Anda di halaman 1dari 29

PUTUSAN

NOMOR : 15/G/2016/PTUN-SMD
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pegadilan Tata Usaha Negara Samarinda yang memeriksa, memutus,dan
menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara biasa
telah menjatuhkan putusan sebagaimana diuraikan dibawah ini, dalam sengketa
antara:
Prof. Drs. H. LA YUDIN, M.Agr, Warganegara Indonesia, Pekerjaan Dosen (Dekan
Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda), alamat tempat tinggal
Komplek Perumahan Unmul Sidomulyo Jalan Palma No. 72
Samarinda;
Dalam Hal ini memberikan kuasa kepada :
1. Bukit Yoni Setiawan, S.H.,M.H.
2. Asyrafi Khairin, S.H.,M.H.
3. Aji Winaldi , S.H.,M.H.
4. M. Isa Ansari, S.H.,M.H.
5. Tamba Victor H, S.H.,M.H.
6. Dedi Irfai, S.H.,M.H.
7. Cindy Ayu D, S.H.,M.H.
8. Nasruddin, S.H.,M.H.
9. Jerry Sonny, S.H.,M.H.
10. Sharien Fauzi M, S.H.,M.H.
11. Rivaldi Ardiansyah, S.H.,M.H.
12. Hengky Cristy O, S.H.,M.H.
Kesemuanya adalah Kewarganegaraan

Iindonesia,

Pekerjaan

Advokat/ Pengacara pada Kantor Bukit Yoni Setiawan, S.H.,M.H.


& PARTNERS, Alamat Jalan M. Yamin No. 123 Kota Samarinda,
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Tanggal 12 september

2016

----PENGGUGAT;
MELAWAN
REKTOR UNIVERSITAS MULAWARMAN, Berkedudukan di Rektorat Kampus
Gunung Kelua, Jalan Kuaro Samarinda, Kalimantan Timur;
Dalam hal ini memberikan kuasa kepada :

1. Dr. Ikhsan Rais S.H., M.H


2. Dr. Andy Cindy., M.H
3. Dr. Alif Saputra., M.H
Kesemuanya adalah Kewarganegaraan
Pegawai

Negeri

Sipil

pada

Iindonesia,

Fakultas

Hukum

Pekerjaan
Universitas

Mulawarman, Beralamat di jalan Sambiliung Kampung Gunung


Kelua Universitas Mulawarman, Kota Samarinda;
Berdasarkan Surat Kuasa Nomor : 2133/UN17/DT/2016, tanggal
08 JULI 2016
Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut:
1.

Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda


Nomor: 15/PEN-DIS/2016/PTUN.SMD tanggal 27 September 2016 tentang

2.

Penetapan Lolos Dissmissal;


Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda
Nomor: 15/PEN-DIS/2016/PTUN.SMD tanggal 27 September 2016 tentang

3.

Penunjukan Majelis Hakim;


Telah membaca Penetapan

Hakim

Ketua

Majalis

Nomor:

15/PEN-

DIS/2016/PTUN.SMD tanggal 28 September 2016 tentang Pemeriksaan


4.

Persiapan;
Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda
Nomor: 14/PEN-DIS/2016/PTUN.SMD tanggal 05 Oktober 2016 Hari Sidang

5.

Pertama;
Telah membaca dan mempelajari berkas perkara dan surat-surat bukti yang

6.

diajukan di persidangan;
Telah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan ahli-ahli yang diajukan oleh

7.

Para Pihak;
Telah membaca dan memeriksa Berita Acara Perkara ini;
TENTANG DUDUK SENGKETA
Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan gugatan tertanggal 20

September 2016 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara


Samarinda tanggal 20 September 2016 dengan Register Perkara Nomor :
15/G/2016/PTUN.SMD. sebagaimana telah diperbaiki dalam Pemerikasaan Persiapan

Tanggal 20 September 2016, yang pada pokoknya mengemukakan dalil-dalil


gugatannya sebagai berikut :
I.
Dasar Gugatan
1. Bahwa objek sengketa sebagaimana dimaksud diatas merupakan ketetapan
tata usaha negara yang tertulis sebagaimana ditentukan dalam pasal 1
angka 9 undang-undang nomor 51 tahun 2009 tentang peradilan tata usaha
negara yang bersifat konkret individual dan final sebagaimana dalam
fakta-fakta sebagai berikut :
a. Konkret, objek sengketa mengatur perbuatan nyata yang diterbitkan
oleh tergugat selaku pejabat tata usaha negara.
b. Individual, objek sengketa dikeluarkan oleh tergugat selaku pejabat
tata usaha negara yang ditujukan kepada penggugat.
c. Final, Objek sengketa sudah mempunyai akibat hukum dan tidak
memerlukan lagi persetujuan pihak lain.
2. Pasal 53 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 ;
Ayat (1) Orang atau badan hukum berdata yang merasa kepentingannya
dirugikan oleh suatu keputusan tata usaha negara dapat
mengajukan gugatan tertulis kepada yang berwenang berisi
tuntutan agar keputusan tata usaha negara yang disengketakan
itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai
Ayar (2)
II.

tuntutan ganti rugi, dan/atau direhabilitasi.


Alasan-alasan yang dapat digunakan dalam gugatan itu

bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik.


Alasan-Alasan Gugatan
Alasan terhadap surat keputusan Rektor Universitas Muawarman Nomor :
850/KP/2016 tanggal 20 Juli 2016 tentang pemberhentian dekan fakultas
kehutanan periode 2014-2018 dan pengangkatan penjabat dekan fakultas
kehutanan universitas mulawarman periode 2016-2018 sebagai berikut :
1. Bahwa sejak penggugat diangkat sebagai dekan fakultas kehutanan
universitas mulawarman periode 2014 2018 berdasarkan surat keputusan
rektor universitas mulawarman nomor : 506/KP/2016 tertanggal 30
september 2016 tentang pemberhentian pejabat pengganti antar waktu

dekan fakultas kehutanan periode 2014-2018 dan pengangkatan dekan


fakultas kehutanan universitas mulawarman periode 2016-2018;
2. Bahwa sejak penggugat diangkat sebagai dekan fakultas kehutanan
universitas mulawarman tahun 2014 , penggugat sungguh sungguh untuk
memajukan fakultas kehutanan yaitu dengan menerapkan kebijakan;
3. Bahwa atas penerapan kebijakan penggugat tersebut, penggugat menerima
surat tertanggal 26 mei 2016 dari dosen dan senat wakil dosen, yang
ditanda

tangani

oleh

ketua

senat

dimana

meminta

penggugat

menyampaikan klarifikasi tertulis dan secara terbuka dalam rapat fakultas


(Pleno) selambat lambatnya tanggal 15 juni 2016 ;
4. Bahwa pada hari sabtu, 24 juni 2016 diadakanlah rapat senat fakultas
kehutanan universitas mulawarman dengan agenda klarifikasi aspirasi
dosen fakultas kehutanan kepada kepala fakultas ( dekan dan jajarannya) ,
menghasilkan kesimpulan yang ditanda tangani sekretaris senat dan
penggugat.
5. Bahwa penggugat menerima surat tergugat nomor : 886/UN17/DT/2016,
Hal: pelaksanaan tugas sementara dekan fakultas kehutanan, tertanggal 20
juli 2016 yang ditujukan kepada penggugat berisi Bersama ini kami
samapaikan kepada saudara bahwa berdasarkan rekomendasi dirjen dikti
pada hari jumat tanggal 16 juli 2016 dan telah di telaah oleh senat
universitas mulawarman melalui rapat senat komisi organisasi pada hari
senin tanggal 20 juli 2016, bahwa untuk mengendalikan situasi di fakultas
kehutanan universitas mulawarman dan menjaga netralitas kondisi yang
terjadi serta sambil menunggu hasil investigasi kemenristek, maka sejak
hari senin tanggal 20 juli 2016 untuk sementara waktu tugas tugas dekan
kehutanan universitas mulawarman dilaksanakan oleh rektor universitas
mulawarman;
6. Bahwa selanjutnya dirjen dikti melalui suratnya tertanggal 21 juli 2016
nomor 287/E/HK/2016, Hal : pengambilan kepemimpinan sementara yang

ditanda tangani Plt. Direktur jendral Djoko Santoso yang ditujukan kepada
tergugat;
7. Bahwa tergugat mengatasnamakan pemegang mandat dekan fakultas
kehutanan mengundang rapat senat fakultas kehutanan sebagaimana surat
undangan tertanggal 2 juli 2016 Nomor : 1108/UN17/DT/2016, hal :
Undangan Rapat senat terbatas yang dilaksanakan pada hari senin, tanggal
7 juli 2016 pukul 14 : 00 Wita, tempat, ruang rapat lantai III rektorat
universitas mulawarman;
8. Bahwa melalui suratnya tertanggai 7 Mei 2014 kelompok yang
menamakan dirinya Gerakan Dosen Peduli Fahutan (GDPF) dengan
koordinator Triyono Sudarmadji menyampaikan surat kepada Para
Anggota Senat Terbatas Fahutan Umnul, perihal Kemelut Kepemimpirian
Fakultas Kehutanan Universitas Mu1awarmar (Fahutan Unmul) yang
intinya memberitahukan terkait Rapat Senat Terbatas Fahutan Unmul pada
tanggal 21 Apr11 2014 sebagal berikut:
-

GDPF telah beberapa kali menemui Rektor, Ketua SPI UNMUL,


Komisi Organisasi dan Komisi Etik Senak Unmul terkait usulan Senat
Fahutan Unmul kepada Rektor.

GDPF

menyampaikan

butir-butir

pemikiran

tentang

Suksesi

Kepemimpinan Fahutan Unmul ( Mel 2014 Juni 2016).


-

GDPF mengajukan usulan 3 (tiga) Calon Dekan PAW yaitu Ir. Hari
Siswanto,M.P.,

Dr.Ir.

Yaulus

Matius,M.Sc,.

dan

Dr.Rudianto

Amirta,.S.Hut.MP., kepada Rektor Unmul;


9. Bahwa GDPF berkirim surat lagi kepada Rektor Umnul dan Para Anggota
Senat Terbatas Fahutan surat tertanggal 2 Juril 2014 yang pada pokoknya
GDPF menekan Tergugat/Rektor Unmul agar menepati janjinya terkait
kepemimpinan Fahutan Unmul dan menekan agar Tergugat/Rektor Unmul

mengindahkan dan menghormati hasil Rapat Senat Terbatas Fahutan


Unmul tangga 21 April 2014 yaitu:
- Tidak dapat lagi menerima kepemimpinan saudara ABL sebagai
Dekan Fahutan Unmul.
- Pencabuta SK No. 1 0231KP/20 1 2 tanggal 30 Juli 2012
- Sesegera mungkin memproses pemilihan dan penetapan Dekan baru
Fahutan Unmul sesuai ketentuan yang berlaku.
10 Bahwa selanjutnya Tergugat menerbitkan Keputusan Rektor Universitas
Mulawarman, Nomor : 850/KP/2014 6 Juni 2014 tentang Pemberhentian
Dekan Fakultas Kehutanan Periode 2012-2016 Dan Pengangkatan
Penjabat Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Periode
2014-2016;
11. Bahwa Keputusan Tergugat Nomor : 850/KP/2014 tertanggal 20 juli 2014
tentang Pemberhentian Dekan Fakultas Kehutanan Periode 2012-2016 Dan
Pengangkatan

Penjabat

Dekan

Fakultas

Kehutanan

Universitas

Mulawarman Periode 2014-2016.


11.1 Bahwa tergugat telah melakukan pengambilalihan kepemimpinan
sementara Dekan Fakultas Kehutanan seharian sebelum dikeluarkannya
surat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor
287/E/HK/2014,

tanggal

21

Juli

2016

tentang

pengambilalihan

kepemimpinan sementara Dekan Fakultas Kehutanan oleh rektor


Universitas mulawarman sebagaimana yang tertuang dalam surat tergugat
tertanggal 20 juli 2016, No. 886/UN17/DT/2016, Hal Pelaksana Tugas
Dekan Fakultas Kehutanan yang di tujukan kepada penggugat. Sejak saat
itulah tugas-tugas dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman
dilaksanakan oleh tergugat;

11.2 bahwa dalam sebelum pengambilalihan kepemimpinan sementara dekan


Fakultas Kehutanan tergugat tidak pernah memberitahukan kepada
penggugat tentang alasan-alasan mengapa kepemimpinan Dekan Fakultas
Kehutanan harus di ambil alih. Apa kesalahan penggugat tidak pernah di
beritahukan;
11.3 bahwa tergugat juga telah mengabaikan surat Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Kemendikbud No. 287/E/HK/2016, Tanggal 21 juli
2016 Tentang Pengambilalihan Kepemimpinan Sementara Dekan
Fakultas Kehutanan oleh rektor Universitas Mulawarman;
11.4 bahwa rapat senat Fakultas Kehutanan tanggal 7 Juli 2016 terselanggara
atas undangan tergugat selaku rektor yang juga mengatas namakan
pemegang mandat dekan Fakultas Kehutanan sebagaimana surat
undangan tertanggal 2 Juli 2016, No.1108/UN17/DT/2016, Hal:
Undangan Rapat Senat Terbatas bukan Rapat Senat Fakultas Kehutanan.
11.5 bahwa penggugat yang masih pejabat sah dekan fakultas kehutanan tidak
di undang sebagai peserta rapat. Penggugat adalah ketua senat dan juga
anggota senat Fakultas Kehutanan karena sebagai guru besar, statuta
Universitas Mulawarman tahun 2004 Pasal 47 ayat 3 dan 4;
11.6 bahwa sebagaimana tercantum dalam konsideran pertimbangan huruf B
rapat senat Fakultas Kehutanan menghasilkan keputusan yaitu penyerahan
status mandat dekan fakultas kehutanan kepada rektor universitas
mulawarman dan penolakan kepemimpinan sdr. Prof. Dr. Ir. H. La Yudin,
M.Agr. NIP.19511120 197503 1001 sebagai dekan fakultas kehutanan
universitas mulawarman periode 2016-2018, adalah suatu pertimbangan
yang melanggar asas kecermatan atau bertindak cermat dan melanggar
asas legalitas;
11.7 bahwa rapat senat fakultas kehutanan telah bertindak diluar tugas
pokoknya sebagiamana tercantum dalam statuta universitas mulawarman
tahun 2004 pasal 47 ayat 2, menjelaskan tugas pokok senat fakultas
adalah:

Huruf a. merumuskan kebijakan akademik fakultas


Huruf d. menilai pertanggung jawaban pimpinan fakultas atas
pelaksanaan

kebijakan

akademik

yang

telah

di

tetapkan

sebagaimana di maksud dalam huruf a.


11.8 Bahwa dalam rapat senat fakultas kehutanan universitas mulawraman
tanggal 7 Juli 2016 penggugat tidak diundang oleh karenanya tidak
dapat mengikuti rapat tersebut, sehingga penggugat tidak dapat
memberikan penjelasan klarifikasi atau sanggahan terhadap pendapat
dan penilaian senat fakultas kehutanan;
11.9 Bahwa merujuk konsideran menimbang

huruh

menyatakan

pemberhentikaan penggugat sebagai dekan fakultas kehutanan universitas


mulawarman berdasarkan surat keputusan nomor : 849/KP/2016
tertanggal 20 Juli 2016 , Sdr. Prof. Dr. Ir. La Yudhin, M.Agr. telah
dianggat sebagai ketua unit pelaksana teknis agroforestri universitas
mulawarman tahun 2016 adalah peritmbangan yang melanggar peraturan
perundang-undangan, yaitu peraturan menteri pendidikan nasional RI
nomor 67 tahun 2008 tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen
sebagai pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas pasal 13 ayat
(1) yang berbunyi : pimpinan .pergutuan tinggi dan pimpinan fakultas
a.
b.
c.
d.
e.

diberhentikan dari jabatannya karena :


Permohonan sendiri
Telah berusia 65 tahun
Masa jabatannya berakhir
Diangkat dalam jabatannya negeri yang lain
Dikarenakan hukuman hukuman disiplin tingkat berat sesuai dengan

peraturan perundang-undangan
f.
Diberhentikan dari jabatan dosen
g.
Berhalangan tetap
h.
Sedang menjalani tugas belajar atau tugas lain lebih dari enam bulan
i.
Cuti diluar tanggungan negara
j.
Hal lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan
11.10 Bahwa dari sebab sebab pemberhentian pimpinan fakultas kehutanan
dari huruf a sampai huruf k , sepertinya tergugat berpendapat bahwa

pengangkatan

penggugat

sebagai

ketua

unit

pelaksana

teknis

agroforestri universitas mulawarman diartikan karena daingkat dalam


jabatan negeri yang lain;
11.11 Bahwa jabatan ketua unit pelaksana teknis (UPT) Agroforestri
universitas mulawraman secara kelembagaan tidak setingkat atau selevel
dengan jabatan dekan fakultas kehutanan . ketua UPT. Agroforestri
universitas mulawarman levelnya berada dibawah jabatan dekan
fakultas kehutanan, oleh karenanya tidak dapat dimaknai sebagai jabatan
negeri yang lain;
11.12 Bahwa hal ini dapat terbaca dari pencantuman dalam penempatan pasal
pemendiknas

nomor

091/O/2004

tentang

statuta

universitas

mulawraman tahun 2004 pasal 44, organisasi fakultas terdiri dari antara
lain unsur pimpinan yaitu dekan dan pembantu dekan. Sedangkan
pengaturan unit pelaksana teknis (UPT) ada dalam pasal 64 unit
pelaksana teknis (UPT) merupakan perangkat pelengkap di bidang
pendidikan, penelitian dan pengabdian dalam masyarakat yang ada di
luar fakultas, jurusan dan labiraturium. Oleh karenanya khsusus UPT.
Agroforestri

unmul,

keberadaannya

sebagai

pelengkap

dan

pembentukannya disesuaikan dengan keperluan;


12 Bahwa penggugat yang masih menjabat sah dekan fakultas kehutanan tidak di
undang sebagai peserta rapat senat yang diadakan pada tanggal 7 juli 2016.
Penggugat pada waktu itu adalah ketua senat dan juga anggota senat fakultas
kehutanan karena guru besar, statuta universitas mulawarman 2004;
13 Bahwa dari sebab-sebab pemberhentian pimpinan fakultas kehutanan rapat senat
fakultas kehutanan menghasilkan keputusan dimana dalam hal menjadi suatu
perimbangan yang melanggar asas legalitas.
14 Bahwa penggugat sangat dirugikan dengan pemberhentian sebagai dekan fakultas
kehutanan baik secara moril maupun formil. Kerugian moril adalah penggugat
menanggung malu karena penggugat telah dianggap oleh masyarakat baik di
dalam maupun di luar kampus dicap telah melakukan pelanggaran atau kesalahan

sehingga diberhentikan dari dekan fakultas kehutanan. Demikian juga dengan


keluarga menanggung malu karena itu. Padahal hingga saat ini penggugat tidak
pernah menerima sanksi dari tergugat, namun langsung diberhentikan dari
jabatan dekan fakultas kehutanan tanpa alasan yang jelas dan pasti. Sedangkan
kerugian materil yang dialami oleh penggugat adalah hilangnya penghasilan
tunjangan tambahan sebesar Rp. 4.500.000,- setiap bulan, yang mana tunjangan
tersebut sangat penggugat perlukan untuk kehidupan sehari-hari. Untuk
menghindari kerugian yang lebih besar lagi bagi penggugat sangat beralasan
untuk penggugat mohon penundaan.
I.

Permohonan
Berdasar Bedasarkan uraian uraian tersebut diatas, maka dengan ini penggugat

mohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo berkenan
menjatuhkan putusan sebagai berikut :
A. Dalam Penundan
Menyatakan :
Keputusan Rektor Universitas Muawarman nomor : 850/KP2016 tanggal 20 Juli
2016 tentang pemberhentian dekan fakultas kehutanan periode 2014-2018 dan
pengangkatan penjabat dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman
periode 2016-2018
II. Dalam Pokok Sengketa
1. Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya;
2. Menyatakan batal atau tidak sah ;
Keputusan Rektor Universitas Muawarman nomor : 850/KP/2016 tanggal 20
Juli 2016 tentang pemberhentian dekan fakultas kehutanan periode 20142018 dan pengangkatan penjabat dekan Fakultas Kehutanan Universitas
3.

Mulawarman periode 2016-2018


Memerintahkan tergugat mencabut

Keputusan

Rektor

Universitas

Muawarman nomor : 850/KP/2016 tanggal 20 Juli 2016 tentang


pemberhentian

dekan

fakultas

kehutanan

periode

2014-2018

dan

pengangkatan penjabat dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman


4.

periode 2016-2018
Memerintahkan tergugat untuk merehabilitasi nama baik, harkat dan
martabat penggugat serta mengembalikan penggugat pada posisi dan jabatan
semula yakni dengan keputusan rektor universitas mulawarman nomor :
1023/KP/2014 tertanggal 30 Juli 2014 tentang pemberhentian penjabat
pengganti antar waktu dekan fakultas kehutanan periode 2013-2014 dan

5.

pengangkatan dekan fakultas kehutanan periode 2014-2018


Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara.

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggungat tersebut, Tergugat telah


mengajukan Jawabannya tertanggal 19 Oktober 2016, dengan mengemukakan hal-hal
yang pada pokoknya sebagai berikut :
I.

DALAM POKOK PERKARA


Terhadap Permintaan Pembatalan Keputusan Rektor Universitas Mulawarman
Nomor: 850/KP/2016

tanggal 6 Juni 2016 tentang Pemberhentian Dekan

Fakultas Kehutanan Periode 2014-2018 dan Pengangkatan Penjabat Dekan


Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarntan Periode 2016-2018.
1. Bahwa

TERGUGAT menolak

dengan

tegas

seluruh

dalil

gugatan

PENGGUGAT termasuk yang tidak relevan, kecuali yang kebenarannya


diakui secara tegas oleh TERGUGAT seperti yang tertuang dalam uraian
PENGGUGAT pada angka 1 sampai dengan angka 6.
2. Bahwa TERGUGAT menyatakan menolak dengan tegas apa yang didalilkan
oleh PENGGUGAT pada angka 7 yang menyebutkan: bahwa TERGUGAT
dengan mengatasnamankan Pemegang Mandat Dekan Fakultas Kehutanan
mengundang Rapat Senat Fakultas sebagaimana surat undangan tertanggal 2
juli 2016 Nomor: 1108/UN17/DT/2016, Hal: Undangan rapat Senat Terbatas
yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 7 juli 2016, pukul 08.00 wita,
Tempat: Ruang Rapat I, Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Mulawarman,

Agenda: 1. Status Mandat Dekan Fakultas Kehutanan; 2. Status Sdr. Prof. Dr.
Ir. Abuhzhzr M Lahjie, M-Agr.
Dalil PENGGUGAT pada angka 7 tidak jelas dan kabur oleh karena
TERGUGAT tidak

menjalankan

mandat

dari

PENGGUGAT tetapi

pengambilalihan tugas Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman


berdasarkan permintaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor:
287/E/HK/2016

perihal:

Pengambilalihan

Kepemimpinan

Sementara.

(BUKTI-T1).
Surat mandat justru diterbitkan oleh TERGUGAT kepada Pembantu Dekan I,
Pembantu Dekan Il, Pembantu Dekan Ill, dan Pembantu Dekan IV Nomor:
898/ UN17/DT/2016 untuk keperluan pengelolaan fakultas di antaranya
adalah kegiatan judisum. (BUKTI-T2).
3. Bahwa TERGUGAT sependapat dengan uraian fakta hukum yang
dikemukakan oleh PENGGUGAT sebagaimana dimaksud dalam angka 8,
angka, 9, angka 10, dan angka 11.
4. Bahwa benar apa didalilkan PENGGUGAT pada angka 11.1 bahwa
TERGUGAT telah mengambilalihan tugas Dekan Fakultas Kehutanan
dilakukan TERGUGAT sebelum terbitnya Surat Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nomor 287/E/2016, tanggal 21 Juli 2016 oleh
karena sebelum terbitnya surat tersebut, Direktorat Jendral Dikti telah
memberikan disposisi surat tersebut, Direktorat Jenderal Dikti telah disposisi
tanggal 21 Juli 2016 yang isi dan substansinya memiliki kesamaan dengan
Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nomor 287/E/2014,
tanggal 21 Juli 2016 (BUKT1-T3)
5. Bahwa apa yang didalilkan oleh PENGGUGAT pada angka 11.2 yang
menyebutkan bahwa pengambilalihan kepemimpinan sementara Dekan
Fakultas Kehutanan oleh TERGUGAT tidak pernah memberitahukan kepada

PENGGUGAT tentang alasan-alasan mengapa kepemimpinan Kehutanan


harus diambilalih. Apa kesalahan PENGGUGAT tidak pernah diberitahukan;
Bahwa PENGGUGAT seharusnya telah mengetahui apa yang menjadi dasar
terbimya

Surat

TERGUGAT

Nomor

886/UN17/DT/2016

dan

SK

TERGUGAT Nomor. 850/KP/2016 Tanggal 12 September 2016 Tentang


Pemberhentian

Dekan

Fakultas

Kehutanan

Periode

2016-2018

dan

Pengangkatan Pejabat Dekat Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman


Periode 2014-2016.
Alasan-Alasan Nomotif dan Penggunaan Kewenangan Rektor tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Universias Mulawarman adalah Institusi Milik Pemerintah Republik
Indonesia dibentuk untuk menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma
Perguruan Tinggi dan menjadi tempat rujukan masyarakat menimba ilmu
pengetahuan dengan menyandarkan pada landasan moral yang tinggi
berdasarkan pergaulan masyarakat ilmiah;
b. Bahwa Universitas yang dipimpin oleh TERGUGAT bertanggung jawab
penuh untuk menjaga dan memastikan seluruh peserta didik terlayani
dengan baik melalui belajar-mengajar melalui penataan fakultas yang
dapat mengayomi semua civitas akademika (Mahasiswa, dosen, tenaga
administrasi) dalam suasana yang inklusif;
c. Bahwa Fakultas kehutanan tidak kondusif lagi untuk menyelenggarakan
kegiatan belajar-mengajar oleh karena sebagian besar dosen kehutanan
Mulawarman

dan

mahasiswa

PENGGUGAT (BUKT1-T4)

tidak

menerima

kepemimpinan

d. Bahwa kondisi di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman telah


masuk pada situasi tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum tertentu
sehingga menciderai kegiatan belajar mengajar dan masuk kualifikasi
telah mengganggu kepentingan umum (BUKT1-T5);.
e. Bahwa alasan normatif telah mendasari TERGUGAT dengan cara
meminta arahan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai institusi
yang berwenang sehingga atas dasar surat TERGUGAT, Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi menerbitkan Surat 287/E/HK/2016 Tanggal 21
Juli 2016 yang memerintahkan TERGUGAT untuk mengambilalih
kepemimpinan di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman;
f. Bahwa Keputusan Berita Acara Keputusan Rapat Senat Fakultas
Universitas Mulawarman Tanggal 21 April 2016 yang salah satunya berisi
usulan Kepada Rektor untuk mencabut SK Rektor No. 1023/KP/2012
Pemberhentian Pejabat Pengganti Antar Waktu Dekan Fakultas Kehtnan
Periode 2011-2012 dan Pengangkatan Dekan Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman Periode 2016-2018 merupakan pertimbangan
normatif yang tidak boleh dikesampingkan;
g. Bahwa

TERGUGAT wajib

mengambil

kebijakan

apapun

untuk

mengembalikan situasi sehingga tujuan institusi pendidikan tinggi


khususnya di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman sehingga
tindakan

TERGUGAT

tersebut

masuk

dalam

bingkai

demi

menyelamatkan kepentingan umum.


6. Bahwa apa yang didalilkan pada angka 11.3 oleh PENGGUGAT bahwa
TERGUGAT telah mengabaikan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Nomor
287/E/HK/2016

Tanggal

21

Juli

2016

tentang

Pengambilalihan

Kepemimpinan Sementara Dekan Fakultas Kehutanan oleh Rektor Universitas


Mulawarman adalah pernyataan yang tidak benar dan perlu dikesampingkan

oleh karena TERGUGATLAH yang meminta kepada Direktorat Jenderal


Pendidikan Tinggi atas pertimbangan Senat Mulawarman Tanggal 21 Juli
2016 agar Memo Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Tanggal 21 Maret 2016
dibuat dalam bentuk surat;
7. PENGGUGAT menyebutkan pada angka 11.4 bahwa Undangan yang
ditandatangani oleh TERGUGAT dalam rangka rapat senat terbatas Fakultas
Kehutanan tanggal 21 April 2014 adalah benar oleh karena TERGUGAT telah
mengambilalih

Kepemimpinan

di

Fakultas

Kehutanan

Universitas

Mulawarman;
8. Bahwa apa yang didalilkan oleh PENGGUGAT pada angka 11.7 kurang tepat
oleh karena tindakan senat Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman
justru memiliki kewenangan sebagaimana diatur dalam Pasal I angka 1 jo.
Pasal 6 ayat (I) Peraturan Rektor Universitas Mulawarman Nomor
854/KP/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pengangkatan Dekan di
Lingkungan Universitas Mulawarman. Untuk itu, dalil PENGGUGAT tersebut
sudah seharusnya dikesampingkan;
9. Dalil PENGGUGAT pada angka 11.8 Bahwa rapat senat Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman hari Senin Tanggal 21 April 2014 adalah benar tidak
menghadirkan PENGGUGAT oleh karena Rapat Senat Fakultas Universitas
Mulawarman tidak mengagendakan permintaan klarifikasi, sanggahan dari
PENGGUGAT;
10. Dalil PENGGUGAT pada angka 11.9 yang menyebutkan bahwa TERGUGAT
telah membuat pertimbangan yang melanggar peraturan perundang-undangan
adalah penyataan yang berlebihan oleh karena PENGGUGAT sendiri
menyadari bahwa dengan kondisi fakultas kehutanan saat itu PENGGUGAT
tidak dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan sudah sampai pada
kondisi yang mengganggu kepentingan umum;

11. Dalil PENGGUGAT pada angka 11.11 dan angka 11.12 adalah tidak berdasar
oleh karena PENGGUGAT adalah Dosen, sementara jabatan dekan atau Ketua
UPT merupakan tugas tambahan sebagai dosen sehingga dalil PENGGUGAT
layak dikesampingkan;
PENUTUP
Berdasarkan uraian-uraian, penjelasan-penjelasan, dan didukung dengan dalil-dalil
hukum sebagaimana TERGUGAT sampaikan diatas, maka sudah sepatutnya Majelis
Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda yang memeriksa Perkara A Quo
untuk memberikan Putusan yang amarnya sebagai berikut:
1. Menolak Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya
menyatakan gugatan PENGGUGAT tidak dapat diterima (Niet Onvankelije
2.

Verklaard);
Menghukum PENGGUGAT membayar seluruh biaya perkara.
Menimbang, bahwa atas jawaban Tergugat, Penggugat telah mengajukan Replik

tangaal 26 Oktober 2016 dan terhadap Replik tersebut, Tergugat telah menyampaikan
Dupliknya tertanggal 26 Oktober 2016 yang isinya sebagaimana tercantum dalam
Berita Acara Persidangan perkara ini;
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat melalui
kuasa hukumnya telah mengajukan bukti-bukti tertulis berupa foto copy surat-surat
yang telah bermaterai cukup dan telah dicocokkan dengan asli dan/atau foto copynya,
selanjutnya diberi tanda P-1 sampai dengan P-18, sebagai berikut :
Bukti P-1 : Foto copy sesuai dengan asli, Surat Keputusan Rektor
Universitas Mulawarman Nomor : 1023/KP/2014 tanggal 30 juli
2014 tentang pemberhentian penjabat anatar waktu dekan fakultas
kehutanan periode 2014-2017 dan pengangkatan dekan fakultas
-

kehutanan periode 2017-2020 , tanda P-1


Bukti P-2: Foto copy sesuai dengan asli, Keputusan rektor
Universitas Mulawarman Nomor 850/KP/2016 tertanggal 06 juni
2016 tentang pengangkatan dan pemberhentian dekan fakultas
kehutanan P-2

Bukti P-3: Foto copy sesuai dengan Foto copy, Keputusan mentri
pendidikan dan kebudayaan RI Nomor : 0177/O/1995 tentang

organisasi dan tata kerja universitas mulawarman ,tanda P-3


Bukti P-4: Foto copy sesuai dengan asli, Surat Undangan
tertanggal 19 April 2016 Nomor 1108/UN17/|DT/2014, Hal

Undangan Rapat Senant, tanda P-4


Bukti P-5: Foto copy sesuai dengan Foto Copy, Keputusan
menteri pendidikan dan kebudayaan RI nomor 0177/O/1995
tanggal 18 juli 1995 tentang organisasi dan tata kerja universitas

mulawarman P-5
Bukti P-6: Foto copy sesuai dengan Foto Copy, Surat keputusan
menteri pendidikan nasioanal RI nomor 019 /O/2005 tentang
perubahan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI
nomor 0117/O/1995 tentang organisasi dan tata kerja universitas

mulawarman . P-6
Bukti P-7: Foto copy sesuai dengan Foto Copy Surat keputusan
pendidikan nasional RI nomor 019/0//2004 tanggal 29 juli 2004

tentang statuta universitas mulawarman tahun 2004. P-7


Bukti P-8: Foto copy sesuai dengan Asli Surat

nomor:

104/UNI7.4/KP/2016, perihal : penyampaian perraturan tentang


disiplin kerja bagi PNS dan tenaga honorer di lingkungan fakultas
-

kehutanan universitas Mulawarman.P-8


Bukti P-9: Foto copy sesuai dengan Foto Copy Statuta Universitas

Mulawarman Tahun 2010 P-9


Bukti P-10:
Foto copy sesuai dengan Asli Berita acara rapat
pada hari sabtu, 24 Juni 2016 pada Rapat Senat Fakultas
Kehutanan Universitas Mulawarman dengan Agenda Klarifikasi
Aspirasi Dosen Fahutan kepada Fakultas (Dekan dan Jajarannya).

P-10
Bukti P-11:

Foto copy sesuai dengan Asli Surat Nomor :

886/UN17/DT/2016, Hal: Pelaksana Tugas Sementara Dekan

Fakultas Kehutanan, tertanggal 24 Juni 2016 yang ditujukan


-

kepada penggugat. P-11


Bukti P-12:
Foto copy sesuai dengan Foto Copy Surat
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nomor :
287/E/HK/2016, Tanggal 25 Juni 2016 Hal : Pengambilalihan
Kepemimpinan yang di tanda tangani Plt. Direktur Jendral Djoko

Santoso. P-12
Bukti P-13:
Foto copy sesuai dengan Asli Surat Undangan
tertanggal 20 Juli 2016 No. 1108/UN17/DT/2016, Hal : Undangan

Rapat Senat Terbatas. P-13


Bukti P-14:
Foto copy sesuai dengan Foto Copy Surat
tertanggal 7 Juni 2016 dari kelompok yang menamakan dirinya
Gerakan Dosen Peduli Fahutan (GDPF) kepada tergugat (Rektor

Universitas Mulawarman) P-14


Bukti P-15:
Foto copy sesuai dengan Foto Copy Surat
tertanggal 2 Juli 2016 dari kelompok yang menamakan dirinya

Gerakan Dosen Peduli Fahutan (GDPF) kepada tergugat P-15


Bukti P-16:
Foto copy sesuai dengan Foto Copy Peraturan
mentri pendidikan Nasiona RI Nomor ; 67 tahun 2008 tanggal 29
Oktober 2008 tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen
sebagai pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan Fakultas,tanda

P-16
Bukti P-17:

Foto copy sesuai dengan Foto Copy Peraturan

Rektor Universitas Mulawarman Nomor : 854/KP/2014 tanggal 13


juni 2015 tentang syarat dan tata cara pengangkatan dekan
-

dilingkungan Universitas Mulawarman , Tanda P-17


Bukti P-18:
Foto copy sesuai dengan Foto Copy Daftar Hadir
Anggota senat pada Acara rapat Senat Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman ,Sabtu 24 Juni 2016, Tanda P-18

Menimbang, bahwa selain mengajukan alat bukti surat-surat, pihak penggugat


mengajukan 3 orang saksi Fakta dan mengajukan 1 (satu) orang Ahli dipersidangan,
yang seluruhnya memberikan ketererangan dibawah sumpah / janji yang mana
keterangannya adalah sebagaimana termuat dalam berita acara persidangan yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Putusan ini, sebagai berikut :
SAKSI KE-1 PIHAK PENGGUGAT :
TAMBA VIKTOR, Tempat lahir Pemalang, tanggal lahir 31 Desember 1997, Jenis
Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Kristen,
Pekerjaan Dosen pada Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman,
tempat tinggal Jl. Bukit Olong Durian, Blok A5/3, Kelurahan
Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda ;
SAKSI KE-2 PIHAK PENGGUGAT :
MUHAMMAD ISA ANSARI Tempat lahir Samarinda, tanggal lahir 30 September
1961, Jennis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama
Islam, Pekerjaan Dosen pada Fakultas Kehutanan Universitas
Mulawarman, tempat tinggal Perum Sempaja Lestari Indah Blok
P/12, RT.055, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda
Utara, Kota Samarinda ;
AHLI PIHAK PENGGUGAT :
Prof. DR. H. ASYRAFI KHAIRIN, SH, MH. Tempat lahir Magetan, tanggal lahir
19 Agustus 1961, Jennis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan
Indonesia, Agama Islam, Pekerjaan Dosen pada Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman, tempat tinggal Perumahan Kayu Manis
Blok I/15 RT. 033, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan
Samarinda Utara, Kota Samarinda ;
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil jawabannya, Tergugat melalui
kuasa hukumnya telah mengajukan bukti-bukti tertulis berupa foto copy surat-surat
yang telah bermaterai cukup dan telah dicocokkan dengan asli dan/atau foto copynya,
selanjutnya diberi tanda T-1 sampai dengan T-5, sebagai berikut :
-

Bukti T-1 :

Surat

Direktorat

Jenderal

Pendidikan

Tinggi,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor:


287/E/HK/2014, Tertanggal 25 Maret 2016, Perihal
-

Bukti T-2 :

Pengambilalihan Kepemimpinan Sementara;


Surat Mandat Rektor Universitas Mulawarman Nomor:

Bukti T-3 :

898/UN17/DT/ 2014, tertanggal 25 Maret 2016;


Disposisi Direktorat Jenderal Pendidikan

Tinggi,

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang


ditujukan kepada Rektor Universitas Mulawarman untuk
pengambilalihan sementara, Disposisi tertanggal 21
Maret 2016 diatas Surat Rektor Universitas Mulawarman
Nomor: 780/UN17/DT/2016, tertanggal 20 Maret 2016,
-

Bukti T-4 :

perihal Mohon Arahan (belum asli)


Beberapa bukti terkait dengan
kepemimpinan

Penggugat

oleh

tidak

diterimanya

Dosen

Fakultas

Bukti T-5 :

Kehutanan.
Beberapa bukti berupa pemberitaan dari Koran karena

Bukti T-6 :
Bukti T-7 :

tindakan criminal dan Perbuatan anarkis.


Disposisi Rektor Universitas Mulawarman.
Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor
091/O/2004 tanggal 29 Juli 2004 tentang Statuta

Bukti T-8 :

Universitas Mulawarman Tahun 2004


Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Nomor: 0177/O/Nomor. 019/O/2005 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Universitas Mulawarman, Departemen
Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Tahun 1995/2005.

Menimbang bahwa selain mengajukan alat bukti surat-surat, pihak Tergugat


mengajukan 3 (tiga) orang saksi Fakta yang memberikan keterangan di bawah
sumpah/janji yang mana keterangannya adalah sebagaimana termuat dalam berita

acara persidangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Putusan ini,
sebagai berikut:
SAKSI KE-1 PIHAK TERGUGAT :
ZAID AL-DJUFRI, Tempat lahir Rantepao, tanggal lahir 03 Juli 1973, Jenis
Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam,
Pekerjaan Dosen pada Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman,
tempat tinggal JL. Perjuangan Gg. Alam Segar III No. 41 RT.003
Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota
Samarinda ;
SAKSI KE-2 PIHAK TERGUGAT :
RAHDINAL FATHANAH Tempat lahir Kebumen, tanggal lahir 01 Maret 1996,
Jenis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam,
Pekerjaan Dosen pada Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman,
tempat tinggal JL. Suwandi Blok D No. 28 RT.023, Kelurahan
Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda ;
SAKSI KE-3 PIHAK TERGUGAT :
SURYADI,
Tempat lahir Samarinda, tanggal lahir 01 Maret 1995, Jenis Kelamin
Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam, Pekerjaan
Mahasiswa pada Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman,
tempat tinggal JL. Angklung Blok No. 8 RT.032, Kelurahan Dadi
Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda ;
Menimbang, bahwa pada akhir pemeriksaan persidangan perkara ini, Para Pihak
melalui kuasanya mengajukan Kesimpulan, masing-masing tertanggal 23 November
2016;
Menimbang, bahwa pihak ke-tiga yang berkepentingan telah dipanggil dan
memberikan pernyataannya di persidangan yang menyatakan tiak akan menggunakan
haknya untuk masuk sebagai pihak dalam sengketa in litis dan menyerahkan
sepenuhnya kepada Pengadilan ;
Menimbang, bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam persidangan selama
pemeriksaan perkara ini berlangsung terantum dalam Berita Acara Pemeriksaan

Persiapan dan Persidangan serta merupakan bagianyang tidak terpisahkan dan turut
dipertimbangkan dalam putusan ini;
Menimbang, bahwa selanjutnya para pihak tidak mengajukan sesuatu lagi dan
mohon putusan;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa adapun maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah
sebagaimana dijelaskan dalam duduk sengeketa di atas;
Menimbang, bahwa adapun objek sengketa in casu yang dimohonkan untuk
dibatalkan atau dinyatakan tidak sah adalah :
Surat Keputusan Rektor Universitas Mulawarman Nomor : 850/KP/2016 Tentang
Pemberhentian Dekan Fakultas Kehutanan Periode 2014-2018, dan pengangkatan
Penjabat Pengganti Dekan Fakultas Kehutanan Periode 2016-2018 tertanggal 20 Juli
2016;
Menimbang bahwa Majelis mempertimbangkan mengenai pokok persengketaan
para pihak, maka terlebih dahulu akan dipetimbangkan mengenai hal-hal formal
terkait suatu gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim terlebih dahulu akan mempertimbangkan
mengenai apakah kedua Obyek Sengketa merupakan keputusan Tata Usaha Negara
yang dapat digugat di Peradilan Tata Usaha Negara atau tidak menurut pasal 1 angka
9 Undang- undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua atas Undangundang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara;
Menimbang, bahwa ketentuan pasal 1 angka 9 tersebut berbunyi :
Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan terulis yang
dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan
Hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, yang bersifat konkrit, individual, dan final, yang menimbulkan
akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata
Menimbang, bahwa terhadap ketentuan pasal 1 angka 9 di atas, Majelis Hakim

berpendapat terhadap kedua obyek sengketa telah nayat- nyata secara komulatif telah
memenuhi seluruh unsur-unsurnya sehingga harus dikatakan dapat dijadikan obyek
sengketa dalam sengketa in casu untuk itu pula Majelis berpendapat Pengadilan Tata
Usaha Negara Samarinda berwenang untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan
sengketa in litis,
Menimbang, bahwa penggugat mendaftarkan gugatannya di Kepaniteraan
Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda pada tanggal 21 september 2016,
sedangkan objek sengketa a quo diterbitkan tanggal 30 Juli 2016, sehingga menurut
Majelis Hakim gugatan Penggugat diajukan masih dalam ketentuan pasal 55 UndangUndang Nomor : 5 Tahun 1989 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;
Menimbang, bahwa setelah dicermati Penggugat merupakan pihak yang dituju
langsung oleh kedua objek sengketa tersebut, sehingga menurut Majelis Hakim,
Penggugat memiliki kepentingan untuk mengajukan gugatan a quo sebagaimana
diatur dalam ketentuan pasal 53 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor : 9 Tahun
2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan
Tata Usaha Negara;
Menimbang, bahwa oleh karena hal-hal formil telah dipertimbangkan maka
selanjutkan Majelis Hakim akan mempertimbangkan mengenai pokok persengketaan
para pihak yang uraiannya adalah sebagai berikut;
Menimbang bahwa terlebih dahulu Majelis Hakim akan mempertimbangkan
kewenangan Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa kedua yaitu Keputusan
Rektor Universitas Mulawarman Nomor : 850/KP/201 tentang pemberhentian Dekan
fakultas kehutanan Universitas Mulawarman Periode 2014-2018 dan pengangkatan,
tertanggal 30 Juli 2016(vide bukti P.2);
Menimbang bahwa pasal 13 ayat (2) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 67 Tahun 2008 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Dosen sebagai
Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Fakultas (vide bukti P.16) menyebutkan
sebagai berikut :

(2) pemberhentian pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pejabat yang berwenang,
Menimbang bahwa pasal 15 peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67
Tahun 2008 (vide bukti P.16) Menyebutkan sebagai berikut :
(3) pengangkatan pejabat dekan dan pembantu dekan dilakukan oleh rector
perguruan tinggi yang bersangkutan
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan hukum di atas dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksud sebagai pejabat yang berwenang dalam pemberhentian
pimpinan fakultas adalah Rektor (Tergugat) karena Tergugat yang menyangkut
Penggugat sebagai Dekan (pimpinan fakultas) (vide bukti P.1) sehingga Majelis
Hakim berpendapat bahwa Tergugat berwenang dalam mengeluarkan obyek sengketa
ke-dua;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan
prosedur Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa ke-dua;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati obyek sengketa ke-dua a
quo, dasar Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa ke-dua in litis sebagai
berikut :
a. Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor
287/E/HK/2016, tanggal 21 Juli 2016 tentang Pengambilan Kepemimpinan
Sementara Dekan Fakultas Kehutanan oleh Rektor Universitas Mulawarmab
(vide bukti T.1);
b. Berdasarkan berita acara Rapat Senat Fakultas Kehutanan pada hari sabtu tanggal
7 Juli 2016 ditetapkan penyerahan status mandat Dekan Fakultas Kehutanan
kepada Rektor Universitas Mulawarman dan penolakan kepemimpinan Prof. Dr.
H. La Yudin M.Agr sebagai Dekan Fakultas Kehutanan periode 2016-2018 (Vide
P-10)
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mendengarkan keterangan dari Saksi
Tergugat, alasan menolak kepemimpinan Penggugat sebagai Dekan Fakultas

Kehutanan adalah :
1. Tidak disosialisasikan mengenai absensi;
2. DP3 yang tidak ditandatangani dan tidak diberikan tepat waktu;
3. Ketidak terbukaan kerja sama dengan pihak ketiga;
Dan selama penolakan tersebut, para saksi dari para pihak juga menerangkan bahwa
perkuliahan berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala yang berarti;
Menimbang, bahwa Pemberhentian Dekan dalam suatu Universitas telah diatur
dalam Pasal 13 (1) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67 Tahun 2008
(vide bukti P.16) yang menyebutkan sebagai berikut :
1) Pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas diberhentikan dari jabatannya
karena:
a. Permohonan sendiri;
b. Telah berusia 65 (enam puluh lima) tahun;
c. Masa jabatannya berakhir;
d. Diangkat dalam jabatan negeri yang lain;
e. Dikenakan hukuman disiplin tingkat berat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan;
f. Diberhentikan sementara dari pegawai negeri sipil;
g. Diberhentikan dari jabatan dosen;
h. Berhalangan tetap;
i. Sedang menjalani tugas belajar dan tugas lain lebih dari 6 (enam) bulan;
j. Cuti diluar tanggungan Negara;
k. Hal lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan hukum diatas Majelis Hakim
menyimpulkan bahwa Tergugat mengeluarkan Obyek sengketa in lits karena terdapat
persoalan konkret yang dihadapi Tergugat yaitu adanya penolakan kepemimpinan
Penggugat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman periode
2016-2018 yang dituangkan dalam rapat senat Fakultas Kehutanan tertanggal 7 Juli
2016 dan adanya arahan dari Dirjen Dikti untuk mengambil alih kepemimpinan di
Fakultas Kehutanan, sedangkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67
Tahun 2008 tidak mengatur persoalan konkret tersebut di dalamnya;
Menimbang, bahwa suatu Keputusan dan/atau Tindakan yang ditetapkan dan/atau
dilakukan oleh Pejabat Pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang
dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-

undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas,
dan / atau adanya stagnasi pemerintahan disebut sebagai diskresi;
Menimbang, bahwa diskresi dapat digunakan apabila bertujuan untuk mengisi
kekosongan hukum dan memberikan kepastian hukum, tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan AUPB, berdasarkan alasan-alasan
yang objektif, tidak menimbulkan konflik kepentingan, dan dilakukan dengan itikad
baik;
Menimbang, bahwa terhadap suatu diskresi, Ahli dari Penggugat (Prof. Dr. H
Asyrafi Khairin) memberikan keterangan yang ada pokoknya yaitu apabila ada suatu
peraturan yang jelas mengaturnya, maka diskresi tidak diperkenankan oleh pejabat
tata usaha Negara;
Menimbang, bahwa setelah mencermati bukti-bukti dari para pihak, mendengar
keterangan saksi dan ahli dari para pihak, Majelis Hakim berpendapat bahwa
Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa seharusnya mengacu kepada peraturan
perundang-undangan yaitu Pearuran Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67 Tahun
2008 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Dosen sebagai Pimpinan Perguruan
Tinggi dan Pimpinan Fakultas (Vide bukti P.16) dan Asas Umum Pemerintahan yang
Baik;
Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat dalam mengeluarkan objek sengketa
harus mengacu padda Pasal 13 (1) Pearturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67
Tahun 2008, dan setelah mencermati seluruh bukti yang diajukan para pihak
dipersidangan, Penggugat tidak melakukan hal-hal yang tedapat dalam pasal 13 (1)
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67 Tahun 2008, sehingga Majelis
Hakim berpendapat bahwa Pihak Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa telah
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yaitu pasal 13 (1) Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67 Tahun 2008.
Menimbang, bahwa oleh karena tindakan Tergugat yang tidak pernah meminta
klarifikasi kepada Penggugat, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa tindakan
Tergugat tersebut melanggar Asas Umum Pemerintahan yang Baik yaitu asas fair

play (asas permainan yang layak atau perlakuan yang jujur);


Menimbang, bahwa berdasarkan keseluruhan pertimbangan hukum di atas,
Majelis Hakim berpendapat bahwa Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa kedua in litis telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan asas-asas
umum pemerintahan yang baik maka gugatan Penggugat patut untuk dikabulkan dan
menyatakan batal obyek sengketa ke-dua;
Menimbang, bahwa oleh karea kedua obyek sengketa in litis dinyatakan batal
maka Tergugat diperintahkan untuk mencabut kedua obyek sengketa in litis dan
merehabilitasi nama baik, harkat dan martabat Penggugat serta mengembalikan
Penggugat pada posisi dan jabatan semula yakni sesuai dengan Surat Keputusan
Rektor Universitas Mulawarman Nomor 1023/KP/2012 tentang Pemberhentian
Pejabat Pengganti Antar Waktu Dekan Fakultas Kehutanan Periode 2013-2014 dan
Pengangkatan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Periode 20142018;
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dikabulkan seluruhnya, maka
sesuai ketentuan pasal 110 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986, Tergugat sebagai
pihak yang dikalahkan dihukum untuk membayar biaya yang timbul dalam sengketa
ini yang besarnya akan disebutkan dalam amar putusan ini;
Menimbang, bahwa Majelis Hkim telah mempelajari dan mempertimbangkan
keseluruhan bukti-bukti yang diajukan oleh para pihak, dan sesuai dengan ketentuan
Pasal 107 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha
Negara terhadap bukti-bukti yang tidak relevan tidak ikut dipertimbangkan lagi, akan
tetapi tetap menjadi satu kesatuan dalam putusan ini.
Mengingat, ketentuan pasal-pasal daam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan
Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara beserta peraturan lain
yang berkaitan dengan sengketa ini;

MENGADILI:
1.
2.

Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;


Menyatakan batal Surat Keputusan Rektor Universitas Mulawarman Nomor :
850/KP/2016 tertanggal 20 Juli 2016 tentang Pemberhentian Dekan Fakultas
Kehutanan Periode 2014-2018 Dan Pengangkatan Penjabat Dekan Fakultas

3.

Kehutanan Universitas Mulawarman Periode 2016-2018;


Memerintahkan Tergugat mencabut Surat Keputusan Rektor Universitas
Mulawarman Nomor : 850/KP/2016 tertanggal 20 Juli 2016 tentang
Pemberhentian

Dekan

Fakultas

Kehutanan

Periode

2014-2018

dan

Pengangkatan Pejabat Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman


4.

Periode 2016-2018.
Memerintahkan Tergugat untuk merehabilitasi nama baik, harkat dan martabat
Penggugat serta mengembalikan Penggugat pada posisi dan jabatan semula
yakni sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Mulawarman
Nomor: 1023/KP/2014 Tentang pemberhentian Penjabat pengganti antar
waktu Dekan Fakultas kehutanan Periode 2013-2014 dan Pengangkatan

5.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Periode 2014-2018.


Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 336.000,-

(tiga ratus tiga puluh enam ribu rupiah)


Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan
Tata Usaha Negara Samarinda pada hari Senin Tanggal 28 November 2016 oleh
kami ZULFI AHSAN, SH, M.H., sebagai Hakim Ketua Majelis, DEWI RATNA
WATI, SH.,M.H., dan EVA KRISTINA, SH., M.H., masing-masing sebagai
Hakim Anggota. Putusan tersebut diucapkan dalam persidangan yang terbuka
untuk umum pada Rabu tanggal 30 November 2016 Oleh Majelis Hakim tersebut,
dibantu oleh : FADLI AKBAR, SH. Sebagai panitera pengganti, dengan dihadiri
oleh Penggugat Prinsipal serta Kuasa Hukumnya dan dihadiri pula oleh Kuasa
Hukum Tergugat.

Hakim-Hakim Anggota,

Hakim Ketua Majelis,

DEWI RATNA WATI, SH., M.H.

ZULFI AHSAN, SH.,M.H.

EVA KRISTINA, SH., M.H.


Panitera Pengganti,
FADLI AKBAR, SH.