terkait dengan pembahasan modul ini. Praktik ini akan didampingi oleh
pembimbing praktik yang akan menjelasakan dan membimbing selama praktik
tersebut.
Perhitungan SKS
Diskusi Kelompok (8 Jam): 8/32 = 0.25
Pleno (8 Jam)

: 8/16 =0.50

Kuliah (16 Jam)

: 16/16

Praktikum (4 Jam)

: 4/32 =0.125

Belajar Mandiri (8 Jam)


Total SKS

=1.00

: 8/64 =0.125
:

=2.00 SKS

SUMBER DAYA
1. SUMBER DAYA MANUSIA

Ketua Modul

: dr. Meutia Arini Yasrizal

Sekretaris Modul

: dr. Maria Eka PY

Narasumber

(1) dr. Noor Diah Erlinawati,


(2) DR. I Wayan Dharmayana, M.Psi
(3) dr. Lucy M Bangun, Sp.KJ
(4) dr. Hamzah, MM
(5) dr. Noor Diah Erlinawati, M.Gizi
(6) dr. Elvira Rosana
(7) dr. Meutia Arini Yasrizal
(8) dr. Enny Nugraheni, M.Biomed
(9) dr. Sylvi Rianissa Putri, Msc

7. SARANA
1. Buku Rancangan Pengajaran (BRP) Modul CPD
2. Buku Pedoman Staf Pengajar (BPSP) Modul CPD
3. Buku Pedoman Kerja Mahasiswa (BPKM) Modul CPD
4. Layar lebar di setiap ruang kuliah
5. LCD projector 1 buah di setiap ruang kuliah
6. Laser pointer 1 buah
7. Wireless microphone 1 buah setiap ruang kuliah
8. Mikrofon biasa 1 buah setiap ruang kuliah

9. Desktop atau laptop computer 1 buah di setiap ruang kuliah


10.

Alat tulis kantor: kertas HVS untuk ujian tulis I dan II serta keperluan administrasi,
spidol dan plastik transparansi

8. PRASARANA
a. Satu buah ruang kuliah besar dengan kapasitas 50 orang untuk kuliah interaktif
b. Ruangan diskusi kelompok 5 ruangan (masing-masing 10 - 12 orang mahasiswa).

EVALUASI
1. EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN
Evaluasi proses pembelajaran dan hasil pembelajaran berupa:
1. Observasi diskusi (bobot 10%)
2. Buku catatan mahasiswa (bobot 10%)
3. Laporan tugas/praktikum (20 %)
4. Ujian tulis (bobot 60%)

2. EVALUASI PROGRAM
Evaluasi program merupakan penilaian terhadap efektivitas dan efisiensi modul
berdasarkan hasil umpan balik peserta modul dan pelaksana modul. Evaluasi ini berupa:
2. Kelulusan mahasiswa dan perolehan nilai > B sebanyak 75 %
3. Kehadiran mahasiswa dan dosen > 75 %
4. Pelaksanaan modul sesuai jadwal yang direncanakan > 75 %

LAMPIRAN
1

Minggu 1
Hari/ Jam

SENIN
14 November 2016

08.00-09.00

K0. Pengantar Modul

09.00-10.00

K1. Profession, Professional


& Profesionalism

10.00-11.00
11.00 -12.00

BM

SELASA
15 November 2016
K2. Self Concept

BM

12.00 -13.00
13.00-14.00
14.00-15.00
15.00-16.00

RABU
16 November 2016

KAMIS
17 November 2016

K4. Professionalism In
Medical Practice

K5. Continous Professional


Development

BM

BM

JUMAT
18 November 2016
PLENO

Medical
Professionalism

ISHOMA

DISKUSI KELOMPOK
Medical
Professionalism

K3. Personality

DISKUSI KELOMPOK
Medical
Professionalism

BM

BM

K0 : dr. Meutia Arini Yarizal


K1 : dr. Noor Diah Erlinawati, M
K2 : DR. I Wayan Dharmayana, M.Psi
K3 : dr. Lucy M Bangun, Sp.KJ
K4 : dr. Hamzah, MM
K5 : dr. Noor Diah Erlinawati, M

[Type text]

Page 16

Pleno :
1. dr. Hamzah, MM
2. dr. Noor Diah Erlinawati

MATRIK KEGIATAN MODUL CONTINOUS PROFESSIONAL DEVELOPMENT


Minggu 2
Hari/ Jam
08.00-09.00
09.00-10.00
10.00-11.00
11.00-12.00
12.00 -13.00
13.00-14.00
14.00-15.00
15.00-16.00

SENIN
21 November 2016

SELASA
22 November 2016

RABU
23 November 2016

K6. Interprofessional In
Health Centre

Pr1. Portfolio)

K8. Self Reflection

KAMIS
24 November 2016

JUMAT
25 November 2016
UJIAN REMEDIAL SUMATIF

UJIAN SUMATIF
K7. Professionalism
Assesment (Portfolio)

BM

Pr2. Self Reflection

BM

ISHOMA
Collaborative
Learning:
Interprofessinal Health
Profession

Collaborative
Learning:
Interprofessinal
Health Profession

PLENO
Interprofessional In
Healt Profession

BM

K6 : dr Meutia Arini Yasrizal


K7 : dr Enny Nugraheny, M.Biomed
K8 : dr Sylvi Rianissa Putri, M.Sc
Pr1 : dr Enny Nugraheny, M.Biomed
Pr2 : dr Sylvi Rianissa Putri, M.Sc

[Type text]

Page 16

Pleno :
1. dr Enny Nugraheny, M.Biomed
2. dr Sylvi Rianissa Putri, M.Sc

[Type text]

Page 16

LAMPIRAN
2
PANDUAN PELAKSANAAN
DISKUSI
MEDICAL PROFESIONALISM
Untuk kegiatan ini, mahasiswa diberikan beberapa kasus terkait
profesionalitas pada praktek kedokteran. Mahasiswa diharapkan terlibat
dan merasakan kasus tersebut sehingga dapat bersikap dan bertindak
sesuai professional dokter.
TUJUAN
1. Memberikan mahasiswa pengalaman bertindak professional dalam
praktek kedokteran
2. Melatih mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan
professional kedokteran untuk menyelesaikan masalah professional
pada situasi nyata praktek kedokteran
PELAKSANAAN DISKUSI
1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari 8-10 orang.
2. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang ketua dan sekretaris.
3. Setiap kelompok akan mempelajari beberapa kasus praktek
kedokteran.
4. Setiap kelompok dibimbing oleh seorang fasilitator
5. Setiap diskusi hanya dilakukan satu kali pertemuan untuk 2 buah
kasus
6. Setiap kasus yang diberikan harus diselesaikan selama diskusi
tersebut
7. Setiap hasil diskusi untuk setiap kasus dipresentasikan pada diskusi
pleno
PROSES DISKUSI
1. Setiap mahasiswa memahami terlebih dahulu setiap KASUS yang
diberikan.
2. Setiap mahasiswa menjelaskan MASALAH yang ada pada kasus.
3. Setiap mahasiswa menjelaskan SIKAP/PERILAKU dan TINDAKAN
dokter yang benar atau salah pada kasus.
4. Setiap mahasiswa menjelaskan SIKAP/PERILAKU dan TINDAKAN
dokter yang seharusnya dilakukan.
5. Setiap mahasiswa menjelaskan ATRIBUT PROFESIONALITAS yang
sesuai terhadap masalah kasus tersebut (berikan alasan)
ATRIBUT PROFESIONALITAS
1. Excellent
2. Accountability
3. Altuirism

4. Respect
5. Empathy
6. Honor
7. Integrity
KASUS DISKUSI 1
SKENARIO 1
Anda seorang dokter muda tahun kedua mengikuti siklus bedah (bidang yang Anda
senangi). Ini adalah minggu terakhir siklus dan Anda hanya memiliki satu kesempatan
untuk menjahit sebuah luka. Semua peluang lain untuk menjahit diberikan kepada residen
bedah yang bertugas, meskipun Anda berada disana dan menyaksikan prosedur menjahit
beberapa kali.
Pada suatu malam, sebuah mobil polisi tiba dengan membawa pasien dengan luka tembak
pada betis dan lengan. Residen bedah yang senior memeriksa pasien dan menyapanya
dengan nama [Nano]. Dia kemudian berbalik kepada Anda dan mengatakan "Ini akan
menjadi kesempatan besar untuk melatih keterampilan menjahit Anda. Nano adalah
seorang DPO Pembunuh Berdarah Dingin. Anda diminta untuk menjahit lengan dan betis
Nano tanpa Anestesi.
Ketika Anda menginformasikan kepada residen bahwa anda tidak tega menjahit tanpa
anestesi, ia menjawab: "Ini tidak sebanding dengan yang telah Nano lakukan ke korbankorbannya. "
KASUS DISKUSI 1
SKENARIO 2
Sebagai dokter muda tahun pertama (atau kedua), dokter ruangan yang bekerja bersama
Anda meminta Anda untuk memeriksa riwayat medis pasien dan memberikan laporan
kasus kepadanya. Karena dokter datang terlambat, Anda akhirnya menghabiskan waktu
beberapa menit dengan pasien dan memulai percakapan ramah dengannya. Katakanlah
pasien memberitahu Anda sesuatu yang dia tidak ingin dokter tahu.
Dokter datang kembali dan melakukan pemeriksaan dengan Anda dan mengatur
pengobatan untuk pasien tanpa mengkonfirmasikan riwayat kesehatan yang telah anda
laporkan kepadanya yang ternyata lengkap dan akurat.
Dua jam kemudian Anda mengingat informasi yang sangat penting tentang pasien ini yang
Anda lupa menyampaikannya kepada dokter. Informasi ini sebenarnya dapat mengubah
diagnosis pasien serta perawatan yang diberikan.

KASUS DISKUSI 2
SKENARIO 1
Anda didekati oleh seorang Medical Representative suatu obat tertentu dan terbaru saat
Anda selesai praktek sore hingga malam. Perwakilan itu memperkenalkan dirinya kepada
Anda dan setelah obrolan ramah, ia mengundang Anda untuk mengikuti Seminar Mengenai
Materi yang anda sukai di Singapura dan Paket Tour sekeluarga ke Singapura. Anda sangat
tertarik untuk ikut seminar tersebut dan anda sekeluarga sudah lama tidak liburan bersama.
Malam itu, saat anda masih sangat bersemangat dan senang, Anda memberitahu keluarga
Anda tentang undangan tersebut dan mulai bertanya-tanya apakah Anda menerima seluruh
tawaran tersebut atau hanya menerima seminarnya saja ?
KASUS DISKUSI 2
SKENARIO 2
Banyak dokter muda menggunakan situs jejaring sosial Facebook untuk tetap berhubungan
dengan teman-teman, kolega dan kenalan baik lokal maupun di seluruh dunia. Terlepas dari
pengaturan privasi seseorang, sebagian besar rekan-rekan anda dapat diidentifikasi sebagai
mahasiswa kedokteran Universitas Bengkulu melalui informasi profil. Beberapa teman
anda dan senior anda mengupload foto-foto selfie dan rame-rame yang berhubungan
dengan kegiatannya selama menjalani pendidikan klinik

a.

b.

c.
d.

e.

LAMPIRAN
3
PANDUAN PELAKSANAAN
DISKUSI
COLLABORATIVE LEARNING
INTERPROFESSIONAL
Dalam

pembelajaran

berkolaborasi

dalam

ini,
tim

mahasiswa
pelayanan

merasakan

pengalaman

kesehatan,

dengan

mengembangkan rencana tatalaksana untuk pasien dengan kebutuhan


kesehatan yang kompleks. Setiap tim terdiri dari berbagai mahasiswa
yang berasal dari profesi kesehatan seperti perawat, bidan, apoker,
sanitarian, analisis kesehatan, ahli gizi dan lainnya
TUJUAN
1. Memberikan mahasiswa pengalaman berkolaborasi dengan profesi
kesehatan lain dalam pemecahan kasus
2. Melatih mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi
interprofesi dalam menyelesaikan kasus medis dengan pendekatan
kolaboratif.
3. Melatih kemampuan komunikasi efektif mahasiswa antar profesi.
4. Memahami peran profesi lain dalam penyelesaian suatu kasus medis.

METODE PELAKSANAAN
1. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil beranggotakan 10
orang.

Pembagian

institusi/jurusan
2. Setiap tim akan

tim

diatur

mempelajari

secara

acak

sebuah

kasus

dari

berbagai

kompleks

dan

menyiapkan rencana kerja dari kasus tersebut.


3. Setiap tim akan mempresentasikan rencana kerja yang telah disusun
kepada peserta lain.
4. Beberapa tim akan dipilih berdasarkan undian untuk presentasi
masing-masing 10 menit. Setelah semua tim selesai presentasi,
umpan balik diberikan oleh seorang narasumber.

LAMPIRAN 4
KASUS DISKUSI 1
Seorang laki-laki berusia 59 tahun datang ke poliklinik umum RSUD X di Depok dengan keluhan
luka di kaki kanan yang tidak sembuh sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya kaki luka karena tidak
sengaja menginjak kerikil tajam di halaman rumah, namun setelah diberi obat merah dan ditutup
plester, luka tidak menyembuh bahkan muncul bengkak dan kemerahan di sekitar luka dan mulai
berbau. Akibatnya, pasien sulit untuk berjalan sehari-hari.
Sejak kira-kira 3 tahun lalu, pasien sudah berhenti bekerja berjualan kue di sekolah karena mudah
merasa lelah. Pasien mudah merasa haus dan sering buang air kecil, bahkan di malam hari ketika
tidur. Namun selain dari hal tersebut, pasien merasa sehat dan tidak pernah berobat ke dokter. Saat
ini pasien tinggal bersama menantu dan anak ketiganya. Istri pasien sudah meninggal setahun yang
lalu, sedangkan anak ketiga pasien saat ini sedang hamil, sehingga pasien membantu mengurus
rumah. Sebelum pasien mengalami luka di kaki, tidak ada kesulitan bagi pasien mengerjakan
aktivitas sehari-hari sendiri. Pasien tidak merokok, namun tidak berolahraga. Sehari-hari pasien
hanya tinggal di rumah, menghabiskan waktunya dengan menonton TV atau mengaji.
Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum baik, tekanan darah 140/80, berat badan 60 kg,
tinggi badan 163 cm, konjungtiva tidak pucat, kebersihan mulut kurang baik. Pada pemeriksaan
dada dan abdomen tidak ditemukan kelainan. Pada ekstremitas, di plantar pedis dekstra ditemukan
ulkus berukuran 2 cm x 1 cm dengan dasar otot dan jaringan ikat, disertai edema dan eritema di
sekitarnya. Ulkus nyeri bila ditekan, berbau, dan terdapat sedikit pus.

Pemeriksaan darah menunjukkan Hb 13 g/dL, leukosit 8300/mm3, kadar glukosa darah sewaktu
273 mg/dL, kolesterol 300 mg/dL, trigliserida 200 mg/dL. Pada pemeriksaan urin ditemukan
glukosa (+). Pasien menggunakan kartu BPJS untuk membayar pengobatannya.
Diskusikan dengan tim Anda:
1. Apa masalah yang ditemukan pada pasien saat ini dan apa diagnosis kerja yang Anda tegakkan,
2.
3.
4.
5.
6.

menurut profesi Anda masing-masing?


Apa rencana tatalaksana pada pasien ini dari sudut pandang masing-masing profesi?
Tenaga kesehatan apa saja yang perlu dilibatkan pada tatalaksana pasien ini?
Apakah terdapat tumpang tindih peran anggota tim Anda dalam tatalaksana pasien ini?
Bagaimana rencana kolaborasi di dalam tim Anda untuk dapat menatalaksana pasien ini?
Bagaimana pendekatan yang perlu dilakukan terhadap keluarga dan komunitas pasien?

Susunlah hasil diskusi tersebut dalam suatu presentasi rencana tatalaksana yang komprehensif
dan holistik, dengan pendekatan tim.

KASUS DISKUSI 2
Ny. D 31 tahun, G2P1, datang ke Puskesmas pada tanggal 29 Maret 2014 untuk menjalani
pemeriksaan kehamilan oleh dokter. Pemeriksaan kehamilan ini merupakan pemeriksaan
kehamilan pertamanya di Puskesmas sejak kehamilan kedua ini. Hari pertama haid terakhir
adalah 2 Desember 2013.
Saat ini, Ny. D datang tanpa keluhan. Riwayat persalinan sebelumnya normal. Anak
pertama laki-laki, saat ini berusia 3 tahun, lahir di klinik bidan dengan berat lahir 2600
gram. Tidak ada riwayat penyakit dahulu yang diketahui.
Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 130/80 mmHg, berat badan 47 kg, TB
152 cm, lingkar lengan atas 22 cm. Pada pemeriksaan mata, konjungtiva pucat. Pada
pemeriksaan mulut, gusi terlihat merah dan sedikit bengkak, menurut pasien kadang
berdarah
bila sikat gigi. Pemeriksaan jantung, tidak ditemukan suara jantung abnormal. Pada
pemeriksaan paru, ditemukan suara vesikuler di kedua lapang paru, tidak ada bunyi
tambahan. Tidak ada pembengkakan ekstremitas.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar Hb 10 g/dL, golongan darah A, gula
darah sewaktu 120 mg/dL. Pemeriksaan USG tidak dilakukan karena alat tidak tersedia.
Diskusikan bersama tim Anda:
1.
2.
3.
4.

Apa masalah yang ditemukan dari pemeriksaan saat ini?


Apa rencana tatalaksana pada pasien ini dari sudut pandang profesi masing-masing?
Tenaga kesehatan apa saja yang perlu dilibatkan dalam asuhan kehamilan (antenatal)?
Bagaimana rencana kolaborasi tenaga kesehatan dalam asuhan kehamilan (antenatal)?

5. Siapa ketua/pemimpin dari tim pelayanan kesehatan tersebut, bagaimana peran masingmasing profesi, dan mekanisme koordinasi/komunikasi di antara tenaga kesehatan?
6. Apa tindakan yang perlu dilakukan bagi keluarga pasien dan masyarakat di sekitarnya?

Susunlah hasil diskusi tersebut dalam suatu rencana tatalaksana yang komprehensif
dengan pendekatan tim

LAMPIRAN 5

Program Studi Kedokteran


LEMBAR EVALUASI PESERTA DALAM DISKUSI KELOMPOK
(UNTUK EVALUASI FORMATIF OLEH FASILITATOR)
Kelompok

: ___________

Modul

Nama Fasilitator

: ___________

Tahun Akademik : 201..../201....

Trigger

: 1/2/3/4/5/6

No

Nama

Peran serta

Perilaku
Komunikasi

Disiplin/
Kehadiran

Dominan

Aktifitas

Argumentasi

Sharing

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Keterangan:
0-5

Nilai
6-7

8-10

-5

Nilai
-3

Sharing
Argumentasi
Aktifitas
Komunikasi

Kurang
Kurang
Kurang
Kurang

Kadang2

Selalu

Dominasi

ya

Kadang2

Tidak

Cukup

Baik

Disiplin/
Kehadiran

Terlambat
>15 mnt

Terlambat
<15 mnt

Tepat
waktu

Cukup
Cukup

Baik
Baik

Definisi butir evaluasi:


Sharing
: berbagi pendapat/pengetahuan yang sesuai
dengan lingkup Bahasan di antara anggota kelompok
Argumentasi: memberikan pengetahuan dan tanggapan yang logis
berdasarkan literatur yang dibacanya
Aktifitas
: giat dalam diskusi tanpa didorong oleh fasilitator
Dominan : Sikap menguasai forum pada saat diskusi kelompok
Komunikasi : menyimak, menjelaskan dan bertanya dengan
Menggunakan bahasa yang baik dan benar
serta sistematis

Bengkulu_________20XX

(___________________)
nama jelas fasilitator

Program Studi Kedokteran


LEMBAR EVALUASI FASILITATOR DALAM DISKUSI KELOMPOK
Nama Fasilitator : __________________________________________(HARUS diisi)
Modul :

Tanggal: _______________

Nama Mahasiswa : _________________________________(boleh tidak diisi)


Silahkan nilai kontribusi fasilitator anda dalam proses diskusi kelompok. Tuliskan komentar terhadap
kebiasaan spesifik fasilitator anda. Umpan balik ini sangat bermanfaat untuk fasilitatordan berkontribusi
terhadap efektivitas kelompok diskusi anda.
Formulir ini harus dimasukkan ke dalam amplop yang telah disediakan, ditutup dan diserahkan kepada
fasilitator/sekretariat modul.
Selalu
I.

SIKAP
1. menunjukkan antusiasme sebagai fasilitator
2. Hadir dalam sesi diskusi sesuai rencana
3. Memperhatikan dan memberikan umpan
balik perilaku peserta

II.

KETRAMPILAN
4. Bertanya tanpa mengarahkan, challenging
Questions
5. Menghindari mini-lecturing/menjadi tutor
6. Mengarahkan mahasiswa kepada pilihan
sumber informasi dan materi pembelajaran
7. Membantu mahasiswa fokus pada learning
Issues dan sasaran pembelajaran

Sering

Kadang
-kadang

Tidak
pernah

8. Memberikan umpan balik dan menilai proses


9. Mendorong critical thinking melihat materi
yang ada secara komprehensif

KOMENTAR:

PENYUSUN MODUL
dr. Meutia Arini Yasrizal
dr. Maria Eka Patri Yulianti