Anda di halaman 1dari 3

Farhan Hadi

0411181419205
PSPD Alpha FK Unsri 2014

ANALISIS MASALAH
1.h. Mengapa keluhan bertambah berat saat ini?
Keluhan bertambah berat kemungkinan karena penanganan yang tidak tepat.
Karena pada kasus terdapat banyak keluhan sistemik yang mungkin disebabkan
oleh penyakit autoimun. Penyakit autoimun ini akan menyebabkan radang terus
menerus berlangsung.
1.j. Bagaimana mekanisme terjadinya mata merah pada kasus?
Mata merah disebabkan oleh peradangan pada uvea. Kemudian akan terjadi
proses inflamasi terjadi pada A. Siliaris Anterior atau A. Siliaris Posterior, yaitu
arteri yang menyuplai uvea (injeksi siliar) sehingga terjadi pelebaran pembuluh
darah yang menyebabkan mata merah.
l.h. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari genitalia?
Gejala sistemik pada kasus ini kemungkinan disebabkan oleh adanya penyakit
sistemik, kemungkinan proses autoimun. Ulkus genital disebabkan karena
timbulnya vaskulitis dan deposisi dari kompleks imun di dinding pembuluh darah,
bersama-sama dengan aktivasi sistem komplemen. Lalu akan menyumbat aliran
darah sehingga terjadi iskemia jaringan yang menyebabkan ulkus pada genitalia.
4.a. Bagaimana hubungan tidak ada riwayat alergi dengan diagnosis pada kasus?
Untuk menyingkirkan diagnosis banding penyebab mata merah dan mata kabur
pada kasus, misalnya konjungtivitis alergi musiman dan tumbuh-tumbuhan yang
biasanya disebabkan oleh alergi tepung sari, rumput, dan bulu hewan,; vernal
keratokonjungtivitis sering disertai dengan riwayat asma, eksema dan rinitis alergi
musiman.
5.k. Bagaimana tatalaksana dari penyakit pada kasus?
1. Kortikosteroid topikal, periokuler, sistemik (oral, subtenon, intravitreal) dan
sikloplegia. Kortikosteroid topikal merupakan metode pemberian yang paling
sering dan biasanya digunakan untuk kasus-kasus uveitis anterior. Dapat
1

Farhan Hadi
0411181419205
PSPD Alpha FK Unsri 2014

diberikan dexametason, betametason, atau prednisolon 1 tetes tiap 5 menit


kemudian diturunkan hingga perhari. Injeksi periokular digunakan untuk
uveitis intermediat dan posterior karena dapat bekerja lebih dekat dengan target
organ yang mengalami inflamasi. Pemberian kortikosteroid sistemik dapat
berperan sebagai terapi untuk penyakit sistemik yang menyebabkan uveitis,
dalam dosis tinggi tunggal selang sehari kemudian diturunkan sampai dosis
efektif, dapat dipakai prednisolon 5 mg. Jalur pemberian kortikosteroid secara
intravitreal dapat dilakukan dengan injeksi atau implantasi kortikosteroid lepas
lambat.
2. Pemberian antiinflamasi non steroid
3. Pemberian obat jenis sitotoksik seperti ankylating agent (siklofosfamid,
klorambusil), antimetabolit (azatrioprin, metotrexat) dan sel T supresor
(siklosporin)
4. Terapi operatif untuk evaluasi diagnostik (parasentesis, vitreus tap dan biopsi
korioretinal untuk menyingkirkan neoplasma atau proses infeksi) bila
diperlukan. Indikasi pembedahan pada uveitis adalah rehabilitasi visual, biopsi
diagnostik, dan menghilangkan opasitas media refraksi agar dapat memonitor
segmen posterior. Misalnya terjadinya katarak, glaukoma sekunder karena blok
pupil atau penutupan sudut, ablasio retina. Sebelum pembedahan, terapi medis
harus diintensifikasi minimal 3 bulan untuk meredakan inflamasi.
5. Terapi untuk memperbaiki dan mengatasi komplikasi seperti katarak,
mengontrol glaukoma dan vitrektomi.
6. Midriatikum juga dapat diberikan untuk mencegah pembentukan sinekia
posterior, dan menghancurkan sinekia. Memberikan kenyamanan dengan
mengurangi spasme muskulus siliaris dan sfingter pupil dengan menggunakan
atropin. Atropin tidak diberikan lebih dari 1-2 minggu.
5.m. Bagaimana prognosis dari penyakit pada kasus?
Pada umumnya, pasien dengan uveitis anterior akan berespon baik jika sudah
didiagnosis secara awal dan diberi pengobatan yang adekuat. Terapi harus segera
dilakukan untuk mencegah kebutaan. Uveitis anterior ini mungkin akan
berulang, terutama jika ada penyebab sistemik. Prognosis visual pada iritis
kebanyakan akan pulih dengan baik, tanpa adanya katarak, glaukoma atau

Farhan Hadi
0411181419205
PSPD Alpha FK Unsri 2014

posterior uveitis maupun komplikasi lainnya. Apabila sudah terjadi ablasio


retina, maka prognosisnya akan menjadi buruk.