Anda di halaman 1dari 3

Mukhammad Nurdiansyah

21100114120043

Kelas A

TUGAS GEOLOGI BATUBARA PERBEDAAN CIRI ENDAPAN BATUBARA PALEOGEN DAN NEOGEN DI INDONESIA

  • a. Cekungan Batubara Paleogen Lingkungan pengendapan Diperkirakan cekungan ini terbentuk sekitar pada umur awal Tersier, sedangkan proses pembentukan batubara terjadi sekitar Eosen Tengah. Cekungan batubara ini terbentuk sebagai intramontain dan continental margin basin pada kondisi muka air laut yang mengalami transgresi.

Batubara yang terendapkan disini memiliki sedikit hubungan dengan kondisi geografi dan pengendapan peat modern saat ini. Kualitas

Jika dibandingkan dengan batubara Neogen, batubara Paleogen memiliki kualitas yang lebih bagus. Hal tersebut dapat dilihat dari kadar kalorinya yang tinggi serta memiliki tingkat kelembapan yang rendah. Kandungan abu dan sulfur pada batubara paleogen tergolong cukup tinggi. Namun, persebaranya memiliki ketebalan yang lebh tipis dibandingkan dengan batubara Neogen. Batubara paleogen biasanya dimanfatkan sebagai salah satu komoditi ekspor. Persebaran Cekungan Ombilin (Sumatera Barat), Cekungan Sumatera Tengah (Riau), Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur), Barito (Kalimantan Seltan), Togeh serta cekungan Ketungan (Kalimantan Barat). Dapat dijumpai juga di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat namun pelmparannya tidak luas.

  • b. Cekungan Batubara Neogen

Lingkungan Pengendapan

Batubara neogen terbentuk pada cekungan yang merupakan sistem back deep, deltaic, dan continental margin basin dalam kondisi muka air laut yang mengalami regresi. Kualitas Batubara Neogen memiliki kualitas/rank yang lebih rendah jika dibandingakn dengan batubara paleogen. Beberapa faktor yang

menyebabkan hal yaitu, batubara Neogen memiliki ketebalan yang jauh lebih tebal dibandingkan dengan batubara Paleogen, yaitu dapat mencapai sekitar lebih dari 30 meter. Padahal batubara yang bernilai ekonomis umumnya memiliki ketebalan 4 hingga 6 meter. Batubara ini juga memiliki kadar abu dan sulfur yang rendah. Berdasarkan hal-hal tersebut maka batubara Neogen dapat digolongkan sebagai sub- bituminous hingga lignite dengan kadar kelembapan/moisture yang cukup tinggi dan nilai kalori yang rendah Persebaran Cekungan Sumatera Selatan, cekungan Bengkulu, cekungan Meulaboh (Aceh), Kutai dan Tarakan (Kalimantan Timur), cekungan Barito (Kalimantan Selatan)

 menyebabkan hal yaitu, batubara Neogen memiliki ketebalan yang jauh lebih tebal dibandingkan dengan batubara Paleogen,

Gambar 1. Distribusi Kualitas Batubara di Indonesia Berdasarkan Nilai Kalori (Pusat Sumberdaya Geologi, 2006)

Gambar 2. Persebaran Batubara Paleogen dan Neogen di Indonesia (Pusat Sumberdaya Geologi, 2006) DAFTAR PUSTAKA Sejarah

Gambar 2. Persebaran Batubara Paleogen dan Neogen di Indonesia (Pusat Sumberdaya Geologi, 2006)

DAFTAR PUSTAKA

Sejarah Geologi Batubara di Indonesia (Slides mata kuliah eksplorasi batubara, Teknik pertambangan ITB) Tim kajian batubara dkk. 2006. Statistik Batubara Indonesia. Jakarta: Pusat Sumberdaya Geologi