Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikan kepada
penyusun dapat menyelesaikan laporan Ekonomi Bahan Galian tersebut.
Adapun laporan ini dibuat sebagai tugas dalam melaksanakan perkuliahan yang di maksud,
segala kekurangan dalam penyusunan laporan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk
penyusunan laporan pada selanjutnya
Semoga laporan yang sederhana ini dapat menjadi manfaat bagi kita semua.
Terima kasih kepada dosen pemateri Bapak Ir.Ruslan Umar selaku pemateri dan temanteman seperjuangan yang tiada hentinya memberikan suport dalam menyelesaikan laporan
ini.

DAFTAR ISI
1. Evaluasi Ekonomi Publik vs Perusahaan:
1.1. Analisa input-ouput
1.2. Industri hulu dan hilir
1.3. Efek pengganda
1.4. Analisa biaya dan manfaat
2. Organisasi industri mineral:
2.1.Struktur pasar monopoli, oligopoly, monopsoni, oligopsono
2.2.ITRI, ICSG, OPEC, IMF
3. Aspek lokasi dan spansial dari industri pertambangan
3.1.Teori lokasi, teori pusat, dan kutub pertumbuhan
3.2. Kebutuhan akan infrastruktur ekonomi
4. Perdagangan dan infestasi luar negeri di bidang sumber daya mineral
4.1.Teori perdagangan internasional keunggulan korporatif dan kopetitif
4.2.Investasi luar negeri dibidang sumber daya mineral
4.3.Akuisisi aset
4.4.Pasar perdagangan internasional mineral dan batubara
5. Kebijakan pemerintah dalam bidang pertambangan
5.1.Peran pemerintah dalam pembangunan sektor pertambangan
5.2.Contoh kebijakan pemerintah dalam sektor pertambangan dan
pengaruhnya

1. Evaluasi Ekonomi Publik dan Perusahaan

Ilmu Ekonomi Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah
ekonomi khalayak ramai (publik/masyarakat, pemerintah/negara) seperti kebijakan
subsidi/pajak, regulasi/ deregulasi, nasionalisasi/privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahan-an
pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan
sebagainya.
Menurut Montesqieu, kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi kekuasaan
legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam prakteknya, kekuasaan eksekutif (pemerintah, yaitu
presiden dan para pembantunya) lazimnya paling berpengaruh terhadap suatu perekonomian.
Beberapa Landasan Ekonomi Publik
Masalah kunci perekonomian adalah masalah mikro (distribusi produksi, alokasi
konsumsi) dan masalah makro (pengangguran, inflasi, kapasitas produksi, pertumbuhan).
Sistem Perekonomian berkaitan dengan siapa (pemerintah atau bukan) atau bagaimana
keputusan ekonomi diambil (melalui perencanaan terpusat atau mekanisme harga).
Pandangan-pandangan tentang peran pemerintah dalam perekonomi-an semakin konvergen
(cenderung mendekat satu terhadap yang lain), yakni secara umum swasta harus mengambil
peran utama dalam pasar. Namun bila terjadi kegagalan pasar dan pemerintah berpotensi
dapat memperbaiki kegagalan tersebut, maka seyogyanya pemerintah memperbaiki
kegagalan tersebut sepanjang diyakini bahwa memang mampu.
Pendekatan ilmiah menjamin kesimpulan yang ditarik dari suatu analisis bersifat
sahih. Analisis sektor publik terdiri dari empat tahap, yakni deskripsi kegiatan pemerintah
dalam perekonomian, telaahan konsekuensi dari penerapan kebijakan tersebut, tinjauan atas
kriteria keberhasilan keputusan publik, dan evaluasi atas proses politik yang mengarah pada
pengambilan keputusan tentang kebijakan publik.
1.1.Analis input-output
Analisis Input-output (I-O) adalah Suatu model matematis untuk menelaah struktur
perekonomian yang saling kait mengait antar berbagai sektor atau kegiatan ekonomi artinya
output suatu sektor merupakan input bagi sektor lain. Prinsip dasar dari analisis input-output
adalah mengidentifikasi dan mendisagregasi semua aliran pengeluaran antara berbagai
aktivita sekonomi (sektor/industri), antara aktivitas ekonomi dan konsumen, antara aktivitas
ekonomi dan penyediaan input yang ada dalam struktur perdagangan perekonomian.
Bertujuan untuk menentukan multiplier dan mengidentifikasi perekonomian secara
3

menyeluruh dan mengetahui dampak perubahan permintaan akhir dari setiap aktivitas
ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Konsep dasar Model Input-Output yaitu:

Struktur perekonomian tersusun dari berbagai sektor/industri yang satu sama lain
berinteraksi melalui transaksi jual belli.
Output suatu sektor akan didistribusikan dengan jalan dijual kepada sektor-sektor lainnya
dan untuk memenuhi permintaan akhir, baik yang berasal dari rumah tangga(C), pemerintah
(G), investasi (I), maupun permintaan ekspor (X).
Input suatu sektor didapatkan dengan cara membeli bahan baku dari sektor-sektor lainnya,
dari rumah tangga (dalam bentuk jasa tenaga kerja), pemerintah (misalkan saja dalam bentuk
pembayaran pajak tidak langsung), penyusutan, surplus usaha serta impor (M).
Hubungan antara input dengan output adalah linier.
Analisis model dilakukan pada kurun waktu tertentu (biasanya setahun) dimana akan
selalu didapat identitas bahwa total input sama dengan total output.
Suatu sektor dianggap terdiri dari satu atau beberapa perusahaan dengan ketentuan utama
bahwa output yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut diproduksi oleh satu
tingkat teknologi yang sama.
1.2.Industri hulu dan hilir
Industri adalah salah satu kegiatan ekonomi manusia yang penting menghasilkan berbagai
kebutuhan hidup manusia, mulai dari makanan, minuman, pakaian dan peralatan rumah
lainnya.

Berdasarkan sifat bahan mentah dan sifat produksinya dibedakan menjadi :

Industri hulu yaitu industri-industri yang mengelolah bahan mentah hasil produksi sector
primer baik pertnian, peternakan perhutanan maupun pertambangan. Industri ini umumnya
berorientasi kepada bahan mentah dan ditempatkan di daerah sumber daya mentah.
Industri hilir yaitu industri-industri yang mengelolah lebih lanjut hasil-hasil industri primer,
bahan bakunya adalah bahan mentah atau bahan setengah jadi yang diproduksi perusahan
lain.
Seiring dengan bertambah dan berkembangnya industri hilir dan hulu, diindonesia terdapat
beberapa masalah yang dapat disoroti dari keberadaan industri hulu dan industri hilir
diindonesia yang sangat berpengaruh terhadap perekomunian Negara indonesia disektor
industri
1.3.Efek penggandaan
Teori ekonomi mengartikan atau mendefinisikan investasi sebagai: pengeluaranpengeluaran untuk membeli barang modal dan peralatan-peralatan produksi dengan tujuan
untuk mengganti dan terutama menambah barang-barang modal dalam perekonomian yang
akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa yang akan datang. Dengan
perkataan lain, investasi berarti kegiatan perbelanjaan untuk meningkatkan kapasitas produksi
suatu perekonomian.
Efek

Pengganda:

dalam

ilmu

ekonomi,

peningkatan

belanja

oleh

konsumen,perusahaan atau pemerintah akan menjadi pendapatan bagi pihak-pihak lain.Ketika


orang ini membelanjakan pendapatannya, belanja tersebut menjadi pendapatan bagi orang
lain dan seterusnya, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan produksi dalam suatu
perekonomian. Efek pengganda dapat juga berdampak sebaliknya ketika belanja mengalami
penurunan.
1.4.Analisa biaya dan manfaat
Analisis Biaya Manfaat (Benefit Cost) sering digunakan untuk menganalisis kelayakan
proyek-proyek pemerintah. Pelaksanaan proyek pemerintah umumnya mempunyai tujuan
yang berbeda dengan investasi swasta. Pada proyek swasta, biasanya diukur berdasarkan
kepada keuntungan yang didapatkan. Pada proyek pemerintah, keuntungan seringkali tidak
dapat diukur dengan jelas karena tidak berorientasi kepada keuntungan. Dengan kata lain,
keuntungan didasarkan kepada manfaat umum yang diperoleh oleh masyarakat. Sebagai
5

contoh proyek pemerintah antara lain : proyek pembangunan jalan, pembangunan jembatan,
pengendalian banjir, pengendalian polusi, dan lain-lain. Sehubungan dengan hal tersebut,
analisis NPV dan IRR yang umumnya digunakan untuk proyek investasi swasta tidak
digunakan untuk menilai kelayakan investasi dari proyek pemerintah.
Dalam proyek pemerintah :
Semua pengeluaran (cost) adalah semua biaya yang dikeluarkan Pemerintah.

Biaya Persiapan

Biaya persiapan adalah biaya yang dikeluarkan sebelum proyek yang bersangkutan benarbenar dilaksanakan, misalnya biaya studi kelayakan pada lahan yang akan digunakan untuk
proyek termasuk di dalamnya studi kelayakan pada daerah dan masyarakat sekitarnya dan
biaya untuk mempersiapakan lahan yang akan digunakan.

Biaya Investasi atau Modal

Biaya investasi biasanya didapat dari pinjaman suatu badan atau lembaga keuangan baik dari
dalam negeri atau luar negeri. Yang termasuk biaya investasi adalah biaya tanah, biaya
pembangunan termasuk instalasi, biaya perabotan, biaya peralatan (modal kerja).

Biaya Operasional

Biaya operasional masih dapat dibagi lagi menjadi biaya gaji untuk karyawan, biaya listrik,
air dan telekomunikasi, biaya habis pakai, biaya kebersihan, dan sebagainya.
Semua manfaat (benefit) adalah penghematan biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat
dengan adanya proyek tersebut.

Manfaat Langsung

Manfaat langsung dapat berupa peningkatan output secara kualitatif dan kuantitatif akibat
penggunaan alat-alat produksi yang lebih canggih, keterampilan yang lebih baik dan
sebagainya.

Manfaat Tidak Langsung

Manfaat tidak langsung adalah manfaat yang muncul di luar proyek, namun sebagai dampak
adanya proyek. Manfaat ini dapat berupa meningkatnya pendapatan masyarakat disekitar
lokasi proyek. (sulit diukur).

Manfaat Terkait

Manfaat terkait yaitu keuntungan-keuntungan yang sulit dinyatakan dengan sejumlah


uang, namun benar-benar dapat dirasakan, seperti keamanan dan kenyamanan. Dalam
penelitian ini untuk penghitungan hanya didapat dari manfaat langsung dan sifatnya terbatas,
karena tingkat kesulitan menilainya secara ekonomi.
2. Organisasi industri mineral
2.1.Struktur pasar monopoli
Pasar monopoli timbul akibat adanya praktek monopoli, yaitu pemusatan kekuatan
ekonomi oleh satu pelaku usaha/penjual yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau
pemasaran atas barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat
dan dapat merugikan kepentingan umum.
Berarti yang dimaksud dengan pasar monopoli adalah suatu bentuk hubungan antara
permintaan dan penawaran yang dikuasai oleh satu pelaku ekonomi terhadap permintaan
seluruh konsumen. Di dalam pasal 1 angka 1 UU Antimonopoli, monopoli didefinisikan suatu
penguasaan atas produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau atas penggunaan jasa tertentu
oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok usaha.
Walaupun di pasar monopoli penjual tidak memiliki saingan, belum tentu ia dapat
memperoleh keuntungan yang besar, hal ini mungkin saja terjadi bila biaya produksi berada
di atas harga pasar.
Sehingga kurva permintaan yang ada di monopoli sama dengan kurva permintaan
pasar. Di mana pada kurva permintaan pasar, kurva penerimaan rata-rata (AR) dan kurva
penerimaan marginal (MR) dapat ditentukan. Bagi perusahaan monopolis, kurva penerimaan
marginal (MR) lebih rendah dari harga, karena penjual harus menurunkan harga dengan
tujuan barangnya dapat terjual.
7

Harga dan Output Pasar Monopoli


Dalam struktur pasar monopoli, tidak ada barang yang menjadi subsitusi sempurna
untuk barang yang dihasilkan perusahaan monopoli. Jadi, suatu perusahaan monopoli adalah
sekaligus merupakan industri untuk barang tersebut dan menghadapi kurva permintaan yang
mempunyai kemiringan negatif untuk komoditi tersebut. Akibatnya, jika monopolis (sebutan
untuk perusahaan monopoli) akan menjual lebih banyak barang maka ia harus menurunkan
harganya.

Elastisitas (e)

Harga (P)

Penerimaan Total (TR)

e<1

naik

turun

turun

naik

naik

tetap

turun

tetap

naik

naik

turun

turun

e=1

e<1

Akibat

yang ditimbulkan dengan adanya pemberlakuan monopoli terhadap

perekonomian, dapat melihat dari segi :


Segi Positif :
1.

Memotivasi penggunaan dan inovasi baru dari teknologi, dengan tujuan biaya per unit

dapat ditekan sehingga keuntungan dapat ditingakatkan


2.

Meningkatkan produksi secara massal dan meningkatkan produktivitas, sehingga status

sebagai pemegang monopoli dapat dipertahankan.


3.
4.

Kesejahteraan karyawaan relatif lebih baik.


Aktivitas dan kreativitas bagian penelitian dan pengembangan perusahaan lebih

diperhatikan.
8

Segi Negatif :
1.

Ketidakadilan karena monopoli memperoleh keuntungan diatas keuntungan normal.

2.

Jumlah produksi ditentukan oleh monopolis sesuai dengan keuntungan yang ingin

diperolehnya.
3.

Memproduksi output pada tingkat lebih rendah daripada output kompetitif (yang sesuai

dengan permintaan konsumen).


4.

Mengenakan harga lebih tinggi daripada harga kompetitif.

Terjadi eksploitasi monopolis terhadap pemilik faktor produksi dan konsumen.

o Oligopoli
.

Oligopoli diferensial : menjual barang yang berbeda corak.

Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor


Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri daari bebrapa penjual (untuk pasar yang
hanya terdapat dua penjual terkadang dsebut duopoli). Dalam pasar oligopoli biasanya
terdapat dua kondisi usaha yaitu adanya perbedaan penetapan harga dan jumlah produksi dapr
masing-masing perusahaan dan kondisi yang lain adalah adanya kesepakatan mengenai
jumlah produksi yang dapat dilakukan oleh masing-masing perusahaan dengan hgra yang
sama. Oleh karena perbedaan itu, maka dalam pasar oligopoli kegiatan suatu perusahaan
perlu memperhatikan dan mempertimbangkan serta memperkirakan reaksidari pesaing
seandainya ia melakukan kebijakan yang berhubungan dengan harga dan jumlah produksi.
Oligopoli merupakan suatu bentuk yang lazim struktur pasar. Contoh industri oligopolistik
adalah mobil, baja, alumunium, petrokimia, peralatan listrik dan komputer.
Adapun Kebaikan dan keburukan pasar oligopoli, sebagai berikut:
o Kebaikan:
a. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli
b.Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk

c.Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan.


d. Adanya penerapan teknologi baru.
o

Keburukan:

a. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan


b.Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
c. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena
semangat bersaing kurang.
d.

Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi

e. Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru


f. Bisa berkembang ke arah monopoli
Dalam perekonomian yang sudah maju, pasar oligopoly banyak terdapat karena teknologi
sudah modern. Teknologi modern mencapai efesiensi yang optimum hanya sesuadah jumlah
produksi mencapai tingkat yang sangat besar. Keadaan ini menimbulkan kecendrungan
pengurangan jumlah perusahaan dalam industtri. Disamping sifat penting yang baru
diterangkan ini, pasar oligopoly mempunyai beberapa ciri khas lain :

1.

Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak

2.

Kekuasaan menetukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh.

3.

Pada umumnya perusahaan pasar oligopoly perlu melakukan peromosi secara iklan.

Adapun hambatan dalam persaingan oligopoli, sebagai berikut:


1.

Skala ekonomis

Perusahaan yang telah lama berproduksi dan beroperasi relatif lebih memberi kesempatan
untuk menikmati skala ekonomis, karena untuk memperbesar produksinya perusahaan
tersebut cukup menambah dari produksi yang sudah ada, sehingga sanagat memungkinkan
untuk menurunkan biaya produksi dan relatif akan mampu menjual produksinya dengan
harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan para pendatang baru.
10

2.

Ongkos produksi yang berbeda

Perhatikan kebali kurva biaya jangka panjang,disitu tampak bahwaperusahaan akan bisa
menurunkan biaya produksi dengan membuka kapasitas produksi baru darppada tetap
menggunakan kapasitas lama dan seterusnya, sementara bsgi prusahaan baru hal itu tidak bisa
dilakukan karena harus mengeluarkan segala macam biaya yang tidakdisetai produksi
langsung. (misal biaya pendidikan karyawan agar menjadi terampil).
3.

Keistimewaan hasil produksi

Bagi perusahaan yang sudah lama berdiri dan sama lamanya engan produksi yang dihasilkan
menyebabkan produk tersebut menjad terkenal oleh masyarakat dan menciptakan konsumen
yang loyal pada produknya. Selanjutnya keistimewaan lainnya adalah bahwa ternyata
prusahaan lama menghasikan produk yang berfungsi sama akan tetapi disesuaikan dengan
tingkt pemakainya.
2.2.Itri
ITRI, asosiasi perdagangan global pada industri timah, bersama ini memberitahukan akan
menyelenggarakan Forum Timah khusus di provinsi Bangka-Belitung Indonesia pada tanggal
11 Desember 2013.
Sebagai pengekspor timah terbesar dunia, Indonesia memiliki peranan yang vital dalam
menyuplai pasar timah dunia. Perubahan peraturan di dalam negeri, serta kampanye Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyuarakan hubungan antara sosial lingkungan yang
harus tetap diperhatikan dalam memproduksi timah di Indonesia yang berada dibawah
tekanan

internasional

dalam

beberapa

bulan

ini.

Forum Timah ITRI akan menyediakan kesempatan unik bagi setiap peserta untuk
mengeksplor isu-isu tersebut secara lebih detail dan memahami setiap dampak yang mungkin
timbul terhadap industri pertimahan baik dalam skala lokal maupun global. Acara ini juga
akan mencakup topik lainnya yang relevan secara industri termasuk regulasi mengenai
mineral bebas konflik serta terselenggaranya aktivitas pertambangan yang lebih bertanggung
jawab.
o Opec
Peresmian kembali Indonesia menjadi anggota OPEC ini bersamaan dengan dibukanya
Konferensi OPEC ke-168 di Vienna. Presiden Konferensi OPEC sekaligus Menteri Sumber
11

Daya Perminyakan Nigeria Emmanuel Ibe Kachikuwa menyambut bergabungnya Menteri


Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam konferensi OPEC tersebut.
Kami menyambut Menteri Sudirman Said yang datang mewakili negaranya untuk
mengaktifkan kembali keanggotaannya setelah tujuh tahun dibekukan. Kami mengharapkan
kerja sama yang bagus di masa mendatang, kata dia dalam keterangan resmi di laman
OPEC, Jumat (4/12).
Gubernur OPEC untuk Indonesia Widhyawan Prawiraatmadja menambahkan, Indonesia akan
diuntungkan bergabung dengan OPEC. Sebagai negara besar dengan kebutuhan energi yang
cukup tinggi dan terus meningkat, Indonesia perlu memastikan ketahanan energinya. Saat ini
Indonesia dalam proses transisi dari penggunaan energi yang didominasi energi fosil menuju
energi baru terbarukan yang lebih berkesinambungan di masa datang.
Upaya meningkatkan ketahanan energi disebutnya bisa dilakukan dengan membenahi sektor
energi dalam negeri dalam bentuk memudahkan perijinan untuk investasi, menggalakkan
eksplorasi, serta meningkatkan tata kelola.
Hal ini perlu diperkuat dengan peningkatan peran aktif negara dalam kerjasama luar negeri
baik secara multilateral maupun bilateral, jelas dia dalam pesan singkatnya kepada Investor
Daily.
Indonesia pertama kali bergabung dengan OPEC pada 1962. Namun, Indonesia kemudian
memutuskan untuk membekukan keanggotaan OPEC pada 2009. Saat itu, Indonesia telah
menjadi negara importer minyak.

3. Aspek lokasi dan spasial dari industri pertambangan


3.1.Teori lokasi
teori lokasi Palander belum mencakup segi entry dan diminishing returns. Segi tersebut
mendapat perhatian oleh Edgar Hoover, dimana teorinya masih banyak dipengaruhi oleh teori
Palander. Berdasarkan atas asumsi persaingan bebas dan mobilitas tenaga, Hoover
berpendapat bahwa lokasi industri ditentukan oleh biaya angkutan dan biaya produksi.
Misalnya pada industri pertambangan batu bara akan berlokasi di area yang memiliki bahan
tambang. Akan tetapi, perlu dilihat sampai sejauh mana pasar yang akan dijangkau.
Jangkauan ini ditentukan oleh tinggi harga yang diminta oleh si pengusaha dan dibayar oleh
12

konsumen. Sebaliknya harga merupakan biaya penambangan ditambah dengan biaya


angkutan ke tempat lokasi konsumen; dalam hal ini diasumsikan kegiatan penambangan telah
memperhitungkan keuntungan. Oleh karena itu, semakin jauh pasar yang dijangkau, makin
tinggi keuntungan yang diperoleh pengusaha yang bersangkutan. Bila seorang pembeli
menghadapi dua industri pertambangan yang satu berlokasi di T1 dan yang lain di T2, maka
pembeli dapat memilih untuk membeli dari penjual yang menawarkan harga yang paling
rendah. Hoover memperhatikan berlakunya law of diminishing returns dalam industri
pertambangan, dimana hal tersebut sebagai perbaikan terhadap teori Weber. Semakin jauh
daerah pasar yang dilayani, semakin banyak yang harus diproduksikan dan berlakulah hukum
tersebut (Djojodipuro, 1992:103).

Increasing Returns

13

Decreasing Returns

3.2.

Teori pusat

Adanya pusat pertumbuhan akan berpengaruh terhadap daerah di sekitarnya. Pengaruh


tersebut dapat berupa pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif terhadap perkembangan
daerah sekitarnya disebut spread effect. Contohnya adalah terbukanya kesempatan kerja,
banyaknya investasi yang masuk, upah buruk semakin tinggi, serta penduduk dapat
memasarkan bahan mentah. Sedangkan pengaruh negatifnya disebut backwash effect,
contohnya adalah adanya ketimpangan wilayah, meningkatnya kriminalitas, kerusakan
lingkungan, dan lain sebagainya.

Teori Pusat Pertumbuhan

Teori pusat pertumbuhan dikemukakan oleh Boudeville. Menurut Boudeville (ahli


ekonomi Prancis), pusat pertumbuhan adalah sekumpulan fenomena geografis dari semua
kegiatan yang ada di permukaan Bumi. Suatu kota atau wilayah kota yang mempunyai
industri populasi yang kompleks, dapat dikatakan sebagai pusat pertumbuhan. Industri
populasi merupakan industri yang mempunyai pengaruh yang besar (baik langsung maupun
tidak langsung) terhadap kegiatan lainnya.

Teori Tempat Sentral

14

Teori tempat sentral dikemukakan oleh Walter Christaller (1933), seorang ahli geografi dari
Jerman. Teori ini didasarkan pada lokasi dan pola persebaran permukiman dalam ruang.
Dalam suatu ruang kadang ditemukan persebaran pola permukiman desa dan kota yang
berbeda ukuran luasnya. Teori pusat pertumbuhan dari Christaller ini diperkuat oleh pendapat
August Losch (1945) seorang ahli ekonomi Jerman.
Keduanya berkesimpulan, bahwa cara yang baik untuk menyediakan pelayanan
berdasarkan aspek keruangan dengan menempatkan aktivitas yang dimaksud pada hierarki
permukiman yang luasnya meningkat dan lokasinya ada pada simpul-simpul jaringan
heksagonal. Lokasi ini terdapat pada tempat sentral yang memungkinkan partisipasi manusia
dengan jumlah maksimum, baik mereka yang terlibat dalam aktivitas pelayanan maupun yang
menjadi konsumen dari barang-barang yang dihasilkannya.
Tempat-tempat tersebut diasumsikan sebagai titik simpul dari suatu bentuk geometrik
berdiagonal yang memiliki pengaruh terhadap daerah di sekitarnya. Hubungan antara suatu
tempat sentral dengan tempat sentral yang lain di sekitarnya membentuk jaringan sarang
lebah seperti yang kamu lihat pada gambar samping.
3.3.

Teori Kutub Pertumbuhan

Konsep kutub pertumbuhan (growth pole concept) dikemukakan oleh Perroux, seorang
ahli ekonomi Prancis (1950). Menurut Perroux, kutub pertumbuhan adalah pusat-pusat dalam
arti keruangan yang abstrak, sebagai tempat memancarnya kekuatankekuatan sentrifugal dan
tertariknya kekuatan-kekuatan sentripetal. Pembangunan tidak terjadi secara serentak,
melainkan muncul di tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda.
Kutub pertumbuhan bukanlah kota atau wilayah, melainkan suatu kegiatan ekonomi yang
dinamis. Hubungan kekuatan ekonomi yang dinamis tercipta di dalam dan di antara sektorsektor ekonomi.
Contoh: industri baja di suatu daerah akan menimbulkan kekuatan sentripetal, yaitu
menarik kegiatan-kegiatan yang langsung berhubungan dengan pembuatan baja, baik pada
penyediaan bahan mentah maupun pasar. Industri tersebut juga menimbulkan kekuatan
sentrifugal, yaitu rangsangan timbulnya kegiatan baru yang tidak berhubungan langsung
dengan industry baja.

Teori Pusat Pertumbuhan


15

Teori pusat pertumbuhan dikemukakan oleh Boudeville. Menurut Boudeville (ahli


ekonomi Prancis), pusat pertumbuhan adalah sekumpulan fenomena geografis dari semua
kegiatan yang ada di permukaan Bumi. Suatu kota atau wilayah kota yang mempunyai
industri populasi yang kompleks, dapat dikatakan sebagai pusat pertumbuhan. Industri
populasi merupakan industri yang mempunyai pengaruh yang besar (baik langsung maupun
tidak langsung) terhadap kegiatan lainnya.

3.4.Kebutuhan akan infrastruktur ekonomi


Infrastruktur fisik dan sosial adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik
pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan
sektor privat sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat
berfungsi dengan baik Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik
yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa jalan, kereta api,
air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi,
pelabuhan secara fungsional, infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung
kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai
contoh bahwa jalan dapat melancarkan transportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik
kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat. dalam beberapa
pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan dasar seperti
antara lain termasuk sekolah dan rumah sakit. bila dalam militer, istilah ini dapat pula
merujuk kepada bangunan permanen dan instalasi yang diperlukan untuk mendukung operasi
dan pemindahan tersebut.

Infrastruktur dalam pengertian lain

Dalam kegunaan dalam aplikasi lain, infrastruktur dapat merujuk pada teknologi informasi,
saluran komunikasi formal dan informal serta alat-alat pengembangan perangkat lunak,
jaringan sosial politik atau kepercayaan pada kelompok-kelompok masyarakat tertentu.
Dalam konseptual gagasan bahwa struktur pengorganisasian merupakan penyediaan
infrastruktur dan dukungan untuk sistem atau bagi layanan organisasi seperti dalam sebuah
kota, negara, perusahaan, atau kumpulan orang dengan kepentingan umum. Infrastruktur
dapat pula mengacu pada sebuah konsep yang dikembangkan oleh Karl Marx berartikulasi
dengan suprastruktur
16

Kategori Infrastruktur

Enam kategori besar infrastruktur (Grigg):


1. Kelompok jalan (jalan, jalan raya, jembatan);
2. Kelompok pelayanan transportasi (transit, jalan rel, pelabuhan, bandar udara);
3. Kelompok air (air bersih, air kotor, semua sistem air, termasuk jalan air);
4. Kelompok manajemen limbah (sistem manajemen limbah padat);
5. Kelompok bangunan dan fasilitas olahraga luar;
6. Kelompok produksi dan distribusi energi (listrik dan gas);
Fasilitas fisik Infrastruktur (Grigg):
1. Sistem penyediaan air bersih, termasuk dam, reservoir, transmisi, treatment, dan
fasilitas distribusi;
2. Sistem manajemen air limbah, termasuk pengumpulan, treatment, pembuangan, dan
sistem pemakaian kembali;
3. Fasilitas manajemen limbah padat;
4. Fasilitas transportasi, termasuk jalan raya, jalan rel dan bandar udara. Termasuk
didalamnya adalah lampu, sinyal, dan fasilitas kontrol;
5. Sistem transit publik;
6. Sistem kelistrikan, termasuk produksi dan distribusi;
7. Fasilitas pengolahan gas alam;
8. Fasilitas pengaturan banjir, drainase, dan irigasi;

17

9. Fasilitas navigasi dan lalu lintas/jalan air;


10. Bangunan publik seperti sekolah, rumah sakit, kantor polisi, fasilitas pemadam
kebakaran;
11. Fasilitas perumahan;
12. Taman, tempat bermain, dan fasilitas rekreasi, termasuk stadion.

4. Perdagangan dan investasi internasional diektor pertambangan


4.1.Teori perdagangan internasional keunggulan komporatif dan kompetitif
1. Menurut Tangkilisan (dalam bukunya Strategi Keunggulan Pelayanan Publik
Manajemen SDM, 2003) bahwa Keunggulan Kompetitif adalah merujuk pada
kemampuan

sebuah

organisasi

untuk

memformulasikan

strategi

yang

menempatkannya pada suatu posisi yang menguntungkan berkaitan dengan


perusahaan lainnya. Keunggulan Kompetitif muncul bila pelanggan merasa bahwa
mereka menerima nilai lebih dari transaksi yang dilakukan dengan sebuah organisasi
pesaingnya. Kemudian di dalam Kamus Bahasa Indonesia oleh Badudu-Zain (1994),
dinyatakan bahwa keunggulan kompetitif bersifat kompetisi dan bersifat persaingan.
Bertitik tolak dari kedua sumber diatas, kami berpendapat bahwa keunggulan
kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh organisasi, dimana keunggulannya
dipergunakan untuk berkompetisi dan bersaing dengan organisasi lainnya, untuk
mendapatkan sesuatu, Contoh, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang
Perbankan, masing-masingnya bagaimana berusaha untuk menarik nasabah sebanyakbanyaknya dengan cara berkompetisi sesuai dengan keuanggulan yang dimilikinya.
2.KeunggulanKomparatif.
Pengertian Keunggulan Komparatif dapat dilihat pada kamus Bahasa Indonesia,
18

oleh Badudu-Zain (1994), dimana komparatif diartikan bersifat perbandingan atau


menyatakan perbandingan. Jadi keunggulan komparatif adalah suatu keunggulan yang
dimiliki oleh suatu organisasi untuk dapat membandingkannya dengan yang lainnya.
Dengan mengacu arti tersebut, kami berpendapat, bahwa keunggulan komparatif,
adalah keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh organisasi seperti SDM, fasilitas,
dan kekayaan lainnya, yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan organisasi atau
perpaduan keuanggulan beberapa organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Contoh,
beberapa instansi / lembaga pemerintahan, dengan memanfaatkan segala keuanggulan
yang dimilikinya, dan mereka mempunyai satu tujuan bersama, yakni untuk
mewujudkan

VISI

dan

MISI

yang

telah

dibuatnyabersama-sama.

Oleh sebab itu, jelaslah bahwa keunggulan komparatif, bagaimana untuk


mencapai tujuan bersama dengan segala keunggulan yang dimiliki baik oleh
organisasi maupun terhadap organisasi lainnya, sedangkan keunggulan kompetitif,
bagaimana memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh organisasi untuk bisa
mendapatkan tujuan organisasi, dengan cara berkompetisi dengan organisasi lainnya.

4.2.

Investasi luar negeri dibidang sumberdaya mineral

Sejak pemerintahan orde baru dalam programnya Repelita 1, kegiatan investasi dan
pembentukan modal menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal ini disebabkan
oleh karena perkembangan iklim ekonomi yang menjadi semakin baik sejak dilaksanakannya
usaha-usaha stabilisasi ekonomi dan moneter dalam bulan Oktober tahun 1966. Sejak saat itu
hampir semua kegiatan ekonomi tampak ber kembang, sehingga pembentukan modal
diperkirakan telah meningkat dari sekitar 8 persen dari produksi nasional dalam tahun 1967
menjadi sekitar 17 sampai 18 persen pada akhir Repelita I. Perkembangan pembentukan
modal tersebut adalah hasil dari berbagai kebijaksanaan di bidang pengerahan dana, pe
ningkatan fungsi lembaga-lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan,
pemberian beberapa perangsang bagi penanaman modal, penyederhanaan dan peningkatan
lembaga pengelola penanaman modal, dan penyederhanaan prosedur penanaman modal.
Dalam hubungan ini telah dibentuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sebagai
peningkatan koordinasi pengelolaan aplikasi dan perizinan-perizinan pena naman modal yang
semula dilakukan oleh Panitia Penanaman Modal. Sejalan dengan itu prosedur penanaman
modal telah diperbaharui dan disederhanakan. Dengan kebijaksanaan - kebijaksanaan tersebut
19

dimaksudkan agar proses pengelolaan aplikasi menjadi semakin cepat dan terkoordinir
sehingga jumlah aplikasi maupun realisasi penanaman modal diharapkan semakinmeningkat.
Di sampingitu telah pula diambil kebijaksanaan di bidang industri, perdagangan luar negeri,
penyem purnaan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, dan seba gainya (Sumber: Jurnal
BKPM ). Dalam situasi ini, Indonesia berada pada masa transisi yaitu antara masa isolasi
ekonomi di pemerintahan Presiden Soekarno dan masa keterbukaan ekonomi / ekonomi pasar
di masa Presiden Soeharto. Akan tetapi pradigma yang digunakan dalam masa pemerintahan
orde baru adalah Liberalisasi Ekonomi yang melepaskan isolasi ekonomi menuju mekanisme
pasar, mengedepankan asas kebebasan, dan persaingan usaha yang merupakan ciri perubahan
terpenting. Percaya kepada sistem ekonomi pasar dalam pembangunan ekonomi adalah
keputusan untuk mengundang modal asing, baik untuk mengeksploitasi sumber daya
nasional, serta untuk melakukan pinjaman luar negeri, menjadi agenda utama dalam
menerapkan strategi perbaikan ekonomi yang terancam limbung. Kebijakan itu diambil
dengan alasan tidak cukup tersedianya dana dalam negeri untuk membiayai kesulitan
mendesak jangka pendek maupun merealisasikan perencanaan proyek-proyek pembangunan
jangka menengah dan jangka panjang. Kondisi serba kekurangan kapital tersebut telah
mendorong masuk dalam suatu sistem ekonomi Neo-liberalis. Paham liberalis kapitalis mulai
gencar masuk dalam sistem perekonomian Indonesia melalui berbagai produk UndangUndang yaitu salah satunya adalah Undang-Undang mengenai modal asing tahun 1967, dan
diperbaharui dengan Undang-Undang tahun 1970. Bidang-bidang yang paling diminati oleh
para investor asing adalah sektor industri pertambangan, perkebunan, keuangan dan
perbankan.
4.3.

Pasar perdagangan internasional mineral dan batubara

Perdagangan Mineral Karakteristik Sumberdaya Mineral Indonesia Sejauh ini mineral


yang dikenal dalah kelompok besi (FE) seperti mangan, krom, nikel, molibdenum, tungsten,
vanadium, alumunium dan titanium. Mineral lainnya yang berperan dalam industri adalah
kelompok non-besi seperti tembaga, timah hitam, seng, timah putih, dan magnesium. Selain
itu juga terdapat mineral lain seperti antimon, arsen, bismut, cadmium, kobalt, air raksa,
platina, perak, dan barium. Bahan bangunan juga berperan sangat penting seperti asbes, aspal,
batu gamping, lempung, pasir, kerikil, gipsum, batusabak, andesit, granit, marmer,dsb.
Potensi dan produksi mineral andalan Tidak semua mineral yang dipakai sehari-hari oleh
umat manusia terdapat di Indonesia. Diperkirakan hanya 30% atau 30 macam mineral utama
yang terdapat di Indonesia. Mineral tersebut adalah emas, perak, tembaga, nikel, timah putih,
20

timah hitam, alumunium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi, batubara, yodium,
serta berbagai mineral industri. Beberapa mineral telah menjadi andalan pertambangan di
Indonesia. Produksi daan cadangannya cukup besar. Timah, misalnya, memproduksi sekitar
15% produksi dunia sementara cadangannya lebih kurang 8% cadangan dunia. Cadangan
nikel indonesia mencapai 15% cadangan dunia, walaupun produksinya baru mencapai lebih
kurang 10% produksi dunia. Batubara makin hari makin menjadi komoditas yang penting
karena meningkatnya kebutuhan akan energi. Menurt taksiran, sumberdaya batubara
mencapai 18-19 milyard ton sedangkan cadangan diperkirakan berjumlah 17-18 milyard ton
sehingga seluruhnya mencapai 36 milyard ton. Produksi tiap tahun mencapai 50-60 juta ton.
Menurut perkiraan, potensi batubara Indonesia cukup untuk dipakai selama 400 tahun.
Potensi minyak bumi dan gas bumi terkandung dalam 60 cekungan dan baru 25% yang baru
dieksploitasi. Menurut perkiraan sumberdaya minyak bumi mencapai lebih kurang 70-72
milyard barel,sedangkan yang sudah diteliti dan dapat digolongkan sebagai cadangan baru
lebih kurang 9-10 milyard barel. Timah berproduksi tetap pada tingkat antara 40-50 ribu ton
setiap tahun. Sumberdaya diperkirakan mencapai 1-1,2 juta ton sedangkan cadangan
diperkirakan 865 ribu ton. Untuk produksi emas tiap tahunnya mencapai hampir 50-60 ton.

5. kebijakan pemerintah dalam bidang pertambangan


5.1. peran pemerintah dalam pembangunan sektor pertambangan
Dalam kegiatan penambangan, selalu ada daerah yang terganggu
ekosistemnya, terutama pada areal operasional tambang, areal pengisian kembali,
areal penimbunan di luar tambang, dan daerah pendukung produksi misalnya
lokasi perkantoran dan perumahan karyawan, lokasi penumpukan dan pemrosesan
batubara, jalan pengangkutan batubara, dan lain-lain.
Permasalahan umum bila ditinjau dari keberadaan kondisi lingkungan
di Kalimantan Timur pada lokasi setelah kegiatan penambangan batubara saat ini
sangat memprihatinkan, karena batas kemampuan daya dukung dan daya tampung
lingkungan sudah tidak seimbang. Hal tersebut secara langsung maupun tidak
21

langsung berdampak terhadap menurunnya kualitas lingkungan hidup.


Permasalahan lain yang memberi dampak besar terhadap lingkungan oleh
kegiatan penambangan batubara adalah limbah cair dan air limbah karena mudah
terkontaminasi dan larut terbawa aliran air permukaan yang selanjutnya menuju
ke badan sungai.

5.2.

Contoh

kebijakan

pemerintah

dalam

sektor

pertambangan

dan

pengaruhnya
Beberapa pasal dalam Undang-undang yang mengatur pertambangan mineral dan
batubara tersebut, sangat merugikan pertambangan swasta dan tambang rakyat, selain Bagi
PT. Timah dan PT. Kobatin. Berikut ini tabel 3 tentang pasal-pasal yang dianggap akan
merugikan tambang milik swasta dan tambang rakyat.
Tabel 3
Beberapa pasal dalam UU No. 4 tahun 2009
No

Nama Usaha

Isi Pasal

1.

Tambang Milik

Pasal 52

Swasta

(1) Pemegang IUP Eksplorasi mineral logam diberi WIUP dengan luas
paling sedikit 5.000 (lima ribu) hektare dan paling banyak 100.000
(seratus ribu) hektare.

2.

Tambang Rakyat

Pasal 22
Kriteria untuk menetapkan WPR adalah. sebagai berikut :
a.

mempunyai cadangan mineral sekunder yang terdapat di sungai

22

dan/atau di antara tepi dan tepi sungai;


b. mempunyai cadangan primer logam atau batubara dengan kedalaman
maksimal 25 (dua puluh lima) meter;
c. endapan teras, dataran banjir, dan endapan sungai purba;
d. luas maksimal wilayah pertambangan rakyat adalah 25 (dua puluh
lima) hektare;
e. menyebutkan jenis komoditas yang akan ditambang; dan/ atau
f.

merupakan wilayah atau tempat kegiatan tarnbang rakyat yang sudah

dikerjakan sekurang-kurangnya 15 (lima belas) tahun.

23