Anda di halaman 1dari 3

Sekuritas adalah sebuah dokumen yang mengidentifikasi hak atau klaim atas asset dan setiap

aliran kas mendatang yang diperoleh perusahaan. Sedang portofolio merupakan sekumpulan dari
sekuritas. Istilah sekuritas mempunyai pengertian yang luas, tidak saja terbatas pada saham atau
obligasi saja. Surat pembelian mobil atau sertifikat tanah bisa masuk dalam pengertian sekuritas.
Analisis Sekuritas.
Analisis sekuritas melibatkan proses estimasi aliran kas mendatang serta risiko yang
dihubungkan dengan prospek aliran kas tersebut. Tugas analis umumnya juga
melibatkan, apakah secara eksplisit atau implisit, estimasi harga sekuritas. Dalam
analisis sekuritas, ada dua pendekatan yang populer digunakan investor, yaitu
analisis teknikal dan analisis fundamental.
Analisis Sekuritas:
1.

Analisis Fundamental

a.

Analisis Ekonomi dan Pasar Modal

b.

Analisis Industri

c.

Analisis Perusahaan

2.

Analisis Teknikal

a.

Analisis Teknikal Klasik

b.

Analisis Teknikal Modern

Analisis Tehnikal.
Dalam analisis tehnikal, analis berusaha untuk memperkirakan harga saham
(sekuritas) atau kondisi pasar dengan mendasarkan pengamatannya pada
perubahan harga saham atau kondisi pasar pada masa yang lalu. Dengan demikian,
dalam analisis tehnikal mempercayai bahwa perubahan harga saham pada masa
lalu akan membentuk suatu pola tertentu dan pola tersebut akan berulang pada
masa mendatang. Pola dari perubahan harga saham atau kondisi pasar ini
merupakan informasi yang sangat begitu penting dalam memperkirakan harga
saham di masa mendatang.

Alat utama dalam analisis tehnikal adalah grafik (chart). Oleh karenanya sering
analisis tehnikal ini disebut chartis. Ada tiga jenis grafik yang digunakan dalam
analisis ini, yaitu: line chart, bar chart, dan point and figure chart. Dalam line chart,
hanya perlu harga penutupan (clossing price) saja untuk digambarkan dalam grafik

tersebut. Sedang penggambaran dalam bar chart, diperlukan data harga


penutupan, harga tertinggi, dan terendah.

Sementara itu, dalam point and figure chart (PFC) hanya perubahan harga yang
signifikan saja yang dicatat pada PFC. Untuk sekuritas dengan harga tinggi (dengan
harga diatas, katakan Rp. 15.000,-) hanya perubahan harga 3 atau 5 poin dicatat.
Sedang untuk sekuritas dengan harga rendah hanya perubahan setengah atau satu
poin saja yang dicatat. Tidak seperti pada line dan bar chart dimana garis vertikal
menggambarkan harga sekuritas dan garis horizontal menggambarkan waktu
(menggambarkan dua dimensi), pada PFC bagan satu dimensi digambar dalam
grafik dua dimensi. Jadi pergerakan harga diukur secara vertikal.

Dengan bagan sebagai alat analisis tehnikal, maka tujuan utama analisis tehnikal
adalah menentukan kapan akan membeli (masuk pasar) dan kapan akan menjual
(keluar dari pasar) sekuritas, yaitu dengan memanfaatkan pola dari bagan tersebut.
Analisis Fundamental.
Analisis fundamental adalah suatu analisis sekuritas yang mendasarkan diri pada
variabel-variabel fundamental perusahaan (seperti: penjualan, kebijakan dividen,
leverage, jumlah keuntungan, dan lain sebagainya) yang mempengaruhi harga dari
sekuritas tersebut.

Secara garis besar, tahapan yang dilakukan dalam analisis fundamental dimulai
dari:
1. Analisis tentang kondisi ekonomi.
Kondisi ekonomi dipercaya sangat mempengaruhi harga skuritas yang
diperdagangkan di pasar modal. Oleh karenanya, kinerja ekonomi (produk domestik
bruto, tingkat inflasi, tingkat pengangguran) harus dianalisis dan diketahui
perkembangannya. Begitu pula kebijakan makroekonomi ( fiskal, dan moneter) juga
harus dicermati.
2. Analisis industri.
Dalam tahap ini investor melakukan pembandingan kinerja dari berbagai industri,
untuk mengetahui jenis industri apa saja yang memberikan prospek yang paling
baik untuk dimasuki, dan nantinya berguna untuk menganalisis dan menentukan
saham-saham apa saja yang akan dimasukkan dalam portofolio yang akan
dibentuknya. Penilaian kinerja dari suatu industri dapat dilakukan dengan analisis
siklus kehidupan suatu industri, yaitu melihat pada tahap apa masing-masing

industri berada, apakah pada tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, atau


penurunan?.
3. Analisis perusahaan.
Tidak semua perusahaan dalam industri yang mengalami pertumbuhan mempunyai
keuntungan yang tinggi. Tugas selanjutnya setelah identifikasi industri, adalah
memilih perusahaan yang mampu menawarkan keuntungan bagi investor. Dalam
hal analisis perusahaan, analis harus mengidentifikasi karakteristik internalnya,
kualitas atau kinerja manajemennya serta prospek perusahaan di masa yang akan
datang. Hasil dari identifikasi ini selanjutnya digunakan dasar untuk memperkirakan
berapa earning per share (EPS) dan price earning ratio (PER) dari perushaan
tersebut. EPS dan PER ini sangat berguna untuk menentukan:

menentukan nilai intrinsik saham perusahaan, yaitu dengan mengalikan PER dan
EPS. Memutusan apakah akan membeli atau menjual saham, yaitu dengan
membandingkan nilai intrinsik dengan harga pasarnya. Bila nilai intrinsiknya lebih
besar dari harga pasarnya maka sebaiknya dibeli saham tersebut, dan sebaliknya.