Anda di halaman 1dari 122

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI

REZKIANI] [SANTI AYU


PRATIWI]
[NOFI REZKIANI]
[SANTI AYU PRATIWI]

PENGEMBAN
GAN BAHAN
AJAR
5 B REGULER

PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
SEKOLAH DASAR
KELAS III

UNIT 1
SATU NUSA, SATU BANGSA, DAN SATU BAHASA

Standar Kompetensi
4. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda
Kompetensi Dasar
4.2 Mengenal makna satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa

Hari ini pelajaran PKn pertama di kelas III. Bu Wati guru PKn kelas
III sudah siap mengajar. Atep, Ida, dan Togar juga sudah siap mengikuti
pelajaran. Bu Wati mengajar dengan cara Tanya jawab. Anak-anak
menyukainya. Namun, sebelumnya, Bu Wati mengajak anak-anak
menyanyikan lagu wajib Satu Nusa Satu Bangsa. Ayo, kita ikut menyanyi
bersama.

Negara Indonesia disebut juga dengan istilah Nusantara.


Nusantara berasal dari kata "nusa" dan "antara". "Nusa" berarti pulau atau
kepulauan, sedangkan "antara" artinya di antara. Nusantara diartikan
sebagai satu kesatuan wilayah kepulauan di antara pulau-pulau. Wilayah
negara Indonesia terdiri atas daratan dan lautan. Indonesia adalah negara
kepulauan. Indonesia memiliki lima pulau besar, yaitu Sumatra, Jawa,
Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Selain itu, masih banyak pulau kecil
lainnya. Pulau-pulau tersebut ditempati oleh kurang lebih 220 juta
penduduk. Negara Indonesia ter-kenal dengan keragamannya. Misal nya,
suku bangsa, budaya, agama, bahasa daerah, dan adat istiadat.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Gambar 1.1 Peta Negara Indonesia


Besar pulau di Indonesia ditempati oleh masyarakat asli daerah
tersebut. Namun, ada juga warga pendatang dengan bermacam
budayanya. Ada Suku Batak, Suku Jawa, Suku Betawi, Suku Sunda, Suku
Badui, Suku Bali, Suku Bugis, Suku Dayak, Suku Ambon, Suku Papua,
dan masih banyak lagi. Keragaman suku bangsa tidak menjadikan bangsa
Indonesia terpecah belah. Keragaman dapat meningkatkan rasa
kesatuan, kebangsaan dan cinta tanah air. Selain itu, juga dapat
memperkuat tekad untuk mencapai cita-cita bangsa.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Gambar 1.2 Keragaman suku bangsa Indonesia


Suku bangsa menggunakan bahasa daerah yang berbeda dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya, Suku Jawa menggunakan bahasa Jawa,
Suku Batak menggunakan bahasa Batak, dan Suku Sunda menggunakan
bahasa Sunda. Namun, jika mengadakan hubungan dengan suku yang
lain, biasanya mereka menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai bahasa
per satuan, bahasa Indonesia dijunjung tinggi oleh semua suku
bangsaBahasa Indonesia telah disepakati sebagai bahasa per satuan
dalam pergaulan antarsuku bangsa. Bahasa Indonesia juga digunakan
sebagai bahasa pengantar di kantor peme rintahan dan di lembaga
pendidikan, termasuk juga di sekolah dasar.
Satu nusa memiliki makna bahwa setiap orang harus merasa
memiliki satu tanah air yang sama, yaitu tanah air Indonesia. Satu bangsa
memiliki makna walaupun kita berasal dari suku yang berbeda, tetapi kita
tetap satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Adapun satu bahasa memiliki
makna untuk mewujudkan persatuan bangsa. Kita harus menggunakan
bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu antarsuku bangsa. Negara
Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belanda dan Jepang.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Gambar 1.3 Ibu guru menggunakan Bahasa Indonesia ketika


menerangkan materi pelajaran
Indonesia diambil secara paksa oleh penjajah. Rakyat Indonesia
dipaksa bekerja untuk kepentingan penjajah dan tidak diberi upah. Ada
sebagian rakyat Indonesia yang mem beranikan diri melawan para
penjajah. Namun, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan. Bersifat
kedaerahan, artinya hanya berjuang di daerahnya sendiri. Perjuangan
juga untuk kepentingan daerahnya masing-masing. Hal ini menyebabkan
belum bersatunya kekuatan rakyat untuk mengusir penjajah dari tanah air
Indonesia.
Pada 1908, rakyat Indonesia mulai memiliki kesadaran untuk
bersatu melawan penjajah. Para pemuda di berbagai wilayah di Indonesia
mulai mem bentuk perkumpulan untuk menentang pen jajah. Perkumpulan
pemuda tersebut membawa nama daerah asalnya.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Gambar 1.4 Pertemuan perkumpulan pemuda Indonesia


Beberapa perkumpulan pemuda atau sering disebut organisasi
pemuda yang ada di daerah Nusantara, di antaranya sebagai berikut.
Beberapa organisasi daerah yang dibentuk adalah sebagai
berikut:
1. Tri Koro Darmo
Awalnya Tri koro Darmo adalah perkumpulan anak anak pelajar di
Jakarta yang berasal dari Jawa dan Madura. Tri Koro Darma didirikan
pada tanggal 7 Maret 1915. Tokoh tokoh Tri Koro Darma adalah
Satiman, Kadarman, dan Sunardi. Pada tahun 1918 nama Tri Koro
Darma diubah menjadi Jong Java. Anggotanya terbuka bagi seluruh
pemuda JAwa termasuk Jawa Barat. Jong bearti pemuda. Jong Java
bearti pemuda dari jawa.
2. Jong Sumateranen Bond
Jong Sumateranen Bond didirikan oleh pemuda yang berasal dari
Sumatera pada tanggal 9 Desember 1917. Adapun tokoh tokoh Jong
Sumateranen Bond adalah Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, M.
Tamsil, Bahder Johan, Assaat, Abu Hanifh, dan lain-lain.
3. Jong Minahasa
Pemuda Minahasa dari Sulawesi Utara juga membentuk organisasi
pemuda. Namanya, Jong Minahasa. Organisasi ini didirikan pada tahun
1918 di Jakarta.
4. Jong Celebes
Celebes merupakan nama lain dari Pulau Sulawesi. Jadi Jong Celebes
adalah perkumpulan pemuda Sulawesi
5. Jong Ambon
Organisasi pemuda dari Ambon
6. Jong Bataks
Anggotanya para pemuda batak
7. Jong Islamaten Bond
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Perkumpulan para Pemuda Islam


Organisasi pemuda yang telah terbentuk masih bersifat
kedaerahan. Mereka berjuang untuk daerah asalnya saja sehingga sulit
sekali menciptakan rasa persatuan. Hal tersebut disebabkan masih
kuatnya sifat kedaerahan yang mereka miliki. Para pemuda ingin sekali
berjuang untuk memerdekakan negerinya, walaupun sifat kedaerahan
masih kuat pada diri mereka. Hal ini terlihat dengan disepakatinya
pertemuan para pemuda.

Gambar 1.5 Para pemuda yang tergabung dalam Jong Islamienten Bond
Pada 30 April2 Mei 1926, para pemuda yang ingin mewujudkan
persatuan nasional, mengadakan Kongres Pemuda I di Jakarta. Tujuan
kongres ini adalah menanamkan semangat kerja sama antarperkumpulan
pemuda di Indonesia. Kongres Pemuda I menjadi dasar bagi Persatuan
Indonesia. Namun, Kongres Pemuda I belum berhasil mempersatukan
kegiatan pemuda dalam satu wadah. Kongres Pemuda I menghasilkan
gagasan persatuan dalam perjuangan untuk Indonesia merdeka.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Gambar 1.6 Para peserta Kongres Pemuda I di Jakarta


Pada 28 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres Pemuda II di
Jakarta. Kongres Pemuda II berhasil merumuskan suatu ikrar. Ikrar
tersebut dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda,
di antaranya sebagai berikut:

Gambar 1.7 Teks Sumpah Pemuda


Pemuda-pemuda Indonesia itu hebat-hebat. Terbukti para pemuda
Indonesia mampu memelopori bersatunya bangsa. Dahulu sebelum tahun
1900-an bangsa Indonesia selalu ditindas oleh Belanda. Setiap
perjuangan selalu gagal. Kegagalan tersebut disebabkan karena rakyat
Indonesia belum bersatu. Segigih apa pun, jika rakyat tidak bersatu, maka
rakyat tidak akan bisa mengusir penjajah. Hal tersebut disadari oleh para
pemuda, salah satunya anak bangsa yang bernama Soetomo. Soetomo
mempunyai gagasan untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang bisa
menyatukan pemuda-pemuda Indonesia. Akhirnya pada tanggal 20 Mei
1908 didirikanlah Budi Utomo. Budi Utomo adalah sebuah perkumpulan
yang anggotanya tidak hanya dari satu daerah, melainkan dari beberapa
daerah. Sejak saat itu para pemuda mulai sadar bahwa persatuan bangsa
sangatlah penting. Untuk itu, pada tanggal 30 April - 2 Mei 1926
diselenggarakanlah Konggres Pemuda I di Jakarta.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Tujuan Konggres Pemuda I adalah menanamkan semangat kerja


sama antarperkumpulan pemuda di Indonesia. Para pemuda yang ikut
dalam konggres Pemuda I berhasil memutuskan dua hal yang sangat
penting, yaitu:
1. Semua perkumpulan pemuda bersatu ke dalam organisasi pemuda
Indonesia.
2. Konggres pemuda II perlu segera dipersiapkan.
Pada tanggal 27 28 Oktober 1928 diselenggarakan Konggres
Pemuda II di gedung Indonesische Club Gebouw (IC) di jalan Keramat
Raya No. 106 Jakarta.
Susunan kepanitiaan Konggres Pemuda II adalah sebagai berikut:
Ketua
: Soegondo Djojopoespito (PPPI)

Gambar 1.8 Soegondo Djojopoespito


Wakil Ketua : Djoko Marsaid (Jong Java)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Batak Bond)

Gambar 1.10 Amir Syarifudin


Pembantu I : Djohan Moehammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : Kotjosoengkono (Pemuda Indonesia)
Pembantu III
: Sendoek (Jong Celebes)
Pembantu IV
: J. Leimena (Jong Ambon)

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

Gambar 1.14 J. Leimena


Pembantu V
: Rogjani (Pemuda Kaum Betawi)
Peserta :
1. Abdul
Muthalib
26. Siti Sundari
Sangadji
27. Djuanda
2.
Purnama Wulan
28. Sjahpuddin Latif
3.
Abdul Rachman
29. Dr.Pijper
4.
Raden Soeharto
30.
Sjahrial (Adviseur
5.
Abu Hanifah
voor inlandsch Zaken)
6.
Raden Soekamso
31. Emma Puradiredja
7.
Adnan Kapau
32. Soejono Djoenoed
Gani
Poeponegoro
8.
Ramelan
33. Halim
9.
Amir (Dienaren
34.
R.M.
Djoko
van Indie)
Marsaid
10.
Saerun (Keng Po)
35. Hamami
11.
Anta Permana
36. Soekamto
12.
Sahardjo
37. Jo Tumbuhan
13.
Anwari
38. Soekmono
14.
Sarbini
39. Joesoepadi
15.
Arnold Manonutu
40.
Soekowati
16.
Sarmidi
(Volksraad)
Mangunsarkoro
41. Jos Masdani
17.
Assaat
42. Soemanang
18.
Sartono
43. Kadir
19.
Bahder Djohan
44. Soemarto
20.
S.M.
45. Karto Menggolo
Kartosoewirjo
46.
Soenario (PAPI &
21.
Dali
INPO)
22.
Setiawan
47.
Kasman
23.
Darsa
Singodimedjo
24.
Sigit
48. Soerjadi
(Indonesische
Studieclub)
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

49.
50.

Koentjoro Poerbopra
Soewad
Prawirohardjo
51. Martakusuma
52. Soewirjo
53. Masmoen Rasid
54. Soeworo
55.
Mohammad
A
Hanafiah
56. Suhara
57. Mohammad Nazif
58. Sujono (Volksraad)
59. Mohammad Roem
60. Sulaeman
61. Mohammad Tabrani
62. Suwarni
63. Mohammad Tamzil
64. Tjahija
65. Muhidin (Pasundan)
66.
Van
der
Plaa
(Pemerintah Belanda)
67. Mukarno
68. Wilopo
69. Muwardi
70.
Wage
Rudo
Soepratman
71. Nona Tumbel

25.

Dien Pantouw

Konggres Pemuda II dihadiri oleh sekitar 750 orang yang terdiri


dari wakil-wakil perkumpulan pemuda. Di antaranya: Jong Java, Jong
Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Pasundan, Jong Celebes, Jong
Ambon, Jong Batak.

Gambar 1.16 Komite Konggres Sumpah Pemuda II

Gambar 1.17 Peserta Kongres Sumpah Pemuda II


Tujuan dari konggres pemuda II adalah:
1. Melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia.
2. Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia.
3. Memperkuat kesadaran kebangsaan Indonesia dan memperteguh
persatuan Indonesia.
Dalam Konggres Pemuda II menghasilkan beberapa keputusan
yang sangat penting, yaitu sebagai berikut:
1. Ikrar Sumpah Pemuda yang berisi satu nusa, satu bangsa, dan satu
bahasa.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

10

2. Lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman ditetapkan


sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
3. Bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera pusaka Indonesia.
4. Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama
Indonesia Muda
Ikrar sumpah pemuda yang berisi Satu Nusa, Satu Bangsa dan
Satu Bahasa ternyata memiliki kandungan makna yang sangat mendalam.
Untuk mengetahui maknanya, perhatikan dialog berikut ini.
Pada tanggal 28 Oktober 2008 suasana di SD Nusantara begitu
beda, di sana diadakan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Dalam peringatan tersebut salah satu kegiatannya adalah lomba
Cerdas Cermat Anak (CCA) Pendidikan Kewarganegaraan, seputar
Sumpah Pemuda.
Ida menjadi ketua Regu A. Atep menjadi ketua regu B, Togar
menjadi ketua Regu C.
Teet ..., jam 8 pagi bel berbunyi, tanda CCA dimulai.
Bu Wati
: Regu A sudah siap?
Ida
: Siap.
Bu Wati
: Regu B dan C?
Atep dan Togar
: Siap.
Bu Wati
: Baiklah, pertanyaan yang pertama untuk Regu A.
Tanggal berapa Konggres Pemuda II
dilaksanakan?
Ida
: Teet, 28 Oktober 1928.
Bu Wati
: Ya, seratus untuk Regu A.
Pertanyaan ke dua untuk regu A, apakah arti dari
satu nusa?
Ida
: Teet ...
Perasaan satu tanah air, yaitu tanah air Indonesia.
Bu Wati
: Ya, betul. Seratus lagi untuk Regu A.
Sekarang giliran untuk Regu B.
Di manakah Konggres Pemuda II diadakan?
Atep
: Teet ....
Di Jalan Keramat Raya No. 106 Jakarta.
Bu Wati
: Ya ..., seratus untuk Regu B.
Wah, ternyata kalian memang anak-anak pintar.
Pertanyaan ke dua, apakah sudah siap?
Atep
: Siap.
Bu Wati
: Apakah arti dari satu bangsa?
Atep
: Orang yang memiliki perasaan senasib,
Misalnya pernah dijajah Belanda dan memiliki adat
istiadat yang hampir
sama.
Bu Wati
: Tepat sekali. Seratus lagi untuk Regu B.
Sekarang Regu C, apakah sudah siap?
Togar
: Siap.
Bu Wati
: Baiklah.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

11

Sebutkan empat organisasi pemuda yang hadir


dalam Kongres Pemuda II.
Togar
: Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak,
dan Jong Minahasa.
Bu Wati
: Ya, benar sekali.
Sekarang pertanyaan terakhir untuk Regu C.
Apakah yang dimaksud dengan satu bahasa?
Togar
: Penggunaan satu bahasa dalam pergaulan, yaitu
bahasa Indonesia.
Bu Wati
: Seratus untuk Regu C.
Selama satu jam lomba CCA berlangsung. Babak 1, 2, dan 3
sudah selesai. Sekarang tiba saatnya untuk mengumumkan
pemenangnya.
Bu Wati
: Menurut hasil total, Regu A mendapatkan nilai 700,
Regu B 600, dan Regu C 500. Jadi pemenangnya
adalah Regu A. Selamat ya, anak-anak.
Regu A, B, C
: Terima kasih, Bu.
CCA berjalan dengan lancar. Pertanyaan demi pertanyaan sudah
dijawab dan akhirnya pemenangnya adalah grup A dengan nilai 700.
Anak-anak, kita telah melaksanakan CCA. Tahu tidak tujuan CCA
kali ini? CCA kali ini untuk
menambah pengetahuan kalian mengenai arti pentingnya
Sumpah Pemuda.
SK 1. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda
KD 1.1 Mengenal Makna satu nusa, satu bangsa, dan satu Bahasa
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media
pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
Pertemuan Pertama :
1. Strategi pembelajaran : Heuristik
2. Model pembelajaran : Picture and Picture
3. Metode pembelajaran :
a. Tanya Jawab
b. Diskusi
c. Penugasan
4. Media :
a. Teks lirik lagu satu nusa satu bangsa
b. Kartu Gambar suku bangsa
c. Kartu Bahasa daerah
d. 6 set kartu pertanyaan
e. Lembar kerja siswa
Pertemuan Kedua
1. Strategi pembelajaran : Heuristik
2. Model pembelajaran : Cooperative Learning Type Talking Stick dan Student
Team Achievement Division (STAD)
3. Metode pembelajaran :
a. Tanya Jawab
b. Diskusi
4. Media :
a. Video Sejarah Sumpah Pemuda
b. Sebuah Stick
UNIT
c. Soal kuis
d. Hadiah
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

12

PENGAMALAN NILAI-NILAI SUMPAH PEMUDA

Standar Kompetensi
4. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda
Kompetensi Dasar
4.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari

Ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa akhirnya bias
menyatukan seluruh rakyat Indonesia.
Sumpah Pemuda merupakan peristiwa bersejarah yang berperan
penting dalam mencapai kemerdekaan Republik Indonesia. Pada waktu
itu, organisasi pemuda berasal dari aerah yang berbeda. Setiap organisasi
pemuda memiliki perbedaaan bahasa, agama, suku bangsa, adat istiadat,
dan budaya. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan
Indonesia negara yang merdeka dan bebas dari segala bentuk
penjajahan.
Bagaimana mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam
kehidupan sehari-hari? Banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk
mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Misalnya, kamu bangga
menjadi anak Indonesia. Contoh pengamalan nilai-nilai Sumpah Pemuda
dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya sebagai berikut:
Dengan adanya semangat satu nusa, satu bangsa, dan satu
bahasa, kita tidak boleh lagi terpecah belah. Apalagi hanya karena beda
bahasa, pakaian adat, upacara adat, kesenian, rumah adat, makanan, dan
senjata tradisional. Kita harus bersatu. Kekayaan bangsa Indonesia yang
berupa keanekaragaman adat istiadat tersebut harus dijaga. Persatuan
bangsa seperti ini jelas akan menciutkan nyali penjajah. Lambat laun
penjajah tidak akan berani lagi menjajah bangsa Indonesia.
A. Sumpah Pemuda mengandung beberapa nilai, di antaranya:
1. Nilai Persatuan
a. tidak suka bertengkar,
b. tidak membeda-bedakan teman,
c. bekerja sama dan saling tolong-menolong.
2. Nilai Kerukunan
a. menjenguk orang sakit,
b. saling membantu dalam kebaikan,
c. saling menjaga, misalnya ikut menjaga dan mengawasi rumah
tetangga yang baru ditinggal.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

13

Gambar 1.19 Menjenguk teman yang sakit


3. Nilai Kegotongroyongan
a. kerja bakti bersih-bersih kampung,
b. membuat mading kelas,
c. membantu orang tua bersih-bersih rumah.

Gambar1.20
Gotong Royong
4. Nilai Patriotisme
a. melaksanakan upacara bendera,
b. baris berbaris,
c. melerai teman yang berkelahi.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

14

Gambar 1. 21 Upacara bendera


5. Nilai Musyawarah
a. pemilihan ketua kelas,
b. pemilihan ketua RT,
c. pemilihan tempat tujuan piknik,
Gambar 1. 22

Melakukan musyawarah di kelas


6. Cinta Tanah Air
a. produk dalam negeri,
b. suka tari-tarian daerah,
c. suka makanan tradisional.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

15

Gambar 1. 23 Makanan Indonesia


7. Nilai Kekeluargaan
a. belajar kelompok,
b. saling menyayangi antaranggota keluarga,
c. cepat-cepat damai ketika ada pertikaian.

Gambar 1.24 Belajar kelompok


Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut.
1. Nilai Persatuan
Bacalah cerita pendek dibawah ini!
Setelah CCA, kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda, SD
Nusantara mengadakan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu).
Perkemahan tersebut di ikuti kelas 3 sampai dengan kelas. Ada
bermacam-macam permainan, salah satunya mencari jejak yang disertai
dengan halang rintang. Permainan ini adalah permainan yang paling
digemari oleh siswa. Siswa diberi peta, simbol-simbol, dan semua
keterangan yang diperlukan.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

16

Gambar 1. 25 Seorang anak gelisah menunggu temannya dalam


permainan mencari jejak
Pada saat itu Ida, Togar dan Atep jadi satu kelompok. Sesudah
semua siap, mereka mulai mencari jejak
Jauhnya perjalanan kira-kira 5 km. Mereka harus melewati
pinggiran sungai, hutan kecil, jalan bebatuan, berkelok-kelok. Mereka
harus bisa kembali lagi sesuai dengan peta petunjuk.
Biar tetap semangat, bagaimana jika sambil jalan kita nyanyi
bersama? ajak Ida. Setuju, jawab Atep dan Togar.
Dengan semangat mereka melalui rintangan demi rintangan.
Hingga suatu ketika mereka menemukan jalan bercabang. Mereka
bingung harus ke kiri atau ke kanan.
Menurutku, kita harus ke kiri, kata Atep
Bukan, jika ke kiri kita akan tersesat, yang benar ke kanan, sahut
Togar.
Suasana makin memanas. Togar dan Atep tidak ada yang mau
mengalah. Dalam keadaan yang genting tersebut Ida mencoba
menengahi.
Sudah, jangan bertengkar. Bertengkar itu, ibaratnya yang kalah
jadi abu, yang menang jadi arang. Jadi tidak ada yang diuntungkan.
Apalagi kita satu tim. Sekarang alangkah baiknya kita istirahat sebentar
sambal diskusi, kata Ida dengan bijak.
Tanpa bersuara, Atep dan Togar mengikuti ajakan Ida.
Baiklah kita lihat petanya lagi, kata Ida.
Ini SD kita, terus kita ke sini, kita belok lagi, masuk gang ini, lewat
sungai terus kita ke jalan terjal. Nah, posisi kita sekarang disini. Jadi
menurut peta ini kita harus ke arah kanan, jelas Ida.
Benar bukan, apa kataku? komentar Togar sambil menunjukkan
raut muka menyalahkan Atep.
Togar kamu tidak boleh begitu, kita adalah satu tim. Kita tidak
boleh saling merendahkan. Ayo minta maaf dulu, kata Ida.
Maafkan saya, Tep, kata Togar sambil mengulurkan tangan.
Iya, sama-sama. Saya juga salah, terlalu ngotot, jawab Atep.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

17

Makanya kita biasakan ketika menghadapi masalah, gunakan


musyawarah untuk menyelesaikannya. Ayo kita lanjutkan perjalanannya,
ajak Ida.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan. Karena kekompakan
dan semangat yang tinggi, mereka bertiga sampai di finish nomor satu.
2. Nilai Kerukunan
Bacalah lanjutan cerita pendek dibawah ini!
Kegiatan mencari jejak dalam persami telah selesai. Anak-anak
dibebaskan bermain atau melakukan kegiatan lainnya. Atep, Ida, dan
Togar memiliki kegiatan bercerita. Mereka pergi ke pinggir danau.
Dalam suasana yang hangat dan akrab, Atep, Togar, dan Ida
dihibur beberapa burung yang terbang berkeliling di atas mereka. Togar,
lihat di atas sana, indah sekali ya, kata Ida.
Iya, kebetulan langitnya juga cerah, burungnya jadi terlihat makin
indah. Jadi teringat cerita Bu Wati, kata Togar.
Memangnya, apa cerita Bu Wati? tanya Atep.
Kata Bu Wati, kelompok burung angsa jika terbang membentuk
huruf V. Katanya angin yang menghempasnya agar jadi berkurang 30%.
Artinya kalau terbang bersama-sama, beban itu akan terasa lebih ringan.
Angsa yang paling depan (di ujung huruf V) sebagai pemimpinnya.
Pemimpin tersebut paling besar melawan angin. Jika pemimpin tersebut
kelelahan berada di depan, pemimpin angsa tersebut akan berpindah ke
belakang. Selanjutnya, angsa di sebelah kanan atau kirinya akan
menggantikannya, dan begitu seterusnya bergantian, cerita Togar.
Maksudnya bagaimana Togar? tanya Ida.
Ya, misalnya dalam satu tim itu pemimpinnya kelelahan, wakil
atau yang lainnya harus siap menggantikannya. Dan jika ada yang sakit,
dia akan ditemani oleh beberapa temannya. Dia akan terbang memisah
dari formasi inti bentuk V sampai yang sakit sembuh dan kembali
bergabung dengan formasi V, lanjut Togar.
Lalu, apa artinya hal tersebut? tanya Atep.
Artinya, ketika teman kita ada yang kesusahan, kita harus
menemani dan menghiburnya, jawab Togar
3. Nilai Kegotongroyongan
Bacalah cerita pendek dibawah ini!
Cerita ini tentang nilai-nilai kegotongroyongan. Kali ini
mengisahkan tentang Nenek Hebat. Dengarkan baik-baik. Sore itu
Pak Badu dimarahi neneknya, karena tidak mau ikut kerja bakti di
kampung.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

18

Gambar 1. 26 Kegiatan kerja bakti di kampong


Nenek
kampung?
Pak Badu

Badu,

kenapa

kamu

tidak

ikut

kerja

bakti

: Maaf Bu, soalnya pekerjaan kantor masih


menumpuk. Pekan ini harus selesai buat
pertanggungjawaban.
Nenek
: Pekerjaan itu bisa dilanjutkan nanti malam saat
anakanak sudah tidur. Ayo, berangkatlah kerja bakti.
Pak Badu
: Saya agak lelah, Bu.
Nenek
: Apa tidak malu dengan tetangga. Kamu itu alasan
saja. Sana, cepat berangkat. Bawa sabit atau
cangkul, biar bisa ikut bersih-bersih taman kampung
atau bersih-bersih selokan.
Pak Badu
: Nanti jika saya kecapekan bagaimana?
Nenek
: Kerja bakti itu tidak ada kata capeknya. Kerja bakti
itu dikerjakan dengan bergotong-royong. Berat sama
dipikul, ringan sama dijinjing. Jadi satu pekerjaan
dikerjakan bersama-sama, semua pekerjaan yang
berat jadi terasa lebih ringan dan cepat selesai.
Pak Badu
: Iya, Bu. Saya berangkat.
Pak Badu akhirnya mau berangkat kerja bakti. Nenek
menghampiri Tono. Tono adalah anak Pak Badu.
Nenek
: Tono, kamu jangan seperti ayahmu ya, yang malas
kerja bakti, nasihat nenek.
Tono
: Iya, Nek.
Nenek
: Kita sibuk boleh saja, tapi jika ada acara-acara
kampung seperti kerja bakti, menjenguk tetangga
yang sakit, dan membantu yang kesusahan, harus
tetap dilaksanakan.
Tono
: Baik, nek. Tono kan anak Indonesia. Jika mengaku
orang Indonesia, harus menjunjung budaya-budaya
bangsa yang luhur. Budaya bangsa Indonesia dalam
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

19

Nenek

Tono
Nenek

Tono
Nenek

Tono
Nenek
Tono

hidup bermasyarakat. Bener bukan, Nek?


: Wah, cucu nenek ini hebat. Itu namanya kamu anak
yang bangga menjadi anak Indonesia. Anak yang
mau mencintai bangsanya sendiri.
Bangsa Indonesia terkenal dengan keramahtamahannya, lemah-lembut, menjunjung tinggi etika,
suka menolong dan suka bergotong-royong,
makanya
jangan malas-malasan.
Jika mengaku orang Indonesia, harus baik
dimasyarakat, ramah dan suka bekerja keras.
: Wah, berarti saya beruntung tinggal di Indonesia.
: Iya, Tono. Lihat nenek. Meski sudah tua, nenek
masih menjunjung tinggi kelebihan dan kekhasan
bangsa Indonesia, Nenek selalu ramah pada siapa
pun, suka membantu orang dan selalu gotongroyong
kalua mengerjakan sesuatu. Semua pekerjaan jika
dikerjakan bersama-sama tidak akan berat dan akan
cepat selesai.
: Iya, Nek.
: Em cucu Nenek memang paling pintar.
Itu warga sedang kerja bakti memperbaiki jalan dan
membersihkan selokan dan taman, kamu mau ikut
ayah kerja bakti, tidak?
: Saya ingin ikut Nek, tapi ayah sudah jauh.
: Ya sudah, ikut bersih-bersih selokan depan rumah
saja.
: Iya, Nek.

4. Nilai Patriotisme
Kalau kalian ingin tahu, di dunia ini sebenarnya banyak kisahkisah patriotisme. Di Amerika ada suku Indian yang mati-matian
mempertahankan tanah leluhurnya. Di India ada seorang tokoh patriotis
bernama Mahatma Gandhi. Meskipun sudah tua, tapi beliau sangat berani
menentang Inggris yang pada waktu itu sedang menjajah India.
Di negara kita sendiri, memiliki pahlawan yang bernama Jendral
Sudirman. Beliau sangat pemberani dalam melawan Belanda. Dalam
kondisi sakit beliau masih gigih mengusir penjajah Belanda. Selain itu,
beliau juga sangat cerdik dalam mengatur strategi perang. Malam hari
adalah waktu yang sering digunakan untuk berperang melawan Belanda.
Meski dengan senjata seadanya, beliau berani berperang melawan
Belanda yang lengkap dengan senjata-senjata modern. Beliau benarbenar mempunyai jiwa patriotisme untuk mempertahankan negeri tercinta
ini.
Banyak cara yang dapat kalian lakukan. Tetapi yang utama
adalah belajar yang rajin. Agar kalian pandai dan memiliki pengetahuan
luas dan keterampilan yang tinggi.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

20

Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan kalian dapat


kalian sumbangkan bagi pembangunan bangsa dan negara. Bisa juga
dengan menjadi TNI atau polisi, agar bisa turut menjaga keutuhan NKRI
dan menjaga ketertiban masyarakat. Semuanya itu bisa dimulai dengan
mengikuti upacara bendera dengan disiplin dan khidmat, sehingga
menumbuhkan perasaan cinta
5. Nilai Musyawarah
Bacalah cerita pendek dibawah ini!
Cerita ini mengenai pemilihan ketua RT di kampung. Pada awal
bulan Juli yang lalu, di kampung ibu diadakan pemilihan ketua RT.
Meskipun cuma pemilihan ketua RT tapi antusias dari masyarakat begitu
terasa. Seminggu terakhir, di mana-mana yang dibicarakan hanya siapa
yang pantas jadi ketua RT.
Dari sekian perbincangan di masyarakat, yang sering dibicarakan
adalah Bapak Asep dan Bapak Simatupang. Kemungkinan mereka berdua
akan menjadi ketua RT. Bahkan di sebuah warung pun terjadi
perbincangan seru mengenai pemilihan ketua RT.
Menurut Bapak, mana yang lebih cocok sebagai ketua RT antara
Pak Asep dan Pak Simatupang? tanya pembeli sambal menikmati teh
dan pisang goreng.
Wah, kalau itu relatif, Pak. Semua punya kelebihan dan
kekurangan. Pak Asep orangnya lebih sopan, berwibawa, dan bersahaja.
Adapun Pak Simatupang, orangnya selalu tampak bersemangat, kaya,
dermawan, dan suka membantu. Tanpa diduga Pak Simatupang datang
dan ingin minum the hangat juga.
Pak, teh satu pak. Lho Pak Endang, habis dari mana? tanya Pak
Simatupang pada seorang pembeli.
Dari sawah Pak, mengusir burung-burung. Panen yang kemarin
hasilnya berkurang banyak, gara-gara diserang burung. jawab Pak
Endang.
Dipupuk tidak? Jangan-jangan bukan karena burung, tapi karena
pemupukan kurang maksimal. Kemarin saya habis bantu pupuk 3 kuintal
lho, kata Pak Simatupang bernada sumbang.
Sudah maksimal Pak, ya tadi karena banyak burung, jawab Pak
Endang.
Pak Endang perlu belajar dari saya. Hasil panen saya yang
kemarin melimpah ruah, meningkat 1 ton lebih. Tidak hanya itu, hampir
setengah ton beras juga sudah saya sumbangkan ke panti asuhan
kampung sebelah, kata Pak Simatupang.
Meski benar adanya tapi cara bicara Pak Simatupang terkesan
sombong di hati Pak Endang dan penjual teh. Iya, Pak semoga panen
saya bulan depan bisa melimpah, kata Pak Endang.
Iya, tapi misalnya hasilnya kurang banyak, nanti bilang pada
saya, akan saya bantu beberapa kuintal pengganti yang dimakan burung.
Beras cadangan saya masih banyak. Masih bertumpuk - tumpuk di
gudang belakang rumah, kata Pak Simatupang dengan bicara dan
berlagak sombong.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

21

Setelah tehnya Pak Simatupang habis, Pak Simatupang


mendahului pulang.
Pak Simatupang memang kaya dan baik hati, tapi cuma satu
kekurangannya yang saya rasakan. Entah benar atau tidak tanpa Pak
Simatupang sadari, terkadang Pak Simatupang sudah merendahkan
orang lain dan setiap perkataannya mengandung pamer dan sedikit
sombong. Mungkin sudah menjadi karakternya karena selalu melimpah
ruah hasil panen dan kekayaannya.
Menurut Bapak bagaimana? tanya Pak Endang.
Iya sama, terkadang saya juga merasakannya. Bagaimana pun
juga Pak Simatupang benar-benar dermawan, hal itu tidak diragukan lagi,
kata penjual.
Kira-kira siapa yang akan menjadi ketua RT, ya? tanya Pak
Endang.
Entahlah, kita serahkan pada hasil pemilihan nanti saja, jawab
penjual.
Satu minggu kemudian, pukul 19.30 malam, bertempat di rumah
Bapak Endang, diadakan rapat pemilihan ketua RT.
Bapak-bapak sekalian, sekarang tiba saatnya pemilihan ketua RT
baru di kampung kita. Kita ingin kampung kita menjadi maju. Jadi,
pimpinan kita juga harus sesuai dengan harapan warga.
Untuk itu, bapak-bapak kami mohon nanti menggunakan hak
suaranya dengan baik dan sudah bapak pikirkan matang-matang, kata
Pak Dodi. Pak Dodi adalah ketua RT lama.
Proses pemilihan ketua RT sudah berlangsung selama satu jam.
Sebagian warga memilih Pak Asep dan sebagian lagi memilih Pak
Simatupang.

Gambar 1. 27 Suasana pemilihan ketua RT

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

22

Warga yang memilih Pak Asep beralasan karena keseharian Pak


Asep hidupnya selalu sederhana, ramah, sopan, alim, dan bersahaja.
Sebagian warga yang lainnya memilih Pak Simatupang, karena Pak
Simatupang selalu tampak bersemangat, kaya, dermawan, dan suka
perubahan yang lebih maju. Berhubung belum ada kesepakatan, akhirnya
diambil langkah voting atau pengambilan suara terbanyak.
Ini sudah terkumpul semua, saya perlu 2 saksi supaya hasilnya
transparan dan tidak curiga terjadinya kecurangan. Bapak-bapak sekalian,
saya bacakan satu-persatu ya, kata Pak Dodi.
Pada awal-awal pembacaan hasil pilihan, keadaan masih
berimbang, saling mengejar, tapi di akhir-akhir nama Pak Asep yang
sering dibacakan, itu pertanda nama Pak Asep banyak dipilih.
Akhirnya, dari 52 warga, yang memilih Pak Asep ada 31 warga,
sedangkan perolehan suara untuk Pak Simatupang sebanyak 21.
Sepertinya Pak Simatupang yang kaya dan dermawan kurang
mendapatkan simpatik dari warga, karena sifat pamer dan sombong yang
terkadang muncul di setiap perkataannya. Karena Pak Simatupang warga
yang baik, beliau tidak kecewa. Pak Simatupang tetap menjadi warga
yang baik, dan lebih dermawan dari sebelumnya, bahkan lambat laun Pak
Simatupang menjadi lebih rendah hati.

SK 1. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda


KD 1.2 Mengamalkan nilai nilai Sumpah Pemuda dalm
kehidupan sehari hari
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model,
metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
1. Strategi pembelajaran
: Heuristik
2. Model pembelajaran
: Contextual Teaching and Learning
3. Metode pembelajaran
:
a. Role Playing
b. Tanya Jawab
c. Diskusi
d. Penugasan
4. Media pembelajaran
:
a. Lirik lagu dari sabang sampai marauke
b. Video contoh nilai-nilai sumpah pemuda
c. Naskah scenario
d. LKS

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

23

UNIT 3
MENGENAL ATURAN

Standar Kompetensi
4. Melaksanankan norma yang berlaku di masyarakat
Kompetensi Dasar
4.2 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar

Aturan adalah ketentuan yang dibuat dan mengikat kelompok


masyarakat. Secara sederhana, aturan memuat dua hal. Pertama,
mengandung hal yang harus dan hal yang tidak boleh dilakukan. Kedua,
mengandung sanksi atau hukuman. Ketika sedang belajar, Dina merasa
perutnya sakit. Dina meminta izin untuk pergi ke kamar mandi. Setelah
mendapat izin dari ibu guru, Dina meninggalkan kelas. Meminta izin
sebelum meninggalkan kelas adalah aturan di sekolah.

Gambar 2.1 Dina meminta izin kepada ibu guru untuk pergi ke kamar
mandi
Manusia diciptakan di dunia dibekali hati dan akal oleh Sang
Pencipta. Hati manusia menuntun manusia untuk selalu berbuat baik,
tetapi kadang-kadang manusia juga punya kecenderungan untuk berbuat
jahat. Manusia dikatakan baik karena dia selalu menaati aturan-aturan
yang berlaku di masyarakat. Sebaliknya manusia sering dikatakan
melakukan hal-hal yang tidak baik karena mereka sering melanggar
aturan yang berlaku di masyarakat. Manusia yang lebih banyak
melakukan hal-hal yang tidak baik, biasanya merugikan orang lain, dan
tanpa disadari sudah merugikan dirinya sendiri.
Aturan yang mengatur tingkah laku manusia disebut norma.
Norma yang berlaku di masyarakat ada bermacam-macam. Diantaranya:
1. Norma agama
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

24

2. Norma kesusilaan
3. Norma kesopanan
4. Norma hukum
Norma-norma tersebut mempunyai karakteristik masing-masing,
baik sumber, tujuan maupun sanksinya. Agar para pelaku pelanggaran
norma jera, maka setiap aturan pasti mempunyai sanksi. Antara satu
norma dengan norma yang lainnya, sanksinya berbeda-beda.
1. Norma Agama
Norma agama adalah suatu aturan yang mengatur hubungan
manusia dengan Tuhan dan mengatur tingkah laku manusia dengan
sesame yang berdasarkan pada ajaran suatu agama. Norma agama
biasanya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci suatu
agama. Di Indonesia ada beberapa kitab suci yang dipercaya oleh
pengikutnya. Di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Al Quran dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Islam.
b. Injil dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Kristen dan Katolik.
c. Tripitaka dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Buddha.
d. Weda dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Hindu.

Gambar 2.2 Agama islam menuju masjid

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

25

Gambar 2.3 Agama Kristen menuju gereja


Tujuan
norma
agama
untuk menjadikan orang yang baik
buruk. Norma agama berbeda
lainnya. Norma agama lebih
manusia. Jadi jika ada
agama, batinnya pasti

adalah menyempurnakan manusia


dan selalu menjauhi hal-hal yang
dengan
norma-norma
yang
mengarah
kepada
batin
orang yang melanggar norma
akan
merasa
tidak
tenang
dan

seperti terbebani.
Perbedaan lainnya, yang membedakan norma agama dengan
norma yang lain terletak pada sanksinya. Sanksi untuk pelanggar norma
agama biasanya tidak langsung. Sanksinya berupa dosa, karma dan jika
tidak mau bertobat, akan dimasukkan ke dalam neraka. Sangsi ini tidak
langsung dijatuhkan kepada orang yang melanggar, melainkan nanti
setelah manusia berhadapan dengan Tuhan.
Semua norma agama memuat beberapa kewajiban yang harus
ditaati oleh manusia. Beberapa contoh di antaranya adalah:
a. kewajiban selalu beribadah,
b. saling tolong-menolong,
c. hormat-menghormati antar pemeluk agama,
d. saling mengasihi dan tidak menyakiti.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

26

Gambar 2.4 anak menolong nenek


Selain kewajiban-kewajiban tersebut masih banyak lagi kewajibankewajiban lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu. Orang
yang taat pada aturan agama hidupnya akan terhindar dari perbuatanperbuatan tidak terpuji.
2. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari hati
nurani dan akhlak manusia.
Tujuan dari norma kesusilaan hampir sama seperti norma agama
yaitu membentuk manusia menjadi baik. Adapun sanksinya untuk
pelanggaran norma kesusilaan adalah tekanan batin, perasaan malu, dan
penyesalan.

Gambar 2.5 Anak yang berbohong dihantui rasa bersalah dan


penyelesaian

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

27

Kalau sampai ketahuan orang lain maka bisa sampai dikucilkan.


Orang yang melanggar norma kesusilaan terkadang terlihat, tapi
terkadang juga tidak terlihat karena yang tahu hatinya sendiri. Beberapa
contoh pelanggaran norma kesusilaan adalah berbohong, pilih kasih, tidak
adil, dan semua perilaku yang tidak baik yang tidak diketahui orang lain.
3. Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah aturan yang didasarkan pada aturan
tingkah laku yang berlaku di masyarakat. Beberapa contoh di antaranya
adalah:
a. Pamit kepada orang tua tiap kali mau berangkat ke sekolah.
b. Tidak duduk di atas meja.
c. Berbicara santun kepada orang yang lebih tua.
Gambar 2.6 Pamit pada orang tua tiap kali berangkat ke sekolah
Sanksi jika
ada
yang
melanggarnya
adalah teguran
dan
cemoohan dari
masyarakat.
Sebaliknya, jika
sopan
di
masyarakat,
maka
akan
lebih
dihormati dan dihargai.
Tujuan
norma
kesopanan adalah
menciptakan keharmonisan dan pergaulan yang santun di tengah-tengah
masyarakat.
4. Norma Hukum
Norma hukum adalah aturan yang berisi perintah dan larangan
yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat atau negara. Norma
hukum berasal dari undang-undang yang dibuat oleh pemerintah. Norma
hukum yang berlaku di Indonesia terangkum dalam Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata (KUHPerd).
Jika ada yang melanggar maka sanksinya bisa berupa denda dan
penjara. Tujuan dibuatnya norma hukum adalah untuk menciptakan
suasana yang aman dan tenteram dalam masyarakat.

Bacalah cerita singkat dbawah ini!


Keluarga Bapak Tito sedang tertimpa musibah. Anto, anak sulung
Bapak Tito, sedang sakit. Anto terkena penyakit demam berdarah. Sudah
lima hari Anto dirawat di rumah sakit. Penyakit demam berdarah
disebabkan oleh nyamuk Aedes Aeghypty. Nyamuk ini berkembang biak di
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

28

tempat genangan air. Untuk mencegah penyebaran nyamuk, dokter


memberikan saran melakukan gerakan 3M, yaitu:
1. mengubur barang-barang bekas;
2. menutup tempat penampungan air;
3. menguras bak mandi minimal satu minggu sekali.
Upaya pencegahan ini merupakan aturan di masyarakat. Aturan
tersebut harus dilaksanakan agar lingkungan sekitar terlindung dari
penyakit.

Gambar 2. 7 ayah sedang mengubur kaleng kaleng bekas


Beberapa orang teman Anto datang men-jenguk. Mereka
menghibur dan mendoakan agar Anto lekas sembuh. Menjenguk orang
yang sakit termasuk salah satu aturan yang berlaku di masyarakat.
Kesadaran untuk menjenguk orang yang sedang sakit biasanya timbul
dalam diri setiap orang.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

29

Gambar 2. 8 Menjenguk teman yang sakit


SK 2. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat
KD 2.1 Mengenal aturan aturan yang berlaku di lingkungan
masyarakat sekitar
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model,
metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
1. Strategi Pembelajaran :
2. Model Pembelajaran : Example non example, Cooperative
Learning Type Snowball Throwing
3. Metode Pembelajaran :
a. Diskusi
b. Tanya Jawab
c. Penugasan
4. Media Pembelajaran :
a. Gambar orang beragama islam sedang menuju ke masjid,
orang beragama Kristen sedang menuju ke gereja, anak
menolong nenek, anak pamit sebelum pergi.
b. Video aturan / norma yang berlaku di lingkungan
masyarakat
d. Lembar kerja siswa

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

30

UNIT 4
ATURAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

Standar Kompetensi
4. Melaksanankan norma yang berlaku di masyarakat
Kompetensi Dasar
4.2 Menyebutkan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar

Di masyarakat perlu dibuat per aturan. Peraturan dibuat untuk


menciptakan ketertiban dan ketenteraman dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat berbagai jenis aturan yang ada di lingkungan masyarakat. Aturan
tersebut, di antaranya berupa aturan tertulis dan aturan tidak tertulis.
Perhatikan tabel berikut!

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

31

1. Penerapan Norma di Rumah


Bacalah cerita singkat dibawah ini!
Ida langsung pulang ke rumah. Ia ingin sekali membantu ibunya
memasak. Rencananya keluarga Ida mau makan bersama. Mereka juga
mengundang saudara sepupu Ida yang bernama Badung.
Ida dan ibunya sibuk memasak. Satu jam kemudian, masakan
sudah matang dan siap dihidangkan. Ida disuruh ibunya memanggil ayah
yang sedang menghias taman di depan rumah. Sesudah itu mereka
berkumpul di ruang makan, siap menyantap masakan ibu. Dengan
lahapnya mereka menyantap.
Enak sekali masakan ibu, besok lagi ya, kata Ida.
Iya enak sekali, kata ayah Ida.
Badung juga sangat menikmati masakan ibu Ida. Tanpa disadari,
karena terlalu lahapnya kaki Badung dinaikkan ke atas seperti kebiasaan
Badung ketika jajan di warung makan. Melihat hal tersebut ayah Ida
menegurnya.
Badung, seperti itu tidak sopan. Kamu tidak boleh melakukannya.
Ketika makan harus sopan. Duduk dengan tertib.
Jangan sambil bercanda, kata ayah Ida.
Iya maaf paman, Badung terbiasa duduk seperti ini saat di
warung, kata Badung.
Makanya jangan dibiasakan, ini saja masih di rumah, bagaimana
kalau di tempat umum? Apa kata orang nanti? kata ayah Ida.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

32

Iya, maaf, paman, Badung tidak akan mengulangi lagi.


Bagus, Badung, harus ingat pesan paman jaga kesopanan di
mana saja , nasihat ayah Ida.
2. Penerapan Norma di Sekolah
Bacalah cerita singkat dibawah ini!
SD Nusantara merupakan SD unggulan. SD tersebut terkenal
dengan disiplinnya. Guru dan siswa selalu disiplin. Mulai dari masuk kelas
pagi hari sampai pulang, warga sekolahnya disiplin. Jadi tidak
mengherankan jika SD Nusantara prestasinya terus meningkat. Suatu
ketika di pagi hari ada seorang siswa yang terlambat.
Anak-anak, tahukah kamu tentang norma formal? tanya Bu Wati.
Belum sempat menerangkan tentang norma formal di sekolah,
tiba-tiba Badung datang dari pintu dengan napas ngos-ngosan.
Saya terlambat lagi, kata Badung gugup.
Kenapa kamu terlambat lagi? Kamu semalam tidur jam berapa?
tanya Bu Wati dengan sabar.
Jam sepuluh, Bu, jawab Badung.
Jam sepuluh itu terlalu malam bagi anak-anak. Jika tidur terlalu
malam, akan sulit bangun pagi. Sebaiknya, perbuatan ini jangan kamu
ulangi lagi. Terlambat termasuk perbuatan tidak disiplin. Terlambat berarti
melanggar norma di sekolah, nasihat Bu Wati.
Iya, Bu, maafkan Badung, kata Badung.
Sebagai sanksinya, sebelum mengikuti pelajaran kamu baca dulu
tata tertib sekolah yang ada di dekat papan pengumuman sana, pinta Bu
Wati.
Sesaat kemudian Badung sudah berada di depan tata tertib
sekolah yang terpampang besar di dekat papan pengumuman.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

33

Tata tertib tersebut bertuliskan.

3. Penerapan Norma di Masyarakat


a. Aturan di jalan raya
Bacalah cerita singkat dibawah ini!
Di kota besar banyak sekali jalan raya yang penuh dengan
kendaraan bermotor. Suatu ketika ayah Togar mau membayar pajak
listrik, air, dan telepon. Beliau mengajak Togar.
Pekan ini kamu masih liburan semester, bukan? maukah ikut
Ayah? pinta ayah Togar.
Ke mana, Yah? tanya Togar.
Gambar 2.9 Wajib menaati lampu merah
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

34

Gambar 2.10 Aturan lalu lintas


Bayar listrik, air, dan telepon. Sebagai warga yang baik, kita
harus taat hukum dan disiplin bayar iuran dan pajak, jawab ayah Togar.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

35

Baiklah Ayah, saya ikut. Saya juga belum pernah diajak Ayah
bayar listrik, air, dan telepon, jawab Togar.
Sesaat kemudian mereka sudah sampai di jalan. Ayah Togar
memberitahu beberapa aturan lalu lintas di jalan.
Kalau berjalan dan berkendara harus di sebelah kiri, jika lampu
merah berhenti, dan kalau lampu hijau menyala, itu artinya kita harus
berjalan. Adapun menyeberang gunakan zebra cross atau jembatan
penyeberangan, jelas ayah Togar.
(Dijelaskan pula fungsi zebra cross, jembatan layang dan
sebagainya).
Saat asyik mengobrol tiba-tiba. Siii.......tt ayah mengerem
motornya dengan sangat mendadak.
Kenapa, Yah? tanya Togar kaget.
Ayahnya diam saja sambil melihat anak kecil yang
menyeberang tanpa memerhatikan kanan kiri. Baru setelah anak
tersebut jauh, ayah mulai menjelaskan.
Itu tadi, contoh anak yang tidak tertib lalu lintas, menyeberang
bukan pada tempatnya, padahal ada zebra cross, harusnya anak tadi
menyeberang lewat zebra cross itu, jelas ayah Togar.
Tanpa disadari, tiba-tiba .. prit.. prit.. pritt.. Ada belasan polisi
melakukan operasi kelengkapan para pengguna jalan.
Itu lihat, banyak pengendara yang tidak memakai helm.
Mereka ditilang polisi.
Tidak memakai helm sangat berbahaya.
Bayangkan kalau mereka tabrakan dan jatuh, kepalanya bias terbentur
kan, dan tentunya akan sangat fatal akibatnya, jelas ayah Togar.
Kenapa Ayah tidak ditilang? tanya Togar.
Karena Ayah patuh. Ayah sudah bawa SIM dan STNK. Selain
itu motor Ayah juga lengkap. Ada 2 spion, bannya pun standar, jelas
Ayah Togar.
Sambil mendengarkan penjelasan ayahnya, Togar melihat
banyak orang yang kena tilang, Togar terdiam dengan wajah penuh
tanya.
Yah, kenapa banyak sekali yang antri berkumpul di depan
polisi? tanya Togar.
Oo... mereka itu yang tidak lengkap Togar. Motornya juga tidak
komplit. Ada yang tidak membawa STNK, ada yang belum mempunyai
SIM, tidak memakai helm standar, kemudian ada juga yang motornya
tidak lengkap, misalnya kaca spionnya hanya satu atau bahkan tidak
ada sama sekali, jawab ayah Togar.
Lantas mereka mau di apakan, Yah? tanya Togar.
Menurut aturan mereka harusnya terkena hukuman kurungan,
tapi kalau pelanggarannya ringan biasanya bisa diganti dengan
membayar denda. Makanya kamu harus mematuhi semua aturan ya,
jika sudah besar nanti. Ingat, jangan suka melanggar aturan hukum,
sanksi bagi pelanggarannya bisa berupa hukuman dan denda ,
nasihat ayah Togar.
b. Kampungku, kampungmu
Bacalah cerita singkat dibawah ini!
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

36

Pada hari minggu Atep bermain ke tempat tetangga barunya,


bernama Tari. Dia kebetulan asli orang Banyumas.
Tokk .. tokk... tokk... Atep mengetuk pintu.
Hai Atep, mari masuk. Ada apa? kata Tari.
Tidak ada apa-apa, saya cuma ingin main, jawab Atep.
Kemudian Atep masuk. Mereka berbincang-bincang diruang
televisi.
Selama kamu ada di sini, menurutmu anak-anaknya baik-baik
tidak? tanya Atep. Iya, baik-baik. Mereka ramah dan tidak nakal, jawab
Tari.
Kalau boleh tahu, kamu asli dari mana, logat dan gaya bicaramu
beda? tanya Atep.
Saya dari Banyumas, jadi, logatku ngapak-ngapak, jawab Ta r i .
Kalau di sana kegiatan masyarakatnya apa saja, Tar? Tanya
Atep.
Kegiatannya sangat banyak. Saya ambilkan foto-fotonya saja ya,
kata Tari.
Tari mengambil foto. Dalam foto tersebut ada salah satu
poskamling, di pos tersebut tertempel tulisan TATA TERTIB WARGA.
Wah, kegiatannya hampir sama dengan kegiatan di kampung
sini. Di sini juga ada siskamling. Salah satu kegiatannya adalah ronda
malam. Tiap malam warga bawa kentongan dan lain-lain, kata Atep.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

37

Gambar 2.11 Ronda malam


Dulu sebelum aku pindah kekampung ini, aku tinggal di
perumahan. Keamanannya diserahkan sepenuhnya kepada satpam.
Biasanya satu gang ada satpamnya yang berjaga 24 jam di pintu masuk
kompleks perumahan. Meskipun begitu tetap ada aturannya, diantaranya:

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

38

SK 2. Melaksanakan norma yang berlaku dimasyarakat


KD. 2.2 Menyebutkan aturan aturan yang berlaku di lingkungan
masyarakat sekitar
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model,
metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
1. Pendekatan pembelajaran : Heuristik
2. Model pembelajaran
: Cooperative Learning Type Make a
Macth
3. Metode pembelajaran
:
a. Tanya Jawab
b. Diskusi
c. Penugasan
4. Media pembelajaran
:
a. Video contoh aturan lingkungan masyarakat
b. Gambar contoh melaksanakan aturan di sekolah, menaatai lalu
lintas dan bapak bapak sedang menjaga ronda malam
c. Kartu pertanyaan dan Kartu Jawaban
d. Lembar kerja siswa
e. Poster aturan lalu lintas dan tata tertib sekolah

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

39

UNIT 5
MELAKSANANAKAN ATURAN DI MASYARAKAT

Standar Kompetensi
4. Melaksanankan norma yang berlaku di masyarakat
Kompetensi Dasar
4.2 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Melaksanakan aturan yang telah ditetapkan merupakan kewajiban


semua warga. Aturan diberlakukan untuk menjaga ketertiban, keamanan,
dan kenyamanan warga. Hendaknya semua warga melaksanakan aturan
dengan suka rela.
1. Melaksanakan Aturan dalam Keluarga
Bacalah cerita singkat dibawah ini!
Biasanya Adi pulang sekolah pukul 12.40. Ia pulang berjalan kaki
sehingga sampai di rumah kira-kira pukul 13.00. Pada suatu hari, orang
tua Adi sangat cemas. Jarum jam menunjukkan pukul 14.00. Namun Adi
belum pulang juga. Ayah Adi mencarinya ke sekolah. Di sekolah juga tidak
ada. Semua siswa sudah pulang sekolah. Lalu, ayah Adi menanyakannya
kepada Pak Banu, guru Adi. Pak Banu mengatakan bahwa murid-murid
pulang pukul 12.40. Kedua orang tua Adi semakin bertambah cemas.
Kebetulan di kamar Adi ada nomor telepon temanteman Adi. Ibu Adi
kemudian menelepon satu per satu teman Adi.

Gambar 2.12 Ayah dan ibu menasehati adi sambil duduk semua

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

40

Ketika menelepon Soni, ibu Adi diberitahu bahwa Adi bermain di


rumah Yoyo. Saat pulang sekolah, Adi dan Yoyo pulang bersama. Mereka
berboncengan naik sepeda. Lalu, ibu Adi bergegas menelepon ke rumah
Yoyo. Ibu Adi sedikit lega setelah mengetahui bahwa anaknya berada di
rumah Yoyo. Ibu berpesan agar Adi cepat pulang. Setelah mendengar
pesan dari ibunya, Adi cepat-cepat pulang. Sesampainya di rumah,
dengan penuh ketakutan, Adi masuk ke rumah.
Setelah berganti pakaian, ayahnya menyuruh Adi duduk di ruang
keluarga. Ayah dan ibu memarahi Adi, karena tidak memberitahu mereka
kalau mau bermain di rumah temannya. Adi pun tertunduk diam. Ia
menyadari kesalahannya. Adi lalu minta maaf dan berjanji tidak akan
mengulanginya lagi. Kemudian, ayah menasehati Adi lain kali bila akan
bermain ke rumah teman, Adi harus memberitahu orang tua. Sebagai
hukuman dari kesalahannya, ayah dan ibu menyuruh Adi membersihkan
lantai rumah dan kaca jendela.

Gambar 2.13 Adi mengelap kaca jendela


2. Melaksanakan Aturan di Sekolah
Bacalah cerita singkat dibawah ini!
Di kelas tiga SD Merah Putih ada peraturan kelas. Isi aturan itu di
antaranya seperti berikut.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

41

Semua murid kelas tiga sangat patuh pada aturan itu. Mereka
menaati semua peraturan kelas dengan sungguhsungguh. Tidak
mengherankan bila kegiatanbelajar mengajar di kelas tiga berjalan dengan
tertib dan lancar.

Gambar. 2.14. Anak sedang menerima pelajaran dari bu guru


Semua siswa merasa tenang dan nyaman belajar di kelas. Teman
satu dengan yang lain juga saling bekerja sama. Bila ada teman yang
bersalah dan minta maaf, teman yang lain memaafkannya. Bu Ema, guru
kelas tiga merasa bangga kepada anakanak kelas tiga. Beliau selalu
memberi pujian atas kedisiplinan anakanak.
Pagipagi sebelum pela-jaran orang tua Dina datang ke sekolah.
Beliau membe-rikan sepucuk surat kepada Bu Ema. Pada awal pelajaran,
Bu Ema memberitahukan bahwa hari ini Dina tidak masuk sekolah. Dina
sedang sakit demam berdarah. Ia dirawat di rumah sakit.
Anto mengusulkan agar temantemannya menjenguk Dina. Lalu
disepakati ada lima anak yang akan mewakili kelas tiga. Sore harinya
mereka berangkat bersama sama ke rumah sakit didampingi Bu Ema.
Tindakan yang dilakukan oleh anakanak kelas tiga merupakan salah satu
aturan yang berlaku di sekolah.

Gambar. 2.15. Anak menjenguk dina di rumah saklit dengan Ibu


Ema
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

42

Pagi hari saat tiba di sekolah Ilham bertemu Pak Harun di gerbang
sekolah. Lalu Ilham memberi salam kepada Pak Harun. Pak Harun
membalasnya dengan ramah.
Selamat pagi, Pak! kata Ilham kepada Pak Harun.
Selamat pagi, Ilham! jawab Pak Harun.
Menyapa guru pada saat berpapasan di lingkungan sekolah
termasuk salah satu aturan di sekolah.
Pada saat istirahat Iwan bermain di halaman sekolah. Ia bermain
kejarkejaran dengan temantemannya. Karena kurang hatihati, Iwan
tersandung batu. Ia terjatuh. Kaki dan tangannya lecetlecet. Temanteman Iwan segera menolongnya. Iwan di bawa ke ruang UKS untuk
diobati lukanya. Iwan mengucapkan terima kasih kepada temantemannya. Bu Ema mendatangi ruang UKS. Beliau merasa bangga kepada
anakanak karena telah menolong Iwan. Tindakan yang dilakukan anak
anak tersebut merupakan salah satu perwujudan tata tertib di sekolah.
3. Melaksanakan Aturan di Masyarakat
Bacalah cerita singkat dibawah ini!

Gambar. 2.16. Orang-orang tugas ronda malam


Pak Adi tinggal di desa Damai RT 01 RW 10. Setiap malam di
desa itu diadakan ronda malam. Petugasnya bapakbapak dan para
pemuda. Mereka melaksanakan tugas ronda secara bergiliran. Setiap
malam ada lima orang yang bertugas ronda. Setiap orang bertugas
sebulan sekali.
Petugas ronda berkeliling di lingkungan desa. Sambil memukul
mukul kentongan, mereka mengingatkan jika ada warga yang lupa
menutup pintu atau jendela. Tidak mengherankan kalau di desa Damai
selalu aman dan tenteram.
Di desa Damai juga diadakan kerja bakti. Kegiatan itu
dilaksanakan sebulan sekali. Karena menjelang musim hujan, maka
kegiatan kerja bakti ditingkatkan menjadi dua minggu sekali. Hal ini untuk
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

43

mencegah banjir dan terjangkitnya penyakit. Para warga tidak hanya


membersihkan lingkungan sekitar rumahnya. Namun, jalan dan fasilitas
umum juga dibersihkan. Pada waktu bapak-bapak bekerja bakti, para ibu
memasak makanan. Mereka bertugas menyiapkan hidangan bagi mereka
yang bekerja bakti. Siang harinya kerja bakti sudah selesai. Bapak-bapak
istirahat sambil menikmati hidangan yang telah tersedia.
Para penduduk me-nyadari akan pentingnya kesehatan. Oleh
sebab itu, mereka selalu menjaga kebersihan lingkungan agar selalu
tampak rapi dan indah. Dengan lingkungan yang bersih kesehatan
lingkungan akan lebih terjaga. Oleh sebab itu, para penduduk merasa
betah tinggal di desa Damai itu.
Suatu hari ada salah seorang warga yang meninggal dunia. Ia
adalah seorang nenek yang sudah tidak punya saudara. Sebagai ketua
RT, Pak Harun mengajak warganya mengurusi jenazah nenek itu.
Beberapa warga secara serempak mendatangi tempat itu. Lalu, Pak
Harun mengadakan pembagian tugas. Ada yang bertugas mengurusi
jenazah. Ada yang bertugas membeli bunga. Ada juga yang bertugas
mengurus upacara pemakaman.
Menjelang pemakaman, semua warga mendatangi rumah nenek
itu untuk melayat. Para warga merasa ikut berduka cita atas meninggalnya nenek itu. Lalu, mereka bersamasama mengantarkan
jenazah ke tempat pemakaman. Pak RT mengucapkan terima kasih atas
bantuan seluruh warganya. Beliau juga merasa bangga atas kebersamaan
para warganya yang peduli pada permasalahan lingkungan.
A. Akibat Melanggar Aturan
1. Akibat Melanggar Aturan di Rumah
Bacalah cerita singkat dibawah ini!
Pak Ahmad mempunyai seorang istri dan seorang anak. Istrinya
bernama Bu Sinta. Anaknya bernama Riko. Keluarga Pak Ahmad
merupakan keluarga yang terpandang di desanya. Selain kaya, Pak
Ahmad juga seorang yang baik hati. Di desa itu, Pak Ahmad terkenal
sebagai seorang dermawan. Beliau suka menolong tetangganya yang
kekurangan.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

44

Gambar. 2.17. Pak Ahmad menegur dan menasehati Riko


Riko merupakan anak tunggal. Kedua orang tuanya sangat
menyayanginya. Riko sebenarnya juga disenangi kawankawan di
kampungnya. Hanya saja, Riko suka bertindak seenaknya. Sepulang
sekolah kadang ia sering bermain sampai sore tanpa memberitahu orang
tuanya. Berkalikali ibunya menasehati Riko. Namun, sikap Riko tidak
berubah. Semakin hari Riko semakin sering bermain seenaknya. Nilai
nilai sekolahnya juga semakin jelek.
Bu Sinta merasa kewalahan menegur dan menasehati Riko.
Akhirnya Pak Ahmad memberi peringatan kepada Riko. Ia akan dihukum
jika terlambat sampai di rumah lagi. Selama sebulan Riko tidak boleh
menonton acara televisi. Ayahnya akan menambah hukuman jika Riko
tetap melanggar aturan.
Riko telah melanggar aturan dalam keluarga. Ia akan rugi sendiri.
Riko akan mendapatkan hukuman sesuai dengan kesalahannya. Jika
kesalahannya semakin besar, maka hukumannya juga semakin berat.
2. Akibat Melanggar Aturan di Sekolah
Bacalah cerita singkat dibawah ini!
Setiap sekolah mempunyai aturan. Aturan di sekolah biasanya
disebut tata tertib sekolah. Ingatkah kamu tentang tujuan diadakannya
aturan itu? Di SD Merdeka juga ada tata tertib sekolah. Riki adalah salah
satu siswa kelas tiga di sekolah itu. Riki sebenarnya anak yang cerdas di
kelasnya. Namun, ia terkenal sebagai anak yang nakal. Berkali-kali aturan
di sekolah dilanggarnya.

Gambar. 2.18. Riki memberikans urat izin kepada Bu guru


Suatu hari Riki tidak masuk sekolah. Keesokan harinya, Riki
membawa surat dari orang tuanya. Dalam surat itu diterangkan bahwa
kemarin Riki sakit panas. Namun, Bu Ema tidak mau percaya begitu saja.
Lalu Bu Ema menelepon orang tua Riki. Orang tua Riki sangat terkejut.
Sepengetahuan mereka, kemarin Riki berangkat ke sekolah.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

45

Gambar 2. 19. Bu guru menelpon orang tua Riki


Saat itu juga Bu Ema memanggil Riki ke kantor. Bu Ema
menginginkan agar Riki berbicara jujur. Mulamula Riki mengelak bahwa
ia telah membolos. Tidak lama kemudian orang tua Riki datang ke
sekolah. Akhirnya Riki mengakui semua kesalahannya. Ia minta maaf dan
berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Orang tua Riki merasa malu karena tingkah laku Riki. Kemudian
Bu Ema menasehati Riki dengan disaksikan kedua orang tuanya. Sebagai
hukumannya, Riki harus menulis jam kehadirannya di sekolah. Ia juga
harus membuat pernyataan akan selalu jujur dan tidak membolos lagi.
Perbuatan Riki telah merugikan Riki dan orang tuanya. Orang
tuanya ikut menanggung malu akibat perbuatan yang dilakukan oleh Riki.
Sejak saat itu Riki menyadari bahwa melanggar aturan akan menimbulkan
kerugian. Ia berjanji tidak akan melanggar aturan lagi.

Gambar. 2.20. Bu Ema memberi nasehat kepada Riki dan orang tuanya

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

46

3. Akibat Melanggar Aturan di Masyarakat


Bacalah cerita singkat dibawah ini!
Peraturan di masyarakat sangat beragam. Selain aturan tertulis,
ada juga aturan yang tidak tertulis. Aturan tidak tertulis biasanya berupa
sopan santun dan adat istiadat masyarakat setempat. Oleh sebab itu,
peraturan di suatu daerah belum tentu sama dengan aturan di daerah lain.
Di kampung Makmur RT 01 ada seorang warga yang bernama
Pak Hami\d. Keluarga Pak Hamid terkenal sebagai keluarga yang kaya.
Rumahnya bagus dan halamannya luas. Rumah itu dikelilingi pagar yang
tinggi dan kuat. Di atas pagar terdapat kawatkawat berduri yang tajam.
Pak Hamid merasa aman karena tidak mungkin ada pencuri yang dapat
masuk ke rumahnya.
Sayangnya, Pak Hamid tidak pernah mau mengikuti kegiatan di
kampungnya. Setiap kali ada rapat atau kerja bakti Pak Hamid tidak
pernah datang. Pak Hamid juga tidak mau ikut ronda malam. Beliau
merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain.
Sebagai ketua RT, Pak Eko berusaha mengingatkan Pak Hamid.
Pak Eko meminta agar Pak Hamid mau terlibat dalam kegiatan di
kampung. Namun, Pak Hamid tidak pernah memperhatikan himbauan Pak
RT.

Gambar. 2.21 Rumah Pak Hamid Kebakaran


Suatu hari, terjadi kebakaran di rumah Pak Hamid. Pak Hamid dan
anggota keluarganya berteriak meminta tolong. Namun, tak seorang pun
warga kampung mau menolong atau membantunya.
Rumah Pak Hamid habis terbakar. Tidak ada harta benda yang
tersisa. Pak Hamid dan keluarganya hanya dapat meratapi peristiwa yang
terjadi. Mereka menyesali sikapnya selama ini. Seandainya para
penduduk kampung mau membantu memadamkan api, pasti seluruh
rumah tidak akan terbakar.
Sejak peristiwa itu, Pak Hamid tidak angkuh lagi. Setiap ada
kegiatan dikampung, Pak Hamid selalu datang. Kini Pak Hamid hidup
rukun dengan warga sekitar di kampungnya.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

47

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

48

SK 2 Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat


KD 2.3 Melaksanakan aturan aturan yang berlaku di lingkungan
masyarakat sekitar
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model,
metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
Pertemuan Pertama
1. Strategi pembelajaran
: Heuristik
2. Model pembelajaran
: Pembelajaran berdasarkan masalah
3. Metode pembelajaran
:
a. Tanya jawab
b. Diskusi
c. Penugasan
4. Media pembelajaran :
a. Poster peraturan peraturan lalu lintas
b. Poster tata tertib disekolah
c. Gambar beberapa contoh peraturan yang berada di lingkungan
sekitar,
d. LKS Kelompok
e. video tentang peraturan peraturan yang ada di masyarakat dan
lembar kerja siswa
f. Nomor kelompok
Pertemuan Kedua
1. Strategi pembelajaran
2. Model pembelajaran
3. Metode pembelajaran :
a. Tanya jawab
b. Diskusi
c. Role Playing
4. Media pembelajaran :
a. Naskah scenario
b. Nomor kelompok
c. Atribut drama

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

: Heuristik
: Contextual Teaching and Learning

49

UNIT 6
PENTINGNYA HARGA DIRI

Standar Kompetensi
4. Memiliki harga diri sebagai individu
Kompetensi Dasar
4.2 Mengenal pentingnya harga diri

Harga diri berasal dari kata harga dan diri. Harga dapat diartikan
sebagai suatu nilai atau kehormatan. Diri artinya orang seorang yang
terpisah dari yang lain. Jadi harga diri dapat diartikan sebagai nilai diri
atau kehor-matan diri seseorang menyangkut tentang kepribadiannya.
Harga diri seseorang tergantung dari kepribadian orang itu sendiri. Orang
yang mempunyai kepribadian yang baik harga dirinya akan baik juga.
Sebaliknya orang yang kepribadiannya buruk, harga dirinya akan rendah.
Orang yang harga dirinya baik akan dihormati orang lain. Orang yang
harga dirinya jelek akan dilecehkan orang lain.
Orang yang selalu menganggap dirinya buruk dan mempunyai
banyak kelemahan akan menjadi orang yang rendah diri. Sifat rendah diri
ini akan merugikan diri sendiri. Oleh sebab itu, kamu harus dapat
menemukan kelebihan-kelebihan dirimu. Kelebihan-kelebihan itulah yang
harus selalu dikembangkan dengan baik. Untuk mengembangkan diri
dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti rajin belajar, sering berlatih,
rajin bekerja, dan senang bergaul.
Kelebihan diri akan tampak pada bakat dan kesenangan. Bakat
tidak akan berkembang jika tidak disertai latihan yang sungguhsungguh.
Orang yang mempunyai bakat menyanyi akan lebih mudah belajar
menyanyi. Orang yang mempunyai bakat bermain musik akan lebih
mudah belajar musik. Orang yang mempunyai kecerdasan yang tinggi
akan lebih mudah menerima pelajaran. Karena setiap orang mempunyai
bakat sendiri-sendiri, maka kamu harus dapat menemukan bakatmu. Lalu,
kembangkanlah bakat itu dengan rajin belajar dan berlatih. Jika bakatmu
berkembang dengan baik, akan dapat mengangkat harga dirimu.

Gambar . 3.1. Anak sedang bernyanyi


[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

50

Gambar. 3.2. Anak yang sedang berlatih gitar


A. Pentingnya Harga Diri
Harga diri sangat penting bagi setiap orang. Orang yang
mempunyai harga diri akan mempunyai rasa percaya diri. Harga diri
seseorang akan memberikan semangat dalam melakukan kegiatan.
Bacalah cerita berikut ini!
Beberapa hari yang lalu rumah Iwan terbakar. Seluruh harta
bendanya habis terbakar. Meskipun seluruh keluarganya selamat,
peristiwa itu membuat Iwan merasa rendah diri. Ia tidak mempunyai apaapa lagi selain pakaian yang dikenakannya.

Gambar. 3.3. Iwan sedang duduk termenung membayangkan


rumahnya yang terbakar
Sejak saat itu Iwan tampak selalu murung. Saat di sekolah Iwan
lebih senang menyendiri. Di saat teman-temannya bermain di halaman,
Iwan lebih suka duduk sendiri. Iwan merasa minder dengan teman-teman
sekolahnya. Bahkan, ia sempat tidak mau sekolah. Soni adalah ketua
kelas tiga. Ia dan kawan-kawannya turut merasakan kesedihan yang
dialami Iwan. Lalu mereka mengumpulkan uang untuk membeli seragam,
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

51

sepatu, dan alatalat tulis. Kemudian barang-barang itu diberikan kepada


Iwan.

Gambar. 3.4. Anak-anak memberikan tas, dan sepatu kepada Iwan


Saat menerimanya, Iwan sangat terharu. Ia merasakan bahwa
teman-temannya sangat peduli kepadanya.
Kini Iwan tidak merasa minder lagi di sekolah. Semangat
belajarnya tumbuh kembali. Ia sudah mem-punyai rasa percaya diri yang
tinggi. Di sekolah, Iwan dapat bermain dan belajar bersama dengan baik.
Temantemannya menghargai Iwan. Iwan pun menghargai temantemannya.
Cerita tersebut menggambarkan pentingnya harga diri bagi kita.
Sebagai makhluk sosial, kita hidup bersama-sama dengan orang lain.
Setiap orang tentu ingin dihargai oleh orang lain. Sebaliknya, kita juga
harus mau menghargai orang lain. Kita ingin dapat diterima orang lain dan
dapat menjadi bagian dalam kehidupan bersama. Kalau di sekolah, kita
ingin dapat bermain dan belajar bersama teman-teman. Kalau di rumah
kita ingin dapat bermain dengan saudara dan orang tua. Di masyarakat,
kita ingin dapat bergaul dengan teman-teman kampung.
Harga diri akan mendatangkan semangat hidup bagi kita. Semula
Iwan tidak bersemangat dalam belajar karena merasa tidak mempunyai
harga diri. Ia merasa malu karena segala sesuatunya telah habis akibat
peristiwa kebakaran. Ia beranggapan bahwa teman-temannya pasti akan
mengejeknya akibat kejadian tersebut. Ia pikir teman-temannya tidak mau
bermain dan belajar bersamanya lagi. Namun, ternyata anggapan Iwan itu
salah. Teman-temannya justru sangat peduli dengan Iwan. Dengan
dorongan temantemannya, Iwan mulai menyadari bahwa teman-temannya
sangat menghargainya. Mereka tidak mengejek Iwan tetapi justru
memperhatikan dia. Berkat perhatian teman-temannya itu Iwan kembali
mempunyai semangat belajar.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

52

Harga diri akan membuat kita lebih menghargai diri sendiri apapun
keadaannya. Setiap orang pasti mempunyai kelemahan dan kelebihan.
Kita tidak perlu khawatir dengan kelemahan-kelemahan yang ada. Kita
harus tetap bersyukur karena Tuhan memberikan kelebihan-kelebihan
kepada kita. Kita tidak boleh membenci diri kita. Sebaliknya, kita harus
mencintai dan mengembangkan diri kita dengan baik.
Harga diri membuat kita dapat menemukan kelebihan-kelebihan
pada diri kita. Tuhan memberi karunia kepada setiap orang dengan segala
kelebihan dan kekurangannya. Kalau kita merasa mempunyai harga diri,
kita akan berusaha meningkatkan harga diri itu. Hal ini dapat dilakukan
dengan cara menemukan kelebihan-kelebihan diri kita lalu
mengembangkannya. Kelebihan-kelebihan itu dapat berupa bakat, hobi,
kecerdasan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, kembangkanlah bakatbakatmu untuk meningkatkan harga dirimu.
Harga diri akan mendorong kita melakukan hal-hal yang baik.
Kalau kita melihat diri kita sebagai orang yang baik, kita dituntut untuk
melakukan hal-hal yang baik pula. Dengan demikian kita akan suka
menghargai orang lain, membantu orang lain, dan perbuatan baik yang
lain. Sebaliknya, kalau kita melihat diri kita sebagai anak yang nakal, kita
akan terdorong melakukan hal-hal yang tidak baik. Misalnya, kita suka
berkelahi, mencuri, dan mengganggu orang lain.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

53

Bacalah cerita berikut ini!

Cerita tersebut menggambarkan bahwa harga diri yang rendah


dapat mendorong kita berbuat yang tidak baik. Di samping itu, kita
semakin kurang mencintai diri sendiri dan kurang percaya bahwa orang
lain memperhatikan diri kita. Akibatnya, kita jadi kurang percaya diri.
Oleh sebab itu, kita harus mempunyai rasa percaya diri. Kita harus
menyayangi diri sendiri. Kita juga harus menghargai orang lain. Kita tidak
boleh mengejeknya. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Kita
harus mau memaafkan kesalahan orang lain. Kita harus menjaga harga
diri orang lain agar orang itu tidak patah semangat. Perhatian dan
kepedulian kita pada orang lain akan memberikan semangat. Maka,
belajarlah menghargai orang lain agar orang lain juga menghargai kita.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

54

SK 3 Memiliki HargaDiri Sebagai Individu


KD 3.1 Mengenal Pentingnya Harga Diri
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model,
metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
1. Strategi pembelajaran
: Heuristik
2. Model pembelajaran
: Contextual Teaching and Learning
dan Cooperative Learning Type Talking Stick
3. Metode pembelajaran :
a. Tanya jawab
b. Cerita
c. Penugasan
4. Media pembelajaran :
a. Gambar motivasi yang dapat membangkitkan semangat anak
b. Video tentang motivasi untuk mendapatkan penghargaan
c. Sebuah stick
d. LKS

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

55

UNIT 7
BENTUK HARGA DIRI

Standar Kompetensi
4. Memiliki harga diri sebagai individu
Kompetensi Dasar
4.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri

1. Menghargai Diri Sendiri


Manusia adalah makhluk Tuhan yang unik. Setiap manusia
diciptakan berbeda satu dengan yang lain. Tidak ada manusia yang sama.
Oleh sebab itu, tidak semua manusia mempunyai bakat, kemampuan, dan
kesenangan yang sama. Kita harus merasa bangga dengan diri kita.
Apalagi, jika kita memiliki banyak kelebihan.
Bacalah cerita dibawah ini!
Ita salah seorang siswa kelas tiga SD Merdeka. Ita merasa
bangga pada dirinya karena mempunyai wajah yang cantik. Teman Ita
banyak sekali. Setiap hari mereka bermain bersama dengan riang
gembira. Ita sangat bahagia sekali.

Gambar. 3.6. Ita yang wajahnya cantic


Di sekolah, Ita mempunyai teman bernama Olga. Olga juara
pertama di kelas tiga. Olga mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi.
Setiap ulangan nilainya selalu yang terbaik di antara teman-temannya.
Demikian juga untuk nilai tugas-tugas dan pekerjaan rumahnya. Karena
prestasinya itu, teman-teman, guru dan orang tuanya sering memujinya.
Olga merasa bahagia sekali. Ia mempunyai rasa percaya diri yang tinggi
sehingga dapat melakukan tugas sehari-hari dengan baik.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

56

Gambar. 3.7. Olga yang menerima piala


Di kelas tiga ada seorang siswa bernama Eva. Ia mempunyai
bakat menyanyi. Suaranya sangat merdu. Berkali-kali ia menjadi juara
dalam lomba menyanyi. Eva mensyukuri bakatnya itu. Ia giat berlatih
menyanyi untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya. Bahkan, ia
mengikuti latihan menyanyi di sebuah sanggar. Kini Eva sering mengisi
acara hiburan di stasiun radio maupun televisi. Berkat kelebihannya itu,
Eva tampil dengan baik dan penuh percaya diri.

Gambar. 3.8. Eva ikut lomba nyanyi


Namun ada juga orang yang mempunyai banyak kelebihan, tetapi
ia tidak mensyukurinya. Bahkan, ia tidak merasa bangga dengan
kelebihannya itu. Misalnya, salah seorang siswa yang bernama Hendra.
Hendra adalah anak tunggal Pak Imam. Pak Imam seorang pengusaha
yang kaya raya.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

57

Gambar. 3.9. Hendra pamer tas baru


Sepatu, tas, dan peralatan sekolah yang dimiliki Hendra
harganya mahal. Tapi Hendra tidak pernah puas dengan semua yang
dimilikinya. Ia selalu iri jika temannya membeli barang baru. Kekayaan
yang seharusnya disyukuri oleh Hendra, justru membuat ia tidak
pernah merasa puas. Akhirnya, ia menjadi anak yang sombong.
Karena kesombongannya itu, Hendra dijauhi teman-temannya.

Gambar. 3.10. Santi memperlihatkan lukisannya


Di kelas tiga ada juga siswa yang memiliki kekurangan bernama
Santi. Kakinya tinggal satu akibat kecelakaan lalu lintas. Meskipun Santi
tidak dapat berjalan secara sempurna, ia tetap punya rasa percaya diri
yang tinggi. Ia tidak merasa sedih. Santi mempunyai bakat menggambar
yang luar biasa. Lukisan-lukisannya sering dipamerkan di gedung kesenian. Berkali-kali ia menjadi juara lomba lukis di tingkat sekolah dasar.
Setiap bermain di rumah Santi, temantemannya kagum melihat berbagai
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

58

macam piala kejuaraan yang terpampang di ruang tamu rumahnya.


Prestasi yang dicapai Santi telah membawa nama baik sekolahnya. Bapak
dan Ibu Guru merasa bangga dengan kemampuan melukis Santi.
Selain Santi, ada juga siswa kelas tiga yang bernama Heru. Ia
berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya seorang penarik sampah.
Namun, Heru merasa bangga karena ayahnya seorang yang sangat jujur.
Meskipun serba kekurangan, ayahnya tidak mau melakukan sesuatu yang
tidak terpuji. Beliau tidak mau mencuri. Beliau juga tidak pernah menipu.
Hal inilah yang membuat Heru tetap mempunyai rasa percaya diri yang
tinggi, meskipun ia orang miskin.
2. Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak ada
manusia yang sempurna. Ada anak yang cerdas tetapi wajahnya buruk.
Ada anak yang cantik tetapi tidak begitu cerdas. Ada anak yang cacat
tetapi otaknya cerdas. Ada yang pandai pelajaran matematika tetapi tidak
terampil dalam olah raga. Ada anak yang berasal dari keluarga yang kaya
raya tetapi bodoh dan malas belajar. Ada yang nilai mata pelajarannya
tidak baik tetapi sangat pandai menyanyi, dan sebagainya.
Kelebihan biasanya berupa bakat-bakat yang ada pada diri kita.
Bakat ini akan dapat berkembang dengan baik jika disertai belajar dengan
tekun dan rajin berlatih.
3. Menerima Keadaan Diri Apa Adanya
Segala sesuatu yang ada dalam diri kita merupakan karunia
Tuhan. Kita tidak boleh merasa sombong karena kelebihankelebihan kita.
Sebaliknya, kita tidak boleh merasa rendah diri akibat kelemahankelemahan diri kita. Kita harus menerima diri kita apa adanya. Segala
kelebihan dan kekurangan wajib kita syukuri sebagai suatu anugerah
Tuhan. Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita harus berani
mengakui kekurangan diri kita. Kekurangan dalam diri kita tidak boleh
menjadikan kita larut dalam kesedihan. Masih banyak orang lain yang
kurang beruntung daripada kita.
Perhatikan dengan cermat keadaan di lingkunganmu! Adakah
para pengemis, fakir miskin, anak-anak telantar, dan para gelandangan?

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

59

Gambar. 3.11. Pengemis

Gambar. 3.12. Anak Telantar

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

60

Gambar3.13. Gelandangan

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

61

Masih banyak lagi orang yang kurang beruntung. Cobalah kamu


simak berita tentang berbagai daerah yang dilanda berbagai bencana
seperti kelaparan, banjir, tanah longsor, atau gempa bumi! Kamu tentu
lebih beruntung daripada mereka. Oleh sebab itu, kita tidak perlu merasa
rendah diri karena kekurangan dan kelemahan diri kita. Namun, kita harus
berusaha agar kekurangankekurangan itu dapat diubah menjadi lebih baik
dengan berdoa dan berusaha.Bacalah cerita berikut ini!

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

62

Cerita tersebut menggambarkan bahwa meskipun buta, ternyata


mempunyai banyak kelebihan. Kelebihan pemuda buta itu di antaranya
mampu mendengar suara kepak sayap burung dan mampu membaca
tanda-tanda ada harimau lewat. Padahal, saudara iparnya yang tidak buta
justru tidak tahu. Pemuda buta itu juga lebih pandai berburu daripada
saudara iparnya. Pemuda buta bisa mendapatkan burung yang indah
sedangkan saudara iparnya hanya mendapatkan burung yang tidak
menarik. Dari cerita tersebut terkandung pesan bahwa kita tidak boleh
rendah diri jika mempunyai banyak kekurangan. Namun, kita harus tetap
percaya diri bahwa kita juga mempunyai kelebihan-kelebihan. Oleh sebab
itu, kita harus dapat menemukan kelebihan-kelebihan diri kita untuk
dikembangkan. Segala kekurangan dan kelebihan itu harus kita terima
dan syukuri sebagai anugerah Tuhan.
4. Usaha dalam Mengembangkan Kelebihan
Pada pelajaran yang lalu telah kita ketahui bahwa setiap manusia
memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan setiap
orang berbeda-beda. Kelebihan diri dikembangkan dengan cara giat
belajar dan berlatih. Setiap usaha juga harus disertai dengan berdoa
kepada Tuhan. Pernahkah kamu mendengar kata ora et labora? Kalimat
tersebut mengandung arti bekerja dan berdoa. Untuk lebih jelasnya,
perhatikan cerita tentang Rino dan Dini berikut!

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

63

Bacalah cerita berikut ini!

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

64

Cerita tersebut menggambarkan bagaimana Rino dan Dini


memanfaatkan kelebihannya. Setiap kelebihan tentu mempunyai manfaat.
Jika kelebihan kita bermanfaat bagi orang lain, maka kita akan semakin
dihargai orang lain.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

65

SK 3 Memiliki Harga Diri Sebagai Individu


KD 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri
sendiri, mengakui kelebihan
dan kekurangan diri sendiri, dan lain lain
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode
dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
1. Strategi Pembelajaran
: Heuristik
2. Model Pembelajaran
: Pembelajaran berbasis masalah
dan Example dan non example
3. Metode Pembelajaran :
a. Tanya jawab
b. Diskusi
c. Penugasan
4. Media Pembelajaran
:
a. Gambar seseorang yang meningkatkan harga diri (perolehan
prestasi) dan Gambar seseorang yang tidak bisa menjaga
harga diri,
b. Lembar kerja siswa
c. Video contoh bentuk harga diri
d. Kartu contoh-contoh bentuk harga diri
e. Kartu penjelasan dari contoh bentuk harga diri

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

66

UNIT 8
HARGA DIRI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Standar Kompetensi
4. Memiliki harga diri sebagai individu
Kompetensi Dasar
4.2 Menampilkan prilaku yang mencerminkan harga diri

Harga diri seseorang berkaitan erat dengan perilaku orang itu


kepada orang lain. Orang yang berperilaku baik akan dihargai orang lain.
Orang yang berperilaku buruk akan dilecehkan orang lain. Perilaku yang
baik harus kita biasakan dalam kehidupan sehari- hari. Kalau kita
berperilaku yang baik di sekolah, teman-teman dan guru akan senang
kepada kita. Kalau kita berperilaku baik dalam keluarga, kita akan
disayangi oleh orang tua dan saudara. Kalau kita berperilaku baik di
masyarakat, kita akan dihargai oleh warga masyarakat. Perilaku yang baik
mencerminkan harga diri kita di hadapan Tuhan dan sesama. Kamu tentu
mengetahui tentang perilaku yang baik.

Gambar .3.14.membantu teman yang bukunya jatuh

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

67

Gambar 3.15.menjenguk teman sakit

Gambar.3.16.membuang sampah pada tempatnya


Bacalah cerita dibawah ini!
itu Jeki sedang duduk di ruang tamu bersama ibunya. Ibu
menceritakan kisah Malin Kundang. Jeki mendengarkan cerita ibunya
dengan penuh perhatian. Meskipun cerita Malin Kundang sudah berkalikali diceritakan oleh ibunya. Jeki menghormati ibunya dengan
mendengarkan cerita ibunya. Jeki pun tidak pernah mengeiuh meskipun
cerita itu sudah diceritakan oieh ibunya berkali-kali. Setelah Ibu bercerita,
beliau berpesan pada Jeki. Jeki anakku, janganlah kamu seperti Malin
Kundang karena is anak yang durhaka. Ibu berharap kamu bisa menjadi
anak yang rajin belajar, suka menolong orang lain, dan menghormati
orang yang lebih tua. Jeki menjawab dengan sopan dan penuh hormat.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

68

Jeki selalu berkata dengan menggunakan kata-kata yang sopan


jika berbicara dengan orang tuanya. Dia juga tidak pernah membantah
kata-kata dari orang tuanya. Orang tua Jeki sangat sayang padanya
karena menjadi anak yang patuh, sopan, dan menghormati orang tua. Apa
yang dilakukan Jeki merupakan bentuk perilaku yang mencerminkan
harga diri. Kita di rumah berbicara dengan orang tua, kakak, adik, dan
kerabat yang lain. Kita harus tahu dengan siapa kita berbicara. Dengan
orang yang lebih tua atau lebih muda. Saat berbicara dengan orang yang
lebih tua, kita harus menggunakan bahasa yang sopan dan halus. Kita
tidak boleh berbicara kasar pada orang tua. Jika kita berbicara dengan
orang yang lebih kecil gunakan kata-kata yang baik. Dengan anggota
keluarga hendaknya kita selalu bersikap hormat, saling menolong, ramah,
dan sopan. Kalian tidak boleh membantah orang tua. Kalian juga tidak
boleh marah-marah pada orang tua. Jika kita mengembangkan perilaku
baik akan tercipta suasana yang menyenangkan, tenteram, dan damai di
rumah.
SK 3. Memiliki harga diri sebagai individu
KD 3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri
Berdasarkan
analisis
SK
dan
KD
diatas
maka
strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah
sebagai berikut :
1. Strategi Pembelajaran
: Heuristik
2. Model Pembelajaran
: Picture and Picture
3. Metode Pembelajaran :
a. Demonstrasi
b. Tanya jawab
c. Penugasan
d. Bercerita
4. Media pembelajaran :
a. Gambar menolong teman, menjenguk teman yang sakit,
membuang sampah pada tempatnya dan membuang sampah
sembarangan, menjaili teman
b. Proyektor
c. Kartu gambar perilaku

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

69

UNIT 9
CIRI KHAS BANGDA INDONESIA

Standar Kompetensi
4. Memiliki kebanggan sebagai bangsa Indonesia
Kompetensi Dasar
4.2 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, dan
keramahtamahan

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Wilayah negara kita


sangat luas dan terdiri dari beribu-ribu pulau yang tersebar dari Sabang
sampai Merauke. Di samping itu, tanah air Indonesia sangatlah subur dan
kaya akan berbagai sumber daya alam. Oleh sebab itu, sudah
sepantasnya kita merasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Banyak hal yang dapat kita banggakan sebagai bangsa Indonesia,
seperti kekayaan alam yang melimpah, tanah yang subur, dan
pemandangan yang indah, hasil alam yang banyak dan beranekaragam,
serta berbagai sumber daya alam yang lain. Bangsa Indonesia terdiri dari
berbagai macam suku bangsa dengan aneka kebudayaan daerahnya.
Keanekaragaman itu bukan untuk dipertentangkan. Tetapi, merupakan
suatu sarana untuk bersatu sehingga dapat tercipta persatuan dan
kesatuan bangsa yang kokoh. Pada pelajaran ini, kamu akan diajak untuk
mengenal lebih jauh tentang berbagai perbedaan yang merupakan
kekayaan bangsa Indonesia. Untuk itu, marilah kita pelajari tentang ciri
khas bangsa Indonesia, rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, dan
membiasakan diri berperilaku yang baik.
1. Ciri Khas Bangsa Indonesia
a. Bhineka Tunggal Ika

Gambar .4.1. Gambar Burung Garuda

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

70

Pada pita yang dicengkeram oleh burung Garuda Pancasila


terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Kalimat itu diambil
dari Buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. Semboyan ini sangat tepat
bagi bangsa Indonesia. Makna dari semboyan ini adalah bahwa bangsa
Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku bangsa, bahasa daerah, serta
budaya daerah. Namun demikian, keanekaragaman itu bukanlah
merupakan suatu penghalang. Tetapi, keanekaragaman itu merupakan
sarana untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sarana pemersatu
bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, semboyan ini hendaklah dijadikan
pegangan bagi setiap warga negara Indonesia dalam mewujudkan
persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semboyan ini, bangsa kita akan
terhindar dari perpecahan. Perbedaan-perbedaan yang ada justru
merupakan kekayaan bangsa. Perbedaan itu kita jadikan modal untuk
bersatu. Perbedaan bangsa Indonesia sangat beragam sehingga
memunculkan adanya berbagai kebudayaan daerah seperti, tarian
daerah, bahasa daerah, suku bangsa, senjata tradisional, dan rumah adat.
Provinsi di Pulau Sumatera
1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD)
Ibukota: Banda Aceh
Rumah Adat : Rumoh Aceh atau Rumah Krong Bade
Pakaian Adat : Pakaian Adat Pidie
Tarian Tradisional : Tari Seudati, Tari Meuseukat, Tari Saman, Tari Mulia
Ratep Aceh,, Tari Kipah Sikarang Aceh, Tari Ranup Lam Puan, Tari
Rapai Geleng Aceh, Tari Turun Kuaih Aunen Aceh, Tari Aceh Gempar.
Senjata Tradisonal : Rencong, Klewang, Peudeung oon Teubee dan
Sikin Panyang,
Lagu Daerah : Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Sepakat Segenap,
Tawar Sadenge
Suku : Aceh, Gayo, Alas, Kluet, Tamiang, Singkil, Aneuk Jame,
Simeleuw, Pulau, Haloban, Devayan, Sigulai, Lekon dan Julu,
Julukan : Kota Serambi Mekkah

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

71

2.

Provinsi Sumatera Utara (SUMUT)


Ibukota : Medan
Rumah Adat : Ruma Bolon atau Ruma gorga
Pakaian Adat : Pakaian Adat Karo atau Ulos
Tarian Tradisional : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor, Tari Terang
Bulan, Tari Kuala Deli Tanjung Katung Medan, Tari Maena, Tari Pesta
Gembira, Tari Kemuliaan Man Dibata Karo, Tari Karo Lima Serangkai,
Tari Bolo-Bolo Karo, Tari Begu Deleng Sumatera Utara, Tari Dembas
Simenguda Tapanuli,.
Senjata Tradisonal : Piso Surit, Piso Gaja Dompak, Hujur, Podang,
Belati,
Lagu Daerah : Anju Ahu, Pantun Lama, Bungo Bangso, Cikala Le
Pongpong, Butet,Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri,
Mariam Tomong, Nasonang DohitaNadua, Rambadia, Sengko-Sengko,
Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So,Tapian Nauli
Suku : Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Toba,
Melayu, Nias, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Melayu Langkat,
Pesisir dan Maya-maya
Julukan : Kota Melayu Deli

3.

Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR)


Ibukota : Padang
Rumah Adat : Rumah Gadang
Pakaian Adat : Pakaian Adat Bundo Kanduang
Tarian Tradisional : Tari Piring, Tari Payuang, Tari Baralek Gadang, Tari
Pasambahan, Tari Indang, Tari Rantak, Tari Galombang, Tari Sabalah,
Tari Lilin, Tari Indang Badinding,
Senjata Tradisonal : Kerambit atau kurambiak, Karih, Belati, Tombak,
Ruduih, Piarit
Lagu Daerah : Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam,

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

72

Kambanglah Bungo,Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga,


Malam Baiko, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu, MakInang,
PakuGelang
Suku : Minangkabau (Piliang, Pisang, Panyalai, Koto), Melayu,
Mentawai, Chaniago, Sikumbang, dan Guci
Julukan : Kota Tercinta

4.

Provinsi Riau
Ibukota : Pekan Baru
Rumah Adat : Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar
Pakaian Adat : Pakaian Adat Belanga
Tarian Tradisional : Tari Joged Lambak, Tari Pedang Jenawi, Tari
Pembubung, Tari Zapin Sekampung,Tari Sinar, Tari Lenggang Melayu,
Tari Zapin, Tari Riuh Tambourine, Tari Zapin Kampung Melayu Pekan
Baru, .
Senjata Tradisional : Pedang Jenawi, Badik Tumbuk Lada
Lagu Daerah : Soleram, Agar Terbang Bawa Bersuluh, Anak Igat,
Lancang Kuning, Langgam Melayu, Zapin Pantai Solop, Kutang
Barendo, Ocu Maantau, Zapin Laksmana Raja di Laut
Suku : Melayu, Akit, Talang Mamak, Orang utan Bonai, Sakai, Hutan,
Kuala/Duano, Petalangan
Julukan : Kota Bertuah

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

73

5.

Provinsi Kepulauan Riau


Ibukota: Tanjung Pinang
Rumah Adat : Belah Bubung
Pakaian Adat : Pakaian Adat Teluk Belanga dan Kebaya Labuh
Tarian Tradisional : Tari Tandak, Tari melemang, Tari Zapin, Tari Joget
Dangong, Tari Jogi, Tari Makyong, Tari Mendu, Tari Inai, Tari Dayung
Sampan, Tari Topeng, Tari Lang-Lang Buana, Tari Alu, Tari Ayam Sudur,
Tari Boria, Tari Zikir Barat, Tari Rokana, Tari Joget lambak, Tari
Damnah, Tari Semah Kajang, Tari Dendang Dangkong, Tari Sirih Lelat,
Tari Tebus Kipas, Tari Sekapur Sirih, Tari Engku Puteri, Tari Mustika
Kencana, Tari Marhaban, Tari Menjunjung Duli, Tari Tandak Pengasih,
Tari Ikan Kekek, Tari Tarek Rawai, Tari Pasang Rokok, Tari Masri, Tari
Betabik, Tari Lenggang Cecak, Tari Laksemane Bentan
Senjata Tradisonal : Ulu Kundit, Pedang Jenawi
Lagu Daerah : Pulau Bintan, Segantang Lada, Tambelan, Hang Tuah,
Kampung Halaman, Pak Ngah Balek, Kasih Dan Budi
Suku : Melayu, Siak, Sakai, Kubu, Kerinci, Bajau, Batin, Penghulu, Laut
Julukan : Bumi Melayu Lancang Kuning, Bumi Segantang Lada, Bumi
Gurindam dan Negeri Pantun.

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

74

6.

Provinsi Jambi
Ibukota : Jambi
Rumah Adat : Panggung Kajang Leko
Pakaian Adat : Pakaian Adat Melayu Jambi
Tarian Tradisional : Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan, Tari
Selendang Mak Inang, Tari Rentak Besapih, Tari Tauh, Tari Selaras
Pinang Masak,Tarian Magis Gadis, Tari Kipas Keprak.
Senjata Tradisonal : Badik Tumbuk Lada, Keris, Pedang, Tombak, dan
Sampitan
Lagu Daerah : Selendang Mayang, Pinang Muda, Injit-Injit Semut,
Batanghari, Dodoi si dodoi, Timang-timang anakku saying, Tanduklah
Lancip, Angso Duo, Selendang Mak Inang, Orang Kayo Hitam
Suku : Batin, Kerinci, Penghulu, Pindah, Melayu Jambi, Melayu Pesisir,
Kubu, dan Bajau
Julukan : Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

75

7.

Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL)


Ibukota : Palembang
Rumah Adat : Rumah Limas
Pakaian Adat : Pakaian Adat Aisan Gede
Tarian Tradisional : Tari Tanggai, Tari Pagar Pengantin Palembang, Tari
Putri Bekhusek, Tari Kelindan Sumbay, Tari Gending Sriwijaya, Tari
Kipas Linggau
Senjata Tradisonal : Siwar dan tombak trisula
Lagu Daerah : Dek Sangke, Tari Tanggai, Kabile-bile, Cuk Mak Ilang,
Pangkalan Umbak, Gending Sriwijaya, Pempek Lenjer, Ya Saman,
Dirut, Kapal Selam
Suku : Palembang, Melayu, Kikim, Semendo, Komering, Pasemah,
Lintang, Pegagan, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan,
Penesek Gumai, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, Kayu Agung,
Lematang, Banyuasin dan Ranau
Julukan : Kota Pempek

8.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BABEL)


Ibukota : Pangkal Pinang
Rumah Adat : Rumah Rakit, Rumah Limas
Pakaian Adat : Pakaian Adat Paksian
Tarian Tradisional : Tari Campak, Tari Tincak Gambus Bangka Belitung,
Tari Taluput, Tari Sepen, Tari Sambut Sepintu Sedulang, Tari Kedidi, Tari
Tabar, Tari lapin, Tari Melimbang Timah, Tari Beripat, Tari Pucuk Purun,
Tari Kedidi, Tari Serimbang, Tari Ngeset Wak-wak
Senjata Tradisional : Parang Bangka, Siwar Panjang, Kedik

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

76

Lagu Daerah : Yok Miak, Alam Wisata Pulau Bangka, Men Sahang Lah
Mirah, Nasib Si Bujang Saro, Sidik Belitong, Icak-Icak Dek Tau, Miakku
Sayang
Suku : Melayu, Lom, dan Sekak atau Sawang
Julukan : Serumpun Sebalai dan Bumi Sepintu Sedulang

9.

Provinsi Bengkulu
Ibukota : Bengkulu
Rumah Adat : Bubungan Lima
Pakaian Adat : Pakaian Adat Bengkulu
Tarian Tradisional : Tari Andun, Tari Ganau, Tari Bidadari Terminang
Anak, Tari Lanan Belek, Tari Kejei, Tari Sekapur Sirih, Tari Tabot, Tari
Pedang, Tari Putri Gading Cempaka, Tari Persembahan Rejang,
Senjata Tradisonal : Keris Bengkulu, Badik, Kuduk, Rudus
Lagu Daerah : Lalan Belek, Bedindang, Anak Kunang, Be Inai Curi, Ibo,
Kota Cuup, Pegi Berayak, Taneak Tanai, Jibeak Weo, Semulen Keme
Suku : Muko-muko, Pekal, Serawai, Pasemah, Enggano, Kaur, Rejang,
Lembak, Melayu, Ketahun
Julukan : The Land Of Raflesia

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

77

10. Provinsi Lampung


Ibukota : Bandar Lampung
Rumah Adat : Nuwou Sesat
Pakaian Adat : Pakaian Adat Tulang Bawang
Tarian Tradisional : Tari Sembah Sigeh Penguten, Tari Jangget, Tari
Melinting, Tari Ngelajau, Tari Sembah Lampung, Tari Bedana Lampung.
Senjata Tradisonal : Pehduk payan, Golok/Candung, Keris/Kekhis,
Badik, Pisau/Lading, Terapang, Beladu
Lagu Daerah : Lipang - Lipang Dang, Adi-adi Laun Lambar, Cangget
Agung, Penyandangan, Sang Bumi Ghuwa Jughai, Tanoh Lado, Bumi
Lampung, Sakai Sambayan, Seminung, Muloh Tungga
Suku : Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Bawang
Mego Pak, Krui, Abung Siwo Mego, Skalabrak, Peminggir, Melinting,
Meninting, Semaka, Waykanan Buay Lima, Merpas, Belalau dan
Pasemah
Julukan : Kota Kain Tapis, Kota Pisang, Sang Bumi Ruwa Jurai

Provinsi di Pulau Jawa


11. Provinsi Banten
Ibukota : Serang
Rumah Adat : Rumah Baduy
Pakaian Adat : Pakaian Pengantin
Tarian Tradisional : Tari Prajurit, Tari Topeng, Tari Rampak Beduk, Tari
Grebeg Terbang Gede, Tari Cokek, Tari Lesung
Senjata Tradisonal : Golok dan Kujang
Lagu Daerah : Dayung Sampan, Jereh Bu Guru, Tong Sarakah, Ibu, Yu
ragem belajar
Suku : Baduy atau Kanekes
Julukan : Kota Santri

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

78

12. Provinsi DKI Jakarta


Ibukota : Jakarta
Rumah Adat : Rumah Kebaya, Rumah Gudang, Rumah Joglo Betawi,
Rumah Panggung
Pakaian Adat : Pakaian Adat Abang dan None Betawi
Tarian Tradisional : Tari Ronggeng, Tari Yapong, Tari Topeng Betawi,
Tari Cokek, Tari Lenggang Nyai, Tari Japin, Tari Doger Amprok, Tari
Kembang Lambang Sari, Tari Legong Kraton, Tari Kembang Rampe
Senjata Tradisonal : Golok
Lagu Daerah :Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Kicir-Kicir, Surilang,
Lenggang Kangkong, Ondel-ondel, Ronggeng Jakarta, Sirih Kuning,
Pepaya mangga Pisang Jambu, Wak-Wak Gung
Suku : Betawi
Julukan : Kota Metropolitan

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

79

13. Provinsi Jawa Barat (JABAR)


Ibukota : Bandung
Rumah Adat : Rumah Kasepuhan Cirebon
Pakaian Adat : Pakaian Adat Kebaya Jawa Barat
Tarian Tradisional : Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, Tari Jaipong, Tari
Wayang, Tari Kandagan, Tari Ketuk Tilu, Tari Digenjring Bonyok, Tari
Sipytri Sintren, Tari Topeng Cisalak, Tari Paku Jajar, Tari Ratu Graeni,
Tari Topeng Tumenggung Priangan
Senjata Tradisonal : Kujang
Lagu Daerah : Manuk Dadali, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Panon
Hideung, Pileuleuyan, Tokecang, Sintren, Bajing Luncat, Es Lilin, Neng
Geulis
Suku : Sunda
Julukan : Kota Kembang / Paris Van Java

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

80

14. Provinsi Jawa Tengah (JATENG)


Ibukota : Semarang
Rumah Adat : Rumah Joglo, Rumah Padepokan Jawa Tengah
Pakaian Adat : Pakaian Adat Kebaya Jawa Tengah
Tarian Tradisional :Tari Bambangan Cakil, Tari Gandrung, Tari Sintren,
Tari Bondan Payung, Tari Gambyong, Tari Serimpi
Senjata Tradisonal : Keris
Lagu Daerah : Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, lir-llir,
Jamuran, Bapak Pucung, Jaranan, Padang Wulan, Ande-ande Lumut,
Dondong Apa Salak
Suku : Jawa, Karimun, dan Samin
Julukan : Kota Lumpia / Kota Jamu

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

81

15. Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta


Ibukota : Yogyakarta
Rumah Adat : Rumah Bangsal Kencono, Rumah Joglo
Pakaian Adat : Pakaian Adat Kasatrian
Tarian Tradisional : Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedhaya, Tari Golek
Sulung Dayung, Tari Golek, STari ekar Pudyastuti, Tari Golek Retno
Adaninggar, Tari Topeng Putri Kenakawulan, Tari Angguk
Senjata Tradisonal : Keris
Lagu Daerah : Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Kidang Talun,
Tekate Dipanah, Menthok- menthok, Kupu Kuwi, Caping Gunung,
Walang Kekek, Gethuk
Suku : Jawa
Julukan : Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Seni dan Budaya

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

82

16. Provinsi Jawa Timur (JATIM)


Ibukota : Surabaya
Rumah Adat : Rumah Situbondo, Rumah Joglo
Pakaian Adat : Pakaian Adat Pesa'an
Tarian Tradisional : Tari Remo, Tari Reog Ponorogo, Tari Thengul, Tari
Boran, Tari Jaran Kencak,Tari Jejer Gandrung, Tari Malathe Satoor, Tari
Turangga Yaksa, Tari Singo Ulung, Tari Topeng Malangan, Tari Muang
Sangkal, Tari Jaranan, Tari Wayang Topeng, Tari Glipang,Tari
Gembu /Gambuh
Senjata Tradisonal : Celurit
Lagu Daerah : Keraban Sape, Tanduk Majeng, Rek ayo Rek, Cublakcublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Lindri, Grimis-Grimis,
Bapak Tane, Tanjung Perak
Suku : Jawa, Madura, Tengger, Bawean, dan Osing
Julukan : Kota Pahlawan

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

83

Provinsi di Pulau Nusa Tenggara dan Bali


17. Provinsi Bali
Ibukota : Denpasar
Rumah Adat : Gapura Candi Bentar
Pakaian Adat : Pakaian Adat Payas Agung
TarianTradisional : Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet, Tari
Manukrawa, Tari Panji Semirang, Tari Puspanjali, Tari Margapati, Tari
Tenun, Tari Wirayuda, Tari Gopala, Tari Condong, Tari Cendrawasih,
Tari Wiranata, Tari Legong Lasem (Kraton), Tari Ciwa Nataraja, Tari
Trunajaya, Tari Belibis, Tari Baris Tunggal, Tari Barong, Tari Gabor, Tari
Genjek, Tari Jauk, Tari Rejang
Senjata Tradisonal : Keris
Lagu Daerah : Macepet-cepetan, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, Putri
Cening Ayu, Ratu Anom, Tari Bali, Jangi Janger, Dewa Ayu,
Mejangeran, Dadong Dauh
Suku : Bali Aga dan Bali Majapahit
Julukan : Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)


Ibukota : Mataram
Rumah Adat : Rumah dalam Loka Samawa dan rumah Bale
Pakaian Adat : Pakaian Adat Suku Bima
Tarian Tradisional : Tari Mpaa Lenggogo, Tari Batunganga, Tari
Gandrung, Tari Oncer, Tari Randak Geroq, Tari Hadrah, Tari Kanja, Tari
Karaenta, Tari Katumbu, Tari Toja, Tari Lenggo, Tari Lengsara, Tari
Mpa'a, Tari Sere, Tari Tamak Lamung, Tari Tandang Mendet, Tari Sere,
Tari Nguri
Senjata Tradisonal : Keris, Sampari, Tulup
Lagu Daerah : Orlen-Orlen, Kupendi Jangi, Tutu Koda, Atte, Bilin
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

84

Suku : Sasak, Bayan, Sambori, Sumbawa/ Tau Samawa, Mata,


Donggo, Kore, Mbojo (Dompu dan Bima, dan Cek Bocek (Borus)
Julukan : Bumi Gogo Rancah (Bumi Gora)

19. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)


Ibukota : Kupang
Rumah Adat : Mbaru Niang dan Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara
Pakaian Adat : Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur
TarianTradisional : Tari Perang, Tari Gareng Lameng, Tari Tokesi, Tari
Bidu, Tari Cerana, Tari Kebalai, Tari Padoa, Tari Kandingangu, Tari
Kataga, Tari Hedung, Tari Atanua dan Wenggu, Tari Toda Gu, Tarian
Tea Eku, Tari Caci Caci, Tari Dodakado, Tari Likurai, Tari Jai, Tari Poto
Wolo, Tari Manekat, Tari Ende Lio, Tari Lego-Lego
Senjata Tradisonal : Sundu, Kampak, Parang, Saweo, dan Senapan
Tumbuk
Lagu Daerah : Desaku, Anak Kambing Saya, Potong Bebek,
Flobamora, Pai Mura Rame,, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere Seero,
Bolelebo, Haleleu Ala De Teang
Suku : Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus,
Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende,
Bajawa, Nage, Riung,Ngada, Atoni, Kakang, Marae, Kemang, Abui, Boti
dan Flores
Julukan : Flobamora

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

85

Provinsi di Pulau Kalimantan


20. Provinsi Kalimantan Barat (KALBAR)
Ibukota : Pontianak
Rumah Adat : Rumah Betang, Rumah Baluk, Rumah Melayu, Rumah
Istana Kesultanan Pontianak
Pakaian Adat : Pakaian Adat Dayak
Tarian Tradisional : Tari Monong, Tari Zapin Tembung, Tari Pingan, Tari
Jonggan, Tari Kondan, Tari Jepin Lembut, Tari Tandak Sambas, Tari
Kinyah Uut Danum, Tari Ajat Temuai Datai, Tari Gantar
Senjata Tradisonal : Mandau
Lagu Daerah : Cik-Cik Periuk, Aek Kapuas, Masjid Jami, Alon-Alon,
Kapal Belon, Sungai Kapuas, Antare Kapuas Landak, Alok Galing,
Bantelan, Batu Balah
Suku : Manyuke, Skadau, Melayu-Pontianak, Punau dan Mbaluh
Julukan : Kota Katulistiwa

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

86

21. Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG)


Ibukota : Palangkaraya
Rumah Adat : Rumah Betang
Pakaian Adat : Pakaian Adat Sinjang
Tarian Tradisional : Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai, Tari
Manggetem, Tari Potong Pantan, Tari Kancet Papatai/Tari Perang, Tari
Kancet Ledo/ Tari Gong, Tari Kancet Lasan, Tari Leleng, Tari Serumpai,
Tari Belian Bowo, Tari Kuyang, Tari Pecuk Kina, Tari Ngerangkau, Tari
Baraga Bagantar, Ari Giring-Giring, Tari Mandau, Tari Pagar Ruyung,
Tari Datun, Tari Wadian Amun Rahu, Tari Jarangkang Bango, Tari
Bahalai
Senjata Tradisonal : Mandau, Lunduk Sumpit, Talawang, Randu, Perisai
Lagu Daerah: Palu Lempong Pupoi, Nuluya, Tumpi Wayu, Kelayar, Ka
Danau, Isen Mulang, Lewungku Utusku, Malauk Manjala, Manasai, Oh
Indang Oh Apang
Suku : Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, Dayak
dan Katingan
Julukan : Kota Cantik

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

87

22. Provinsi Kalimantan Selatan (KALSEL)


Ibukota : Banjarmasin
Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi
Pakaian Adat : Pakaian Adat Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut
Tarian Tradisional : Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu, Tari
Banjar, Tari Kuda Gepang, Tari Japin, Tari Mantang Gandut, Tari
Badayang
Senjata Tradisonal : Mandau, Keris, Beliung, Bujak, Sumpitan
Lagu Daerah : Paris Barantai, Ampar-Ampar Pisang, Saputangan
Bapuncu Ampat, Ayun Apan, Japin Rantauan, Musik Panting, Tirik
Lalan, Halin, Mandung Mandung, Tirik
Suku : Ngaju, Laut, Maamyan, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan, Aba,
Melayu, Banjar, dan Dayak
Julukan : Kota Seribu Sungai

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

88

23. Provinsi Kalimantan Timur (KALTIM)


Ibukota : Samarinda
Rumah Adat : Rumah Lamin
Pakaian Adat : Pakaian Adat Urang Besunung
Tarian Tradisional : Tari Perang, Tari Gong, Tari Gantar, Tari Hudog, Tari
Kanjar, Tari Bedewa, Tari Iluk Bebalon, Tari Besyitan, Tari Kedandiu, Tari
Ngeleway, Tari Ngerangkaw, Tari Kancet, Tari Datun, Tari Hudoq, Tari
Kejien, Tari Jepin Ujang Bentawol, , Tari Perang, Tari Ngerangkan, Tari
Tobengan Marang, Tari Belian, Tari Tekenaq Bungan Malan
Senjata Tradisonal : Mandau, Bujak, Anak Mandau, Beliung dan
Sumpitan
Lagu Daerah : Indung-Indung, Bulan Haji, Buah Bolok, Burung
Enggang Marista, Lamin Talungsur, Oh Adingkoh
Suku : Ngaju, Otdanum, Apokayan, Punan, Murut, Dayak, Kutai, Kayan,
Punan, Abal, Bulungan, Tidung, Kenyah, Berusau dan Bugis
Julukan : Kota Tepian

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

89

24. Kalimantan Utara (KALUT)


Ibukota : Tanjung Selor
Rumah Adat : Rumah Baloy Mayo
Pakaian Adat : Pakaian Adat Kulavi atau Donggala
Senjata Tradisional : Mandau
Tarian Adat : Tari Jepen, Tari Lalatip, Tari Kencet Ledo
Suku : Tidung, Dayak, Bulungan, Suluk, Bugis, Jawa, Banjar
Lagu daerah : Bebalon, Pinang Sendawar,Tuyang
Julukan : -

Nama Provinsi di Pulau Sulawesi


25. Provinsi Sulawesi Utara (SULUT)
Ibukota : Manado
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

90

Rumah Adat : Rumah Pewaris, Rumah Bolaang Mongondow


Pakaian Adat : Pakaian Adat Sulawesi Utara
Tarian Tradisional : Tari Maengket, Tari Cakalele, Tari Biteya, Tari
Kalibombang, Tari Tumetanden, Tari Kabasaran,Tari Mahambak, Tari
Maselai, Tari Gunde, Tari Manee, Tari Tatengesan
Senjata Tradisonal : Keris, Peda, Perisai, Sabel, Tombak.
Lagu Daerah : Esa Mokan, 0 Ina Ni Keke, Sipatokahan, Sitara Tillo,
Gadis Taruna, Tan Mahurang, Tahanusangkara, Poco-Poco, Nani
Wartabone, Niko Mokan
Suku : Minahasa, Bolaang Mangondow, Sangiher Talaud, Gorontalo,
Sangir, Ternate, Togite, Morotai, Loda, Halmahera, Tidore, dan Obi
Julukan : Kota Tinutuan

26. Provinsi Sulawesi Barat (SULBAR)


Ibukota : Kota Mamuju
Rumah Adat : Rumah Mamuju, Rumah Tongkonan
Pakaian Adat : Pakaian adat Mandar
Tarian Tradisional : Tari Patuddu, Tari Kondo Sapata, Tari Kipas, Tari
Toerang Batu, Tari Motaro, Tari Salabose Daeng Poralle, Tari Ello-Ello,
Tari Patturaq, Tari Peppioq, Tari Mappande Banua, Tari Cellelua, Tari
Pallaga, Tari Jekka, Tari Caqbite, Tari Bamba Manurung, Tari Ma
Bundu, Tari Bulu Londong, Tari Tuduq, Tari Dego Pallaga, dan Tari Pa
Jinang
Senjata Tradisonal : Badik
Lagu Daerah : Tenggang Tenggang Lopi, Bulu Londong, Malluya, Io-Io,
Ma'pararuk
Suku : Mandar, Toraja, Mamuju, Bugis, dan Mamasa
Julukan : Kota Kaledo, Kota Tadulako, Kota Teluk

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

91

27. Provinsi Sulawesi Tengah (SULTENG)


Ibukota : Palu
Rumah Adat : Rumah Tambi, dan Rumah Sou Raja atau Banua Mbaso
Pakaian Adat : Pakaian Adat Nggembe
Tarian Tradisional : Tari Lumense, Tari Pule Cinde, Tari Torompio, Tari
Dero Poso, Tari Pamonte, Tari Mamosa, Tari Kalanda, Tari Rumongi,
Tari Pontanu, Tari Peule Cinde, Tari Moraego
Senjata Tradisonal : Pasatimpo, Tombak Kanjae/Surampa, Parang,
Pisau, Perisai dan Sumpitan
Lagu Daerah : Tope Gugu
Suku : Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona,
Saluan, Mori, Bungku, Balantak, Banggai, Balatar, Mamasa, Taa,
Bare'e, Dampal, Dondo, Pendau, Dampelas, Da'a, Wana, Seasea,
Ta'di, Daya
Julukan : -

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

92

28. Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA)


Ibukota : Kendari
Rumah Adat : Rumah Istana Sultan Buton atau Malige, Rumah Laika
Pakaian Adat : Pakaian Babung Ginasamani
Tarian Tradisional : Tari Balumpa, Tari Lumense, Tari Manguru, Tari
Molulo, Tari Lantitiasi, Tari Kolega, Tari Dinggu, Tari Lulo Alu, Tari Honari
Mosega
Senjata Tradisonal : Keris, Pedang, Tombak, dan Sumpitan
Lagu Daerah : Peia Tawa-tawa, Tana Wolio, Wulele Sanggula, Symponi
Bahteramas
Suku : Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung,
Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio, dan Bugis
Julukan : Bumi Anoa

29. Provinsi Sulawesi Selatan (SULSEL)

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

93

Ibukota : Makassar
Rumah Adat : Rumah Tongkonan
Pakaian adat : Pakaian adat Bodo
Tarian Tradisional : Tari Bosara, Tari Kipas, Tari pakarena, Tari Bissu,
Tari Ma'gellu, Tari Kalioso, Tari Pasulla, Tari Pattenung, Tari Pajaga, Tari
Ganrang Bulo, Tari Ma'randing
Senjata Tradisonal : Badik, Peda, Sabel, Tombak, dan Perisai
Lagu Daerah : Angin Mammiri, Pakerena, Ma Rencong, Ganrang
Pakarena, Ammac Ciang, Anak Kukang, Ati Raja, Tondok Kadadiangku,
Marendeng Marampa, Kilalai Tondokmu, To Mepare, Sulawesi
Pa'rasanganta
Suku : Mandar, Bugis, Toraja, Sadan, Bugis, dan Makassar
Julukan : Kota Daeng

30. Provinsi Gorontalo


Ibukota : Gorontalo
Rumah Adat : Rumah Dulohupa, Rumah Bantayo Po Boide, Rumah
Malihe atau Rumah Potiwoluya dan Rumah Gobel
Pakaian Adat : Pakaian Bili'u atau Paluawala dan Mukuta
Tarian Tradisional : Tari Polopalo, Tari Saronde, Tari Dana-dana, Tari
Langga, Tari Tulude, Tari Elengge, Tari Tanam Padi, Tari Sabe, Tari
Mopohuloo / Modepito, Tari Walimah, Tari Saronde
Senjata Tradisonal : Wamilo, Bitu'o, Sabele, dan Travalla
Lagu Daerah : Binde Biluhuta, Moholunga, Tahuli Li Mama, Dabu-dabu,
Hulandalo Lipuu, Dana-Dana, Ati olo Ati Mama, Tilola Malo Wolo
Wololo, Molipu Ti? Opo
Suku : Gorontalo, Suwawa, Bolango, Atinggola, Mongondow
Julukan : Kota Serambi Madinah

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

94

Provinsi di Kepulauan Maluku


31. Provinsi Maluku
Ibukota : Ambon
Rumah Adat : Rumah Baileo
Pakaian adat : Pakaian adat Cele
Tarian Tradisional : Tari Lenso, Tari Cakalele, Tari Saureka-Reka, Tari
Katreji, Tari Bambu Gila, Tari Peris, Tari Orlapei, Tari Loliyana, Tari
Kabaresi, Tari Panah
Senjata Tradisonal : Parang Salawaku
Lagu Daerah : Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung
Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O
Ulate, Sarinande, Tanase
Suku : Buru, Banda, Seram, Kei, Ambon, Rana, Alifru, Togitil, Furu-furu
Julukan : Kota Ambon Manise

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

95

32. Provinsi Maluku Utara


Ibukota : Sofifi
Rumah Adat : Rumah adat Sasadu dan Rumah adat Hibualamo
Pakaian adat : Pakaian adat Manteren Lamo
Tarian Tradisional : Tari Soya-soya, Tari Lenso, Tari Tidetide, Tari
Dengedenge, Tari Cakalele, Tari Gumatere, Tari Lelehe, Tari Nabar
Ilaa, Tari Perang, Tari Ronggeng, Tari Bara Masuwen, Tari Salai Jin,
Tari Dadansa, Tari Gala, Tari Caka Iba, Tari Tujuh Putri, Tari Pukul
Sapu, Tari Dona-Dona
Senjata Tradisonal : Parang Salawaku
Lagu Daerah : Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung
Tantina,Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O
Ulate, Sarinande,Tanase
Suku : Module, Pagu, Ternate, Makian Barat, Kao, Tidore, Buli, Patani,
Maba, Sawai, Weda, Gne, Makian Timur, Kayoa, Bacan, Sula, Ange,
Siboyo, Kadai, Galela,Tobelo, Loloda, Tobaru, Sahu,
Julukan : -

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

96

Provinsi di Pulau Papua


33. Provinsi Papua Barat
Ibukota : Kota Manokwari
Rumah Adat : Mod Aki Aksa atau rumah kaki seribu
Pakaian adat : Pakaian Serui
Tarian Tradisional : Tari Perang, Tari Suanggi, Tari Ular/Tari Magasa,
Tari Snekala/Palu air, Tari Tifa, Tari Api, Tari Selamat Datang, Tari
Musyoh, Tari Wor, Tari Mayai Marowa
Senjata Tradisonal : Pisau Belati, Busur dan Panah
Lagu Daerah : Yamko Rambe Yamko, Apuse, E Mambo Simbo, Sajojo,
Rasine Ma Rasine, Wesupe, Diru Diru Nina
Suku : Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, dan Sentan
Julukan : -

34. Provinsi Papua


Ibukota : Jayapura
Rumah Adat : Rumah Honai
Pakaian adat : Pakaian Koteka dan Sali
Tarian Tradisional : Tari Selamat datang, Tari Sajojo, Tari Kreasi Balada
Cenderawasih, Tari Yospan/Yosim Pancar, Tari Seka, Tari Gale-Gale,
Tari Pacul, Tari Balada
Senjata Tradisonal : Pisau Belati, Busur dan Panah
Lagu Daerah : Yamko Rambe Yamko, Apuse, E Mambo Simbo,
Sajojo, Wesupe, Rasine Ma Rasine, Diru Diru Nina
Suku : Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati
Julukan : Mutiara Dari Timur

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

97

2. Kekayaan Alam Indonesia


Kekayaan alam disebut juga sumber daya alam. Tanah air Indonesia
mengandung beraneka sumber daya alam. Kesuburan alam Indonesia
juga merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai harganya.
Sumber daya alam di Indonesia digolongkan menjadi dua jenis, yaitu
sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang
tidak dapat diperbarui.
a. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui artinya sumber daya
alam yang dapat dihasilkan kembali meskipun telah digunakan. Kalau
sumber daya alam ini selalu dijaga dan dilestarikan, maka tidak akan
cepat habis. Sumber daya alam yang dapat diperbarui di antaranya
berupa tumbuhan, hewan, tanah, air dan udara. Tumbuhan dapat
diperbarui dengan cara menanam kembali. Hewan dapat diperbarui
dengan cara beternak. Tanah dapat diperbarui dengan cara pemupukan
dan pengairan. Air dan udara dapat diperbarui dengan cara proses daur
ulang.
Perhatikanlah gambargambar yang menunjukkan usaha dalam
memperbarui sumber daya alam berikut ini!

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

98

Gambar.4.18. Petani sedang membajak sawah

Gambar.4.19. Petani sedang mengairi sawah

Gambar. 4.20.penanaman kembali

Gambar.4.21. sebuah peternakan sapi

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

99

1. Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam Tanaman


Usaha menjaga dan melestarikan sumber daya alam dapat dilakukan
melalui kegiatan pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Disamping itu,
ada juga pelestarian sumber daya alam dengan
a. Usaha Pertanian
Usaha pertanian paling banyak dilakukan oleh penduduk Indonesia.
Ingatkah kamu bahwa mata pencaharian sebagian penduduk
Indonesia adalah petani. Hal ini membuktikan bahwa bangsa
Indonesia selalu mengupayakan usaha pelestarian sumber daya
alam. Selain sebagai usaha pelestarian alam, pertanian juga dapat
mendatangkan hasil yang berupa tanamantanaman produktif.
Hasil pertanian di Indonesia di antaranya berupa padi, jagung,
kacangkacangan, sayursayuran, dan ubi kayu.

Gambar.4.22.petani sedang menanam padi

Gambar.4.23.petani sedang panen padi


[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

100

b. Usaha Perkebunan
Perkebunan di Indonesia sangat beragam. Ada usaha perkebunan
teh, perkebunan kopi, perkebunan cengkeh, perkebunan tembakau,
dan sebagainya. Jenis usaha perkebunan disesuaikan dengan cuaca
dan iklim di daerahnya. Di daerah pegunungan akan lebih cocok
untuk usaha perkebunan teh, tembakau, kopi maupun cengkeh. Di
daerah pantai lebih cocok untuk perkebunan kelapa. Di daerah yang
datar lebih cocok untuk perkebunan tanaman buahbuahan.

Gambar.4.26.buah kopi

Gambar .4.25. gambar buah coklat

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

101

Gambar.4.24.gambar buah-buahan

Gambar.4.27. buah kelapa


c. Usaha kehutanan
Hutan di Indonesia digolongkan menjadi dua yaitu hutan yang hanya
terdapat satu jenis tumbuhan, seperti hutan jati, hutan karet dan
hutan yang ditumbuhi berbagai macam tumbuhan, misalnya hutan
tropis yang lebat dengan berbagai jenis tumbuhan.
Gambar.4.28.gambar hutan tropis dengan beraneka jenis tumbuhan

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

102

d. Usaha tanaman hias

Gambar .4.29.bunga anggrek

Gambar.4.30.bunga mawar

Gambar.4.31. bunga kaktus


[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

103

Gambar.4.32. bunga bougenvil


Gambargambar tersebut merupakan contoh hasil usaha tanaman
hias. Saat ini usaha tanaman hias sedang berkembang. Usaha ini
juga dapat mendatangkan hasil yang besar. Harga jenis tanaman
hias tertentu bisa sampai jutaan rupiah. Oleh sebab itu, tidak
mengherankan kalau di kotakota besar banyak yang melakukan
usaha ini.
2. Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam Hewan
Usaha pelestarian sumber daya alam hewan dilakukan melalui kegiatan
peternakan. Usaha peternakan terdiri dari usaha peternakan unggas,
peternakan besar, dan perikanan.
a. Peternakan ungags
Peternakan unggas biasanya menghasilkan telur dan daging.
Namun, ada juga peternakan burung untuk menghasilkan burung
burung yang berbulu indah dan merdu kicauannya. Hal ini biasanya
dilakukan oleh para penggemar burung.

Gambar.4.33.peternakan ayam
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

104

Gambar.4.34.peternakan burung
a. Peternakan Besar
Peternakan besar merupakan usaha beternak hewan seperti kuda,
kerbau, sapi, dan kambing. Usaha ini sangat bermanfaat dalam
memenuhi kebutuhan makanan yang berupa daging. Usaha
peternakan besar biasanya dilakukan oleh para pengusaha besar
karena membutuhkan biaya yang besar dan tanah yang luas.
Namun, ada juga penduduk desa yang melakukan usaha ini sebagai
usaha sampingan. Selain diambil dagingnya, hewan ternak ini dapat
juga diambil tenaganya. Misalnya, sapi untuk menarik pedati, sapi
untuk membajak sawah, dan kuda untuk menarik delman

Gambar.4.35.peternakan sapi

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

105

e. Usaha Perikanan
Usaha perikanan dibedakan menjadi usaha perikanan darat,
perikanan laut dan usaha ikan hias. Usaha perikanan darat dan
perikanan laut untuk menghasilkan ikan sebagai bahan
makanan.Tahukah kamu zat apa yang banyak terdapat pada ikan?
Ikan sangat baik bagi pertumbuhan tubuh karena banyak goreng?
Bagaimana rasanya? Ikan hias sangat banyak jenisnya. Harga ikan
hias lumayan mahal. Ikan hias biasanya untuk dikoleksi dan
dipelihara pada akuarium.

Gambar.4.36.ikan gurami

Gambar.3.37.aneka ikan hias


f. Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam Tanah
Setiap hari kita selalu berhubungan dengan tanah. Tanah
sangat bermanfaat bagi semua makhluk hidup. Manfaat tanah
sangat banyak. Selain sebagai tempat tinggal manusia dan hewan,
tanah dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan. Tanah dapat
juga digunakan untuk membuat bahan bangunan seperti batu bata
dan genteng. Oleh sebab itu, kita harus selalu menjaga dan
berusaha melestarikan kesuburan tanah.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

106

Gambar.4.38.aneka guji yang terbuat dari tanah liat


g. Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam Air
Air sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain untuk minum,
air juga digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, pembangkit
tenaga listrik, sarana transportasi, dan sebagainya. Sebagian
wilayah Indonesia berupa perairan baik yang berupa laut, sungai,
maupun danau. Di dalam wilayah perairan terkandung berbagai
sumber daya alam seperti hewan laut, rumput laut, dan terumbu
karang.

Gambar.4.39.air digunakan untuk mandi

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

107

Gambar.4.40.air digunakan untuk memasak


h. Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam Udara
Udara sangat bermanfaat bagi manusia. Fungsi utama udara adalah
untuk pernapasan. Udara yang bersih sangat membantu kesehatan
tubuh. Sebaliknya, udara yang tercemar akan mengganggu
kesehatan. Udara yang bersih dapat dirasakan di daerah yang
banyak terdapat tumbuhtumbuhan, seperti pegunungan, hutan, dan
perkebunan.

Gambar.4.41.perkebunan

Gambar4.42.pegunungan
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

108

Udara di daerah kotakota besar biasanya sudah tercemar. Hal ini


disebabkan oleh banyaknya asap kendaraan bermotor, asap pabrik,
asap rokok maupun bau sampah yang membusuk. Oleh sebab itu,
diperlukan usaha untuk menjaga agar di kotakota besar tidak terjadi
pencemaran udara. Hal ini dapat dilakukan melalui pembangunan
tamantaman kota dan penanaman pohon pelindung di tepi jalan.
Selain untuk pernapasan, udara dapat dimanfaatkan untuk keperluan
yang lain, misalnya sebagai sarana olah raga, menggerakkan kapal
layar, dan pembangkit tenaga listrik

Gambar. 4.43.kapal layar digerakkan angina

Gambar.4.44.kincir angina digerakkan oleh angin


2. Kekayaan Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui artinya sumber daya
alam yang semakin lama akan habis. Sumber daya alam ini jika sering
digunakan akan lebih cepat habis. Oleh sebab itu, sumber daya alam
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

109

ini harus digunakan secara bijaksana. Agar sumber daya alam ini tidak
cepat habis diperlukan usaha penghematan. Sumber daya alam yang
tidak dapat diperbarui, di antaranya bahan tambang dan minyak bumi.
a. Bahan tambang
Bahan tambang disebut juga bahan galian. Bahan tambang di
Indonesia sangat beraneka ragam. Beberapa bahan tambang yang
ada di Indonesia antara lain besi, tembaga, emas, perak,
alumunium, dan timah. Bahan-bahan tambang ini sangat
bermanfaat bagi manusia khususnya sebagai bahan kebutuhan
industri.

Gambar.4.45.peralatan rumah tangga terbuat dari alumunium


Ada juga bahan tambang yang digunakan untuk membuat berbagai
macam perhiasan seperti emas, perak, dan perunggu. Bahan
tambang ini harganya sangat mahal. Jika kita dapat mengolahnya
dengan baik, maka harganya bertambah mahal.

Gambar.4.46.perhiasan seperti kalung,gelang dan cincin


b. Minyak bumi

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

110

Indonesia kaya akan tambang minyak bumi. Tahukah kamu dari


mana asal minyak bumi itu? Minyak bumi berasal dari sisasisa
hewan yang mati dan terpendam dalam tanah berjuta juta tahun
yang lalu. Minyak bumi mengendap dalam lapisan bumi. Untuk
mengambil minyak bumi dari dalam tanah dilakukan usaha
penambangan. Minyak bumi sangat bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Minyakbumi digunakan sebagai sumber energi. Untuk
dapat menggunakan minyak bumi, sebelumnya dilakukan
pengolahan dahulu. Hasil olahan minyak bumi berupa avtur, bensin,
solar, aspal, minyak tanah, dan bensol. Setiap hasil olahan itu
dapat digunakan untuk keperluan manusia.
Hasil olahan minyak bumi yang kita jumpai biasanya hanya bensin
dan minyak tanah. Bensin digunakan untuk bahan bakar kendaraan
bermotor. Adapun minyak tanah

Gambar.4.47.gambar pengeboran minyak


c. Batubara
Batubara merupakan salah satu hasil tambang. Batubara berasal
dari tumbuhtumbuhan yang mati dan terpendam dalam tanah
berjutajuta tahun yang lalu. Hasil tambang ini digunakan sebagai
bahan bakar. Bahan bakar ini biasanya digunakan di pabrikpabrik
untuk keperluan industri. Selain sebagai bahan bakar, batubara
dapat diolah untuk digunakan sebagai bahan pewarna, pembuatan
nilon, dan sebagainya. Tambang batu bara semakin lama semakin
habis. Oleh sebab itu, diperlukan usaha penghematan agar tidak
cepat habis.
B. Keramah tamahan Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang ramah.
Keramahtamahan ini bisa terlihat pada saat kita kedatangan tamu,
bertemu bapak ibu guru, bertemu teman, dan bertemu saudara. Pada saat
berpapa-san dengan orang lain hendaklah kita menyapanya dengan
sopan.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

111

Gambar.4.49.gambar anak menyapa tetangga


Beberapa contoh keramahan yang dimilki masyarakat indonesia
dalam kehidupan sehari hari antara lain sebagai berikut :
1. Dalam kehidupan keluarga.
Dapat kita lakukan setiap saat baik dengan sengaja maupun tidak
sengaja kita melakukan misalnya dengan menyapa ,mencurahkan
kasih sayang dengan ikhlas dan tulus, bisa juga menunjukan sikap
peduli terhadap anggota keluarga. keluarga merupakan tempat
kita belajar untuk saling mengerti, menyayangi dan itu dapat kita
wujudkan salah satunya dengan mewujudkan keramahan antar
anggota keluarga.
2. Dalam kehidupan di sekolah.
Yaitu dimulai dari ramah terhadap teman, guru, dan semua warga
sekolah. Misalnya saling ucap salam, membantu meringankan beban
yang sedang dihadapi. Seperti mengerjakan tugas yang di berikan guru
bersama teman kelas.
3. Dalam kehidupan di lingkungan tempat tinggal.
Untuk mendapatkan tempat yang aman, tentram, damai kita juga
memerlukan interaksi yang baik dengan lingkungan, keakraban dengan
tetangga, serta informasi informasi yang menciptakan kerukunan
antar tetangga. Ditempat itulah kita dapat melepas lelah, beristirahat
yang cukup, dan berlindung. Hal ini dapat kita buktikan misalnya
dengan gemar tegur sapa yang baik, menghadiri hajatan tetangga yang
sedang mendirikan rumah atau biasanya disebut dengan istilah gugur
gunung.
Pernahkah kamu berkunjung ke Pulau Bali? Di pulau itu sering
dikunjungi para wisatawan dari luar negeri. Para wisatawan itu berkunjung
ke Pulau Bali karena memang banyak objek wisatanya yang indah.
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

112

Namun, ada hal lain yang tidak kalah menarik bagi mereka yaitu sifat
keramahtamahan para penduduk di Pulau Bali. Kedatangan para
wisatawan selalu disambut dengan ramah oleh para penduduk. Mereka
juga siap membantu jika para wisatawan membutuhkan berbagai macam
informasi.

Gambar.4.50.pemandu wisata sedang memandu turis


Sifat ramah tamah sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari
hari. Kita juga harus bersikap ramah kepada siapapun dan dimanapun.
Jika bertemu teman atau bertemu bapak dan ibu guru kita harus
menyapanya. Bahkan, kita juga harus ramah dengan anak kecil. Sikap
ramah akan membuat kita bisa lebih dekat dan lebih akrab dengan orang
lain. Orang yang ramah akan mempunyai banyak teman. Bagaimana
dengan kamu? Sudahkah kamu bersikap ramah kepada orang lain?
Keramahan seperti apakah yang kamu tunjukkan kepada teman,
tetangga, guru, maupun orang tuamu?

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

113

SK 4. Memiliki kebanggan sebagai bangsa indonesia


KD 4.1 Mengenal kekhasan bangsa indonesia,
kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan

seperti

Berdasarkan
analisis
SK
dan
KD
diatas
maka
strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah
sebagai berikut :
Pertemuan Pertama
1. Strategi Pembelajaran : Heuristik
2. Model Pembelajaran : Picture anda Picture dan Cooperative
Learning Type Student Team Achievement Division
3. Metode Pembelajaran
a. Diskusi
b. Tanya jawab
4. Media Pembelajaran
a. Poster Burung Garuda
b. Kartu-kartu keberagaman budaya setiap provinsi
c. Kertas keterangan budaya setiap provinsi
d. Kertas manila
e. Label
f. Nomor Kelompok
g. Hadiah
Pertemuan kedua
1. Strategi Pembelajaran : Heuristik
2. Model Pembelajaran : Picture anda Picture dan Cooperative
Learning Type Make a Macth
3. Metode Pembelajaran
a. Diskusi
b. Tanya jawab
4. Media Pembelajaran
a. Gambar macam-macam contoh sumber alam yang dapat
diperbaharui, Gambar macam-macam contoh sumber alam
yang tidak dapat diperbaharui
b. Video kekayaan alam Indonesia
c. Video keramahtamahan bangsa Indoensia
d. Kartu yang berisi konsep/pertanyaan dan jawaban

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

114

UNIT 9
BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA

Standar Kompetensi
4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia
Kompetensi Dasar
4.2 Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia

Sebagai warga Indonesia yang baik, kita tentu merasa bangga


dengan Indonesia . Rasa bangga ini harus diwujudkan dalam sikap dan
perilaku kita seharihari. Sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa
bangga sebagai anak Indonesia dapat dilakukan dengan cara
menggunakan barangbarang buatan Indonesia, cinta tanah air
Indonesia, rela berkorban untuk bangsa Indonesia, dan berusaha
membangun bangsa Indonesia.
1. Menggunakan Barang Buatan Indonesia
Pada hari pertama masuk sekolah, Evi datang ke sekolah dengan
penuh semangat. Evi memakai sepatu dan tas baru yang dibelikan oleh
ayahnya yang baru datang dari Amerika. Jam tangannya pun baru. Jam
tangan itu buatan dari Swiss yang dibeli oleh ibunya. Evi semakin
bangga ketika teman-temannya memperhatikan dirinya. Evi merasa
bangga karena barangbarang yang dipakainya buatan luar negeri. Ia
juga memamerkan barangbarang miliknya yang lain. Evi tidak peduli
barangbarang itu bagus atau tidak. Baginya, kalau barang buatan luar
negeri pasti membanggakan. Di kelas tiga ada salah seorang siswa
yang bernama Sinta. Sinta berbeda dengan Evi. Ia lebih suka memakai
barangbarang buatan Indonesia. Sinta lebih bangga memakai sepatu,
tas, maupun jam tangan buatan Indonesia. Bangsa Indonesia telah
mampu membuat barangbarang sendiri. Bahkan, bajubaju buatan
Indonesia sudah banyak yang dijual di luar negeri. Bangsa Indonesia
telah mengekspor barangbarang , seperti batik, perhiasan, mebel, tas,
ukirukiran dan barangbarang yang lain Setiap tahun jumlah barang
barang buatan Indonesia yang diekspor semakin meningkat. Kalau
bangsa lain saja bangga dengan barangbarang buatan Indonesia, kita
harusnya lebih bangga. Oleh sebab itu, Sinta lebih bangga dengan
barangbarang buatan Indonesia daripada barangbarang buatan luar
negeri. Sinta lebihmenyukai sepatu buatan Indonesia daripada buatan
Italia.
2. Mencintai kebudayaan Indonesia
Pada pelajaran terdahulu telah kamu pelajari bahwa bangsa Indonesia
kaya akan berbagai macam kebudayaan. Selain tampil di negara
sendiri, kebudayaan kita juga sering tampil di luar negeri. Beberapa
contoh kebudayaan Indonesia yang pernah tampil di luar negeri di
antaranya seperti berikut:

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

115

a. Tim Kesenian Bali yang tampil di Chili dan Peru


b. Grup tari Krida Budaya yang tampil di Malaysia
c. Sendratari Ramayana yang tampil di India
d. Tim Kesenian Jaipong dan Rampak Gendang yang tampil di Irak

Gambar.4.51.tim kesenian Bali

Gambar.4.52.tari krida

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

116

Gambar.4.53.tari jaipong

Gambar.4.54.sendratari Ramayana
Kita tentu merasa bangga karena kesenian dan kebudayaan
bangsa kita mendapatkan sambutan yang baik di luar negeri. Musik
Indonesia juga terkenal di negara lain seperti Singapura dan Malaysia.
Banyak artis Indonesia yang sering diundang untuk tampil di luar negeri.
Tahukah kamu artis Indonesia yang bernama Radja, Peterpan, Agnes
Monica, dan Anggun C. Sasmi? Mereka adalah artisartis Indonesia yang
digemari masyarakat di negara lain. Mereka telah membawa nama baik
bangsa Indonesia lewat kesenian yang ditampilkannya. Banyak orang
asing yang menyukai kebudayaan Indonesia. Bahkan banyak di antara
mereka yang sekarang belajar tentang keseniaan daerah di Indonesia
seperti gamelan, wayang kulit, dan berbagai tarian. Oleh sebab itu, kita
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

117

pantas bangga pada kesenian dan kebudayaan kita. Bagaimana dengan


kamu? Sudahkah kamu juga merasa bangga dengan barangbarang
buatan Indonesia?

Gambar.4.56.kerajinan tangan karya Indonesia


Gambar.4.57.kain tradisional Indonesia
3. Usaha Memperbaiki Bangsa Indonesia
Kita harus bangga dengan bangsa Indonesia. Kebanggaan itu dapat
diwujudkan dengan cara berusaha memperbaiki bangsa dan negara
Indonesia. Kepentingan bangsa dan negara harus kita utamakan.
Setiap bangsa mempunyai kelebihan dan kekurangan. Setiap bangsa
memiliki permasalahan yang harus ditangani bersama. Bangsa
Indonesia mempunyai kekayaan yang melimpah. Tetapi, saat ini
bangsa Indonesia juga sedang dirundung banyak masalah. Kalau kita
membaca koran dan menonton televisi, kita akan mengetahui bahwa
bangsa Indonesia berkalikali ditimpa bencana. Aceh dilanda gempa
(tsunami). Yogyakarta dilanda gempa tektonik. Ada juga daerah yang
mengalami bencana kelaparan dan kekeringan.
Mungkin kamu juga mengetahui adanya musibah, seperti kecelakaan
pesawat terbang, tenggelamnya kapal Senopati, dan sebagainya.
Semua itu tentu membuat kita prihatin dan sedih. Meskipun demikian,
[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI
REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

118

kita harus tetap bangga dan mencintai bangsa Indonesia. Kebanggaan


kita tidak boleh berhenti hanya karena masalahmasalah tersebut. Kita
bisa melakukan banyak hal untuk memperbaiki kekurangan itu. Kalau
usaha untuk memperbaiki bangsa kamu mulai dari sekarang, maka di
masa yang akan datang bangsa Indonesia akan lebih maju lagi.
4. Membiasakan Diri Bersikap Bangga sebagai Bangsa Indonesia
Bacalah kalimatkalimat berikut dan renungkanlah artinya. Lalu,
biasakanlah dalam kehidupan seharihari!
a. Mencintai produksi dalam negeri merupakan wujud kebanggan diri
sebagai bangsa Indonesia
b. Bangga sebagai bangsa Indonesia berarti mau menggunakan
barang-barang buatan bangsa Indonesia
c. Bangga sebagai bangsa Indonesia berarti mau menjaga dan
melestarikan sumber daya alam Indonesia
d. Mencintai bangsa Indonesia berarti mau berusaha untuk
memperbaiki bangsa IndonesiaUsaha memperbaiki bangsa tidak
bisa ditundatunda namun harus dimulai sejak sekarang
e. Kekayaan alam Indonesia merupakan kebanggan kita bersama.
f. Marilah kita lestarikan sumber daya alam Indonesia!
g. Bersikaplah sopan kepada setiap orang
h. Belajarlah yang giat sejak sekarang. Jangan menunggu saat ulangan
atau ujian!
i. Berusahalah memperbaiki dirimu sendiri dahulu denganbersikap
sopan, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab!
j. Kalau kamu mau melindungi alam, maka alam juga akan melindungi
kamu

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

119

SK 4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia


KD 4.2 Menampilkan rasa bangga sebagai anak indonesia
Berdasarkan
analisis
SK
dan
KD
diatas
maka
strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah
sebagai berikut :
1. Strategi Pembelajaran
: Heuristik
2. Model Pembelajaran
: Contextual Teaching and Learning
3. Metode Pembelajaran
a. Bercerita
b. Role Playing
c. Tanya jawab
d. penugasan
4. Media pembelajaran
a. Gambar kebuadayaan Indonesia, kerajinan tangan Indonesia
dan pakaian tradisional
b. Video sikap bangga sebagai bangsa Indonesia
c. Naskah Scenario
d. Musik (lagu Gebyar Gebyar)
e. LKS

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

120

[ANGGI EKO JANUARDI] [NOFI


REZKIANI] [SANTI AYU PRATIWI]

121