Anda di halaman 1dari 2

oleh echigo

1. Memotret Milky Way nggak harus pakai DSLR ataupun


Mirrorless kok, pakai smartphone juga bisa
Untuk memotret Milk Way menggunakan smartphone, gunakanlah aplikasi seperti Manual
pada iOS dan Camera FV-5 pada Android. Aplikasi-aplikasi tersebut memberikan kontrol yang
lebih canggih terhadap kamera seperti layaknya pada sebuah DSLR. ISO, shutter speed, white
balance, dan metode focus semuanya kita bisa ambil alih. Hanya saja, meski sudah menggunakan
aplikasi tersebut, spesifikasi kamera smartphonemu akan sangat berpengaruh pada hasilnya. Jadi
pada dasarnya, jangan terlalu berharap jika memotret milky way menggunakan smartphone.

2.Memotretlah saat fase bulan baru atau saat bulan tak


nampak sama sekali
Saat purnama tiba, cahaya bulan bersinar begitu terang hingga mampu menutupi cahaya bintang.
Langit cerah tak akan menampakan bintang-bintang, apalagi milky way.Jadi, kamu bisa berburu
miky way di gunung atau pun di laut saat bulan baru.

3. Carilah tempat yang minim polusi cahaya


Tempat-tempat di ketinggian seperti bukit atau gunung adalah tempat yang pas untuk memotret
milky way. Atau tempat-tempat yang minim polusi cahaya lainnya seperti di pantai dan padang
savanna.

4. Setel kamera pada bukaan lensa terbesar


Aperture pada kamera ditandai dengan huruf f dan angka. Semakin kecil angka di belakang
huruf f, maka bukaan lensa semakin besar. Jika bukaan semakin besar, cahaya yang tertangkap
pun makin banyak. Sesuaikan dengan konsep foto yang kamu inginkan.

5. Setting ISO kamera


Berhubung suasana pasti sangat gelap ketika memotret milky way, kamu harus gunakan ISO
tinggi untuk menangkap momen. Pada kamera DSLR low/mid end untuk pemula, kebanyakan
ISO mentok pada angka 12800 atau beberapa bisa sampai 25600. Namun, jangan setel hingga
angka maksimal karena dipastikan hasilnya akan penuh bintik putih atau noise. Untuk
memotret milky way, coba setel di kisaran ISO 800 1600. Meski mungkin masih sedikit noise,
namun itu lebih baik daripada fotomu gelap gulita karena settingan ISOmu terlalu rendah.

6. Gunakan tripod

WAJIB! Kecuali Kamu memang mengonsep foto milky waymu full blur.

7. Setting shutter speed pada kecepatan 15-20 detik


Pengaturan shutter speed ini berkaitan dengan masalah cahaya yang harus ditangkap. Kondisi
minim penerangan seperti saat memotret milky way, cobalah atur shutter speedmu pada angka
15-20 detik demi mendapat hasil yang lebih sharp. Di atas 20 detik, besar kemungkinan
jepretanmu cenderung blur.

8. (Jangan) gunakan flash untuk memotret foreground


Jika ada objek lain (selain miky way) di depan lensamu yang memang ingin kamu tampilkan
(contohnya seperti foto saya di atas), sebaiknya gunakan lampu led sebagai bantuan
pencahayaan. Pencahayaan lewat LED lebih dapat kita kendalikan dan stabil, ketimbang flas