Anda di halaman 1dari 20

Prinsip Desain Masjid

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam MENDESAIN Masjid:


Pada dasarnya desain masjid yang baik bertujuan untuk MEMELIHARA kualitas kekhusyuan , kesucian
dari seluruh kegiatan ibadah di dalamnya, bukan hanya sekedar menciptakan bangunan Masjid yang
indah, glamor ataupun bermegah-megah.
Point -point Desain yang perlu diperhatikan dari sisi Syariat :
1. Tentukan Arah Qiblat yg akurat.
Gunanya:
- Menetukan arah sholat
- Mempengaruhi Orientasi bangunan dan Zonasi dan Pola sirkulasi
- Menetapkan posisi duduk closet agar TIDAK menghadap Qiblat
- Menetapkan arah wudhu agar menghadap Qiblat.
2.Antara Pria dan Wanita harus ada Hijab atau pembatas sesuai tuntunan Al-Quran.
3.Pemahaman PRINSIP THAHARAH
4. Masjid Haram digunakan untuk bergolong-golongan
****************************************************************************

1. ZONASI :
Yaitu pengelompokan area berdasarkan kegiatan tertentu di buat secara jelas; termasuk :

Zona kegiatan sholat dan

Non sholat

Zona suci dan

Non suci.

Perlu di ingat bahwa tidak semua yang datang ke masjid dalam keadaan "suci" misalnya wanita yang
sedang haidh, jika ada kegiatan (ceramah, akad nikah, dsb) .Maka diperlukan Zona "non Sholat" ini,
termasuk jika masjid ini berfungsi juga sebagai sarana dakwah bagi non muslim.
Jenis kegiatan yang akan dilakukan di area Masjid juga mempengaruhi pola Zonasi. Masjid raya atau
masjid jami' biasanya memiliki lebih banyak kegiatan seperti kegiatan remaja masjid, kursus singkat,
perpustakaan, Taman Al Quran/TPA, bahkan area khusus diskusi bagi non muslim yang ingin lebih
mengenal islam.
Innventarisasi Lingkup Kegiatan sangat penting sebagai langkah awal mendesain Masjid termasuk
menentukan Zonasi nya.

Contoh Zoning Area pada Bangunan Masjid

2.SIRKULASI
a. Sirkulasi pria dan wanita:
Sirkulasi wanita dan Pria idealnya terpisah. Sehingga tidak membatalkan wudhu maupun menganggu
konsentrasi jamaah.
Sering kita temui bersatunya area wudhu pria dan wanita (biasanya di Mall, dengan alasan keterbatasan
tempat) , ini jelas tidak terpelihara, selain potensi saling bersentuhan juga yang menyulitkan adalah ketika
para wanita harus membuka jilbabnya dan menyingkap pakaiannya untuk berwudhu, sehingga
memperlihatkan auratnya .
b. Sirkulasi BerSuci
Sirkuasi bagi mereka yang telah dan belum berwudhlu sangat penting diperhatikan dalam rangka
memelihara THAHARAH wudhu. Biasanya ditandai dengan "Jalur Suci dan Batas Suci"
Seringkali kita temui desain mesjid kurang memperhatikan "Jalur dan batas suci", jalur pejalan kaki
mereka yang BELUM WUDHU (kadang-kadang masih memakai sandal atau sepatunya) bertabrakan /
bercampur dengan mereka yang sudah berwudlu, sehingga otomatis kaki jamaah yang sudah wudhu jadi
tidak Thaharah. Lalu ketika jamaah tersebut memasuki masjid maka ikut tercemarlah lantai masjid nya.

Contoh pola Sirkulasi pada Masjid

3. THAHARAH
Thaharah bukan semata-mata kesucian berwudhu, tetapi juga memelihara kesucian diri dan lingkungan
dari najis. Diantaranya:
* TERPELIHARA dari najis yang mungkin mengotori lantai dan dinding Masjid; sehingga menodai
kesucian pakaian jamaah yang hendak sholat. Kasus yang pernah saya temui antara lain;
masjid dimasuki oleh hewan misalnya kucing yang kemungkinan besar kakinya mengandung najis,
sehingga menempel pada lanatai masjid.
Atau Masjid dimasuki oleh jamaah (umumnya anak-anak) yang belum paham adab masuk masjid,
mereka lalai cuci kaki atau tidak wudhu lebih dulu sebelum memasuki masjid.
*TERPELIHARA dari unsur-unsur yang diharamkan dalam Membersihkan dan merawat Masjid. Point ini
hampir selalu LOLOS dari pengamatan kita, berbagai zat kimia saat ini banyak mengandung Enzim dan
Unsur Kimia yang disinyalir tidak halal. misalnya Elmusifier, yaitu zat yang digunakan sebagai pengelmusi
dan agar cairan tidak menggumpal.jadi pastikan zat pembersih yang kita pakai tidak mengandung unsur
unsur non Halal, baca dan pelajarilah "Ingredients" nya dengan teliti.
Perlu diperhatikan juga kebersihan alat (misalnya pel lantai) dan metoda pembersihan masjidnya, agar
terpelihara ke Thaharah an masjid.
Beberapa hal yang sering luput kita perhatikan sehingga kondisi Area Sholat tidak Thaharah adalah :

Pola Sirkulasi pengunjung yang salah desain, bertabrakan, tidak urut dsb.

Informasi atau SIGN "BATAS SUCI" tidak ada atau tidak jelas.

Pengunjung dari Toilet langsung menuju area sholat tanpa ada area PERANTARA seperti area
cuci kaki atau berwudhu lebih dulu
Pintu Toilet terlalu dekat area sholat, sehingga cipratan najis masuk ke area sholat
Adanya desain fisik yg mengundang hewan misalnya Cicak. kelihatannya sepele tetapi ternyata
kotoran cicak cukup bikin pusing dalam rangka menjaga ke Thaharahan Masjid. Cicak menyukai area
lembab dan hangat, seperti celah atau rongga di plafod yang kurang sirkulasi udara.

CONTOH DENAH MASJID (1 Lantai ) :

4. Desain yang Indah tidak harus "OVER"


Desain Masjid harus terpelihara dari yang menganggu ke khusyu'an sholat diantaranya:
Gangguan suara :
suara berisik bisa datang dari kesalahan penempatan genset, partisi kedap, jalan raya ramai yang tidak
diberi "Filter" peredam suara, dsb.-----Pepohonan Rimbun dapat berfungsi sebagai Filter /Peredam
kebisingan dari Jalan Raya. , Demikian pula dengan dinding masif tanpa bukaan bersifat "memblokir"
suara (tetapi juga memblokir cahaya, sehingga jika dipakai pun direkomendasikan dilengkapi semacam
Glass Block )
Gangguan Visual :
gambar dan ornamen ornamen ramai yang berlebih2an, silau cahaya , warna-warni mencolok, atau
kegiatan dan pemandangan diluar masjid yang merusak konsentrasi sholat. termasuk gangguan visual
adalah ketika area pria dan wanita tidak ter "hijab" dengan baik
.---------Pemakaian Ornamen Kaligrafi lukis dengan warna Monochrome Biru s/d Hijau lembut banyak
digunakan meniru desain "Blue Mosquedi Turki " karena efek menetramkan dan estetikanya.

Interior BLUE Mosque-Turki: meskipun interiornya banyak memakai aneka pola


kaligrafi, tetapi karena tata warna nya GRADASI BIRU alias MONOCHROME
maka interior masjid ini sangat indah tetapi tidak mengganggu ke khusyu'an sholat.

Kaligrafi Blue Mosque turki

Keramik Tile in Blue Mosque Turki

Pemanfaatan dan efisiensi Lubang Pencahayaan sekaligus menjadi elemen estetika interior

Blue Mosque in Afghanistan Mazhar E Shariff

----------Pemakaian Kayu ekspose dengan plituur /warna kayu natural pada lantai (parket), dinding dan
atap (rangka atap ekspose) juga memberikan kesan menentramkan.
----------Partisi pemisah umumnya digunakan kain karena mudah di atur untuk perluasan sholat Jumat ,
tetapi partisi Rotan yang ringan juga dapat digunakan dan masih cukup bersifat "movable"
Gangguan Bau :
misalnya posisi toilet yang tidak memperhitungkan sirkulasi udara, dapat menyebabkan bau malah
"menerjang" ke area sholat, atau bau sambal goreng restoran sebelah yang bikin jamaah buyar

konsentrasinya :)
------------------Upayakan toilet area berada pada sisi terjauh dari area Sholat, dengan jendela bukaan
kearah halaman luar, atau gunakan Exhaust fan.
------------------Selokan buangan air wudhu yang tidak mengalir lancar, juga menimbulkan bau tidak sedap.
Perhatikan kemiringan saluran dan arah buangannya. Untuk menghemat air tanah, air bekas wudhu
dapat disalurkan ke sumur resapan daripada di buang sia-sia ke selokan.

5. Tampak Bangunan dan Interior Masjid


Kemuliaan Rumah Allah TIDAK HARUS diwujudkan dalam desain masjid yang megah dan mewah, serta
menghabiskan dana umat yang tidak sedikit.
Idealnya kita mengacu pada prinsip masjid yang dibangun Rasulullah yaitu Masjid Nabawi-Madinah;
masjid ini awalnya sangat sederhana dan lebih mengutamakan Fungsi Kegiatan yang dapat ditampung di
dalamnya. Kegiatan yang memuliakan derajat umat lebih utama dari sekedar kemuliaan tampilan fisik.
Wallahu'alam.
HARUSKAH MASJID SELALU MEMAKAI KUBAH???
Pemakaian Ikon Masjid seperti Kubah, Minaret dan ornamen hias interior sah saja dipakai selama tidak
berlebih-lebihan dan melewati batas kewajaran.
Menurut kami Masjid tidak harus selalu memakai Kubah, tetapi bisa juga memakai atap limasan atau
bentuk lain yang memang lebih cocok untuk iklim TROPIS LEMBAB seperti di Indonesia.
Perlu dipahami bahwa asal muasal "kubah" atau "DOME" adalah dari arsitektur GEREJA Byzantine
contohnya adalah Hagia Sophia sebelumnya adalah sebuah gereja utama di masa era kaisar Romawi
Constantine di Constantinople eropa (Sekarang turki) ,Dibangun pada tahun 500-an Masehi . Bangunan
ini menjadi kebanggaan umat kristiani saat itu, karena kecanggihan teknologi pembuatan kubahnya yang
mampu memiliki bentang besar, tanpa terganggu deretan kolom, sehingga dapat menampung jamaat
dalam jumlah besar.

Gereja Hagia Sophia-pada 537 M,era Romawi

Hagia Sophia kemudian dijadikan Masjid sejak penaklukan Islam pada tahun 1400 an

Interior Hagia Sophia, masih terlihat lukisan khas nasrani yang masih dipertahankan sebagai penghargaan pada ibunda Siti maryam dan Nabi
Isa.A.S, saat ini berfungsi sebagai Museum.

Sejak penaklukan Constantinopel oleh Sutan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1432 M , para sarjana
Muslim tertantang menyaingi "kecanggihan" gereja Aya Sofia; Dalam proyek pembangunan MESJID
BIRU -Turki . Mereka berhasil mengembangkan Teknologi tandingan dengan membangun Kubah yang
lebih besar dari Aya Sofia, serta membangun minaret yang sangat tinggi tetapi "runcing dan slim".
. Masjid inipun menjadi pembuktian keutamaan kemampuan ilmuwan Muslim dimata umat non Muslim
lainnya di masa itu.
Sejak itu "kubah dan Minaret" menjadi ikon yang melekat pada arsitektur Masjid (Islam)
Jika kita cermati, semangat Dakwah Umat Islam lah yang lebih melatar belakangi pembangunan Masjid
Biru ini, bukan sekedar bermegah-megah atau berbangga bangga dengan kemewahan bangunan.

Interior Blue Mosque-Turki : th. 1600 an, perhatikan pola lubang cahaya sekaligus menjadi efek interior yg indah,
pencahayaan buatan zaman dulu terdiri atas obor mini melingkar dan para ilmuwan saat itu telah memakai teknologi
pencegahan polusi dan re-cycling sedemikian rupa sehingga asap dari obor tersebut di :tangkap" dan manfaatkan
kembali sebagai tinta.
Perhatikan juga perbedaan BENTANG antar kolom yg sedemikian lebar sehingga tidak mengganggu shaf sholat.
Perhatikan juga banyaknya lubang cahaya dan tata warna dan kecerahan , ada perbedaan significant antara AYA SOFIA
dan BLUE MOSQUE.. Perbedaan ini menunjukkan adanya kemajuan teknis/Scientific. Karena semakin banyak bukaan,
berarti kekuatan dinding sebagai unsur struktur berkurang dan fungsinya dialihkan ke kolom.
Pewarnaan dinding Blue Mosque di dominasi Keramic Mozaic, tehnologi yg belum ada di AYA SOFIA.

Blue Mosque Turki -tahun 1606

Di Indonesia selain bentuk kubah dan minaret, Masjid juga tampil dalam bentuk atap limasan
sebagaimana dicontohkan dari beberapa masjid para wali dan beberapa masjid tua di indonesia. MasjidMasjid inipun lebih mengutamakan Fungsi Kegiatan daripada sekedar bermegah-megah.

Masjid Demak th. 1432

Masjid Banten

Masjid Agung Palopo 1604: Pemakaian LIMASAN secara Fungsional memang lebih Cocok untuk Area TROPIS lembab seperti Indonesia.
Sirkulasi Udara dari celah tumpukan limasan menyejukkan bagian dalam Masjid dan mengurangi kelembaban, kelembaban udara digemari
hewan seperti cicak dimana kotorannya kerap menjadi kendala menjaga ke Thaharah-an masjid. Perhatikan dinding tebal ala bangunan
kolonial, opening jendelanya dengan ketebalan dining seperti itu menyebabka jendela berfungsi double yaitu Untuk Pencahayaan dan juga
sebagai "Cerobong Udara".

Masjid Agung Palembang th. 1700 an., Jika melihat tahun berdirinya maka dapat disimpulkan bahwa Sultan palembang saat itu memang tidak
ingin membangun mesjid ala "kubah" tetapi lebih memilih arsitektur yg memang cocok untuk iklim Tropis Lembab Indonesia. Bukan berarti
Sulthan tidak mengenal arsitektur kubah, karena pada zaman itu beberapa masjid raya di sumatra telah memakai Kubah sebagai ikon Masjid.

INTERIOR MASJID
Elemen Interior masjid dapat di kembangkan dari :

Elemen "Tempelan" atau "Attached" atau tempelan.


Ketika Interior masjid bersifat non struktural seperti :
Kaligrafi ,
Panel kayu
Kaca patri
Karpet dsb yg bersifat " attached " atau tempel

Plafond dengan tempelan ornamen geometris kayu

.
Loose Furniture di dalam masjid diantaranya :
Mimbar , Partisi, Lemari buku dan lemari simpan alat , Rak Mukena,

Contoh : Rak Al Quran di masjid As Syafaa Singapore ini terbuat dari kombinasi kayu dan stainless, diperindah dengan efek pencahayaan
alami dari atas.

Elemen Struktural dan Fungsional yg berfungsi juga sebagai elemen estetika.


Khusus untuk elemen ini, kita harus agak ekstra "mikir", usahakan agar elemen ini
bersifat dual fungsi: sebagai estetika interior dan juga sebagai unsur struktural fungsional.
Misalnya :
Pemanfaatan Plat lantai beton sebagai elemen interior plafond :
Pola Plafond didapat dari Ekspose Beton Plat lantai diatasnya , dimana saat pengecoran, bekisting telah
diberi pola dan treatment khusus sehingga ketika bekisting di bongkar terlihat ada keunikan estetika nya.
ini menghemat biaya umat.
Ekpose Rangka Kuda kuda dan Rangka atap lainnya
Lubang CAHAYA dan jendela juga berfungsi sebagai CEROBONG UDARA . sehingga menghemat biaya
kipas angin atau AC. (Lihat artikel : EFEK CEROBONG UDARA)

Memaksimalkan pencahayaan dan Pengudaraan alami , agar pengurus masjid tidak terbebani biaya
tagihan Listrik .

Modern Mosque : Assyaffah- Singapore : Pertemuan struktur Kolom dan balok ikut menjadi elemen estestis interior.
Perhatikan penyelesaian Dinding: sangat sederhana , ekonomis tetapi estetik

Ketika Stuktur banguna juga berfungsi sebagi elemen estetik interior. Perhatikan pengolahan finishing kolom, dan pertemuan dengan structure
arch beam /balok lengkung .

AS Syafaaa Mosque Singapore : area Sholat dan Mihrab .


Warna monochrome broken white yg dipakai minimalis, Jendela Ruji besar sangat mencukupi kebutuhan cahaya dan sirkulasi udara segar,
tetapi juga memberi efek interiior dramatis, perhatikan bayangan jeruji yang jatuh ke lantai.

AS syaffa Mosque Singapore : Area Sholat. Sederhana , clean, khusyu' . Granit hitam memantulkan cahaya dan bayangan jeruji jendela.

Mihrab sederhana, tapi menjadi luar biasa dengan efek cahaya dari atas.

Sumber images : Google


******************************************************************************

DOA Nabi Ibrahim ketika Membangun Ka'bah


Doa ini Insya Allah dapat menjadi salah satu doa yang kita gunakan dalam Membangun Masjid maupun
bangunan lainnya. Sebagaimana Nabi Ibrahim; doa ini dibaca terus menerus selama proses
pembangunan (bukan hanya di awal saja).
Al Baqarah 127 -128-129: (Doa nabi Ibrahim saat membangun/memperbaiki Ka'bah)
127:Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (Membina, memperbaiki, merenovasi) dasar dasar
Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) : Ya Rabb lami, terimalah daripada kami (Amalan kami),
sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
( Ya Rabbana, Taqobbalminnaa, innaka anta Sami'ul 'Aliim" )
128: Ya Rabb kami, jadikanlah kami (berdua) orang yang tunduk patuh (muslim) dan jadikanlah pula atas
anak cucu keturunanku keturunanku umat yang muslim (tunduk patuh) padaMu, dan tunjukkanlah pada
kami cara2 dan tempat ibadah (haji) kami, dan terimalah TAUBAT kami, sesungguhnya Engkaulah Maha
penerima Taubat dan Maha Penyayang (tawwaburrahiim)
129 : Ya Rabbana, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan
pada mereka ayat-ayaat Mu, dan mengajarkan pada mereka Al Kitab (Al Quran ) dan Al Hikmah, serta
mensucikan (Zakkihim) mereka, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
('Aziiz ul Hakiim)
Ayat diatas InsyaAllah dapat kita pakai sebagai doa dalam merancang dan membangun di lapangan
(bangunan apa saja) , dimana didalamnya diisyaratkan :
*) Mengihklaskan niat membangun hanya kerena mengharap ridha Allah (Al-baqarah : 127) , dan di
doakan terus menerus selama proses perencanaan dan pembangunan sampai selesainya, bukan hanya
di awal pelaksanaan.
*) di Doakan Agar karya kita ini bermanfaat bagi ke "muslim" an kita dan anak turunan kita yg juga kelak
akan menikmati bangunan ini sebagai tempat memperbaiki ibadahnya , tempat mempelajari Al Quran
dan Al-Hikmah, dan tempat mensucikan hati.
Kalau kita perhatikan Bangunan Masjid , Madrasah ataupun bangunan lainnya yang di bangun pada
masa para wali, atau pada masa jayanya syiar Islam, sampai beratus tahun kemudian bangunan
bangunan tersebut masih bertahan dan ramai berfungsi sebagai Pusat Syiar Islam; padahal telah
melewati ratusan tahun alias beberapa generasi (anak-cucu) , agaknya inilah yang dimaksud dalam doa
"jadikanlah pula atas anak cucu keturunanku umat yang muslim (tunduk patuh) padaMu,..." Al-Baqarah
: 128.
Wallahu'alam Bisawwab
______________________________________________________________________________

Key Word mendesain dan membangun Masjid:


Atas dasar taqwa vs riya', ujub
Doa nabi Ibrahim
Sederhana vs bermegah-megah
Biaya mahal Vs biaya optimal
Kegiatan hanya Solat saja Vs memakmurkan masjid dan lingkungannya
Terpelihara ke THAHARAH an nya
Terpelihara Adab di masjid
Terpenuhi fungsi dan alur kegiatannya
Form Folow Function
Terpenuhi syarat Sah sholatnya dan khusu'
Tidak campur baur dengan ke syirikan dan kemunafikan
Memberikan rasa aman dan tentram di dalamnya.
Rindu untuk selalu kembali dan mensucikan jiwa didalamnya.
Masjid Dhiraar Vs Masjid Taqwa
Thohiir-Thaharah-amna(aman) , Hafiz (terpelihara), khusyu', Zakkihim-zakat (mensucikan,
membersihkan)